PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
(SAK EMKM) PADA ALYA ORCHIDS BANJARMASIN
Alya Nadhira, Dra. Hj. Isnawati, SE, MM, Ak, CA
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM Banjarmasin
Email: [email protected]
ABSTRACT
Alya Nadhira (2021). Preparation of Financial Statements Based on Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (MSMe) at Alya Orchids Banjarmasin. Supervisor: Dra. Hj. Isnawati, SE, MM, Ak, CA.
The reason of this observe turned into to decide how the practise of monetary statements primarily based at the financial accounting requirements for Micro, Small and Medium Entities (MSMe) at Alya Orchids Banjarmasin.
The kind research uses a quantitative descriptive technique, this method became chosen as it affords a scientific, clear and actual description of the proper utility of SAK EMKM primarily based financial reports. The information collection approach used in the studies is via undertaking interview, field observations and within the shape of facts acquired from Alya Orchids Banjarmasin including: quick history of the agency, organizational structure aand other data that supports the studies.
The results of the research from the business enterprise can be concluded that: Alya Orchids still uses cash-primarily based simple assumptions. So in this observe, Alya Orchids Banjarmasin’s monetary statements were made in accordance with SAK EMKM.
Keyword: Preparation of financial statements, SAK EMKM.
ABSTRAKSI
Alya Nadhira (2021). Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Pada Alya Orchids Banjarmasin. Pembimbing: Dra. Hj. Isnawati, SE, MM, Ak, CA.
Alasan dari penelitian ini adalah untuk memutuskan bagaimana praktik pelaporan keuangan terutama didasarkan pada persyaratan akuntansi keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Alya Orchids Banjarmasin.
Jenis penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif, metode ini dipilih karena memberikan gambaran ilmiah, jelas dan aktual tentang kegunaan SAK EMKM yang tepat terutama berbasis laporan keuangan. Pendekatan pengumpulan informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi lapangan dan berupa fakta-fakta yang diperoleh dari Alya Orchids Banjarmasin meliputi: sejarah singkat instansi, struktur organisasi dan data lain yang mendukung penelitian.
Hasil penelitian dari badan usaha tersebut dapat disimpulkan bahwa: Alya Orchids masih menggunakan asumsi sederhana berbasis tunai. Maka dalam pengamatan ini, laporan keuangan Alya Orchids Banjarmasin dibuat sesuai dengan SAK EMKM.
Kata Kunci: Penyusunan Laporan Keuangan, SAK EMKM.
PENDAHULUAN
Pada 18 Mei 2016 Kongres yang telah dilancarkan DSAK menyatakan SAK EMKM yang diberdayakan Mikro, Kecil serta Menengah sebagai acuan awam bagi umkm dalam menyusun laporan keuangan dan mulai diberlakukan 1 Januari 2018. Kehadiran standar ini dapat menjadi acuan yang lebih praktis bagi gerombolan rakyat yang lebih luas untuk menyusun laporan keuangan yang dapat diterima secara awam. Mitra kecil menganggap bahwa proses akuntansi tidak begitu penting, sehingga mengakibatkan pengelolaan laporan keuangan pada suatu
usaha terkesan begitu apa adanya. Hal ini yang menjadi konflik dalam UMKM khususnya pada sektor keuangan.
Laporan Keuangan menjadi salah satu isu yang sangat krusial untuk pengambilan keputusan investasi. Tujuan dari laporan keuangan ialah menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan serta laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam mengambil keputusan ekonomi oleh siapapun yaang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan spesifik untuk memenuhi info tertentu. Laporan yang baik merupakan laporan keuangan yang sesuai menggunakan standar yang dipergunakan. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia laporan keuangan mempunyai karakteristik yang bermanfaat bagi penggunanya antara lain dapat dipahami, relevan, keandalan serta bisa diperbandingkan.
