• Tidak ada hasil yang ditemukan

Juknis E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Eksyar 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Juknis E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Eksyar 2022"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006, peradilan agama telah memiliki kompetensi di bidang ekonomi syariah sebagaimana tercantum dalam ketentuan Pasal 49 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006, peradilan agama berwenang menerima, memeriksa, mengadili, memutus dan menyelesaikan perkara ekonomi syariah.

Yang dimaksud ekonomi syariah dalam Pasal tersebut meliputi 11 bidang, yaitu bank syariah; lembaga keuangan mikro syariah; asuransi syariah; reasuransi syariah; reksadana syariah; obligasi syariah dan surat berharga berjangka menengah syariah; sekurita syariah; pembiayaan syariah; dana pensiun lembaga keuangan syariah; dan bisnis syariah.

Adanya kompetensi baru tersebut langsung direspons oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, khususnya Kamar Agama dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Secara garis besar, respons tersebut berupa dua langkah strategis, yaitu penyiapan regulasi dan peningkatan kualitas para hakim peradilan agama di bidang ekonomi syariah.

Upaya peningkatan kualitas para hakim peradilan agama di bidang ekonomi syariah ditempuh Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan cara menyelenggarakan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis. Mahkamah Agung Republik Indonesia juga mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk memberi kesempatan para hakim peradilan agama memperdalam dan memperluas pemahamannya mengenai ekonomi syariah.

Seiring dengan dinamika ekonomi syariah yang tumbuh pesat dan sejalan dengan komitmen Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk mengadakan sertifikasi terhadap hakim-hakim yang menangani perkara-perkara khusus, para hakim peradilan agama tidak cukup hanya mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis. Mereka harus menjalani dan lulus dalam proses sertifikasi. Sertifikasi itu

(3)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

telah berlaku bagi hakim-hakim yang menangani perkara-perkara khusus seperti perkara korupsi, lingkungan hidup dan anak.

Pada tanggal 19 April 2016, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia menetapkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah. Salah satu pertimbangan diterbitkannya regulasi tersebut adalah adanya tuntutan kepada peradilan agama selaku salah satu instrumen penegak hukum untuk menjamin penegakan hukum ekonomi syariah berjalan dengan baik dan benar. Pertimbangan penting lainnya, perkara ekonomi syariah perlu ditangani secara khusus oleh hakim peradilan agama yang memahami teori maupun praktik bisnis berdasarkan prinsip syariah.

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016, sertifikasi hakim ekonomi syariah diselenggarakan dalam empat tahap, yaitu penentuan kebutuhan jumlah hakim; pendaftaran; seleksi pelatihan;

dan pelatihan. Khusus mengenai seleksi pelatihan dibagi lagi menjadi tiga tahap, yaitu seleksi administratif, seleksi kompetensi dan seleksi integritas.

Panitia Pelaksana Seleksi memanfaatkan teknologi informasi untuk sebagian proses seleksi, yaitu seleksi administratif dan seleksi kompetensi tertulis, agar seleksi pelatihan berlangsung lebih efektif dan efisien. Adapun seleksi kompetensi secara wawancara dan seleksi integritas tetap dilakukan dengan pendekatan tatap muka antara calon peserta seleksi dan Tim Seleksi.

Agar seleksi administratif dan seleksi kompetensi tertulis secara elektronik dapat berjalan lancar, tertib, transparan dan akuntabel, diperlukan Petunjuk Teknis yang ringkas, jelas dan tegas.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5076);

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Republik Indonesia

(4)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

Tahun 2009 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4958);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5078);

4. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 125/KMA/SK/IX/2009 Tentang Pendelegasian Sebagian Wewenang Kepada Para Pejabat Eselon I dan Ketua Pengadilan Tingkat Banding di Lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk Penandatanganan di Bidang Kepegawaian.

5. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah;

6. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah;

7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 84/KMA/SK/V/2016 tentang Pembentukan Tim Khusus Dalam Sistem Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah;

8. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 85/KMA/SK/V/2016 tentang Pembentukan Tim Seleksi Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah;

9. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 86/KMA/SK/V/2016 Tentang Pembentukan Tim Pengajar Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah;

10. Keputusan Ketua Tim Pengarah Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Nomor 14/TUAKA-PA/SK/V/2016 tentang Penetapan Panitia Pelaksana Sertifikasi Hakim Ekonomi syariah;

11. Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 1145/DjA/PP.00.1/SK/4/2022 tanggal 5 April 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Tahun 2022;

(5)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

12. Keputusan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Nomor 1146/DjA.2/PP.00.1/SK/4/2022 tanggal 5 April 2022 tentang Penunjukan Panitia Pelaksana Kegiatan E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Tahun 2022.

