ANALISIS BIBLIOMETRIKA TERHADAP ARTIKEL PENELITIAN BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN TAHUN
2013-2017 PADA DATABASE ONLINE EBSCO
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi untuk meraih gelar Sarjana Sains Informasi (S.S.I)
dalam bidang Ilmu Perpustakaan
EFNI ULFANISMA SIREGAR 150709013
PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN SAINS INFORMASI FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
LEMBAR ORISINALITAS
Karya ini adalah karya orisinal dan belum pernah disajikan sebagai salah satu penelitian untuk memperoleh suatu kualifikasi tertentu atau dimuat pada media publikasi lain.
Peneliti membedakan dengan jelas antara pendapat atau gagasan peneliti dengan pendapat atau gagasan yang bukan berasal dari peneliti dengan mencantumkan tanda kutip.
Medan, Agustus 2019 Peneliti,
Efni Ulfanisma Siregar NIM :150709013
ABSTRAK
Siregar, Efni Ulfanisma. 2019. Analisis Bibliometrika Terhadap Artikel Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan Tahun 2013-2017 pada Database Online EBSCO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan artikel penelitian yang membahas bidang Ilmu Perpustakaan, pola penyebaran artikel, dan tingkat kolaborasi para peneliti pada database online EBSCO dari awal tahun 2013 hingga akhir 2017.
Penelitian ini menerapkan metode penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap artikel penelitian bidang Ilmu Perpustakaan pada database online EBSCO (http://search.ebscohost.com). Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penelusuran pada database online EBSCO. Penggunaan hukum Bradford bertujuan untuk menentukan Core Journal, dan penggunaan metode Subramanyam bertujuan untuk mengetahui tingkat kolaborasi para peneliti.
Jumlah artikel penelitian bidang Ilmu Perpustakaan yang dimuat pada database online EBSCO dari awal tahun 2013 hingga akhir 2017 adalah 530 artikel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan penelitian bidang Ilmu Perpustakaan pada tahun 2013 hingga 2015 banyak dilakukan pada subjek Library Science and Research dan Librarians, namun pada tahun 2016 mengalami perubahan menjadi subjek Library Science dan Bibliometrics, perubahan terus berlanjut pada tahun 2017 menjadi Library Science dan Information Science. Penyebaran jenis publikasi penelitian bidang Ilmu Perpustakaan paling banyak berupa artikel jurnal (96,3%). Institusi peneliti untuk penelitian Ilmu Perpustakaan yang paling banyak menghasilkan artikel dilakukan oleh University of Saskatchewan Saskatoon, Saskatchewan, Canada. Artikel penelitian bidang Ilmu Perpustakaan paling banyak ditemukan pada jurnal Evidence Based Library & Information Practice yang menghasilkan sebanyak 42 artikel (7,92%). Berdasarkan hukum Bradford jurnal 1) Evidence Based Library
& Information Practice, 2) Library Philosophy & Practice, 3) DESIDOC Journal of Library & Information Technology, 4) Pakistan Library & Information Science Journal, 5) Library Management, dan 6) College & Research Libraries dapat dijadikan sebagai jurnal inti (core journal) untuk penelitian bidang Ilmu Perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013-2017 dengan tingkat kolaborasi penelitian dilakukan secara individu (C=0,51) dan berkolaborasi (C=0,49).
Kata Kunci : Bibliometrika, Hukum Bradford, Kolaborasi
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kesempatan dan kemudahan untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Bibliometrika Terhadap Artikel Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan Tahun 2013-2017 Pada Database Online EBSCO”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Informasi (S.S.I) dalam bidang Perpustakaan dan Sains Informasi pada Fakultas Ilmu Budaya.
Secara istimewa penulis sampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda tercinta Ridwan Ahmad Siregar dan Ibunda tercinta Nurita Hasibuan, dan Adikku Raja Ahmad Akbar Siregar serta nenek satu-satunya yang telah banyak memberikan kasih sayang sejak dahulu hingga saat ini, selalu mendoakan, mendidik untuk senantiasa kuat, memberi dukungan, semangat, pengertian serta memenuhi kebutuhan penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu penyusunan skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Bapak Dr.Drs.Budi Agustono,M.S. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dra.Eva Rabita,M.Hum, selaku Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Ishak,S.S.,M.Hum, selaku Sekretaris Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, sekaligus Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya dalam membimbing dan memberikan arahan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Himma Dewiyana,S.T.,M.Hum selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan saran yang bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini sehingga menjadi lebih baik lagi.
5. Ibu Laila Hadri Nasution,S.Sos.,M.P., selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran yang bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini sehingga menjadi lebih baik lagi.
6. Seluruh staf pengajar beserta staf administrasi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu serta wawasan kepada penulis selama masa perkuliahan serta memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
7. Kepada sahabat-sahabat tercinta, Ami Ninna, Barokah Sholawati Selian, Fatma Ananda, dan si bungsu Sri Irianti Purba yang telah banyak membantu, memotivasi dan memberikan keceriaan sehingga penulis semangat dalam pengerjaan skripsi ini.
8. Kepada seluruh rekan-rekan seperjuangan Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2015 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungan dan tetap jaga rasa kekeluargaan hingga nanti.
Semua pihak yang telah membantu hingga selesainya skripsi ini. Terima kasih.
Penulis menyadari bahwa skrpsi ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, penulis mengharpkan masukan, saran dan kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini dan meningkatkan kemampuan menulis di masa yang akan datang. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juli 2019 Penulis
Efni Ulfanisma Siregar 150709013
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 4
1.4 Manfaat Penelitian ... 4
1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN TEORI ... 6
2.1 Bibliometrika ... 6
2.1.1 Pengertian Bibliometrika ... 6
2.1.2 Tujuan Bibliometrika ... 8
2.1.3 Manfaat Bibliometrika ... 10
2.2 Dalil Dasar Bibliometrika ... 11
2.2.1 Hukum Bradford ... 13
2.2.2 Manfaat Hukum Bradford ... 15
2.3 Kolaborasi ... 16
2.3.1 Pengertian Kolaborasi ... 16
2.3.2 Tujuan Kolaborasi ... 18
2.3.3 Manfaat Kolaborasi ... 19
2.3.4 Jenis-jenis Kolaborasi ... 22
2.4 Penelitian Terdahulu ... 24
BAB III METODE PENELITIAN ... 26
3.1 Jenis Penelitian ... 26
3.2 Unit Analisis ... 27
3.3 Instrumen Penelitian ... 27
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 27
3.5 Teknik Pengolahan Data ... 28
3.6 Teknik Analisis Data ... 30
3.7 Penyajian Data ... 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 35
4.1 Deskripsi Data ... 35
4.2 Perkembangan Penelitian Bidang IP pada Database Online EBSCO Tahun 2013-2017...36
4.3 Penyebaran Institusi Pelaksana Penelitian Bidang IP pada Database Online EBSCO Tahun 2013 2017...41
4.4 Penyebaran Artikel Penelitian Bidang IP pada Berbagai Jurnal...43
4.5 Tingkat Kolaborasi Peneliti...48
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 50
5.1 Kesimpulan ... 50
5.2 Saran ... 51
DAFTAR PUSTAKA ... 52
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Penyebaran Artikel di Beberapa Negara ... 33
Tabel 3.2 Jenis Publikasi ... 33
Tabel 3.3 Subjek Penelitian ... 33
Tabel 3.4 Institusi Pelaksana Penelitian ... 33
Tabel 3.5 Penyebaran Artikel Penelitian pada Berbagai Jurnal ... 33
Tabel 3.6 Pembagian Daerah Artikel Jurnal Menurut Hukum Bradford... 34
Tabel 3.7 Komposisi Pengarang Artikel ... 34
Tabel 3.8 Tingkat Kolaborasi Peneliti ... 34
Tabel 4.1 Penyebaran Artikel di Beberapa Negara ... 38
Tabel 4.2 Jenis Publikasi ... 39
Tabel 4.3 Subjek Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan ... 40
Tabel 4.4 Institusi Pelaksana Penelitian Bidang IP ... 41
Tabel 4.5 Penyebaran Artikel Penelitian pada Berbagai Jurnal ... 43
Tabel 4.6 Pembagian Daerah Artikel Jurnal Menurut Hukum Bradford... 44
Tabel 4.7 Pembagian Daerah Artikel Jurnal Menurut Hukum Bradford... 46
Tabel 4.8 Komposisi Pengarang ... 48
Tabel 4.9 Tingkat Kolaborasi Peneliti ... 49
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Contoh Hasil Penelusuran pada Database Online
EBSCO...35 Gambar 4.2 Perkembangan Jumlah Artikel Penelitian Bidang IP
pada Database Online EBSCO ... 36 Gambar 4.3 Pola Penyebaran Artikel di Beberapa Negara ... 37
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Contoh Cantuman Artikel Dalam Format PDF ... 55 Lampiran 2 Subjek Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan pada
Database Online EBSCO Tahun 2013-2017 ... 59 Lampiran 3 Institusi Pelaksana Penelitian Bidang IP pada Database
Online EBSCO Tahun 2013-2017 ... 67 Lampiran 4 Penyebaran Artikel Penelitian Bidang IP pada Berbagai
Jurnal ... 81 Lampiran 5 Contoh Hasil Penelusuran Penelitian Bidang IP
Pada Database Online EBSCO Tahun 2013-2017 ... 85
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Salah satu parameter perkembangan suatu bidang ilmu yaitu hadirnya karya ilmiah sebagai hasil penelitian yang dimuat dalam database jurnal dalam bentuk artikel. Artikel jurnal selain merupakan sumber informasi primer juga sebagai media komunikasi ilmiah yang memiliki peranan dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing. Khususnya pada bidang ilmu perpustakaan, banyaknya artikel jurnal yang dimuat dalam berbagai database elektronik sekarang dapat kita peroleh dengan mudah dan dapat di akses secara online merupakan bentuk dari hasil proses pengembangan ilmu pengetahuan.
