• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU MAHASISWA DALAM MEMANFAATKAN RUANG KELAS, KANTIN DAN PERPUSTAKAAN PADA KAMPUS UNIVERSITAS TRILOGI JAKARTA SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERILAKU MAHASISWA DALAM MEMANFAATKAN RUANG KELAS, KANTIN DAN PERPUSTAKAAN PADA KAMPUS UNIVERSITAS TRILOGI JAKARTA SELATAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERILAKU MAHASISWA DALAM MEMANFAATKAN RUANG KELAS, KANTIN DAN PERPUSTAKAAN PADA KAMPUS

UNIVERSITAS TRILOGI JAKARTA SELATAN

STUDENT BEHAVIOR IN UTILIZING CLASS ROOM, CANTEEN AND LIBRARY IN CAMPUS UNIVERSITY OF TRILOGI,

SOUTH JAKARTA

Nadia Bunyamin*

1

, Enny Supriyati Sardiyarso

2

, Sri Tundono

3

1,2,3

Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta

*e-mail: [email protected] ,

2

[email protected],

3

[email protected]

ABSTRAK

Ruang dalam kampus dijadikan wadah primer dengan fungsi untuk menyelenggarakan banyak sekali kegiatan. Di dalam dunia arsitektur, bentuk fisik yang bisa dirasakan harus mampu menjadi wadah terjadinya konektivitas antara hubungan ruang dan perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan mencari tahu dampak beberapa ruang pada kampus Universitas Trilogi terhadap perilaku mahasiswa.

Ruang-ruang yang dijadikan penelitian yaitu ruang kelas, perpustakaan, dan kantin. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bertujuan melihat dan memahami secara detail gambaran yang terjadi saat pengguna ruang melakukan aktivitasnya dan pengumpulan data menggunakan teknik pemetaan perilaku yang menghasilkan sebuah sketsa atau pola perilaku yang terjadi lalu menggolongkannya dalam simbol warna. Banyak sekali faktor pada desain dari fasilitas ruang kampus Universitas Trilogi yang bisa mempengaruhi konduite/perilaku mahasiswa. Diantaranya seperti menonton film, tidur, menggeser meja dan kursi. Metode analisa dan penarikan kesimpulan yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dan analisis. Setelah dilakukan pemetaan Place- Centered Maps dengan pola/sketsa, hasil data yang diperoleh akan direduksi untuk menghasilkan sebuah kesimpulan berupa kekurangan, kelebihan dan juga persamaan pada setiap ruang.

Keseluruhan kesimpulan akan dijadikan sebagai referensi dalam mendesain setiap ruang kelas, perpustakaan dan kantin.

Kata kunci : Perilaku, Mahasiswa, Ruang, Kampus Universitas Trilogi

ABSTRACT

Space on campus is used as a primary container with a function to carry out many activities. In the world of architecture, the physical form that can be felt must be able to accommodate the connectivity between the relationship between space and the behavior of its users. This study aims to find out the impact of several spaces on the Universitas Trilogi campus on student behavior. The rooms used for research are classrooms, libraries and canteens. The method used is qualitative which aims to see and understand in detail that occurs when space users carry out their activities and data collection using behavior mapping techniques that produce a sketch or pattern of behavior that occurs and then classifies it in color symbols. There are many factors in the design of the Universitas Trilogi campus space facilities that can influence student behavior. Among them, such as watching movies, sleeping, moving tables and chairs. The method of analysis and drawing conclusions used by researchers is descriptive and analytical. After mapping Place-Centered Maps with patterns / sketches, the results of the data obtained will be reduced to produce a conclusion in the form of weaknesses, strengths and equations in each space. The overall conclusions will be used as a reference in designing each classroom, library and canteen.