C. Maksud dan Tujuan

Petunjuk Teknis ini disusun dengan maksud agar menjadi acuan Pelaksanaan Kegiatan E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah.

Adapun tujuannya adalah agar tercipta suatu pemahaman yang sama dan utuh mengenai Pelaksanaan Kegiatan E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah sesuai rencana yang telah ditetapkan.

D. Sasaran

Sasaran Petunjuk Teknis ini adalah terlaksananya Seleksi Administrasi dan Seleksi Kompetensi Tertulis Secara Elektronik (E-Test) Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Tahun 2022 secara lancar, tertib, transparan dan akuntabel.

E. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Petunjuk Teknis ini terbatas pada pelaksanaan Kegiatan E- Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Tahun 2022.

(6)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016, Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah adalah proses pemberian sertifikat kepada hakim yang telah dinyatakan lulus seleksi administratif, kompetensi, integritas dan pelatihan hakim ekonomi syariah.

Sertifikasi hakim ekonomi syariah dilakukan didasarkan pada pertimbangan bahwa keinginan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui pranata ekonomi syariah semakin meningkat yang dalam praktiknya dapat berpotensi menimbulkan sengketa di antara warga masyarakat.

Peradilan agama sebagai salah satu instrumen penegakan hukum memiliki tanggung jawab untuk menjamin penegakan hukum ekonomi syariah di Indonesia berjalan dengan baik dan benar. Karena itu, perkara ekonomi syariah perlu ditangani secara khusus oleh hakim peradilan agama yang memahami teori maupun praktik bisnis berdasarkan prinsip syariah.

Sertifikasi hakim ekonomi syariah bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan perkara-perkara ekonomi syariah di peradilan agama, sebagai bagian dari upaya penegakkan hukum ekonomi syariah yang memenuhi rasa keadilan, kepastian dan kemanfaatan.

Sertifikasi hakim ekonomi syariah dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Tim tersebut meliputi Tim Khusus, Tim Seleksi, dan Tim Pengajar. Tim Khusus bertugas melakukan analisis kebutuhan pelatihan, menyusun kurikulum, materi ajar, metode pelatihan, serta bahan tes tertulis yang merupakan bagian dari seleksi tahap akhir. Tim Seleksi bertugas melakukan seleksi hakim ekonomi syariah. Sementara itu, Tim pengajar bertugas mengajar dalam pelatihan sertifikasi hakim ekonomi syariah.

Tahapan penyelenggaraan seleksi hakim ekonomi syariah terdiri dari penentuan kebutuhan jumlah hakim; pendaftaran; seleksi peserta pelatihan yang meliputi seleksi administratif, seleksi kompetensi, dan seleksi integritas; dan pelatihan.

(7)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

B. Seleksi Administratif dan Seleksi Kompetensi Secara Elektronik

Untuk dapat mengikuti pelatihan sertifikasi hakim ekonomi syariah, calon peserta harus lulus seleksi administratif, seleksi kompetensi dan seleksi integritas.

Seleksi administratif terdiri dari verifikasi, klarifikasi, dan validasi syarat- syarat administrasi. Seleksi kompetensi meliputi tertulis dan wawancara. Adapun seleksi integritas terdiri dari profile assessment dan penilaian kemampuan verbal serta pengamatan sikap dan perilaku para calon hakim ekonomi syariah. Seleksi integritas ini dilakukan dengan wawancara dan rekomendasi dari Badan Pengawas Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Yang dimaksud dengan seleksi secara elektronik dalam Petunjuk Teknis ini adalah proses seleksi dengan menggunakan sarana elektronik berupa situs eLearning Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia yang beralamat di http://elearning.badilag.net. Di samping itu, surat-menyurat dalam proses seleksi juga menggunakan sarana elektronik berupa tautan dan website Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

Seleksi secara elektronik ini terbatas pada pelaksanaan seleksi administratif dan seleksi kompetensi tertulis. Adapun seleksi kompetensi berupa wawancara dan seleksi integritas tetap menggunakan metode tatap muka.

