JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus meningkatkan nilai tam- bah manufaktur (Manufac- turing Value Added/MVA) di Tanah Air. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara agar terus menjadi basis produksi terbesar di kawasan tersebut.
Dengan MVA mencapai USD281 miliar, Indonesia unggul dibanding negara- negara ASEAN lainnya. Bah- kan telah mampu menggeser ekonominya menjadi manu- factured based.
“Berbagai langkah di- lakukan Kemenperin untuk
meningkatkan nilai tambah di sektor industri, antara lain mendorong hilirisasi, substi- tusi impor, dan menjadikan industri di Tanah Air sebagai bagian rantai pasok global,”
ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif di Ja- karta, Minggu.
Ia mengatakan peningka- tan nilai tambah industri dapat menciptakan multiplier effect, antara lain penyerapan tena- ga kerja, devisa ekspor, serta meningkatkan kontribusi ter- hadap pajak dan cukai.
Apalagi, lanjutnya, Indone- sia dikenal memiliki keunggu- lan komparatif berupa sum-
ber daya alam (SDA), juga potensi sumber daya manu- sia produktif yang terampil, sehingga mampu mening- katkan daya saing produksi dalam negeri.
“Kekuatan ekonomi Indo- nesia terletak pada pasar domestik yang besar, dengan tetap berorientasi ekspor. Ini yang membedakan dengan negara lain di ASEAN, seperti
Singapura atau Vietnam,” ujar Febri.
Dengan skala ekonomi yang lebih besar, serta jenis industri yang lebih beragam, MVA Indonesia lebih unggul dibanding negara ASEAN lainnya, seperti Thailand (USD1,23 miliar), Malaysia (USD81,19 juta), atau Viet- nam (USD41,7 juta dolar).
“Apalagi, di antara negara- negara di ASEAN, Indone- sia merupakan satu-satunya yang masuk dalam G20. Ini menandakan Indonesia telah menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia,” kata Febri.
4HOTLI NE RE DAKSI: 021 278 123 97 4 WE bSITE: @i nfoi ndonesia.id 4 FAcE bOOK :@i nfoi ndonesia 4 T WITTE R :@_i nfoi ndonesia 4 IG :@i nfo_i ndonesia.id
Senin, 13 September 2021
Harga Koran EcEran :
Rp.5.000.- Langganan : Rp.55.000,- (Jabodetabek) Luar JabodEtabEK : Rp. 7.500,-
3 5
INFO NasIONal INFO OtONOmI INFO legIslatIF
KINERJA
POLISI bURUK ATASI
KEMISKINAN DENGAN ZAKAT
MANDALIKA JAGA MARTAbAT bANGSA 6
JAKARTA - Kementerian Ke- sehatan melaporkan, sebanyak 41,73 juta warga telah menda- patkan vaksinasi COVID-19, secara lengkap hingga 12 Sep- tember 2021. Kemenkes me- nyebutkan, jumlah warga yang menerima dua dosis vaksin itu, mengalami penambahan sebanyak 200.394 orang.
Untuk jumlah penerima vak- sin dosis pertama bertambah 517.475 orang, sehingga kini menjadi 72,77 juta orang. Selain itu, penerima dosis vaksin ketiga sudah mencapai 778.830 orang
atau bertambah 3.105 orang.
Selain mengumumkan data terkini penerima vaksin dosis
pertama, kedua dan ketiga, Kemenkes juga merilis target sasaran vaksinasi sebanyak
208.265.720 jiwa.
Juru Bicara Vaksinasi COV- ID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengakui ada sebagian masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin.
Umumnya, hal itu karena be- redarnya hoaks tentang efek samping vaksin.
Ia berharap masyarakat segera mengikuti vaksinasi den- gan merek apa pun. Tujuannya agar Indonesia segera keluar dari pandemi dan terciptanya kekebalan komunal.
Hingga saat ini Indonesia
telah mendatangkan 225,4 juta dosis vaksin. Rinciannya, vak- sin Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis, Sinovac dalam bentuk bulk 153,9 juta dosis, AstraZeneca 19,5 juta dosis, Moderna delapan juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis dan Sinopharm 8,25 juta dosis.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebutkan, hingga saat ini ada sekitar 2,5 juta warga pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta belum mendapatkan dosis vaksin.
JAKARTA – Wacana amendemen UUD 1945 semakin banyak mendapat penolakan dari berbagai pihak. Termasuk yang disuarakan sejumlah politisi dan akademisi yang tergabung dalam Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).
Mereka berpendapat amendemen UUD 1945 be- lum mendesak. Selain itu, amendemen membutuhkan evaluasi serta kajian yang lengkap atas hasil peruba- han sebelumnya.
Ketua Policy Center ILUNI UI, Mohammad Jibriel Avessina, menyampaikan, wacana mengamende- men UUD 1945 didorong oleh keinginan membentuk Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Namun, PPHN tidak lagi kompatibel dengan sistem ketatanegaraan dan sistem politik di Indonesia saat ini.
“Tidak ada urgensinya PPHN masuk dalam amendemen kelima. Policy Center ILUNI UI meng- ingatkan masyarakat sipil terus mengawasi proses politik yang berjalan,” ujar Jibriel pada Forum Diskusi Salemba ILUNI UI ke-61 yang diikuti di Jakarta, Sabtu (11/9/2021).
Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, mendukung pendapat Jibriel dan me- negaskan bahwa upaya membentuk PPHN lewat amendemen tidak kompatibel dengan sistem ketatanegaraan.
“MPR tidak lagi ditempatkan sebagai lem- baga tertinggi negara.
MPR tidak memilih presiden dan wakil presiden, sehingga tidak dapat memberi man- dat seperti GBHN dan tidak dapat member- hentikan presiden atau wakil presiden karena melanggar GBHN,”
kata Bivitri.
Referendum Dulu
Sebelum Amendemen
IN FO SU A RA RA K YA T
Nggak Usah Pilih-pilih Vaksin
JOKOWI 3 PERIODE EKONOMI PULIH
Manufaktur Kita Terbaik di ASEAN
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif.
Negara Maju Diukur Dari Kualitas Manusianya
4 KE HaL 11 KoL. 1
JAKARTA - Tahun 2045, Indonesia diprediksi menja- di salah satu negara dengan ekonomi terkuat di dunia.
Namun, untuk menggapai pencapaian itu, ada banyak hal yang perlu dilakukan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelas- kan, indikator negara maju, tidak hanya berupa pertum- buhan ekonomi di atas lima persen setiap tahun.
.“Seringkali kita disuguh- kan beberapa indikator yang sering disampaikan sep- erti pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, kesenjangan, atau nilai tukar petani, nilai tukar nelayan, dan sebagainya. Na- mun, kemajuan suatu bangsa pasti selalu terikat dan di- tentukan oleh kualitas manu- sianya,” kata Sri Mulyani pada pem- bukaan Ol- impiade A P B N 2 0 2 1
secara daring yang di- pantau di Jakarta, Minggu (12/9/2021).
Dia mengatakan, kin- erja ekonomi nasional dan pendapatan per kapita masyarakat yang tinggi han- ya sebagian dari indikator untuk menjadi negara maju.
Di samping itu, lanjutnya, Indonesia juga mesti me- menuhi persyaratan lain, seperti sumber daya manu- sia (SDM) berkualitas yang mampu memenangi kom- petisi tingkat dunia.
“Maju dari kemampuan kita memenangkan berba-
gai lomba internasion- al, mulai dari olim-
piade olahraga, festival film, no-
bel, berbagai macam ajang
lainnya,” tu- tur Sri Mul- yani.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
4 KE HaL 11 KoL.1
Humas setkab/Oji
JAKARTA - Makin banyak aliansi ma- syarakat yang menyuarakan penam- bahan masa jabatan Presiden Joko Widodo. Ada opsi untuk menambah satu periode lagi. Ada pula wacana memperpanjang tiga tahun, hingga 2027. Alasannya agar pekerjaan pembangunan lebih maksimal dan ekonomi lebih stabil.
Realitas politik seperti itulah yang diungkapkan Ketua Umum Tim Jokowi Mania, Immanuel Eben- ezer, beberapa waktu lalu. Dia menerangkan la- tar belakang munculnya ide menambah masa jabatan Presiden Jokowi.
Dia merasa sisa masa jabatan yang berakhir 2024, tidak cukup untuk menuntaskan pekerjaan rumah yang kini sedang dikebut oleh pemerinta- han Jokowi. Terlebih dengan kendala pandemi COVID-19.
“Jokowi harus diberi kesempatan untuk bekerja maksimal,” ucap dia.
4 KE HaL 11 KoL. 1
4 KE HaL 11 KoL. 1 4 KE HaL 11 KoL. 6
BEREBUT
PANgLIMA TNI
A
da dua namayang santer di m e d i a . Ya i t u Jenderal Andika Perkasa, yang sekarang menjabat sebagai KSAD, dan Laksamana Yudo Margono, sekarang menjabat KSAL.
Siapa yang tidak ingin jadi Panglima TNI? Tentu semua ingin, karena ini posisi paling puncak dalam karir TNI.
N a s i b k e d u a Jenderal ini ada di tangan Pre- siden Jokowi.
Sebab, pemili- han Panglima TNI men-
j a d i otoritas pre siden.
T e n t u melalui me- kanisme pen- gajuan ke DPR terlebih dahulu.
Publik penasaran siapa dari dua jenderal ini yang akan dipilih Presiden Jokowi.
Dalam UU TNI pasal 13 poin 4 disebutkan bahwa jabatan Panglima TNI seba- gaimana dimaksud pada ayat
(3) dapat dijabat secara ber- gantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang, atau pernah menjabat sebagai
Kepala Staf Angkatan.
