PERKEMBANGAN NAGARI MUNDAM SAKTI PASCA
BERKEMBANGNYA AKTIVITAS TAMBANG
RAKYAT TAHUN (1998-2014)
JURNAL
RAHMI GUSTIARA
NPM. 11020042
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
Perkembangan Nagari Mundam Sakti Pasca Berkembangnya Aktivitas Tambang
Rakyat Tahun (1998-2014) Rahmi Gustiara1 Liza Husnita, M.Pd2 Meri Erawati, SS. M.Hum3
Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
This thesis examines the development Village of Mundam Sakti after the growing of artisanal mining activity in 1998-2014. The formulation of the problem in this research, among other: (1) How is village of Mundam Sakti in the begining of artisanal mining, (2) How is village of Mundam Sakti after the growing of artisanal mining activity. The purpose of this research are (1) to describe village of Mundam Sakti in the begining of artisanal mining, (2) to describe the development Village of Mundam Sakti after the growing of artisanal mining activity. Type of method that is used in this research is the method of historical research, with the following stages: first, heuristic that is look for and find sources of historical data. Second, source criticism that is the data that has been collected is then selected so that the data can be used in this study. Third, interpretation that is relate and compare the facts which is researched so there are data which are ready to be served. Fourth, historiography that is a stage which is done by providing the results of research in an article in the thesis. The results of this research show that: 1). Village of Mundam Sakti in the of artisanal mining. 2). The development Village of Mundam Sakti after the growing of artisanal mining activity. Then, with the development of artisanal mining activity in Village of Mundam Sakti will take effect in people’s lived toward village of Mundam Sakti suchas jobs, rising in comes of village. Village of Mundam Sakti widely known, good relations between communitres. The presence of the gold mines also had a negative impact on the village of Mundam Sakti and the community such as water pollution, deforestation and damage to agricultural areas.
Keywords: village, gold mining, development, social economy
PENDAHULUAN
Negara Republik Indonesia
merupakan salah satu negara yang sangat kaya akan sumber daya alam yang berupa tanah dan air sampai pada bahan galian seperti emas, perak, tembaga, minyak dan gas bumi.4 Sumatera Barat salah satu Provinsi
penghasil emas di Indonesia. Daerah
penghasil emas di Sumatera Barat adalah Kabupaten Agam, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten
Sijunjung.5Nagari Mundam Sakti merupakan
bagian dari Wilayah Kabupaten Sijunjung yang terkenal sebagai daerah penghasil emas terbesar. Masyarakat yang terkenal sebagai
penambang emas adalah masyarakat
Kecamatan IV Nagari, seperti Koto Tuo, Palangki, Muaro Bodi, Koto Baru dan Mundam Sakti.
Tambang emas rakyat di Nagari Mundam Sakti telah ada pada masa kolonial Belanda. Masyarakat melakukan kegiatan pertambangan dengan menggunakan alat yang masih sederhana yaitu dengan cara pekerjanya menyelam ke dasar sungai untuk
mengambil pasir dengan menggunakan
dulang (jae). Sebelum berkembangnya
aktivitas tambang rakyat di Nagari Mundam Sakti, nagari tersebut belum berkembang, seperti dari aspek sosial-ekonomi, pendidikan dan pembangunan. Minimnya pembangunan
sekolah, perumahan masyarakat masih
banyak belum permanen (rumah papan) dan jalannya masih kerikil.
Pada tahun 2004 tambang emas rakyat di Nagari Mundam Sakti berkembang sangat pesat, karena masyarakat sudah memakai alat berat (mekanik) seperti escavator yang berguna untuk menggali tanah dan mesin diesel beserta mesin dompeng (dongfeng) berguna untuk mengeluarkan koral (batu
4 Novi Maryani. Kewenangan
Pemerintah Daerah Dalam Penertiban
Pertambangan Dikawasan Taman Nasional Nani Waterbone Ditinjau Dari Hukum Lingkungan. Jurnal, Universitas Surabaya: Surabaya. Hal. 2
5 Ezilva Meriska.” Perubahan Sosial
Ekonomi Masyarakat Jorong Tanjung
Beringin Nagari Tanjung Kecamatan Koto
VII Kabupaten Sijunjung
2000-2011”.Skripsi, (Padang : STKIP PGRI
SUMBAR, 2014).