Di antara beberapa database jurnal elektronik online yang menampung hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan, salah satunya adalah EBSCOhost Research Databases Basis data ini merupakan sebuah sistem referensi dan informasi ilmiah yang dapat di akses secara online menggunakan internet. Database ini juga memfasilitasi pengguna untuk dapat mengakses informasi ilmiah secara fulltext atau hanya sekedar informasi bibliografis ke berbagai database pada berbagai bidang ilmu, termasuk didalamnya bidang Ilmu Perpustakaan. Saat ini EBSCO dapat diakses secara mudah dengan memanfaatkan Internet IP based bagi pengguna jaringan dan ID atau Password bagi yang tidak memiliki akses ke fasilitas tersebut. Keunggulan EBSCO dapat diakses melalui mobile platforms seperti : BlackBerry, iPhone & iPod Touch, Palm, Pocket PC dan Windows
Smartphone. Database online ini berdiri sejak tahun 1944 yang berpusat di Ipswich, USA dan sedikitnya memuat 7 basis data berbagai bidang ilmu termasuk didalamnya mengenai perpustakaan (Library & Information Technology Abstracts) dan dapat di akses melalui websitenya (http://search.ebscohost.com).
Tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian yang menerapkan pendekatan analisis bibliometrika pada bidang ilmu perpustakaan sudah banyak dilakukan, tetapi artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan pada jurnal Library &
Information Technology Abstracts yang dimuat di database online EBSCO sejauh ini belum ditemukan. Dengan demikian, hal ini perlu dilakukan analisa untuk memeriksa sejauh mana perkembangan publikasi tersebut mengingat di dalam database tersebut juga terdapat jurnal yang memuat artikel hasil-hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan yang cukup banyak.
Penelitian mengenai analisis bibliometrika juga telah diterapkan oleh bidang ilmu lain, seperti yang dilakukan oleh Tupan dan Rulina Rachmawati (2016) yang melakukan kajian untuk menganalisis pertumbuhan terbitan ilmiah di bidang ilmu dan teknologi pangan, mengidentifikasi jurnal inti, produktivitas para peneliti, jumlah dokumen berdasarkan kolaborasi lembaga, jumlah publikasi berdasarkan subjek, serta peta perkembanbangan publikasi berdasarkan kata kunci dan pengarang pada negara-negara se-Asia Tenggara (ASEAN). Hasil penelitian ini melaporkan sejumlah temuan yang cukup lengkap dan kompleks serta cakupan wilayah penelitian yang luas yaitu negara se-Asia Tenggara.
Analisis bibliometrika pada penelitian ini dijadikan sebagai pendekatan yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan serta penyebaran artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan yang dimuat dalam database online EBSCO sejak tahun 2013-2017 berjumlah 530 artikel. Selain itu, pendekatan analisis bibliometrika dapat juga melaporkan jurnal inti (core journal) dan tingkat kolaborasi para peneliti yang ikut berkontribusi pada bidang perpustakaan.
Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas, maka judul penelitian ini adalah
“Analisis Bibliometrika Terhadap Artikel Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan Tahun 2013-2017 Pada Database Online EBSCO”.
1.2 Rumusan masalah
Beberapa rumusan masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana perkembangan penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013-2017?
2. Bagaimana pola penyebaran dan jurnal inti (core journal) pada artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan di berbagai jurnal?
3. Bagaimana tingkat kolaborasi peneliti dalam artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013-2017?
1.3 Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui :
1. Perkembangan penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013-2017.
2. Pola penyebaran dan jurnal inti (core journal) pada artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan di berbagai jurnal.
3. Tingkat kolaborasi peneliti dalam bidang ilmu perpustakaan.
1.4 Manfaat penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan nilai manfaat yang ditujukan kepada :
1. Bagi Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk mengetahui perkembangan dan jurnal inti di bidang ilmu perpustakaan, sehingga memudahkan dalam membantu menentukan daftar tambahan koleksi khususnya jurnal ilmiah bidang ilmu perpustakaan.
2. Bagi peneliti, agar mampu mengembangkan pengetahuan dan wawasan yang diterapkan melalui analisis bibliometrika terhadap artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan.
3. Bagi pembaca, agar dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk kegiatan penelitian selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan kajian analisis bibliometrika.
1.5 Ruang lingkup
Adapun yang menjadi ruang lingkup penelitian ini adalah bidang kajian bibliometrika khususnya membahas mengenai perkembangan dan pola penyebaran publikasi hasil penelitian dalam objek kajian bidang ilmu perpustakaan, jurnal inti (core journal) menggunakan hukum Bradford, dan tingkat kolaborasi peneliti (collaboration) dalam melakukan penelitian bidang ilmu perpustakaan yang dimuat pada database online EBSCO tahun 2013-2017.
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Bibliometrika
2.1.1 Pengertian Bibliometrika
Bibliometrika berasal dari dua kata yaitu “biblio” atau “bibliography” dan
“metrics”. Kata biblio berarti buku dan metrics yang artinya berhubungan dengan mengukur. Jadi, teknik bibliometrika aplikasi yang kajiannya dilakukan dengan model statistik secara kuantitatif (Fatmawati, 2012, 2).
Lebih lanjut Reitz dalam Fatmawati (2012, 3) menjelaskan jika bibliometrika menerapkan metode matematika dan statistik. Maksudnya adalah untuk lebih memahami dan mengidentifikasi pola-pola dalam penggunaan bahan dan layanan di perpustakaan untuk mengetahui perkembangan dari literatur khusus. Misalnya berkaita dengan kepengarangan, publikasi, maupun penggunaannya. Pustakawan yang tertarik melakukan kajian bibliometrika dapat melakukan kajian dengan cara menjumlahkan proses komunikasi tertulis maupun penjumlahan data bibliografis.
Selanjutnya penjelasan Naseer & Mahmood (2009, 3) mengenai bibliometrika yang menyatakan bahwa :
The word bibliometrics was introduced by Pritchard (1969) which substituted the earlier term “statistical bibliography” which was used for the same concept. Various techniques of bibliometric analysis help to determine specialtrends in literature of a given field of study.
