• Tidak ada hasil yang ditemukan

Renstra Inspektorat Kota Pontianak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Renstra Inspektorat Kota Pontianak"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Inspektorat.

Inspektorat Kota Pontianak dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Pontianak. Sesuai Peraturan Daerah Kota Pontianak tersebut, Inspektorat Kota Pontianak sebagai institusi (perangkat daerah) yang mengemban tugas dibidang pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, memiliki peran dan tanggung jawab stategis dalam mewujudkan prinsip-prinsip good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tugas pokok Inspektorat Kota Pontianak sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Walikota Pontianak Nomor 58 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Inspektorat Kota Pontianak yaitu membantu Walikota membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh perangkat daerah.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Inspektorat menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;

b. pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Walikota;

d. penyusunan laporan hasil pengawasan;

e. pelaksanaan administrasi inspektorat; dan

f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

Secara struktur organisasi, Inspektorat dipimpin oleh Inspektur yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

GA G A MB M BA AR RA A N N P PE E LA L A Y Y A A N N A A N N I IN N SP S PE E K K T T O O R R A A T T

2

(2)

Inspektur dibantu oleh Pejabat Struktural Eselon III yaitu Sekretaris dan Inspektur Pembantu Wilayah I, II dan III, Kelompok Jabatatan Fungsional Tertentu dan staf.

Susunan Organisasi Inspektorat Kota Pontianak tersebut, terdiri dari:

a. Inspektur;

b. Sekretaris;

1. Kepala Sub Bagian Umum, Aparatur, Evaluasi dan Pelaporan;

2. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

c. Inspektur Pembantu Wilayah I;

d. Inspektur Pembantu Wilayah II;

e. Inspektur Pembantu Wilayah III; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu;

1. Auditor;

2. Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah; dan 3. Auditor Kepegawaian;

Susunan Organisasi Inspektorat Kota Pontianak dalam bagan struktur sebagai berikut :

Gambar 2.1

STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT KOTA PONTIANAK

INSPEKTUR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU

SEKRETARIS

KA. SUBBAG UMUM, APARATUR, EVALUASI DAN

PELAPORAN

KA. SUBBAG PERENCANAAN DAN KEUANGAN

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH II INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III

(3)

Masing-masing jabatan dalam struktur organisasi di atas, memiliki tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Walikota Pontianak Nomor 58 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Inspektorat Kota Pontianak. Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing jabatan sebagai berikut :

1. Inspektur:

Tugas pokok:

memimpin dan mengkoordinasikan program kerja Inspektorat yaitu merumuskan kebijakan teknis, menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

Fungsi:

a) perumusan kebijakan teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan;

b) penyusunan dan perumusan rencana dan program kerja di bidang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan;

c) penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan;

d) pengendalian dan pembinaan teknis di bidang pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan serta pelaksanaan urusan pemerintahan;

e) pengoordinasian, monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan; dan

f) pelaksanaan tugas lain di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang diberikan oleh Walikota.

(4)

Uraian Tugas:

a. merumuskan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pengawasan berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai bahan perumusan kebijakan Walikota;

b. menetapkan program kerja dan kegiatan di bidang pembinaan dan pengawasan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

c. mengkoordinasikan kegiatan di bidang pembinaan dan pengawasan dengan unit kerja terkait agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara terarah, terpadu dan selaras;

d. mendistribusikan tugas-tugas yang berkaitan dengan ruang lingkup, tugas Inspektorat kepada Sekretaris, Inspektur Pembantu Wilayah dan Jabatan Fungsional Tertentu berdasarkan tugas pokok dan fungsi agar tugas dapat terlaksana secara efisien dan efektif dan tepat waktu;

e. memberi petunjuk kerja kepada bawahan secara lisan maupun tulisan sesuai dengan bidang tugasnya agar tugas dapat dilaksanakan secara benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

f. menyelenggarakan pembinaan administrasi keuangan, kepegawaian, perencanaan, perlengkapan dan pengendalian administrasi pemerintahan berdasarkan pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan efisien dan efektif;

g. mengendalikan kegiatan pada Inspektorat mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi agar program dapat terlaksana sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan;

h. mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Sekretaris, Inspektur Pembantu Wilayah dan Jabatan Fungsional Tertentu pada Inspektorat dengan membandingkan antara hasil kerja yang dicapai dengan target kinerja yang telah ditetapkan untuk mengetahui tingkat kinerja yang dicapai;

i. melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Sekretaris Inspektorat, Inspektur Pembantu Wilayah dan Jabatan Fungsional Tertentu dalam

(5)

melaksanakan tugas baik secara preventif maupun refresif untuk menghindari terjadinya kesalahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas;

j. melaporkan kegiatan di bidang pembinaan dan pengawasan kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis sebagai bahan pertimbangan atasan dalam pengambilan keputusan;

k. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Walikota mengenai upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan bidang Pengawasan baik secara lisan maupun tertulis sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan; dan

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi di bidang pembinaan dan pengawasan yang diberikan oleh Walikota.

2. Sekretaris.

Tugas Pokok

merumuskan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang kesekretariatan.