kerikil) dan air. Adanya bantuan alat tersebut membuat para penambang emas menjadi lebih mudah dan cepat dibanding dengan tenaga manusia.6
Pertambangan di nagari Mundam Sakti merupakan pertambangan ilegal karena pengelolaannya adalah masyarakat yang memiliki lokasi. Kegiatan tambang emas rakyat tidak hanya dilakukan pada aliran sungai, tetapi juga dilakukan pada pinggiran atau tebing sungai, berlanjut ke lokasi-lokasi lainnya termasuk pada lokasi sawah, kebun dan ladang.7
Tambang emas rakyat telah dapat
membuat kehidupan sosial ekonomi
masyarakat semakin meningkat dan juga terjadi perkembangan di Nagari Mundam Sakti seperti perkembangan fisik dan non fisik. Hal ini dapat dilihat pada tahun
2012-2014. Nagari tersebut mengalami
perkembangan pesat yaitu meningkatnya
pembangunan seperti bertambahnya
bangunan sekolah, pembuatan jembatan, pembangunan Mesjid Baitul Makmur dan pembuatan jalan usaha tani. Sedangkan perkembangan lainnya yang terjadi seperti
meningkatnya perekonomian masyarakat
serta kesejahteraan masyarakat dan
meningkatnya pendidikan masyarakat .8
Penelitian ini memiliki batasan Spasial yaitu penelitian ini adalah Nagari Mundam Sakti Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Batasan temporal yaitu tahun 1998-2014. Tahun 1998 di ambil sebagai
awal penelitian karena masyarakat
mengalami krisis moneter. Untuk mengatasi kebutuhan hidup dan untuk keluar dari kemiskinan masyarakat melakukan aktivitas tambang emas didaerah aliran sungai sampai berkelanjutan ke ladang dan sawah mereka. Tahun 2014 dipilih sebagai batasan akhirnya
karena Nagari Mundam Sakti sudah
mengalami perkembanga dan kehidupan masyarakatnya sudah banyak yang sejahtera,
6 Wawancara dengan Jheltri Putra, 30
Maret 2015, di kantor Wali Nagari Mundam Sakti
7 Wawancara dengan Jheltri Putra, 30
Maret 2015, di kantor Wali Nagari Mundam Sakti.
8
Dokumen Nagari Mundam Sakti.
Ekspose Wali Nagari Mundam Sakti.(Nagari
Mundam Sakti: Kantor Wali Nagari
Mundam Sakti, 2014), hal.33
seperti dari segi sosial-ekonomi, pendidikan dan pembangunan.
Rumusan masaah dalam penelitian ini adalah:
a. Bagaimana Nagari Mundam Sakti awal
dibukanya tambang rakyat?
b. Bagaimana perkembangan Nagari
Mundam Sakti pasca berkembangnya aktivitas tambang rakyat?
Tujuan penelitian ini adalah:
a. Mendeskripsikan Nagari Mundam Sakti
awal dibukanya tambang rakyat.
b. Mendeskripsikan perkembangan Nagari
Mundam Sakti pasca berkembangnya aktivitas tambang rakyat.
Manfaat penelitian ini adalah:
a. Secara teoritis bagi ilmu pengetahuan
diharapkan hasil penelitian dapat berguna untuk sumbangan pikiran dan bahan literatur bagi ilmu sejarah.
b. Secara praktis penelitian yang akan
peneliti lakukan dapat bermanfaat bagi peneliti sendiri dan untuk menambah wawasan berfikir peneliti.