Seleksi administratif dan seleksi kompetensi tertulis perlu dilakukan secara elektronik dengan pertimbangan agar proses seleksi berjalan lebih efektif, efisien dan ekonomis. Metode ini akan banyak menghemat tenaga, waktu dan biaya.

Lebih dari itu, metode ini akan lebih transparan dan akuntabel.

(8)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

BAB III PELAKSANAAN

A. PANITIA PELAKSANA SELEKSI

E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Secara Elektronik dilaksanakan oleh Tim Seleksi yang terdiri atas Tim Pengarah dan Tim Pelaksana yang selanjutnya disebut Panitia Pusat, dengan melibatkan pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama sebagai Panitia Satuan Kerja Daerah.

1. Tim Pengarah Seleksi

Tim Pengarah Seleksi adalah Panitia Pusat yang bertugas membentuk Panitia Pelaksana Seleksi, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan seleksi, dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

2. Panitia Pelaksana Seleksi

Panitia Pelaksana Seleksi adalah Panitia Pusat yang terdiri atas Penanggung Jawab, Pengarah, Ketua dan Anggota. Tim Panitia ini dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Tim Pengarah Seleksi. Panitia Pelaksana Seleksi bertugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan seleksi.

3. Panitia Satuan Kerja Daerah

Panitia Satuan Kerja Daerah terdiri atas 1 (satu) orang Ketua (Pimpinan Pengadilan/Satuan Kerja), 1 (satu) Sekretaris (Panitera/Sekretaris Pengadilan/Satuan Kerja) dan dan 1 (satu) orang Anggota. Selanjutnya, masing-masing Pimpinan Pengadilan/Satuan Kerja menerbitkan Surat Tugas Panitia Satuan Kerja Daerah (Lampiran II). Panitia Satuan Kerja Daerah bertugas membantu Panitia Pelaksana Seleksi untuk memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan seleksi kompetensi secara elektronik.

B. Persyaratan dan Jumlah Peserta 1. Persyaratan Peserta

Persyaratan Peserta E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah sebagai berikut:

(9)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

a. Hakim di lingkungan peradilan agama, baik pengadilan tingkat pertama maupun pengadilan tingkat banding;

b. Sehat jasmani dan rohani dengan bukti Surat Keterangan dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah;

c. Masa kerja sebagai hakim minimal 8 (delapan) tahun per tanggal 1 April 2022, dengan bukti Surat Pernyataan Pelantikan/SPP;

d. Usia maksimal per tanggal 1 April 2022 adalah:

1. Usia 62 Tahun bagi hakim Pengadilan Tingkat Pertama;

2. Usia 64 Tahun bagi hakim Pengadilan Tingkat Banding.

2. Jumlah Peserta

a. Seleksi administratif

Jumlah peserta seleksi administratif tidak dibatasi. Setiap hakim yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri dan diusulkan dalam tahap ini.

b. Seleksi kompetensi tertulis

Seluruh hakim yang lulus seleksi administratif berhak mengikuti seleksi kompetensi tertulis. Seleksi ini akan menyaring para peserta sesuai kebutuhan Pusdiklat Teknis Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tahun 2022 dan akan diumumkan sejumlah permintaan Pusdiklat Teknis Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tahun 2022.

c. Seleksi integritas

Selanjutnya, peserta yang diumumkan berhak mengikuti seleksi integritas berupa wawancara dan profile assessment.

C. Tahap, Waktu dan Tempat

Seleksi Administratif dan Seleksi Kompetensi Tertulis Secara Elektronik Calon Peserta Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu:

1. Tahap Pengumuman Pendaftaran

Pengumuman dimulainya pendaftaran disampaikan oleh Panitia Pelaksana Seleksi melalui situs https://badilag.mahkamahagung.go.id.

(10)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

2. Tahap Pendaftaran

a. Pendaftaran dilakukan oleh calon peserta melalui Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Syar’iyah Aceh mulai tanggal 25 April s.d 12 Mei 2022.

b. Calon Peserta mengirim permohonan mengikuti seleksi yang disertai berkas persyaratan administratif ke Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Syar’iyah Aceh masing-masing sesuai jadwal yang ditentukan.

c. Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Syar’iyah Aceh melakukan seleksi administratif terhadap berkas permohonan calon peserta yang dihimpun dalam satu folder, lalu dibuat format Zip atau Rar dan mengusulkannya ke Panitia Pelaksana Seleksi (Panitia Pusat) melalui tautan: https://bit.ly/SubditPengembangan. Berkas usulan tersebut berisi:

1) Daftar nama hakim yang diusulkan dengan format sebagaimana Lampiran I (file excel);

2) Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter rumah sakit pemerintah, bagi setiap hakim yang diusulkan (file Pdf).

