• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI UNJUK KERJA MOTOR DIESEL CAT C32 DENGAN PENGGERAK GENERATOR DI PT PLN (PERSERO) ULP DOBO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OPTIMALISASI UNJUK KERJA MOTOR DIESEL CAT C32 DENGAN PENGGERAK GENERATOR DI PT PLN (PERSERO) ULP DOBO"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

OPTIMALISASI UNJUK KERJA MOTOR DIESEL CAT C32 DENGAN PENGGERAK GENERATOR DI PT PLN (PERSERO) ULP DOBO

Frilly Puttileihalat1*, Totok Widiyanto1

1Teknik Mesin Kilang, PEM Akamigas, Jl Gajah Mada No.38, Cepu, Blora, 58315

*E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Ulp Dobo adalah pembangkit listrik yang bertugas mendistribusikan listrik keseluruh kota Dobo dengan menggunakan Mesin Diesel sebagai pengerak generator untuk menghasilkan listrik. Fungsi dari mesin diesel ini sangat penting untuk kebutuhan masyara- kat sehari-hari untuk itu harus selalu dijaga kehandalan performancenya agar mesin tetap bekerja dengan ideal. Namun pada praktik kerja lapangan terdapat permasalahan yaitu, Dengan hitungan secara teoritis dan data saat beroperasi diperoleh bahwa efisiensi Thermal efektif sebesar 39,58% dan efisiensi Thermal indicator sebesar 49,48% jika dibandingkan dengan data desain yang ada hal ini menunjukan bahwa Mesin Diesel CAT C32 mengalami penurunan efisiensi karena telah terjadi overheat pada system pendingin mesin, setelah mengetahui masalah tersebut maka dari itu dilakukan optimasi dengan cara mengontrol udara yang akan masuk kedalam mesin dan melakukan maintenance pada system pendingin di Mesin Diesel CAT C32, setelah kegiatan pengecekan dan maintenance pada mesin selesai dilakukan dihasilkan efisiensi thermal efektif sebesar 40,64% dan efisiensi thermal indicator sebesar 50,80%. Hal ini mengindikasikan bahwa efisiensi dari Mesin Diesel CAT C32 sudah baik dan dapat beroperasi dengan daya maksimum yang ideal, karena semakin besar efisiensi mesin maka akan semakin bagus performance dari mesin tersebut.

kata kunci : Mesin Diesel CAT C32, efisiensi,maintenance,optimasi

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Mesin Diesel adalah suatu mesin penggerak dan mesin pembangkit yang banyak digunakan oleh industry-industry besar salah satunya yaitu PLN. Mesin Diesel digunakan untuk menggerakan generator dan menghasilkan energy listrik yang akan disuply kepada masyarakat untuk kepentingan kebutuhan sehari-hari. Karena pentingnya fungsi dari mesin

732

(2)

ini, maka dalam menjaga performa mesinn yang optimal diperlukan proses maintenance yang strategis terhadap semua komponen mesin diesel dan juga penunjang agar optimalnya performa mesin diesel selalu tercipta.

Salah satu bentuk pemeliharan yang dalam menjaga performance mesin diesel adalah opti- malisasi. Optimalisasi dilakukan setelah melakukan perhitungan-perhitungan dengan data yang ada dan tersedia, pada proses evaluasi unjuk kerja kita dapat mengambil keputusan baik tidaknya mesin diesel tersebut dan dari hasil evaluasi unjuk kerja mesin diesel diketahui bahwa terjadi penurunan performa pada mesin diesel CAT C32 akibat terjadinya overheat pada system pendingin Mesin Diesel, sehingga diperlukan optimalisasi agar mesin dapat kembali pada kondisi semula. Berdasarkan latar belakang inilah penulis kemudian mengambil judul “ optimalisasi unjuk kerja motor diesel CAT C32 dengan penggerak gen- erator di PT.PLN (PERSERO) ULP DOBO.

1.2 Tujuan

Terdapat beberapa tujuan penulis dalam melakukan optimalisasi : 1. Mengetahui masalah yang terjadi pada mesin diesel CAT C32

2. Melakukan Upaya Evaluasi dan Optimalisasi Pada operasi Motor Diesel CAT C32 3. Mendapatkan keberhasilan dalam upaya optimasi pada mesin diesel CAT C32 1.3 Rumusan Masalah

Dalam penulisan kertas kerja wajib ini, penulis mengkhususkan masalah yang dihada- pi saat melakukan praktik kerja lapangan di PT.PLN Ulp Dobo :

1. Melakukan evaluasi unjuk kerja pada mesin diesel, sehingga perlu melaksanakan optimasi.

2. Sumber penyebab terjadinya penurunan performa pada mesin diesel, sehingga per- lu melaksanakan optimasi.

3. Proses Optimasi apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya masa- lah pada mesin diesel CAT C32.

2. PEMBAHASAN

2.1 Fungsi Motor Diesel CAT C32

Penggunaan motor diesel CAT C32 sangat penting untuk memenuhi kebutuhan listrik pada PLN, PLTD Wamar mempunyai tiga motor diesel CAT C32 800Kw dan sepuluh motor diesel Cummins KTA 50 1000Kw yang ada di sewa. Sebagai peng- gerak mula, motor Diesel CAT C32 digunakan untuk menggerakan generator yang

733

(3)

untuk menghasilkan tenaga listrik. Tenaga yang dihasilkan oleh generator ini kemudian digunakan untuk kebutuhan di PLN Dobo atau kebutuhan listrik lainnya.