Skripsi Dewi Lestari (2011) dengan judul “Pertambangan Emas Rakyat di Nagari Mundam Sakti Kecamatan IV Nagari
Kabupaten Sijunjung Tahun (1996-2008).9
Skripsi Ririn Puspita Sari (2008) dengan judul “Tambang Emas Rakyat di Nagari Koto Baru Kecamatan IV Nagari Kabupaten
Sijunjung tahun (2003-2010)”.10
Skripsi Seftina Kartika (2006) dengan judul “Pertambangan Emas Rakyat Koto Tuo Kecamatan IV Nagari Kab. SWL–Sijunjung
tahun 1980an–2001.11
9 Dewi lestari. “ Pertambangan Emas
Rakyat di Nagari Mundam Sakti Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Tahun
1996-2008”. Skripsi, (Padang: STKIP PGRI
SUMBAR, 2011).
10 Ririn Puspita Sari.“Tambang Emas
Rakyat di Nagari Koto Baru Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Tahun
2003-2010”. Skripsi, (Padang: STKIP PGRI
SUMBAR, 2008).
11 Seftina Kartika, “Pertambangan
Emas Rakyat Koto Tuo Kec IV Nagari Kab. SWL – Sijunjung tahun 1980 – an – 2001”.
METODE PENELITIAN
Heuristik (dari kata Yunani
heuriskein = menemukan sumber-sumber
yang diperlukan heuristik adalah:
a. Sumber primer diperoleh dari dokumen
Nagari Mundam Sakti, Arsip Nagari
Mundam Sakti, BPS Kabupaten
Sijunjung, foto-foto dan wawancara
dengan tokoh masyarakat dan
wawancara dengan penambang emas.
b. Sumber sekunder meliputi Studi
Kepustakaan seperti, Pustaka SKTIP
PGRI dan Pustaka UNAND,
Perpustakaan Daerah. Adapun yang diperoleh dari Perpustakaan adalah buku, karya mahasiswa yang memiliki relevan dalam penelitian ini.12
Kritik sumber adalah data-data yang
telah terkumpul kemudian diseleksi
sehingga data tersebut dapat dipakai dalam penelitian ini. Kritik peneliti lakukan melalui dua cara yaitu kritik eksternal dan internal. Kritik eksternal adalah pengujian keaslian data baik itu sumber lisan maupun tulisan. Sedangkan kritik internal adalah
menguji keaslian isi informasi yang
didapatkan.13 Dari langkah-langkah ini
kemudian diperoleh fakta sejarah mengenai perkembangan Nagari Mundam Sakti pasca berkembangnya aktivitas tambang rakyat tahun 1998-2014.
Interpretasi adalah data yang
diperoleh dari wawancara dan Pustaka SKTIP PGRI dan Pustaka UNAND, perpustakaan daerah, Arsip Nagari Mundam dan BPS Kabupaten Sijunjung. Kemudian dianalisis dan di interpretasi dengan cara menghubungkan dan membandingkan fakta-fakta yand diteliti sehingga terdapat data yang siap disajikan.14
Historiografi adalah suatu tahap akhir yang dilakukan dengan menyajikan hasil penelitian dalam sebuah tulisan dalam bentuk skripsi hal ini dilakukan sebagaimana
layaknya dalam studi sejarah dengan
menggabungkan kesimpulan yang didapatkan dari literatur.15
12 Mestika Zed. Metodologi Sejarah. (Padang: UNP, 1999), hal.35
GAMBARAN NAGARI MUNDAM SAKTI SEBELUM TAHUN 1998
Nagari Mundam Sakti merupakan salah satu Nagari di Kecamatan IV Nagari memiliki luas 2.500 Ha temasuk hutan (rimbo) dengan Ketinggian 169 M diatas pemukaan laut dengan rata-rata curah hujan 4,83 MM/tahun dan suhu antara 24-34 derjat celcius. Topografi berada pada dataran rendah, berada pada ketinggian 169 M dari Permukaan Laut, dengan suhu rata-rata harian 30-36 derjat celcius.16 Dinagari Mundam Sakti terdapat satu sungai atau batang air yang merupakan daerah lubuk larangan yang melintas di Nagari Mundam
Sakti. Pengelolaannya hanya dapat
digunakan untuk masukan Kerapatan Adat
Nagari (KAN). Pengelolaannya harus
sepenuhnya izin ninik mamak nagari. Batang air atau sungai tersebut melintas di Nagari Mundam Sakti sejak dari Nagari Muara sampai ke Kabupaten Solok. Selama ini nagari memanfaatkannya untuk keperluan pengairan sawah. Selain itu di sungai inilah terdapat pertambangan emas rakyat.