Kalau melihat aturan ini,
maka ada semacam “pe- luang” untuk bergiliran. Jika sebelumnya Panglima TNI dijabat Jenderal Gatot Nur-
mantyo dari Angkatan Darat, lalu Marsekal Hadi Tjahjono dari Angkatan Udara, maka saat ini Angkatan Laut punya peluang.
Sebagai KSAL, Yudo Mar- gono punya peluang cukup besar untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjono.
Sekali lagi, ini jika Presiden Jokowi menggunakan per- timbangan UU TNI
pasal 13 poin 4 tersebut. Meskip- un tidak ada keharusan, karena sifatnya “boleh”.
Namun, jika melihat po- pularitas, Jenderal Andika Perkasa saat ini adalah per- wira tinggi TNI yang lebih se ring tampil di publik. Ditam- bah lagi statusnya sebagai
menantu Jenderal (purn) Hendro Priyono yang dianggap cukup punya hubun- gan dekat den- gan presiden Jokowi, maka K S A D j u g a
punya pelu- ang.H a n -
y a
s a j a , jabatan Panglima TNI bukan jabatan politik.
Tapi jabatan pro- fesional. Dalam
k o n t e k s i n i , popularitas dan kedekatan politik seringkali kurang berpengaruh.
Hal yang tidak kalah untuk dipertimbangkan adalah kebutuhan bangsa terhadap tantangan kea- manan bagi Indonesia ke depan. Baik tantangan re- gional, nasional maupun global.
Ini mesti menjadi pertim- bangan, karena TNI bera- da di garis terdepan terkait dengan kedaulatan bangsa.
Terutama ketegangan yang sedang terjadi di Laut China
Selatan mesti mendapat per- hatian khusus.
Di sisi lain, soal loyalitas kepada presiden. Presiden Jokowi juga akan memper- timbangkan aspek loyalitas calon Panglima TNI. Tidak saja loyalitas kepada negara, tapi juga loyalitas kepada presiden.
Ini pertimbangan wajar dan manusiawi. Tentu, presiden juga akan mempertimbang- kan peluang sinergitas kerja Panglima TNI dengan dirinya.
Intinya, Presiden Jokowi juga ingin kerja yang nyaman dan tidak dihantui kekha- watiran adanya kemungkinan manuver yang datang dari personel TNI. Apalagi, saat ini, eskalasi politik jelang Pilpres 2024 sedang tinggi.
Belajar dari kasus diber- hentikannya Jenderal Ga- tot Nurmantyo dari Jabatan Panglima TNI sebelum masa pensiun, ini setidaknya te- lah memberi pengalaman tersendiri yang cukup berarti bagi Presiden Jokowi.
Bagi rakyat, siapapun yang akan jadi Panglima TNI, yang penting ia bisa bekerja profe- sional, membawa kemajuan bagi TNI secara institusional, serta menjamin perlindungan terhadap kedaulatan negara dan rakyatnya. l
iNFOINDONESIA.ID adalah media massa cetak di bawah payung
PT. DUA SATU PRO
2
Senin, 13 September 2021
tAjUk OPINI
lPendiRi Waherman St. Mangkuto, H. Zainuddin ldiReKTuR Usman Rizal lPeMiMPin PeRusAhAAn Kiki Ibrahim lKuAsA huKuM: M Kamel Fahresy, S.H. lPeMiMPin RedAKsi Aldi Gultom lWAKil PeMiMPin RedAKsi Rio Taufiq Adam RedAKTuR PelAKsAnA Widya Victoria RedAKTuR Aprilia Rahapit, Hesti Dimalia, Rusdiyono, Benni Martha Daya, Yuliani lRePoRTeR Rifky Ilmi, Pras Budi Presetya, Ahmad Yani, Yuni Watiana, Mario Ananta, Khoirur Rozi, Rahmad KR, Iwan Fals, Heni Elsa Wulandari, Dedy Sagita, Nina Iskandar, Jifran, Dian Taresa (Kalimantan Tengah), Zaki (Kalimantan Timur), Basri (Kalimantan Utara), Rizky Ananda (Nusa Tenggara Barat), Abu Bakar Usman (Kepulauan Bangka Belitung) lKePAlA BiRo info sulAWesi Wulandari D lKePAlA BiRo info BAli-loMBoK Anugrah Dani lKePAlA BiRo info PAPuA Nurmanto W lKePAlA BiRo info BATAM Abu Bakar lKePAlA BiRo info KAliMAnTAn Zaki DD lKePAlA BiRo info JAWA Adji Sumarno lKePAlA BiRo info suMATeRA Raden Mohd Solehin lfoTogRAfeR M. Iqbal ldesAin Video gRAfis Al Amin lKeuAngAn dAn AdMinisTRAsi Niken lseKReTARis RedAKsi Niken ldiVisi PengeMBAngAn iT Oemar ldisTRiBusi Abdul Muhctar lBAnK AccounT A/n PT. DUA SATU PRO BCA : No Rek : 553-068-2121 KCP Otista Jakarta Timur lAlAMAT Jalan MPR III No. 5B, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan (12430) lTelP 021-27812397 lfAx 021-79196786 lhARgA iKlAn fc : Rp 45.000/mm lBW Rp 40.000/mm lTWiTTeR @_infoindonesia lfAceBooK infoindonesia.id linsTAgRAM@
info_indonesia.id leMAil [email protected], [email protected] lPeRceTAKAn PT Aliansi Temprina Nyata Grafika
Punya Pemikiran Menarik yang Bisa diterbitkan di Koran info indonesia Kirim Materi Tulisan Kamu
Tulisan dibuat dalam bentuk Microsoft, minimal 600 kata berserta profil diri
W
arga di Kepu-l a u a n A r u , Provinsi Maluku terancam damp- ak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, gelom- bang laut tinggi, dan cuaca ekstrem. Potensi bencana ini, berdampak pada ketersediaan air bersih, perikanan, perta- nian, perhubungan laut, dan permukiman.
Masyarakat kemudian be- rembuk tentang kegiatan apa yang sebaiknya mereka prioritaskan. Seperti tertulis pada Newsletter USAID APIK Regional Maluku, sebuah desa kemudian fokus pada kerentanan ketersediaan air bersih, dan merencanakan pe- nanaman pohon mangga dan pohon jati untuk reboisasi di wilayah sumber mata air, serta pemanenan air hujan. Juga pembuatan sumur resapan
dan papan informasi cuaca dan iklim.
Sementara itu di Zimbabwe, para petani yang mengguna- kan jagung tahan kekeringan mampu memanen 600 kilo- gram lebih banyak per hektare dibandingkan dengan jagung konvensional. Sedangkan di Amerika Serikat, kota-kota Houston, Miami, dan San Fran- cisco merencanakan investasi miliaran dolar untuk melindungi penduduk di pesisir, antara lain dengan membangun tanggul laut, meninggikan infrastruk- tur, bahkan menyingkir dari tepi laut.
Demikianlah beberapa ilus- trasi tentang adaptasi di masa kini. Yaitu proses penyesuaian terhadap perubahan iklim, dengan mencari cara agar manusia dapat meminimalkan kerusakan dan penderitaan yang disebabkan oleh krisis
iklim.
Dr. Jason Ur, arkeolog dari Universitas Harvard mema- parkan, kepada Badan Pener- bangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), dalam meng- gali sisa-sisa peradaban masa lalu. Sangat jarang ada bukti bahwa, masyarakat kuno se- cara keseluruhan melaku- kan upaya untuk berubah dalam menghadapi iklim yang mengering, atmosfer yang memanas, dan berbagai pe- rubahan lainnya. Menurut Ja- son, ketidakfleksibelan inilah penyebab runtuhnya sebuah peradaban.
Sean Fleming menulis un- tuk World Economic Forum, tentang bagaimana peruba- han iklim menghancurkan
beberapa peradaban kuno.
Lebih dari 4.000 tahun yang lalu di Mesopotamia, kekai- saran Akkadia berada dalam puncak kekuasaan. Namun, pola perubahan iklim di Timur Tengah, dengan kekeringan selama 300 tahun mengakhiri peradaban tersebut.
Kekeringan juga dikaitkan dengan jatuhnya peradaban Maya sekitar tahun 900, sete- lah sebelumnya berjaya se- lama 3000 tahun. Sedangkan Angkor Wat, candi terbesar di dunia yang berada di Kamboja, adalah saksi bisu punahnya Kerajaan Khmer pada awal 1400-an.
Ketika efek kekeringan mulai terasa, orang akan mening- galkan daerah yang terkena bencana dan bermigrasi ke daerah yang lebih melimpah.
Namun, migrasi massal ini, meningkatkan tekanan pada
sumber daya yang tersisa, dan malah menimbulkan lebih banyak masalah.
Perubahan iklim adalah masalah global, yang memer- lukan solusi dan mobilisasi sumber daya secara global pula. Tidak heran jika di tahun 2018, para tokoh dunia mem- bentuk Global Commission on Adaptation.
Komisi Global untuk Adap- tasi, mendorong pengemban- gan langkah-langkah untuk mengelola dampak peruba- han iklim melalui teknologi, perencanaan dan investasi.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon memimpin kelompok ini bersama Bill Gates, serta Kristalina Georgieva, Man- aging Director International Monetary Fund.
Bersama lebih dari 75 mi- tranya yang meliputi pemer- intah, lembaga, organisasi
masyarakat sipil, dan pelaku usaha, komisi berupaya meningkatkan solusi adap- tasi iklim dengan fokus pada keuangan dan investasi, ke- tahanan pangan dan perta- nian, solusi berbasis alam, air, kota, kegiatan lokal, in- frastruktur, dan pencegahan bencana.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan men- jelaskan, di Indonesia, pada tingkat pemerintah, upaya adaptasi sudah menjadi bagi- an dari rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang, yang dikenal dengan
pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim.
Dalam menanggulangi kri- sis iklim, tidak cukup hanya dengan adaptasi. Karena pe- rubahan terjadi dengan sangat cepat. Untuk itu, harus juga ada mitigasi, yaitu upaya mem- perlambat proses perubahan iklim dengan mengurangi level gas-gas rumah kaca di atmos- fer, dari kegiatan manusia.