Fungsi:

a. perumusan kebijakan di bidang kesekretariatan;

b. perumusan rencana kerja di bidang kesekretariatan;

c. penyelenggaraan koordinasi pelaksanaan tugas di bidang kesekretariatan;

d. penghimpunan, pengolahan, penilaian dan penyimpanan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional daerah;

e. monitoring dan evaluasi kebijakan di bidang kesekretariatan;

f. pembinaan teknis di bidang kesekretariatan;

g. pelaporan pelaksanaan tugas bidang kesekretariatan;

h. pengelolaan administrasi kesekretariatan; dan

i. pelaksanaan tugas lain di bidang kesekretariatan yang diberikan oleh Inspektur.

(6)

Uraian Tugas:

a. merencanakan program kerja di bidang kesekretariatan berdasarkan sasaran dan program kerja tahunan Inspektorat yang telah ditetapkan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas;

b. mendistribusikan tugas kepada para Kepala Sub Bagian sesuai dengan tugas pokok, fungsi masing-masing Kepala Sub Bagian agar tugas dapat dilaksanakan sesuai dangan rencana yang telah ditetapkan;

c. memberi petunjuk kerja kepada para Kepala Sub Bagian dan staf yang dilakukan secara lisan maupun tertulis agar tugas-tugas yang akan dilaksanakan dapat dipahami secara benar;

d. melakukan pengawasan kepada Kepala Sub Bagian dan seluruh staf di Inspektorat dalam melaksanakan tugas baik secara preventif maupun refresif untuk menghindari terjadinya kesalahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas;

e. mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para Kepala Sub Bagian pada Sekretariat dengan membandingkan antara hasil kerja dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan untuk mengetahui tingkat kinerja yang dicapai;

f. membantu pimpinan dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas-tugas Inspektur Pembantu yang ada di Inspektorat sesuai dengan petunjuk pimpinan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

g. melaksanakan tugas administrasi umum, kepegawaian, evaluasi dan pelaporan serta perencanaan dan keuangan berdasarkan pedoman dan peraturan perundang-undangan sebagai bahan perumusan kebijakan;

h. memfasilitasi kegiatan yang berkaitan dengan tugas Inspektorat sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar;

i. mengajukan saran dan pertimbangan staf kepada Inspektur mengenai upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan bidang kesekretariatan

(7)

baik secara lisan maupun tertulis sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan;

j. melaporkan kegiatan di bidang kesekretariatan baik secara lisan maupun tertulis sebagai bahan pertimbangan atasan dalam pengambilan keputusan;

dan

k. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi di bidang kesekretariatan yang diberikan oleh Inspektur.

Ruang lingkup tugas bidang kesekretariatan meliputi administrasi umum, kepegawaian, evaluasi dan pelaporan serta perencanaan dan keuangan.

3. Kasubbag Umum, Aparatur, Evaluasi dan Pelaporan.

Tugas Pokok.

merencanakan kegiatan, melaksanakan kegiatan dan menyusun laporan di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan.

Fungsi:

a. penyusunan rencana kerja di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan;

b. penyelenggaraan kegiatan di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;

c. penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan;

d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan; dan

e. pelaksanaan tugas lain di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan yang diberikan oleh Sekretaris.

Uraian Tugas:

a. menyusun rencana kerja sub bagian umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan berdasarkan sasaran dan program kerja tahunan Inspektorat yang telah ditetapkan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

(8)

b. membagi tugas dan memberi petunjuk kerja kepada para staf secara lisan dan tertulis agar tugas yang dilaksanakan dapat dipahami secara baik dan benar;

c. melakukan pengawasan kepada staf dalam melaksanakan tugas baik secara preventif maupun represif untuk menghindari terjadinya kesalahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas;

d. mengevaluasi pelaksanaan tugas staf dengan cara membandingkan antara hasil kerja yang dicapai dengan rencana yang telah dibuat untuk mengetahui tingkat kinerja yang dicapai;

e. melaksanakan penataan kearsipan bidang kepegawaian sesuai dengan jumlah pegawai yang ada untuk tertib administrasi;

f. melaksanakan administrasi kepegawaian yang meliputi pengusulan pembuatan Kartu Istri/Kartu Suami (KARIS/KARSU), Kartu Pegawai (KARPEG), Daftar Urut Kepangkatan (DUK), Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Kenaikan Gaji Berkala, Kenaikan Pangkat, Tabungan dan Asuransi Pensiun (TASPEN), Asuransi Kesehatan (ASKES), Ujian Dinas, Pendidikan dan Pelatihan, Satya Lencana, ijin cuti, Kesejahteraan Pegawai, Laporan Pajak- pajak Pribadi (LP2P), inventarisasi penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), usulan formasi dan mutasi pegawai, pensiun, Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja, Evaluasi Jabatan, Kompetensi Jabatan, Standarisasi Jabatan, Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan, pelayanan data dan informasi, serta administrasi kepegawaian internal sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk tertib administrasi kepegawaian;

g. melaksanakan administrasi umum yang berkaitan dengan keprotokolan, perlengkapan dan rumah tangga yang meliputi keamanan, kebersihan, keindahan, penghapusan, pengadaan dan pemeliharaan barang, alat tulis kantor, logistik, operasional kantor, dokumentasi surat menyurat, fasilitasi pertemuan/rapat, urusan perlengkapan dan rumah tangga dinas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi subbag umum, aparatur, evaluasi dan

