viii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
CATATAN DOSEN PEMBIMBING ... iii
LEMBAR PERNYATAAN ... iv
MOTTO ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xix
DAFTAR CHART ... xx
DESAIN PREMIS ... xxi
ABSTRAKSI ... xxii
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Projek... 1
I. 1. 1. Suku Bajo ... 1
I. 1. 2. Pola Permukiman Suku Bajo ... 3
I. 1. 3. Kondisi Pesisir dan Pantai Pulau Bungin ... 7
I. 2. Rumusan Masalah ... 8
I. 2. 1. Permasalahan Umum ... 8
I. 2. 2. Permasalahan Khusus... 8
ix
I. 3. Tujuan dan Sasaran ... 8
I. 3. 1. Tujuan... 8
I. 3. 2. Sasaran dan Manfaat ... 9
I. 4. Lingkup Batasan ... 9
I. 4. 1. Lingkup Arsitektural ... 9
I. 4. 1. Lingkup Non Arsitektural ... 9
I. 5. Metodologi ... 10
I. 5. 1. Identifikasi Masalah ... 10
I. 5. 2. Pengumpulan Data ... 10
I. 5. 3. Analisa dan Sintesa ... 11
I. 5. 4. Pengujian Data ... 11
I. 5. 5. Penyajian Data ... 12
I. 6. Keaslian Penulisan ... 12
I. 7. Sistematika Penulisan ... 13
I. 8. Diagram Pola Pikir ... 15
I. 9. Analisis dalam Menyelesaikan Masalah ... 16
I. 10. Tabel Pedoman Perancangan... 16
BAB II KONDISI FAKTUAL PULAU BUNGIN II. 1. Pulau Bungin ... 25
II. 1. 1. Perkembangan Area Pulau ... 25
II. 2. Fisik Lingkungan ... 28
II. 2. 1. Lokasi Study ... 28
II. 2. 2. Kondisi Geografis, Topografi dan Iklim Pulau Bungin ... 29
x
II. 2. 3. Kondisi Fisik Pantai dan Batu Karang ... 31
II. 3. Kondisi permukiman ... 35
II. 3. 1. Keadaan Fisik Bangunan ... 35
II. 3. 2. Konstruksi Rumah ... 37
II. 3. 3. Sumber Air Rumah Tangga dan Penerangan ... 38
II. 4. Kondisi Sosial Masyarakat ... 39
II. 4. 1. Matapencaharian ... 39
II. 4. 2. Sistem Kekerabatan ... 40
II. 4. 3. Sistem Kepercayaan ... 42
II. 4. 4. Pendidikan, Pekerjaan dan Pendapatan... 42
II. 4. 5. Pola Permukiman Pesisir Sumbawa ... 45
II. 5. Konflik Hukum Adat dengan Lingkungan Berkelanjutan ... 47
II. 5. 1. Adat dan Batu Karang ... 47
BAB III TINJAUAN PUSTAKA III. 1. Tinjauan Lingkungan Berkelanjutan ... 49
III. 1. 1. Prinsip Pembangunan Berkalanjutan ... 49
III. 1. 2. Konservasi Batu Karang ... 52
III. 1. 3. Konteks Daya Dukung Lingkungan Pesisir ... 55
III. 2. Tinjauan Permukiman Kawasan Pesisir ... 56
III. 2. 1. Definisi Permukiman ... 56
III. 2. 2. Permukiman Pesisir ... 56
III. 2. 3. Wilayah Reklamasi Pesisir di Beberapa Negara ... 59
III. 2. 3. 1. Pesisir Cao Fe Dian-Cina ... 59
xi
III. 2. 3. 2. Pesisir Song Do-Korea Selatan ... 61
III. 2. 3. 3. Pesisir Kansai-Jepang ... 64
III. 2. 3. 4. Pesisir Palm Jumeirah-Dubai ... 65
III. 2. 3. 5. Pesisir Pantai Utara-Jakarta ... 66
III. 2. 4. Teori Ruang Permukiman ... 67
III. 2. 5. Ruang Terbuka Hijau... 69
III. 2. 6. Sirkulasi ... 72
III. 2. 7. Vegetasi Pesisir ... 74
III. 2. 8. Kriteria Rumah Sehat ... 82
III. 2. 9. Rumah Ramah Lingkungan ... 84
III. 3. Kesimpulan ... 86
BAB IV ANALISIS PERANCANGAN IV. 1. Analisis Pola Masa Bangunan ... 88
