• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. THE LOCATIONAL MODEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. THE LOCATIONAL MODEL"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

3. THE LOCATIONAL MODEL

Mencari latar belakang :

1. Variasi geografis dari lokasi

2. Intensitas produksi pertanian dlm industrialisasi ekonomi (model

dampak kota industri)

(2)

1. Johan Heinrich Von Thunen (1783 – 1850)

1. Ingin menentukan

Intensitas optimal

Bentuk usahatani optimal

Kombinasi optimal antara tanaman dan ternak dalam usahatani

2

2. Ingin menunjukkan

bgm urbanisasi

:

❑ Menentukan lokasi dimana komoditi pertanian tertentu diproduksi

❑ Mempengaruhi teknologi dan intensitas pertanaman

Model Lokasi

(3)

2. Theodore W. Schultz ( 1953)

2. Matrik lokasi ini terdiri atas komunitas urban &

komunitas industrial

Pasar input output di daerah yg urban industrialnya maju pesat

Daerah yg perekonomiannya blm beralih ke tahap industri

3

1. Pengemb ekonomi berlangsung dlm matrik lokasi tertentu

Implikasi model lokasi dlm pembangunan pert :

3. Lembaga perekonomian akan bekerja paling baik kalau beroperasi di dekat pusat matrik

pengembangan “urban industrial impact”. Akan terlihat bahwa

Model Lokasi

(4)

Bgm dampak pertumbuhan urban industri yg disalurkan melalui pasar input terhadap output pertanian ?

4

Ada perbedaan pendapat dr ahli ekonomi pembangunan :

1.Merupakan keharusan bagi modernisasi

2.Merupakan eksploitasi bagi sektor pertanian

Model Lokasi

(5)

3. William H. Nicholls -

Studi di Sao Paulo Brazil

Setelah 1940 :

Perkembangan urban industrial

sangat pesat dan jauh melampaui

kenaikan produktivitas pertanian.

Hal ini disebabkan:

1. banyaknya modal yang masuk ke sektor industri 2. banyaknya tenaga kerja yg keluar dr sektor pertanian.

5

Sebelum 1940 :

Perkembangan ekonomi Brazil dari ekspor kopi ➔ merupakan stimulus perkembangan industri

Kendala :

1. Lokasi sumber daya tidak mendukung

2. Tidak adanya lembaga penyuluhan dan pembinaan sehingga tdk dapat merespon kemajuan industri.

(6)

4. Martin T. Katzman (1940 – 1970)

1. Harga produk, nilai tanah dan tingkat penggunaan tanah jauh lebih tinggi dibanding daerah yang jauh dari pasar.

6

Dampak perpindahan ibu kota& pembangunan jalan di Brazil →

daerah pertanian dekat pasar

bercirikan :

2. Ada kecenderungan peningkatan yg tajam dalam investasi

mesin pertanian per hektar per orang

Model Lokasi

(7)

Keterbatasan pengembangan model urban industrial bagi Sektor Pertanian di NSB :

2. Tidak tersedianya teknologi untuk mempercepat perkembangan pertanian

7

1. Sulit mencapai kecepatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk dapat menyerap pertambahan tenaga kerja.

3. Terjadinya “pathological growth” dimana aliran tenaga kerja dari desa ke kota jauh melebihi kebutuhan tenaga kerja sektor non pertanian

Diatasi dgn DESENTRALISASI dalam pengembangan industri sehingga dampaknya lebih efektif

&merata

Model Lokasi

(8)

4. THE DIFFUSION MODEL

Peningkatan produksi pertanian melalui:

penyebaran (difusi) cara2 bercocok tanam, varietas baru, teknologi & manajemen

usahatani.