(9)

pelaporan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

h. menyusun rencana kebutuhan barang dan rencana pemeliharaan barang dan pengelolaan rencana umum pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan sesuai dengan pedoman agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai peraturan perundang-undangan;

i. melaksanakan tugas yang berkaitan dengan pelayanan publik yang meliputi Standar Operasional Prosedur, Standar Pelayanan Publik, Survey Kepuasan Masyarakat, pengolahan pengaduan masyarakat dan memfasilitasi pengembangan budaya kerja sesuai dengan

pedoman dan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan secara efisien dan efektif;

j. melaksanakan penataan kelembagaan sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan sebagai bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;

k. melaksanakan penanganan penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P)dan inventarisasi penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Perangkat Daerah;

l. melaksanakan kegiatan di bidang evaluasi dan pelaporan, meliputi menghimpun dan mencatat Laporan Hasil Pemeriksaan dan Laporan Hasil Evaluasi yang disampaikan Inspektur Pembantu Wilayah melalui Sekretaris Inspektorat dan melakukan tindak lanjut sesuai arahan pimpinan, melaksanakan penatausahaan dan pengoreksian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang disampaikan Inspektur Pembantu Wilayah, melakukan inventarisasi atas temuan hasil pemeriksaan sesuai sifat dan jenisnya serta menyusun statistik pengawasan untuk bahan evaluasi pimpinan, melaksanakan monitoring tindak lanjut hasil temuan pemeriksaan;

m. menyusun konsep naskah dinas yang berkaitan dengan bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan sesuai dengan pedoman dan peraturan

(10)

perundang-undangan untuk diajukan kepada atasan sebagai bahan pelaksanaan kegiatan;

n. melaporkan kegiatan di bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan untuk bahan pertimbangan pengambilan keputusan Sekretaris;

o. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Sekretaris mengenai upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan bidang tugas subbag umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan baik secara lisan maupun tulisan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan; dan

p. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi bidang umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan yang diberikan oleh Sekretaris.

Ruang lingkup tugas sub bagian umum, aparatur, evaluasi dan pelaporan meliputi pengelolaan urusan tata usaha surat menyurat dan kearsipan, fasilitasi pertemuan/rapat, inventarisasi urusan perlengkapan dan rumah tangga, pengkajian dan analisis pelaporan, pelayanan data dan informasi, pelayanan administrasi kepegawaian internal, pelayanan publik, penataan kelembagaan, inventarisasi Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P) dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), inventarisasi hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan, administrasi laporan hasil pengawasan, pelaksanaan evaluasi laporan hasil pengawasan, penyusunan stastistik hasil pengawasan, penyelenggaraan kerjasama pengawasan.

4. Kasubbag Perencanaan dan Keuangan.

Tugas Pokok.

merencanakan kegiatan, melaksanakan kegiatan dan menyusun laporan di bidang perencanaan dan keuangan.

(11)

Fungsi:

a. penyusunan rencana kerja di bidang perencanaan dan keuangan;

b. penyelenggaraan kegiatan di bidang perencanaan dan keuangan berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;

c. penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan dan keuangan;

d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang perencanaan dan keuangan; dan

e. pelaksanaan tugas lain di bidang perencanaan yang diberikan oleh Sekretaris.

Uraian Tugas.

a. menyusun rencana kerja sub bagian perencanaan dan keuangan berdasarkan sasaran dan program kerja tahunan Inspektorat yang telah ditetapkan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

b. membagi tugas dan memberi petunjuk kerja kepada para staf secara lisan dan tertulis agar tugas-tugas yang dilaksanakan dapat dipahami secara baik dan benar;

c. melakukan pengawasan kepada staf dalam melaksanakan tugas baik secara preventif maupun represif untuk menghindari terjadinya kesalahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas;

d. mengevaluasi pelaksanaan tugas staf dengan cara membandingkan antara hasil kerja yang dicapai dengan rencana kerja yang telah dibuat untuk mengetahui tingkat kinerja yang dicapai;

e. melaksanakan penataan kearsipan bidang perencanaan dan keuangan yang ada untuk tertib administrasi;

f. melaksanakan penyusunan bahan koordinasi kegiatan internal lintas bidang dengan instansi terkait, pembinaan rencana program/kegiatan, pelaporan satuan kerja, tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sesuai dengan

(12)

pedoman dan peraturan perundang-undangan sebagai bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;

g. menyusun konsep Rencana Strategis, Rencana Kerja (Renja), Rencana Kinerja Tahunan (RKT),dan Rencana Kerja Anggaran, Road Map Reformasi Birokrasi, dan Pelaporan yang meliputi penyusunan dokumen penetapan kinerja, pengumpulan data kinerja, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Profil Perangkat Daerah, dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban, Pengukuran Kinerja Kegiatan, Evaluasi Pelaksanaan Penyerapan Anggaran sebagai bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan Standar Pelayanan Minimal;

h. melaksanakan administrasi keuangan yang meliputi administrasi kelengkapan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan (SPP-UP), Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang (SPP-GU), Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang (SPP-TU) dan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS), menyiapkan Surat Perintah Membayar (SPM), gaji dan tunjangan Pegawai Negeri Sipil sesuai pedoman dan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan secara efisien dan efektif;

i. melakukan verifikasi administrasi keuangan dan pengesahan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan sebagai bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;

j. melaksanakan akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi laporan keuangan, neraca serta catatan atas laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;

k. menyusun konsep naskah dinas yang berkaitan dengan bidang perencanaan dan keuangan sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan untuk kelancaran tugas;

(13)

l. melaporkan kegiatan di bidang perencanaan dan keuangan sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan untuk bahan pertimbangan pengambilan keputusan Sekretaris;

m. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Sekretaris mengenai upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan bidang tugas perencanaan dan keuangan baik secara lisan maupun tulisan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan; dan

n. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi di bidang perencanaan dan keuangan yang diberikan oleh Sekretaris.

