xxi
LAMPIRAN A: DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER
No. Pertanyaan Jawaban
1. Jenis Kelamin a. Pria
b. Wanita 2. Usia a. 15-20 b. 21-25 c. 26-30 d. 31-35 e. 36-39 3. Pekerjaan a. Pelajar/Mahasiswa b. Karyawan c. Wirausaha d. Lainnya 4. Apa tujuan Anda mengunjungi
Museum Tekstil Jakarta?
a. Berwisata
b. Keperluan sekolah/kuliah c. Lainnya
5. Sudah berapa kali Anda mengunjungi Museum Tekstil Jakarta?
a. 1 kali b. 2 kali c. > 3 kali 6. Apakah Anda pernah melihat
signage di dalam museum?
a. Ya b. Tidak c. Mungkin 7. Apakah Anda mengalami
kesulitan/kebingungan ketika mengakses ruangan di dalam Museum Tekstil Jakarta?
a. Ya b. Tidak
8. Apa yang Anda lakukan ketika kesulitan mengenali arah untuk
a. Berusaha mencari sendiri keberadaan ruangan tersebut b. Bertanya kepada
ruangan tertentu di Museum Tekstil Jakarta?
petugas/pemandu yang sedang bertugas
9. Menurut Anda, apakah keberadaan signage di dalam Museum Tekstil Jakarta sudah efektif?
a. Sudah b. Kurang
10. Urutkan fasilitas paling utama yang Anda cari ketika sampai di Museum Tekstil Jakarta.
xxiii
LAMPIRAN B : TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN
PENGURUS MUSEUM
Penulis : Halo selamat pagi Pak Ardi. Perkenalkan nama saya Ericha, mahasiswi jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Multimedia Nusantara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian dan mengumpulkan data mengenai Museum Tekstil Jakarta untuk melengkapi data pada laporan Tugas Akhir saya. Berhubungan dengan berlakunya PSBB, saat ini saya tidak dapat berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta sehingga teknik pengumpulan data yang dapat saya lakukan adalah dengan mewawancarai Bapak selaku pengurus museum.
Narasumber : Iya selamat pagi Ericha, silahkan.
Penulis : Pertama-tama, bisakah Bapak menyebutkan nama lengkap dan tugasnya sebagai pengurus di Museum Tekstil Jakarta?
Narasumber : Baik, nama saya Ardi Haryadi lulusan Institut Seni Indonesia tepatnya dari Fakultas Seni Rupa Kriya dan Tekstil. Saya bertugas sebagai Pamong Budaya di Museum Tekstil Jakarta sejak tahun 2019.
Penulis : Sebelumnnya, SDM yang bertugas di Museum Tekstil Jakarta ada siapa saja Pak?
Narasumber : Bagan SDM di museum ini kira-kira terdiri dari Pemerintah Kota Jakarta, Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja PJLP yang
terdiri dari pemandu, kurator, edukator dan konservator, serta koordinator satuan pelayanan atau yang sering disebut juga sebagai kepala unit museum.
Penulis : Apabila dilihat dari data yang ada, kira-kira rata-rata jumlah pengunjung Museum Tekstil Jakarta sebelum masa pandemi ada berapa banyak Pak?
Narasumber : Berdasarkan data dari bulan Januari 2020, rata-rata jumlah pengunjung tiap bulannya adalah 37.000 orang yang terdiri dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun saat ini museum sedang ditutup karena berlakunya PSBB di kota Jakarta dan diharapkan museum akan buka kembali pada tanggal 11 Oktober 2020.
Penulis : Wisatawan lokal yang datang biasanya berasal dari kalangan mana saja Pak?
Narasumber : Wisatawan lokal umumnya berasal dari kalangan berumur 20- 40 tahunan dan dari berbagai profesi seperti pelajar maupun orang yang hanya datang untuk melihat-lihat.
Penulis : Bagaimana dengan wisatawan mancanegara? Wisatawan dari negara mana yang paling sering berkunjung?
Narasumber : Biasanya wisatawan mancanegara yang datang berasal dari Jepang. Kadang berkelompok maupun perorangan dan berasal dari kalangan ekspatriat, yaitu keluarga dari para pekerja asal Jepang yang tinggal di Indonesia.
xxv
Penulis : Apa siasat yang dilakukan oleh Museum Tekstil Jakarta dalam menghadapi pandemi saat ini?
Narasumber : Museum Tekstil Jakarta saat ini berkolaborasi dengan Google Arts and Culture dengan membuka tur virtual dengan kamera 360 derajat sehingga masyarakat dapat mengakses museum dari rumah.