Pendapat diatas dapat diartikan bahwa kata bibliometrika telah diperkenalkan oleh Pritchard pada tahun 1969 sebagai pengganti istilah
sebelumnya “Statistical Bibliography” yang digunakan untuk konsep yang sama.
Berbagai teknik analisis bibliometrika membantu dalam menentukan berbagai tren khusus dalam literatur pada sebuah bidang studi yang sedang dikaji.
Diodato seperti yang dikutip oleh Fatmawati (2012, 3) mendefinisikan bibliometrika yaitu suatu bidang ilmu yang didalam kajiannya menerapkan matematika dan statistik sebagai teknik, yang melibatkan perhitungan sederhana hingga perhitungan rumit seperti kalkulus, yang digunakan untuk mempelajari publikasi serta memahami bentuk komunikasi dalam distribusi
Kemudian Hasugian (2009) juga menjelaskan bahwa publikasi yang merupakan hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah adalah objek utama kajian bibliometrika. Dalam hal ini, publikasi tersebut diakui sebagai media penting komunikasi ilmiah. Ia juga menambahkan bahwa publikasi penelitian selain penting, juga merupakan pengetahuan serta arsip umum yang setiap saat dapat didapatkan dan digunakan oleh publik. Saat ini publikasi ilmiah pun sudah mengalami perkembangan, seperti perubahan alih media dari bentuk tercetak ke bentuk elektronik. Perubahan ini akan sangat membantu dalam mendapatkan data utama dalam analisis bibliometrika.
Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa publikasi hasil-hasil penelitian yang dapat ditemukan pada jurnal ilmiah merupakan objek utama kajian bibliometrika. Hal ini dikarenakan publikasi ini merupakan salah satu media komunikasi ilmiah dan sumber pengetahuan publik yang dapat digunakan oleh semua orang.
2.1.2 Tujuan Bibliometrika
Diungkapkan oleh Fatmawati (2012, 4) yang menyatakan bahwa berdasarkan metodologi, daftar rujukan yang dikutip dari dokumen lain yang diterapkan pada statistik dalam alur komunikasi ilmiah digunakan didalam teknik bibliometrika. Secara umum, dengan bibliometika akan diketahui beberapa hal seperti perbandingan jenis, bentuk, kemutakhiran dokumen yang dikutip pada suatu daftar bibliografi, dan juga dapat menghasilkan suatu temuan yang dapat melaporkan gambaran tingkat pemanfaatan sumber-sumber informasi perpustakaan.
Berbeda pula menurut Sulistyo-Basuki (2002, 3), yang menyatakan bahwa tujuan adanya bibliometrika yaitu untuk memaparkan proses komunikasi tertulis, mendeskripsikan sifat dan arah pengembangan perhitungan dan analisa berbagai faset komunikasi. Beliau juga menambahkan bahwa kajian bibliometrika selain mampu memberikan penjabaran mengenai proses komunikasi tertulis juga mampu memantau perkembangannya dalam suatu disiplin ilmu.
Perbedaan diantara kedua gagasan di atas dapat dilihat jelas bahwa dari pendapat Fatmawati yang menyatakan bahwa tujuan bibliometrika berkaitan dengan literatur diantaranya seperti untuk dapat mengetahui perbandingan jenis, bentuk, kemutakhiran dokumen yang disitir pada suatu daftar pustaka, dan menghasilkan temuan mengenai penggunaan suatu sumber informasi. Sementara menurut Sulistyo-Basuki, beliau mengungkapkan bahwa tujuan bibliometrika lebih cenderung berfokus pada komunikasi yaitu menjelaskan komunikasi tertulis
dan prosesnya, sifat, arah, termasuk juga perkembanganya dalam suatu disiplin ilmu melalui perhitungan dan analisis faset komunikasi.
Hasil kajian bibliometrika juga dapat sebagai dasar untuk pengembangan koleksi di perpustakaan agar lebih terarah sesuai kebutuhan pemustaka. Hal ini disebabkan karena hasilnya dapat diaplikasikan dalam bidang subjek yang dicakup oleh koleksi perpustakaan dan publikasi oleh para ilmuan pada bidang tertentu untuk dipelajari (Fatmawati, 2012).
Brookes yang dikutip oleh Sulistyo-Basuki (2002, 7) menguraikan bahwa tujuan umum bibliometrika adalah:
1. Dengan bibliometrika, membangun sistem dan jaringan informasi dapat dirancangan lebih ekonomis
2. Tingkat efisiensi dalam proses mengelola informasi dapat disempurnakan
3. Bibliometrika dapat mengidentifikasi dan mengukur efisiensi pada jasa bibliografi yang ada saat ini
4. Bibliometrika dapat memprediksi kecenderungan penerbitan
5. Basis pengembangan teori dalam ilmu informasi dapat disediakan oleh penemuan dan eludasi hukum empiris.
Selanjutnya Lasa yang dikutip oleh Fatmawati (2012, 5) menjelaskan bahwa kajian bibliometrika dimaksudkan untuk menyediakan informasi dan ilmu pengetahuan serta merupakan sistem komunikasi informasi dengan obyeknya.
Kajiannya banyak difokuskan pada karya bersama/kolaborasi terutama pada ko- penulis dan pada sub-penulis. Ko-penulis berarti kolaborasi yang dikerjakan
bersama-sama dan nama-nama penulis disebutkan satu per-satu dalam karyanya.
Sementara, sub-penulis merupakan penulis yang memberika bantuan teknis dan teoritis.
Lebih lanjut, Von Ugern-Stenberg juga menegaskan bahwa dengan penerapan bibliometrika sebagai metode dalam penelitian bermanfaat memberikan kesempatan untuk mendeskripsikan isi, struktur dan pengembangan penelitian (Fatmawati, 2012).
Hal ini juga disampaikan oleh Subramanyam (1983, 35) yang menyatakan bahwa bibliometrika sebagai metode dapat memfasilitasi kegiatan penelitian untuk mencari hubungan antara kolaborasi peneliti dan variabel-variabel yang berkaitan dengan masalah dan lingkungan penelitian dengan menerapkan teknik statistik seperti regresi, korelasi dan analisis faktor.
Berdasarkan beberapa gagasan para ahli diatas dapat diambil kesimpulan yakni tujuan bibliometrika adalah sebagai metode untuk penelitian yang berkaitan dengan literatur ilmiah secara statistika dan matematika untuk memantau hal-hal berkaitan dengan literatur ilmiah seperti proses komunikasi ilmiah, pengembangan terhadap suatu bidang ilmu, dan tingkat kolaborasi antar peneliti.
2.1.3 Manfaat Bibliometrika
Bibliometrika merupakan cabang ilmu perpustakaan dan informasi yang paling tua sejak pertama kali diperkenalkan. Pada saat ini bibliometrika telah banyak dilibatkan dalam penelitian yang berkaitan dengan literatur, seperti yang diungkapkan oleh Barik & Jena (2017) yang menyatakan bahwa kajian
bibliometrika banyak digunakan untuk pemetaan pertumbuhan penelitian ilmiah, pola kepenulisan, kolaborasi penelitian, produktivitas penulis dan lainnya. Kajian ini merupakan instrumen terbaik dalam penelitian ilmu sosial untuk menganalisis publikasi dalam berbagai bidang ilmu, penulis, lembaga dan negara. Bibliometrika digunakan untuk mengukur penelitian kualitatif dan kuantitatif serta untuk menyelidiki tren penelitian dalam suatu bidang ilmu.
