• Tidak ada hasil yang ditemukan

index.php view=article&catid=52 bentuk ketidakadilan gender&id=102 sterotype&format=&option=com content&Itemid=117.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "index.php view=article&catid=52 bentuk ketidakadilan gender&id=102 sterotype&format=&option=com content&Itemid=117."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Sterotype

Semua bentuk ketidakadilan gender diatas sebenarnya berpangkal pada satu sumber kekeliruan yang sama, yaitu stereotype gender laki-laki dan perempuan.

Stereotype itu sendiri berarti pemberian citra baku atau label/cap kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada suatu anggapan yang salah atau sesat.

Pelabelan umumnya dilakukan dalam dua hubungan atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan suatu tindakan dari satu kelompok atas kelompok lainnya.

Pelabelan juga menunjukkan adanya relasi kekuasaan yang timpang atau tidak seimbang  yang bertujuan untuk menaklukkan atau menguasai pihak lain.

Pelabelan negative juga dapat dilakukan atas dasar anggapan gender. Namun seringkali pelabelan negative ditimpakan kepada perempuan.

Contoh :

- Perempuan dianggap cengeng, suka digoda. - Perempuan tidak rasional, emosional.

- Perempuan tidak bisa mengambil keputusan penting.

- Perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah tambahan. - Laki-laki sebagai pencari nafkah utama.

Referensi

Dokumen terkait

pemerintah atau berbasis masyarakat, dan dapat berupa: pusat rujukan, pusat konsultasi usaha, pusat konsultasi kesehatan reproduksi, pusat konsultasi hukum, pusat krisis terpadu

Sex  adalah perbedaan-perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Contoh: perempuan dapat melahirkan, laki-laki

Kesetaraan Gender adalah hasil dari ketiadaan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin atas dasar kesempatan, alokasi sumber daya atau manfaat dan akses

Kesadaran Gender adalah suatu pengertian bahwa ada faktor-faktor sosial yang menentukan antara laki-laki dan perempuan atas dasar tingkah laku, yang mempengaruhi kemampuan mereka

Pengarusutamaan Gender adalah proses untuk menjamin perempuan dan laki-laki mempunyai akses dan kontrol terhadap sumber daya, memperoleh manfaat  pembangunan dan. pengambilan

Penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa anakanak yang beranjak remaja yang bekerja cenderung lebih sering melakukan tindakan yang membahayakan orang lain (abuse)

Jika maskulinitas dianggap sebagai keluhuran yang tidak terbantahkan, maka yang terjadi adalah kehidupan remaja pria memang harus disesuaikan dengan budaya kekerasan. Jalanan

Segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan adalah segala bentuk diskriminasi , yang meliputi dimensi wilayah (daerah bencana, daerah konflik, daerah perbatasan, daerah.