Keywords: Behavior, Students, Space, Trilogy University Campus

(2)

A. PENDAHULUAN

Universitas Trilogi mempunyai visi dan misi utamanya yaitu menghasilkan lulusan yang mampu serta siap bekerja dengan mengedepankan sifat adaptif, inovatif, memiliki karakter berlandaskan nilai-nilai pancasila dan juga mampu ikut serta dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kampus Universitas Trilogi mempunyai beberapa fasilitas atau ruang yang bisa menunjang segala macam aktivitas para mahasiswanya. Ruang-ruang yang menunjang beberapa kegiatan, diantaranya yaitu ruang kelas, perpustakaan, dan kantin. Menurut data yang sudah di lakukan oleh penulis, jumlah ruang kelas di kampus Universitas Trilogi berjumlah 34 ruang tersebar di tiap lantai, memiliki 1 café/kantin, dan 1 perpustakaan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah membuat aturan mengenai beberapa ruang di kampus.

Akan tetapi, kita tidak bisa menggunakan hal itu sebagai tolak ukur satusatunya dalam mendesain suatu ruang. Hal itu dikarenakan masih banyak hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah perilaku pengguna ruang.

Setiap lingkungan akan mempengaruhi perilaku penggunanya. Oleh karena itu, dalam mendesain khsusunya penyusunan furniture harus dipertimbangkan kembali agar desain yang diciptakan mampu menghasilkan pola kegiatan pengguna yang ada di dalamnya dengan baik dan teratur.

Kajian yang akan dilakukan dalam proses yaitu pemetaan langsung pada lokasi. Dengan memperhatikan perilaku dan aktivitas yang terjadi pada setiap ruangnya.

Kajian perilaku mahasiswa terhadap pemanfaatan ruang dalam kampus perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keterkaitan antara desain dan perilaku penggunanya. Kajian ini juga di buat agar nantinya dapat dijadikan panduan desain yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pengguna.

Rumusan Masalah

Bagaimana perilaku mahasiswa saat berada pada ruang kelas, kantin dan perpustakaan ? Tujuan

1. Memberikan fasilitas yang sesuai dengan perilaku mahasiswa pada ruang kelas, kantin dan perpustakaan.

2. Sebagai referensi untuk mendesain.

Manfaat 1. Bagi Penulis

Penelitian ini digunakan untuk menambah wawasan serta menjadikannya referensi untuk mendesain.

2. Bagi Peneliti selanjutnya

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk bahan penelitian selanjutnya yang memiliki keterkaitan dengan penelitian perilaku di ruang-ruang kamus seperti kantin, perpustkaan, dan ruang kelas.

B. STUDI PUSTAKA Universitas Trilogi

Universitas Trilogi didirikan pada tahun 1988 yang berada di bawah naungan Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ).

Universitas Trilogi merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI).

(universitas-trilogi.ac.id)

Definisi Ruang Menurut Lao Tzu

Ruang adalah sebuah “kekosongan” yang berada di sekitar kita, objek, ataupun benda.

Terdapat tiga tahapan hirarki ruang menurut Lao Tzu, yaitu:

1. Ruang adalah hasil serangkaian secara tektonik.

2. Ruang yang juga meliputi bentuk.

3. Ruang sebagai peralihan yang menghubungkan antara dalam dan luar.

(3)

Menurut Plato

Ruang adalah sesuatu yang terlihat dan bisa disentuh, karena mempunya sifat yang berbeda dengan yang lainnya.

Menurut Rudolf Amheim

Ruang adalah sesuatu yang mampu difikirkan dan dibayangkan sebagai suatu kesatuan yang terbatas maupun tak terbatas.

1. Karakteristik Ruang

Menurut Aristoteles, karakteristik ruang seperti lokasi ataupun tempat dimana setiap unsur fisik cenderung berada di dalamnya.

Terdapat 5 karakteristik ruang yakni:

1. Tempat melingkupi objek yang ada padanya.

2. Tempat bukan bagian yang di lingkunginya.

3. Tempat dari suatu objek (tidak lebih besar atau lebih kecil).

4. Tempat dapat dipisahkan dari objek.

5.Tempat tidak akan ditinggalkan objek, walaupun objek terus bergerak.