(9)

di Inggris → botanic garden

sbg pusat transfer, pengujian & pengenalan tanaman baru di Amerika Serikat → DEPTAN

memp kegiatan utama dlm eksplorasi & produksi tanaman baru

9

Model Difusi

Observasi empiris ttg produktivitas lahan & TK

produktivitas lahan

& TK

- antarpetani - antardaerah

penyebaran yg lbh efektif me↓

perbedaan produktivitas

(10)

Pendukung model difusi

banyak yang terkait dengan inovasi dlm pengelolaan usahatani oleh petani sendiri

10

Model Difusi

1. Young (Inggris) :

apa yg dilakukan petani merupakan dasar usahatani ilmiah

2. Baiby :

seorang petani yg maju adalah peneliti yg selalu berupaya me↑ produksi daripada yg diberikan oleh balai penelitian

(11)

Model difusi memberikan dorongan bagi peneliti :

11

1. Farm management, diperluas dengan

metode kuantitatif,

teknik pengolahan data,

ekonomi produksi modern

pengaturan

input utk mencapai ke↑ output per unit input dg me↑ efisiensi pemakaian

input yg ada.

Model Difusi

(12)

12

Rural sociology yg mempengaruhi proses difusi

mencari hub antara

kecepatan difusi dg karakteristik

sosial petani

membantu keefektifan penyuluh pert

me↑ keyakinan policy maker thd model difusi

model ini diharapkan dpt merubah

petani tradisional menjadi rasional

(respon teknologi & alokasi input efisien )

Model Difusi

(13)

Kelemahan :

1. Kebijakan pertanian yg didasarkan pd model difusi ternyata kurang mampu mempercepat proses modernisasi pertanian tradisional

2. kurang mampu menciptakan pertumbuhan output yg tinggi

13

Model Difusi

(14)

5. THE HIGH PAY

OFF INPUT MODEL

(15)

15

Penerapan teknologi di neg maju produktifitasnya jauh lbh tinggi dibanding NSB

perbedaan alokasi SD antara petani progresif &

Petani tradisional di NSB

Teknologi pert sgt tgt pd lokasi tertentu Teknologi yg dikembangkan di neg maju

tdk dpt diterapkan langsung di NSB yg iklim & SD-nya berbeda

Perspektifbaru

Fakta : perlunya realokasi SD

kpd petani tradisional → pe ↑ produktivitas

yg smk ber↓

Th 1960-an model difusi krg berhasil

SCHLUTZ (1984)

Transforming Traditional Agricultural Petani tradisional ”rasional ” & efisien

dlm penggunaan input, ttp mrk tetap miskin krn kesempatan teknis sgt terbatas

Model High Pay Off

(16)

16

pertumb sector pert di neg miskin amat tgt pd

harga

tersedianya input2 modern

ketrampilan

kemampuan lain yg diperlukan agar

pemakaian input modern dpt berhasil.

Kunci keberhasilan utk sektor tradisional mjd

sumber pertumb ek : investasi

tersedia input modern yg high pay off bagi petani di negara2 miskin

(High pay off model)

Model High Pay Off

(17)

Ada 3 investasi yg harus dikembangkan sektor pertanian agar tercapai high

productivity, yaitu investasi bagi kapasitas:

17

1. balai penelitian

→ menghasilkan pengetahuan atau teknis baru 2. industri

→ menghasilkan & memasarkan input baru 3. petani

→ menggunakan input modern scr efektif

Model High Pay Off

(18)

Diawali pada1950-an, dikembangkan varietas gandum & jagung di AS

serta padi ( di Filipina )

varietas baru ini responsif thd penggunaan input modern, efektif dlm pengelolaan tanah & irigasi

18

Kelemahan :

Kurang memperhatikan dampak teknologi baru thd

rural equity

& level of living

Model High Pay Off

Dasawarsa 1960-an Revolusi hijau

…produksi

Pangan dunia meningkat

(19)

Kritik Hayami & Ruttan :

o Mekanisme alokasi SD antara pendidikan,

penelitian & alternatif kegiatan ekonomi lain tdk masuk dlm model

→ model memperlakukan penelitian sbg sumber teknologi baru, tetapi tidak dpt menjelaskan dlm kondisi ekonomi tertentu dpt mendorong