IV. 1. 1. Site Pulau Bungin ... 88
IV. 1. 2. Analisis Permukiman secara Radial ... 89
IV. 1. 3. Analisis Sistem Ruang dan Hunian ... 90
IV. 2. Analisis Batu Karang sebagai Landasan ... 97
IV. 2. 1. Analisa Tepi Bagian Timur ... 97
IV. 2. 2. Analisa Tepi Bagian Selatan ... 98
IV. 2. 3. Analisa Tepi Bagian Tengah Permukiman ... 99
IV. 3. Analisis Sirkulasi Pedestrian ... 100
IV. 3. 1. Analisa Pedestrian Tepi Permukiman ... 100
IV. 3. 2. Analisa Pedestrian Ditengah Permukiman ... 101
xii
IV. 4. Analisis Fasilitas Permukiman ... 102
IV. 4. 1. Publik Amenities ... 102
IV. 4. 2. Opens Space ... 102
IV. 4. 3. Analisa Sanitasi dan Drainase ... 104
IV. 5. Analisis Vegetasi ... 104
IV. 6. Analisis Hunian ... 104
BAB V KONSEP PERANCANGAN V. 1. Konsep Pola Masa Bangunan dan Amenities ... 107
V. 1. 1. Pola Penataan Permukiman ... 107
V. 1. 2. Pengelolaan Sampah Permukiman ... 109
V. 1. 3. Penerangan Jalan Umum Permukiman ... 113
V. 2. Konsep Open Space ... 117
V. 3. Konsep Aksesibilitas ... 121
V. 4. Konsep Hunian Rumah... 123
V. 5. Konsep Sanitasi dan Drainase ... 125
V. 6. Konsep Vegetasi ... 129
V. 7. Konsep Rehabilitas Terumbu Karang ... 133
V. 7. Tantangan, Rekomendasi dan Kesimpulan ... 138
V. 7. 1. Tantangan ... 138
V. 7. 2. Rekomendasi ... 138
V. 7. 3. Kesimpulan ... 139 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel I. 1. Analisis Masalah ... 16
Tabel I. 2. Pedoman Perancangan... 16
Tabel II. 1. Kependudukan dan Bangunan ... 29
Tabel II. 2. Data Ekonomi dan Pendidikan ... 44
Tabel V. 1. Kebutuhan Ruang Hunian ... 125
xx
DAFTAR CHART
Halaman
Chart I. 1. Diagram Pola Pikir ... 15
Chart III. 1. Pembangunan Berkelanjutan ... 50
Chart V. 1. Model Pengelolaan Sampah ... 112
Chart V. 2. Pengelolaan Limbah ... 128
xiii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar I. 1. Peta Nusa Tenggara Barat ... 4
Gambar I. 2. Pulau Bungin Ketika Air Laut Pasang ... 5
Gambar I. 3. Jalan Penghubung Permukiman dengan Daratan ... 5
Gambar I. 4. Pulau Bungin Ketika Air Laut Surut ... 5
Gambar I. 5. Landasan Rumah ... 5
Gambar I. 6. Batu Karang sebagai Pondasi ... 6
Gambar I. 7. Peta Batas Kawasan ... 6
Gambar II. 1. Pulau Bungin pada tahun 1950-an ... 25
Gambar II. 2. Pulau Bungin pada tahun 1950-1957 ... 25
Gambar II. 3. Pulau Bungin pada tahun 1957-1969 ... 26
Gambar II. 4. Pulau Bungin pada tahun 1969-1985 ... 26
Gambar II. 5. Pulau Bungin pada tahun 1985-1995 ... 26
Gambar II. 6. Pulau Bungin pada tahun 1995-2000 ... 27
Gambar II. 7. Pulau Bungin pada tahun 2000-2005 ... 27
Gambar II. 8. Pulau Bungin pada tahun 2005-2010 ... 28
Gambar II. 9. Kondisi Hunian Ketika Pasang ... 30
Gambar II. 10. Kondisi Hunian Ketika Surut ... 30
Gambar II. 11. Sampah Rumah Tangga ... 32
Gambar II. 12. Batu Karang untuk Landasan ... 32
Gambar II. 13. Ketinggian Batu Karang ... 33
xiv
Gambar II. 14. Pemutihan Batu Karang ... 34
Gambar II. 15. Patahan Karang ... 34
