• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN METODE SIMULASI PADA ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS STUDI KASUS ROYAL TULIP DEGREEN HOTEL CIMAHI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGGUNAAN METODE SIMULASI PADA ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS STUDI KASUS ROYAL TULIP DEGREEN HOTEL CIMAHI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-22 Universitas Halu Oleo, Kendari, 1 – 3 November 2019

374

PENGGUNAAN METODE SIMULASI PADA ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS

STUDI KASUS ROYAL TULIP DEGREEN HOTEL CIMAHI

Ferry Rusgiyarto Program Studi Teknik Sipil - FT Universitas Jenderal Achmad Yani

Jl. Terusan Jend. Sudirman PO Box 148, Cimahi Telp/Fax: 022-6641743

e-mail: [email protected]

Hanafi

Program Studi Teknik Sipil - FT Universitas Jenderal Achmad Yani

Jl. Terusan Jend. Sudirman PO Box 148, Cimahi Telp/Fax: 022-6641743 e-mail: [email protected]

Risyda Ummami Program Studi Teknik Sipil - FT Universitas Jenderal Achmad Yani

Jl. Terusan Jend. Sudirman PO Box 148, Cimahi Telp/Fax: 022-6641743 e-mail: [email protected]

Rahmah Nur Ajizah Program Studi Teknik Sipil - FT Universitas Jenderal Achmad Yani

Jl. Terusan Jend. Sudirman PO Box 148, Cimahi Telp/Fax: 022-6641743

e-mail: [email protected]

Abstract

Development of an activity center required traffic impact analysis with specific criteria as written in PM 75 of 2015. This activity is expected to reduce traffic performance problems caused by the development of an area.

The simulation approach using the VISSIM 11.0 computer program was conducted to see the effect of new area activities on traffic performance. Case studies were conducted at the intersection of Jalan HMS Mintaredja, S.H., Baros, Cimahi, West Java. Existing condition simulation modeling, analysis of traffic performance due to a new generation, and alternative handling of traffic impacts carried out at the intersection. Model calibration is carried out on driver behavior and GEH test on vehicle volume, travel time, and delay to see the validity of the model. An alternative test is carried out by comparing the handling of existing conditions and the operation of activities without handling. Alternatives to handling traffic management are selected based on simulation test results. Case studies indicate that the simulation method can be used as a traffic impact analysis tool.

Key word: Micro-Simulation, Traffic Impact Analysis, Alternative Handling Test

Abstrak

Analisis dampak lalu lintas diwajibkan bagi setiap pengembangan sebuah pusat kegiatan dengan kriteria tertentu seperti yang tertulis pada PM 75 Tahun 2015. Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan kinerja lalu lintas yang diakibatkan oleh pembangunan dan pengembangan suatu kawasan. Pendekatan simulasi menggunakan program komputer VISSIM 11.0 dilakukan untuk melihat pengaruh aktivitas kawasan baru terhadap kinerja lalu lintas. Studi kasus dilakukan pada simpang Jalan HMS Mintaredja, Cimahi, Jawa Barat.

Pemodelan simulasi kondisi eksisting, analisis kinerja lalu lintas akibat adanya bangkitan baru, serta alternatif penanganan dampak lalu lintas dilakukan pada simpang jalan tersebut. Kalibrasi model dilakukan terhadap perilaku pengemudi serta Uji GEH terhadap volume kendaraan, waktu tempuh serta tundaan untuk melihat validitas model. Uji alternatif dilakukan dengan membandingkan penanganan dengan kondisi eksisting dan beroperasinya aktivitas tanpa penanganan. Alternatif-alternatif penanganan dengan manajemen lalu lintas dipilih berdasarkan hasil uji simulasi. Studi kasus mengindikasikan metode simulasi dapat digunakan sebagai alat bantu analisis dampak lalu lintas.