Sementara itu, pernyataan mengenai manfaat analisis bibliometrika oleh Ishak (2005, 18) tidak jauh berbeda dengan pendapat diatas. Bagi perpustakaan dan pustakawan manfaat bibliometrika antara lain :
1. Dapat mengidentifikasi jurnal inti dalam berbagai disiplin ilmu
2. Dapat mengidentifikasi arah dan gejala penelitian dan perkembangan pengetahuan pada berbagai disiplin ilmu
3. Dapat menduga keluasan literatur sekunder 4. Mengenali pemakai berbagai subjek
5. Mengenali kepengarangan dan arah gejalanya pada dokumen berbagai subjek
6. Mengukur manfaat jasa SDI ad-hoc dan retrospektif
7. Meramalkan arah gejala perkembangan masa lalu, sekarang dan masa datang
8. Mengatur arus masuk informasi dan komunikasi 9. Mengkaji keusangan dan penyebaran literatur ilmiah
10. Meramalkan produktifitas penerbit, pengarang, organisasi, negara dan disiplin ilmu.
2.2 Dalil Dasar Bibliometrika
Menurut (Fatmawati, 2015), dalam melakukan penelitian bibliometrika mengacu pada 3 (tiga) teori sebagai hukum dasar, yaitu :
1. Bradford’s law (oleh Samuel Clement Bradford) tahun 1934, 1948. Hukum yang menjelaskan bagaimana literatur dari suatu subjek didistribusikan dalam jurnal tersebut dan mana yang membentuk dasar untuk mengkalkulasi
berapa jurnal yang berisi prosentasi tertentu dari artikel yang dipublikasikan. Rumusnya : I : n : n2 : n3
Ada persyaratan pada saat peneliti akan menerapkan hukum Bradford.
Dalam Ishak (2005, 18) disebutkan persyaratannya, yaitu : subyek yang dipilih cukup sempit, rentang waktu penelitian, dan sumber data penelitian cukup lengkap.
2. Lodka’s Law (oleh Alfred J. Lotka) tahun 1926. Hukum yang formulanya untuk mengukur produktivitas. Artinya berhubungan dengan perhitungan mengenai tingkat produktivitas peneliti dalam menciptakan suatu tulisan ilmiah yang dipublikasikan.
Rumusnya : C = Xn . y
Dimana : X = nomor publikasi
Y = jumlah pengarang yang menghasilkan publikasi x n = konstanta
C = konstanta
3. Zipf’s Law (oleh George Kingsley Zipf) tahun 1935, 1949. Hukum yang melihat tentang frekuensi kemunculan kata-kata tertentu yang spesifik, yang menyarankan kepada pemustaka menggunakan kata-kata yang familiar.
Rumusnya : C = r . f
Dimana : r = rangking atau peringkat
f = frekuensi (jumlah kata yang digunakan dalam teks) C = konstanta
Dari ketiga dalil tersebut, salah satu diantaranya adalah hukum Bradford yang akan digunakan dalam metode penelitian ini, yaitu pola penyebaran artikel di berbagai jurnal.
2.2.1 Hukum Bradford
Awal munculnya hukum Bradford yaitu saat kali pertama dipublikasikan oleh seorang ahli matematika yang merangkap sebagai pustakawan asal London, Samuel C. Bradford (1934-1948) yang pada saat itu sedang melakukan kajian terhadap artikel perihal applied geophicics and lubrication terhadap beberapa jurnal yang dimiliki oleh perpustakaan The Science Museum Library London.
Pendapat Bradford seperti yang dikutip oleh Mustafa (2009, 1) menyatakan bahwa semua bidang ilmu berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung saling terkait. Ini sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Digambarkan seperti sebuah pohon, prinsip pohon ilmu yang menggambarkan kaitan ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya. Jika jurnal disusun menurut peringkat banyaknya memuat artikel dari yang paling banyak memuat artikel sampai jurnal yang memuat artikel paling sedikit, maka akan terdapat pola yang tertentu.
Pola itu adalah: n1: n2: n3 = l : a : a2
Rumus di atas dinyatakan oleh para ahli sebagai Rumus Verbal Bradford.
Selanjutnya Brookes yang dikutip oleh Patra dan Chand (2006, 21), ia menjelaskan hukum Bradford digunakan untuk menentukan inti dari suatu jurnal dan terbagi menjadi tiga zona atau wilayah. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa hukum Bradford digunakan untuk menentukan jumlah dari jurnal inti dalam bidang apa pun. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa jurnal dalam satu
bidang dapat dibagi menjadi tiga bagian/zona, masing-masing berisi jumlah artikel yang sama, yang pertama adalah zona jurnal inti dari bidang tersebut, yang menghasilkan sekitar sepertiga dari jumlah total artikel. Selanjutnya zone kedua yang berisi jumlah artikel yang sama dengan zona pertama, tetapi dengan jumlah artikel yang lebih besar. Dan yang terakhir adalah zone ketiga, yang berisi jumlah artikel yang sama tetapi lebih banyak memuat artikel dibanding zona sebelumnya. Apabila digambarkan hubungan matematis dari jumlah jurnal inti ke zona pertama adalah konstan n dan zona ke dua adalah n2. Bradford menyatakan hubungan ini kedalam persamaan berikut : I : n : n2.
Diartikan secara sederhana bahwa hukum Bradford memberi gambaran jika subjek secara umum dapat digolongkan kedalam beberapa koleksi, 1/3 jumlah artikel yang diperoleh merupakan golongan jurnal inti, 1/3 jumlah artikel berikutnya merupakan jurnal menengah, dan yang 1/3 terakhir merupakan jurnal yang luas (Mustafa, 2002).
Berikut adalah persamaan Hukum Bradford : l : n : n2 : n3
Dapat diilustrasikan sebagai berikut, suatu penelitian menemukan sebanyak 300 cantuman yang diperoleh melalui penelusuran terhadap suatu bidang subjek, berdasarkan pembagian hukum Bradford temuan tersebut dibagi menjadi 3 yaitu 100 cantuman pertama dimuat pada 5 jurnal inti, 100 cantuman kedua dimuat pada 25 jurnal kurang inti, dan 100 terakhir dimuat pada 125 jurnal pelengkap (Ishak, 2005).
Berdasarkan penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa terdapat 3 (tiga) pembagian daerah pada jurnal menurut hukum Bradford, diantaranya ialah daerah
1 yaitu daerah yang memuat jurnal inti, selanjutnya daerah 2 yang memuat jurnal kurang inti dan daerah 3 merupakan daerah jurnal pelengkap.
Brookes dalam Mustafa (2002, 1) menyimpulkan bahwa, semakin banyak penelitian yang dilakukan, semakin yakin kita akan kebenaran hukum empiris tersebut. Untuk membuktikan hukum Bradford, beberapa persyaratan harus diperhatikan, antara lain :
1. Subjek yang dipilih cukup sempit 2. Kurun waktu penelitian
3. Sumber data penelitian cukup lengkap (Mustafa, 2002)
2.2.2 Manfaat Hukum Bradford
Manfaat hukum Bradford menurut sebagai salah satu dalil bibliometrika dijelaskan oleh Arsenova & Iskra (2013) yang menyatakan bahwa :
Bradford‟s law has been used as an argument about how to build collections, how to select journals to be indexed in bibliographies, how to measure the coverage of bibliographies, how to solve practical problems related to information seeking and retrieval, and by Bradford himself as an argument for a new way to organize bibliographical work and documentation.
Dalam pernyataan tersebut dapat diartikan secara singkat bahwa hukum Bradford telah digunakan dalam berbagai hal di perpustakaan seperti :
1. Sebagai argumen tentang bagaimana membangun koleksi 2. Bagaimana memilih jurnal untuk diindeks dalam bibliografi 3. Bagaimana mengukur cakupan bibliografi
4. Bagaimana menyelesaikan masalah praktis terkait dengan pencarian dan temu kembali informasi
5. Cara baru untuk mengatur kerja bibliografi dan dokumentasi.
Sedangkan menurut Brookes, pustakawan yang paling banyak memberikan perhatian terhadap hukum Bradford menerangkan bahwa hukum tersebut dapat digunakan untuk :
1. Kekompletan suatu daftar pustaka dapat teruji 2. Efektifitas dai pemanfaatan jurnal dapat teruji
3. Sistem jaringan perpustakaan dapat dirancang dalam suatu organisasi 4. Tingkat kecermatan dalam pencarian literatur dapat diukur
5. Ditetapkannya suatu kebijakan dalam pembinaan koleksi (Mustafa, 2002)
2.3 Kolaborasi
2.3.1 Pengertian Kolaborasi
Pengertian kolaborasi menurut Hasugian (2009) yang menjelaskan bahwa
“collaboration” atau dalam bahasa Indonesia “kolaborasi” memiliki arti kerjasama yang setidaknya dilakukan oleh lebih dari satu orang dalam suatu kegiatan seperti riset atau studi. Munculnya ide kolaborasi berawal dari adanya pemikiran bahwa terkadang dalam menciptakan suatu karya atau artikel tidak selalu dapat dikerjakan secara independen, maka dari itu dibutuhkan sumbangsih dan partisipasi dari berbagai pihak. Kolaborasi bisa dibagi menjadi kolaborasi teoritis dan kolaborasi teknis. Kolaborasi teoritis yaitu kerjasama yang berupa nasihat, gagasan atau kritik. Sedangkan kolaborasi teknis yaitu kerjasama dalam bentuk ikut serta dalam kegiatan penelitian tersebut.