2.2 Data-data spesifikasi Motor Diesel CAT C32 dan Generator

Hasil optimalisasi didapatkan dengan perhitungan-perhitungan berdasarkan data spesifikasi dan data operasional sebagai berikut :

Tabel 1 Data Spesifikasi Motor Diesel CAT C32

No. Deskripsi Spesifikasi

1. Merk Caterpillar

2. Tipe C32 PRH06309

3. Langkah 4 langkah

4. Jumlah silinder 12 silinder

5. No. Seri 4476198

6. No. Seri 4476198

7. Tahun 2017

8. Putaran 1500 rpm

9. Diameter Silinder 145 mm

10. Made in US

734

(4)

Tabel 2 Data Spesifikasi Generator

11. Langkah torak 162 mm

12. Compression Ratio 15,0 : 1

13. Konstruksi silinder V

14. Arah putaran Searah jarum jam

15. Starting

16. Pendingin Radiator/Cooler

17. Kapasitas Air 55,1

18. Tekanan Pendingin 60 psi

19. Pelumas Mediteran SX PLUS 15 W-40

No. DESKRIPSI SPESIFIKASI

1. Merk Caterpillar

2. Made in USA

3. Jenis 1100F

4. Fase 3 phase

5. Voltage 400/231 V

6. Current 1443 A

7. Power factor 0,8

8. Putaran 1500 rpm

735

(5)

2.3 Data Operasi Motor Operasi CAT C32

Berdasarkan data boperasi PLTD Wamar pada beban sekitar 85% dari generator, parameter pengamatan yang diambil selama motor diesel beroperasi adalah se- bagai berikut:

2.4 Hasil Optimalisasi

Optimasi adalah suatu upaya untuk menganalisa masalah yang menyebabkan penurunan performance pada motor diesel serta langkah-langkah untuk menangulangi

9. No. Seri CJAZ03259

10. Daya 800 kw

11. Kapasitas 1000 kVA

12. Frekuensi 50 Hz

Tabel 3 Data Operasi mesin Diesel Cat C32

No Parameter Operasi Nilai

1. Putaran Mesin 1500 rpm

2. Tekanan Oli 60 psi

3. Temperatur Air 79

4. Temperatur Udara Luar 30oC

5. Temperatur Udara Masuk Silinder 50oC 6 Tekanan udara keluar silinder 0,1 kg/cm2 7. Tekanan udara masuk silinder 14,7 psia

736

(6)

masalah tersebut agar performa pada motor diesel dapat kembali beroperasi pada kon- disi semula.

Optimasi yang akan dilakukan adalah pada system coolernya motor diesel, karena tekanan dan juga udara masuk yang kedalam silinder jika terlalu tinggi dan kerja me- sin yang diatas daya maksimum akan menyebabkan kebocoran pada radiator sehingga terjadi overheat pada system pendingin dan menyebabkan penurunan performa pada motor diesel dan juga dapat terjadi kerusakan pada silinder mesin dan terjadi penurunan efisiensi kerja mesiin sehingga harus cepat diperbaiki, dalam mencegah masuknya suhu yang udaranya terlau tinggi kedalam silinder maka lakukan pengontro- lan tekanan dan temperature yang akan masuk kedalam silinder dan juga maintenance pada system pendingin.

a. Efisiensi Charge

ch = (

) ( )( )

Dimana :

ch =Efisiensi charge Pa = 14,7 psia

Ta = 34oC = 552,87oR Pd = 14,2 psia

Pc = 14,223 psia Td = 35oC = 554,67oR Tc = 495oC = 1382,67oR r = 15 : 1

Maka :

ch = (

) ( )

= 100%

737

(7)

b. Efisiensi thermal efektif

the =

Untuk nilai pemakaian bahan bakar ( Gf ) dapat dihitung dengan persamaan:

Gf =

Nilai jumlah udara yang dipakai untuk pembakaran dapat dicari dengan persa- maan:

Gu =

Dimana :

Gu = Jumlah pemakaian bahan bakar per silinder Pd = Tekanan udara masuk silinder = 14,2 Psia Vs = Volume silinder (ft3) = 0,0645 ft3

R = konstanta udara = 53,35 lbm ft/lboR

Td = temperature udara masuk silinder = 35oC = 554,67oR Z = 1 (kompresibiitas factor udara.)