Penulis : Biasanya event apa saja yang diadakan oleh Museum Tekstil Jakarta Pak?
Narasumber : Event yang diadakan biasanya mengikuti hari-hari besar seperti hari Kemerdekaan (17 Agustus) kemarin. Seluruh kain yang dipamerkan di gedung utama museum berwarna merah dan putih. Selain itu, untuk memperingati hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober nanti, pihak museum akan bekerja sama kembali dengan Google Arts and Culture untuk mengadakan Virtual Exhibition Indonesian Textile khususnya untuk kain batik.
Penulis : Wah menarik sekali ya. Kalau boleh tahu, di Museum Tekstil Jakarta juga pengunjung bisa melakukan workshop membatik ya? Apakah itu dipungut biaya?
Narasumber : Ya benar, tapi peserta tidak dipungut biaya apapun karena sudah dibiayai oleh pemerintah. Pengunjung akan disediakan bahan membatik seperti lilin, canting, maupun kainnya dan
juga akan ada tenaga pengajar yang memberikan edukasi membatik.
Penulis : Ada jenis kain apa saja sih Pak di dalam Museum Tekstil Jakarta?
Narasumber : Museum Tekstil Jakarta tidak hanya memamerkan kain tapi juga beragam peralatannya yang terbagi menjadi tenun sebanyak 981 buah, campuran (terdiri dari tie-dye, busana dan batik) sebanyak 610 buah, kain batik sebanyak 869 buah, serta alat-alat wastra untuk tenun yang berasal dari Flores dan Bali sebanyak 64 koleksi.
Penulis : Dari semua koleksi itu apakah ada koleksi yang paling menonjol?
Narasumber : Ada empat kain yang menjadi masterpiece di Museum Tekstil Jakarta yaitu tenun kain berhias, kain Palepai yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan dan merupakan kain ritual, Royal Banner atau umbul-umbul batik dari Cirebon, serta Grinsing yang merupakan kain tenun ikat ganda dari Tabanan, Bali. Keempat kain ini sedang diusulkan untuk menjadi bagian dari Cagar Budaya Nasional.
Penulis : Menurut Bapak apakah penerapan signage di Museum Tekstil Jakarta sudah baik?
Narasumber : Menurut saya penerapan signage di museum ini masih sangat kurang sekali. Signage kan fungsinya untuk menunjukkan arah
xxvii
di museum, namun menurut saya pemanfaatannya masih kurang dirasakan. Terutama ketika pengunjung sedang memerlukan arah ke ruangan tertentu dan saat itu tidak ada pemandu ataupun pengurus, seharusnya signage dapat berfungsi disini. Saya berharap dengan adanya signage dapat membuat pengunjung merasa seperti rumah sendiri, dapat dengan mudah menemukan tempat-tempat di museum. Saat ini
signage-nya masih berupa signage lama karena terdapat
kesulitan berupa bangunan museum saat ini adalah cagar budaya.
Penulis : Apakah ada kemungkinan Museum Tekstil Jakarta dapat melakukan pengembangan pada signage?
Narasumber : Tentu saja ada karena signage memegang peran penting terutama di tempat wisata. Rencananya mungkin di revitalisasi museum selanjutnya akan ada penggantian signage untuk mempermudah pengunjung menentukan arah.
Penulis : Kalau boleh tahu, sumber dana Museum Tekstil Jakarta berasal dari mana ya Pak?
Narasumber : Karena Museum Tekstil Jakarta berada di bawah Pemerintah Kota Jakarta, semua dana yang digunakan untuk operasional museum dari APB DKI Jakarta. Anggaran tersebut berupa anggaran tahun berjalan, jadi rencana di tahun 2021 harus sudah dibuat sejak tahun 2020.
Penulis : Bagaimana pengalokasian dananya?
Narasumber : Karena memang dari Pemprov DKI adalah fokusnya untuk penanganan COVID-19, kami hanya melakukan perawatan ringan untuk koleksi dan untuk penanganan COVID. Penulis : Disini ada gedung utama, di dalamnya tentu ada ruangan-
ruangan kecil lagi. Apakah ruangan-ruangan kecil tersebut dibagi khusus sesuai dengan kategori kain?
Narasumber : Gedung utama fungsinya untuk pameran temporer atau sementara, koleksi untuk pameran hanya beberapa sampai dengan 60 buah. Contohnya seperti pada saat event 17 Agustusan, berupa pameran wastra merah-putih. Jadi tidak ada kategori khusus. Saat ini museum memang belum memiliki pameran tetap, namun Museum Tekstil Jakarta memiliki galeri batik yang menyimpan seluruh koleksi kain dari seluruh Indonesia.