Kata Kunci: Mikro-Simulasi, Analisis Dampak Lalu Lintas, Uji Alternatif Penanganan

(2)

375

LATAR BELAKANG

Kota Cimahi merupakan salah satu kawasan yang strategis, terbukti kota ini telah berkembang menjadi kota otonom dan menjadi kota sentral ekonomi ataupun pariwisata di daerah Jawa Barat. Oleh karena itu maka pemerintah Kota Cimahi mengembangkan sarana penunjang salah satunya adalah Royal Tulip Degreen Hotel yang berlokasi di Jalan HMS Mintaredja, S.H., Baros, Cimahi, Jawa Barat. Lokasi hotel tersebut berdekatan dengan Gerbang Tol Baros Cimahi 2 dan akan mengakibatkan bangkitan baru terhadap lalu lintas pada jalan sekitar Royal Tulip Degreen Hotel.

Dikun dan Arief (1993) menyatakan bahwa Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) harus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses perencanaan. Dengan adanya kondisi tersebut maka sudah seharusnya pemerintah Kota Cimahi mewajibkan kegiatan andalalin untuk setiap pengembangan kawasan. Menurut Sumajouw (2013) untuk melihat dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan dapat ditinjau dari nilai derajat kejenuhan (DS). Munawar (2009) membandingkan kondisi lalu lintas sebelum dan setelah pembangunan terhadap kinerja jalan dan simpang. Rantung (2015) meninjau bangkitan lalu lintas yang terjadi akibat pembangunan dengan pendekatan trip generation yang dibandingkan terhadap derajat kejenuhan (DS). Agar permasalahan lalu lintas dapat segera diketahui sedini mungkin untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi kinerja jalan sekitar pusat kegiatan. Dalam peraturan Menteri Perhubungan No. 75 tahun 2015 selain faktor trip rate perkiraan kinerja lalu lintas dengan menggunakan simulasi harus dilakukan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi untuk melihat kinerja lalu lintas yang terdampak pembangunan.

METODOLOGI

Metodologi analisis ini disusun dengan tahapan kegiatan seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Metodologi Analisis

(3)

376

DATA DAN ANALISIS

Data Primer

Data primer dalam penelitian ini diperlukan untuk proses kalibrasi dan validasi. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data Geometrik Simpang

Data ini berisi mengenai kondisi geometrik dari jalan yang akan ditinjau. Survei geometrik simpang dilakukan di tiga simpang yang dimulai dari U-Turn yang berada di Jl. HMS Mintaredja, S.H., Baros sampai Jl. Raya Leuwigajah, Cimahi dan 3 (tiga) simpang yakni Simpang Gerbang Tol Baros 1, Simpang Gerbang Tol Baros 2, dan Simpang Tugu Kembar Leuwigajah. Kondisi geometrik pada ketiga simpang tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

2. Data Volume Lalu Lintas

Data volume lalu lintas kendaraan diambil dari 3 (tiga) simpang. Dari hasil observasi yang dilakukan pada jam sibuk diperoleh rekapitulasi volume kendaraan jam puncak.

Data volume lalu lintas simpang dapat dilihat pada Tabel 1.

3. Data Kecepatan dan Data Tundaan

Data kecepatan dan tundaan yang didapat merupakan hasil observasi. Pada Tabel 2 – 3 merupakan data rekapitulasi kecepatan rata-rata kendaraan dan data rekapitulasi tundaan untuk setiap jenis kendaraan.

Gambar 2. Geometrik Simpang

Tabel 1. Rekapitulasi volume kendaraan puncak

Simpang Arah Simpang

Total Volume Lalu Lintas Kendaraan 06.15-07.15

WIB

06.30-07.30 WIB

06.45-07.45 WIB

07.00-08.00 WIB

07.15-08.15 WIB

Tugu Kembar Leuwigajah

(1-2) 783 848 865 853 819

(1-3) 4078 4051 4039 3963 3917

(2-1) 1450 1218 1208 1214 1151

(2-3) 4066 3980 3234 2855 2565

(3-1) 2128 2147 2110 1921 1805

(3-2) 5205 5182 4909 4544 4194

Total Volume 17710 17426 16365 15350 14451

(4)

377

Tabel 1. Rekapitulasi volume kendaraan puncak (Lanjutan)