Maka pemakaian udara untuk pembakaran (Gu) adalah : Gu =

Maka jumlah pemakaian bahan bakar setiap jam dihitung :

Gf =

Gf =

110,16 lb/jam = 49,96 kg/jam/0,870 kg/liter= 57,42 liter/jam, dengan demikian nilai efisiensi thermal efektif :

the

=

the

=

c. Efisiensi thermal indicator

738

(8)

thi = Dimana :

IHP = 402,25 Gf = 110,16 lb/jam QL = 18292

Maka :

thi =

d. Pemakaian bahan bakar spesifik Bsfc = (lb/HP jam)

Dimana :

Gf = 110,15 lb/jam BHP = 321,80 HP Maka :

Bsfc = lb/HP jam

Tabel 4 Perbandingan Hasil Evaluasi unjuk Kerja dan Optimalisasi CAT C32

parameter Hasil evaluasi unjuk ker- ja

Hasil optimalisasi

Efisiensi Thermal Efektif 39,58% 40,64 %

Efisiensi Thermal Indi- kator

49,48 % 50,80 %

739

(9)

Pemakaian bahan bakar per jam (Gf )

56,68 liter/jam 57,42 liter/jam

Pemakaian bahan bakar spesifik (Bsfc)

0,351 lb/HP jam 0,342 Lb/Hp jam

3. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perhitungan evaluasi unjuk kerja dan hasil perhitungan optimalisasi bisa diambil beberapa kesimpulan yaitu :

1. Penurunan efisiensi performa mesin pada mesin diesel CAT C32 karena terjadi overheat pada system pendingin mesin

2. Efisiensi thermal efektif dari diesel engine CAT C32 setelah di optimalisasi adalah sebesar 40,64% yang berarti sudah beroperasi dengan daya kerja yang ideal karena semakin besar efisiensi mesin maka semakin bagus performanya. Perbandingan yang terlihat jelas adalah pada evaluasi dan optimalisasi pada perhitungan efisiensi charge, pada saat dievaluasi terjadi overheat sehingga terjadi penurunan efisiensi dan juga performa dari mesin diesel CAT C32 sehingga nilai efisiensi charge ada- lah 97% tapi setelah dioptimalisasi dengan melakukan maintenance pada system pendingin maka dihasilkan kenaikan efisiensi charge sebesar 100%.

3. System pendingin tidak bekerja dengan baik sehingga terjadi overheat dan dapat dicegah dengan cara mengontrol tekanan dan temperature yang akan masuk kedalam mesin dan melakukan maintenance pada system pendingin di mesin die- sel CAT C32

4. Harga pemakaian bahan bakar spesifik sudah termasuk ideal untuk operasi kerja mesin diesel CAT C32 karena mesin mempunyai efisiensi yang besar sehingga pemakaian bahan bakarnya pun berkurang dan menyesuaikan dengan performance dari mesin.

740

(10)

4. DAFTAR PUSTAKA

1. Achmad kugairi Samlawi, 2018, “ Motor Bakar” , ULM , Lampung.

2. Muchlisinalahudin, 2018, “Analisis Prestasi Motor Bakar Diesel” Makassar

3. Maleev. V, L. 1995. “ Operasi Dan Pemeliharaan Mesin diesel”, Erlangga, jakarata 4. Maleev V.L, 1945 second edition, “Internal Combustion Engines”, McGraw- Hill

Book Company,Inc, California.

5.

Wiranto, Arismunandar. 1983. “Motor Bakar Torak”. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Daftar symbol:

a = Volume dari theroitical air, Cu ft/lb A = Luas Silinder, inch2

B = Pemakaian Bahan Bakar, lb/HP/jam BHP = Daya Efektif, HP

D = Diameter silinder, inch

e = Udara Lebih, %

Gf = Jumlah pemakaian bahan bakar per jam, lb/jam Gu = Jumlah pemakaian udara per siklus, lb/siklus/silinder IHP = Daya Indikator, HP

i = Jumlah silinder Buah

L = Panjang Langkah, inch

n = Putaran mesin, rpm

N = Daya, HP

QL = Nilai kalor bawah bahan bakar, BTU/lb

741

(11)

r = Perbandingan Kompresi

raf = Ratio Air Fuel, lbudara/lbbahanbakar

T = Suhu oR

V = Volume, ft3

z = Index Sikilus

Z = Faktor Kompresibelitas

h = Effisiensi, %

a = Udara luar

c = Udara keluar silinder

Ch = Charge

d = Udara masuk silinder

e = Efektif rata – rata

f = fuel

i =indikator

id = ideal

m = Mekanik

r = relatif

sfc = spesific

742

Gambar

Tabel 1 Data Spesifikasi Motor Diesel CAT C32
Tabel 3 Data Operasi mesin Diesel Cat C32
Tabel 4 Perbandingan Hasil Evaluasi unjuk Kerja dan Optimalisasi CAT C32

Referensi

Dokumen terkait