Ruang lingkup tugas sub bagian perencanaan dan keuangan meliputi penyusunan bahan koordinasi kegiatan internal, pembinaan rencana program/kegiatan, administrasi keuangan, pelaporan keuangan, administrasi penerimaan/pendapatan, administrasi penganggaran dan pembinaan teknis terhadap fungsional keuangan, pelaporan satuan kerja, tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan.

5. Inspektur Pembantu Wilayah I, II dan III Tugas Pokok.

merumuskan kebijakan, pembinaan teknis, pelaporan dan evaluasi dalam bidang pelaksanaan urusan pemerintahan dan pembinaan atas penyelenggaraan urusan pemerintahan, kasus pengaduan dan tugas kedinasan yang berkaitan dengan bidang pembinaan dan pengawasan yang diberikan oleh Inspektur.

Fungsi:

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya;

(14)

b. perumusan rencana kerja bidang bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya;

c. pelaksanaan koordinasi pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya;

d. penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya;

e. pembinaan dan pengendalian teknis di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya; dan

f. pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya;

g. pengelolaan administrasi di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya; dan

h. pelaksanaan fungsi lain di bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan kasus pengaduan sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh Inspektur.

Uraian Tugas:

a. menyusun program kerja Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II dan Inspektur Pembantu Wilayah III berdasarkan sasaran dan program kerja tahunan Inspektorat yang telah ditetapkan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas;

b. membagi tugas kepada Auditor, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah, dan Auditor Kepegawaian sesuai dengan tugas

(15)

pokok, fungsi dan wewenang masing-masing agar tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan;

c. memberi petunjuk kerja kepada para Auditor, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah, dan Auditor Kepegawaian yang dilakukan secara lisan maupun tertulis agar tugas-tugas yang akan dilaksanakan dapat dipahami secara benar;

d. melakukan pengawasan kepada para Auditor, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah, dan Auditor Kepegawaian baik secara preventif maupun represif untuk menghindari terjadinya kesalahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas;

e. mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para Auditor, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah, dan Auditor Kepegawaian dengan membandingkan antara hasil kerja yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan untuk mengetahui tingkat kinerja yang dicapai;

f. melaksanakan tugas pembinaan, pengawasan, monitoring, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah yang meliputi pemeriksaan reguler, Pemeriksaan Serentak Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Keuangan dan Aset, Pemeriksaan Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan (UYHD), Pengkajian dan Penilaian Tugas Pengawasan, Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan dan Kasus Pengaduan Masyarakat pada Perangkat Daerah di wilayah kerjanya, serta memonitor Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan sesuai peraturan perundang-undangan;

g. melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Perangkat Daerah di wilayah kerjanya untuk mendorong terselenggaranya pemerintahan yang baik;

h. melakukan reviu terhadap penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa pemerintah, laporan keuangan/penyusutan, proses penyusunan Anggaran

(16)

Pendapatan dan Belanja Daerah Atas Dokumen Perencanaan yang meliputi Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah, proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Atas Dokumen Penganggaran yang meliputi Dokumen Rancangan Akhir Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dan Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perangkat Daerah, proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Atas Dokumen Perencanaan yang meliputi Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan dan Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Perubahan, proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Atas Dokumen Penganggaran yang meliputi Dokumen Rancangan Akhir Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan dan Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perangkat Daerah Perubahan;

i. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Inspektur mengenai upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan pengawasan/pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II dan Inspektur Pembantu Wilayah III sebagai bahan pertimbangan Inspektur dalam pengambilan keputusan;

j. melaporkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II dan Inspektur Pembantu Wilayah III, baik secara lisan maupun tertulis sebagai bahan pertimbangan Inspektur dalam pengambilan keputusan; dan

k. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II dan Inspektur Pembantu Wilayah III yang diberikan oleh Inspektur.

(17)

Ruang lingkup tugas Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II dan Inspektur Pembantu Wilayah III meliputi Pengusulan program pemeriksaan tahunan dan pelaksanaan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan, reviu rencana kerja anggaran, reviu laporan keuangan, reviu laporan kinerja instansi kinerja pemerintah, evaluasi sistem pengendalian internal, pengaduan masyarakat dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, pemeriksaan terpadu, reviu terhadap penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa pemerintah, reviu penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Atas Dokumen Perencanaan dan perubahannya, mengawal pelaksanaan reformasi birokrasi, pengawasan dalam rangka percepatan menuju pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik, penyusunan peraturan perundangan-undangan, penyusunan pedoman/standar, koordinasi program di bidang pembinaan dan pengawasan, pemeriksaan hibah/bantuan sosial, pendampingan, asistensi dan fasilitasi tugas pembantuan.

6. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu

(1) Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf f mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu terdiri dari sejumlah Pegawai Negeri Sipil dalam jenjang jabatan fungsional tertentu berdasarkan bidang keahlian dan keterampilan tertentu.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu dikoordinir oleh pejabat fungsional yang paling senior yang berada dan bertanggung jawab secara langsung kepada Inspektur.

(4) Jabatan Fungsional Tertentu di lingkungan Inspektorat akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Walikota sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai Formasi Jabatan Fungsional Tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.