Gambar II. 16. Patahan Karang ... 35
Gambar II. 17. Bangunan Rumah yang Tergolong Mampu ... 36
Gambar II. 18. Bangunan Rumah yang Tergolong Tidak Mampu ... 36
Gambar II. 19. Bangunan Rumah Permanen ... 36
Gambar II. 20. Peta Pola Grid Memusat Permukiman ... 37
Gambar II. 21. Konstruksi Rumah Panggung ... 37
Gambar II. 22. Kondisi MCK Permukiman ... 38
Gambar II. 23. Hasil Laut Nelayan Warga Bungin ... 39
Gambar II. 24. Kegiatan Melaut Warga Bungin ... 39
Gambar II. 25. Kegiatan Sehari-hari Warga Bungin ... 40
Gambar II. 26. Kegiatan Umum/ Publik Warga Bungin... 41
Gambar II. 27. Upacara Perkawinan Warga Bungin ... 41
Gambar II. 28. Salah Satu Upacara Adat Warga Bungin ... 42
Gambar II. 29. Salah Satu Sekolah Dasar di Pulau Bungin ... 43
Gambar III. 1. Contoh Kawasan Reklamasi ... 50
Gambar III. 2. Kegiatan Pengisian Pasir ... 51
Gambar III. 3. Pengeringan Lahan ... 51
Gambar III. 4. Contoh Rencana Reklamasi di Korea Selatan ... 53
Gambar III. 5. Lahan Reklamasi ... 53
Gambar III. 6. Foto Satelit Kansai International Airport ... 55
Gambar III. 7. Hasil Reklamasi Lahan ... 55
xv
Gambar III. 8. Daratan Hasil Reklamasi Di Kansai ... 55
Gambar III. 9. The Palm Jumeirah-Dubai ... 56
Gambar III. 10. Kawasan Pantura Jakarta ... 57
Gambar III. 11. Kelompok Radial ... 58
Gambar III. 12. Kelompok Memusat ... 58
Gambar III. 13. Kelompok Linier ... 58
Gambar III. 14. Kelompok Simpul ... 59
Gambar III. 15. Contoh RTH Daerag Pesisir ... 61
Gambar III. 16. Pola Jalan ... 62
Gambar III. 17. Pola-pola Jalan ... 62
Gambar III. 18. Cemara Laut ... 64
Gambar III. 19. Ketapang laut ... 65
Gambar III. 20. Waru Laut ... 66
Gambar III. 21. Pandan Laut ... 67
Gambar III. 22. Kelapa ... 68
Gambar III. 23. Penampang jalur Hijau Pantai ... 68
Gambar III. 24. Contoh Rumah Panggung Sederhana ... 69
Gambar III. 25. Contoh Rumah Panggung Standar ... 70
Gambar III. 26. Contoh Rumah Ramah Lingkungan... 73
Gambar IV. 1. Batas site pulau Bungin ... 88
Gambar IV. 2. Pola Radial permukiman pulau Bungin ... 89
Gambar IV. 3. Titik Awal Permukiman ... 91
Gambar IV. 4. Open Space di tengah permukiman ... 92
xvi
Gambar IV. 5. Fasilitas Umum di tengah permukiman ... 93
Gambar IV. 6. Analisis perkembangan pulau secara radial ... 93
Gambar IV. 7. Analisis kepadatan bangunan ... 94
Gambar IV. 8. Tingkatan pola radial perkembangan permukiman ... 94
Gambar IV. 9. Analisis perkembangan permukiman dengan daratan ... 95
Gambar IV. 10. Analisis perkembangan permukiman yang masih dangkal .... 95
Gambar IV. 11. Analisis kepadatan bangunan penduduk ... 96
Gambar IV. 12. Analisis Bangunan Rumah Tepian Permukiman ... 97
Gambar IV. 13. Batu Karang di tumpuk ... 98
Gambar IV. 14. Situasi lahan yang mengunakan batu karang dan tanah... 99
Gambar IV. 15. Analisis Pedestrian Tepi Permukiman ... 100
Gambar IV. 16. Analisis Pedestrian Tengah Permukiman ... 101
Gambar IV. 17. Sumber air bersih minim perawatan dari PDAM ... 102