Simpang Arah Simpang

Total Volume Lalu Lintas Kendaraan 06.15-07.15

WIB

06.30-07.30 WIB

06.45-07.45 WIB

07.00-08.00 WIB

07.15-08.15 WIB

Gerbang Tol Baros 2

(1-2) 346 341 329 299 283

(1-3) 3811 4156 3908 4204 4030

(2-1) 201 213 216 203 197

(2-3) 316 328 323 306 281

(3-1) 5466 5148 4392 4069 3716

(3-2) 527 511 487 500 467

Total Volume 10667 10697 9655 9581 8974

Gerbang Tol Baros 1

(1-2) 228 230 264 263 282

(1-3) 3659 3974 3757 4096 3960

(2-1) 237 241 258 219 175

(2-3) 263 214 192 200 180

(3-1) 5321 4990 4210 3911 3506

(3-2) 271 215 201 202 209

Total Volume 9979 9864 8882 8891 8312

Total (Simpang 1+2+3) 38356 37987 34902 33822 31737

Sumber: Hasil survai

Tabel 2. Rekapitulasi kecepatan kendaraan periode jam puncak

Keterangan Titik-titik Kontrol Berhenti Kecepatan Perjalanan

Kecepatan Bergerak

Dari Ke Lokasi (km/jam) (km/jam)

Sedan U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 50 46

Jeep U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 50 46

City Car U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 45 35

MPV U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 45 35

SUV U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 38 32

Angkot U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 50 49

Pick Up U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 50 47

Mini Bus U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 50 47

Bus U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 34 29

Truk U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 35 30

Trailer U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 36 31

Motor U-Turn Baros Tugu Kembar LG Jl.HMS 49 49

Sumber: Hasil survai

Tabel 3. Rekapitulasi tundaan untuk setiap jenis kendaraan

Keterangan

Titik-titik Kontrol

Dari Ke Waktu Perjalanan

(detik)

Panjang (m)

Hambatan (detik)

Waktu Bergerak

Sedan U-Turn Baros Tugu Kembar LG 65 700 11 54

Jeep U-Turn Baros Tugu Kembar LG 65 700 11 54

City Car U-Turn Baros Tugu Kembar LG 71 630 8 63

MPV U-Turn Baros Tugu Kembar LG 71 630 8 63

SUV U-Turn Baros Tugu Kembar LG 86 700 9 77

Angkot U-Turn Baros Tugu Kembar LG 61 610 16 45

Pick Up U-Turn Baros Tugu Kembar LG 63 670 12 51

Mini Bus U-Turn Baros Tugu Kembar LG 63 670 12 51

Bus U-Turn Baros Tugu Kembar LG 115 760 21 94

Truk U-Turn Baros Tugu Kembar LG 116 760 21 94

Trailer U-Turn Baros Tugu Kembar LG 117 760 21 94

Motor U-Turn Baros Tugu Kembar LG 54 670 7 47

Sumber: Hasil survai

(5)

378 Data Sekunder

Pada penelitian ini data sekunder yang diperoleh digunakan untuk melengkapi informasi pada analisis. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :

1. Data Lalu Lintas Kendaraan di Gardu Tol Baros Cimahi

Berikut adalah data lalu lintas keluar dan masuk kendaraan di Gerbang Tol Baros Cimahi dalam satuan kendaraan/bulan dimana lalu lintas kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Baros yang paling besar pada bulan agustus sedangkan lalu lintas kendaraan keluar pada bulan desember. Data dapat dilihat pada Tabel 4-5.

Tabel 4. Data Gardu Gerbang Tol Baros 1 pada Tahun 2017

Tabel 5. Data Gardu Gerbang Tol Baros 2 pada Tahun 2017

Bulan Lalin

Entrance

Lalin Exit

Januari 194.320 389.743 Febuari 179.792 353.701

Maret 200.038 401.800

April 184.345 392.166

Mei 190.642 403.375

Juni 175.914 356.877

Juli 196.604 412.874

Agustus 203.481 411.059

September 184.303 394.842

Oktober 165.864 401.956

November 185.268 389.228

Desember 178.994 430.436

Bulan Lalin

Entrance

Lalin Exit

Januari 194.320 389.743 Febuari 179.792 353.701

Maret 200.038 401.800

April 184.345 392.166

Mei 190.642 403.375

Juni 175.914 356.877

Juli 196.604 412.874

Agustus 203.481 411.059

September 184.303 394.842

Oktober 165.864 401.956

November 185.268 389.228

Desember 178.994 430.436

Sumber : PT Jasamarga (Persero).Tbk. Sumber : PT Jasamarga (Persero).Tbk.