(18)

TATA KERJA

(1) Dalam melaksanakan tugasnya, seluruh pemegang jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu dilingkungan Inspektorat wajib menerapkan prinsip- prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik di dalam lingkungan masing- masing maupun dengan satuan organisasi lainnya sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(2) Pelaksanaan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sebagimana dimaksud pada ayat (1) harus tetap mengacu pada kapasitas tugas dan fungsi masing-masing satuan organisasi.

(3) Setiap pimpinan satuan unit kerja di lingkungan Inspektorat wajib melaksanakan tugas memimpin dan memberikan petunjuk kerja kepada bawahannya.

(4) Inspektur dan seluruh pejabat struktural di lingkungan Inspektorat wajib melaksanakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) dalam satuan kerja masing-masing dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penyelesaian masalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(5) Seluruh jabatan struktural merupakan kepala satuan organisasi dalam kapasitas masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsi yang ditetapkan.

(6) Kepala satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) bertanggungjawab penuh atas seluruh pelaksanaan dan pemenuhan tugas dan fungsi yang ditetapkan.

(7) Apabila seorang kepala satuan organisasi di lingkungan Inspektorat berhalangan melaksanakan tugas, maka inspektur dapat menunjuk seorang pejabat yang setingkat yang bertindak untuk dan atas nama kepala satuan organisasi.

(8) Mekanisme penunjukan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(9) Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II dan Inspektur Pembantu Wilayah III di lingkungan Inspektorat bertanggungjawab kepada Inspektur melalui Sekretaris.

(19)

2.2 Sumber Daya Inspektorat Kota Pontianak 2.2.1 Sumber Daya Manusia

Inspektorat Kota Pontianak dalam menjalankan tugas dan fungsinya memiliki sumber daya aparatur sebanyak 42 orang dengan rincian 1 Inspektur, 1 Sekretaris, 3 Inspektur Pembantu, 2 Kepala Sub Bagian, 10 Fungsional P2UPD (Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan di Daerah) 10 Auditor dan 15 Staf. Rincian menurut Eselon, Pangkat/Golongan, Pendidikan dan Gender adalah sebagai berikut :

No

Eselon / Non Eselon

Golongan Pendidikan

I II III IV Jml SD SMP SMA/

SLTA D2/3 S1 S2 Jml

1. Eselon II - - - 1 1 - - - - - 1 1

2. Eselon III - - - 4 4 - - - - 2 2 4

3. Eselon IV - - 2 - 2 - - 1 - 1 - 2

4. Fungsional - - 17 3 20 - - 2 1 14 3 20

5. Staf - 3 12 - 15 - - 4 1 9 1 15

Jumlah - 3 31 8 42 - - 7 2 26 7 42

Pegawai berdasarkan Pangkat/Golongan menurut Gender

No Pangkat/Golongan Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Golongan IV 5 3 8

2. Golongan III 18 13 31

3. Golongan II 3 - 3

4. Golongan I - - -

Jumlah 26 16 42

(20)

Pegawai berdasarkan Eselon/Fungsional menurut Gender

No Eselon Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Eselon I - - -

2. Eselon II - 1 1

3. Eselon III 2 2 4

4. Eselon IV 1 1 2

5. Fungsional 13 7 20

5. Staf 10 5 15

Jumlah 26 16 42 Pegawai berdasarkan Jabatan Fungsional menurut Gender

No Jabatan Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Auditor Ahli Muda 1 - 1

2. Auditor Ahli Pratama 2 3 5

3. Auditor Penyelia 2 - 2

4. Auditor Pelaksana Lanjutan - 1 1

5. Auditor Kepegawaian Madya 1 - 1

4. Pengawas Pemerintahan Madya 4 1 5

5. Pengawas Pemerintahan Muda 2 1 3

6. Pengawas Pemerintahan Pertama 1 1 2

Jumlah 13 7 20

2.2.2. Sarana dan prasarana a. Tanah

Tanah yang dimiliki Inspektorat tidak ada

b. Gedung Kantor

Bangunan merupakan gedung bersama antara Inspektorat dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

(21)

(BKPSDM) dan Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB dan P3A) terletak di Jalan Rahadi Oesman No. 3 Pontianak berlantai III, yang mana Lantai Dasar digunakan oleh BKPSDM, Lantai II digunakan oleh Inspektorat dan Lantai III digunakan oleh DP2KB dan P3A.

c. Inventaris dan Peralatan Kantor

Inventaris dan Peralatan Kantor yang dimiliki terdiri dari meubelair, komputer serta peralatan kantor lainnya yang diperoleh dari penggadaan rutin dan anggaran pembangunan.

d. Kendaraan Dinas

Kendaraan dinas yang dimiliki terdiri dari :

a. Kendaraan Dinas Roda Empat Merk Toyota Avanza 1.3 G M/T KB 1603 HB pembelian tahun 2008.

b. Kendaraan Dinas Roda Dua

1) Sepeda Motor merk Honda tipe NF 125 TR KB 5874 WP pembelian tahun 2008.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Inspektorat Kota Pontianak didukung dengan fasilitas perangkat keras dan lunak (hardware dan software). Perangkat keras (hardware) prasarana dan sarana berupa peralatan elektronik dan komputer, sedangkan perangkat lunak (software) berupa Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), Standar Audit, Standar Pemeriksaan dan Kode Etik, serta norma-norma pengawasan.

