• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODELOGI PENELITIAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

20

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1. Konsep Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif ini adalah metode penelitian yang berlandasan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penilitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2011). Penelitian ini dipusatkan pada penilaian tingkat penerapan manajemen lingkungan dengan menggunakan SML ISO 14001 dan variabel pada proyek pembangunan gedung Pusat Akademik dan Riset Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

3.2. Pengumpulan Data 3.2.1. Jenis Data

Data awal diperoleh dari survey langsung ke lapangan. Serta mengumpulkan dokumentasi, berupa foto dan video dengan data yang berkaitan. Pengumpulan data lapangan meliputi data primer dan data sekunder.

1. Data Primer

Menurut Narimawati (2008), data primer ialah data dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk kompilasi dan file-file. Data ini dicari melalui responden atau narasumber. Dalam penelitian ini, data primer yang diperoleh adalah data kuisioner dari responden pada sampel yang sudah ditentukan.

2. Data Sekunder

Data sekunder mengacu pada data yang dikumpulkan dari sumber yang ada.

Sumber data sekunder adalah catatan atau dokumen perusahaan, publikasi pemerintah, analisis media, situs web, internet dan seterusnya (Sekaran, 2011).

(2)

21

Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan adalah data yang sudah dikumpulkan oleh orang lain berupa jurnal dan penelitian terdahulu, internet, buku, dan data yang berkaitan dengan proyek antara lain Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

3.2.2. Metode Pengumpulan Data

Pada metode pengumpulan data penelitian ini ada beberapa data yang dikumpulkan yaitu:

a. Kuesioner

Kuesioner/Angket adalah teknik pengumpulan data yang menjawab responden dengan memberikan rangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis (Sugiyono, 2018:219). Kuesioner disebar langsung kepada responden. Dimana penyebaran kuisioner ini untuk menguji validitas variabel-variabel pada proyek pembangunan kepada responden yang terpilih.

b. Penelitian lapangan

Penelitian lapangan adalah penelitian yang langsung dilakukan di lapangan atau kepada responden (Sangadji dan Sopiah, 2010:28). Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian secara langsung dengan mencari data ke tempat penelitian. Dengan melibatkan pihak pelaksana proyek konstruksi.

3.3. Analisis Data 3.3.1. Uji Validitas

Validitas berasal dari istilah validity yang berarti tingkat ketelitian dan ketepatan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsi pengukurannya (Azwar 1986). Uji validitas menunjukkan bahwa alat ukur dapat mengukur apa yang ingin diukur.

Utamanya dari uji validitas adalah setiap pertanyaan satu sama lain dan setiap pertanyaan terkait dengan objek yang ingin diteliti (umar, 2011).

Uji validitas dimaksud untuk mengetahui seberapa cermat suatu tes atau pengujian melakukan fungsi ukurnya. Untuk menguji kevalidan suatu data maka dilakukan uji validitas suatu butir-butir kuisioner. Tinggi rendah validitas suatu angket atau kuisioner dihitung dengan menggunakan metode Pearson’s Product Moment

(3)

22

Correlation, yaitu dengan menghitung korelasi antara skor item pertanyaan dengan skor total.

Hasil perhitungan ini akan dibandingkan dengan critical value pada tabel ini nilai r dengan taraf signifikasi 5% dan jumlah sampel yang ada. Apabila hasil perhitungan korelasi produk momen lebih besar dari critical value, maka instrumen ini dinyatakan valid. Sebaliknya jika skor item kurang dari critical value, instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.