Menurut Smith dan Katz (2000, 10) menyatakan konsep kolaborasi juga muncul dalam pendidikan tinggi. Istilah kolaborasi pada pendidikan tinggi biasanya mencakup berbagai fungsi, termasuk pengajaran, partisipasi dan perkembangan mahasiswa (misalnya kesepakatan, waralaba, dan hubungan
validasi), pembelajaran seumur hidup, komersialisasi penelitian, dan kekayaan intelektual (IP), transfer teknnologi, konsultasi serta penelitian. Dalam hal ini dapat dimaknai bahwa terjadinya kolaborasi dapat dialami oleh pihak manapun, baik secara formal maupun non formal. Kolaborasi tidak hanya dilakukan oleh pihak yang melakukan kegiatan penting atau pun berskala besar, tetapi mahasiswa pun juga dapat berkolaborasi dalam studinya.
Selanjutnya Fatmawati (2012, 11) menjelaskan bahwa didalam proses penelitian, kolaborasi digambarkan sebagai cara untuk memproduksi hasil melalui transfer dan berbagi informasi, keteramilan, serta keahlian. Apabila frekuensi kolaborasi ilmiah terus mengalami peningkatan, maka akan berpotensi untuk memecahkan masalah ilmiah yang lebih kompleks.
Stack yang dikutip oleh Anom (2012, 4) berpendapat bahwa kolaborasi adalah kiat dalam suatu aktivitas penelitian dan peningkatan produk serta layanan informasi yang menghimpun seluruh kepentingan atau keperluan para peneliti ilmiah. Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa kolaborasi atau kerjasama dapat memfasilitasi hal-hal yang menjadi kepentingan peneliti yang dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai didalam suatu penelitian.
Menurut Subramanyam (1983) menyatakan bahwa :
The degree of collaboration varies from one discipline to another. It is generally high in the intensely collaborative scientific and technical fields, but low in the humanitites in which the lonely scholar, working without the trappings of “big science” still produces much of the scholarly literature.
Dalam pernyataan di atas Subramanyam berpendapat bahwa derajat kerjasama berbeda pada masing-masing disiplin ilmu. Secara umum kolaborasi sangat tinggi pada bidang ilmiah dan teknis, namun rendah dalam bidang
humaniora dimana peneliti melakukan penelitian secara individu tanpa adanya jebakan dari “ilmu besar” namun tetap menghasilkan banyak literatur ilmiah.
Sederhananya dapat diartikan bahwa, tingkat kolaborasi pada kegiatan penelitian pada suatu bidang dengan bidang lain sewaktu-waktu dapat berbeda. Hal ini mungkin dapat terjadi apabila penelitian tersebut tidak melibatkan peneliti atau tidak membutuhkan banyak ilmu dengan kata lain penelitian itu dikerjakan secara individu.
2.3.2 Tujuan Kolaborasi
Beaver seperti yang dikutip Maryono & Surajiman (2017) lebih lanjut menyebutkan 18 tujuan dilakukannya kolaborasi:
1. Mengakses keahlian yang dibutuhkan
2. Mengakses perlengkapan sumberdaya dan bahan yang tidak/belum dimiliki
3. Meningkatkan akses ke sumber pendanaan
4. Memperoleh kebanggaan (prestige) dan visibilitas, dalam rangka peningkatan profesionalisme
5. Demi efisiensi, karena dengan menggabungkan beberapa tenaga, pikiran dan pengetahuan
6. Untuk memacu kemajuan lebih cepat
7. Untuk menangani permasalahan yang lebih besar, lebih penting, lebih komprehensif, tingkat kesulitan lebih tinggi, serta permasalahan global 8. Untuk meningkatkan produktivitas penelitian
9. Untuk mengenal lebih banyak orang, serta menciptakan jaringan
10. Untuk mempelajari peralatan baru, keahlian baru, bidang spesifik yang baru, atau permasalahan baru
11. Untuk memuaskan rasa keingintahuan dan minat intelektual 12. Untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain
13. Untuk menyempurnakan penelitian dengan lebih efisien, mengurangi kesalahan (errors, mistakes)
14. Untuk menjaga seseorang tetap fokus pada penelitian, karena ada partner yang mengerjakan pekerjaan lainnya
15. Untuk mengurangi keterkucilan, meningkatkan energi dan semangat peneliti
16. Untuk mendidik mahasiswa, sarjana, ataupun diri sendiri
17. Untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan 18. Untuk hiburan dan kesenangan.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kolaborasi dilakukan bertujuan untuk mendukung kegiatan penelitian agar dapat dikerjakan dengan mudah karena melibatkan bantuan orang lain, dan kolaborasi juga dapat dijadikan sebagai media untuk berinteraksi dan saling memahami antar sesama peneliti maupun berbagai pihak yang ikut berkontribusi agar tercipta hasil yang baik didalam suatu penelitian.
2.3.3 Manfaat Kolaborasi
Kolaborasi atau sering disebut kerjasama dapat dilakukan dalam kegiatan berkelompok, salah satunya kegiatan penelitian. Seperti yang dijelaskan oleh Katz dan Martin (1997, 7) bahwa “A „research collaboration‟ could be defined as the working together of researchers to achieve the common goal of producing new scientific knowledge”. Pendapat diatas dapat diartikan bahwa suatu kolaborasi penelitian bisa didefinisikan sebagai kerjasama para peneliti untuk mencapai tujuan bersama untuk mengahasilkan ilmu pengetahuan baru.
Selanjutnya, menurut Australian Government (2002, 2) menjabarkan manfaat kolaborasi seperti dibawah ini :
1. Berbagi dan bertukar pengetahuan, keahlian dan teknik yang dimiliki, termasuk sosial dan ahli manajemen
2. Berkreasi dan mampu berkritik dalam penelitian, fasilitas dan infrastruktuur yang lebih besar
3. Meningkatkan kemampuan untuk peka pada pengetahuan baru
4. Memangkas waktu untuk hasil penelitian dan aplikasi praktis
5. Menggabungkan konsep yang dapat menciptakan wawasan baru untuk menunjang hasil yang lebih baik
6. Menaikkan tingkat kerjasama intelektual dan saling mengakui
7. Memberikan kesempatan untuk memperluas sudut pandang dari informasi dan pengetahuan melalui jaringan kerja formal dan informal, publikasi dan petunjuk akhir untuk melakukan aktivitas
8. Memacu konsolidasi peneliti dan indutri untuk melihat daya tampung dari indutri lokal untuk mengkomersilkan seperti hasil penelitian
9. Penghargaan dan pengaruh (Anom, 2012).
Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat diatas mengenai manfaat kolaborasi diantara lain adalah memperoleh ilmu, teknik ataupun wawasan baru bagi suatu penelitian karena kolaborasi terdiri dari rekan-rekan yang memiliki pengalaman dan ilmu yang berbeda sehingga terjalin transfer pengetahuan.
Manfaat kolaborasi lainnya juga dapat mempersingkat waktu penelitian karena dikerjakan secara bersama sehingga lebih mudah dan kegiatan tersebut cepat terselesaikan.
