• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 2020"

Copied!
242
0
0

Teks penuh

(1)

2020

Rencana Kerja dan Anggaran

Capaian kerja organisasi Realisasi anggaranEvaluasi internal Optimalisasi penganggaran berbasis kerja

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN

PEMBIAYAAN DAN RISIKO

(2)

i

I.

DAFTAR ISI

I. DAFTAR ISI... i

II. DAFTAR TABEL ...vii

III. DAFTAR GAMBAR ... x

IV. DAFTAR GRAFIK ... xi

I. BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 2

1. Tugas dan Fungsi ... 2

2. Organisasi ... 3

3. Stakeholders Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ... 3

4. Sumber Daya Manusia ... 6

C. Mandat dan Peran Strategis DJPPR...21

1. Pedoman Umum ...21

2. Pedoman Khusus ...21

3. Peran Strategis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko 23 4. Program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan ...25

5. Sistematika Laporan...28

BAB II PERENCANAAN KINERJA ...30

A. Rencana Strategis ...30 1. Visi...31 2. Misi ...31 3. Nilai-Nilai ...31 4. Tujuan ...32 5. Sasaran Strategis ...32 6. Kebijakan ...33 7. Strategi ...34

8. Program dan Kegiatan ...34

B. Rencana Kerja, Rencana Kerja dan Anggaran, dan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ...35

1. Rencana Kerja ...35

(3)

ii

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ...57

A. Capaian Kinerja Organisasi ...57

1. Capaian IKU Tahun 2020 ...57

2. Perbandingan Capaian IKU Tahun 2018-2020...60

3. Evaluasi dan Analisis Kinerja Tahun 2020 ...64

B. Realisasi Agenda Prioritas ... 158

1. Pengembangan Pembiayaan Proyek Infrastruktur melalui Penerbitan SBSN dengan Skema Investasi Pemerintah... 158

2. Pembangunan Sistem Monitoring Pembiayaan yang Terintegrasi dengan Perencanaan (Planning) dan Penganggaran (Budgeting) ... 158

3. Pembangunan Sistem Aplikasi Pengelolaan Hibah Langsung Pemerintah yang Komprehensif ... 159

4. Pembangunan Aplikasi Sistem Monitoring Risiko Keuangan Negara .... 159

5. Implementasi Kebijakan Dasar Pembiayaan Ekspor Nasional... 160

C. Realisasi Anggaran ... 160

D. Kinerja Lainnya ... 166

1. Pembiayaan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui skema berbagi beban (burden sharing) antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). ... 166

2. Pembentukan Jabatan Fungsional Analis Pembiayaan dan Risiko Keuangan ... 168

3. Infest Goes to Campus, Kolaborasi Bersama Akademisi untuk Pemulihan Ekonomi... 169

4. Perkembangan Credit Rating Indonesia Tahun 2019 ... 171

5. Inovasi Layanan Publik 2020 berupa e-Monev Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ... 173

6. Pembangunan Activity Based Workplace (ABW)... 174

7. Pencapaian Prestasi Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara Tahun 2020 ... 176

8. Penghargaan yang diperoleh DJPPR selama tahun 2020... 177

9. Inisiatif Peningkatan Akuntabilitas Kinerja ... 179

E. Evaluasi Internal... 198

BAB IV PENUTUP ... 203

A. Simpulan ... 203

B. Kendala dalam Pencapaian Kinerja... 203

(4)

vii

II.

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Komposisi Pegawai Menurut Golongan ... 7

Tabel 2 Komposisi Pegawai Menurut Eselon II ... 8

Tabel 3 Komposisi Pegawai Menurut Jabatan ... 8

Tabel 4 Komposisi Pegawai Menurut Jenis Kelamin ... 9

Tabel 5 Komposisi Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan ...10

Tabel 6 Kegiatan Diklat Internal ...11

Tabel 7 Pengiriman Peserta Diklat/Training/Workshop melalui ...13

Tabel 8 Pengiriman Peserta Diklat/Training/Workshop melalui Sponsor ...18

Tabel 9 Kegiatan Sosialisasi ...19

Tabel 10 Penyelenggaraan Assessment Center ...19

Tabel 11 Administrasi Tugas Belajar Pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ...20

Tabel 12 Administrasi Izin Melanjutkan Pendidikan Di Luar Kedinasan ...21

Tabel 13 Posisi Utang Pemerintah Pusat ...24

Tabel 14 Rumusan Informasi Kinerja Anggaran TA 2020 ...39

Tabel 15 Perbandingan Rencana Kerja tahun 2019 dan Tahun 2020...43

Tabel 16 Perbandingan Pagu Anggaran Tahun 2019 dan 2020 per Kegiatan ...47

Tabel 17 Perbandingan Pagu Anggaran Tahun 2019 dan 2020 per Jenis Belanja ...48

Tabel 18 Tabel Perubahan Sasaran Strategis ...50

Tabel 19 Perubahan IKU...50

Tabel 20 Perubahan Target IKU dan/atau Trajectory ...51

Tabel 21 Target Indikator Kinerja Utama Kemenkeu-One Tahun 2020 ...52

Tabel 22 Matriks Hubungan Sasaran Strategis dalam Renstra 2020-2024 dan IKU ...53

Tabel 23 Capaian IKU DJPPR Tahun 2020 ...57

Tabel 24 Perbandingan Capaian IKU Kemenkeu-One Tahun 2018–2020...60

Tabel 25 Rincian Nilai Kinerja Organisasi ...64

Tabel 26 Rincian Capaian IKU Indeks Optimalisasi Kas Terhadap Bunga Utang ...66

Tabel 27 Pengukuran dampak ekonomi Pinjaman Daerah ...69

Tabel 28 Pengukuran Dampak Ekonomi pada PTN/PTKIN...69

Tabel 29 Pengukuran Dampak Ekonomi dari Penugasan Khusus Ekspor ...70

Tabel 30 Pengukuran Dampak Ekonomi dari Pengembangan Jaringan Distribusi Listrik ...70

Tabel 31 Dampak Ekonomi dari Penjaminan UMKM...70

Tabel 32 Penjaminan Korporasi Dalam Rangka PEN ...71

Tabel 33 Rincian Kinerja Pemenuhan Pembiayaan 2020 ...74

Tabel 34 Posisi Utang 2015-2020 ...76

Tabel 35 Rincian Realisasi Pengadaan Pinjaman Program Tahun 2020...76

Tabel 36 Penerbitan SUN Tahun 2020 (dalam miliar rupiah) ...78

Tabel 37 Hasil Penerbitan SUN melalui Lelang dan ...80

Tabel 38 Penerbitan SUN Berdenominasi Dual-Currencies (U.S. Dollar dan Euro) ...82

Tabel 39 Penerbitan SUN Berdenominasi U.S. Dollar ...82

Tabel 40 Penerbitan Surat Utang Negara Berdenominasi Yen (dalam miliar) ...83

Tabel 41 Penerbitan Surat Berharga Negara Ritel (dalam miliar)...84

(5)

viii

Tabel 43 Rincian Penerbitan SBSN Tahun 2020 ...86

Tabel 44 Perkembangan Penerbitan SBSN s.d. 2020 ...87

Tabel 45 Realisasi Pembiayaan Infrastruktur Skema KPBU ...89

Tabel 46 Realisasi Pembiayaan Infrastruktur Non-KPBU ...89

Tabel 47 Capaian IKU Pengadaan Pembiayaan Selama 5 Tahun ...92

Tabel 48 Capaian IKU Indeks efektivitas investasi dukungan pemerintah ...96

Tabel 49 Komponen Balance Sheet Vulnerability Index ...99

Tabel 50 Perkembangan Capaian IKU Tingkat Efektivitas Pengendalian Risiko Keuangan Negara ... 100

Tabel 51 Capaian IKU Indeks Kepuasan Pengguna Layanan DJPPR... 105

Tabel 52 Rincian IKU Persentase penyelesaian dan implementasi kebijakan pengelolaan pembiayaan dan risiko 2020 ... 106

Tabel 53 Capaian IKU Indeks penyelesaian kebijakan/regulasi pembiayaan dan risiko108 Tabel 54 Capaian IKU Persentase Pencapaian Target Kerjasama Kelembagaan ... 109

Tabel 55 Capaian IKU Persentase Pencapaian Target Kerjasama Kelembagaan... 110

Tabel 56 Capaian IKU Tingkat Akurasi Perencanaan Pembiayaan Dalam APBN ... 112

Tabel 57 Capaian IKU Tingkat Akurasi Rencana Pembiayaan dalam APBN selama 5 Tahun... 113