3) Surat Pernyataan Pelantikan (SPP) pertama sebagai hakim, bagi setiap hakim yang diusulkan (file Pdf);

3. Tahap Seleksi Administratif

a. Seleksi administratif dilakukan oleh Panitia Satuan Kerja Daerah di masing-masing Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Syar’iyah Aceh mulai tanggal 25 April s.d 12 Mei 2022.

b. Nama-nama calon peserta dan berkas kelengkapan administrasi peserta selanjutnya dikumpulkan dalam 1 (satu) folder dan dikirim oleh Panitia Satuan Kerja Daerah di masing-masing Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Syar’iyah Aceh ke Panitia pelaksana Seleksi (Panitia Pusat) dalam format Zip atau Rar melalui tautan https://bit.ly/SubditPengembangan pada tanggal 13 Mei 2022.

(11)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

4. Tahap Pengumuman Kelulusan Seleksi Administratif

Pengumuman kelulusan Seleksi Administratif sekaligus undangan mengikuti Seleksi Kompetensi secara elektronik E-Test disampaikan Panitia Pelaksana Seleksi melalui situs https://badilag.mahkamahagung.go.id pada tanggal 20 Mei 2022.

5. Tahap Simulasi Seleksi Secara Elektronik (E-Test)

Simulasi seleksi secara elektronik diselenggarakan dengan ketentuan:

a. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan simulasi pada hari Jum’at, tanggal 27 Mei 2022 pukul 09.00 WIB s.d. 16.30 WIB. Masing-masing peserta dapat melakukan simulasi sebanyak 2 (dua) kali.

b. Lokasi Pelaksanaan

Lokasi pelaksanaan simulasi diselenggarakan di satuan kerja masing-masing peserta pada salah satu ruang kerja yang terpantau oleh aplikasi Access CCTV Online (ACO).

6. Tahap Seleksi Secara Elektronik (E-Test)

Seleksi secara Elektronok (E-Test) diselenggarakan dengan ketentuan:

a. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan pada hari Selasa, tanggal 31 Mei 2022 pukul 08.30 WIB s.d. 09.45 WIB.

b. Lokasi Pelaksanaan

Lokasi pelaksanaan diselenggarakan di satuan kerja masing-masing peserta pada salah satu ruang kerja yang terpantau oleh aplikasi Access CCTV Online (ACO).

Bagi peserta yang sedang bertugas dinas luar dan berada di wilayah lain pada saat hari pelaksanaan seleksi, dapat mengikuti seleksi di satuan kerja bertugas/berada dengan persyaratan:

1) Mendapat izin persetujuan dari PTA/MS Aceh/satuan kerja yang dituju;

2) Memberitahukan kepada PTA/MS Aceh/satuan kerja asal;

(12)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

3) Memberitahukan kepada Panitia Pusat melalui Sdr. Danny Agus Setiyanto, S.E., M.H. HP/WA 0813-1886-6669.

7. Tahap Pengumuman Kelulusan Seleksi Kompetensi Tertulis

Pengumuman kelulusan peserta E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah disampaikan panitia pelaksana seleksi melalui situs https://badilag.mahkamahagung.go.id

D. TATA CARA SELEKSI

E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

a. Panitia Seleksi mengumumkan waktu pelaksanaan seleksi dilengkapi dengan petunjuk teknis pelaksanaan seleksi dan manual book;

b. Panitia Pelaksana Seleksi Pusat membuat daftar seluruh peserta seleksi;

c. Panitia Satuan Kerja Daerah membuat surat tugas bagi peserta seleksi (Lampiran III);

d. Para peserta seleksi hadir di lokasi ujian kantor satuan kerja masing-masing pada ruangan yang telah ditentukan;

e. Para peserta seleksi mengisi daftar hadir peserta yang dibuat Panitia Satuan Kerja Daerah (Lampiran IV);

f. Para peserta seleksi membuka situs https://elearning.badilag.net, kemudian melakukan log in dengan menggunakan username dan password yang sama berupa nomor NIP peserta tanpa tanda titik, koma, atau spasi. Sebagaimana contoh berikut : 197803052009041002;

g. Para peserta seleksi mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan Panitia Pelaksana Seleksi dalam waktu yang ditentukan;

h. Jika mengalami gangguan kendala teknis ketika pelaksanaan ujian atau hal- hal yang perlu ditanyakan terkait pelaksanaan seleksi, maka peserta harus melapor kepada Panitia Satuan Kerja Daerah dan selanjutnya Panitia Satuan Kerja Daerah melapor kepada Panitia Pelaksana Seleksi di pusat melalui Sdr.