Dengan pelaksanaan adaptasi dan mitigasi, melalui kebijakan yang tepat, semoga manu- sia modern dapat mencegah runtuhnya peradaban karena iklim. l
Mencegah Runtuhnya Peradaban Karena Iklim
Marsekal hadi Tjahjono akan segera pensiun. Tepatnya di bulan november 2021. hanya tinggal dua bulan lagi.
siapa penggantinya?
T
erberitakan bahwa, Salima Mazari telah ditangkap oleh Taliban yang kini telah mengambil-alih kekuasaan di Afghanistan. Salima Mazari yang kini berusia 40 tahun, adalah gubernur distrik Charkint di Afghanistan Utara dengan populasi sekitar 30.000 warga.Sejak 2019, Mazari merekrut dan melatih warga Charkint, untuk melawan angkara murka Taliban, yang pada masa itu memang terbukti menyengsarakan perempuan di Afghanistan.
gubernur Pertama
Salima Mazari dilahirkan di Iran. Keluarga Mazari mening- galkan Afghanistan pada masa perang Afghanistan melawan Uni Soviet. Setelah kembali ke Afghansitan, pada 2018, Mazari diangkat menjadi perempuan pertama yang menjadi gubernur di Afghanistan.
Mazari gigih berjuang melawan Taliban melalui politik maupun dengan senjata. Pada 2020, Mazari berhasil menaklukkan laskar Tali- ban di distrik Charkint.
Pada minggu pertama Agustus 2021, Taliban menguasai separuh wilayah distrik Charkint. Maka Mazari merekrut laskar rakyat, mayoritas terdiri dari kaum petani yang rela menjual hewan ternak mereka, untuk membeli senjata demi melawan Taliban. Distrik Charkint meru- pakan benteng terakhir rakyat Afghanistan, yang tidak setuju kekuasaan Afghanistan diambil alih oleh Taliban.
Pelanggaran hAM
Saya tidak mengetahui sejauh mana kebenaran berita Salima Mazari ditangkap Taliban. Namun apabila berita tersebut be- nar, maka secara kelirumologis dapat diyakini penangkapan Salima Mazari oleh Taliban merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
Sebelum Jo Biden menarik segenap angkatan bersenjata Amerika Serikat dari bumi Afghanistan, citra kaum Taliban sudah rusak. Tercemar justru akibat perlakuan tidak manusiawi serta tidak beradab terhadap perempuan di Afghanistan.
Setelah kekuasaan di Afghanistan diambil alih, memang masih ada pihak, termasuk saya mengharapkan Taliban masa kini berkenan memperbaiki sikap dan perilaku buruk di masa lalu. Namun peristiwa penangkapan Salima Mazari, meluluhkan harapan segenap pihak termasuk saya.
doaSebagai bukan warga Afghanistan, yang juga secara pribadi tidak mengenal Salima Mazari, memang saya sama sekali tidak berhak ikut campur tangan ke dalam urusan dalam negeri Afghanistan. Masih banyak kekeliruan di dalam negeri saya sendiri yang lebih perlu saya perhatikan.
Terutama diri saya sendiri juga kerap melakukan kekeliruan yang perlu diperbaiki. Namun sebagai sesama manusia dan penulis buku ‘Kelirumologi Genderisme’, saya berhak merasa prihatin atas nasib Salima Mazari beserta perempuan yang ditindas penguasa di Afghanistan.
Sebagai insan yang sama sekali tidak memiliki kekuasaan politik mau pun militer, saya tidak berdaya apapun kecuali mengharap Dewan Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa- Bangsa, untuk turun tangan mencegah Taliban di Afghanistan melanjutkan angkara murka mereka menindas warga. Terutama kaum perempuan Afghanistan.
Di samping saya berdoa memohon Yang Maha Kasih, menya- darkan Taliban untuk segera menghentikan kekeliruan angkara murka menindas sesama manusia. Amin.l
Prihatin salima Mazari ditangkap Taliban
oleh: JAyA suPRAnA Pembelajar Kebudayaan dan
Peradaban
“Dengan pelaksanaan adaptasi dan mitigasi, mela- lui kebijakan yang tepat, semoga manusia modern dapat mencegah runtuhnya peradaban karena iklim”
Direktur Climate Reality Indonesia Amanda Katili niode
Oleh: Amanda Katili Niode Direktur Climate Reality
Indonesia
oleh: Tony Rosyid Pengamat Politik dan
Pemerhati Bangsa
Belajar dari kasus diber- hentikannya Jenderal Gatot
Nurmantyo dari Jabatan Panglima TNI sebelum masa
pensiun, ini setidaknya te- lah memberi pengalaman tersendiri yang cukup berarti
bagi Presiden Jokowi.
3
Senin, 13 September 2021
NASIONAL INFO
“Dengan sumber daya melimpah dari sisi anggaran ketimbang kejaksaan dan KPK, kinerja kepolisian jus-
tru lebih buruk”
Peneliti ICW lalola easter
APARAT PENEgAK HUKUM DAPAT NILAI E
4 icW nilai Kinerja Penanganan Korupsi hanya 19 Persen
“Ditemukan (untuk seluruh APH) bahwa dari target disele- saikannya 1.109 kasus di se- mester I 2021, hanya tercapai hingga 209 kasus terselesai- kan. Dari kasus tersebut, ada 482 tersangka yang diproses dan potensi nilai kerugian ne- gara sebesar Rp26,830 triliun,”
ujar peneliti ICW, Lalola East- er, dalam Rilis Virtual Hasil Pemantauan Tren Peninda- kan Kasus Korupsi Semester I Tahun 2021 secara virtual di channel YouTube Sahabat ICW, Minggu (12/9/2021).
Lalola menjelaskan, per- bandingan penindakan kasus korupsi oleh APH di semester I 2017 hingga 2021 berfluktu- atif. Namun, meskipun jumlah tersangka dan kasus naik tu- run, nilai kerugian yang dialami negara meningkat dari tahun ke tahun. Penyebabnya, pen- gelolaan anggaran untuk pen- anganan kasus korupsi oleh pemerintah semakin membu- ruk dalam hal pengawasan.
ICW juga menyebut bahwa terdapat keterbukaan informasi yang kurang terlihat dari APH, khususnya kepolisian dan ke- jaksaan, terkait penanganan kasus korupsi.
Kasus korupsi yang ditan- gani oleh APH meningkat dari dua tahun terakhir, baik dari jumlah maupun jumlah ter- sangka dan kerugian negara.
Kategori kasus yang dipan- tau ICW pada semester ini, meliputi 188 kasus baru atau sebanyak 89,6 persen kasus yang ada, 17 pengembangan kasus atau 8,5 persen, dan 4 OTT sebanyak 1,9 persen.
“Ada potensi nilai suap se- banyak Rp96 miliar dan pun- gutan liar mencapai Rp2,5 mil- iar,” terang Lalola.
Dia mengatakan, pertang- gungjawaban pemakaian anggaran dalam penanganan kasus menjadi poin penting dalam kinerja APH. Selama semester I tahun ini, kasus korupsi yang ditangani oleh ke-
jaksaan sebanyak 151 kasus dari target 185 kasus. Dengan performa tersebut, ICW mem- berikan persentase kinerja ke- jaksaan sekitar 53 persen atau termasuk kategori C (Cukup).
Berikutnya, kepolisian me- nerima persentase kinerja sekitar 5,9 persen, termasuk kategori E (Sangat Buruk).
Pasalnya, dari target 763 kasus korupsi dengan angga- ran Rp290,6 miliar, kepolisian hanya menangani 45 kasus
korupsi. Padahal, kepolisian memiliki 517 kantor di seluruh Indonesia.
“Dengan sumber daya me- limpah dari sisi anggaran ketimbang kejaksaan dan KPK, kinerja kepolisian justru lebih buruk,” kata Lalola.
Menurut dia, kepolisian yang diberi kepercayaan mengelola dana pemberantasan korupsi sebesar Rp 290,6 miliar tidak terefleksi dari kualitas kiner- janya. Aktor korupsi yang pal-
ing banyak ditangani kepoli- sian adalah ASN sebanyak 31 tersangka, kepala desa 17 tersangka, dan swasta 14 ter- sangka. Melihat data tersebut, terlihat bahwa kepolisian be- lum punya upaya serius mem- bongkar kasus korupsi yang mempunyai aktor strategis.
Di sisi lain, Lalola menga- mati bahwa kepolisian selama semester pertama tahun ini tidak sekalipun menggunakan instrumen pasal pencucian
uang. Hal ini, kata dia, berto- lakbelakang dengan janji Ka- polri Jenderal Listyo Sigit saat menjalani fit and proper test, yang akan memaksimalkan pemulihan aset dalam kasus korupsi.
“Hal ini patut dipertanyakan pada kepolisian dan Kapolri apakah memang serius dalam melakukan pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Sementara itu, KPK men- erima persentase penanganan
kasus sekitar 22 persen, atau termasuk kategori D (Buruk).
Hal ini terkait dengan kuantitas penanganan kasus KPK yang hanya menyelesaikan hanya 60 kasus. Rata-rata penanga- nan kasus oleh KPK per bulan adalah tiga kasus. Sedangkan, kasus baru yang ditangani oleh KPK di semester I hanya ber- jumlah 9 kasus.
Terkait dengan kualitas pen- anganan kasus, menurut ICW, perkara yang ditangani KPK berasal dari operasi tangkap tangan (OTT), pengembangan kasus, dan penyidikan baru.
“Dari OTT hanya ada satu, pengembangan kasus ada tiga kasus, dan kasus baru yang disidik pada tahun 2021 hanya sembilan kasus,” kata Lalola.