Nagari Mundam Sakti merupakan nagari yang cukup dekat letaknya dari Ibukota Kabupaten, jarak dari Kantor Wali Nagari ke Kecamatan sejauh 10 KM ke Ibukota Kabupaten sejauh 20 KM sedangkan jika diukur dari Ibukota Propinsi harus
menempuh jarak sekitar 109 KM.17
Nagari Mundam Sakti terdiri atas tiga Jorong yaitu :
a. Jorong Ranah Pasar dengan luas 771 Ha dan Jumlah Penduduk 1.056 jiwa dan 266 KK
b. Jorong Tanjung Raya dengan luas 741 Ha
dan Jumlah penduduk 903 jiwa dan 224 KK
c. Jorong Kampung Pinang dengan luas 801
Ha dan jumlah penduduk 862 jiwa dan 223 KK. Rincian penduduk dapat dilihat pada tabel berikut ini.18
16 Dokumen Nagari Mundam Sakti.
Ekspose Wali Naagari Mundam
Sakti.(Nagari Mundam Sakti: kantor Wali Nagari Mundam Sakti, 2014), hal.4
17Ibid. hal.5 18Ibid. hal.4
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kondisi Nagari Mundam Sakti Awal Dibukanya Tambang Rakyat
Awal dibukanya tambang emas Nagari Mundam Sakti dapat dikatakan belum berkembang. Hal ini dapat dilihat dari kondisi nagari dan kehidupan masyarakat. Kondisi perumahan masyarakat rata-rata perumahan non permanen (rumah papan) sedangkan kehidupan mayarakat masih banyak dibawah standar, dan jika dilihat dari segi pendidikan masyarakat masih rendah .19
Pada tahun 1998 Mundam Sakti dipimpin oleh Busmar dan Asbar Bahni dan pada tahun ini tambang emas dibuka oleh masyarakat Nagari Mundam Sakti yang membuka tambang emas adalah Bapak Azam sedangkan pemodalnya sendiri adalah Bapak Azam sendiri. Faktor dibukanya tambang emas salah satunya adalah untuk mengatasi kemiskinan. Kemiskinan adalah sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut.20Salah satu usaha yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Mundam Sakti
untuk keluar dari kemiskinan dan
memperoleh pendapatan yang layak atau lebih besar adalah dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, diantaranya adalah bahan galian seperti tambang emas yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. B. Perkembangan Nagari Mundam Sakti 1. Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik merupakan suatu perubahan yang dapat dilihat, perubahan tersebut dapat berupa seperti pembangunan .
19 Wawancara dengan Bapak Wali
Nagari Mundam Sakti yaitu Firmansyah, 16 Juni 2015, di kantor Wali Nagari Mundam Sakti
20Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu
Pengantar. (Jakarta :Raja Grafindo Persada, 2001), hal.406
6
Perkembangan fisik yang terjadi di Nagari Mundam Sakti seperti:
a. Perumahan
Berkembangnya aktivitas tambang emas dilakangan masyarakat banyak terjadi perubahan dalam kehidupan masyarakat seperti tahun 2013 rumah masyarakat tidak
layah di huni adalah 2 buah rumah.21
b. Jalan
Meningkatnya
pembangunan-pembangunan yang dilakukan oleh
pemerintah yaitu bertujuan untuk
menciptakan kesejahteraan rakyat. Di Nagari Mundam Sakti dengan tingginya tingkat
partisipasi masyarakat dalam usaha
pembagunan seperti pembangunan jalan, sehingga masyarakat memberi sumbangan untuk memperlancar jalur transportasi di Nagari Mundam Sakti
c. Jembatan
Jembatan memiliki fungsi untuk
menghubung daerah yang satu dengan daerah yang lain. Dengan dibangunya jembatan gantung di Nagari Mundam Sakti pada tahun 2012 dengan swadaya masyarakat sebesar Rp 256.000.000.22 Dengan dibuatnya jembatan gantung maka mempermuda menghubungkan jorong tanjung raya dengan ranah pasar
sehingga memperlancar transportasi
masyarakat .