Tabel 58 Pertumbuhan nominal kepemilikan SBN ... 117

Tabel 59 Jumlah Investor SBN Domestik Baru... 117

Tabel 60 Persentase Pencapaian Target Pertumbuhan Investor SBN Domestik Dan Pembiayaan KPBU ... 118

Tabel 61 Capaian Target risiko portofolio SBN ... 120

Tabel 62 Capaian IKU Persentase Pencapaian Target Tingkat Likuiditas Pasar SBN... 121

Tabel 63 Capaian IKU Persentase pencapaian target risiko portofolio dan likuiditas SBN ... 121

Tabel 64 Capaian IKU Persentase Rekomendasi Pembiayaan, Penjaminan, Dan Mitigasi Risiko Yang Disetujui Menteri Keuangan ... 126

Tabel 65 Realisasi Penarikan Dana Proyek ... 128

Tabel 66 Realisasi Penarikan Pinjaman Luar Negeri Tahun 2020 (dalam miliar Rupiah) ... 128

Tabel 67 Realisasi Penarikan dana SBSN Proyek Tahun 2020 ... 129

Tabel 68 Capaian IKU Persentase realisasi penarikan dana proyek ... 130

Tabel 69 Rekomendasi Hasil Monev Proyek... 131

Tabel 70 Capaian IKU Persentase tindak lanjut atas rekomendasi hasil monitoring progres proyek/kegiatan ... 133

Tabel 71 Rincian Capaian IKU Indeks Kualitas Pelaporan Keuangan ... 134

Tabel 72 Capaian IKU Indeks kualitas pelaporan keuangan... 135

Tabel 73 Persentase pencapaian target pengembangan kompetensi pegawai dan implementasi learning organization ... 137

Tabel 74 Persentase efisiensi belanja birokrasi, penyelesaian delayering, dan program RBTK... 140

Tabel 75 Rincian Perhitungan Indeks Persepsi Integritas... 143

Tabel 76 Capaian IKU Indeks Integritas Organisasi ... 143

Tabel 77 Rincian Capaian IKU Realisasi Anggaran DJPPR... 145

Tabel 78 Perkembangan Capaian IKU Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran... 146

Tabel 79 Rincian Capaian IKU Tingkat Kualitas Pengelolaan BMN... 148

Tabel 80 Rincian IKU Indeks Kualitas Pengelolaan Sistem TIK ... 152

(6)

ix

Tabel 82 Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Per Jenis Belanja ... 162

Tabel 83 Pagu dan Realisasi Anggaran Per Kegiatan Tahun 2020 ... 163

Tabel 84 Perbandingan Pagu dan Realiasi Anggaran Per Kegiatan Tahun 2019 dan 2020 ... 164

Tabel 85 Indikator Pelaksanaan Anggaran Tingkat Eselon I ... 165

Tabel 86 Credit Rating oleh Beberapa Lembaga ... 171

Tabel 87 Rincian Credit Rating oleh Beberapa Lembaga ... 171

Tabel 88 Penghargaan untuk Green Sukuk Seri SNI0323 ... 178

Tabel 89 Penghargaan untuk Penerbitan Surat Utang Negara ... 178

Tabel 90 Strategi DJPPR Terhadap Agenda Pembangunan 2020-2024 ... 181

Tabel 91 Strategi DJPPR Terhadap Tujuan atau Sasaran Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024... 182

Tabel 92 Korelasi Renstra 2020-2024 dengan Peta Strategi Tahun 2021 ... 184

Tabel 93 Matrik Rencana Kerja DJPPR Tahun 2020 ... 189

Tabel 94 Matrik Rencana Kerja DJPPR Tahun 2021... 190

Tabel 95 Hasil Penilaian Tim Penilai Nasional... 196

(7)

x

III.

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Fungsi DJPPR ... 3

Gambar 2 Struktur Organisasi DJPPR... 3

Gambar 3 Peta Stakeholder DJPPR ... 6

Gambar 4 Inisiatif Charter Penguatan Budaya Organisasi ...26

Gambar 5 Inisiatif Charter Optimalisasi Sistem Layanan Data ...26

Gambar 6 Inisiatif Charter Implementasi Office Automation dalam Rangka Membangun Digital Workplace ...27

Gambar 7 Inisiatif Charter Penguatan Pengelolaan aset Negara untuk...27

Gambar 8 Nilai-Nilai Kementerian Keuangan ...32

Gambar 9 Resource Forum ...38

Gambar 10 Peta Strategi DJPPR Tahun 2020 ...49

Gambar 11 Penambahan Lajur Jalan Bts. Kota Padang – Bts. Kota Painan ...87

Gambar 12 Gedung Perkuliahan IAIN Pekalongan...88

Gambar 13 SPAM Jatigede...89

Gambar 14 Signing Ceremony Penjaminan Proyek distribusi listrik Kalimantan Maluku Papua (KMP) ...91

Gambar 15 PLTP Patuha ...91

Gambar 16 Lingkup dan Kualifikasi Jabaatan ... 169

Gambar 17 Penghargaan Public Relation Indonesia Awards ... 173

Gambar 18 Ruang Activity Based Workplace di DJPPR... 175

Gambar 19 Penghargaan Best Public Debt Office/Sovereign Debt Management Office in East Asia Pacific dari Global Markets ... 178

Gambar 20 Penghargaan WBK Direktorat Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen ... 197

Gambar 21 Penghargaan WBK Sekretariat Direktorat Jenderal ... 197

(8)

xi

IV.

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Komposisi Pegawai Menurut Golongan ... 6

Grafik 2 Komposisi Pegawai Menurut Unit Eselon II... 7

Grafik 3 Komposisi Pegawai Menurut Jabatan... 8

Grafik 4 Komposisi Pegawai Menurut Jenis Kelamin ... 9

Grafik 5 Komposisi Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan ... 9

Grafik 6 Ikhtisar Capaian Kinerja DJPPR Tahun 2020 ...64

(9)

xii

KATA PENGANTAR

Laporan Kinerja (LAKIN) DJPPR Tahun 2020 merupakan perwujudan akuntabilitas dan transparansi kinerja DJPPR yang di dalamnya menguraikan rencana kinerja yang telah ditetapkan, pencapaian atas rencana kinerja tersebut, dan realisasi anggaran. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), sebagai institusi publik, bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, Surat Berharga Negara, dan risiko keuangan secara akuntabel. Rencana Kinerja yang disusun setiap tahunnya berpedoman pada Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024 dan Rencana Strategis DJPPR Tahun 2020-2024. Peran strategis DJPPR tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024 sebagai bagian dalam pencapaian 7 Agenda Pembangunan. Dukungan DJPPR dalam Agenda Pembangunan yaitu pengembangan potensi energi terbarukan, reformasi fiskal dengan mendorong pengembangan skema pembiayaan yang inovatif dan inklusif dengan mengutamakan pendalaman pasar keuangan domestik, optimalisasi pembangunan kawasan strategis prioritas sebagai pusat-pusat pertumbuhan wilayah, Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di luar pulau jawa, keberlanjutan pendanaan dan penguatan tata kelola Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Selain itu, terdapat pula Perluasan skema kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Availability Payment (AP) yang berbasis kinerja serta Program Hibah Jalan Daerah, Pengembangan inovasi pendanaan infrastruktur seperti KPBU, pemanfaatan dana jangka panjang, dan program dana bergulir (revolving fund), Peningkatan pengembangan dan inovasi skema alternatif pembiayaan penanggulangan bencana, serta Penguatan Lembaga pemberi bantuan dan kerja sama pembangunan internasional

Selama tahun 2020, DJPPR telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam peta strategis DJPPR Tahun 2020 yang diterjemahkan dalam Kontrak Kinerja DJPPR Tahun 2020, yang terdiri dari 12 Sasaran Strategis dan 24 Indikator Kinerja Utama (IKU). Dalam Laporan Kinerja DJPPR ini akan dijabarkan perbandingan antara realisasi pencapaian IKU tahun 2020 dengan kontrak kinerja tahun 2019, serta beberapa kinerja lainnya yang telah dicapai oleh DJPPR.

Dari hasil pengukuran kinerja, Nilai Kinerja Organisasi (NKO) DJPPR telah mencapai 113,86 %. Nilai tersebut berasal dari capaian kinerja pada

(10)

masing-xiii masing perspektif yaitu stakeholders perspective, customer perspective, internal

process perspective, dan learning and growth perspective.

Pada tahun 2020 kebutuhan pembiayaan semakin bertambah sehubungan dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, DJPPR mengupayakan strategi pembiayaan APBN 2020 yang oportunistik, terukur, dan prudent untuk mendukung APBN 2020 dalam mempercepat penanganan COVID-19 dan menjaga perekonomian dari ancaman krisis. Pada kuartal IV 2020, target pengadaan pembiayaan yang diukur melalui IKU Persentase pemenuhan target pembiayaan dengan biaya dan risiko yang terkendali dapat tercapai dengan baik. Evaluasi kinerja terus dilakukan secara periodik meskipun secara umum target kinerja di tahun 2020 telah terlampaui. Namun, masih terdapat target kinerja yang memerlukan sejumlah perbaikan inisiatif untuk meningkatkan kinerja di tahun berikutnya.

