Luka Bakar: Cegah Bekas Luka dengan Penanganan yang Tepat
Ns. Marina Ruran, M. Kep., WOC(ET)N
Outline
• Pengantar
• Derajat luka
• Reaksi tubuh saat terjadi luka bakar
• Nyeri pada luka bakar
• Perhatian khusus pada anak
• Manajemen Bullae/Blister/Lepuhan; Nyeri; Nutrisi; Scar; Gatal
• Nutrisi pasien luka bakar
• Rehabilitasi pasca luka bakar
• Kesimpulan
Pengantar
• Luka bakar merupakan salah satu cidera yang semakin meningkat angka kejadiannya.
• Luka bakar dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: Api/ledakan gas, listrik, paparan kimia, Radiasi (paparan sinar matahari)
• Konsep perawatan luka bakar yang tidak
tepat membuat luka akut menjadi kronis.
Kedalaman Luka Bakar
Fakta Mengenai Luka Bakar
• Diperkirakan 180.000 kematian setiap tahun disebabkan oleh luka bakar –
dominan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
• Luka bakar non-fatal merupakan penyebab utama morbiditas.
• Luka bakar terjadi terutama di rumah dan tempat kerja.
• Luka bakar dapat dicegah.
Reaksi Tubuh saat terjadi Luka Bakar
Jeschke, et.al. Burn injury, 2020
Mekanisme terjadinya Bengkak / Edema
Pathophysiology of Burn Shock and Burn Edema, 2018
Luka Bakar pada Anak
• Anak-anak memiliki kulit yang lebih
tipis → rentan terhadap luka bakar yang lebih dalam untuk suhu tertentu
• Penilaian kedalaman luka bakar sulit dilakukan, terutama pasca cedera dini
• Anak kecil berisiko mengalami hipotermia
Clinical practice Guidelines, Australia. (2020) Doc. Wocare Center
Penanganan pertama untuk Luka Bakar
• Lepaskan perhiasan dan pakaian yang kontak dengan sumber luka bakar
• Dinginkan area yang terkena sesegera mungkin (dalam waktu 3 jam dari waktu terbakar) selama 20 menit dengan air dingin yang mengalir→ TIDAK MENGGUNAKAN ES untuk kompres
• Tutup luka bakar dengan plastik cling film memanjang di sepanjang luka bakar (jangan bungkus melingkar)
• Jangan menempelkan cling film plastik ke wajah → gunakan salep parafin
• Jangan menempelkan plastik cling film pada luka bakar kimia
• Diskusikan dekontaminasi luka bakar kimia dengan informasi bahan kimia
Cegah Hipotermia (Suhu Tubuh dibawah Normal)
• Lepaskan pakaian/balutan basah setelah bagian tubuh dikompres.
• Ciptakan suasan lingkungan sekitar tetapp hangat.
• Bila memungkinkan, hangatkan
cairan infus yang akan diberikan
kepada pasien dan ruangan yang
hangat.
Primary Survey
ISBI Practice Guidelines for Burn Care, 2016
A
AIRWAY
B
BREATHING
C
CIRCULATION &
CARDIAC STATUS
D
DISABILITY, NEUROLOGICAL
DEFISIT, GROSS DEFORMITY
E
EXPOSURE
(lepaskan pakain korban kebakaran seluruhnya, periksa
cedera dan pertahankan lingkungan yang hangat)
Secondary Survey
ISBI Practice Guidelines for Burn Care, 2016
Tingkat kesadaran/status mental
Kepatenan jalan napas, frekuensi pernapasan, dan
saturasi oksigen.
Frekuensi denyut jantung, tekanan darah, dan capillary
refill time.
Epidermal Burn (Erythema)
• Kerusakan hanya pada epidermis.
• Kulit utuh, tidak ada lecet
• Eritema (merah)
• Isi ulang kapiler cepat
• Sembuh spontan dalam 3-7 hari dengan
menggunakan pelembab pada kulit atau
balutan luka modern lainnya
Superficial Dermal Burn
• Kerusakan pada lapisan atas dermis
• Warna kulit pink.
