Vol. 6, No.1, 44-48, Juli 2009
Penentuan Daerah Kritis Terbaik dengan Teorema Neyman- Pearson
Georgina M. Tinungki
Abstrak
Terdapat beberapa metode untuk membangun uji statistik yang baik, diantaranya adalah Teorema Neyman Pearson yang diawali dengan menguji hipotesis sederhana H
0melawan hipotesis alternatif H
1. Sebelum kita mendefinisikan suatu uji terbaik, suatu observasi harus dibuat. Tentu uji tersebut menetapkan suatu daerah kritis, atau dengan kata lain suatu pilihan atas suatu daerah kritis menggambarkan suatu uji.
Kata Kunci : Teorema Neyman-Pearson, uji terbaik, daerah kritis.
1. Pendahuluan
Dalam mengambarkan uji terbaik, satu observasi yang penting yang harus dibuat, yaitu suatu uji penetapan daerah kritis atau suatu pilihan dari gambaran daerah kritis suatu uji. Sebagai contoh, jika diberikan satu daerah kritis C={(x
1, x
2, x
3); x
12
+x
2 2+x
32
+ uji terbaik ditentukan.
Dalam uji tersebut, ada tiga variabel random X
1, X
2, X
3yang perlu dipertimbangkan. Misalkan nilai pengamatan x
1, x
2, x
3, maka H
0diterima jika x
12
+x
2 2+x
32
< 1, dan ditolak untuk H
0lainnya.
Ini adalah bentuk “uji” dan “daerah kritis” yang keduanya dapat dipertukarkan. Jika digambarkan suatu daerah kritis yang baik, maka akan tergambar suatu uji yang baik.
Andaikan f(x;θ) menyatakan pdf dari suatu variable random X. Andaikan X
1, X
2, X
3menyatakan suatu sampel random dari distribusi ini, dan andaikan dua hipotesis sederhana:
H
0: θ = θ’ dan H
1: θ = θ”,
maka = (θ; θ = θ’, θ”). Sekarang akan digambarkan suatu daerah kritis terbaik sekaligus suatu uji terbaik, untuk pengujian hipotesis sederhana H
0lawan alternatifnya hipotesis sederhana H
1.
Dalam definisi ini symbol-simbol P
r[(X
1, X
2, … , X
n) ] dan P
r[(X
1, X
2, … , X
n) ] berarti P
r[(X
1, X
2, … , X
n) ] ketika, berturut-turut, H
0dan H
1adalah benar.
2. Teorema Neyman-Pearson
Misalkan X
1, X
2, … , X
ndimana n adalah bilangan bulat positif, suatu sampel acak dari suatu distribusi yang mempunyai p.d.f. f(x; θ), sehingga joint p.d.f dari X
1, X
2, … , X
nadalah L(θ
; x
1, x
2, … , x
n) = f (x
1; θ) f (x
1; θ) … f(x
n; θ). θ’ dan θ’’ nilai tetap beda dari θ sehingga sehingga 𝛺 = { θ : θ = θ’, θ’’}, dan k adalah nilai positif. C subset dari ruang sampel sedemikian sehingga:
a. ( )
( ) ≤ k , untuk masing-masing titik (x
1, x
2,…, x
n) C b. ( )
( ) ≥ k , untuk masing-masing titik (x
1, x
2,…, x
n) C c. Α = Pr [(X
1, X
2, …., X
n) C; H
0]