• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Umum

Metode penelitian merupakan suatu langkah studi untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu pada suatu masalah, kasus atau fenomena yang muncul.

Sugiyono (2013). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu studi yang menjelaskan keadaan suatu pelaksaan proyek tertentu dengan menggunakan analisis data yang ada. Metode analisis dan deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Analisis artinya suatu informasi yang didapatkan dan diolah dengan metode tertentu sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Sementara metode deskriptif berarti menggambarkan suatu masalah yang telah ada atau sedang terjadi. Konsep nilai hasil akan membahas arah varians biaya dan varians jadwal selama tempo waktu proyek. Dalam studi ini, kita hanya membahas kinerja pekerjaan, perbedaan biaya dan ketermbatan atau kecepatan pekerjaan proyek.

3.2. Deskripsi Proyek

Berikut lokasi studi dengan judul “Studi kasus analisis biaya dan waktu proyek dalam proses kinerja dengan menggunakan earned value methode pada proyek pembangunan Masjid Agung Bima (MAB)” yang akan di bangun di Dusun Godo Desa Dadibou Kecematan Woha Kabupaten Bima yang bersebelahan dengan kantor bupati Bima.

Gambar 3. 1. Denah Lokasi Proyek Masjid Agung Bima (MAB) (Sumber : Google Earth Pro)

(2)

25

Proyek pembangunan Masjid Agung Bima ini merupakan salah satu pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten Bima dalam merealisasiakan janji politiknya sebagai bupati Bima. Pembangunan ini juga merupakan salah satu paket kegiatan yang perencanaanya sedang dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bidang Cipta Karya Kabupaten Bima dengan anggaran tahun 2020-2021. Luas lahan Masjid Agung Bima sekitar ± 40.000 m2, dengan luas bangunan : ± 10.000 m2.

Dari eksisting yang ada memiliki bangunan sementara (temporary) pada proyek. Bangunan sementara adalah bangunan pendukung dalam memudahkan pembangunan, yang mencakup ruang rapat (meeting), ruang direktur, ruang kantor, ruang kantor konsultan, gudang alat dan bahan kontraktor, mushola, tempat tidur pekerja, ruang jaga (keamanan), dan toilet direktur. dan untuk pekerja proyek.

Adapun data-data pendukung yang perlu diketahui tentang proyek proyek pembangunan Masjid Agung Bima (MAB) sebagai berikut :

a. Nama proyek : Masjid Agung Bima (MAB)

b. Lokasi Proyek : Jl. Lintas Sumbawa-Bima (Kab. Bima) c. Pemiliki Proyek : Pemda Kab. Bima

d. Penyelenggara Proyek : Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bidang Cipta Karya Kabupaten Bima

e. Pejabat Pembuat Komitmen : Syarifuddin H. Ndae, ST, MT.

f. Kepala Urusan Teknis : Muhamad Syaeful Bahri, ST, M.SI g. Konsultan : PT. Wahanacipta Bangunwisma h. Kontraktor : PT. Brahmakerta Adiwira KSO. PT.

Budimas

Data-data teknis mengenai Proyek Pembangunan Masjid Agung Bima (MAB) sebagai berikut:

a. Nama pekerjaan : Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bima b. Tahun anggaran : T.A. 2020-2021

c. Luas lahan : ± 40.000 m2 d. Luas bangunan : ± 10.000 m2 e. Jumlah lantai : 3 lantai

(3)

26

f. Nilai kontrak proyek : ± Rp 78.020.000.000,00 (Tujuh Delapan Miliar Dua

Puluh Juta Rupiah)

Gambar 3. 2. Gambar Tampak Rencana Bangunan Masjid Agung Bima Sumber : Data Proyek 2020

Masjid Agung Bima ini yang telah dibangun sejak tahun 2021 oleh PT.

Brahmakerta Adiwira KSO. PT Budimas. Gambar diatas merupakan desain tampak Masjid Agung Bima.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Untuk mempermudah perhitugan, maka penulis langsung studi dan mengumpulkan data dari proyek pembangunan Masjid Agung Bima (MAB).