Akhir kata, semoga laporan kinerja ini dapat memenuhi harapan sebagai pertanggungjawaban kami atas mandat yang diemban dan kinerja yang telah ditetapkan dan sebagai pendorong peningkatan kinerja organisasi Kementerian Keuangan pada umumnya, dan pada DJPPR khususnya.

Jakarta, Februari 2021

Direktur Jenderal

Luky Alfirman

(11)

IKHTISAR EKSEKUTIF

LAKIN DJPPR tahun 2020 adalah merupakan perwujudan akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi DJPPR atas penggunaan anggarannya wujud dari kinerja dalam pencapaian visi dan misi, sebagaimana yang dijabarkan dalam tujuan/sasaran strategis, yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020. Pembiayaan, sebagai bagian dari siklus APBN, memiliki fungsi yang sangat strategis. Program-program pembangunan yang disiapkan oleh K/L bersama Bappenas dan telah disetujui oleh DPR, dalam realisasi pelaksanaan kegiatannya, akan sangat dipengaruhi oleh besaran pembiayaan yang sanggup disediakan dalam setiap tahun anggaran. Pemenuhan kebutuhan target pembiayaan APBN melalui utang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan menjadi tanggung jawab DJPPR.

Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup menantang bagi masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia akibat merebaknya Covid-19 yang ditetapkan statusnya sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada 12 Maret 2020. Untuk mengatasi efek domino yang ditimbulkan pandemi Covid-19, Pemerintah mengambil kebijakan extraordinary dengan memutuskan relaksasi defisit APBN di atas 3% melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020 dan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020. Sebagai konsekuensi dari penambahan kebutuhan belanja yang meningkat, defisit anggaran dan porsi pembiayaan juga semakin bertambah. Untuk itu, diperlukan strategi pembiayaan yang oportunistik namun tetap terukur dan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta fleksibilitas pembiayaan dalam mengelola pembiayaan. Strategi Pembiayaan melalui utang tahun 2020 disusun untuk merespons secara

countercyclical terhadap dampak pandemi Covid-19 dengan tujuan sebagai berikut.

1. Memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN melalui utang tahun 2020 dan membiayai kembali utang jatuh tempo dengan biaya yang optimal dan risiko yang terkendali;

2. Mendukung penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), menjaga stabilitas perekonomian nasional dan/atau sistem keuangan, dengan tetap memperhatikan biaya dan risiko serta kebutuhan pengembangan pasar SBN;

3. Mendukung terbentuknya pasar SBN domestik yang dalam, aktif, dan likuid untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan utang dalam jangka panjang; dan 4. Meningkatkan akuntabilitas publik sebagai bagian dari pengelolaan utang

Pemerintah yang transparan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Di tengah pandemi, Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang menerbitkan SUN denominasi US Dolar dengan total nominal sebesar USD4,3 miliar pada 6 April 2020 dengan tenor 10, 30 dan 50 tahun yang terserap dengan cepat di pasar, dan memperoleh penghargaan Best Sovereigns, Supranationals and Agencies (SSA) Bond dari Global Capital. Selanjutnya pada bulan Juni, Pemerintah kembali memasuki pasar internasional dengan penerbitan Global Sukuk denominasi US Dolar

(12)

dengan tenor 5, 10, dan 30 tahun yang banyak diminati oleh investor, sebesar USD 16,66 miliar dari target penerbitan hanya sebesar USD2,5 miliar. Pada bulan Juli pemerintah melakukan penerbitan Samurai Bonds sebesar JPY100 miliar yang menjadi penerbitan sovereign pertama di pasar Jepang untuk tahun 2020 di samping merupakan penerbitan pertama dari penerbit Asia setelah pandemi. Keberhasilan Pemerintah menerbitkan SBN dengan mata uang asing dalam kondisi pasar keuangan dan perekonomian global yang volatile, menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap kemampuan Pemerintah dalam mengelola keuangan negara secara prudent.

Sepanjang tahun 2020, Pemerintah telah menerbitkan 6 SBN ritel online (e-SBN), antara lain: SBR-009 pada bulan Februari, SR-012 pada bulan Maret, ORI-017 pada bulan Juni-Juli, SR-013 pada bulan Agustus, ORI-018 pada bulan Oktober, dan ST-007 yang merupakan green instrument pada bulan November, serta Cash Waqf

Linked Sukuk Ritel yang diterbitkan pertama kali pada bulan Oktober-November

dengan sistem offline. e-SBN ritel mampu menarik animo yang tinggi dari masyarakat, khususnya generasi milenial. Sepanjang tahun 2020, partisipasi generasi milenial selalu mendominasi pembelian SUN Ritel (SBR009, ORI017, dan ORI018), rata-rata mencapai 43,1% dari total investor dan data pembelian SBSN Ritel (SR012, SR013 dan ST007) rata-rata mencapai 38,4%. Selain itu, keberhasilan penjualan SBN Ritel ditunjukkan melalui seri ORI017 dan SR013 yang meraih capaian penjualan terbesar dan investor terbanyak sepanjang penerbitan SBN Ritel Online sejak tahun 2018.

Selain melalui SBN, Pemerintah mempunyai instrumen pembiayaan yang berasal dari Pinjaman. Salah satu pinjaman yang diterima oleh Pemerintah akibat pandemi Covid-19 adalah pinjaman program “Covid-19 Active Response and

Expenditure Support (CARES)”. Program CARES merupakan suatu kerangka pinjaman

program yang dikoordinasikan oleh Asian Development Bank (ADB) berupa pinjaman bersama (co-financing) dengan beberapa donor lainnya yang bertujuan untuk memberikan dukungan atas paket stimulus pemerintah yang ditujukan untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2020, Pemerintah telah menandatangani 6 (enam) perjanjian dalam kerangka program CARES, antara lain dengan Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), Pemerintah Jerman (KfW) tahap I dan tahap II, serta dengan Pemerintah Australia.

Selain pembiayaan melalui utang, pembiayaan kreatif dan inovatif juga tetap menjadi fokus Pemerintah dalam pembangunan terutama pembangunan infrastruktur meski di masa pandemi. Pembangunan infrastrukur diharapkan dapat menjadi jump start perekonomian setelah pandemi sekaligus merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia untuk lulus dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Pada tahun 2020 telah dilakukan dua penandatanganan Perjanjian Kerjasama Proyek KPBU, yaitu Proyek KPBU Jalintim Sumsel dengan realisasi nominal proyek sebesar Rp1,4 triliun dan Proyek KPBU SPAM Kota Pekanbaru dengan realisasi investasi Badan Usaha sebesar Rp716,22 miliar. Selain itu pada tahun 2020 telah dilaksanakan pemberian Jaminan Pemerintah atas proyek-proyek infrastruktur sebanyak 32 proyek.

(13)

Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan selama tahun 2020 sebagaimana tertuang dalam peta strategi DJPPR Tahun 2020 yang diterjemahkan dalam Kontrak Kinerja DJPPR Tahun 2020. Kontrak kinerja tersebut terdiri dari 12 Sasaran Strategis dan 24 Indikator Kinerja Utama (IKU). Dari 24 IKU yang ditetapkan, terdapat seluruhnya berstatus hijau dengan Nilai Kinerja Organisasi (NKO) DJPPR mencapai 113,86 %.

Inovasi dan perbaikan tata kerja juga terus dikembangkan di antaranya pembangunan aplikasi e-Monev SBSN, implementasi Activity Based Workplace, serta pengembangan dan penyempurnaan Jabatan Fungsional Analis Pembiayaan dan Risiko Keuangan. Sebagai upaya peningkatan integritas, setiap tahun unit eselon II DJPPR mengikuti pembentukan Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Pada tahun 2020 dua unit eselon II di DJPPR yaitu Direktorat Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen dan Sekretariat Direktorat Jenderal telah berhasil memperoleh predikat WBK. Hal tersebut mencerminkan komitmen DJPPR dalam upaya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

(14)

A. Latar Belakang

B. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi

C. Mandat dan Peran Strategis

D. Program Reformasi Birokrasi dan

Transformasi Kelembagaan Tahun 2020

S

E.

istematika Pelaporan

BAB I

(15)

I.