2. Perkembangan Non Fisik a. Pendidikan
Pendidikan merupakan hal yang
penting dalam kehidupan karena dengan pendidikan seseorang dapat meningkatkan kesejahteraan. Tingkat pendidikan akan mempengaruhi pola pikir, pola tingkah laku dan interaksi sosial seseorang sebagai bagian dari anggota masyarakat dalam melakukan
aktivitas untuk menunjang kebutuhan
hidupnya. Restra (rencana strategi)
kementrian pendidikan nasional 2010-2014 telah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk seluruh jenjang pendidikan di Indonesia mulai tingkat Pendidikan Anak
21 Dokumen Nagari Mundam Sakti.
Ekspose Wali Nagari Mundam Sakti.(Nagari
Mundam Sakti: Kantor Wali Nagari Mundam Sakti, 2014), hal.19
22
Dokumen Nagari Mundam Sakti.
Ekspose wali Nagari Mundam
Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tingggi
(PT) dalam sistem pendidikan Indonesia.23
Pendidikan di Nagari Mundam Sakti dapat dikatakan sudah meningkt karena sudah banyak anak-anak yang sekolah bahkan sudah banyak melanjutkan Perguruan Tinggi. b. Kesehatan
Pembangunan dibidang kesehatan yang digariskan dalam sistem kesehatan
Nasional diarahkan agar pelayanan
kesehatan yang jangkauannya lebih luas dan
merata sehingga lapisan masyarakat
memperoleh pelayanan kesehatan melalui upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat Agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.
Dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan penduduk, pemerintahan Nagari Mundam Sakti telah mendirikan fasilitas atau pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Pustu dan Polindes.
C. Pengaruh Positif Dibukanya Tambang Emas Terhadap Nagari Mundam Sakti.
1. Bidang Ekonomi
Keadaan ekonomi masyarakat tidak
terlepas dari kegiatan ekonomi yang
dilakukan penduduknya. Dengan dibukanya tamban emas di Nagari Mundam Sakti Kecamatan IV Nagari akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan nagari, pengaruh yang terjadi di Nagari Mundam Sakti, antara lain :
a. Terciptanya Lapangan Pekerjaan Berbicara tentang lapangan pekerjaan suatu masyarakat tidak terlepas dari keadaan ekonomi masyarakat. Banyak pemilik tanah yang rela menjadi tanah pertaniannya menjadi lokasi tambang emas dengan alasan tambang emas lebih menguntungkan dari pada areal pertanian sehingga memunculkan banyak lapangan pekerjaan. Banyaknya para penambang yang membuka lahan sehingga masyarakat pengangguran bisa mendapatkan pekerjaan.