Penelitian ini adalah replikasi dari penelitian Azik Syaifulloh dengan judul penelitian Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada UMKM Telur Asin Kycin di Surabaya. Hasil penelitian Hendi Rohendi, Muhammad Aldi Firmansyah, Azik Syaifulloh, Baiq Widiastiawati dan Natasha Hillary Simanjuntak menunjukkan bahwa UMKM belum menerapkan dan menyusun laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum. Sehingga laporan keuangan yang dibuat UMKM masih sederhana.
Alya Orchids merupakan usaha dagang yang bergerak dalam bidang perdagangan tanaman hias. Selain itu, Alya Orchids juga menyediakan jasa sewa tanaman ke kantor-kantor, bank maupun instansi lainnya. Produknya berupa tanaman hias, bunga anggrek dan pot serabut. Saat ini Alya Orchids belum membuat laporan keuangan, hanya melakukan pencatatan berupa kas masuk dan kas keluar, masih belum menggunakan pembukuan sesuai dengan SAK EMKM.
Sesuai uraian yang sudah disampaikan diatas betapa pentingnya standar keuangan entitas mikro, kecil serta menengah dalam membentuk laporan keuangan UMKM. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian menggunakan judul “Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Entitas Mikro, Kecil serta Menengah (SAK EMKM) pada Alya Orchids Banjarmasin.”
LANDASAN TEORI
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah
DSAK IAI menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil serta Menengah. Standar ini terdiri dari tiga komponen yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi serta catatan atas laporan keuangan. SAK EMKM memuat pengaturan akuntansi yang lebih sederhana dari SAK ETAP sebab transaksi yang dilakukan oleh EMKM menggunakan pengukuran yangg murni menggunakan biaya historis.
Komponen Laporan Keuangan SAK EMKM 1. Laporan Posisi Keuangan
Laporan Posisi Keuangan mencakup pos-pos sebagai berikut:
1) Aset Lancar: Kas dan setara kas, Piutang dan Persediaan 2) Aset Tetap: Akumulasi Tetap
3) Liabilitas: Utang usaha, Utang Bank 4) Ekuitas: Modal, Saldo Laba
2. Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi mencakup pos-pos sebagai berikut:
1) Pendapatan: Pendapatan Usaha, Pendapatan lain-lain 2) Beban Keuangan: Beban Usaha, Beban lain-lain.
3) Beban Pajak
3. Catatan atas Laporan Keuangan
Berdasarkan IAI SAK EMKM catatan atas laporan keuangan disajikan secara sistematis sepanjang hal tersebut praktis dimana setiap akun pada laporan keuangan memberikan isu terkait dalam catatan atas laporan keuangan yang berisikan tambahan memuat:
1) Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sinkron menggunakan SAK EMKM
2) Ikhtisar kebijakan akuntansi
3) Isu tambahan serta rincian eksklusif yang mengungkapkan transaksi krusial dan material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk memahami laporan keuangan.
KERANGKA KONSEPTUAL
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode ini berupa data angka maupun bilangan. Metode ini dipilih karena memberikan gambaran yang jelas, sistematis dan aktual.
Unit Analisis
Unit analisis dalam penelitian ini adalah data pencatatan kas masuk dan kas keluar serta data-data lain yang mendukung penelitian pada Alya Orchids Banjarmasin.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara, observasi kelapangan serta data yang didapat dari Alya Orchids seperti: sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan data-data lain yang mendukung penelitian.
HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS Gambaran Umum Objek Penelitian
Alya Orchids merupakan usaha yang bergerak dalam bidang usaha dagang tanaman hias. Didirikan pada tahun 2000 oleh ibu Hj. Noor Hasanah SE, MM.
Perusahaan ini berada di Jl. Belitung Darat no. 153/8 RT. 28 RW. 22 Banjarmasin, 70116.