2. Data Informasi Karakteristik Bangunan

Royal Tulip Degreen Hotel, Kota Cimahi merupakan bangunan baru, sehingga diperlukan data tingkat bangkitan kegiatan yang sejenis. Salah satu hotel yang memiliki karakteristik yang hampir sama yaitu Grand Tjokro Hotel Bandung yang merupakan hotel berbintang 4 yang berlokasi di wilayah Kota Bandung. Grand Tjokro Hotel Bandung memiliki jumlah kamar sebanyak 368 kamar dengan dilengkapi beberapa fasilitas-fasilitas seperti tempat parkir gratis, restoran, bar/lounge, kolam renang outdoor dan lainnya. Grand Tjokro Hotel digunakan sebagai rujukan untuk mendapatkan data bangkitan lokasi studi kasus. Data karakteristik hotel dapat dilihat pada Tabel 6. dan data pengunjung Grand Tjokro Hotel yang terbesar terdapat pada bulan Juni Tahun 2017 dapat dilihat pada Gambar 3.

Tabel 6. Data karakteristik Royal Tulip Degreen Hotel dan Grand Tjokro Hotel

No. Parameter Royal Tulip Degreen Hotel Grand Tjokro Hotel

1. Total luas bangunan (m2) 14.341,24 m2 3.727,58 m2

2. Total luas lahan (m2) 32.202 m2 5.755,35 m2

3. Jumlah ruang kamar (buah) 395 kamar 368 kamar

4. Jumlah fasilitas (buah) ± 19 ± 13

Sumber: Hasil analisis

(6)

379

Sumber: Hasil analisis

Gambar 3. Grafik kedatangan pengunjung Grand Tjokro Hotel

HASIL DAN PEMBAHASAN

Simulasi Pemodelan dengan Program PTV VISSIM 11.0

Pemodelan yang dilakukan untuk penelitian ini adalah pemodelan mikrosimulasi yang dimulai dengan membuat network model/jaringan jalan, menginput data lalu lintas kendaraan, kecepatan kendaraan, komposisi kendaraan, serta kalibrasi dan validasi model.

Pada sub bab selanjutnya akan dijelaskan secara singkat mengenai parameter yang digunakan untuk menjalan model simulasi pada simpang tak bersinyal di Jalan HMS Mintaredja, S.H. Pada Gambar 4 ditampilkan visualisasi pemodelan vissim kondisi eksisting pada Jalan HMS Mintaredja, S.H.

Sumber: Hasil analisis

Gambar 4. Visualisasi Model Jaringan dengan Vissim Kalibrasi Pemodelan Simulasi

Kalibrasi model pada software PTV Vissim 11.0 untuk menyesuaikan antara model observasi dan model simulasi dengan merubah parameter perilaku pengemudi (driving behavior), konflik area, lebar jalan dan sebagainya sehingga model mirip dengan kondisi lapangan. Perubahan nilai pada kalibrasi model ditunjukkan pada Tabel 7.

Tabel 7. Nilai kalibrasi parameter karakteristik pengendara

Variabel Parameter Keterangan

Car Following Average standstill distance 0,6

Additive part of safety distance 0,6 Multiplicative part of safety distance 1,0

No.of observed vehicle 2

(7)

380

Tabel 7. Nilai kalibrasi parameter karakteristik pengendara (Lanjutan)

Variabel Parameter Keterangan

Car Following Average standstill distance 0,6

Additive part of safety distance 0,6 Multiplicative part of safety distance 1,0

No.of observed vehicle 2

Lane Change General Behaviour Free Lane Selection

Minimum headway 0,5

Lateral Desired position at free flow Any

Overtake on same lane : on left & on right Yes Distance standing (at 0 km/h) (m) 0,2 Distance driving (at 50 km/h) (m) 0,4 Sumber: Hasil analisis

Validasi Pemodelan Simulasi

Validasi berfungsi untuk menguji kebenaran kalibrasi yang telah dilakukan pada pemodelan vissim. Validasi hasil kalibrasi kemudian diuji dengan metode Uji Geoffrey E. Havers (GEH). Dalam validasi membutuhkan parameter-parameter seperti volume kendaraan, tundaaan dan waktu tempuh. Formulasi GEH merupakan rumus statistik modifikasi dari Chi- squared dengan menggabungkan perbedaan antara nilai relatif dan mutlak.