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2015, dibentuk suatu unit pengelola pembiayaan dan risiko, yaitu Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Unit ini sebelumnya bernama Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU). Selanjutnya, dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, diatur tugas dan fungsi organisasi DJPPR terkini. Dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan mutu pelayanan kepada masyarakat, suatu tata kelola yang baik selalu diwujudkan di lingkungan DJPPR. Sehingga, baik struktur maupun tugas dan fungsi selalu disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan organisasi. Unit pengelola utang telah mengalami beberapa kali perubahan seiring dengan semakin meningkatnya kompleksitas pengelolaan utang sebagai akibat semakin besar dan beragamnya jumlah dan jenis utang Pemerintah serta sumber dan skema alternatif pembiayaan yang harus dikembangkan.

Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2018, DJPPR kembali melakukan penataan organisasi dalam rangka penajaman tugas dan fungsi serta harmonisasi terhadap tugas-tugas yang beririsan. Selain hal tersebut juga dilakukan pengembangan organisasi berupa pembentukan Jabatan Fungsional Analis Pembiayaan dan Risiko Keuangan. Perubahan struktur organisasi dilakukan pada beberapa hal tanpa menambah struktur unit yaitu membentuk Subdirektorat Pengelolaan Proyek dan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang menangani pengelolaan pembiayaan proyek SBSN pada Direktorat Pembiayaan Syariah dan menghapus Subdirektorat Pengembangan Pasar, perubahan struktur organisasi berdasarkan sektor pada Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur serta membentuk unit eselon IV Subagian Tata Usaha Pimpinan pada Bagian Umum dengan menggabungkan terlebih dahulu Subagian Gaji dan Subagian Tata Usaha menjadi Subbagian Layanan Gaji dan Tata Usaha. Penataan organisasi ini ditetapkan dengan disahkannya PMK Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.

Penataan organisasi tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.01/2009 tentang Pedoman Penataan Organisasi di Lingkungan Departemen Keuangan bahwa hal tersebut merupakan suatu proses yang dilakukan secara berkesinambungan untuk merespon dinamika perubahan lingkungan dan tuntutan publik, baik sebagai regulator maupun sebagai pemberi layanan kepada masyarakat. Penataan organisasi merupakan upaya untuk menyempurnakan tugas, fungsi, dan struktur organisasi demi terwujudnya pencapaian visi dan misi organisasi secara efektif dan efisien.

(16)

B.

Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi

1. Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan tanggal 31 Desember 2018, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan pembiayaan dan risiko sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya, DJPPR menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga negara, dukungan pembiayaan dan penjaminan pembangunan, dan risiko keuangan;

b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga negara, dukungan pembiayaan dan penjaminan pembangunan, dan risiko keuangan;

c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga negara, dukungan pembiayaan dan penjaminan pembangunan, dan risiko keuangan;

d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga negara, dukungan pembiayaan dan penjaminan pembangunan, dan risiko keuangan;

e. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga negara, dukungan pembiayaan dan penjaminan pembangunan, dan risiko keuangan;

f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko; dan

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan.

Dalam rangka penerapan international best practice organisasi pengelola utang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko melaksanakan mandat peraturan perundangan-undangan melalui 3 fungsi utama dan 1 fungsi pendukung sebagai berikut.

a. Pembiayaan APBN melalui fungsi pengelolaan SUN, SBSN, Pinjaman dan Hibah dilaksanakan oleh:

1) Direktorat Pinjaman dan Hibah (Dit. PH); 2) Direktorat Surat Utang Negara (Dit. SUN); 3) Direktorat Pembiayaan Syariah (Dit. PS); dan

4) Direktorat Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen (Dit. EAS).

b. Pengelolaan Risiko Keuangan Negara melalui fungsi pengendalian pengelolaan risiko dan pengelolaan portofolio, dilaksanakan oleh:

1) Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan (Dit. SPP);

2) Direktorat Pengelolaan Risiko Keuangan Negara (Dit. PRKN); dan 3) Direktorat Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen (Dit. EAS).

c. Dukungan Pembiayaan Infrastruktur berupa fasilitasi pembiayaan infrastruktur, dilaksanakan oleh:

(17)

1) Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (Dit. PDPPI);

2) Direktorat Pinjaman dan Hibah (Dit. PH); 3) Direktorat Pembiayaan Syariah (Dit. PS); dan

4) Direktorat Pengelolaan Risiko Keuangan Negara (Dit. PRKN).

d. Fungsi Supporting and Coordinating Unit (sebagai pendukung dan koordinator kegiatan teknis), dilaksanakan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal.

Gambar 1 Peta Fungsi DJPPR 2. Organisasi

Struktur organisasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko berdasarkan PMK Nomor 217/PMK.01/2018 yang disahkan tanggal 31 Desember 2018, dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

Gambar 2 Struktur Organisasi DJPPR 3. Stakeholders Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Dalam pelaksanaan tugas selaku pengelola pembiayaan dan risiko, peran Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terkait secara

(18)

langsung dengan berbagai institusi baik internal maupun eksternal Kementerian Keuangan, yang dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut. a. Internal Kementerian Keuangan, antara lain dengan:

1) Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), dalam hal penyusunan komponen pembiayaan APBN dan penyusunan dokumen anggaran, dan penyiapan Daftar Kegiatan yang telah mendapatkan alokasi dana dari APBN untuk digunakan sebagai underlying penerbitan Project Based Sukuk;

2) Badan Kebijakan Fiskal (BKF), dalam hal pelaksanaan kebijakan fiskal; 3) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), dalam hal:

a) koordinasi pengelolaan kas khususnya untuk mengharmonisasikan pelaksanaan/eksekusi penerbitan/pengadaan utang tunai dengan ketersediaan kas untuk pembiayaan; dan

b) koordinasi pengelolaan penerusan pinjaman.

4) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dalam hal penyusunan

underlying asset yang akan digunakan dalam penerbitan sukuk;

5) Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dalam hal aspek perpajakan pada pengelolaan utang;

6) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan:

a) Biro Perencanaan dan Keuangan terkait penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Strategis Kementerian Keuangan dan Unit Eselon I, Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran, Laporan Keuangan Kementerian, pengelolaan indikator kinerja utama serta pengelolaan manajemen risiko di lingkungan Kementerian Keuangan

b) Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terkait pelaksanaan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional;

c) Biro Hukum terkait pelaksanaan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas;

d) Biro Advokasi terkait koordinasi dan pelaksanaan penelaahan kasus hukum, memberikan bantuan hukum, pendapat hukum, dan perimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Keuangan;

e) Biro Sumber Daya Manusia terkait pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan DJPPR sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

f) Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terkait pelaksanaan tugas aktivitas komunikasi, layanan informasi kebijakan pengelolaan utang, penyusunan strategi komunikasi kehumasan, penyusunan program komunikasi publik, dan monitoring opini publik;

g) Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan terkait pengelolaan asset Barang Milik Negara DJPPR berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

h) Biro Umum terkait pelaksanaan koordinasi urusan tata usaha dan rumah tangga;

(19)

i) Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan (Pusintek) terkait aspek pengembangan sistem teknologi, informasi, dan komunikasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

j) Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan terkait pelaksanaan analisis, harmonisasi dan sinergi kebijakan atas pelaksanaan program dan kegiatan Menteri Keuangan, pengelolaan program dan kegiatan Menteri Keuangan.

7) Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, dalam hal pelaksanaan reviu APIP terkait penyusunan anggaran BUN dan pengawasan internal Kementerian Keuangan; dan

8) Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) khususnya Pusdiklat Keuangan Umum dan Pusdiklat Pengembangan SDM, dalam hal pelaksanaan Capacity Building Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

b. Eksternal Kementerian Keuangan, antara lain dengan:

1) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dalam hal alokasi pembiayaan melalui utang dalam APBN, persetujuan penggunaan BMN sebagai underlying

asset penerbitan SBSN, dan persetujuan penggunaan dana SAL untuk

pembelian SBN dalam rangka stabilisasi pasar SBN;

2) Bank Indonesia (BI) yang dalam kaitannya dengan pengelolaan utang memiliki dua peran, yaitu:

a) Sebagai pengelola kebijakan moneter dan neraca pembayaran dalam kerangka Asset and Liability Management (ALM); dan

b) Sebagai mitra dalam pengembangan pasar dan sebagai agen lelang, agen penatausahaan utang, dan setelmen utang.

3) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai mitra dalam pengembangan dan pengawasan pasar SBN;

4) pelaku pasar/investor termasuk dealer utama/primary dealers dan peserta lelang, dalam hal mengembangkan kapasitas daya serap pasar dan memperoleh input atas kondisi pasar keuangan pada umumnya (market update), preferensi instrumen, dan rencana alokasi investasi; 5) Investment Bank dan International/Local Legal Counsel, dalam hal

pelaksanaan transaksi penerbitan SBN valas;

6) Lembaga Pemeringkat/Rating Agencies, dalam hal assessment tahunan dan assessment transaksi penerbitan SBN valas;

7) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dalam hal: a) koordinasi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

(RPJM);

b) perencanaan usulan kegiatan yang dapat dibiayai dengan pinjaman atau sebagai underlying asset sukuk project; dan

c) pelaksanaan dan monitoring/evaluasi kegiatan yang dibiayai dari pinjaman.

