• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 Universitas Kristen Petra

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Sinkronisasi bibir atau lipsync (singkatan dari lip synchronization) adalah sebuah sikap seseorang seolah sedang menyanyi dengan cara menyesuaikan gerak bibir dibarengi dengan lagu yang diputar dari kaset atau media lain, supaya penyanyi terlihat seolah-olah sedang menyanyikan lagu secara langsung/live.

Selama ini lipsync sering dilakukan oleh penyanyi profesional untuk menunjang penampilan di atas panggung. Seorang penyanyi dapat melakukan lipsync disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor kesehatan penyanyi, kesulitan menyanyi sambil menari, atau sound system yang kurang memadai. Lipsync seringkali dipandang secara negatif oleh penonton, bahkan dianggap tabu untuk dilakukan oleh seorang penyanyi profesional. Penyanyi yang ketahuan melakukan lipsync saat tampil di panggung akan dicela oleh penonton. Lipsync dianggap sebagai ketidakmampuan penyanyi dalam menunjukkan kualitas vokal yang baik saat tampil secara langsung/live. Penonton berharap menikmati penampilan penyanyi yang dapat menunjukkan kemampuan olah vokal yang baik, bukan sekedar penyanyi yang berpura-pura menyanyi dengan rekaman suaranya.

Lipsync juga dapat dilakukan dengan menirukan gerak bibir dengan memakai vokal orang lain. Fenomena lipsync suara atau lagu orang lain saat ini sedang marak melanda masyarakat Indonesia, khususnya remaja dan dewasa.

Melakukan lipsync dengan vokal orang lain yang bertujuan untuk ‘seru-seruan’

kini menjadi tren yang populer dan banyak ditampilkan dalam berbagai media sosial, hiburan dan massa, termasuk acara televisi. Salah satu acara televisi yang menangkap fenomena ini adalah variety show Celebrity Lipsync Combat, yang sejak Oktober 2015 berganti nama menjadi Celebrity Lipsync Battle Indonesia, untuk selanjutnya disebut CLBI.

CLBI merupakan sebuah variety show dengan konsep entertainment atau hiburan yang tayang di NET. (salah satu kanal televisi lokal Indonesia) sejak 4 Mei 2015. Selain ditayangkan di NET., variety show CLBI juga dapat diakses di www.youtube.com dan www.netmedia.co.id. Program televisi ini diadopsi dari

(2)

2 Universitas Kristen Petra

Lipsync Battle, sebuah variety show yang berasal dari Amerika. CLBI menampilkan ekspresi dan perilaku para artis atau selebritas Indonesia pada saat lipsync lagu favorit mereka. Di setiap episodenya, CLBI mengundang 3 orang selebritas untuk beradu kemampuan menyanyi lipsync. Selebritas yang tampil di acara ini berasal dari berbagai kalangan, seperti aktor, model, motivator, pelawak, hingga penyanyi profesional sendiri. Para selebritas tidak harus menunjukkan kualitas vokal yang baik, melainkan cukup menghafal lirik lagu yang akan dibawakan dan berlatih gaya panggung. Mereka akan bergaya seolah-olah sedang menyanyikan secara live rekaman lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi aslinya.

Penampilan lipsync para selebritas ini akan dinilai oleh panelis/dewan juri berdasarkan beberapa kriteria, seperti ketepatan gerak mulut dan lirik, koreografi dan gaya panggung, penghayatan lagu, dan sebagainya. Dua selebritas yang memperoleh nilai tertinggi dari panelis akan diadu di babak final. Dari penilaian panelis dan penonton, akan dipilih juara pertama dan juara favorit Twitter.

Dalam episode yang tayang pada 13 Mei dan 27 Mei 2015, CLBI menampilkan 2 orang selebritas Indonesia, Hesti Purwadinata yang berprofesi sebagai presenter dan Asri Welas yang berprofesi sebagai aktris. Kedua selebritas ini membawakan lagu dari penyanyi Indonesia dan Amerika secara lipsync.

Totalitas penampilan kedua selebritas ini ditunjukkan melalui koreografi dan gaya panggung, penghayatan lagu, hingga kostum yang dikenakan. Berikut ini adalah beberapa potongan gambar dari penampilan lipsync mereka dalam CLBI.