GEH = √ (𝑄 𝑠𝑖𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑒𝑑−𝑄 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑒𝑑 )

0,5 𝑥 ( 𝑄 𝑠𝑖𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑒𝑑+𝑄 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑒𝑑) (1)

Berdasarkan perhitungan maka validasi untuk volume kendaraan, tundaan dan waktu tempuh dengan menggunakan uji GEH untuk semua pendekat di tiap masing-masing periode sudah memenuhi syarat, di mana nilai kurang dari lima (<5). Sehingga model simulasi sudah dapat diterima dan digunakan untuk menguji alternatif penanganan yang diidentifikasikan.

Analisis Bangkitan dan Tarikan

Pada analisis bangkitan ini untuk mendapatkan nilai bangkitan suatu perjalanan dari Royal Tulip Degreen Hotel dengan metode analisa Trip Generation Rate. Dengan cara membandingkan banyaknya jumlah perjalanan yang masuk dan keluar dari Royal Tulip Degreen Hotel pada waktu tertentu dengan banyaknya kapasitas tempat tidur yang tersedia.

Karena Hotel belum beroperasi maka diasumsikan hotel tersebut mempunyai karakteristik bangkitan yang sama dengan Grand Tjokro Hotel Bandung yang telah beroperasi. Dalam analisis ini pengambilan data dilakukan pada jam puncak. Berdasarkan data pengunjung Grand Tjokro Hotel Bandung sebesar 266 pengunjung/hari dan jumlah kamar tersedia sebesar 368 kamar. Maka didapatkan hasil analisis bangkitan dan tarikan dari bangunan Royal Tulip Degreen Hotel sebesar 21 pengunjung/jam.

Analisis Hasil Simulasi dan Solusi Alternatif

Hasil simulasi menunjukkan terjadi peningkatan pergerakan lalu lintas akibat adanya bangkitan dan tarikan dari Royal Tulip Degreen Hotel pada persimpangan Jl. HMS Mintaredja, S.H., Baros – Jl. Raya Leuwigajah. Alternatif penanganan yang diuji dalam studi kasus ini adalah:

a. Perubahan jalur keluar masuk kendaraan pada Royal Tulip Degreen Hotel b. Pengoperasian lampu lalu lintas di Simpang Tugu Kembar Leuwigajah.

c. Pengalihan rute kendaraan masuk ke Royal Tulip Degreen Hotel dengan mengatur jaringan jalan yang akan masuk ke hotel harus memutar melalui U-turn yang ada di

(8)

381

Baros, dan tidak diizinkan untuk kendaraan yang berasal dari beberapa lengan simpang langsung memotong jalan di persimpangan.

d. Gabungan ketiga alternatif penaganan tersebut.

Hasil simulasi sebelum dan sesudah adanya bangkitan menunjukkan terjadi perubahan kinerja jalan pada persimpangan Jl. HMS Mintaredja, Cimahi. Salah satu indikasinya adalah kemacetan di simpang. Hal ini terjadi karena penambahan volume kendaraan pada persimpangan tersebut. Berikut perbandingan data dari kondisi eksisting dan alternatif penanganan dengan menggunakan parameter tundaan sebagai berikut :

a. Perbandingan nilai tundaan kendaraan antara eksisting, bangkitan dengan alternatif solusi. Pada Gambar 4. terlihat terjadi kenaikan waktu tundaan kendaraan dari model eksisting sebesar 46 detik menjadi 1860 detik saat ada bangkitan, dan terjadi penurunan saat penambahan solusi alternatif.

