• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ascariasis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ascariasis"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ASCARIASIS

ASCARIASIS

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN Asc

Ascariariasiasis s disdisebaebabkan bkan oleoleh h cacicacingng  Ascari Ascaris s lumbrilumbricoidescoides biabiasa sa disdisebut “ebut “roundround worm of man

worm of man ” yaitu suatu penyakit parasit usus pada manusia yang terbesar, disebut juga” yaitu suatu penyakit parasit usus pada manusia yang terbesar, disebut juga caci

cacing ng gelgelang. ang. PenyPenyebarebarannya luas annya luas dan dan mermerata ata di di daedaerah rah trotropic, sub-trpic, sub-tropik dan opik dan leblebihih  banyak

 banyak ditemuditemukan kan di di daerah daerah pinggirpinggiran an dibandingdibandingkan kan di di kota. kota. Cacing ini Cacing ini hidup hidup di di ronggarongga usus

usus halhalus. us. Di Di IndIndonesonesia, ia, pendpenderierita ta AsAskarikariasis asis diddidomiominasi nasi oleoleh h anakanak-ana-anak. k. PenyPenyebabebab  penyakit

 penyakit ini ini bisa bisa karena karena kurangnykurangnya a pemakaiapemakaian n jamban jamban keluarga keluarga dan dan kebiasakebiasaan an memakamemakaii tinja sebagai pupuk.

tinja sebagai pupuk.

MORFOLOGI MORFOLOGI

Gambar 1

Gambar 1 Ascaris  Ascaris lumbrilumbricoidescoides

Cacing dewasa berbentuk silinder dan berwarna pink, yang jantan lebih kecil dari Cacing dewasa berbentuk silinder dan berwarna pink, yang jantan lebih kecil dari  betina.

 betina. Cacing Cacing jantan jantan berukurberukuran an sekitsekitar ar 10-30 10-30 cm, cm, sedangksedangkan an betina betina berkisberkisar ar 22-35 22-35 cm.cm. Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian untaian rambut di ujung Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian untaian rambut di ujung ekornya (posterior), pada betina pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin ekornya (posterior), pada betina pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau

atau gelgelang ang kopukopulaslasi. i. Pada Pada ujuujung ng kepakepala la (ant(anterierior) or) terterdapat tiga dapat tiga bibibibir r yang yang tertersusususunn Chinese

(2)

Gambar 2 tiga bibir pada bagian anterior  Gambar 2 tiga bibir pada bagian anterior 

Cac

Cacing ing ini ini teltelah ah memmemilikiliki i salsalurauran n pencpencernernaan aan yang yang lenlengkagkap, p, orgorgan an reprreprodukoduksisi  berbentu

 berbentuk k tubulartubular, , yang yang jantan jantan mempunmempunyai yai tubula tubula reprodreproduktif uktif tunggaltunggal, , yang yang betinabetina mempunyai dua buah tubula reproduktif dan vulva secara ventral terdapat pada bagian mempunyai dua buah tubula reproduktif dan vulva secara ventral terdapat pada bagian  poster

 posterior 1/3 baior 1/3 bagian antegian anterior turior tubuh.buh.

Gambar 3. Penampang melintang Gambar 3. Penampang melintang

Cacing dewasa hidup pada usus manusia . Seekor cacing betina dapat bertelur  Cacing dewasa hidup pada usus manusia . Seekor cacing betina dapat bertelur  sampai 200.000 telur per harinya. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron, sampai 200.000 telur per harinya. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron, sedangkan telur yang tidak dibuahi bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Telur  sedangkan telur yang tidak dibuahi bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Telur  yang telah dibuahi inilah yang menginfeksi manusia.

(3)

Ada tiga macam telur ; fertil egg, unfertil egg, decorticated egg 1. Fertil egg

Berbentuk oval, berwarna coklat, rata-rata ukurannya 60 x 45 μm. Kulitnya tipis terdiri dari ascaroide, lapisan chitin, membran fertil, yang berisi sel telur yang fertil

Gambar 4. fertile egg

Fertile egg masih dalam bentuk uniseluler ketika melewati feses.