• Kulit melepuh bisa ada atau tidak.
• Isi ulang kapiler cepat (di bawah blister)
• Harus sembuh dalam 7-10 hari dengan menggunakan
balutan luka yang benar
Mid Dermal Burn
• Kerusakan pada dermis (lebih kebagian bawah)
• Warna pink atau merah gelap
• Pengisian kapiler pembuluh darah lambat
• Harus sembuh dalam 14 hari.
• Perlu dirujuk ke perawat luka di praktek
mandiri, puskesmas, atau RS
Deep Dermal Burn
• Luka bakar meluas ke lapisan dermis yang lebih dalam, tetapi tidak melalui seluruh dermis
• Bercak merah/putih
• Pengisian kapiler lambat hingga tidak ada
• Perlu dirujuk ke perawat luka di
praktek mandiri, puskesmas,
atau RS
Full Thickness Burn
• Seluruh lapisan dermis rusak
• Berwarna putih, wujudnya seperti lilin, coklat, hitam.
• Tidak ada pengisian kapiler pembuluh darah
• Perlu dirujuk ke perawat luka di
praktek mandiri, puskesmas, atau
RS
Hitung luas luka bakar, abaikan
kulit yang eritema
Manajemen Blister/Bullae/Lepuhan
Tujuan:
• Melepaskan jaringan kulit yang sudah mati (berwarna lebih gelap)
• Mencegah pecahnya lepuhan yang tidak terkontrol/meluas
• Menghindari risiko infeksi lepuhan
• Meredakan nyeri akibat lepuh yang menegang
• Mengurangi pembatasan gerakan sendi
• Menilai dasar luka bakar
Doc. Metcovazin
➢Jika Bulla <5 mm → biarkan saja
➢Jika Lepuhan >5mm → pecahkan lepuhan tanpa merusak lapisan kulit.
Source: Hanna Wijayanti Source: hellosehat
Bullae dirawat dengan konsep lembab menggunakan Metcovazin Reguler dengan ketebalan 3-5 mm kemudian tutup kassa dan diplester dengan kohefif bandage. GV hari ke-3.
Bullae dipecahkan menggunakan pinset & gunting (robek sedikit dibagian tepi bullae TANPA merobek kulit
epidersmis), beri Metcovazin Reguler dengan ketebalan 5 mm kemudian tutup kassa dan diplester dengan kohefif bandage. GV hari ke-3.
Pertimbangan Klinis Pasien dengan Bullae
• Ada risiko infeksi/kering jika menghilangkan kulit yang melepuh ketika fasilitas atau sumber daya yang memadai tidak tersedia (di daerah terpencil) → Biarkan lepuhan tetap utuh dan lakukan perawatan luka atau rujuk
• Kulit telapak tangan dan telapak kaki lebih tebal→ biarkan lepuhan jika memungkinkan
• Biarkan lepuhan kecil yang tidak teraba tegang/kencang agar tetap utuh
khususnya pada kondisi pasien yang berisiko tidak patuh (contoh: Lansia,
gangguan genetic, atau gangguan mental)
Manajemen Nyeri
• Gunakan balutan luka yang dapat menciptakan kelembababn dan mempu memperbaiki sel dengan cepat
• Hindari permukaan yang terbakar bersentuhan satu sama lain.
• Tinggikan lengan dan tungkai yang terkena untuk mengurangi edema
• Maksimalkan pergerakan tubuh.
ACI Statewide Burn Injury Service – Clinical Guidelines: Burn Patient Management. (2019).
Nutrisi untuk pasien luka bakar
• Luka bakar dengan luas 10% dari total massa tubuh → menyebabkan gangguan pertahanan tubuh; 20% terganggu dalam penyembuhan luka; 30% mengalami infeksi berat; dan 40% terjadi kematian.
• Luka bakar→ pemecahan protein dalam tubuh→ penurunan BB
• Kebutuhan protein:
✓ Rekomendasi saat ini adalah 1,5-2 g/kg/hari pada orang dewasa dan 3 g/kg/hari pada anak- anak.