(induced)

pengembangan & adopsi teknologi baru dlm masyarakat

o

Tidak ada penjelasan

ttg proses hubungan antara harga input & output yg dpt mendorong investasi dlm penelitian serta sejalan dengan ketersediaan SD di masyarakat →

inovasi yg didorong

19

Model High Pay Off

(20)

6. THE INDUCED

INNOVATION MODEL

(21)

21

Ada hubungan antara Sumbangan Sumber Daya

& kultural dengan Perubahan teknologi

& perubahan kelembagaan

Pembangunan pertanian berlangsung sebagai proses menuju keseimbangan

antara perubahan2 :SD- Kultural- Teknologi- Kelembagaan

Hubungan kuat SD dng Tek & Kelembagaan

Perspektifbaru

Fakta : ada perbedaan Dorongan Inovasi di lembaga usaha , pasar

dan Lembaga

publik

Hayami & Ruttan (1985)

Hayami & Ruttan (1985) Penerapan Inovasi teknologi → mendorong Inovasi kelembagaan

Penerapan teknologi baru:

mekanis, biologis, kimiawi Perubahan kelembagaan:

hukum, aturan, organisasi

Model Induced Innovation

(22)

Hubungan antara SD-Kultural- Teknologi -Kelembagaan

•Hukum

•Aturan

•Organisasi

•Sosial

•Budaya

•Pendidikan

•Kreatifitas

•Mekanis

•Biologis

•Kimiawi

•Lahan

•TK

•Modal

Sumber Daya

Tekno- logi

Kelem bagaan Kultural

22

Model Induced Innovation

(23)

Globalisasi Pembangunan

23

Perkembangan konsep Dependensi menuju

Interdependensi mendasari transisi dalam perekonomian dunia

Tiga (3) faktor pendukung terjadinya transisi perekonomian dunia:

1. Aliran dana dan pola investasi 2. Perubahan teknologi dan

internasionalisasi

3. Perdagangan dan regulasi global

Mendorong:

1.Industrialisa si di NSB 2. Relokasi industri dari

NM ke NSB 3. Regulasi global brp

GATT

(24)

Strategi Pembangunan menurut Griffin (1988):

1)

Monetaris : efisiensi alokasi SD

2)

Ekonomi Terbuka : perdagangan

3)

Industrialisasi : prioritas industri

4)

Revolusi Hijau: prioritas pertanian

5)

Redistribusi : redistribusi pendapatan

6)

Sosialis: peran pemerintah

24

(25)

3 . Strategi Pembangunan menurut Walterstein (1979)

1.

Memanfaatkan Peluang Pasar Luar Negeri (keunggulan komparatif peluang pasar)

2.

Mengundang Investasi Luar Negeri untuk memanfaatkan upah buruh murah

3.

Menekankan pada kemampuan dalam negeri - Mandiri

25

Referensi

Dokumen terkait

Pemeliharaan transformator dengan melakukan pengujian tegangan tembus secara berkala diharapkan dapat di ketahui kelayakan minyak transformator tersebut untuk

Realisasi pendapatan PPN Triwulan II 2018 sebesar 104,20 miliar, dengan realisasi paling tinggi berasal dari Kota Gorontalo sebesar Rp45,01 miliar atau 43,19 persen dari

Tanaman yang menggunakan pupuk kimia (D1) merupakan tanaman tertinggi namun memiliki diameter batang yang sangat kecil sehingga membuat tanaman ini tidak telalu

Dalam pengambilan data di lapangan terbagi atas 4 jalur di kecamatan suhaid di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, dengan panjang 500 meter dan lebar 20

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Data Mining

Berdasarkan grafik pada Gambar 10, Gambar 11 dan Gambar 12 di atas, bahwa penggunaan variasi jarak antar baut apabila ditambahkan variasi panjang jarak antar baut

Dilihat dari grafik pengaruh kadar aspal terhadap campuran dapat disimpulkan bahwa grafik yang terbentuk adalah grafik parabola, artinya pada grafik ini ada nilai

If any Director appointed by the Company in General meeting vacates office as a Director before his term of office will expire in the normal course, the resulting casual vacancy may