36
4
b. Meningkatkan Pendapatan Nagari Mundam Sakti
Sebelum adanya tambang emas
keuangan Nagari Mundam Sakti ini hanya didapatkan dari bantuan keuangan dari propinsi, bagi hasil pajak dan retribusi tetapi setelah ada dan bermbangnya aktivitas tambang rakyat ini maka bertambahlah pemasukan nagari dari pihak ketiga. Hal ini terlihat dari tahun 2012- 2013. Karena pada tahun 2012 pihak ketiga memberi pemasukan kepada kas nagari sebesar Rp33.593.007
sedangkan pada tahun 2013 sebesar
Rp22.156.500.24 Dengan adanya tambang
emas ini dapat menambah keuangan nagari sehingga dapat meningkatkan pendapatan Nagari Mundam Sakti kecamatan IV Nagari. 1. Bidang Sosial
Pengaruh yang nampak semenjak di bukanya tambang emas di Nagari Mundam Sakti dalam bidang sosial, seperti :
a. Nagari Mundam Sakti Dikenal Masyarakat Luas
Sebelum adanya tambang emas ini di Nagari Mundam Sakti, banyak orang yang tidak mengenali nagari tersebut, karena nagari tersebut jauh dari Jalan Lintas Sumatera, yang mengenali Nagari Mundam Sakti hanya masyarakat yang tinggal di Kecamatan IV Nagari dan Kecamatan
Kupitan, sedangkan jika dilihat dari
Kabupaten Sijunjung hanya sebagian orang yang mengetahui Nagari Mundam Sakti. Akan tetapi tahun 2004 dan di tambah lagi dengan banyaknya penambang emas yang keluar masuk ke Nagari Mundam Sakti, perlahan-lahan Nagari tersebut dikenali orang banyak karena adanya interaksi dari orang ke orang, tidak hanya masyarakat Sijunjung saja yang mengenali Nagari Mundam Sakti malahan ada yang dari daerah luar seperti orang solok, sangka, padang adapun diluar Sumatera Barat seperti dari kalimantan, b. Hubungan Interaksi Antar Sesama
Masyarakat
Interaksi adalah proses dimana
orang-orang berkomunikasi saling
mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan.
24
Dokumen Nagari Mundam Sakti.
Ekspose Wali Nagari Mundam Sakti.(Nagari
Mundam Sakti: Kantor Wali Nagari Mundam Sakti, 2014). hal2
25Dengan adanya tambang emas di Nagari
Mundam Sakti akan berpengaruh terhadap
hubungan soaial masyarakat Nagari
Mundam Sakti maupun diluar Nagari Mundam Sakti
D. Dampak Negatif Dari Aktivitas Penambang Emas terhadap Nagari Mundam Sakti
Kehadiran tambang emas ini
dikalangan masyarakat memiliki kelebihan
dan kekurangan. kelebihannya seperti
meningkatkan pendapatan masyarakat
maupun pendapatan nagari sehingga dapat merubah kehidupan kearah yang lebih baik sedangkan kekurangannya akan berdampak negatif terhadap Nagari Mundam Sakti. Adapun dampak negatif yang muncul dari aktivitas tambang emas terhadap Nagari Mundam Sakti, antara lain:
1. Tercemarnya Air
Dengan adanya aktivitas tambang rakyat di Nagari Mundam Sakti akan berpengaruh terhadap kebersihan air yang ada di nagari tersebut karena sebelum adanya tambang air di nagari tersebut masih jernik tetapi semenjak adanya tambang emas maka air di Nagari Mundam Sakti sudah keruh.
2. Penggundulan Hutan
Dengan berkembangnya aktivitas
tambang emas ini, masyarakat Nagari Mundam Sakti memanfaatkan area hutan
dalam sektor pertambangan sehingga
terjadilah pengundulan hutan 3. Rusaknya area pertanian
Dengan kehadiran tambang emas
ditengah-tengah kehidupan masyarakat
sangat berpengaruh terhadap area pertanian karena tidak teraturnya aktivitas penambang emas yang dilakukan masyarakat, maka lahan pertanian dan perkebunan akan menjadi rusak.
KESIMPULAN
Berdasarkan temuan dilapangan maka kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa
kondisi Nagari Mundam Sakti awal
dibukanya tambang emas, nagari tersebut belum begitu berkembang, karena dilihat dari pembangunan seperti pembangunan rumah, rumah masyarakat masih banyak yang rumah
25 Setiadi, Ilmu Sosial Dan Budaya
Dasar.(Jakarta : Kencana,2006), hal. 86
non permanen Sedangkan dilihat dari kehidupan dan tingkat pendidikan masyarakat masih banyah di bawah rata-rata.