2.3 Kinerja Inspektorat Kota Pontianak

Inspektorat Kota Pontianak, mempunyai tugas membantu Walikota Pontianak dalam melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Pelaksanaan tugas Inspektorat Kota Pontianak

(22)

tersebut mengacu kepada tugas pokok dan fungsi Inspektorat dan kebijakan pengawasan yang ditetapkan pada Rencana Strategis Inspektorat Kota Pontianak 2015-2019.

Berdasarkan kebijakan pengawasan yang telah ditetapkan tersebut, disusunlah Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) yang menjadi pedoman dan tolok ukur pelaksanaan kegiatan pengawasan setiap tahunnya.

Ruang lingkup dan sasaran pengawasan Inspektorat Kota Pontianak yaitu Pengawasan terhadap pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, yang meliputi: Pemeriksaan Reguler (Tugas Pokok dan Fungsi), Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan Kepala Perangkat Daerah, Pemeriksaan Khusus/Kasus Pengaduan Mayarakat, Pemtak Penyampaian Pengesahan Sisa UYHD dan SPJ, Pemeriksaan Serentak Aset, Reviu atas Laporan Keuangan Perangkat Daerah dan Pemerintah Kota Pontianak, Evaluasi Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Pemedrintah (SPIP) dan Pemeriksaan Administrasi Keuangan Sekolah (Dana BOS dan BOSDA) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak dan Reviu atas Dokumen Perencanaan dan Penganggaran.

Kegiatan pemeriksaan berdasarkan Sasaran Pemeriksaan pada Tahun Anggaran 2015-2019 seperti tersebut diatas digambarkan sebagai berikut:

Sasaran Pemeriksaan Berdasarkan PKPT terdiri dari : 1. Pemeriksaan Serentak Sisa UYHD

2. Pemeriksaan Serentak SPJ Dana BOS/BOSDA 3. Pemeriksaan Serentak Aset

4. Pemeriksaan Reguler/Audit Operasional 5. Reviu Laporan Keuangan OPD dan Pemkot 6. Evaluasi SAKIP OPD dan Reviu SAKIP Pemkot

(23)

7. Evaluasi SPIP OPD

8. Reviu Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Berdasarkan Non PKPT terdiri dari : 1. Akhir Masa Jabatan Kepala SKPD

2. Pemeriksaan Khusus/Kasus Pengaduan Mayarakat

Objek pemeriksaan/evaluasi/reviu berdasarkan Perangkat Daerah (PD) sbb:

No Organisasi Perangkat Daerah 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Inspektorat

Dinas Daerah Badan Daerah Kantor

Kecamatan

Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD)

Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Cakupan wilayah objek pemeriksaan tersebut meliputi 6 (enam) Kecamatan, yaitu :

1. Kecamatan Pontianak Barat 2. Kecamatan Pontianak Kota 3. Kecamatan Pontianak Timur 4. Kecamatan Pontianak Utara 5. Kecamatan Pontianak Selatan 6. Kecamatan Pontianak Tenggara

Dari objek pemeriksaan tersebut tidak seluruhnya dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kota Pontianak, sehingga dalam penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) ditentukan dengan skala

(24)

prioritas dengan berbasis resiko dan disesuaikan dengan Sumber Daya Aparatur yang ada. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut terdapat beberapa objek pemeriksaan yang diserahkan kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) lainnya yaitu Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat.

Terhadap objek pemeriksaan yang diserahkan kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah lainnya, dilakukan monitoring dan pembinaan oleh Inspektorat Kota Pontianak dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan kebocoran yang terjadi, sehingga temuan hasil pemeriksaan oleh Aparat Pengawasan Eksternal dan Intern Pemerintah Lainnya dapat ditekan seminimal mungkin.

Mengenai Pencapaian Kinerja Inspektorat Kota Pontianak dari 2010-2014 disajikan dalam bentuk Tabel 2.1 berikut:

(25)

Tabel 2.1

(26)

Seluruh target yang ditetapkan Inspektorat Kota Pontianak dalam penetapan kinerja setiap tahun selama 5 (lima) tahun yang telah dilaksanakan pada periode tahun 2010 sampai dengan 2014 telah tercapai, dan juga telah sesuai dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU), termasuk juga target mempertahankan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian di tahun 2012 serta target mempertahankan Nilai Evaluasi SAKIP dengan kreteria nilai CC dapat diraih.

Untuk tahun 2014 yang merupakan tahun kelima dari RPJMD periode kedua diharapkan dapat dicapai sesuai dengan target yang diharapkan. Semua ini berkat usaha optimal yang dilaksanakan Inspektorat dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk mendorong, membina dan melakukan pengawasan dan asistensi terhadap kinerja SKPD lain di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, baik melalui pemeriksaan reguler, monitoring, reviu laporan keuangan, pemeriksaan khusus maupun kasus dan lain-lain.

Tercapainya WTP atas laporan keuangan Pemerintah Kota Pontianak dan dapat mempertahankannya karena pola pembinaan terhadap OPD yang berkesinambungan terutama dalam mereviu laporan keuangan OPD maupun laporan keuangan Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD).

Perolehan WTP ini juga tidak terlepas dari upaya penyelesaian tindak lanjut penyelesaian rekomendasi/temuan BPK-RI yang secara konsisten dilaksanakan.

Profil Anggaran Inspektorat

Realisasi dan rasio anggaran Inspektorat dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi.