Gambar IV. 18. Kegiatan MCK masyarakat pulau Bungin ... 102
Gambar IV. 19. Kegiatan masyarakat di pada open space ... 103
Gambar IV. 20. Kegiatan jual beli skala kecil masyarakat pulau bungin ... 103
Gambar IV. 21. Pondasi Umpak Kontruksi Hunia ... 105
Gambar IV. 22. Hunian Warga di Tepi Permukiman ... 106
Gambar V. 1. Permukiman Sebelum Penataan ... 108
Gambar V. 2. Permukiman Setelah Penataan... 108
Gambar V. 3. Pola Massa Bangunan ... 109
Gambar V. 4. Contoh Tong Sampah Pemilah ... 111
Gambar V. 5. Model Perencanaan Tong Sampah Pemilah ... 111
xvii
Gambar V. 6. Jaringan Listrik PLN ... 113
Gambar V. 7. Jalan Utama Permukiman tidak memiliki penerangan ... 114
Gambar V. 8. Model Perencanaan Lampu Jalan Permukiman ... 114
Gambar V. 9. Perencanaan Lampu Jalan Utama Permukiman ... 115
Gambar V. 10. Jalan Setapak yang tidak memiliki penerangan ... 115
Gambar V. 11. Model Perencanaan Lampu Jalan Setapak Permukiman... 115
Gambar V. 12. Contoh Model PJU Tenaga Surya... 116
Gambar V. 13. Konsep Open Space di beberapa titik Permukiman ... 117
Gambar V. 14. Ruang Terbuka yang ada di Permukiman ... 118
Gambar V. 15. Model Perencanaan Open Space Permukiman ... 118
Gambar V. 16. Model Open Space untuk Kegiatan Publik ... 119
Gambar V. 17. Perencanaan Aksesibilitas Pemukiman ... 121
Gambar V. 18. Jalan Utama Permukiman menuju Dataran ... 122
Gambar V. 19. Jalan Utama di dalam Permukiman ... 122
Gambar V. 20. Jalan Setapak di dalam Permukiman ... 122
Gambar V. 21. Perencanaan Perkerasan Jalan Utama menuju Daratan ... 122
Gambar V. 22. Perencanaan Jalan Utama di dalam Permukiman ... 123
Gambar V. 23. Perencanaan Jalan Setapak Permukiman ... 123
Gambar V. 24. Denah Hunian dan Orientasi Hunian ... 124
Gambar V. 25. Perencanaan Sanitasi dan Drainase Permukiman ... 126
Gambar V. 26. Sumber Air Bersih yang Minim ... 126
Gambar V. 27. Kegiatan MCK yang tidak sehat ... 127
Gambar V. 28. Perencanaan Sanitasi Komunal di Tepi Permukiman ... 129
xviii
Gambar V. 29. Model Perencanaan Sanitasi Komunal ... 129
Gambar V. 30. Rencana RTH Permukiman ... 131
Gambar V. 31. Perencanaan Pohon Bakau di Area Utara dan Timur ... 131
Gambar V. 32. Perencanaan Pohon Ketapang Laut pada Open Space ... 132
Gambar V. 33. Perencanaan Pohon Waru pada Tepi Jalan Utama ... 132
Gambar V. 34. Perencanaan Pohon Waru pada Tepi Permukiman ... 132
Gambar V. 35. Terumbu Karang Mati akibat Penambangan Lokal ... 134
Gambar V. 36. Area Perencanaan Rehabilitas Terumbu Karang ... 135
Gambar V. 37. Contoh Penanaman Terumbu Karang ... 136
Gambar V. 38. Contoh Bibit Karang di tempat Rehabilitas... 137
Gambar V. 39. Bibit Karang di tempat Rehabilitas Karang... 137
Gambar V. 40. Induk Karang yang siap untuk di Transplantasi ... 137
Gambar V. 41. Batu Karang yang Mati sebagai Media Tanam Karang ... 137
Gambar V. 42. Transplantasian Bibit Karang ke Media Tanam ... 137