Adapun data-data yang diperlukan antara lain : 1. Time schedule (Waktu perencanaan)

2. Rancangan anggaran biaya (RAB)

3. Laporan progress harian/mingguan proyek

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ialah langkah-lngkah yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Eksplorasi ini berisi jadwal, ringkasan biaya proyek, dan laporan harian serta laporan mingguan. Dimana informasi yang diperoleh dari konsultan pengawas dalam mengawasi pembangunan proyek tersebut (Balik, 2018).

(4)

27 3.5. Tahapan Penelitian

Pada tahap penelitian terdapat diagram alir atau flowchart yang merupakan penjelasan lebih detail mengenai tahapan penelitian serta analisis agar setiap bagian tahapan saling berkaitan agar hasil yang dicapai lebih baik.

Mulai

Studi Pustaka

Rumusan Masalah

Pengumpulan Data

Data Primer : 1. Observasi

Data Sekunder : 1. RAB

2. Time Schedule 3. Laporan Mingguan

Analisis 1.

1

(5)

28 Lanjutan…

Gambar 3. 3. Diagram Aliran Penelitian Analisis

2.

Persentase Bobot Pekerjaan

BCWS BCWP ACWP

Schedule Varians (SV)

Schedule Performance

Index (SPI)

Cost Varians (CV)

Cost Performance

Index (CPI)

Estimated To Complete

(ETC)

Estimate At Completion

(EAC)

Estimate Complete Date (ECD)

Selesai Kesimpulan

1

(6)

29

Dalam tahapan penelitian menjelaskan bagian penting tentang penelitian dan analisis dimana tahap awal mulai penelitian dengan observasi proyek Pembangunan Masjid Agung Bima (MAB), kemudian dilanjutkan kajian pustaka sebagai teori pendukung penelitian dan menentukan rumusan masalah agar penelitian ini lebih terarah dan melakukan pengumpulan data yaituh data primer dan data sekunder. Untuk data primer adalah hasil dari observasi seperti dokumentasi proyek maupun dalam wawancara dan lain-lain sedangkan data sekunder adalah data RAB, Time Schedule dan Laporan Mingguan kemudian melakuka analisis.

3.4. Analisis Data

Pada studi kasus ini, penulis akan menganalisis data dengan metode nilai hasil (Earned Value Methode). Untuk itu pada penelitian ini akan memakai data dan menganalisis perhitungan dari data proyek yang telah diperoleh langsung dari proyek Pembangunan Masjid Agung Bima (MAB). Dimana langkah-langkah dalam perhitungan data terdapat tiga indikator, yaituh BCWS, BCWP dan ACWP.

Dari ketiga indikator tersebut akan diperoleh varian biaya (Cost Variance), varian jadwal (Schedule Variance), indeks kinerja jadwal (Schedule Performance Index) dan indeks kinerja biaya proyek (Cost Performance Index). Kemudian kita dapat menganalisis kinerja biaya pekerjaan tersisa (Estimated To Complete), total akhir biaya pengeluaran proyek (Estimate At Completion) dan perkiraan waktu penyelesaian proyek (Estimate Complete Date). Selanjutnya perhitungan tabulasi analisis semua analisis dan penggambaran dilakukan dengan bantuan program microsoft exel.

Menurut Budi Santoza (2009), berdasarkan data yang ada, dihitung bobot kerja untuk setiap elemen. Kemudian perhitungan manajemen biaya dan waktu dengan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu:

1. Menghitung Budgeted Cost Of Work Schedule (BCWS) yang didapatkan dari persentase rencana kerja dikalikan dengan total biaya pelaksanaan proyek yang direncanakan.

BCWS = Paket% × BAC

(7)

30

2. Menghitung Budgeted Cost Of Work Performance (BCWP) yang didapatkan dari persentase penyelesaian/pelaksanaan dikalikan total biaya proyek yang direncanakan.

BCWP =% Aktual × BAC

3. Perhitungan Actual Cost Of Performance (ACWP) ini didapatkan dari anggaran aktual yang digunakan untuk kegiatan yang dilakukan.