Sedangkan menurut pendapat Sormin yang dikutip oleh Anom (2012) ia menyatakan bahwa manfaat dilakukannya kolaborasi memberikan keuntungan sebagai berikut:
1. Transfer pengetahuan dan keahlian. Ketika seseorang berusaha untuk memperbarui pengetahuan namun terhalangi oleh beberapa hambatan seperti terbentur masalah atau mungkin membutuhkan waktu yang lama,
menyebabkan hanya sebagian ilmu yang dapat dikumpulkan sehingga pengetahuan tersebut menjadi tacit, maka pengetahuan tersebut tidak mnyebar dan tetap dalam keadaan demikian, hingga ada cendikiawan yang mempublikasikannya.
2. Pertukaran ide dari berbagai ilmu yang akan menambah pemahaman dan mengubah sudut pandang seseorang, sehingga daya cipta juga dapat ikut berkembang. Dampak tersebut akan semakin bertambah apabila terjadi transfer pengetahuan yang berkelanjutan diantara pihak-pihak yang berasal dari latar belakang ilmu berbeda.
3. Membuka kesempatan persahabatan intelektual. Kolaborasi bukan sekedar memberi peluang kepada peneliti untuk membangun hubungan dengan kelompok yang terlibat dalam suatu kegiatan penelitian tetapi juga akan berusaha menjalin komunikasi pada jaringan yang lebih luas lagi.
4. Peningkatan produktivitas. Dengan melakukan kolaborasi para peneliti terdorong untuk produktif dengan melakukan pekerjaan secara bersama.
Pada sejumlah penelitian membuktikan adanya relasi antara produktivitas dan kolaborasi.
Berdasarkan kedua pendapat di atas mengenai sejumlah manfaat yang diperoleh dari berkolaborasi secara keseluruhan sama, yaitu memperoleh ilmu, wawasan dan teknik baru serta memberikan kesempatan kepada peneliti untuk saling membangun hubungan yang baik dan meningkatkan produktivitas. Selain
itu, dengan berkolaborasi waktu yang digunakan untuk kegiatan penelitian menjadi lebih singkat karena dikerjakan secara bersama-sama.
2.3.4 Jenis-jenis Kolaborasi
Secara sadar atau tidak, kolaborasi bisa saja terjadi dan dilakukan oleh semua pihak yang berada didalam suatu aktivitas, baik itu aktivitas sederhana seperti belajar maupun aktivitas rumit seperti riset. Kolaborasi bisa saja terjadi tanpa direncanakan dan berjalan begitu saja. Tipe-tipe kolaborasi mulai banyak bermunculan seiring banyaknya aktivitas yang dilakukan. Tipe kolaborasi yang lazim dilakukan kelompok peneliti dapat digolongkan dalam beberapa aspek.
Menurut Subramanyam tipe kolaborasi dapat digolongkan menjadi :
1. Kolaborasi dosen dengan mahasiswa. Tipe kolaborasi ini merupakan tipe yang paling banyak ditemukan dikalangan akademis. Sering ditemukan dosen dan mahasiswa melakukan kolaborasi saat pengerjaan proyek penelitian. Dalam hal ini dosen berperan untuk menyalurkan konsep, pendapat dan arahan bahkan mengeluarkan dana penelitian.
Sementara mahasiswa berperan untuk mengerjakan proyek tersebut secara praktik hingga selesai. Produk dari proyek tersebut menghasilkan laporan penelitian yang akan menyertakan nama dosen dengan mahasiswa tersebut. Maka melalui kegiatan tersebut telah terjalin kolaborasi diantara keduanya.
2. Kolaborasi sesama rekan. Tipe kolaborasi ini sangat sering ditemui pada pusat-pusat penelitian (research centre). Kolaborasi ini melibatkan beberapa rekan atau mitra untuk melakukan kerjasama dalam suatu proyek seperti penelitian atau lainnya. Dalam hal ini, seluruh anggota proyek memberikan partisipasi berupa kemahiran dibidang mereka masing-masing pada pelaksanaan proyek tersebut.
3. Kolaborasi penyelia (supervisor) dengan asistennya. Kolaborasi tipe ini sering terjadi di laboratorium dimana peneliti yang lebih senior berkolaborasi dengan juniornya. Pada beberapa kasus juga ditemukan adanya kerjasama antara seorang peneliti dengan laboran teknisi.
4. Kolaborasi peneliti dengan konsultan. Tipe kolaborasi ini sering terjadi pada penelitian yang memiliki cakupan skala yang besar. Para peneliti, baik perorangan maupun kelompok dapat menjalin kerjasama dengan konsultan atau lembaga konsultan khusus dalam perihal mengumpulkan data serta mengelola dan anlisa data.
5. Kolaborasi antar lembaga ilmuan atau peneliti yang bekerja pada lembaga induk yang berbeda berkolaborasi dalam melakukan proyek penelitian berguna untuk masing-masing lembaga tersebut. Kolaborasi yang seperti ini bisa tejadi apabila tingkat kerumitan proyek penelitian yang dihadapi cukup tinggi. Atau kolaborasi ini dapat terjadi apabila suatu lembaga membutuhkan peralatan yang tidak dapat diadakan sendiri atau membutuhkan bantuan khusus yang hanya bisa didapatkan dari lembaga lain.
6. Kolaborasi internasional. Tipe yang satu ini merupakan kolaborasi yang memiliki nilai tertinggi diantara kolaborasi sebelumnya. Kolaborasi internasional yakni kerjasama melibatkan dua negara atau lebih. Dalam hal ini, kolaborasi menciptakan adanya hubungan internasional antara negara-negara tersebut yang berkaitan dengan penelitian (Prihanto 2002, 2).
Menurut Smith dan Katz (2000, 13) menyatakan bahwa kolaborasi terbagi menjadi 3 tipe, yaitu :
1. Tipe A : Kolaborasi antar lembaga 2. Tipe B : Kolaborasi antar tim 3. Tipe C : Kolaborasi antar individu
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa apa pun jenis kolaborasi yang dilakukan, kepada masing-masing pihak diharapkan dapat saling memberikan kontribusi untuk menunjang kegiatan penelitian agar menghasilkan output yang baik, dalam hal ini dapat berupa ide, wawasan, pengalaman bahkan dana dan penyediaan fasilitas kegiatan. Dengan adanya kolaborasi ini maka kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak.
2.4 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu mengenai analisis bibliometrik pada bidang perpustakaan pernah dilakukan oleh peneliti luar negeri Barik dan Jena (2014) yang mengkaji pertumbuhan artikel penelitian di India bidang LIS (Library and Information Science). Penelitian ini memeriksa 385 artikel yang diindeks oleh database Scopus selama periode 2004-2013. Hasil penelitian ini mengungkapkan
publikasi artikel penelitian Library and Information Science di India berkisar antara 7-80 artikel pertahun dan pertumbuhan rata-rata sebesar 16,49%.
Selanjutnya, penelitian lain yang berkenaan dengan kajian bibliometrika juga dilakukan oleh Tupan dan Rulina Rachmawati (2016) yang melakukan pengamatan guna melihat perkembangan terbitan ilmiah dibidang ilmu dan teknologi pangan, jurnal inti, produktivitas peneliti, jumlah dokumen berdasarkan kolaborasi institusi, jumlah terbitan ilmiah berdasarkan subjek, peta perkembangan terbitan ilmiah berdasarkan kata kunci dan pengarang pada negara yang terhimpun dalam Association of Southeast Asian Nations.
Hasil temuan riset ini cukup kompleks, dintaranya melaporkan mengenai adanya pertumbuhan terbitan ilmiah tertinggi pada 2013 yaitu 113 dokumen (14,71%). Penelitian ini menyatakan bahwa terbitan ilmiah terbanyak dilansir pada jurnal inti International Journal Of Food Science And Technology yaitu sebanyak 240 publikasi. Selanjutnya insitusi yang paling tinggi menyumbang terbitan ilmiah tertinggi adalah Universiti Putra Malaysia sebanyak 95 publikasi.
Terdapat 5 orang peneliti yang paling produktif dari negara Thailand. Negara yang paling produktif adalah Thailand sebanyak 310 publikasi. Subjek yang terbanyak adalah Agricultural and Biological Sciences sebanyak 620 dokumen (80,7%), dan tertinggi dalam bentuk artikel.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Pada dasarnya metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data yang dimaksudkan untuk tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah pada hal ini yaitu kegiatan penelitian tersebut berlandaskan pada sifat-sifat keilmuwan, antara lain rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya dapat diterima oleh akal dan penalaran manusia. Empiris artinya dapat diamati oleh manusia.