Berkembangnya aktivitas tambang rakyat di Nagari Mundam Sakti akan
membawa pengaruh dalam kehidupan
masyarakat dan terhadap nagari tersebut. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan fisik dan non fisik. Perkembangan fisikk seperti meningkatnya pembangunan sedangkan non fisik seperti tingkat pendidikan masyarakat sudah tinggi. Tambang emas ini juga berpengaruh positif terhadap Nagari Mundam Sakti seperti dalam bidang ekonomi yaitu
Terciptanya lapangan pekerjaan dan
Meningkatnya pendapatan nagari sedangkan dalam bidang sosial yaitu Nagari Mundam Sakti dikenal masyarakat luas dan terjalinnya hubungan interaksi antar sesama masyarakat. Kehadiran tambang rakyat ini tidak hanya pengaruh positif saja yang muncul tetapi juga dampak negatif seperti Tercemarnya air,
Terjadinya penggundulan hutan dan
Kerusakan terhadap area pertanian. SARAN
Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka dikemukakan beberapa saran. adapun saran bagi masyarakat yang bekerja sebagai penambang emas adalah sebagai berikut
1. Diharapkan kepada masyarakat agar
lebih hati-hati dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada karena keuntungannya tidak sebanding dengan kerugian.
2. Diharapkan kepada masyarakat yang
bekerja sebagai penambang emas agar lebih berhati-hati dalam menjalankan
pekerjaannya agar tidak terjadi
kecelakaan dalam bekerja.
3. Diharapkan kepada penambang yang
sudah berpenghasilan tinggi agar lebih berhemat untuk mengantisipasi ketika cadangan emas dilokasi tambang mulai habis sehingga yang bekerja sebagai penambang emas siap berali usaha dengan penghasilan yang di dapatkan dari tambang emas.
4. Diharapkan bagi penelitian berikutnya
dapat melanjutkan penelitian ini untuk dapat meneliti variabel-variabel lain yang belum diketahui sehingga informasi tentang perkembangan nagari pasca berkembangnya aktivitas tambang rakyat
Nagari Kabupaten Sijunjung lebih
sempurna lagi. DAFTAR PUSTAKA A. ARSIP
Dokumen Nagari Mundam Sakti. 2014.
Ekspose Wali Naagari Mundam
Sakti. Nagari Mundam Sakti:
Kantor Wali Nagari Mundam Sakti. Pemerintah Nagari Mundam Sakti 2014.
Buku Data Dasar Profil Nagari
Mundam Sakti. Nagari Mundam
Sakti: Kantor Nagari Mundam Sakti B. BUKU
Mestika Zed. 1999. Metodologi Sejarah.
Padang: FIPS UNP.
Retno Listyarti. 2012. Pendidikan Karakter. Jakarta : Erlangga.
Setiadi. 2006. Ilmu Sosial dan Budaya
Dasar. Jakarta: Kencana
Soerjono Soekanto. 2001. Sosiologi Suatu
Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
C. SKRIPSI
Dewi Lesrati. Pertambangan Emas Rakyat
di Nagari Mundam Sakti Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
tahun 1996-2008. Padang: STKIP
PGRI Sumatera Barat.
Ezilva Meriska. ”Perubahan Sosial Ekonomi
Masyarakat Jorong Tanjung Beringin Nagari Tanjung Kecamatan Koto VII
Kabupaten Sijunjung 2000-2011.
Padang: STKIP PGRI Sumatra Barat.
Edy Sumatri. “pertambangan Tanpa Izin
(PETI) dan Karakteristiknya”,
Wikipedia, 21 Februari 2007.
Ririn Puspita Sari. 2008. “Tambang Emas
Rakyat di Nagari Koto Baru
Kecamatan IV Nagari Kabupaten
Sijunjung 2003-2010”. Padang:
STKIP PGRI Sumatera Barat.
Seftina Kartika. 2006. “Pertambangan Emas Rakyat Koto Tuo Kec.IV NagariKab. SWL – Sijunjung tahun 1980 an
-2001”. Padang: STKIP PGRI