Dia merinci masalah tes wawasan kebangsaan (TWK) turut berdampak pada kinerja penindakan kasus korupsi yang dilakukan KPK pada 1 Januari hingga 30 Juni 2021.
Dari catatan ICW, sebanyak 13 kasus yang ditangani se- lama semester I, lima di anta- ranya dikerjakan pegawai atau penyidik yang diberhentikan melalui TWK.
“Penonaktifan 75 pegawai KPK cukup berdampak, dari 13 kasus, lima di antaranya ditangani oleh penyidik yang diberhentikan secara paksa, tentunya ini sangat berdampak terhadap kinerja penindakan,”
kata Lalola.l
JAKARTA - indonesia corruption Watch (icW) merilis data hasil peman- tauan terkait tren penindakan korupsi di semester i 2021. hasilnya, kinerja penanganan kasus korupsi aparat pen- egak hukum (APh), Polri, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya mencapai 19 persen atau menerima peringkat e (sangat buruk).
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Kar- navian, menyebut bahwa ada kekhususan bagi aspirasi masyarakat tentang peme- karan Provinsi Papua Sela- tan yang hanya empat kabu- paten.
“Kami akan revisi undang- undang Otsus Papua. Di Papua harus ada percepatan pembangunan, Merauke su- dah bisa dimekarkan men- jadi Provinsi Papua Selatan, walaupun hanya ada empat Kabupaten, karena adanya kekhususan buat Papua,”
kata Tito dalam kunjungan kerja bersama Menkopolhu- kam Mohammad Mahfud MD ke Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (12/9/2021).
Tito mengatakan, peme- karan Provinsi di Papua akan ditambah Provinsi Papua Selatan yang meliputi Kabupaten Merauke, Kabu- paten Boven Digoel, Kabu- paten Mappi dan Kabupaten Asmat, dengan ibu kota di Merauke.
Menurutnya, awalnya Ka- bupaten Pegunungan Bin- tang mau ikut bergabung menjadi daerah pemekaran Provinsi Papua Selatan. Na- mun, karena pertimbangan wilayah, Pegunungan Bin- tang memilih bergabung den- gan aspirasi pemekaran Sair- eri karena dekat ke Jayapura.
Namun dengan aturan baru, kata mantan Ka- polri itu, empat kabupaten wilayah Papua Selatan sudah bisa membentuk provinsi sendiri.
Dikatakan bahwa sesuai arahan Menkopol- hukam, pihaknya memba- has dan mempersiapkan Peraturan Pemer- intah dengan batas waktu h i n g g a 19 Okto- ber. Se- lanjutnya, dibulatkan lagi dengan m e n d e n - gar aspirasi masyarakat dari bawah.
Karena itu, Tito menga- takan bahwa seluruh kom- ponen masyarakat, terutama tokoh masyarakat di wilayah Papua Selatan harus bersatu dan membuat pernyataan tertulis untuk disampaikan ke- pada Presiden Joko Widodo.
“Wilayah Merauke punya potensi pertanian dan peri- kanan sangat luar biasa.
Didukung dengan SDM yang memadai, saya
yakin Provin- si Papua
S e l a t a n ke depan
akan
menjadi provinsi termaju di tanah Papua,” tambah dia.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy, menye- but, keputusan pemekaran Papua Selatan bergantung pada keinginan masyarakat di selatan Papua.
Dance berkata, Pemerin- tah Provinsi Papua belum mengambil sikap resmi terkait pemekaran Provinsi Papua.
Akan tetapi, Pemprov Papua siap mengikuti kehendak rakyat.
“Apakah masyarakat perlu?
Ya kami tinggal menyesuai- kan saja,” kata Dance, 17 Juni lalu.
Dance enggan bicara pemekaran Provinsi Papua Selatan dari aspek politik. Ia hanya ingin berbicara dari
segi pelayanan publik.
Menurut Dance, peme- karan wilayah akan
berdampak baik bagi masyarakat. Peme- karan, bisa memper- mudah masyarakat mendapat pelayanan dari pemerintah. l
JAKARTA - Sekretaris Jen- deral DPP Partai Gerindra, Ah- mad Muzani, meminta semua kader partai menjadi perekat persatuan dan menjaga ide- ologi Pancasila.
“Masing-masing partai me- miliki peran dan kepentingan politik yang berbeda, namun itu tidak menyebabkan persat- uan dan kesatuan Indonesia melemah. Maka, tugas setiap kader Partai Gerindra adalah menjadi perekat persatuan dan menjaga ideologi negara, yaitu Pancasila,” kata Muzani saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam, Sabtu (11/9).
Menurut dia, Kepulauan Riau merupakan salah satu wilayah terluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena itu perbedaan politik jangan sampai mem- berikan ruang perpecahan di antara masyarakat.
Hal itu, menurut dia, karena khususnya wilayah Kepri ber- batasan langsung dengan ne- gara tetangga, seperti Malay- sia dan Singapura.
“Ini yang dimaksud hidup berbangsa dan bernegara, ada kala kita ber-
beda, berpisah, dan berseteru, tapi tidak untuk
selamanya dan kita akan kem- bali ke dalam pangkuan yang sama bernama NKRI,” ujarnya.
Wakil Ketua MPR RI itu me- negaskan, Indonesia sebagai sebuah negara akan terus kuat kalau masyarakat berbagi tu- gas dan peran masing-masing.
Menurut dia, tugas kader yang diinstruksikan dan di- harapkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yaitu menjadi “pendekar” dan penjaga NKRI, terutama Kepri dan Batam menjadi salah satu pulau terluar.
“Kita harus jaga wilayah kita, kita harus jaga perbatasan kita, jaga ideologi kita, dan jaga kesehatan rakyat kita. Tugas kader Gerindra adalah men- jaga integral NKRI,” katanya.
Apalagi, menurut Muzani, pandemi COVID-19 mem- berikan dampak buruk bagi m a s y a r a k a t ,
k a r e n a h a m p i r se luruh as-
pek kehidupan, seperti sosial, ekonomi, politik, dan keseha- tan mengalami krisis di saat bersamaan.
Karena itu, dia menilai tugas para pemimpin dan tokoh par- tai politik harus bahu memba- hu sebagai upaya memulihkan perekonomian di Indonesia.
“Para pemimpin dan para tokoh partai politik harus saling bahu-membahu, uru- san COVID-19 bukan hanya urusan pemerintah, presiden, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wali kota. Urusan penanganan COVID-19 men- jadi tanggung jawab
kita semua,”
ujarnya.l
Kader gerindra Harus Jadi Pendekar
Pemekaran Papua Selatan Dapat Kekhususan
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan agar pemerintah
menerapkan konsep “quarantine in paradise” atau karantina
di tempat wisata, untuk menghidupkan kembali
sektor pariwisata di Tanah Air.
“Jika diterapkan quarantine in para-
dise, ini akan mem- berikan keuntungan pada pemerintah dan masyarakat dae-
rah tujuan wisata,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Min- ggu (12/9/2021).
Giring mengatakan, pandemi COVID-19 membuat pelaku perjala- nan harus menjalani karantina sebe- lum memasuki daerah tujuan wisata.
Hal itu bisa dimanfaatkan dengan melakukan karantina di wilayah tu- juan wisata dan tidak hanya terpusat di ibu kota.
Melalui konsep yang diusulkan PSI, setiap pelaku perjalanan dapat
memilih paket karantina sesuai den- gan biaya dan fasilitas yang mereka pesan sebelum melakukan perjala- nan. Namun, hal itu tentunya harus terintegrasi dengan laporan keseha- tan, keimigrasian, dan proses pen- jemputan di bandara.
“Dengan konsep itu, roda pereko- nomian daerah akan kembali berger- ak dan otomatis ekonomi nasional pun menggeliat,” ujarnya.
Namun, kata dia, perlu diingat bahwa untuk menerapkan konsep tersebut, properti di daerah tujuan wisata karantina harus menyedia-
kan lokasi yang nyaman dengan pemandangan menawan. Sehingga, para wisatawan sudah bisa merasa- kan liburan sejak mereka menjalani karantina.
“Tentu saja setiap properti karan- tina di daerah tujuan wisata harus memiliki standar protokol kes- ehatan yang baik dan terintegrasi dengan fasilitas kesehatan, serta tenaga kesehatan yang siap mem- berikan layanan ketika ada wisa- tawan yang membutuhkan,” kata Giring.
Tidak hanya itu, warga di daerah
wisata bisa berperan menyediakan pelayanan, seperti kebutuhan keber- sihan dan kuliner bagi calon wisa- tawan yang menjalani karantina.
Terakhir, ia mengingatkan konsep
“quarantine in paradise” tidak bisa berjalan begitu saja. Pemerintah harus mengeluarkan regulasi karan- tina dan wisata pada masa pandemi yang jelas dengan pengawasan ketat.
“Dengan konsep ini, diharapkan Indonesia menjadi tujuan wisata yang aman untuk semua wisatawan dunia,” ujarnya.l
PSI Tawarkan Konsep Karantina di Tempat Wisata
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani Menteri Dalam Negeri,
Muhammad Tito Karnavian
Plt Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha
Ketua KPK Firli Bahuri bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo
4
Senin, 13 September 2021
INFO
OTONOMI ”Kita sama-sama jaga jalan yang sudah dibangun, drainase juga”
Bupati Indramayu Nina Agustina
Klik: www.infoindonesia.id
INFO MALUKU
BANGUN PERTANIAN BONUS PENGHARGAAN
BANDAR LAMPUNG - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, akan menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 yang diserahkan Wakil Presiden RI, Maruf Amin, di Jakarta, pada Senin (13/9/2021).
HAL tersebut diungkapkan Arinal saat menyampaikan informasi Keputusan Menteri Pertanian Nomor 465/Kpts/
KP.590/M/08/2021 tanggal 13 Agustus 2021 Tentang Pem- berian Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021. Peti- kan Keputusan Menteri Per- tanian tersebut disampaikan pihak Kementerian Pertanian kepada Gubernur Lampung pada Minggu (12/9/2021).