8) Kementerian/Lembaga, dalam hal pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari pinjaman, serta penyiapan policy matrix atas pinjaman program; 9) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dalam hal pemenuhan

(20)

10)Dewan Syariah Nasional (DSN) – Majelis Ulama Indonesia dalam hal penerbitan Fatwa dan Pernyataan Kesesuaian Syariah (Opini Syariah) penerbitan SBSN;

11) Pemberi Pinjaman/Lender, dalam hal memperoleh informasi mengenai fokus pembiayaan dan indikasi besaran/alokasi pinjaman; dan

12)lembaga atau negara pemberi donor.

Gambar 3 Peta Stakeholder DJPPR

4.Sumber Daya Manusia

a. Gambaran Umum Pegawai

Berdasarkan data pegawai per 31 Desember 2020, jumlah pegawai DJPPR adalah sebanyak 485 orang, dengan penjelasan sebagai berikut: 1) 481 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil;

2) 4 orang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil.

Grafik 1 Komposisi Pegawai Menurut Golongan

(21)

Tabel 1 Komposisi Pegawai Menurut Golongan

Grafik 2 Komposisi Pegawai Menurut Unit Eselon II

No Golongan Pegawai Jumlah Pegawai

1 IV/d 4 2 IV/c 4 3 IV/b 27 4 IV/a 47 5 III/d 80 6 III/c 74 7 III/b 45 8 III/a 60 9 II/d 37 10 II/c 95 11 II/b 10 12 II/a 2 JUMLAH 485

(22)

Tabel 2 Komposisi Pegawai Menurut Eselon II

Grafik 3 Komposisi Pegawai Menurut Jabatan

Tabel 3 Komposisi Pegawai Menurut Jabatan

No Jabatan Pegawai Jumlah Pegawai

1 Eselon I 1 2 Eselon II 7 3 Eselon III 34 4 Eselon IV 133 5 Pelaksana 310 JUMLAH 485

No Unit Eselon II Jumlah Pegawai

1 Sekretariat Direktorat Jenderal 128

2 Direktorat PH 59 3 Direktorat SUN 45 4 Direktorat PS 46 5 Direktorat PRKN 54 6 Direktorat PDPPI 44 7 Direktorat SPP 47 8 Direktorat EAS 62 JUMLAH 485

(23)

Grafik 4 Komposisi Pegawai Menurut Jenis Kelamin

Tabel 4 Komposisi Pegawai Menurut Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Pegawai Jumlah Pegawai

1 Laki-laki 319

2 Perempuan 166

JUMLAH 485

(24)

Tabel 5 Komposisi Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah Pegawai

1 S3 6 2 S2 145 3 S1/D4 164 4 D3 155 5 < D3 15 JUMLAH 485

Untuk program peningkatan kapasitas SDM, DJPPR membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi para pegawai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik melalui program beasiswa maupun dengan biaya sendiri, serta keikutsertaan dalam diklat-diklat baik yang diselenggarakan internal DJPPR maupun BPPK. Sehingga kompetensi para pegawai DJPPR dapat menjadi lebih baik dan dapat menunjang bidang tugas di mana pegawai ditempatkan.

b. Program Pengembangan Pegawai

Dalam rangka peningkatan kapasitas SDM, DJPPR telah melakukan beberapa kebijakan dan kegiatan sebagai bagian program peningkatan kompetensi dan kinerja pegawai guna membentuk sumber daya manusia yang handal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pegawai dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendidikan dan sosialisasi. Penyelenggaraan diklat dimaksudkan untuk menambah wawasan, meningkatkan skill, serta dalam rangka pemenuhan

hard competency dan soft competency para pejabat maupun pegawai

dalam mengerjakan tugas dan fungsinya masing-masing.Penyelenggaraan pelatihan mencakup pelatihan internal dan pelatihan eksternal.

Diklat internal merupakan diklat yang diselenggarakan sendiri oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang pembiayaannya melalui dana DIPA Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Diklat eksternal merupakan diklat yang diselenggarakan oleh mitra Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yaitu Unit Eselon I lainnya seperti Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, BPPK, maupun kerja sama dengan pihak swasta yang pembiayaannya tidak menggunakan dana DIPA Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Adapun penyelenggara diklat utama dari Kementerian Keuangan adalah BPPK. Penyelenggara diklat dari pihak BPPK yaitu Pusdiklat Keuangan Umum, Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Pusdiklat KNPK, dan Pusdiklat Pengembangan SDM. Selain itu Direktorat Jenderal

(25)

Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga bekerjasama dengan pihak luar sebagai sponsor untuk menyelenggarakan diklat atau training.

Pada Tahun Anggaran 2020 Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko telah melaksanakan :

1) Pelaksanaan Diklat Internal

Pada Tahun Anggaran 2020, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko telah menyelenggarakan 34 jenis kegiatan diklat internal bagi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, baik berupa diklat/training, maupun workshop yang pembiayaannya melalui dana DIPA Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Rinciannya adalah sebagai berikut.

Tabel 6 Kegiatan Diklat Internal

No. Nama Kegiatan Waktu

Pelaksanaan

Penyelenggara

1. Pelatihan Coaching and

Counseling Angkatan II

22 s.d. 23

Januari 2020 Mekar Madya PT. Marwita

2. Certified Risk Management

Professional (CRMP)

27 s.d. 31

Januari 2020 Indonesia PT. RAP

3. Certified Securities Analyst

(CSA) 01 Februari s.d. 14 Maret 2020 CSA Institute

4. Fund Manager Training 08 s.d. 22

Februari 2020 PT. Bina Insan Konsulindo

5. Chartered Financial Analyst

Level 1 (CFA) 08 Februari s.d. 29 Juni 2020 Universitas PPA FEB

Indonesia

6. Pelatihan Coaching and

Counseling Angkatan III

10 s.d. 11

Februari 2020 Mekar Madya PT. Marwita

7. Professional Financial Modeler

(PFM)

10 s.d. 14

Februari 2020 PT. Rajawali Consulting

8. Pelatihan Coaching and

Counseling Angkatan IV

12 s.d. 13

Februari 2020 Mekar Madya PT. Marwita

9. Certified Public Accountant

(CPA) Review 27 Agustus 2020 15 Februari s.d. Universitas PPA FEB

Indonesia

10. Certified Risk Management

Officer (CRMO)

17 s.d. 20

Februari 2020 Indonesia PT. RAP

11. Program Memasuki Masa

Pensiun

19 s.d. 21

Februari 2020 PT. Abimata Konsulindo

12. Pelatihan Service Excellent

Batch I

27 s.d. 28

Februari 2020 PT. Abimata Konsulindo

13. Pembekalan Assessment

Center Pejabat Eselon III

24 s.d. 25

Februari 2020 PT. Abimata Konsulindo

14. Pembekalan Assessment

Center Pejabat Eselon III

27 s.d. 28

Februari 2020 PT. Abimata Konsulindo

15. Pembekalan Assessment

Center Pejabat Eselon IV

09 s.d. 10 Maret

2020 PT. Abimata Konsulindo

16. Pelatihan Service Excellent

Batch II

04 s.d. 05 Maret

(26)

No. Nama Kegiatan Waktu Pelaksanaan

Penyelenggara

17. Pelatihan Standardisasi

Presentasi untuk Edukasi Publik

11 s.d. 12 Maret

2020 PT. ZAP Finance

18. Certified Financial Planner

(CFP) Review

14 Maret s.d. 25

Juli 2020 Universitas PPA FEB

Indonesia

19. Pelatihan Coaching and

Counseling Angkatan V

10 s.d. 10 Juni

2020 Mekar Madya PT. Marwita

20. Pelatihan Coaching and

Counseling Angkatan VI

11 s.d. 11 Juni

2020 Mekar Madya PT. Marwita

21. Pelatihan Certified Financial

Planner (CFP)

08 Agustus s.d. 13 September

2020

One Shield

22. Training Development Program 14 Agustus 2020 PT Abimata

23. QMS ISO 9001:2015

Interpretation, Documented Information, and Internal Audit 24 s.d. 26 Agustus 2020 Indonesia PT SGS 24. Pelatihan Impressive Presentation Skill 26 Agustus 2020 Talk Active

25. Bond Market Analysis 01 s.d. 04

September 2020

PT PHEI

26. Refreshment Pembekalan

Assessment Center Eselon IV 07 September 2020 PT Abimata

27. Certified Risk Management

Professional (CRMP)

