BOKS
PROGRAM PENGEM BANGAN DESA PRODUKTIF
KLASTER BORDIR DAN KONVEKSI PADURENAN, KUDUS
M ELALUI PENDEKATAN DIAM OND CLUSTER
Upaya pemberdayaan sektor riil dan UM KM tidak terlepas dari peran semua pihak sesuai tupoksi masing-masing, demikian juga dengan Bank Indonesia dengan
komitmennya untuk mengembangkan/menggerakkan sektor riil dan UM KM , yang dilakukan dalam kerangka unt uk mendorong fungsi intermediasi perbankan dan
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan regional.
Dalam rangka mengimplementasikan Paket Kebijakan Percepatan
Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha M ikro, Kecil dan M enengah
(UM KM ) yang termuat dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2007, yang telah dijabarkan dengan Nota Kesepahaman No.077/04440 dan No.10/1/DpG/
DKM /SKB tentang Kerjasama Pengembangan Ekonomi Jaw a Tengah antara Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jaw a Tengah yang telah ditandatangani pada
tanggal 19 M aret 2008. Nota kesepaham an tersebut bertujuan untuk mensinergikan pelaksanaan kebijakan perekonomian daerah melalui koordinasi
untuk mengakselerasi langkah aktif sehingga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Jaw a Tengah serta mendukung program pembangunan ekonomi
nasional.
Kesepahaman tersebut sejalan dengan program Gubernur Provinsi Jaw a Tengah “ Bali nDeso mBangun Deso” , dengan mengupayakan pembentukan klaster
dinamis pada industri bordir dan konveksi di Desa Produktif Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Program tersebut juga selaras dengan Visi Bupati Kudus
tahun 2008-2013 yaitu “ Terw ujudnya Kudus yang Sejahtera” yang telah diformulasikan dalam RPJM D Kabupaten Kudus tahun 2008-2013, dimana dua dari
empat pilar penunjangnya adalah 1) pemberdayaan UM KM bagi peningkatan kesejahteraan rakyat; 2) perlindungan usaha dan kesempatan kerja yang luas dan
menyeluruh.
Implementasi kegiatan dari program dimaksud pada triw ulan III-2009 ant ara lain
adalah :
1. Lokakarya partisipasi penyusunan strategi upgrading dan action plan dalam pengembangan klaster bordir dan konveksi paduren, lokakarya ini bert ujuan
memperkenalkan GTZ RED yang akan bekerjasama dengan stakeholders dalam rangka pengembangannya, meningkatkan partisipasi aktif dari para UM KM
memberikan saran dalam pengembangan klaster, memperoleh masukan dalam
rangka menyusun action plan pengembangan klaster bordir dan konveksi di Padurenan.
2. Pada tanggal 5 Agustus 2009, Kant or Bank Indonesia Semarang, Pemerintah
Kabupaten Kudus, Balai Besar Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja -Departemen Tenaga Kerja RI, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan
Provinsi Jaw a Tengah, Bank Jateng, dan GTZ RED melakukan launcing “Program Pengembangan Desa Produkif Klaster Bordir dan Konveksi Padurenan, Kudus melalui Pendekatan Diamond Cluster”, yang ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (M oU) untuk “ M enjadikan Desa
Padurenan sebagai tempat klaster w isata yang memiliki produktivitas serta daya saing industri yang tinggi sehingga menjadi penggerak bagi pertumbuhan
ekonomi desa di sekitarnya” , dengan misinya : 1) pemberdayaan masyarakat di
desa produktif Padurenan sebagai manusia yang religi, kreatif, produktif dan memiliki etika bisnis serta modal sosial yang tinggi; 2) mendorong keterlibatan
aktif dari aparatur pemerintah dalam pembangunan fisik/infrastruktur sert a stakeholdersterkait dalam peningkatan daya saing industri bordir dan konveksi
sehingga mendukung terw ujudnya Diamond Cluster bordir dan konveksi di desa produktif Padurenan, Kudus; 3) M endorong bertumbuhnya berbagai industri
pendukung serta jaringan usaha yang bersinergi untuk meningkatkan daya saing Diamond Clusterbordir dan konveksi di desa produktif Padurenan, Kudus.
Pada kesempat an penandatanganan M oU, diikuti dengan kegiatan-kegiatan antara lain :
1. Penyerahan bantuan antara lain dari :
a. Bank Indonesia dengan menggunakan anggaran BI-SR berupa Perlengkapan
Perpust akaan Desa Padurenan yang terdiri dari 2 (dua) buah Almari Buku, 1
(satu) buah Filling Cabinet , 1(satu) unit komputer, 1 (satu) unit printer, Buku-Buku tentang Bordir dan Konveksi dll
b. Pemerintah Kabupaten Kudus berupa Penyerahan M esin Jahit High speed sebanyak 7 (tujuh) buah
c. Balai Besar Pengembangan Produktivitas Depnakertrans RI, berupa gerai penjualan produk kepada 30 orang peserta pelatihan pembukuan.
2. Fashion Show produk-produk bordir dan konveksi Padurenan, Kudus yang diperagakan oleh model-model dari Padurenan, yang sebelumnya telah
mendapatkan pelatihan dari Totok Shahak M odelling, Semarang.
3. Lomba Desain Bordir, Konveksi dan Inovasi Produk Bordir dengan mengundang
juri pakar inovasi bordir Hery Soeharsono.
ini kedepan, yang diharapkan mampu menjadi desa produktif sekaligus mampu
meningkatkan daya saing produk unggulannya yaitu bordir dan konveksi. Selanjutnya, sinergi yang telah diupayakan bersama ini diharapkan juga akan dapat
menarik minat investor maupun lembaga keuangan baik perbankan maupun non
bank untuk turut berkiprah sesuai porsi masing-masing.