Sistematis yang berarti proses penelitian tersebut dilakukan berdasarkan langkah- langkah dan logis (Sugiyono, 2008).
Menurut Nazir seperti yang dikutip Maryono (2012, 6) menegaskan bahwa metode deskriptif ialah metode yang mengamati fakta-fakta aktual yang terjadi sebagaimana adanya tentang status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set keadaan, suatu sistem spekulasi atau suatu kejadian pada saat ini.
Sedangkan menurut Kasiram mengenai penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang didalam prosedurnya melibatkan data berupa angka selaku media yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan dan menganalisa keterangan tentang hal-hal yang ingin diketahui (Kuntjojo, 2009, 11).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan, diseminasi artikel di berbagai jurnal, jurnal inti (core journal) dan tingkat kolaborasi peneliti pada database online EBSCO tahun 2013-2017.
3.2 Unit Analisis
Unit yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah artikel hasil-hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO (http://search.ebscohost.com).
Adapun yang akan dilibatkan menjadi populasi pada penelitian ini adalah seluruh artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan yang tercaantum pada database online EBSCO dari awal tahun 2013 hingga akhir 2017. Dari observasi awal yang dilakukan penulis diperoleh data bahwa populasi yang merupakan objek penelitian adalah 530 artikel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu memanfaatkan sampel total (total-sampling) yakni keseluruhan populasi merangkap menjadi sampel penelitian (530 artikel) dengan dikelompokkan menggunakan tabel.
3.3 Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2011) instrumen penelitian adalah suatu alat yang berfungsi untuk menghitung fenomena alam maupun sosial yang diamati. Dan secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data diawali dengan melakukan pencarian terlebih dahulu pada database online EBSCO melalui website (http://search.ebscohost.com).
Langkah-langkah penelusuran dilakukan dengan cara :
1. Memberikan batasan pada tahun publikasi dan bahasa yang digunakan di kolom penelusuran
2. Menggunakan Boolean Logic “AND” untuk menentukan hasil pencarian 3. Menentukan strategi pencarian yakni mengisi term dengan subjek
“library science AND Research”. Pola ini telah berpedoman kepada Library of Congress Subject Headings (LCSH)
4. Seluruh cantuman dari hasil pencarian di simpan dalam bentuk pdf (lihat contoh cantuman artikel format pdf di Lampiran 1).
3.5 Teknik Pengolahan Data
Selanjutnya data yang telah disimpan dalam bentuk pdf lalu diproses kembali memanfaatkan program Microsoft Excel 2010 dengan maksud untuk mendapatkan data awal serta membantu untuk mengetahui :
1. penyebaran artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan per tahun pada database online EBSCO
2. penyebaran artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan pada berbagai jurnal
3. penyebaran asal dan institusi peneliti 4. tingkat kolaborasi peneliti
Kemudian data akan diolah dengan prosedur sebagai berikut :
1. Melakukan identifikasi publikasi hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO
1) menentukan perkembangan artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan
2) mengidentifikasi jenis publikasi dan subjek penelitian bidang ilmu perpustakaan
3) menentukan penyebaran artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan pada berbagai jurnal
4) mengidentifikasi asal dan institusi peneliti 2. Menganalisis core journal
Dalam menganalisis jurnal inti artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO akan dilakukan berdasarkan hukum Bradford.
3. Mengidentifikasi tingkat kolaborasi peneliti 1) menetapkan sampel
2) melakukan perhitungan komposisi peneliti bidang ilmu perpustakaan 3) melakukan perbandingan tingkat kolaborasi menggunakan metode
Subramanyam
3.6 Teknik Analisis Data
Data-data yang telah dikumpulkan kemudian dikelola, dan dijalankan pemrosesan data (analisis data). Analisis data dikerjakan dengan tahap-tahap berikut ini :
1. Perkembangan artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan Data awal yang telah diperoleh dengan bantuan program Acrobat Reader DC diolah ulang menggunakan program Microsoft Excel 2010, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pendistibusian data dan menampilkan penyebaran perkembangan jumlah artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan dalam format grafik.
2. Pola penyebaran artikel hasil penelitian bidang ilmu perpustakaan untuk menentukan core journal
Untuk mengetahui penyebaran pada berbagai jurnal, hasil pencarian penelitian bidang ilmu perpustakaan yang telah diperoleh dari database online EBSCO selanjutnya diurutkan mulai dari jumlah artikel terbesar hingga terkecil yang dimuat pada suatu jurnal. Perhitungan dilakukan dengan cara pengindeksan berdasarkan judul.
Untuk mengetahui inti dari jurnal (core journal), dilakukan pengujian dengan menerapkan hukum Bradford, yakni membagi seluruh artikel kedalam 3 wilayah (zona) yang jumlahnya kurang lebih sama, dengan persamaan I : n : n2, dimana n adalah pengganda Bradford.
3. Tingkat Kolaborasi Peneliti
Untuk menghitung tingkat kolaborasi peneliti bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO seluruh artikel yang ditemukan merupakan sampel yang akan diuji. Setiap artikel yang akan diuji akan dihitung satu persatu guna melihat jumlah pengarang tunggal dan pengarang berkolaborasi.
Formulasi Subramanyam (1983) dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat kolaborasi peneliti pada tahun tertentu dalam bidang penelitian tertentu.
Formulasi tersebut adalah :
Keterangan :
C = (Degree of Collaboration), yaitu derajat atau tingkat kolaborasi peneliti Nm = (Number of multiple-authored), yaitu jumlah peneliti yang berkolaborasi Ns = (Number of single-authored), yaitu jumlah peneliti individual
Besarnya nilai C merupakan tingkat kolaborasi penelitian yang berada pada interval 0 sampai 1, dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Dikatakan C = 0 apabila hasil penelitian pada bidang tertentu keseluruhannya dikerjakan secara individu (peneliti tunggal). Artinya bahwa penelitian pada bidang tersebut tidak membutuhkan kontribusi atau metode dari disiplin ilmu lain.
Nm C =
Nm + Ns
2. Dikatakan C lebih besar nol dan kurang dari setengah (0 < C < 0,5) apabila hasil penelitian pada bidang tertentu lebih banyak dilakukan secara individu dibandingkan dengan berkolaborasi. Artinya bahwa penelitian pada bidang tersebut hanya membutuhkan sedikit kontibusi atau metode dari disiplin ilmu lain.
3. Dikatakan C sama dengan setengah (C = 0,5) apabila hasil penelitian pada bidang tertentu yang dilakukan secara individu dengan berkolaborasi imbang atau sama. Artinya bahwa penelitian tersebut saling membutuhkan dan dikerjakan dengan memanfaatkan bantuan dari disiplin ilmu lain.
4. Dikatakan C lebih besar dari setengah dan kurang dari 1 apabila hasil penelitian pada bidang tertentu dilakukan secara individu dilakukan lebih sedikit dibandingkan secara kolaborasi. Artinya bahwa penelitian pada bidang tersebut banyak melibatkan bantuan dari disiplin ilmu lain.
5. Dikatakan C sama dengan 1 (C = 1) apabila hasil penelitian pada bidang tertentu secara keseluruhan dilakukan dengan berkolaborasi. Artinya bahwa penelitian pada bidang tersebut sepenuhnya membutuhkan kontribusi dari disiplin ilmu atau institusi penelitian lain.