Danny Agus Setiyanto, S.E., M.H. HP/WA 0813-1886-6669, Sdr.

Muhammad Hudri, S.Kom. HP/WA 0857-7318-8837;

(13)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

i. Panitia Satuan Kerja Daerah membuat Berita Acara Pelaksanaan E-Test (Lampiran V) dan mengirimkannya beserta bukti foto kegiatan ke Panitia Pelaksana Seleksi selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan E- Test pada tautan: https://bit.ly/SubditPengembangan;

j. Panitia Pelaksana Seleksi mengumumkan nama-nama peserta yang lulus melalui situs https://badilag.mahkamahagung.go.id.

E. Sarana Pendukung

Sarana yang diperlukan untuk menyelenggarakan seleksi secara elektronik meliputi:

1. Ruangan ujian yang nyaman untuk peserta pada salah satu ruang kerja yang terpantau oleh aplikasi Access CCTV Online (ACO);

2. Komputer atau laptop (bukan handphone, smartphone maupun tablet), dengan ketentuan:

a. Processor minimal setara Core i3;

b. Kapasitas RAM minimal 4 GB; dan

c. Tidak mengandung virus yang berpotensi mengganggu kelancaran mengakses situs dan mengerjakan soal-soal.

d. Menginstall aplikasi teamviewer yang dapat diunduh melalui link berikut:

https://download.teamviewer.com/download/TeamViewer_Setup_x64.exe.

3. Jaringan internet yang stabil, disarankan:

a. Kecepatan koneksi internet minimal 2 Mbps per komputer.

b. Direkomendasikan menggunakan modem pribadi (Telkomsel atau Indosat);

4. Printer untuk mencetak hasil ujian dan berita acara seleksi.

5. Penyediaan sarana berupa Laptop atau PC Desktop merupakan tanggung jawab satuan kerja masing-masing.

F. Tata Tertib

Para peserta seleksi wajib mentaati tata tertib sebagai berikut:

1. Menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH);

(14)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

2. Datang ke ruang ujian minimal 30 menit sebelum pelaksanaan ujian dan telah terhubung ke dalam aplikasi elearning badilag (http://elearning.badilag.net);

3. Duduk di kursi yang telah disediakan Panitia Satuan Kerja Daerah;

4. Tidak membawa atau mengajak orang lain ke ruangan ujian;

5. Tidak membawa dan mencontek buku, makalah atau catatan, baik dalam bentuk kertas maupun softcopy;

6. Tidak bertanya, berdiskusi dan/atau berbagi jawaban dengan peserta lainnya;

7. Tidak membuka aplikasi lain baik online maupun offline selain elearning badilag;

8. Mematikan atau membuat alat komunikasi menjadi silent selama ujian berlangsung;

9. Jika ingin meninggalkan ruangan, terlebih dahulu harus melapor kepada pengawas dari Panitia Satuan Kerja Daerah; dan

10. Bagi peserta yang diketahui melanggar tata tertib ini, akan didiskualifikasi oleh panitia.

G. Pengawasan dan Pemantauan

Selain memfasilitasi, Panitia Satuan Kerja Daerah juga berkewajiban mengawasi pelaksanaan seleksi dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Seleksi dilaksanakan di gedung kantor masing-masing peserta sebagaimana yang telah dijelaskan di atas dengan ketentuan:

a. Pengawas berasal dari lingkungan satuan kerja setempat;

b. Pengawas harus hadir dan memantau langsung pelaksanaan E-Test; dan c. Pengawas harus menandatangani Berita Acara Pelaksanaan E-Test

(Lampiran V).

2. Tim Pemantau/Monitoring dari Panitia Pelaksana Seleksi.

Panitia Pelaksana Seleksi menunjuk Tim Pemantau pada pelaksanaan seleksi pada Satuan Kerja Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Syar’iyah Aceh atau Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah.