Penulis : Baik Pak. Lalu Pak apakah ada regulasi khusus untuk pengunjung di Museum Tekstil Jakarta?
Narasumber : Saat ini regulasi yang berlaku masih sama seperti museum pada umumnya, tidak boleh menyentuh karya, tidak boleh membawa barang besar, tidak boleh menggunakan flash ketika memotret, dan lain-lain. Lalu berkaitan dengan COVID-19, regulasinya juga bertambah seperti wajib memakai masker, tidak
xxix
menggunakan uang tunai, diukur suhu tubuh, serta mencuci tangan dengan hand sanitizer.
Penulis : Oh gitu, baik Pak. Terima kasih untuk waktunya. Ke depannya apabila saya memerlukan data lain lagi, saya akan menghubungi Bapak kembali
LAMPIRAN C : TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN
PEMANDU MUSEUM
Penulis : Halo selamat siang, Bu, maaf mengganggu waktunya sebentar. Perkenalkan nama saya Ericha mahasiswi jurusan DKV di Universitas Multimedia Nusantara. Hari ini saya sedang mengumpulkan data melalui wawancara untuk memenuhi tugas akhir saya. Kira-kira, apakah ibu bersedia untuk saya wawancara?
Narasumber : Boleh, silahkan.
Penulis : Baik. Sebelumnya, bisa tolong perkenalkan diri terlebih dahulu? Seperti nama ibu dan kegiatan ibu di museum ini. Narasumber : Nama saya Artanti, bisa dipanggil Tanti saja. Kegiatan saya di
museum ini adalah sebagai pemandu wisata atau guide. Penulis : Biasanya ibu memandu pengunjung individu atau yang
berkelompok?
Narasumber : Biasanya saya lebih sering handle pengunjung yang datang dengan rombongan. Kalau anggotanya banyak, biasanya akan dibagi menjadi 2 kelompok. Sedangkan untuk pengunjung yang individu itu saya jarang memandunya, karena kadang ada yang mau dipandu, ada juga yang lebih memilih untuk explore museumnya sendiri.
xxxi
Penulis : Selama ibu bekerja sebagai pemandu, apakah ada pengunjung individu yang pernah tersesat atau mengalami kesulitan ketika mencari lokasi di museum?
Narasumber : Oh ada itu, sering. Biasanya pengunjung yang tidak menggunakan jasa pemandu dan baru pertama kali mengunjungi Museum Tekstil. Ketika mereka kebingungan mereka biasanya tanya petugas museum yang sedang bertugas, seperti saya. Ada juga yang secara acak mencari sendiri lokasinya.
Penulis : Terkait dengan alur sirkulasi pengunjung. Apakah ada alur yang secara khusus sudah diatur oleh pihak museum untuk diterapkan di Museum Tekstil Jakarta?
Narasumber : Alur yang diterapkan secara khusus itu biasanya untuk pengunjung berupa rombongan. Kalau untuk pengunjung individu tidak ada alur khusus.
Penulis : Bisa tolong diceritakan Bu untuk alur khusus yang diterapkan untuk pengunjung berupa rombongan?
Narasumber : Pengunjung yang terdiri dari ratusan orang biasanya akan dibagi menjadi beberapa grup, 1 grup maksimal 50 orang untuk 1 orang pemandu. Alurnya biasanya dimulai dari Gedung Pameran Utama dan Galeri Batik. Apabila rombongan 1 sedang berada di gedung utama, maka rombongan lainnya akan mulai dari Galeri Batik. Setelah dari Gedung Pameran Utama dan
Galeri Batik, grup akan dibawa ke bagian gedung penunjang kemudian terakhir menuju ke Pendopo Batik.
Penulis : Oh begitu. Kalau di Pendopo Batik, biasanya kegiatan apa saja Bu yang dilakukan oleh pengunjung?
Narasumber : Biasanya ikut workshop membatik, biayanya sudah include di dalam tiket masuk pada saat awal memasuki museum.
Penulis : Apakah di museum ini ada regulasi atau peraturan khusus untuk pengunjung? Seperti hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pengunjung misalnya.
Narasumber : Kalau larangan khusus atau regulasi itu, pihak museum mengacu pada Perda (merokok, membuang sampah sembarangan, mencoret-coret dan memegang koleksi).
Penulis : Oh begitu, menurut ibu untuk regulasi yang disebutkan barusan apakah sudah terkomunikasikan dengan baik kepada pengunjung?