Menurut data yang dihasilkan dari penelitian.

Universitas Trilogi Terdiri dari beberapa sarana fisiki diantaranya adalah 1 unit perpustakaan, 1 unit kantin, dan 34 unit kelas yang tersebar di 4 lantai, antara lain :

Lantai 1 (4 unit kelas) Lantai 2 (10 unit kelas) Lantai 3 (10 unit kelas) Lantai 4 (10 unit kelas)

Ruang Kelas

Ruang kelas yang nyaman harus terjaga kebersihannya, rapi, dan tidak lembap.

Perletakan tempat duduk yang diatur dengan baik juga mempengaruhi kegiatan di dalamnya, dikarenakan pengguna menjadi lebih leluasa dan mudah dalam berinteraksi antar pengguna lainnya. Misalkan kursi disusun menjadi pola huruf “U”.

Beberapa standar ukuran yang ada di dalam ruang kelas, yaitu:

1. Ruang kelas berukuran min 10×8 meter (Landscape)

2. Tinggi pintu berukuran 170 cm dan lebar 30 cm. (Berdasarkan data antopometri rata-rata tinggi pria dan lebar bahu pria)

3. Jarak antar meja berkisar 50 cm Meja berukuran panjang 1,75 meter (3 Pengguna) dan panjang 1,25 meter (2 Pengguna).

Sedangkan lebar meja berukuran 80 cm untuk semua jenis. Untuk tinggi meja berukuran 72 cm meter

(terukur dari alas sampai dada).

4. Jarak antar kursi 30 cm. Kursi dengan lebar berukuran 40 cm. Dan ketinggian antara dudukan kursi dengan lantai yaitu 60 cm.

Sedangkan tinggi sandaran kursi berukuran 35 cm. (Berdasarkan antopometri rata-rata tinggi lutut wanita)

5. Jarak antar papan tulis dengan kursi paling depan berkisar kurang lebih 3 meter.

Sedangkan jarak antar baris pertama dengan baris ke dua yaitu 60 cm

Pola tempat duduk dibuat seperti pola huruf U yang berarti terbagi menjadi tiga area yaitu tengah, kanan, dan kiri.

Gambar.1

https://somanymany.wordpress.com/2014/05/08/des ain-ruang-kelas/

Keterangan: Contoh pola tempat duduk

Perpustakaan

Standar kenyamanan desain perpustakaan meliputi :

1. Memiliku bukaan yang cukup banyak untuk memaksimalkan penggunaan cahaya alami guna mengurangi tekanan fisik maupun psikis para penggunanya.

(4)

2. Dilengkapi dengan fasilitas berteknologi terkini untuk menunjang aktivitas pengguna dalam membaca buku dengan jangka waktu yang panjang.

3. Bentuk desain yang minimalis dan geometri dengan mengutamakan sirkulasi yang fleksibel.

Gambar 2.

https://media.neliti.com/media/publications/94792I D-perancangan-interior-perpustakaan-kota-s.pdf Keterangan: Contoh desain perpustakaan

Definisi Perilaku Manusia

Perilaku adalah sebuah aksi yang dilakukan oleh manusia dengan segala aktifitas fisik seperti berinteraksi antar sesama maupun dengan lingkungan fisiknya. Oleh karena itu seorang arsitek membutuhkan pengetahuan mengenai apa saja yang dibutuhkan manusia berdasarkan pola perilakunya secara luas. Dengan itu, maka akan menghasilkan perancangan arsitektur yang baik.

(Laurens, 2005)

Dalam teori perilaku (behaviorisme), pola perilaku yang dapat diamati dan dianalisa hanyalah perilaku yang dapat dilihat. Dalam konteks ini, bukan dari segi sifat manusia, namun dari perilaku yang dikendalikan oleh lingkungannya. Beberapa prinsip yang mengacu pada teori ini adalah : objek psikologi merupakan tingkah laku , segala bentuk tingkah dikembalikan lagi pada refleks, dan mementingkan terciptanya kebiasaan. (Tandal &

Egam, 2011)

Proses dan faktor terbentuknya perilaku manusia diantaranya:

1. Kebiasaan

Perilaku yang terjadi dikarenakan sering dilakukan seperti bernyanyi saat mandi.