Sumber: Hasil analisis

Gambar 5. Diagram perbandingan nilai tundaan kendaraan

b. Perbandingan kenaikan nilai tundaan kendaraan antara pemodelan kondisi eksisting dengan bangkitan baru dari Gambar 5. terlihat kenaikan yang cukup tinggi antara waktu tundaan kendaraan yang terjadi pada kondisi eksisting dan saat adanya bangkitan. Adanya bangkitan menyebabkan kinerja simpang yang menurun sehingga terjadi tundaan yang cukup lama.

c. Perbandingan nilai tundaan kendaraan antara bangkitan dengan alternatif solusi Dari Gambar 6-7 terlihat penurunan nilai tundaan kendaraan antara bangkitan baru dengan alternatif solusi Penurunan yang terjadi akibat penambahan alternatif ini dapat mengurangi tundaan kendaraan yang mengalami kenaikan akibat adanya bangkitan baru.

Sumber: Hasil analisis

0 500 1000 1500 2000

46 1860

637 610 384 363

Tundaan Kendaraan (detik)

P E R B A N D I N G A N N I L A I T U N D A A N K E N D A R A A N

Model Bangkitan Perubahan akses keluar bangkitan Penambahan Traffic Light Pengalihan rute kendaraan masuk bangkitan

0 500 1000 1500 2000

Nilai Kenaikan (%)

46,03 0%

1859,803

3940%

Persentase dan Nilai Waktu Tempuh

Perbandingan Kenaikan Tundaan Kendaraan antara Pemodelan Kondisi Eksisting dengan Bangkitan Baru

Model Simulasi Bangkitan

(9)

382

Gambar 6. Perbandingan kenaikan tundaan kondisi eksisting dan bangkitan

Sumber: Hasil analisis Sumber: Hasil analisis

Gambar 7. Diagram penurunan tundaan kendaraan bangkitan dengan alternatif

solusi

Gambar 8. Diagram persentase penurunan tundaan kendaraan

d. Perbandingan nilai tundaan kendaraan antara kondisi eksisting dengan alternatif solusi Dari Gambar 8−9 terlihat perbedaan nilai yang cukup jauh antara kondisi eksisting dengan keempat alternatif solusi. Meskipun penambahan keempat alternatif solusi bisa menurunkan tundaan kendaraan yang terjadi akibat bangkitan baru, tetapi tidak cukup unutk mengurangi tundaan yang terjadi saat kondisi eksisting. Sehingga penambahan keempat solusi alternatif tersebut belum bisa digunakan untuk mengurangi waktu tundaan yang terjadi

Sumber: Hasil analisis Sumber: Hasil analisis

Gambar 9. Diagram perbandingan tundaan kendaraan kondisi eksisting dengan

alternatif solusi

Gambar 10. Diagram persentase tundaan kendaraan

KESIMPULAN

- Jumlah lalu lintas di jaringan pada kondisi eksisting pada jam puncak di pagi hari pukul 06.15–07.15 WIB memiliki volume kendaraan total sebesar 21.929 kendaraan, tundaan rata-rata kendaraan sebesar 46,53 detik, serta waktu tempuh rata-rata sebesar 94,605 detik;

- Jumlah lalu lintas setelah adanya bangkitan pada jam puncak di pagi hari pukul 06.15–

07.15 WIB memiliki volume kendaraan total sebesar 23.295 ribu kendaraan, tundaan rata-rata kendaraan sebesar 1860,30 detik, serta waktu tempuh rata-rata sebesar 1908,61 detik;

1860

637 610 384 363

0 500 1000 1500 2000

Tundaan Kendaraan (detik)

Perbandingan Nilai Tundaan Kendaraan antara Bangkitan dengan Alternatif Solusi

Bangkitan

Perubahan akses keluar bangkitan

Penambahan Traffic Light

Pengalihan rute kendaraan masuk bangkitan Gabungan alternatif

0%

200%

400%

600%

800%

1000%

1200%

1400%

100%

1285%

1225%

735% 690%

Persentase Tundaan (%)

P E R S E N T A S E T U N D A A N K E N D A R A A N A L T E R N A T I F S O L U S I T E R H A D A P K O N D I S I E K S I S T I N G