4. Menghitung Schedule Varians (SV) untuk menentukan deviasi antara nilai BCWP dan BCWS. Jika SV positif, maka lebih banyak pekerjaan desain yang telah diselesaikan daripada yang direncanakan. Sebaliknya, jika nilai negatif berarti kinerja pekerjaan yang buruk karena lebih sedikit pekerjaan yang telah diselesaikan dari yang direncanakan.

SV = BCWP – BCWS

5. Perhitungan Cost Variance (CV) adalah untuk mengetahui apakah proyek yang sedang berjalan sesuai biaya atau di atas anggaran. Dalam perhitungan Cost Variance (CV) didapatkan dari Budgeted Cost Of Work Performance (BCWP) dikurangi dengan Perhitungan Actual Cost Of Performance (ACWP).

CV = BCWP – ACWP

6. Perhitungan Schedule Performance Index (SPI), dalam perhitungan ini didapatkan dari selisih jumlah pekerjaan di lapangan dan saat perencanaan. Jika nilai SPI = 0, maka proyek berjalan tepat waktu, jika nilai SPI < 1 maka progres proyek tertinggal dari rencana. Sebaliknya jika SPI > 1, progresnya lebih cepat dari yang direncanakan.

SPI = BCWP: BCWS

7. Perhitungan Cost Performance Index (CPI), dalam perhitungan ini didapatkan dari selisih biaya pekerjaan yang diselesaikan secara fisik (BCWP) dengan biaya yang dibuat selama tempo yang sama (ACWP).

CPI = BCWP / ACWP

8. Perhitungan Estimated To Complete (ETC) atau estimasi biaya sisa pekerjaan adalah untuk mengetahui perkiraan biaya sisa pekerjaan selama tempo tertentu.

ETC= (BAC - BCWP) / CPI

(8)

31

9. Perhitungan Estimate At Completion (EAC) atau estimasi total biaya proyek selesai adalah untuk mengetahui estimasi total anggaran selama periode tertentu.

EAC = ACWP + ETC

10. Perhitungan Estimate Complete Date (ECD) adalah untuk mengetahui estiamsi atau perkiraan waktu yang tersisa untuk suatu proyek dalam periode tertentu.

EDC = (Waktu Tersisa / SPI) + Waktu yang Berlalu

Gambar

Gambar 3. 1. Denah Lokasi Proyek Masjid Agung Bima (MAB)   (Sumber : Google Earth Pro)
Gambar 3. 2. Gambar Tampak Rencana Bangunan Masjid Agung Bima  Sumber : Data Proyek 2020
Gambar 3. 3. Diagram Aliran PenelitianAnalisis 2.   Persentase Bobot Pekerjaan BCWS BCWP  ACWP Schedule Varians (SV) Schedule Performance Index (SPI) Cost Varians (CV) Cost Performance Index (CPI) Estimated To Complete (ETC) Estimate At Completion(EAC)Esti

Referensi

Dokumen terkait

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, yaitu peserta didik dapat membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan SPLDV serta

Pelatihan Penggunaan sistem mikrokontroler berbasis ESP8266, pada tahap ini tim melakukan pelatihan kepada petugas Laboratorium Avionic ATKP Medan dan dalam

Penelitian mengenai efek pendinginan serta karakteristik aliran dengan menggunakan cross- flow synthetic jet actuator yang telah dilakukan dan berhasil menunjukkan

Data yang didapat adalah hasil evaluasi kemampuan keterampilan klinis mahasiswa di dua kelompok (kontrol dan eksperimen) dengan menggunakan alat ukur cek list

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh koordinator Serambi Difusi Iptek pada tiap triwulan untuk mengetahui kendala yang timbul dalam operasional seluruh kegiatan

Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini akan difokuskan pada “ Hubungan antara Persepsi terhadap Kepemimpinan Transformasional Pemimpin dengan Keterikatan

Sebesar 25 gram ekstrak kental, diperoleh fraksi etil asetat ekstrak etanol jantung pisang mas yang diperoleh sebanyak 5 gram dengan rendemen 20% serta fraksi air kental

Dari hasil kunjungan ini didapatkan persetujuan dengan Bapak Lurah bahwa akan dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik : Pengomposan Sampah