Narasumber : Sejujurnya belum karena tidak ada media khusus yang menuliskan regulasi tersebut. Tapi untuk beberapa regulasi seperti "dilarang memegang koleksi" itu museum biasanya menempelkan gambar tangan yang dicoret di dekat koleksi. Penulis : Menurut ibu, apakah penerapan signage di Museum Tekstil
Jakarta sudah efektif?
xxxiii
Penulis : Signage itu adalah media informasi yang memuat lokasi keberadaan pengunjung, lokasi keberadaan ruangan-ruangan di museum, tanda arah, atau tanda larangan/regulasi Bu. Seperti contohnya di depan museum kan ada satu tanda arah.
Narasumber : Oh yang seperti itu ya, sepertinya belum.
Penulis : Oh begitu, baik Bu. Wawancara saya sudahi ya Bu, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk berbagi informasi dengan saya.
LAMPIRAN D : TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN
PENGUNJUNG MUSEUM
Penulis : Halo Bu, selamat siang. Perkenalkan nama saya Ericha, saya mahasiswi jurusan DKV dari Universitas Multimedia Nusantara. Saat ini saya sedang mengumpulkan data melalui wawancara untuk tugas akhir saya. Apabila ibu tidak keberatan apakah saya boleh mewawancarai ibu?
Narasumber : Boleh
Penulis : Sebelumnya, saya berbicara dengan ibu siapa? Narasumber : Nama saya Dwi
Penulis : Baik ibu Dwi, saya mulai wawancaranya ya. Narasumber : Baik silakan
Penulis : Tujuan ibu datang ke Museum Tekstil Jakarta itu apa sih? Narasumber : Untuk melihat-lihat koleksi saja, ingin mengeksplor
kebudayaan Indonesia salah satunya di bidang tekstil. Ingin tahu di dalam Museum Tekstil ini isinya ada apa saja.
Penulis : Ooh begitu. Bagaimana pengalaman ibu selama melihat-lihat museum?
Narasumber : Museum ini menarik sekali, ternyata koleksi di dalamnya tidak hanya satu jenis kain melainkan banyak. Ada kain tenun juga beserta alat-alat pembuatannya. Selain itu juga ada taman yang berisi informasi mengenai tanaman yang bisa digunakan
xxxv
sebagai bahan alami pembuatan batik. Taman itu namanya taman pewarna alami dan taman serat. Tapi untuk taman serat sepertinya sudah kurang terawat. Begitu.
Penulis : Wah menarik sekali ya Bu. Berarti ini pengalaman pertama ya ibu mengunjungi museum ini?
Narasumber : Iya betul
Penulis : Kalau boleh tahu, tadi ibu datang menggunakan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum bu?
Narasumber : Tadi saya datang dengan kendaraan umum.
Penulis : Ketika pertama kali sampai di museum ini apakah ibu mengalami kesulitan? Contohnya lokasi mana yang harus dikunjungi terlebih dahulu ketika masuk dari gerbang museum. Narasumber : Tadi saya langsung masuk ke gedung pameran utama karena lokasinya paling dekat dengan gerbang museum. Setelah dari gedung itu baru saya eksplor sendiri ke lokasi lain yang belum dikunjungi. Untuk kesulitan sih, ketika mencari toilet karena tidak ada petunjuk yang mengarahkan ke toilet. Bahkan tadi saya nyasar sampai naik ke lantai 2 gedung.
Penulis : Setelah menelusuri museum, menurut ibu, lokasi yang paling menarik di museum ini di bagian mana?
Narasumber : Mungkin di bagian gedung utama sih karena koleksinya lebih beragam.
Penulis : Selama ibu mengelilingi museum, apakah ibu melihat adanya papan informasi berisi regulasi apa saja yang diterapkan oleh museum?
Narasumber : Belum lihat, tapi sepertinya regulasi yang berlaku sama seperti di museum lain, seperti dilarang merokok dan dilarang merusak koleksi.
Penulis : Menurut ibu, media informasi berupa signage yang berisi tanda arah maupun regulasi yang berlaku di museum itu penting nggak sih?
Narasumber : Menurut saya perlu sih biar tidak mengulang pengalaman seperti saya.
Penulis : Sebelum ibu datang ke museum ini, apakah ibu mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai Museum Tekstil Jakarta melalui internet?
Narasumber : Iya, cari tahu dulu jam operasionalnya kapan saja. Takutnya kalau tiba-tiba datang taunya tutup karena pandemi atau sedang hari libur. Lalu jadi bahan referensi juga kira-kira di dalamnya ada koleksi apa saja.
xxxvii