2. Pengertian

Perilaku yang terjadi karena ada suatu alasan atau pengerti seperti merapikan rambut agar terlihat rapi.

3. Adanya penggunaan contoh Perilaku yang terjadi karena adanya seseorang yang dijadikan contoh atau panutan. Sehingga apa yang dilakukannya sama seperti panutannya tersebut. (Walgito, 2003)

Pengertian Mahasiswa

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Mahasiswa merupakan seorang yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa memegang status pendidikan tertinggi jika dilihat pada struktur pendidikan yang ada di Indonesia 2. Menurut Sarwono

Mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai status ikatan dengan suatu perguruan tinggi dengan batasan umur 18-30 tahun.

C. METODOLOGI

Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Terdiri dari riset dengan metode deskriptif dan analisis.

Penelitian kualitatif bertujuan melihat gambaran detail serta memahami setiap kejadian yang sedang dialami oleh sampel penelitian. Lalu dideskripsikan melalui kata-kata dan bahasa yang alamiah.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kampus Universitas Trilogi yang berlokasi di Jakarta Selatan. Terdapat 15 jurusan dari 3 fakultas.

Lokasi yang digunakan selama penelitian

yaitu pada ruang kelas, ruang kantin, dan ruang

perpustakaan kampus Universitas Trilogi. Hal

ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh

perilaku pengguna terhadap desain dan fasilitas

tiap ruang nya, sehingga peneliti akan lebih

mudah dalam merancang desain ruang dan

fasilitas kampus kedepannya. Untuk waktu

(5)

pelaksanaannya yaitu pada tanggal 28 Januari 2020 pukul 11 siang sampai dengan pukul 3 sore.

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data menggunakan pemetaan Place-Centered Maps. (Adhitama 2013)

Teknik ini berfokus pada perilaku apa saja yang terjadi pada suatu tempat saat periode waktu tertentu. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Membuat layout atau sketsa tempat yang akan di amati dan juga unsur-unsur di dalamnya yang dapat mempengaruhi perilaku pengguna.

2. Mencatat perilaku apa saja yang terjadi saat pengamatan berlangsung dan menggolongkannya dengan menggunakan simbol warna.

Analisa dan Penarikan Kesimpulan

Langkah analisis yang akan dilakukan penulis menggunakan teori antara lain :

1. Reduksi Data

Menyederhanakan hasil yang diperoleh yaitu berupa data selama pengamatan berlangsung.

2. Penyajian data

Peniliti disini akan menyajikan sekumpulan informasi yang tersusun dalam bentuk analisa kegiatan yang terjadi dan memungkinkan adanya penarikan kesimpulan.

3. Kesimpulan

Mencari inti atau makna data dengan merangkum kekurangan dan kelebihan lalu di temukan persamaan. Hasil analisa ini yang akan dijadikan titik ukur dalam perancangan fasilitas ataupun pertimbangan-pertimbangan lainnya.

(Sandu Siyoto & M. Ali Sodik 2015)

D. HASIL STUDI/PEMBAHASAN Analisa Place-Centered Maps:

Gambar 3. Ruang kelas

Zona biru : Belajar, berdiskusi, memperhatikan materi

Zona Hijau : Mengobrol, memainkan hp, membuka laptop

Zona Merah : Mengantuk atau tidur

Zona kuning : Makan, minum, mengobrol, merokok, main game

Zona biru : Membuka laptop, berdiskusi, mengobrol, memainkan hp

Zona hijau : Membuka laptop, memainkan hp, menonton film

Zona kuning : Membaca buku, belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas, mengobrol, mengecas hp/laptop

Gambar 4. Kantin

Gambar 5. Perpustakaan

(6)

Pembahasan A. Ruang kelas

Desain ruang kelas pada Universitas Trilogi sudah hampir menenuhi seluruh kriteria desain yang nyaman.