✓ Pemberian makan yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, hiperglikemia, dan steatosis hati.
✓ Protein menjadi makronutrien penting untuk penyembuhan luka, dan kebutuhan protein pada pasien luka bakar mungkin 50% lebih tinggi daripada individu yang sehat.
ACI Statewide Burn Injury Service – Clinical Guidelines: Burn Patient Management. (2019).
Rehabilitasi
• Pergerakan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk
mencegah terjadinya kekakuan/kontraktur anggota tubuh yang mengalami luka bakar
Sumber: Hand Clinics
Pentingkah Rehabilitasi
Rehabilitasi pada luka bakar, mencakup:
• Edukasi pada pasien dan pendamping pasien selama sakit (keluarga/care giver) tentang rehabilitasi;
• Penilaian rehabilitasi yang dievaluasi oleh fisioterapi
• Penentuan posisi pasien dan latihan untuk meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, keseimbangan, koordinasi, dan fungsi
kardiopulmoner (jantung-paru) serta mencegah trombosis vena dalam dan luka tekan/dekubitus
• Latihan aktif dan pasif untuk mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak yang maksimal (Range of Motion)
• Terapi okupasi, terapi kejuruan, dan program
pelatihan untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari
• Mencegah dan memperbaiki kelainan bentuk tubuh (deformitas), dan memelihara fungsi sendi
ACI Statewide Burn Injury Service – Clinical Guidelines: Burn Patient Management. (2019).
• Terapi fisik untuk mempercepat penyembuhan luka dan pengendalian infeksi
• Terapi fisik untuk kontraktur/kekakuan akibat bekas luka, pembengkakan tungkai, peradangan akut dan kronis, nyeri, dan gatal-gatal
• Perawatan luka →dengan pemberian tekanan untuk mencegah keloid
• Pijatan, peregangan, obat injeksi (jika perlu oleh dokter), perawatan kulit untuk hipopigmentasi, hiperpigmentasi, dan hiperemia, terapi laser, dan teknik kamuflase bekas luka
• Obat-obatan untuk meringankan gejala seperti nyeri, gatal- gatal dan gangguan tidur
• Penilaian psikologis, konseling dan terapi
• Pemantauan dan pengobatan gangguan nutrisi dan fungsi organ.
RehabilitasiTim
Fisoterapi
Psikolog
Psikoterapi
Nutritionists
Perawat luka
Pekerja social
Pasien dan keluarga
Rehabilitasi: Posisi Tubuh
Manfaat Posisi tempat tidur ditinggikan 45 derajat
a. luka bakar area
kepala/wajah→ agar bengkak area wajah
menurun, latihan berbicara dan tersenyum
b. Luka bakar area panggul dapat terhindar dari
kekakuan
Posisi leher yang dihindari
Posisi yang tepat
untuk luka bakar pada leher
Guidelines for burn rehabilitation in China, 2015
Area lengan, dijaga agar tetap disangga dengan benar
Guidelines for burn rehabilitation in China, 2015
Area tungkai bawah
Telapak/punggung kaki
Skin Healing of Deep Second Degree Burn Injuries in Four Individuals Sustained in a Boat Explosion (2020); Guidelines for burn rehabilitation in China: Burns & Trauma (2015)
Manajemen Scar
• Scar akan terbentuk dan meningkat jika proses penyembuhan lebih
dari dua minggu pasca luka bakar.
• Jaringan parut berkembang pada bulan ke-1 setelah luka bakar, puncaknya sekitar 6 bulan, dan
"matang" sekitar 12-18 bulan setelah cedera.
• Scar aktif tampak merah, terangkat dan kaku dengan perasaan seperti ketat, gatal dan nyeri, serta
neovaskularisasi yang signifikan
Manajemen Scar…
• Scar hipertrofik di sekitar sendi dapat menghambat mobilisasi dan
mengakibatkan deformitas saat berkontraksi.