Gambar 1.1. Visualisasi Selebritas yang sedang Melakukan Lipsync dalam Variety Show CLBI Episode 13 Mei 2015

Sumber: Celebrity Lipsync Battle Indonesia, May 13, 2015

(3)

3 Universitas Kristen Petra

Gambar 1.2. Visualisasi Selebritas yang sedang Melakukan Lipsync dalam Variety Show CLBI Episode 27 Mei 2015

Sumber: Celebrity Lipsync Battle Indonesia, May 27, 2015

CLBI menjadi variety show yang unik dan menghibur karena mengajak penonton menikmati program adu menyanyi dengan cara berbeda. Dalam variety show ini, konsep seru-seruan melalui gaya menyanyi lipsync para selebritas menjadi faktor utama yang dinikmati penonton. CLBI seolah menjadi ajang mengekspresikan euforia visual, di mana gaya panggung selebritas saat menyanyi lipsync menjadi faktor utama yang dinikmati dalam variety show ini. CLBI menarik perhatian peneliti karena di dalam variety show ini, menyanyi menjadi aktivitas visual, bukan ajang mendengarkan kualitas suara. Adapun alasan penelitian ini dilakukan adalah untuk memaknai variety show CLBI, dimana dalam acara ini, yang dinikmati adalah adu visualisasi gaya panggung selebritas yang seakan-akan menjadi penyanyi. Fenomena apa yang terjadi sehingga lipsync dirayakan dalam CLBI dan ‘seru-seruan’ gaya panggung para selebritas saat menyanyi lipsync menjadi sesuatu yang ‘dirayakan’.

Peneliti belum menemukan topik penelitian yang serupa dengan topik penelitian ini, baik kemiripan judul maupun obyek penelitian. Dapat disimpulkan

(4)

4 Universitas Kristen Petra

bahwa subyek penelitian berupa variety show CLBI dan obyek penelitian berupa ekspresi euforia visual yang terdapat di dalamnya belum pernah dikaji secara ilmiah sebelumnya.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana visualisasi lipsync dalam variety show CLBI?

2. Mengapa lipsync dalam variety show CLBI lebih mengutamakan aktivitas visual dibanding pendukung vokal dalam bernyanyi?

1.3. Batasan Masalah

Pengambilan data berupa visualisasi lipsync selebritas dibatasi hanya pada penampilan 2 selebritas dalam variety show CLBI episode 13 Mei dan 27 Mei dan 2015. Alasan pengambilan data tersebut karena profesi kedua selebritas sama- sama bukan penyanyi dan menampilkan visualisasi lipsync menyerupai penyanyi lagu aslinya.

1.4. Tujuan

1. Menjelaskan bentuk visualisasi lipsync dalam variety show CLBI.

2. Memaknai aktivitas lipsync sebagai ajang ekspresi euforia visual dibanding

1.5. Manfaat Penelitian 1.5.1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru Desain Komunikasi Visual bahwa lipsync sebagai aktivitas menyanyi tidak lagi sekadar seni suara yang dinikmati secara audio, tapi justru mementingkan unsur visual sebagai unsur utama dalam hiburan.

pendukung vokal dalam bernyanyi dalam variety show CLBI.

(5)

5 Universitas Kristen Petra

1.5.2. Manfaat Praktis 1.5.2.1. Bagi diri sendiri

Manfaat yang diperoleh dalam melakukan penelitian ini adalah mendapat tambahan wawasan yang lebih luas mengenai perubahan cara menikmati pertunjukan menyanyi dan seni musik dalam sudut pandang Desain Komunikasi Visual.

1.5.2.2. Bagi akademis

Dunia akademis akan memperoleh manfaat dengan bertambahnya wacana mengenai lipsync dalam tayangan variety show yang dilihat dari perspektif kontemporer, di mana aktivitas menyanyi tidak lagi mementingkan kualitas suara tapi justru visual.

1.5.2.3. Bagi masyarakat

Masyarakat Indonesia akan mendapat manfaat dari penelitian ini berupa wacana pengetahuan baru akan perubahan yang terjadi pada pertunjukan menyanyi dalam industri hiburan, sehingga masyarakat dapat menyikapi dengan kritis dan tepat dalam menikmatinya.

Referensi

Dokumen terkait

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

Sama seperti pada unit analisis sebelumnya, Kompas.com mendapatkan indeks skor yang terendah bila dibandingkan dengan dua media online lainnya.. Berdasarkan

Untuk menganalisis hubungan antara nilai tegangan supply terhadap torsi dan putaran pada motor DC shunt, maka dilakukan pengujian dengan menurunkan tegangan yang diberikan ke

Peraturan Desa Nomor 01 Tahun 2014 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul.. Diakses tanggal 10

Dengan melihat analisa hasil dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kekuatan otot lengan dilakukan dengan cara melakukan push up dengan kemampuan passing atas

segala sesuatu produk yang berstatus syubhat, karena telah diterangkan juga dalam Al-Quran bahwasannya Allah telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi produk