3.7 Penyajian Data
Data akan disajikan dengan menggunakan tabel yang telah dirancang sedemikian rupa, sebagai berikut :
Tabel 3.1 Penyebaran Artikel di Beberapa Negara
No. Nama Negara
1
Tabel 3.2 Jenis Publikasi
No. Jenis Terbitan Jumlah Artikel
1
2
Tabel 3.3 Subjek Penelitian
No. Tahun Subjek Jumlah
1
2
Tabel 3.4 Institusi Pelaksana Penelitian
No. Asal Institusi Jumlah Artikel %
1
2
Tabel 3.5 Penyebaran Artikel Penelitian pada Berbagai Jurnal No. Judul Jurnal Jumlah Artikel Jumlah
Kumulatif %
1
2
Tabel 3.6 Pembagian Daerah Artikel Jurnal Menurut Hukum Bradford Daerah Jumlah Artikel Jumlah Jurnal Pengganda Bradford
1
2
Tabel 3.7 Komposisi Pengarang Artikel
Pengarang Tunggal Kolaborasi
1 2 3 dst
Artikel
Indonesia
Asing
Indonesia + Asing
Tanpa Pengarang
Tabel 3.8 Tingkat Kolaborasi Peneliti
Tunggal (Ns) Kolaborasi (Nm) Tingkat Kolaborasi
(Nm/[Ns+Nm] %
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data
Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa jumlah artikel mengenai bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO pada tahun 2013 hingga 2017 sebanyak 530 artikel.
Data tersebut diperoleh melalui penelusuran yang dilakukan pada Rabu, 15 Mei 2019 pada pukul 20.00 WIB yang dilakukan dengan menggunakan entry
“Library Science AND Research”. Hasil penelusuran melalui database online EBSCO seperti terlihat pada Gambar 4.1
Gambar 4.1 Contoh Hasil Penelusuran pada Database Online EBSCO
.
4.2 Perkembangan Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan pada Database Online EBSCO Tahun 2013-2017
Gambaran perkembangan penelitian bidang ilmu perpustakaan dapat diketahui dari Gambar 4.2 berikut ini :
Gambar 4.2 Perkembangan jumlah artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO
Berdasarkan Gambar 4.2 dapat diketahui bahwa penyebaran artikel mengenai penelitian bidang ilmu perpustakaan pada tahun tersebut mengalami penurunan. Hal ini dapat dibuktikan dengan fenomena garis kurva cenderung menurun mulai dari awal tahun 2013 hingga akhir 2017 yang berjumlah 154 artikel terus menurun menjadi 43 artikel.
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
Tahun 2016
Tahun 2017
Jumlah 154 147 129 57 43
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
Penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013 hingga 2017 telah dilakukan oleh peneliti di berbagai belahan dunia. Hal ini tersebut dapat diketahui bahwa artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan tersebar di berbagai institusi yang berada di beberapa negara. Untuk mengetahui lebih lanjut mengani penyebaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.3 dibawah ini :
Gambar 4.3 Pola Penyebaran artikel di beberapa negara
Titik merah pada Gambar 4.3 menunjukkan bahwa artikel penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013 hingga 2017 tersebar di berbagai institusi yang berada di beberapa negara. Secara umum terdapat 28 negara yang pernah melakukan penelitian bidang ilmu perpustakaan, dan 5
diantaranya merupakan negara yang paling sering melakukan penelitian, antara lain : Kanada, India, Amerika Serikat (USA), Inggris (UK) dan Australia.
Tabel 4.1 Penyebaran Artikel di Beberapa Negara
No. Nama Negara
1 Kanada
2 India
3 Amerika Serikat (USA) 4 Inggris (UK)
5 Australia
6 Denmark
7 Brasil 8 Paraguay
9 Uruguay
10 Finlandia 11 Norwegia
12 Swedia
13 Lithuania 14 Jerman 15 Spanyol 16 Turki 17 Iran 18 Nigeria 19 Afrika Selatan 20 Pakistan
21 Cina
22 Korea Selatan 23 Jepang
24 Taiwan
25 Malaysia 26 Selandia Baru 27 Argentina 28 Meksiko
Penyebaran jenis publikasi (publication type) dari 530 artikel terdiri dari beberapa jenis, seperti yang terlihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Jenis Publikasi
No. Jenis Terbitan Jumlah Artikel
1 Journal Articel 510
2 Editorial 7
3 Bibliography 3
4 Case Study 3
5 Tabel of Content 2
6 Abstract 1
7 Essay 1
8 Interview 1
9 Letter 1
10 Proceeding 1
Jumlah 530
Berdasarkan hasil analisis, penyebaran jenis publikasi penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO yang diperoleh sebagian besar berupa artikel jurnal (96,3%), Editorial (1,3%), Bibliography (0,5%), Case Study (0,5%), Table of Content (0,4%), Abstract (0,2%), Essay (0,2%), Interview (0,2%), Letter (0,2%) dan Proceeding (0,2%).
Untuk subjek pada penelitian ini sebelumnya sudah terlebih dahulu ditentukan untuk digunakan sebagai entry saat pengumpulan data, subjek yang digunakan yaitu “Library Science AND Research”. Namun beberapa subjek yang berkaitan dengan penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013-2017 juga muncul. Pada Tabel 4.2 berikut ini merupakan 10 subjek yang paling sering digunakan pada tahun 2013 hingga 2017 (dapat dilihat pada Lampiran 2). Subjek tersebut antara lain :
Tabel 4.3 Subjek Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan
No. Tahun Subjek Jumlah
1 2013
Library science research 25
Librarians 12
Library science 9
Bibliometrics 7
Academic library research 5
Information-seeking behavior 4 Library science literature 4 Library science periodicals 4
Academic librarianship 3
Cataloging 3
2 2014
Library science research 25
Librarians 13
Public library research 8
Communication 5
Bibliometrics 5
Academic library research 5
Academic libraries 5
Research methodology 4
Institutional repositories 3
Information technology 3
3 2015
Library science research 28
Librarians 9
Public library research 8
Academic library research 7
Archives 4
Library science 4
Cataloging 3
Evidence-based library science 3 Information literacy research 3 Technical services (Libraries) 3
4 2016
Library science 5
Bibliometrics 5
Research methodology 4
Library science research 4
Evidence-based library science 4
Librarians 3
No. Tahun Subjek Jumlah
4 2016
Research in information science 2 Information services research 2
Information science 2
History of libraries 2
5 2017
Library science 6
Information science 4
Librarians 3
Library science research 3
Bibliometrics 2
Citation analysis 2
Library science periodicals 2
Research methodology 2
Science & technology libraries 2
Academic libraries 1
JUMLAH 284
4.3 Penyebaran Institusi Pelaksana Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan pada Database Online EBSCO Tahun 2013-2017
Institusi pelaksana penelitian ditentukan dengan mengidentifikasi asal atau alamat institusi peneliti. Diketahui bahwa terdapat 380 institusi yang melakukan penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO pada tahun 2013-2017 (dapat dilihat pada Lampiran 3). Tabel 4.4 berikut ini menunjukkan 10 nama institusi tertinggi yang paling banyak menghasilkan artikel.
Tabel 4.4 Institusi Pelaksana Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan
No. Asal Institusi Jumlah
Artikel % 1
University of Saskatchewan Saskatoon,
Saskatchewan, Canada 13 2,45
2
University of Illinois at Urbana-Champaign,
Urbana, Illinois, USA 8 1,5
No. Asal Institusi Jumlah
Artikel % 3 University of The Punjab, Lahore, Pakistan 6 1,13
4 Simmons College, School of Library and
Information Science, Boston, MA USA 5 0,94
5 Long Island University, Brooklyn, Brooklyn,
New York, United States of America 4 0,75
6 Nanjing University of Science and
Technology, Nanjing China 4 0,75
7
School of Information Studies, University of Wisconsin Milwaukee, Milwaukee, Wisconsin, USA
4 0,75
8 University of Oklahoma Libraries, Norman,
Oklahoma, USA 4 0,75
9 University of Pittsburgh, Pittsburgh,
Pennsylvania, United States of America 4 0,75 10 University of South Carolina Lancaster,
Lancaster, South Carolina, USA 4 0,75
JUMLAH 35 6,57
Institusi pelaksana penelitian bidang ilmu perpustakaan pada database online EBSCO tahun 2013 hingga 2017 paling banyak dilakukan oleh University of Saskatchewan Saskatoon, Saskatchewan, Canada dengan jumlah penelitian sebanyak 13 artikel. Terdapat lebih dari 300 institusi dan universitas yang melakukan penelitian bidang ilmu perpustakaan, baik perorangan maupun berkolaborasi, seluruhnya berasal dari luar negeri.