19 s.d. 23

Oktober 2020 Indonesia PT. RAP

28. Certified Financial Planner

(CFP) Review 24 Oktober s.d. 13 Desember 2020 PPA FEB Universitas Indonesia

29. Ujian Certified Financial

Planner (CFP)

24 s.d. 25

Oktober 2020 FPSB

30. Pelatihan Konseling 02 November

2020 Psikodinamika

31. Certified Risk Management

Officer (CRMO)

11 s.d. 16

November 2020 Indonesia PT. RAP

32. In-House Training Manajemen

Risiko

26 November

2020 Pengembangan Lembaga

Perbankan Indonesia

33. Pelatihan Konselor Lanjutan

bagi Pegawai DJPPR

08 Desember

2020 Psikodinamika Biro Psikologi

34. Certified Risk Management

Professional (CRMP) Desember 2020 14 s.d. 18 Indonesia PT. RAP

2) Pengiriman Peserta Diklat/Training/Workshop melalui BPPK, Unit Eselon I Lain, dan Sponsor

Selain pelaksanaan kegiatan training melalui diklat internal, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga telah melakukan pengiriman peserta diklat/training/workshop yang diselenggarakan oleh BPPK sebanyak 96 diklat dengan rincian terlampir.

(27)

Selanjutnya, selain pemenuhan kebutuhan training melalui BPPK, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga bekerjasama dengan para sponsor untuk menyelenggarakan training maupun workshop bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dengan rincian sebagai berikut.

Tabel 7 Pengiriman Peserta Diklat/Training/Workshop melalui BPPK, Unit Eselon I Lain, dan Sponsor

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

1. E- Learning Pengenalan Pengelolaan Kinerja Angkatan I

13 Januari 2020 Pusdiklat KU

2. E-Learning Teknik Penulisan Artikel

13 Januari 2020 Pusdiklat KU

3. E- Learning Pengolahan Data & Visualisasi Pelaporan

15 Januari 2020 Pusdiklat KU 4. Pelatihan Persiapan Purnabhakti Angkatan I 20 Januari 2020 Pusdiklat KU 5. Orientasi CPNS Kementerian Keuangan Angkatan I 27 Januari 2020 Pusdiklat KU

6. Pelatihan Menulis Media Massa

27 Januari 2020 Pusdiklat KU

7. Pelatihan Pengolahan Data & Visualisasi Pelaporan

Angkatan I

27 Januari 2020 Pusdiklat KU

8. Pelatihan Project Management Angkatan I

27 Januari 2020 Pusdiklat KU

9. Pelatihan Jurnalistik 10 Februari 2020 Pusdiklat KU

10. Pelatihan Penyusunan

Rencana Strategis Angkatan I

12 Februari 2020 Pusdiklat KU

11. Pelatihan Obligasi Tk. Dasar 17 Februari 2020 Pusdiklat AP 12. Workshop Best Practise atas

Penerapan Second Line of Defense di Sektor Publik

18 Februari 2020 Pusdiklat KU

13. Pelatihan Legal Drafting 24 Februari 2020 Pusdiklat KU

14. Pelatihan Pelatihan Pejabat Pembuat Komitmen

24 Februari 2020 Pusdiklat AP

15. Pelatihan Effective Negotiation Skills

02 Maret 2020 Pusdiklat PSDM

16. Pelatihan Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja

02 Maret 2020 Pusdiklat AP

17. E- Learning Pengenalan

Pengelolaan Kinerja Angkatan III

01 April 2020 Pusdiklat KU

18. E-Learning Basic of

Macroeconomics: Concept and Policies Angkatan I

01 April 2020 Pusdiklat KU

19. E-Learning Pengelolaan Utang Angkatan I

(28)

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

20. MicrolearningPeningkatan Kompetensi Manajerial Teamwork and Collaboration

03 April 2020 Pusdiklat PSDM

21. Program Digital Learning Manajemen Keuangan Negara Angkatan I

06 April 2020 Pusdiklat AP

22. Global Development Learning Network Seminar Series Public Sector Innovation for

Sustainable Development

09 April 2020 Pusdiklat KU

23. Program Digital Learning

Manajemen Keuangan Negara Angkatan II

13 April 2020 Pusdiklat AP

24. Microlearning Peningkatan Kompetensi Manajerial Drive for Result

14 April 2020 Pusdiklat PSDM

25. E-learning prinsip-prinsip manajemen keuangan satuan kerja pemerintah pusat bagi kementerian keuangan

20 April 2020 Pusdiklat AP

26. e-Learning Tata Cara Ganti

Kerugian Negara Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara

20 April 2020 Pusdiklat AP

27. E-Learning Basic of

Macroeconomics: Concept and Policies Angkatan II

21 April 2020 Pusdiklat KU

28. E-Learning Pengelolaan Utang Angkatan II

21 April 2020 Pusdiklat KU

29. Microlearning Peningkatan Kompetensi Manajerial Planning and Organizing

21 April 2020 Pusdiklat PSDM

30. e-Learning Tata Cara Ganti Kerugian Negara Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara

27 April 2020 Pusdiklat AP

31. Open Class Family Financial

Plan Angkatan I

27 April 2020 Pusdiklat KU

32. Microlearning Peningkatan Kompetensi Manajerial Quality Improvement 28 April 2020 Pusdiklat PSDM 33. E-Learning Information Securities Awareness Angkatan I 04 Mei 2020 Pusdiklat KU

34. e-Learning Tata Cara Ganti

Kerugian Negara Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara 04 Mei 2020 Pusdiklat AP 35. Microlearning Peningkatan Kompetensi Manajerial Leadership 04 Mei 2020 Pusdiklat PSDM

(29)

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

36. Program Digital Learning Manajemen Keuangan Negara Angkatan III

04 Mei 2020 Pusdiklat AP

37. Open Class Media Social Guidance for Life Hack Angkatan II 06 Mei 2020 Pusdiklat KU 38. E-Learning Information Securities Awareness Angkatan II 11 Mei 2020 Pusdiklat KU

39. e-Learning Tata Cara Ganti Kerugian Negara Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara

11 Mei 2020 Pusdiklat AP

40. Pelatihan Persiapan TDP

Level Basic bagi Pegawai DJPPR

11 Mei 2020 Pusdiklat PSDM

41. Microlearning Peningkatan Kompetensi Manajerial Problem Solving Analysis

12 Mei 2020 Pusdiklat PSDM

42. E-Learning Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Tingkat Dasar

18 Mei 2020 Pusdiklat KU

43. E-Learning Pengelolaan Utang Angkatan III

21 Mei 2020 Pusdiklat KU

44. E-Learning Pengenalan Pengelolaan Kinerja Angkatan V

21 Mei 2020 Pusdiklat KU

45. E-Learning Cross Function Pengelolaan Keuangan Negara

01 Juni 2020 Pusdiklat AP

46. E-Learning Kode Etik dan Kode Perilaku PNS Kementerian Keuangan Angkatan V Tahun 2020

08 Juni 2020 Pusdiklat PSDM

47. e-Learning Tata Cara Ganti Kerugian Negara Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara 08 Juni 2020 Pusdiklat AP 48. E-Learning Information Securities Awareness Angkatan III 15 Juni 2020 Pusdiklat KU 49. E-Learning Information Securities Awareness Angkatan IV 22 Juni 2020 Pusdiklat KU 50. E-Learning Information Securities Awareness Angkatan V 29 Juni 2020 Pusdiklat KU

51. Pelatihan TDP Level Basic bagi Pegawai DJPPR

30 Juni 2020 Pusdiklat PSDM

52. E-learning Jenis dan Format Naskah Dinas Angkatan V

(30)

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

53. Rangkaian Microlearning Pelatihan Pengolahan Data dan Visualisasi Pelaporan Angkatan II

06 Juli 2020 Pusdiklat KU

54. E-Learning PKMSK 13 Juli 2020 Pusdiklat PSDM

55. Pelatihan Kode Etik dan Kode Perilaku PNS 13 Juli 2020 Pusdiklat PSDM 56. PJJ Ekonemetrika Tingkat Dasar 13 Juli 2020 Pusdiklat KU 57. E-learning Dasar-dasar Kehumasan Angkatan I 20 Juli 2020 Pusdiklat KU