Fluktuasi anggaran dan realisasinya ini disebabkan oleh adanya perubahan komponen anggaran, keputusan legislatif (DPRD), perubahan jumlah pegawai (pegawai pensiun dan penerimaan pegawai), komitmen pimpinan dalam rangka pemberantasan korupsi. Secara lengkap gambaran realisasi dan rasio anggaran Inspektorat berdasarkan kelompok Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung serta berdsasarkan program prioritas tertuang pada tabel 2.2 dibawah ini :

Tabel 2.2

(27)
(28)

Belanja Tidak Langsung selama lima tahun dari tahun 2010 s/d 2014 mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan anggaran sebesar Rp.230.014.500,- hal ini disebabkan Inspektorat Kota Pontianak pada tahun 2011 dapat tambahan formasi pegawai baru 4 orang dan tahun 2014 dapat formasi pegawai baru 2 orang selain itu ada mutasi masuk dari dinas lain sebagai pengganti pegawai yang pensiun. Dengan adanya tambahan pegawai (baik yang baru maupun pindahan dari unit lain) secara otamatis menambah jumlah alokasi maupun realisasi belanja tidak langsung (belanja gaji dan tunjangan pegawaai), selain itu berdasarkan Peraturan Walikota Pontianak Nomor 63 tahun 2012 tentang pembentukan jabatan Langsung. Realisasi Belanja Tidak Langsung (Gaji dan Tunjangan) dari tahun fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah sebanyak 11 orang , yang kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota Pontianak terhitung tanggal 17 September 2012. Selain itu juga dengan Keputusan Walikota Pontianak Nomor 821.2.29/253-258/BKD-M/2013 tanggal 29 Nopember 2013 mengangkat 6 orang dalam jabatan fungsional Auditor Pertama dan selanjutnya dengan Keputusan Walikota tahun 2014 mengangkat 2 orang dalam jabatan fungsional Auditor Penyelia. Dan pada tahun 2014 pembayaran uang makanan dan minuman harian pegawai masuk kedalam kelompok Belanja Tidak Tidak Langsung . Realisasi Belanja Tidak Langsung (Gaji dan Tunjangan) dari tahun 2010 s/d 2014 mengalami fluktuasi yang cenderung meningkat, dengan demikian rata-rata pertumbuhan sebesar Rp.213.507.908,60

Belanja langsung selama lima tahun dari tahun 2010 s/d 2014 mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan anggaran sebesar Rp.443.231.040,- Realisasi anggaran dari tahun 2010 s/d 2014 mengalami fluktuasi yang cenderung meningkat, dengan demikian rata-rata pertumbuhan realisasi dari Belanja Langsung selama lima tahun sebesar Rp.221.029.851,80. Pada tahun 2010 dari yang dianggarkan untuk belanja Pegawai Rp.320.503.000,- terealiasi sebesar Rp.287.983.000,- belanja Barang dan Jasa Rp.1.823.331.800,- terealisasi Rp.1.648.133.676,- .belanja Modal Rp.38.965.200,- terealisasi sebesar

(29)

Rp.33.080.000,- Pada tahun 2011 dari yang dianggarkan untuk belanja Pegawai Rp.295.636.300,- terealiasi sebesar Rp.279.050..000,- belanja Barang dan Jasa Rp.1.898.011.200,- terealisasi Rp.1.708.740.414,- belanja Modal Rp.47.746.500,- terealisasi sebesar Rp.332.665.000,- Pada tahun 2012 dari yang dianggarkan untuk belanja Pegawai Rp.426.755.000,- terealisasi sebesar Rp.396.939..000,- belanja Barang dan Jasa Rp.2.753.008..000,- terealisasi Rp.1.954.936.723,- belanja Modal Rp.140.674.000,- terealisasi sebesar Rp.129.535.000,- Untuk tahun 2013 belanja Pegawai dianggarkan Rp.3.361.919.000,- terealisasi sebesar Rp.2.553.066.000,- belanja Barang dan Jasa Rp.1.174.965.500,- terealisasi Rp.884.477.286,- belanja Modal Rp.184.116.000,- terealisasi sebesar Rp.168.810.000,- sedangkan untuk tahun 2014 s/d bulan Desember 2014 dari Belanja Langsung yang dianggarkan untuk belanja Pegawai Rp.760.089.000,- terealisasi Rp.578.184.000,- belanja Barang dan Jasa Rp.3.479.471.200,- terealisasi Rp.2.343.876.935,- sedangkan belanja Modal Rp.159.395.000,- terealisasi Rp.152.285.000,-

Berdasarkan pendanaan program prioritas, pada tahun 2010 anggaran kegiatan Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) , Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan kegiatan Pemeriksaan Khusus Kasus Pengaduan Masyarakat, anggarannya masuk kedalam Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH dan mulai tahun 2011 dikembangkan menjadi 3 program prioritas yaitu :

 Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH.

 Program Intensifikasi Penanganan Pengaduan Masyarakat

 Program Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan

(30)

2.4. Tantangan Dan Peluang Pengembangan Pelayanan

Tantangan dan peluang pengawasan yang dihadapi dari waktu kewaktu terus mengalami perubahan. Berbagai tantangan dan permasalahan tersebut dapat dicarikan solusinya dengan tepat apabila kita mampu mengenalinya secara bijak, teliti dan seksama. Adapun tantangan dan permasalahan yang dihadapi, yaitu:

1. Spirit dan Etos Kerja Aparat Pengawas masih perlu ditingkatkan Semangat dan etos kerja aparat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan masih perlu terus ditingkatkan.Aparat pengawas pada umumnya belum memaksimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk melakukan pengawasan di lapangan.