Kondisi Eksisting Model Perubahan akses keluar kendaraan Penambahan Traffic Light Pengali han rute masuk kendaraan Gabungan Ket iga Al ternatif

(10)

383

- Alternatif penanganan pada pemodelan ini berhasil menurunkan dampak negatif akibat adanya bangkitan baru di antaranya perubahan akses keluar kendaraan dari Royal Tulip Degreen Hotel dapat menurunkan dampak tundaan sebesar 34%, pengalihan rute masuk kendaraan ke Royal Tulip Degreen Hotel sebesar 21%, serta pengoperasian lampu lalu lintas pada Simpang Tugu Kembar Leuwigajah sebesar 33%. Namun demikian belum mampu mengembalikan ke kondisi eksisting sebelum adanya bangkitan baru tersebut.

- Studi kasus menunjukkan metode simulasi dapat digunakan sebagai alat bantu analisis dampak lalu lintas

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan kepada LPPM Unjani atas dukungan dana untuk penelitian ini serta PT.

Jasamarga (Persero).Tbk dan Grand Tjokro Hotel atas dukungan data untuk penelitian, sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

DAFTAR PUSTAKA

Dikun, S dan Arief, D. 1993. Strategi Pemecahan Masalah Luas Bangunan dan Lalu Lintas.

Universitas Taruma Negara. Jakarta

Harianto. 2004. Perencangan Persimpangan Tidak Sebidang dan Sebidang Pada Jalan Raya. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara.

Munawar, A. 2009. Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pusat Perbelanjaan : Studi Kasus Plaza Ambarukmo. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. Volume 1 No.

1 Januari 2009. ISSN : 2085-1227

Peraturan Menteri Perhubungan. 2015. Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas Nomor 75 Tahun 2015 . Jakarta

Putri, N. H. (2015). “Mikrosimulasi Mixed Traffic Pada Simpang Bersinyal Dengan Perangkat Lunak Vissim (Studi Kasus: Simpang Tugu, Yogyakarta)”. Yogyakarta:

Universitas Gadjah Mada.

Rantung, T., Sompie, F. B., Jansen, F. 2015 .Analisa Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) Kawasan Lippo Plaza Kairagi Manado. Jurnal Ilmiah Media Engineering. Vol.5 No. 1 Juni 2015. ISSN : 2087-9334.

Saputra, F. P. (2016). “Analisis dan Optimasi Kinerja Simpang Bersinyal Di Jl. Gunung Bawakaraeng–Jl.Jend.Sudirman Berbasis Micro–Simulasi”. Makassar:

Universitas Hasanuddin.

Sumajouw, J., Sompie, F. B., Timboeleng, A. J. 2013. Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi. Jurnal Ilmiah Media Engineering. Vol. 3 No. 2 Juli 2013. ISSN : 2087-9334.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil olah data yang diterima pada analisis faktor variabel kepuasaan konsumen, seluruh indikator layak sebagai pembentuk variabel kepuasan konsumen dengan

Anggaran/Pengguna Barang telah dikuasakan untuk atas nama Menteri Kesehatan Kepada para eselon 1 (Satu) Kementerian Kesehatan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan

menjadi obyek penelitian ini adalah di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Riau karena sesuai rumusan masalah yang akan dipecahkan yaitu untuk mengetahui

Dalam penelitian ini variabel terikatnya (devenden) adalah permintaan jasa bimbingan belajar (Y), yang dilihat dari banyaknya jumlah siswa yang terdaftar pada lembaga bimbingan

Dan untuk jarak dan sumber cahaya ke tanaman dan intensitas lampu yang diberikan ketanaman juga sangat berperan penting dalam memicu karotenoid untuk terus

Penggunaan alat interseptif ortodontik cukup efektif dan tepat guna dalam menangani masalah multiple impaction , karena dapat menghasilkan ruangan bagi gigi premolar dan

Artinya secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, dengan kata lain variabel labelisasi halal dan perilaku tabarruj secara

494 SMK NEGERI 2 PRAYA TENGAH LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT. 495 SMAN 1 MASBAGIK LOMBOK TIMUR NUSA