58. E-learning Jenis dan Format Naskah Dinas Angkatan VI

20 Juli 2020 Pusdiklat KU

59. E-Learning PKMSK 20 Juli 2020 Pusdiklat PSDM

60. Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas

20 Juli 2020 Pusdiklat PSDM

61. PJJ Business English 20 Juli 2020 Pusdiklat KU

62. E-learning multimedia dan desain grafis

27 Juli 2020 Pusdiklat KU

63. PJJ Kehumasan 27 Juli 2020 Pusdiklat KU

64. PJJ Pengenalan Kerangka

SALM

03 Agustus 2020 Pusdiklat KU

65. Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Tahun Anggaran 2020 03 Agustus 2020 Pusdiklat PSDM 66. E-Learning Information Securities Awareness Angkatan X 10 Agustus 2020 Pusdiklat KU

67. E-learning Jenis dan Format

Naskah Dinas Angkatan VII

18 Agustus 2020 Pusdiklat KU

68. E-Learning Penyelesaian Tagihan

24 Agustus 2020 Pusdiklat AP

69. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Pelaksana Angkatan Mengulang I

24 Agustus 2020 Pusdiklat PSDM

70. PJJ Tata Naskah Dinas Angkatan III 31 Agustus 2020 Pusdiklat KU 71. E-Learning Basic Of Macroeconomics: Concepts And Policies 07 September 2020 Pusdiklat KU

72. E-Learning Penyegaran PPK 07 September 2020

Pusdiklat AP

73. PJJ Pengolahan Data dan

Visualisasi Pelaporan Angkatan III

07 September 2020

Pusdiklat KU

74. PJJ Project Management 07 September 2020

Pusdiklat KU

75. PJJ Manajemen Isu 14 September 2020

(31)

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

76. PJJ Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Teknis

14 September 2020

Pusdiklat KU

77. E-Learning Dasar-dasar Export Credit Agency

21 September 2020 Pusdiklat KU 78. E-Learning PPSPM 28 September 2020 Pusdiklat AP 79. PJJ Pengembangan Skema Project Management 05 Oktober 2020 Pusdiklat KU

80. PJJ Pengenalan Export Credit Agency

05 Oktober 2020 Pusdiklat KU

81. Orientasi Kebijakan Publik

Tingkat Dasar

19 Oktober 2020 Pusdiklat KU

82. Pelatihan Kebijakan Fiskal dan

Penyusunan APBN

26 Oktober 2020 Pusdiklat AP

83. E-Learning Mekanisme Penetapan Jabatan dan Peringkat Bagi Pelaksana Angkatan I

02 November 2020 Pusdiklat KU

84. E-Learning PRO UKI 09 November 2020 Pusdiklat KU

85. E-Learning Penyelesaian Tagihan

16 November 2020 Pusdiklat AP

86. Pelatihan Operator SAKTI 16 November 2020 Pusdiklat AP

87. Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Webinar Implementasi Flexible Working Space

18 November 2020 Pusdiklat KU

88. E-Learning Mekanisme Penetapan Jabatan dan Peringkat Bagi Pelaksana (open access)

23 November 2020 Pusdiklat KU

89. e-Learning Program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (RBTK) Angkatan III

23 November 2020 Pusdiklat PSDM

90. PJJ Persiapan Purnabhakti 23 November 2020 Pusdiklat KU

91. PJJ PRO UKI 23 November 2020 Pusdiklat KU

92. Pelatihan Jarak Jauh (PJJ)

Webinar Implementasi Flexible Working Space

25 November 2020 Pusdiklat KU

93. e-Learning Program Reformasi

Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (RBTK) Angkatan IV

30 November 2020 Pusdiklat PSDM

94. Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Webinar Implementasi Flexible Working Space

01 Desember 2020 Pusdiklat KU

95. Pelatihan Jarak Jauh (PJJ)

Webinar Implementasi Flexible Working Space

03 Desember 2020 Pusdiklat KU

(32)

Selanjutnya, selain pemenuhan kebutuhan training melalui BPPK dan Unit Eselon I Lainnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga bekerja sama dengan para sponsor untuk menyelenggarakan training maupun workshop bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dengan rincian sebagai berikut.

Tabel 8 Pengiriman Peserta Diklat/Training/Workshop melalui Sponsor

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

1. Technical Visit on Innovative

Solution for Urban Flood Resillince

02 Februari 2020

World Bank

2. ASEAN Renewable Energy

Project Management Short Course

03 Februari 2020

New Zealand Aid Programme

3. Workshop on Public Sector

Debt Statistic (PSDS)

10 Februari 2020

IMF

4. Geothermal Project

Management Training 18 Februari 2020

FTPP Institut Teknologi

Bandung

5. CCNA Cyber Operations

Specialist

04 Mei 2020 Kominfo

6. Python 04 Mei 2020 Kominfo

7. Project Management Training 24 Juni 2020 BKF

8. E-Learning Analisis Jabatan 12 Oktober 2020

Biro Organta 9. E-Learning Bimbingan Teknis

Program Pengendalian Gratifikasi 09 November 2020 KPK 10. Infrastructure - Financing

Structures, Instruments and Incentives Short Term Award

2020 Pre-Course

24 November 2020

AAS

3) Penyelenggaraan Sosialisasi

Selain penyelenggaraan training, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga menyelenggarakan sosialisasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan para pejabat dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terutama terkait peraturan-peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan yang cukup dinamis. Adapun sosialisasi yang telah diselenggarakan selama Tahun Anggaran 2020 adalah sesuai rincian sebagai berikut.

(33)

Tabel 9 Kegiatan Sosialisasi

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara

1. Workshop Anti Gratifikasi 10 s.d. 10 Februari 2020

DJPPR

2. Bincang Inspirasi "Menjadi SDM

DJPPR yang Unggul dan Semakin Berperan untuk Kemajuan Indonesia"

28 s.d. 28 Februari 2020

DJPPR

3. Leadership Sharing Session dan Pembekalan Mentor dan Talent

16 s.d. 16 April 2020

DJPPR

4. DJPPR Muda Ngabuburit Bersama Dirjen PPR - Tetap Engage Meski in Cage #DiRumahAja

15 s.d. 15 Mei 2020

DJPPR

5. Dirjen Talk - Tetap Engage Meski in Cage

18 s.d. 18 Mei 2020

DJPPR

6. Seminar Manajemen Stress di

Masa Pandemi

20 s.d. 20 Mei 2020

DJPPR

7. Sosialisasi Office Automation dalam rangka Membangun Digital Workspace

23 Oktober 2020

DJPPR

8. Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Pelaporan Gratifikasi melalui Aplikasi Gratifikasi Online

04 Desember 2020

DJPPR

4) Penyelenggaraan Assessment Center

Selain penyelenggaraan training, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga menyelenggarakan Assessment Center dalam rangka meningkatkan soft skill para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Assessment

Center yang telah diselenggarkaan selama Tahun Anggaran 2020 antara

lain sebagai berikut.

Tabel 10 Penyelenggaraan Assessment Center

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara Jumlah

Peserta

1. Assessment Center

Pejabat Eselon III

02 Maret 2020 Biro Sumber Daya Manusia

6

2. Assessment Center

Pejabat Eselon III

03 Maret 2020 Biro Sumber Daya Manusia 5 3. Assessment Center Pejabat Eselon IV 9 September 2020 DJPPR 8 4. Assessment Center

Pejabat Eselon III

15 September 2020

Biro Sumber Daya Manusia 5 5. Assessment Center Pejabat Eselon IV 8 Oktober 2020 DJPPR 4

(34)

No. Nama Kegiatan Tanggal Penyelenggara Jumlah Peserta

6. Assessment Center

Pejabat Eselon III

13 Oktober 2020

Biro Sumber Daya Manusia

1

7. Assessment Center

Pejabat Eselon III

22 Oktober 2020

Biro Sumber Daya Manusia 3 8. Assessment Center Pejabat Eselon II 5 November 2020

Biro Sumber Daya Manusia 1 9. Assessment Center Pejabat Eselon IV dan Pelaksana 17 November 2020 DJPPR 4 10. Assessment Center

Pejabat Eselon III

1 Desember 2020

Biro Sumber Daya Manusia 3 11. Assessment Center Pejabat Eselon IV dan Pelaksana 2 Desember 2020 DJPPR 4 12. Assessment Center Pejabat Eselon II 3 Desember 2020

Biro Sumber Daya Manusia 1 13. Assessment Center Pejabat Eselon IV dan Pelaksana 10 Desember 2020 DJPPR 4 14. Assessment Center

Pejabat Eselon IV 22 Desember 2020

DJPPR 4

5) Tugas Belajar dan Izin Melanjutkan Pendidikan di Luar Kedinasan Dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko telah menyelesaikan administrasi terkait tugas belajar yang diikuti oleh pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko sebagai berikut.