Dalam lampiran Keputusan Menteri Pertanian, Lampung menduduki peringkat pertama kategori provinsi dengan pen- ingkatan produksi padi terting- gi tahun 2019-2020.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas kinerja pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan bagi 273 juta penduduk Indo-
nesia dan meningkatkan ek- spor produk pertanian. Juga sebagai rangkaian peringa- tan Hari Tani Nasional Tahun 2021 yang bertepatan dengan tanggal 24 September 2021.
“Pembangunan sektor per- tanian di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan meskipun dalam situasi pan- demi COVID-19, sektor per- tanian mampu tumbuh secara positif,” kata Arinal.
Salah satunya dari besaran produksi padi Provinsi Lam- pung tahun 2020 mencapai 2,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat 22,47 persen dari produksi padi 2019.
Arinal mengaku terus ber- komitmen membangun sektor pertanian di Provinsi Lampung yang diwujudkan dengan me- nentukan kebijakan strategis yaitu berupa Program Kartu
Petani Berjaya (KPB). Pro- gram ini diharapkan mem- berikan berbagai kemudahan kepada petani dalam proses produksi dan pemasaran hasil pertanian.
Pada berbagai kesempa- tan, Arinal juga mengungkap- kan peran Provinsi Lampung dalam menopang sekitar 40
persen kebutuhan berbagai produk pangan di Ibu Kota Ja- karta.
“Tumbuh dan berkem- bangnya sektor pertanian berpengaruh terhadap per- tumbuhan ekonomi Lam- pung,” ujar Arinal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2021
mencatat, untuk tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Provin- si Lampung juga menunjuk- kan tren yang positif. Besaran pertumbuhan ekonomi Lam- pung pada triwulan I-2021 secara q to q tumbuh 3,04 persen dan triwulan II-2021 tumbuh 6,69 persen. Angka ini merupakan pertumbuhan
INDRAMAYU - Sebanyak 14 desa di Kabupaten Indram- ayu, Jawa Barat, menjadi sasaran program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kemen- terian Pekerjaan dan Peru- mahan Rakyat (PUPR) Tahun 2021. Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaat- kan dan menjaganya.
“Program Kotaku tahun 2021 dilaksanakan di 14 desa yang tersebar di empat ke- camatan,” kata Bupati Indram- ayu, Nina Agustina, di Indram- ayu, Minggu (12/9/2021).
Ia mengatakan, program Ko- taku dengan rincian sembilan desa mendapat program padat karya dan lima desa lainnya memperoleh Bantuan Pemer- intah untuk Masyarakat (BPM) reguler. Menurutnya, padat kar- ya tunai yang diberikan kepada sembilan desa senilai Rp2,7 miliar terdiri dari enam desa di Kecamatan Haurgeulis dan tiga desa di Kecamatan Sukra yang masing-masing mendapat ban- tuan Rp300 juta.
Adapun, lima desa lainnya
masing-masing mendapatkan Rp1 miliar yakni Desa Patrol, Patrol Lor, Patrol Baru, Eretan Kulon dan Kertawinangun.
“Kegiatan padat karya su- dah dimulai sejak Juli, se- dangkan BPM reguler dimulai akhir Agustus,” kata Nina.
Program Kotaku, lanjut Nina, dilakukan untuk mempercepat penanganan permukiman ku- muh dan mendukung gerakan 100 persen akses air minum layak, nol persen permukiman kumuh dan 100 persen akses
sanitasi layak.
Dengan diselenggarakannya program Kotaku, Nina menga- jak masyarakat untuk menjaga prasarana yang telah dibangun dan fasilitas tersebut diharap- kan dapat menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Kita sama-sama jaga jalan yang sudah dibangun, drain- ase juga. Jangan membuang sampah sembarangan agar ter- hindar dari banjir dan prasarana bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya. l
TERNATE - Kelompok Sa- dar Wisata (Pokdarwis) Kota Ternate, Maluku Utara, meng- gandeng PT Pertamina mem- benahi objek wisata Pantai Kastela, guna mendukung pengembangan sektor wisata di daerah kepulauan ini.
Sekretaris Pokdarwis Kota Ternate, Gunawan Idham, men- jelaskan, kerja sama dengan Pertamina melalui bantuan dana Corporate Social Responsibil- ity (CSR) untuk pengembangan sektor pariwisata terutama untuk destinasi Pantai Kastela.
“Tentunya Pantai Kastela memiliki keunikan dibanding objek wisata lainnya di Ternate karena selain memiliki Ben- teng Kastela sebagai salah satu peninggalan di masa penjajahan Portugis. Pantai Kastela memiliki keistimewaan bagi pengunjung yang ingin menikmati sunset saat ter- benamnya matahari,” jelasnya di Ternate, Minggu (12/9/2021).
Kendati belum masuk destinasi wisata unggulan, Pantai Kastela menjadi pri- madona bagi warga yang in-
gin menikmati wisata di Kota Ternate. Gunawan mengakui, saat ini masalah sampah bu- tuh sinergitas antara berbagai elemen di bidang pariwisata dan pemerintah terutama sampah kiriman saat musim hujan yang sangat merusak keindahan Pantai Kastela.
“Pantai Kastela jika dipoles tentunya bisa menjadi daya tarik tersendiri karena Kastela meru- pakan salah satu sejarah lokasi sejarah saat perjuangan Sultan Baabullah mengusir bangsa Portugis saat itu,” terangnya.
Gunawan berharap, Pem- kot Ternate melalui dinas pariwisata bisa mendukung pengembangan objek wisata ini, sebagai salah satu desti- nasi andalan Kota Ternate.
Dinas Pariwisata Kota Ternate telah menjadikan Pantai Kastela untuk dibangun tahun 2022, se- hingga dalam mendukung Pan- tai Kastela menjadi objek wisata unggulan maka saat ini pokdar- wis akan menyediakan fasilitas untuk pengunjung yang akan menikmati suasana pantai, ter- utama pada malam hari. l
MASOHI - Badan Penang- gulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah me- nyiapkan sejumlah skenario jangka panjang untuk men- gantisipasi ancaman tsunami.
Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, menjelaskan, sejauh ini berbagai langkah antisipasi terus dilakukan, baik melalui sosialisasi maupun penyiapan jalur evakuasi bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan tsunami.
“Sosialisasi kepada masya- rakat menjadi sangat penting.
Kita juga siapkan jalur evakuasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana karena ini sangat penting,” katanya melalui keteran- gan pers, Minggu (12/9/2021).
Abua mengakui bahwa Maluku Tengah menjadi dae- rah paling rawan gempa dan tsunami di Kepulauan Maluku.
Untuk itu, langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dari semua pihak, khususnya masyarakat menjadi sangat penting.
“Kita berharap jangan sam- pai terjadi. Tapi kita juga harus tetap berikhtiar dan menya- darkan masyarakat bahwa daerah kita ini rawan terhadap bencana,” jelasnya.
Kepala BPBD Maluku Ten- gah, Abdul Latif Key, menga- takan, pihaknya terus mel- akukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ancaman tsunami di wilayah itu.
“Memberikan pemahaman bahwa kita tidak bisa merubah alam ini seperti apa. Tapi kalau terjadi bencana, ini langkah yang harus kita lakukan,” katanya.
Menurut Latif, sesuai per- mintaan Badan Meteorologi Kli- matologi dan Geofisika (BMKG), pihaknya telah menyiapkan jalur evakuasi di setiap desa sejak beberapa tahun lalu.
“Jalur evakuasi di setiap desa itu lebih dari satu dan Ibu Kepala BMKG sangat apresiasi ter- hadap jalur evakuasi yang kita siapkan. Tapi beliau bilang agar bisa ditambah lagi,” jelasnya. l
Benahi Primadona Wisata Pantai Kastela
Siapkan Skenario Antisipasi Tsunami
Jaga Status
Kota Tanpa Kumuh
JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mem- berikan imbauan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan hukuman kepada pelaku perusak sum- ber daya ikan.“Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 31 Ta- hun 2004 Tentang Perikanan, pelaku perusak sumber daya ikan dikenakan hukuman 10 ta- hun penjara dan denda Rp2 mil- iar,” kata Kepala DKP Provinsi Jambi, Tema Wisman, di Jambi, Minggu (12/9/2021).
Imbauan tersebut disampai- kan DKP Provinsi Jambi karena banyak tindakan perusakan ter- hadap sumber daya ikan, dian- taranya melakukan penangka- pan ikan dengan cara tuba dan menggunakan setrum.
Tema menjelaskan, apapun jenis penangkapan ikan yang mencemari lingkungan dan merusak sumber daya ikan, dikenakan sanksi sesuai den- gan undang-undang tersebut.
Sementara itu, Dinas Peri- kanan dan Ketahanan Pangan
(DPKP) Kabupaten Batang- hari, memiliki program untuk mencegah aktivitas penyetruman ikan oleh tangan-tangan jahil.
“Tahun depan akan mem- perkuat pengawasan wilayah sungai, danau dan waduk mela- lui program pengawasan usaha perikanan. Upaya tersebut di- harapkan mampu menekan ak- tivitas penyetruman ikan,” jelas Sekretaris DPKP Kabupaten Batanghari, Roni.
Menurutnya, aktivitas pe- nyetruman atau perusakan sumber daya ikan tidak hanya membuat induk ikan mati, mel- ainkan anak-anak ikan baik yang dilepasliarkan maupun yang hidup liar juga ikut mati.