• Strategi penanganan scar, meliputi:
Balut tekan, pemberian posisin yang benar, penggunaan penyangga pada area yang luka, pelatihan rentang gerak- ROM → mencegah,
meningkatkan proliferasi
(ppertumbuhan sel yang baik dan menghambat kontraktur jaringan parut, serta melembutkan scar dan
mengurangi gejala nyeri dan gatal. Source: bookingdokter.com
Strategi penanganan scar
• Balut tekan: kohesif, penggunaan pakaian yang mampu menekan
• Massage pada scar
• Penggunaan silicon pada luka yang sudah akan menutup
• Posisi tubuh yang benar
• Penggunaan penyangga pada area yang luka
• Pelatihan rentang gerak- ROM → meningkatkan proliferasi (pertumbuhan sel yang baik) dan menghambat kontraktur jaringan parut, serta melembutkan scar dan mengurangi gejala nyeri dan gatal.
Strategi penanganan scar
• Balut tekan: kohesif, penggunaan pakaian yang mampu menekan
• Massage pada scar
• Penggunaan silicon pada luka yang sudah akan menutup
• Posisi tubuh yang benar
• Penggunaan penyangga pada area yang luka
• Pelatihan rentang gerak- ROM → meningkatkan proliferasi (pertumbuhan sel yang baik) dan menghambat kontraktur jaringan parut, serta melembutkan scar dan mengurangi gejala nyeri dan gatal.
Gatal pasca penyembuhan luka
• Lakukan massage/pijatan lembut pada kulit yang sudah mengalami penyembuhan dengan
menggunakan oil massage yang dapat
menciptakan kelembaban → Gatal dan nyeri berkurang
• Gunakan lotion yang mencipptakan kelembaban untuk regenerasi sel yang baik
• Pemberian terapi obat oral: antihistamin, dll→
konsultasi dengan dokter
Paket: Trial Kit Metcovazin Natural
Kesimpulan
• Bencana yang menyebabkan terjadinya luka bakar memberikan dampak dari ringan hingga berat bahkam menyebabkan kematian, tergantung dari keparahan paparan dari sumber ppenyebab luka bakar dan cara penanganan yang dilakukan.
• Pemahaman dan penanganan luka bakar sejak dini perlu dipahami oleh setiap orang agar saat terjadi cidera pertama kali, sedini mungkin dapat ditangani sehingga tidak
menyebabkan terjadinya komplikasi.
• Rehabilitasi sangat penting untuk pencegahan masalah lebih lanjut.
Referensi
• ACI Statewide Burn Injury Service – Clinical Guidelines: Burn Patient Management. (2019).
https://aci.health.nsw.gov.au/__data/assets/pdf_file/0009/250020/Burn-patient-management-guidelines.pdf
• Cen et.al. (2015). Guidelines for burn rehabilitation in China: Burns & Trauma, 3:20 DOI 10.1186/s41038-015-0019-3: Chinese Burn Association, Chinese Association of Burn Surgeons.
• Karimi et. al. (2013). Case Report: Burns, hypertrophy scar, and galactorrhea, J Inj Violence Res. 2013 Jun; 5(2): 117-119. doi:
10.5249/ jivr.v5i2.314
• Mars & Vogt. (2020). Skin Healing of Deep Second Degree Burn Injuries in Four Individuals Sustained in a Boat Explosion—Results after Different Approaches, Eur. Burn J., 1(1), 191-195;https://doi.org/10.3390/ejbc1010003
• Sinwar, Prabhu Dayal. (2016). Nutrition in burn patient. Downloaded free from http://www.jmgims.co.in, IP: 77.253.230.104]
• ISBI Practice Guidelines for Burn Care. 2016. Published by Elsevier Ltd. Diakses dari
https://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/S0305417916301449?token=E0F37C7D634F67C6135A024E0B8CF676A0814C85AF0797 658B29E05BA5C2D6B8FBD88B5BE941A26DAF5A722459161695&originRegion=eu-west-1&originCreation=20211123085040
• Wurzer, Culnan, Cancio, Kramer. (2018). Pathophysiology of Burn Shock and Burn Edemahttps://doi.org/10.1016/B978-0-323- 47661-4.00008-3
•