Hasil Penelitian Dan Analisis
Alya Orchids belum membuat laporan keuangan, hanya melakukan pencatatan berupa kas masuk dan kas keluar, masih belum menggunakan pembukuan sesuai dengan SAK EMKM. Selain itu pemilik usaha tidak melakukan pencatatan keuangan apapun.
Pencatatan dan pelaporan keuangan SAK EMKM Alya Orchids disajikan periode Maret 2021. Sebelum melakukan proses penyusunan laporan keuangan terlebih dahulu peneliti melakukan observasi kelapangan untuk pengumpulan data terkait daftar aset yang dimiliki, pemasukan dan pengeluaran kas yang terjadi Maret 2021.
Selanjutnya dilakukan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan siklus akuntansi perusahaan dagang. Siklus akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) menentukan neraca awal, 2) membuat kode akun, 3) membuat jurnal khusus: penerimaan kas dan pengeluaran kas, 4) memposting ke buku besar, 5) Menyusun neraca saldo, 6) Membuat jurnal penyesuaian diantaranya: menghitung persediaan barang dagang akhir, menghitung beban listrik, beban PDAM dan beban gaji serta menghitung penyusunan aktiva tetap, 7) Membuat neraca lajur, 8) Membuat jurnal penutup dan 9) Penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM: laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan.
Setelah siklus pencatatan selesai dilakukan, kemudian dilakukan pelaporan keuangan. Berikut adalah laporan keuangan milik Alya Orchids pada periode Maret 2021.
Laporan Posisi Keuangan
Laporan Laba Rugi
Catatan Atas Laporan Keuangan 1. UMUM
Alya Orchids didirikan di Banjarmasin berdasarkan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) dengan nomor 503 – 3771 . VII / SKTU – B. SEJATI. VI /
DPMPTSP / 2018 tanggal 19 Juli 2018. Alya Orchids bergerak dalam bidang usaha dagang. Alya Orchids memenuhi kriteria sebagai entitas mikro, kecil dan menengah sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2008. Alya Orchids bertempat di Jalan Belitung Darat No. 153/8 RT. 28 RW. 22 Kel. Belitung Selatan, Kec.
Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.
a) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan Keuangan disusun menggunakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM).
b. Dasar Penyusunan
Dasar Penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis dan menggunakan asumsi dasar akrual. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.
c. Persediaan Barang Dagangan
Persediaan Barang Dagangan jenis anggrek sebesar Rp. 140.125.000,- Persediaan Barang Dagangan jenis tanaman hias sebesar Rp.
29.600.000,- Persediaan Barang Dagangan pot serabut sebesar Rp.
2.151.960,- merupakan persediaan toko yang tercatat pada 31 Maret 2021. Menentukan kuantitas persediaan menggunakan metode fisik dan menentukan nilai persediaan menggunakan metode FIFO.
d. Aset Tetap
Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya. Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai residu, terdiri:
1.Jumlah aset tetap bagian umum Rp 12.160.000
Akum. Peny. AT. Bagian umum (Rp 7.544.000)
Nilai Buku Rp 4.616.000
2. Jumlah aset tetap bagian pemasaran Rp 1.923.540.000 Akum. Peny. AT. Bagian pemasaran (Rp 243.167.000)
Nilai Buku Rp 1.680.373.000
e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui pada saat penjualan tunai terjadi, uang diserahkan oleh pelanggan. Beban diakui saat terjadi. Bulan maret penjualan terjadi secara tunai semua.