2. Sistem Pemberian Penghargaan dan Penjatuhan Sanksi terhadap Aparat Pengawas perlu terus diitingkatkan.

Secara umum pejabat yang diberi wewenang dan tanggungjawab menguji jalannya sistem dan prosedur pemberian penghargaan kepada aparat yang berprestasi dan pengenaan atau penjatuhan sanksi kepada mereka yang melakukan penyimpangan dan dinyatakan bersalah belum dilaksanakan secara optimal. Kondisi demikian tidak mendorong aparat untuk bekerja secara proaktif dan kompetitif dalam mengejar tujuan dan sasaran kegiatan organisasi yang telah ditetapkan, sehingga pencapaian kinerja organisasi menjadi tidak masimal.

3. Pelaksanaan Pengawasan Internal (Waskat) oleh para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah masih perlu terus ditingkatkan dan dibudayakan

Pengawasan oleh atasan langsung terhadap akivitas organisasi un tuk menilai capaian kinerja dan kepatuhan/ketaatan aparat dalam menjalankan visi dan misi organisasi masih perlu dioptimalkan dan dibudayakan. Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah pada umumnya menganggap bahwa tugas melakukan pengawasan

(31)

merupakan tugas dan urusan aparat pengawas fungsional. Untuk itu, perlu ada pemahaman dan pembudayaan bahwa pimpinan satuan kerja perangkat daerah mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan Pengawasan Melekat (Waskat). Waskat harus lebih diutmakan sedangkan pengawasan eksternal menjadi penunjang waskat.

4. Sistem Penjatuhan Sanksi terhadap Auditan yang melalaikan/tidak menindak lanjuti Hasil Temuan Pemeriksaan perlu diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terhadap Auditan yang tidak atau lalai dalam menindak lanjuti hasil temuan pemeriksaan Inspektorat, maupun aparat pengawas lainnya baik internal maupun eksternal agar dikenakan sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk membuat efek jera pelaku.

5. Tindak Lanjut Yang Sulit Untuk Segera Diselesaikan perlu dicarikan solusinya.

Terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan yang sulit untuk diselesaikan karena temuan uang dibayar secara angsur, menyangkut pihak ketiga, kesulitan menghubungi yang bersangkutan dan bahkan yang bersangkutan sudah meninggal.

6. Kerjasama dan Sinergisitas antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Eksternal Pemerintah (BPK), Irjend, BKN, PAN & RB perlu terus dibangun dan ditingkatkan.

Untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan, sesama APIP harus mempunyai pesepsi yang sama tentang pelaksanaan pemeriksaan, menyamakan persepsi dapat dilakukan dengan melakukan pengawasan terpadu dibidang pendidikan antara Itjen Depdiknas, Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat dan Inspektorat Kota Pontianak.

7. Fungsi Inspektorat sebagai Quality Assurance (Penjamin Mutu) atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

(32)

Fungsi Inspektorat bukan lagi sebagai Wach dog tetapi sebagai pembinaan dan seiring reformasi birokrasi di segala aspek, fungsi Inspektorat mengarah kepada Penjamin Mutu (Quality Assurance).

Inspektorat sebagai aparat pengawas intern pemerintah (APIP) harus dapat memberikan pembinaan kepada instansi pemerintah daerah dalam pelaksanaan tugasnya dan nantinya pun harus bisa menjamin pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan hal ini bukanlah tugas yang ringan karena melibatkan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki demi terlaksananya fungsi quality assurance terhadap pelaksanaan tugas SKPD sehingga terwujud suatu penyelenggaraan pemerintahan daerah yang memenuhi prinsip-prinsip good governance.

Program pengawasan atas penyelenggraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mendorong terwujudnya pemerintahan daerah yang baik, bersih dan bebas dari berbagai penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang.

Sedangkan strategi pengawasan dilakukan dengan cara meningkatkan percepatan penanganan kasus KKN, meningkatkan pengawasan reguler, meningkatkan profesionalisme aparat pengawas, meningkatkan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pengawasan serta menyempurnakan sistem dan prosedur pengawasan.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melaksanakan tugasnya Inspektur, Sekretaris, para Inspektur Pembantu Wilayah, para Kepala Sub Bagian wajib menerapkan konsep koordinasi, integritas,

12) Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Inspektur Pembantu Wilayah I Bidang Keuangan, Inspektur Pembantu Wilayah II Bidang Pemerintahan,

(2) Inspektur Pembantu Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas pokok membantu Inspektur dalam merumuskan program kerja, mengendalikan program kerja

(1) Inspektur Pembantu Wilayah III mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pengawasan terhadap urusan penyelenggaraan pembangunan, pemerintahan daerah

16) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik lisan maupun tertulis. Inspektur Pembantu III mempunyai tugas pokok membantu Inspektur dalam

Memimpin pelaksanaan tugas Inspektur Pembantu Wilayah I yang meliputi perumusan konsep kebijakan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pengadministrasian, pemantauan, evaluasi, dan

menyusun rencana kegiatan pengawasan Inspektur Pembantu Wilayah I yang meliputi bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, berdasarkan data dan program

Bagian Keempat Inspektur Pembantu Wilayah II Pasal 14 1 Inspektur Pembantu Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 huruf d, dipimpin oleh Inspektur Pembantu yang