Laporan Kelompok Masya - rakat Pengawas (Pokmaswas) di Kabupaten Batanghari, ter- dapat pihak-pihak yang mel- akukan aktivitas penyetruman ikan. Berdasarkan laporan tersebut, DPKP Kabupaten Batanghari akan menindak- lanjutinya, dan jika terbukti melanggar maka akan dipros- es sesuai aturan dan undang- undang yang berlaku. l
Hukum Berat Perusak Sumber Daya Ikan
Pokdarwis Kota Ternate, membenahi objek wisata Pantai Kastela untuk mendukung pengembangan pariwisata. (Antara)
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, pada kesempatan melaksanakan panen raya padi. (Antara)
Bupati Indramayu, Nina Agustina, meninjau program Kotaku Kementerian PUPR di Indramayu, Minggu (12/9/2021). (Humas Pemkab Indramayu).
5
Senin, 13 September 2021
OTONOMI INFO
ATASI KEMISKINAN DENGAN ZAKAT
PADANG - Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat mendorong dana zakat dan wakaf dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan.
MENURUT Gubernur Sum- bar, Mahyeldi Ansharullah, bila digali, nilai zakat dan wakaf bisa sangat besar. Dan dana itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung pelaksan- aan program-program sosial, ekonomi dan pendidikan.
“Potensi zakat sudah ter- gali meskipun belum mak- simal. Baznas Kota Padang dan Baznas provinsi men- gelola anggaran sampai lebih dari Rp20 miliar dari zakat. Program yang dilaku- kan menyentuh masyarakat.
Sekarang kita perlu menggali potensi wakaf,” jelasnya saat meluncurkan Program Wakaf 2.000 Sehari di Masjid Ikh-
watun, Parupuk Tabing, Kota Padang, Minggu (12/9/2021).
Mahyeldi mengemukakan, potensi dana dari wakaf nilainya jauh lebih besar dibandingkan dengan dana zakat sehingga bisa memberikan dukungan yang lebih besar bagi pelaksan- aan program-program sosial, ekonomi dan pendidikan.
Ia mencontohkan, yayasan wakaf Al Azhar di Mesir memi- liki aset sangat besar sehingga negara pun pernah meminjam dana dari yayasan tersebut.
Dan di Indonesia ada Yayasan Gontor yang mampu memberi- kan pendidikan gratis kepada warga karena mengelola dana wakaf dengan baik.
Beberapa nagari di Sumbar juga sudah melakukan peng- himpunan dana dari wakaf serta memanfaatkannya untuk mendukung program perbai-
kan ekonomi dan pendidikan.
“Kami sangat mengapre- siasi Program Wakaf 2.000 Sehari yang diinisiasi oleh je- maah Masjid Ikhwatun. Yang
diharapkan juga bisa berkon- tribusi terhadap peningkatan perekonomian, agenda sosial dan pendidikan masyarakat setempat,” kata Mahyeldi. l
”Mari kita menggaungkan kebanggaan memakai produk lokal daerah kita”
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar
BATURAJA - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, men- ebar ribuan benih ikan di Sun- gai Ogan, Desa Batumarta II, Kecamatan Lubuk Raja.
Plh. Bupati OKU, Edward Chandra menjelaskan, kegia- tan restocking atau penyebaran benih ikan Patin dilakukan di perairan Sungai Ogan den- gan jumlah bibit yang dilepas sebanyak 9.000 ekor. Ribuan benih ikan tersebut merupakan bantuan dari Bank Perkreditan Rakyat Baturaja, Bank Sumsel- Babel Cabang Baturaja dan PT Semen Baturaja.
Menurutnya, kegiatan re- stocking tersebut rutin dilaku- kan sejak 2017 dengan total benih ikan yang telah dilepas di Sungai Ogan mencapai se- banyak 628.200 ekor. Hal itu
dilakukan guna menambah populasi ikan di Sungai Ogan agar tetap lestari, sehingga hasil panen ikan dapat dinikma- ti masyarakat setempat.
“Restocking bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi ikan lokal yang sebe- lumnya mengalami penurunan akibat penangkapan yang ile- gal,” kata Edward di Baturaja, Minggu (12/9/2021).
Oleh sebab itu, ia mengim- bau seluruh masyarakat OKU tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang dapat merusak lingkungan, seperti menggunakan alat setrum atau- pun menabur racun di sungai.
“Karena cara ini selain mer- usak lingkungan juga mem- bunuh benih ikan yang masih kecil,” kata Edward.
Untuk mengantisipasi hal terse- but, saat ini pihaknya telah mem-
bentuk kelompok pengawas masyarakat di seluruh kecama- tan seluruh Kabupaten OKU untuk mengawasi aktivitas pen-
angkapan ikan di Sungai Ogan.
“Jika ada penangkapan ikan yang menggunakan se- trum dan potas akan diproses
sesuai hukum dengan anca- man penjara selama lima ta- hun dan denda Rp100 juta,”
demikian Edward. l
Jaga Populasi Ikan Penghuni Sungai Ogan
SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai fokus upaya pemuli- han ekonomi pascavaksina- si COVID-19 dosis pertama yang telah mencapai 99,3 persen.
“Alhamdulillah, vaksinasi sudah sampai 99,3 persen.
Sekarang kami fokus untuk pemulihan ekonomi den- gan mulai dilonggarkannya pembatasan,” kata Wakil Wali Kota Surabaya, Ar- muji, di Surabaya, Minggu (12/9/2021).
Berdasarkan data Ke- menterian Kesehatan, pada 12 September 2021, Kota Surabaya telah mel- akukan vaksinasi sebesar 99,3 persen atau 2.196.071 warga telah divaksinasi do- sis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sudah mencapai 64,2 persen atau 1.426.724 warga.
“Kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi juga meningkat seiring dengan dorongan untuk mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi,” kata Armuji.
Untuk itu, Armuji men-
dorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi garda ter- depan terhadap pemulihan ekonomi di Kota Pahlawan.
Menurutnya, kolaborasi anta- ra pemerintah kota, badan usaha, hingga UMKM akan memberikan gairah kebang- kitan ekonomi.
“Berdasarkan data tang- gal 11 September 2021 yang saya terima, RT zona merah di Surabaya yang ditemukan angka konfir- masi positif lebih dari satu orang ada di empat RT, dan sebanyak 10.219 RT sudah zona hijau,” jelasnya.
Meski demikian, Armuji meminta warga tidak mel- akukan euforia berlebihan dan tetap disiplin menera- pkan protokol kesehatan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi.
“Dengan melandainya an- gka COVID-19 kita perkuat juga infrastruktur kesehatan seperti testing dan rumah- rumah sehat, sehingga nan- ti bisa siap siaga mengha- dapi berbagai kondisi yang akan datang,” imbuhnya. l
TANJUNGPINANG - Pemer- intah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, bertekad untuk terus mempertahan- kan pengelolaan sampah berstandar keseimbangan lingkungan sehingga tidak menimbulkan masalah, seir- ing peningkatan produksi sampah sebagai dampak dari bertambahnya berbagai aktivitas masyarakat.
“Saat ini produksi sampah di Tanjungpinang rata-rata 92 ton per hari atau 54 ribu ton per tahun, itu tetap kita kelola dengan standar. Dan berapa- pun peningkatan tumpukan sampah agar tidak menimbul- kan masalah,’’ kata Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, di Tan- jungpinang, Minggu (12/9/2021).
Kebijakan pengelolaan sam pah tersebut juga disam- paikan Rahma saat menerima kunjungan kerja Tim Kemen- terian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Sabtu (11/9/2021).
Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau merupakan sebuah kota kecil dengan luas daratan sekitar 131,54 kilometer persegi dan luas wilayah lautan sekitar 107,96 kilometer persegi.
“Pengelolaan sampah dengan pilah sampah dari rumah terus kami sosial- isasikan kepada masyarakat agar senantiasa berupaya melakukan pengurangan sampah baik organik mau- pun anorganik,” kata Rahma.
Rahma juga menjelaskan bahwa sampai saat ini telah terbentuk 42 kelompok bank sampah, satu kelompok pen- golahan sampah organik dan dua kelompok rumah kreatif.
Dengan capaian penguran-
gan sampah pada semester I-2021 sebesar 9,224 ton atau 17 persen. Sisa aktivi- tas darat maupun laut tidak hanya dapat memberikan dampak yang bersifat lokal namun lebih luas lagi yaitu perubahan iklim. Di mana, pembakaran dan pembusu- kan sampah menyumbang emisi gas rumah kaca pe- nyebab perubahan iklim.
Menurut Rahma, Tanjun- gpinang turut serta dalam program nasional terkait pe- rubahan iklim yakni Program Kampung iklim (Proklim). Bah- kan pada tahun 2020 menjadi satu-satunya yang menjalan- kan program ini di Kepri.
“Alhamdulillah, Tanjung- pinang saat ini memiliki 24 Proklim, tiga diantaranya telah mendapatkan penghar- gaan nasional dari Kemente- rian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupa Apresiasi Proklim Utama,” ujarnya.
Rahma menyampaikan bahwa bank sampah juga mengelola sampah di sekita- ran pelantar dan pasar tradi- sional. Dari bank sampah dapat membantu perekono- mian warga sekitar Kelura- han Kemboja dan Kelurahan Tanjungpinang Barat.
“Melalui bank sampah sudah menghasilkan sesuatu yang bernilai jual. Dari sampah yang tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Pamuji Lestari, menga- takan, penanganan sampah merupakan masalah ber- sama dan harus menjadi per- hatian semua pihak. l
Fokus Ekonomi Setelah Vaksinasi
Pertahankan Pengelolaan Sampah Berstandar
BANTUL - Potensi ekonomi kreatif Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah dipromosikan melalui media elektronik billboard di Times Square New York, Amerika Serikat, oleh Viral Blast Global, perusahaan edukasi money management di Indonesia.
“Ini satu kebanggaan bagi Bantul bisa ditampilkan dalam Times Square New York City oleh teman-teman dari Viral Blast Global, dan ini akan menyemangati masyarakat Bantul untuk meningkatkan kreatifitasnya,” kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, usai temu wicara dengan tema Ekonomi Kreatif Indone- sia Tumbuh yang digelar Vi- ral Blast Global di Kampung Mataraman, Bantul, Minggu (12/9/2021).