Tabel 11 Administrasi Tugas Belajar Pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

No. Pendidikan Status Jenjang Tahun Awal 2020 Berangkat s.d. Tahun 2020 Selesai Tahun 2020 Proses s.d. Tahun 2020 1. Diploma III Dalam

Negeri 8 0 8 0 2. Diploma IV/ Sarjana Dalam Negeri 18 0 3 15 3. Magister Dalam Negeri 3 2 0 5 Luar Negeri 7 3 7* 3 4. Doktoral Luar Negeri 9 0 3 6 Total 45 5 21 29

*) keterangan : terdapat 1 orang pegawai yang menjalani cuti kuliah dan kembali bekerja.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga telah menyelesaikan administrasi terkait izin melanjutkan pendidikan di luar kedinasan yang diikuti oleh pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko sebagai berikut .

(35)

Tabel 12 Administrasi Izin Melanjutkan Pendidikan Di Luar Kedinasan No. Jenjang Pendidikan Tahun Awal

2020 Mengajukan izin s.d. Tahun 2020 Selesai Tahun 2020 Proses s.d. Tahun 2020

1. Diploma IV/ Sarjana 17 60 10* 67

2. Magister 9 4 1 12

3. Doktoral 1 - - 1

Total 16 9 5 22

*) keterangan : terdapat 1 orang pegawai yang pindah Unit Eselon I.

Dengan komposisi pegawai DJPPR di atas serta program pengembangan pegawai yang terus ditingkatkan, DJPPR terbukti dapat melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Hal ini membuktikan bahwa program pengembangan pegawai DJPPR berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, yaitu dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang berkompeten di bidang tugasnya.

C.

Mandat dan Peran Strategis DJPPR

Tugas dan fungsi DJPPR dilaksanakan berdasarkan mandat yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan, antara lain:

1. Pedoman Umum

a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pengendalian Jumlah Kumulatif Defisit APBN dan APBD, mengatur bahwa:

1) jumlah kumulatif defisit APBN dan APBD dibatasi tidak melebihi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun bersangkutan dan

2) jumlah kumulatif pinjaman Pemerintah dan Pemda dibatasi tidak melebihi 60% dari PDB tahun yang bersangkutan. b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan

Negara, yang mengatur antara lain:

1) pembebanan biaya pengadaan utang/hibah Pemerintah pada APBN dan

2) tata cara pengadaan utang negara dan penerusan utang/hibah luar negeri kepada Pemda dan BUMN/BUMD.

c. Undang-Undang tentang APBN yang ditetapkan setiap tahun antara lain mengamanatkan bahwa Pemerintah dapat melakukan perubahan instrumen utang dalam hal terdapat sumber utang yang lebih menguntungkan.

2. Pedoman Khusus

a. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, yang antara lain mengatur tentang tujuan penerbitan Surat Utang Negara;

(36)

b. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara yang antara lain mengatur tentang tujuan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara;

c. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengadaan dan Penerusan Pinjaman Dalam Negeri Oleh Pemerintah, yang antara lain mengatur tentang penggunaan pinjaman dalam negeri;

d. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah, yang antara lain mengatur tentang perencanaan, penggunaan, penatausahaan, pemantaun, evaluasi, dan pelaporan serta pengawasan pinjaman luar negeri dan hibah;

e. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2011 tentang Dana Perwalian; f. Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2014 tentang Percepatan

Penyediaan Infrastruktur Prioritas;

g. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2020-2024;

h. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat; i. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 86/PMK.05/2008 tentang

Sistem Akuntansi Utang Pemerintah;

j. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.08/2010 tentang Tata Cara Pemilihan Calon Pemberi Pinjaman Dalam Negeri;

k. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 260/PMK.011/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha;

l. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05/2011 tentang Mekanisme Pengelolaan Hibah;

m. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 180/PMK.08/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 224/PMK.08/2011 tentang Tata Cara Pemantauan dan Evaluasi atas Pinjaman dan Hibah Kepada Pemerintah;

n. Peraturan Menteri Keuangan 44/PMK.08/2014 tentang Tata Cara Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pembiayaan Proyek/Kegiatan Melalui Penerbitan SBSN;

o. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 230/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi Hibah;

p. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 14/PMK.08/2012 tentang Tata Cara Pengadaan Pembiayaan yang Bersumber dari Kreditor Swasta Asing;

q. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan;

r. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 129/PMK.011/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kuangan Nomor 265/PMK.08/2015 tentang Fasilitas Dalam Rangka Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi Proyek Kerja sama Pemerintah Dan Badan Usaha;

(37)

s. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.08/2011 tentang Tata Cara Perundingan Perjanjian Pinjaman Luar Negeri;

t. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 17/KMK.08/2020 Tentang Strategi Pengelolaan Utang Negara Tahun 2020-2024; dan

u. Keputusan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Nomor 48/PR/2020 tentang Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2020

3. Peran Strategis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

DJPPR adalah organisasi yang memegang peranan strategis di bidang pengelolaan pembiayaan dan risiko. Peran strategis DJPPR dimaksud digambarkan sebagai berikut.

a. Memenuhi Pembiayaan APBN yang Bersumber dari Utang

Selain penerimaan pajak dan bukan pajak, utang mempunyai kontribusi yang penting dalam menjamin kesinambungan pelaksanaan kegiatan pemerintahan dalam kerangka pembangunan nasional. Sampai saat ini, peranan utang baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri masih menjadi sumber utama pembiayaan APBN. Untuk memenuhi pembiayaan APBN tersebut, pembiayaan melalui utang harus dapat disediakan dalam jumlah yang cukup tersedia pada saat diperlukan dengan biaya yang efisien dan tingkat risiko terkendali.

Utang digunakan untuk membiayai defisit dan sebagian pengeluaran pembiayaan antara lain pelunasan pokok utang jatuh tempo, buyback, dan penerusan pinjaman. Sumber pembiayaan dari utang, meliputi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yaitu Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), serta pengadaan Pinjaman Luar Negeri (Pinjaman Program dan Pinjaman Proyek) dan Pinjaman Dalam Negeri. Selain itu, DJPPR juga mempunyai peranan dalam pengelolaan dukungan pemerintah terkait pembiayaan infrastruktur. Hal ini sangat diperlukan karena terbatasnya pembiayaan yang berasal dari utang dan diperlukan untuk meningkatkan peranan swasta dalam pembangunan infrastruktur pemerintah.

b. Mewujudkan Kesinambungan Fiskal Melalui Pengelolaan Portofolio dan Risiko Pembiayaan

Pengelolaan utang yang dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan transparan dimaksudkan untuk mencapai kondisi keuangan negara yang sehat dan mempertahankan kemampuan negara dalam melaksanakan pembiayaan secara berkesinambungan. Pengelolaan utang yang tidak profesional akan berdampak negatif terhadap kondisi fiskal pemerintah yang tercermin antara lain dalam ketidakmampuan pemerintah membayar kewajiban utang secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, bertambahnya kewajiban utang di luar perkiraan,

Gambar

Grafik 2 Komposisi Pegawai Menurut Unit Eselon II No Golongan Pegawai  Jumlah Pegawai
Tabel 3 Komposisi Pegawai Menurut Jabatan No  Jabatan Pegawai  Jumlah Pegawai
Grafik 4 Komposisi Pegawai Menurut Jenis Kelamin
Tabel 5 Komposisi Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan  No  Tingkat Pendidikan  Jumlah Pegawai
+7

Referensi

Dokumen terkait

Humidifikasi merupakan proses penambahan kandungan air di dalam udara. Dimana fasa cair (air) di kontakkan dengan aliran udara, sehingga kandungan uap air di udara

Polis asuransi jiwa dwiguna adalah sebuah perjanjian asuransi jiwa dimana perusahaan asuransi berjanji, akan memberikan sejumlah uang tetentu kepada pihak yang

Pada ibu : partus macet dan after coming head. Pada bayi : Terjadi afiksia. Dengan dr.SpOG untuk penatalaksanaan persalinan sungsang posisi bokong murni dengan metode

Wawancara pelayanan diadakan (1) untuk berembuk tentang kekuatan, kebutuhan, dan tantangan dari keluarga dan individu yang ditugasi, (2) untuk menentukan apa kebutuhan yang kuorum,

INDONESIA, PT 01.354.002-6.415.000 0050 JL.RAYA MAUK KM.02 PABUARAN TUMPENG,TANGERANG (JL. RAYA PASAR KEMIS, RAJEG KM.8, RT. 01, DESA PASAR KEMIS, TANGERANG, BANTEN JL. RAYA PASAR

Harun Abdullah yang merupakan Pengerusi dan salah seorang Ahli Lembaga Pengarah Universiti Malaysia Sabah dengan ini menyatakan bagi pihak Lembaga bahawa pada pendapat

Dalam penelitian ini, peneliti akan memanfaatkan algoritma apriori untuk mengelompokkan data peminjaman buku perpustakaan pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)