3.3.2. Uji Reliabilitas

Menurut Sukadji (2000), uji reliabilitas adalah sejauh mana pengujian terus mengukur secara konsisten pada sasaran yang diuji. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya dinyatakan sebagai koefisien. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur tingkat ketepatan dari hasil instrumen dan konsistensinya apabila instrumen diujikan kepada kelompok yang sama pada saat yang berbeda. Menurut (Umar, 2011), reliabilitas adalah nilai yang menunjukkan konsistensi alat ukur saat mengukur gejala yang sama. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Croanbach Alpha. Berikut rumus Croanbach Alpa:

r11 = [ n

n−1] [1 − ∑ σ12

σ12 ] ... (3.1) Keterangan:

r11 = Reliabilitas

n = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑ 𝜎12 = Jumlah varian butir 𝜎12 = Varian total

(4)

23 3.3.3. Severity Index (SI)

Untuk mengukur variabel dominan, maka responden diberikan pertanyaan tentang seberapa besar tingkat penerapan green construction dengan memberikan penilaian berupa skor tingkat penerapan dari responden. Setelah tahap pemberian skor, maka dilakukan pengurutan tingkat penerapan dari paling buruk hingga paling baik.

Tahap pengurutan tersebut menggunakan bantuan metode severity index (SI). (SI) dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

SI = 𝑎𝑖.𝑥𝑖

41=0

4 ∑41=0 𝑥𝑖(100) ... (3.2.) Keterangan :

ai = Konstanta penilaian xi = Frekuensi responden i = 0, 1, 2, 3, 4,..., n Dengan,

x0, x1, x2, x3,x4, adalah responden frekuensi responden a0 = 0; a1= 1; a2 = 2; a3 = 3; a4 =4

Maka,

x0 = Frekuensi responden ‘sangat rendah/kecil’ dari survey, maka a0 = 0 x1 = Frekuensi responden ‘rendah/kecil’ dari survey, maka a1 = 1 x2 = Frekuensi ‘cukup tinggi/besar’ dari survey, maka a2 = 2 x3 = Frekuensi responden ‘tinggi/besar’ dari survey, maka a3 = 3 x4 = Frekuensi responden ‘sangat tinggi/besar’ dari survey, maka a4 = 4

3.3.4. Nilai Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 akan dicapai apabila seluruh indikator telah memenuhi di proyek. Nilai presentase pada ISO 14001 yaitu:

0% - 20% = Sangat Kurang 21% - 40% = Kurang

41% - 60% = Cukup 61% – 80% = Baik

81% - 100% = Sangat Baik

(5)

24 3.4. Diagram Alir Pengolahan Data

Tidak

ya

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian Mulai

Literatur Review Pengumpulan Data

Data primer : - Observasi - Kuisioner - Wawancara

Data sekunder : Variabel ISO 14001

Pengujian Validitas dan Reliabilitas

R hitung > R tabel a = 5%

Pembahasan :

1. Penerapan SML ISO 14001

2. Variabel yang kurang optimal dalam penerapan green construction

Analisis severity index

Selesai

Referensi

Dokumen terkait

Bab ini berisi tentang data yang diperoleh dan dianalisis dari penelitian yang dilakukan mengenai strategi kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pemilukada

2) Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 3 orang siswa secara heterogen dengan kemampuan berbeda-beda (tinggi, sedang, rendah). 3) Guru mengatur kelompok tersebut di

Adanya kerjasama tersebut tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak, perajin yang kelebihan order tidak perlu menambah tenaga kerja tapi produksinya selesai,

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali dari taya-ngan dan bahan bacaan terkait Variasi dan kombinasi

Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sebuah sistem pengenalan iris mata yang diekstraksi ciri menggunakan alihragam gelombang singkat Daubechies untuk

Bila makanan yang masuk ke lambung terlalu kasar (kurang lembut mengunyahnya) maka lambung akan mengeluarkan jumlah asalam lambung dan pepsin untuk mengancurkannya. Akbitanya,

Berdasarkan Penetapan Pemenang Pengadaan Langsung, maka dengan ini diumumkan pemenang pengadaan sebagai berikut :.. Pembelian Bahan Pemeliharaan Jalan Inspeksi UPTD Bandar

Vitamin A berperan dalam pembentukan sel telur, sebagai antioksidan yang kuat, dan mampu menangkal serangan radikal bebas terhadap dinding sel telur sedangkan vitamin E dapat