(15)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

BAB III

UJIAN DAN PENILAIAN

A. Materi Ujian

Materi-materi yang diujikan dalam seleksi kompetensi tertulis secara elektronik, yaitu:

1. Reksadana Syariah dan Surat Berharga Berjangka Syariah 2. Perbankan Syariah

3. Asuransi dan Reasuransi Syariah, Pegadaian Syariah 4. Bisnis Syariah

5. Penyelesaian Sengketa dan Eksekusi Ekonomi Syariah 6. Fatwa DSN MUI

7. Pembiayaan Syariah

8. Politik Hukum Ekonomi Syariah dan Kewenangan PA 9. Akad Syariah

10. Regulasi Hukum Positif tentang Ekonomi Syariah 11. Hibah, Wakaf dan Zakat

12. Sekuritas dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah

B. Jumlah dan Format Soal

Soal-soal yang digunakan dalam seleksi disusun dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Jumlah soal sebanyak 100 (seratus), dengan alokasi waktu selama 75 (tujuh puluh lima) menit;

2. Urutan soal diacak dari bank soal yang tersedia, berbeda bagi masing-masing peserta;

3. Soal berbentuk pilihan jawaban (multiple choice) yang terdiri dari jawaban A, B, C, D dan E di mana hanya satu jawaban yang benar;

4. Setiap jawaban yang benar mendapat nilai dan jawaban yang salah tidak bernilai; dan

5. Jawaban yang salah tidak mengurangi nilai jawaban yang benar.

(16)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

C. Perhitungan Nilai

Nilai yang diperoleh tiap-tiap peserta seleksi secara elektronik dihitung dengan cara menjumlahkan jawaban yang benar dan dapat diketahui saat ujian diselesaikan.

D. Penentuan Kelulusan

Peserta dinyatakan lulus dalam seleksi hanya jika masuk dalam urutan ranking sesuai kebutuhan kuota dan tidak didiskualifikasi oleh panitia.

E. Diskualifikasi Peserta

Peserta dapat didiskualifikasi apabila melanggar tata tertib yang telah ditetapkan di atas dan tidak dapat mengajukan banding atas keputusan diskualifikasi tersebut.

Selain didiskualifikasi, peserta tersebut akan ditindak tegas sesuai ketentuan karena telah melanggar kode etik integritas dan kejujuran.

Pelanggaran kode etik tersebut berlaku pada peserta maupun bukan peserta.

(17)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

BAB IV

EVALUASI DAN PELAPORAN

A. Penyusunan Laporan

Setelah menyelenggarakan Seleksi Administratif dan Seleksi Kompetensi Tertulis Secara Elektronik E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah, Panitia Pelaksana Seleksi harus melakukan evaluasi dan menyusun laporan yang akan diserahkan kepada Panitia Pengarah Seleksi.

Sebelum Panitia Pelaksana Seleksi menyusun laporan, Panitia Satuan Kerja Daerah harus mengirim Berita Acara Pelaksanaan Seleksi ke Panitia Pelaksana Seleksi selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan E-Test.

B. Tindak Lanjut Laporan

Tim Pengarah Seleksi menggunakan Laporan Pelaksanaan Seleksi Administratif dan Seleksi Kompetensi Tertulis Secara Elektronik E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah yang disusun Panitia Pelaksana Seleksi sebagai bahan untuk mengambil kebijakan dan menentukan upaya-upaya perbaikan pada kegiatan-kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang.

(18)

Catatan :

UU ITE No 11 Tahun 2008 Pasal 5 ayat 1 : “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.”

Surat ini ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan BSrE

BAB V PENUTUP

Petunjuk Teknis ini perlu dipedomani dan dilaksanakan secara sungguh- sungguh oleh Panitia Pelaksana Seleksi dan Panitia Satuan Kerja Daerah pada Seleksi Administratif dan Seleksi Kompetensi Tertulis Secara Elektronik E-Test Seleksi Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan tertib serta mencapai hasil yang diharapkan.

Petunjuk Teknis ini bersifat dinamis dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah.

Hal-hal yang lebih detail yang belum diatur dalam Petunjuk Teknis ini, dituangkan dalam manual book (buku panduan).

Jakarta, 18 April 2022

Referensi

Dokumen terkait