1) Pendapatan
Pendapatan Sewa Tanaman Rp 69.725.000
Total Pendapatan Rp 69.725.000
Penjualan Anggrek Rp 137.865.000
Penjualan Tanaman Hias Rp 450.000 Penjualan Pot Serabut Rp 2.960.000 Penjualan Pot Keramik Rp 600.000
Total Penjualan Rp141.875.000 Total Pendapatan dan Penjualan Rp211.600.000 2) Beban
Beban Pokok Penjualan:
Tanaman Anggrek Rp 69.468.000
Tanaman Hias Rp 400.000
Pot Serabut Rp 2.161.540
Total Beban Pokok Penjualan Rp 72.029.540
Laba Kotor Rp 139.570.460
Beban Operasional:
Beban Bensin Rp 750.000
Beban Listrik Rp 2.903.000
Beban PDAM Rp 2.904.398
Beban Gaji Rp 25.500.000
Beban Pemeliharaan Rp 17.753.000 Beban Pakis Lempengan Rp 250.000 Pembelian Pot Keramik Rp 854.500 Beban Lain-Lain Rp 11.000 Beban Peny. AT bag. Umum Rp 379.000 Beban Peny. AT bag. Pemasaran Rp 10.685.250
Rp 61.990.148
3. KAS
Kas sebesar Rp 158.422.339,- adalah saldo uang tunai yang terdapat pada kas tanggal 31 Maret 2021
4. Beban-Beban yang masih harus dibayar
a. Beban listrik yang belum dibayar Rp 1.103.000,- adalah beban listrik yang dibebankan dalam bulan maret 2021.
b. Beban PDAM yang belum dibayar Rp 1.020.108,- adalah beban PDAM yang dibebankan dalam bulan maret 2021.
c. Beban gaji yang belum dibayar Rp 8.500.000,- terdiri:
Gaji Bag. Pengirim 3 orang @ Rp 1.500.000,- Gaji Bag. Taman 2 orang @ Rp 1.000.000,- Gaji Bag. Pemasaran 2 orang @ Rp 1.000.000,-
Adalah beban gaji yang dibebankan dalam bulan maret 2021.
5. Saldo Laba
Saldo laba merupakan hasil dari pendapatan dan penjualan sebesar Rp 211.600.000,- dikurangkan dengan beban pokok penjualan sebesar Rp 72.029.540,- maka hasilnya adalah laba kotor sebesar Rp 139.570.460,- kemudian dikurangkan dengan beban operasional sebesar Rp 61.990.148,- hasilnya berupa laba bersih sebesar Rp 77.580.312,-
PENUTUP Kesimpulan
Kendala dari Alya Orchids Banjarmasin menerapkan SAK EMKM dalam proses penyusunan laporan keuangannya adalah sebagai berikut:
1. Terbatasnya sumber daya manusia yang dimiliki Alya Orchids Banjarmasin sehingga catatan keuangan dipegang langsung oleh pemilik perusahaan.
2. Alya Orchids Banjarmasin hanya mencatat transaksi secara sederhana sehingga ada kesulitan dalam proses penyusunan laporan keuangannya.
Saran
Untuk mengatasi kendala-kendala dalam menyusun laporan keuangan diharapkan sebaiknya Alya Orchids memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.Pemilik Alya Orchids sebaiknya menyimpan bukti transaksi dengan rapi sampai akhir tahun untuk membantu dalam penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM.
2.Pemilik Alya Orchids Banjarmasin mencari sumber daya manusia yang memliki pengetahuan akuntansi sehingga dapat membantu perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM di tahun depan.
DAFTAR PUSTAKA
IAI. (2016). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah.
Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan
--- (2018) Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah.
Jakarta
Ikhsan, Arfan. Albra, Wahyuddin. dkk. (2018). Metodologi Penelitian Bisnis:
Untuk Akuntansi dan Manajemen. Medan: Madenatera
Rohendi, Hendi. (2019). Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Politeknik Negeri Bandung
Simanjuntak, H.N. (2020). Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM (Studi Kasus Pada UMKM Restoran Delli Tomohon). Jurnal Akuntansi Manado
Sujarweni, V.Wiratna. (2016). Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Syaifulloh, Azik. (2020). Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada UMKM Telur Asin Kycin di Surabaya. Surabaya: STIE Mahardika Surabaya
Widiastiawati, Baiq. (2020). Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Pada UMKM UD. Sari Bunga. Journal of Accounting, Finance, and Auditing.