Kelebihan :

1. Pola tribun membuat pengguna lebih mudah untuk memperhatikan materi di depan kelas.

2. Dua pintu yang disediakan mempermudah pengguna keluar masuk.

3. Jarak antar meja dan kursi sudah memenuhi standar.

Kekurangan :

1. Jumlah pengguna kursi per area terlalu banyak, sehingga pengguna sering kali mengobrol.

2. Bentuk pola tidak berbentuk U membuat suasana kelas kurang ‘hidup’ dikarenakan banyak yang bersantai di area belakang.

B. Perpustakaan Kelebihan

1. Ruang gerak yang disediakan dalam area rak buku membuat pengguna nyaman dalam bergerak

2. Pembagian area cukup jelas. Kekurangan : 1. Jarak antara pintu utama dengan area

membaca cukup jauh.

2. Kursi yang disediakan terbilang sedikit dan terlalu berdekatan sehingga ruang yang digunakan tidak optimal.

C. Kantin

1. Pengguna banyak melakukan kegiatan di luar.

2. fungsi utama ruang itu sendiri. 3. Kegiata n terbanyak yang dilakukan adalah bersantai seperti memainkan hp dan mengobrol.

4. Pengguna cenderung menghindari area yang terlalu padat atau memberi jarak dengan orang yang tidak dikenal.

E. KESIMPULAN

Kesamaan perilaku mahasiswa pada ketiga ruang antara lain :

1. Menjauhi keramaian yang tidak dikenal . 2. Cenderung berkelompok dengan teman yang

dikenal.

3. Sering melakukan kegiatan santai diluar kegiatan yang sehariusnya seperti mengobrol, memainkan hp, menonton film, dan merokok.

Perilaku tersebut terbentuk akibat pengaruh desain ruang yang cenderung luas sehingga pengguna merasa nyaman jika melakukan kegiatan yang santai.

REFERENSI

Adhitama, M.S., 2013, Faktor Penentu Setting Fisik dalam Beraktifitas di Ruang Terbuka Publik “Studi Kasus Alun- Alun Merdeka Kota Malang”,Jurnal RUAS Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. 11 (2).

1693-3702

Adjie, M. Dwi. “Pengaruh Desain Interior Perpustakaan terhadapPembentukan Citra Positif Perpustakaan”. EduLib, Vol. 1 No.1 (2011): 77-86.

Adjie, M. Dwi. “Pengaruh Desain Interior Perpustakaan terhadap Pembentukan Citra Positif Perpustakaan”.EduLib, Vol. 1 No.1 (2011): 77-86.

Alfin Samuel, Mariana Wibowo

https://media.neliti.com/media/publicati ons/94792-ID-perancangan-

interiorperpustakaan-kota-s.pdf Destinadhamayanti,

https://somanymany.wordpress.com/20 14/05/08/desain-ruang-kelas/

Fahmi, Yusri. “Desain Gedung Perpustakaan Perguruan Tinggi”. Khizanah AlHikmah. Vol.1 No. 2. (2013). 139- 145.

Laurens, J.M., 2005,Arsitektur dan Perilaku Manusia,Jakarta: PT Grasindo

Nuraini, K., 2014,Motivasi Berprestasi Mahasiswa Penyandang Tunadaksa [Skripsi], Surabaya: Pengaruh Desain Dan Fasilitas Ruang Kelas Kampus Ums Terhadap Perilaku

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Siyoto, Sandu dan Ali

Sodik.2015.Dasar Metodologi

Penelitian. Yogyakarta : Literasi Media Publishing

Tandal,A.N. & Egam,I P.P., 2011, Arsitektur Berwawasan Perilaku (Behaviorisme), Jurnal Prodi Arsitektur Unsrat. 8 (1).

5367

Gambar

Gambar 3. Ruang kelas

Referensi

Dokumen terkait