Menurut Halim, dengan masyarakat yang makin ber- semangat untuk meningkat- kan kreativitas mereka maka rencana Ka- bupaten Bantul go international akan dapat diikuti kes- iapan yang lebih matang.
“Artinya su- dah dibuka- kan, mata dunia su-
dah terbuka terhadap Bantul.
Tinggal Bantul bagaimana, baik pemerintah maupun masyarakat kreatifnya. Ini se- buah tantangan, kalau go inter- national ini ingin sukses maka kekuatan daya kreatifitas ini harus dipastikan,” paparnya.
Dengan demikian, ini men- jadi sebuah tantangan seka- ligus peluang yang sangat besar bagi Bantul, sehingga Pemkab Bantul mengapre- siasi pihak Viral Blast Global atas kepedulian dan promosi
produk Bantul di salah satu kawasan ikonik AS tersebut.
“Sudah ditayangkan di New York dan salah satu yang ditayangkan adalah potensi Desa Sabdodadi se- bagai Desa Mandiri Budaya di Bantul. Karena memang kita ingin mengembangkan pariwisata tidak hanya wisata alam, wisata buatan tapi juga wisata budaya,” kata Halim.
Apalagi, tren pasar wisata bu- daya saat ini semakin mening- kat sebab kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas sekarang lebih meminati atau mulai melirik adanya wisata budaya karena keunikan dan kekhasannya.
“Wisata budaya itu kan unik dan kebudayaan itu khas, bu- daya Yogyakarta sama Jateng berbeda, Jatim sama Sunda beda. Wisata budaya inilah yang terus akan kita eksplorasi, kita kuatkan dengan menghidup- hidupkan tradisi seni budaya
yang ada,” jelas Halim.
Owner Viral Blast Global, Zainal Hu-
da, menambah- kan, promosi ke
AS itu bagian upaya mem-
bantu Yogya- karta untuk
go interna- tional. l
Warga Tanjungpinang mengantarkan sampah di salah satu bank sampah. (Humas Pemkot Tanjungpinang)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam peresmian program wakaf di Masjid Ikhwatun, Parupuk Tabing, Padang, Minggu (12/9/2021).
(Adpim Pemprov Sumbar)
Plh. Bupati OKU, Edward Chandra, melepas ribuan benih ikan di Sungai Ogan, Minggu (12/9/2021). (Antara)
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih
Bantul Membuka Mata Dunia
MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, meluncurkan Lipa Saqbe Mandar Sureq Mar- asa atau sarung sutra khas Mandar dengan ragam corak Marasa yakni mandiri, cerdas dan sehat.
“Peluncuran Lipa Saqbe Mandar Sureq Marasa ini bukan hanya kegiatan ser- emonial belaka, melain- kan menjadi momentum untuk terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif pada subsektor lainnya, yang diharapkan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi COV- ID-19,” katanya dalam keg- iatan Semesta Saqbe Man- dar yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar di Desa Karama, Ke- camatan Tinambung, Ka- bupaten Polewali Mandar, Minggu (12/9/2021).
Ali mengatakan, peluncuran itu merupakan bentuk apresia- si dan penyemangat kepada para Panetteq atau komunitas yang memproduksi tenunan tradisional, khususnya kain sutra Mandar.
“Salah satu bentuk dukungan nyata yang perlu dilakukan adalah menjadi- kan produk tenun Saqbe Mandar maupun hasil tenu- nan tradisional Sulbar seba- gai pakaian untuk kegiatan- kegiatan formal,” ujarnya.
“Para kelompok penenun yang tersebar di berbagai tempat di Sulbar perlu terus disemangati melalui kegia- tan secara terkoordinasi. Se- hingga diharapkan bermun- culan inovasi dan kreativitas berupa aneka jenis motif atau Sureq Lipa Saqbe Mandar, seperti Sureq Marasa yang diluncurkan,” terang Ali.
Provinsi Sulbar memiliki potensi kepariwisataan yang beragam, termasuk dari kea- rifan lokal masyarakat. Potensi itu memiliki prospek untuk pengembangan usaha industri ekonomi kreatif. Diantaranya aneka produk tenun tradision- al yang sudah dikenal selama ini yaitu tenun Saqbe Mandar, ada juga tenun Sekomandi dari Kalumpang Mamuju dan tenun Sambu dari Mamasa.
“Mari kita menggaung- kan kebanggaan memakai produk lokal daerah kita,”
ajak Ali. l
Lestarikan Sarung
Sutra Khas Mandar
6
Senin, 13 September 2021
INFO
LEGISLATIF
TANAH NEGARA DIPAKAI, SETORANNYA MALAH NIHIL JAKARTA - Banyak kasus penerbitan
hak guna usaha (HGU) atas lahan seluas ratusan bahkan ribuan hektar tidak dioptimalkan oleh perusahan- perusahan besar pemegang hak.
Akibatnya, tidak ada masukan ke kas negara, karena lahan tidak produktif bertahun-tahun.
“MISALNYA, diberi lahan ratusan ribu hektar, yang digarap hanya 2 persen, sisa nya diagunkan ke bank.
Setelah dapat uang lalu hi- lang. Nah, ini jadi sorotan.
Tanah tidak termanfaatkan dengan baik. Tidak ada ke- untungan negara dari diter- bitkannya HGU itu,” papar Ketua Komisi II DPR RI Ah- mad Doli Kurnia Tandjung usai mengikuti pertemuan dengan otoritas pertanahan
di Balikpapan, Kali- mantan Timur,
Jumat lalu.
Komisi II, kata Doli, ingin mendapatkan data kasus tanah secara masif, menga- nalisis, dan kemudian menye- lesaikannya. Penerbitan HGU untuk sejumlah perusahaan harus betul-betul dioptimal- kan untuk kepentingan negara dan bangsa. Ada lagi kasus penerbitan HGU atas lahan, tapi yang digarap melebihi batas wilayahnya.
“Modus lain diterbitkannya HGU, misalnya 10 ribu hektar.
Tapi, lahan yang digarap bisa lebih dari itu, bisa mencapai ratusan ribu hektar. Itu pasti akan bersentuhan dengan hak orang lain. Terjadilah sengke- ta. Masyarakat dirugikan dan kelebihan penggarapan tanah itu juga tidak masuk ke kas negara,” urainya.
Untuk itulah, identifikasi tanah dengan status HGU
maupun hak guna bangunan (HGB), terutama yang ditelan- tarkan pemiliknya terlalu lama, sedang giat dilakukan Komisi II.
“Kita akan identifikasi kira- kira berapa luas tanah HGU yang ditelantarkan yang bisa menjadi objek redistribusi untuk para petani yang tidak memiliki tanah dan miskin,” ujar anggota Komisi II DPR Hugua.
Menurut politisi PDI Per- juangan itu, dalam reforma agraria ada kebijakan redis- tribusi tanah. Semua tanah HGU diindentifikasi dulu luas dan kepemilikannya.
Setelah identifikasi selesai, diserahkan ke pemerintah daerah untuk dijadikan objek redistribusi. “Pemda akan me- netapkan siapa yang berhak diberi tanah objek redistribusi untuk kemudian menjadi hak milik,” jelas Hugua.
Legislator asal Sulawesi Tenggara itu, mengungkapkan, tanah yang dikuasai BUMN, seperti PTPN banyak pula yang ditelantarkan. Ini harus diidenti- fikasi berapa lama ditelantar- kan dan apakah bisa men- jadi objek redistribusi tanah.
Pentingnya identifikasi karena tanah-tanah telantar kerap- kali mengundang konflik yang
Polres KEK Mandalika untuk Jaga Martabat Bangsa
Tegur Keras LNG Tangguh Biarkan SD Rusak Parah
JAKARTA - Rencana Ka- polda Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk Polres di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mendapat dukungan dari wakil rakyat.
Mengingat, dalam waktu dekat akan ada perhelatan besar bertaraf internasional di kawasan itu, maka pem- bentukannya juga bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat Indonesia di mata dunia.
“Kami sangat mendukung usulan pembentukan Polres Mandalika itu untuk menjaga harkat dan martabat Indone- sia. Karena beberapa perhe- latan besar sudah di depan mata. Tentu peran kamtib- mas (keamanan dan keterti- ban masyarakat) itu sangat penting, di mana fungsi polisi kan ada disitu. Jadi kita san- gat mendukung demi bangsa
dan negara,” ungkap ang- gota Komisi III DPR Sari Yuliati saat mengikuti perte- muan Tim Kunspek Komisi III DPR RI di Mapolda NTB, Jumat lalu.
Legislator Partai Golkar itu mengusulkan, agar poli- tik anggaran Polri disisihkan secara prioritas untuk pem- bangunan ekonomi di NTB yang sangat mengandalkan pariwisata, terutama di Man- dalika yang akan mengada- kan event besar. Sehingga rencana pembentukan Pol- res Mandalika bisa berjalan dengan baik.
“Saya mengusulkan, kalau perlu di kawasan Mandalika juga harus punya jaringan siber yang mendukung untuk penertiban dan keamanan di sekitar kawasan tersebut.
Saya kira itu sangat pent- ing, karena peran kepolisian
untuk pemulihan ekonomi nasional ini tidak bisa di pan- dang sebelah mata. Ekonomi tidak bisa akan up kalau kea- manan dan ketertibannya itu tidak maksimal,” imbuhnya.
Hal senada dikemukakan Ketua Komisi III DPR Herman Hery. Ia mendukung sepe- nuhnya pembentukan Polres Khusus KEK Mandalika. Wa- laupun hal ini belum lazim dan mungkin juga baru pertama kali, karena untuk memben- tuk sebuah polres harus ada proses seperti nomenklatur dan aturan lainnya.
