• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM IMUNISASI HEPATITIS B-0 PADA BAYI UMUR 0 - 7 HARI OLEH BIDAN DESA DI KABUPATEN DEMAK TAHUN 2009 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM IMUNISASI HEPATITIS B-0 PADA BAYI UMUR 0 - 7 HARI OLEH BIDAN DESA DI KABUPATEN DEMAK TAHUN 2009 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM IMUNISASI

HEPATITIS B-0 PADA BAYI UMUR 0 - 7 HARI

OLEH BIDAN DESA DI KABUPATEN DEMAK

TAHUN 2009

TESIS

Untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana S2

Program Studi

Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi

Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Minat

Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak

Oleh : Muazaroh NIM : E4A007042

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

(2)

Universitas Diponegoro Program Pascasarjana Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak 2009

ABSTRAK

Muazaroh

Analisis Implementasi Program Imunisasi Hepatitis B-0 pada Bayi Umur 0-7 Hari oleh Bidan Desa di Kabupaten Demak 2009

xiii + 95 halaman + 18 tabel + 4 gambar + 12 lampiran

Data cakupan Kunjungan Neonatal oleh bidan desa di Kabupaten Demak tahun 2008 adalah 102,4%, sedangkan cakupan imunisasi HB-0 73,8%. Hal ini menunjukkan kesenjangan yang dapat disebabkan oleh adanya masalah dalam implementasi program imunisasi HB-0. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh komunikasi, sumberdaya, disposisi, struktur birokrasi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi, struktur birokrasi terhadap keberhasilan implementasi program imunisasi HB-0 di Kabupaten Demak.

Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi langsung catatan kohort bidan. Jumlah subjek 73 bidan desa yang tersebar di 26 Puskesmas Kabupaten Demak. Kriteria inklusi: bersedia menjadi responden, pendidikan minimal DI Kebidanan, bekerja minimal 6 bulan, domisili di tempat tugas. Kriteria eksklusi : sedang cuti, Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,1% bidan melakukan komunikasi dengan baik, 64,4% mempunyai persepsi ketersediaan sumberdaya yang baik, 60,3% mempunyai persepsi disposisi baik, 54,8% mempunyai persepsi terhadap struktur birokrasi baik. Keberhasilan implementasi diukur dari cakupan imunisasi HB-0 yang mencapai 52,1%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi, struktur birokrasi dengan keberhasilan implementasi program imunisasi HB-0 di Kabupaten Demak. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi program imunisasi HB-0 adalah struktur birokrasi (p = 0,0001).

Disarankan kepada Dinas Kesehatan agar melakukan advokasi, komunikasi kepada pengambil kebijakan di tingkat daerah untuk memperoleh dukungan politis, operasional dan pembiayaan. Selain itu juga meningkatkan manajemen program imunisasi, mengadakan pertemuan evaluasi berkala lintas program dan lintas sektor dengan menggunakan Pemantauan Wilayah Setempat, memperbaiki pola koordinasi lintas program dengan bidang kesehatan keluarga, serta mengadakan pendekatan kepada kepala puskesmas untuk persamaan persepsi standar uang transport bagi bidan.

(3)

Diponegoro University Postgraduate Program Master’s Program in Public Health Majoring in Health Policy Administration Sub Majoring in Maternal and Child Health Management 2009

ABSTRACT

Muazaroh

Analysis on the Implementation of Hepatitis B-0 Immunization Program for Babies aged 0-7 Days by Village Midwives in Demak District, 2009

xiii + 95 pages + 18 tables + 4 figures + 12 enclosures

Neonatal visit coverage data by village midwife in Demak district in 2008 were 102.4% and HB-0 immunization coverage was 73.8%. This indicated the gap that was made possible by the problem in the implementation of HB-0 immunization program. Successfulness of program was influenced by communication, resources, disposition and birocracy structure. This study aimed to analyze the influence of communication, resources, disposition and birocracy structure factors towards successfulness of HB-0 immunization program in Demak district.

This observational study used a cross sectional approach. Data were collected by interviews using structured questionnaire and direct observation to the midwife cohort reports. Seventy three midwifes spread over 26 puskesmas in Demak district were included in this study. Inclusion criteria: agreed to participate as respondent, minimum level of education was D1 midwifery, at least 6 months of working experience, stay at work place. Exclusion criteria: on vacation. Chi square and multiple logistic regression tests were performed in data analysis.

Results of the study showed that 67.1% of midwifes had good communication, 64.4% of respondents had good perception on the resources availability, 60.3% of respondents had good perception on disposition, 54.8% of respondents had good perception of birocracy structure. Successfulness of implementation was measured by HB-0 immunization coverage and it was 52.1%. The result of bivariate analysis showed significant association between communications, resources, disposition, birocracy structure and successfulness of HB-0 immunization program implementation in Demak District. Multivariate analysis indicated that birocracy structure was the most influencing factors towards the successfulness of HB-0 immunization program implementation (p: 0.0001).

It is suggested to District Health Office to perform advocating and communication to decision makers at district level to obtain political support, operational and funding. Additionally, it is important to increase immunization program management, to perform routine cross programs and sectors meeting using local monitoring system, to improve coordination across the program with the family health sectors and to approach head of puskesmas to standardize on the perception of transportation cost standard for midwifes.

Key words : HB-0 immunization program, policy implementation, village midwife

Bibliography : 46, 1993 – 2009

Referensi

Dokumen terkait

Peran Defisiensi Vitamin D dan Polimorfisme FokI , BsmI , ApaI serta TaqI Gen Reseptor vitamin D Terhadap Tuberkulosis pada Anak.. ApaI and TaqI polymorphisms of

Substansi mata kuliah ini berisi pemaparan tentang : Sejarah permainan Tenis ( groundstroke, Voli, dan service ), peraturan permainan Tenis, serta

Analisis Perbandingan Kinerja Algoritma Fixed Length Binary Encoding (FLBE) Dengan Algoritma Sequitur Dalam Kompresi File Text.. Universitas

vars, on grain yield and tissue Zn concentration of seedling at the RREC and resulted in a significantly lower TDM rice 14 d after flooding during 1998 at the Rice Research and than

Verifikasi DNS 01 s/d 22 Januari 2016 Kabupaten Cetak dan Distribusi DNT Sampai dengan 31 Januari 2016 Provinsi Catak dan Distibusi KPU Sampai dengan 07 Februari 2016

PERL INDUSGAN HUKOM I’BHEADAP PIHAK IANG BEBITIKAD B A IK ..... Apa yang pada

Latihan ini harus dibarengi pula dengan penanaman sikap dan nilai yang luhur, yaitu sikap seorang ilmuwan dan nilai yang berlandaskan pada

Damata Arta Nugraha Lamongan sebagai salah satu bank yang sampai sekarang masih eksis di dunia perbankan Indonesia perlu melakukan penyesuaian diri dan