“Oleh sebab itu, saya me- minta kepada sekretariat dan staf ahli Komisi III DPR agar ini menjadi kesimpulan rapat dan mempersiapkan konsep usulan tersebut. Karena ini bukan hanya sekedar mem- bangun sebuah polres, tapi menyangkut harkat dan mar-
tabat kita di mata dunia,”
ujarnya.
Pada kesempatan lain, Ka- polda NTB Irjen Pol. Moham- mad Iqbal mengatakan, Pol- res Khusus KEK Mandalika akan menjalankan kewenan- gan yang lebih spesifik, khu- sus dalam pemeliharaan keamanan. Tidak dibebani proses lidik dan sidik, agar tetap konsen.
“Ini menjadi sebuah grand strategy, dimana rencana pembentu- kan polres khusus yang setara dengan tugas pokok kepoli- sian resor skala kabupaten/kota tersebut merupa- kan bagian dari strategi jangka panjang penga- manan KEK Man- dalika,” ucapnya. l
JAKARTA - Perilaku bisnis korporasi yang cenderung abai terhadap tanggung jawab so- sial berkelanjutan kembali men- dapat sorotan.
Wakil Ketua I Komite I DPD RI, Filep Wamafma menyam- paikan kekesalannya lantaran mengetahui kondisi SD YPK Serito di Kecamatan Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni sudah mengalami kerusakan yang
sangat serius.
SD tersebut sebelumn- ya dibangun lantaran
masyarakatnya dipin- dahkan dari Kam- pung Tanah Merah
karena akan diban- gun kilang gas
alam cair.
“SD YPK Serito ada-
lah ring I perusahaan LNG Tang- guh. Tapi sekolahnya ru- sak parah. Kita patut pertanya-
kan komitmen LNG Tangguh dalam menjalankan CSR-nya,”
kata senator Papua Barat ini, Sabtu (11/9/2021).
Doktor lulusan Universitas Hasanuddin ini menyebut salah satu tujuan CSR yang paling urgen di negara berkembang adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu menu- rutnya, Pemda wajib memberi- kan teguran keras bagi perusa- haan yang tidak menjalankan tanggung jawab sosial dan ling- kungan dengan baik.
“Good corporate citizenship dan good business ethics itu harus menjadi perhatian. Kalau tidak, keseimbangan sosial sulit akan terjadi. Perusahaan jan- gan hanya menyedot sumber daya alam, tetapi sebaliknya me- marginalkan masyarakat yang menjadi korban kepentingan in- vestasi gas di Bintuni. Dampak kehadiran perusahaan di Papua mayoritas hanya orientasi bisnis tanpa peduli dengan kepentin- gan dan hak masyarakat adat dan pembangunan daerah. Di
mana keadilan itu?” kritiknya.
Filep menyebut bahwa masyarakat ring I (daerah seki- tar perusahaan) merupakan pihak yang patut mendapatkan apresiasi lantaran mengorban- kan dirinya untuk pindah demi dibangunnya kilang. Tidak hanya itu, ring II P perusahaan (meliputi daerah-darah di luar ring I) juga merupakan kes- atuan elemen yang menjaga keberlangsungan perusahaan.
“Maaf ya, seringkali perusa- haan menomorduakan CSR, tanggung jawab sosial dan moral perusahaan. Mengang- gap sesuatu di luar manaje- men perusahaan karena di- anggap tidak menguntungkan.
Lalu disederhanakan dengan bagi-bagi sembako di hari-hari besar. Kita yang menyaksikan ini, harus mempertanyakan kembali komitmen mereka. Ini masyarakat tidur di atas tumpu- kan gas, tapi kesejahteraannya sama sekali diabaikan,” ung- kap senator yang akrab disapa Pace Jas Merah ini.
Karena itu, Filep mengusulkan agar besaran CSR benar-benar dimuat secara tertulis di dalam Perda di masing-masing provinsi.
“Kita belum lihat berapa be- saran CSR yang ditetapkan.
Sementara perusahaan sudah puluhan tahun beroperasi. Kita juga meminta pemerintah dae- rah mengevaluasi anggaran bagi hasil migas di Papua Barat.
Termasuk meminta kepada pen- egak hukum untuk mengevaluasi dan mengaudit dana bagi hasil migas yang selama ini dialokasi- kan untuk pemerintah dan ka- bupaten. Sehingga masyarakat tahu apakah dana bagi hasil tersebut benar-benar digunakan dengan sebaik-baiknya atau tidak,” tandas Filep.
Di sisi lain, berdasarkan hasil data BPS tahun 2020, Bintuni menempati posisi ke-lima ter- miskin di wilayah Papua Barat den- gan presentasi 29,39 persen pen- duduk miskin setelah Pegaf 33,81 persen, Tambrauw 32,80 persen, Teluk Wondama 30,91 persen dan Maybrat 30,78 persen. l
Ada Petisi Momen Evaluasi Kartu Vaksin
JAKARTA - Beredar petisi penolakan kartu vaksin se- bagai syarat administrasi.
Setidaknya petisi ini sudah ditandatangani lebih dari 33 ribu orang.
Merespons hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mem- inta agar pemerintah menyi- kapi petisi penolakan kartu vaksin sebagai syarat admin- istrasi dengan bijaksana.
“Pemerintah tidak bisa menyalahkan begitu saja kelompok masyarakat yang menyetujui petisi penolakan kartu vaksin sebagai syarat administrasi. Sikapi dengan bijaksana dan jadikan se- bagai input bahan evaluasi dalam meningkatkan real- isasi vaksinasi,” kata Netty dalam keterangan pers, Sabtu (11/9/2021).
Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini, adanya petisi tersebut justru men- unjukkan bahwa masih banyak problem dalam re- alisasi vaksinasi.
“Misalnya soal cakupan masyarakat yang menjadi target vaksinasi. Berdasar- kan data 8 September lalu, baru 33,22 persen masyarakat yang disuntik dosis pertama, semen- tara yang menerima dosis kedua hanya 19,07 pers- en. Artinya masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan hak vaksi- nasinya,” ujarnya.
Dengan realisasi target yang masih rendah, ia memper- tanyakan kebijakan mewa- jibkan semua orang memiliki kartu vaksin untuk beraktivi- tas di tempat publik.
“Jangan sampai kewa- jiban kartu vaksin jadi kebi- jakan yang diskriminatif bagi masyarakat yang belum di- vaksin. Pastikan ada solusi yang bijaksana,” tutur Netty.
Dalam pandangan Netty, ada banyak sebab yang membuat masyarakat be- lum divaksin, antara lain, kesulitan untuk mendapat-
kan vaksin gratis, terken- dala komorbid, atau belum lama sembuh dari terinfeksi virus corona.
“Belum lagi soal NIK error yang menghambat vaksina- si. Ini seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah guna memperbaiki sistem penunjang,” tambahnya.
Netty menambahkan, ora- ng dengan komorbid juga se- harusnya mendapatkan per- hatian khusus karena tidak atau belum boleh divaksin.
“Jika memang harus mem- bawa surat keterangan dok- ter, maka pastikan mudah diakses dan tidak ada pe- mungutan biaya,” tegasnya.
Persoalan lain yang membuat masyarakat be- lum memiliki kartu vaksin, kata Netty, adalah aplikasi Pedulilindungi yang digu- nakan untuk mendapatkan kartu vaksin seringkali tidak bisa digunakan alias error.
“Ada kasus di mana pe- numpang pesawat gagal terbang gara-gara aplikas- inya error. Lalu keamanan data di aplikasi tersebut juga menjadi sorotan publik karena diduga bocor. Akh- irnya masyarakat enggan mengisi aplikasi dan tidak bisa menunjukkan kartu vaksin,” bebernya.
Hal-hal semacam itu, menurut Netty, harus dianti- sipasi oleh pemerintah agar tidak menurunkan keper- cayaan masyarakat yang dapat memperlambat terca- painya kekebalan populasi.
“Kebijakan penggunaan kartu vaksin maupun ap- likasi pedulilindungi harus ramah ke semua kelompok masyarakat. Bukan hanya bagi masyarakat perkotaan tapi juga yang di desa. Apa- kah memang penggunaan aplikasi itu bisa diterapkan kepada mereka yang tidak terkoneksi internet mau- pun smartphone? Bahkan di kota seperti Jakarta pun masih ada pekerja harian dari desa yang tidak memi-
”Kita akan identifikasi kira-kira berapa luas tanah HGU yang ditelantarkan yang bisa menjadi objek redistribusi untuk para petani yang tidak memiliki tanah dan miskin”
Anggota Komisi II DPR RI Hugua
sangat mengganggu kea- manan dan ketertiban umum.
“Keberadaan tanah san- gat terbatas, sementara penduduk bertambah terus.
Masalah tanah tidak pernah berakhir selama manusia hidup. Tanah yang terbatas berhadapan dengan kebutu- han yang tidak terbatas. Jadi, akan ada masalah terus, ka- rena tanah merupakan hak paling asasi,” tutur Hugua.
Selain Panja Evaluasi HGU, HGB, HPL, Komisi II juga mem- bentuk dua panja lainnya, yaitu Panja Pemberantasan Ma- fia Pertanahan dan Panja Tata Ruang. Semua panja ini dibentuk selain dilatari banyaknya pengaduan ma- syarakat soal sengketa tan-
ah, juga ingin menyelesaikan masalah-masalah tanah dengan baik bersama pemerintah.
“Masalah tanah adalah masalah klasik sekaligus akut. Tanah yang ada di re- publik ini, siapa pun yang mengelolanya, harus kem- bali ke negara untuk mense- jahterakan rakyat. Intinya, semua bagaimana mengop- timalkan setiap jengkal tan- ah yang ada di republik ini kembali kepada kepentingan
negara dan kesejahter-
aan raky- at,” tutup Doli. l
Anggota Komisi III DPR RI, Sari Yuliati Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher
Wakil Ketua I Komite I DPD RI, Filep Wamafma