2. Unfertil egg

lebih panjang dan lebih bulat dibandingkan dari fertil egg.lapisan kitin dan albumin lebih tipis dari fertil egg tanpa ascaroide dan membran fertil. Berisi granul refracable yang berbeda ukuran

Gambar 5. infertile egg

(4)

kadang-kadang fertile dan infertile egg albuminya kurang dan tidak berwarna

TEMPAT HIDUP

Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru-paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia

disebut terinfeksi sindroma loeffler. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makanan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak 

PENYEBAB

Ascariasis disebabkan oleh mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi roundworm eggs.ascariasi adalah infeksi cacing pada usus yang paling umum. Ditemukan pada orang yang higienisnya buruk, sanitasi yang jelek, dan penggunaan feses sebagai pupuk.

SIKLUS HIDUP

(5)

Pada tinja penderita askariasis yang membuang air  tidak pada tempatnya dapat mengandung telur askariasis yang telah dubuahi. Telur ini akan matang dalam waktu 21 hari. bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang telah tercemar telur  Ascaris dan tidak mencuci tangannya, kemudian tanpa sengaja makan dan menelan telur  Ascaris.

Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, jantung dan kemudian di paru-paru.

Pada paru-paru, cacing akan merusak alveolus, masuk ke  bronkiolus,  bronkus, trakea, kemudian di laring. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. Setibanya di usus, larva akan menjadi cacing dewasa.

Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada akhirnya akan keluar kembali bersama tinja. Siklus pun akan terulang kembali bila  penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya

GEJALA PENYAKIT

Gejala klinis akan ditunjukkan pada stadium larva maupun dewasa.

Pada stadium larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru- paru akan menyebabkan sindrom Loeffler . Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak nafas, eosinofilia, dan pada foto Roentgen thoraks terlihat infiltrat yang akan hilang selama 3 minggu.

Pada stadium dewasa, di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual. Bila cacing masuk  ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik  atau ikterus. Bila cacing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen.

(6)

Gambar 7 penderita penyakit ascariasi

PATOGENESIS

Ada dua fase ascariasis

1. fase perpindahan larva dari darah ke paru. Selama perpindahannya ke paru- paru larva menyebabkan pneumonia. Gejala pneumonia ini adalah demam rendah,  batuk, ada sedikit darah di sputum, asma. Sejumlah bessar wanita, menigkat reaksi

alerginya. Umumnya ada eosinofil. Manifestasi klinik ini disebut juga Loeffler’s syndrome

2. fase dewasa di usus. Adanya sedikit cacing dewasa di usus halus tidak 

menghasilkan gejala, tapi bisa meningkatkan nyeri pada abdominal yang samar-samar atau intermiten colic, terutama pada anak-anak. Penyakit yang berat bisa

(7)

menyebabkan malnutrisi. Manifestasi yang lebih serius telah diteliti. Penyebaran cacing dewasa bisa dihambat oleh lumen apendik atau cairan empedu dan

mengalami pervorasi pada dinding usus. Komplikasi ascaraiasis bisa terjadi seperti obstruksi usus , apendikcitis, biliari ascariasis, perforasi usus, cholecystitis,

 pancreatitis dan peritonitis dll.yang paling banyak adalah biliary ascariasis.

EPIDEMIOLOGI

Di Indonesia, prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak-anak. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Pemakaian  jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides. Kira-kira 25%

dari seluruh penduduk dunia terinfeksi cacing ini, terutama dinegara-negara tropis.

Hospes dan distribusi

Hospes atau inang dari askariasis adalah manusia. Di manusia, larva askariasis akan

 berkembang menjadi dewasadan mengadakan kopulasi serta akhirnya bertelur. Penyakit ini  bersifat kosmopolit, terdapat hamnpir diseluruh dunia. Prevalensi askariasis sekitar

70-80%.

Factor yang mempengaruhi penyebaran

1. siklus hidup yang sederhana 2. jumlah telur yang banyak 

3. telur resisten terhadap desinfektan, telur dapat bertahan sampai beberapa tahun 4. social custom and living habit

5. disposal of feces is unsuitable

(8)

Gejala dan tanda hanya untuk referensi.konfirmasi diagnosis tergantung kepada recoveri dan identifikasi cacing dan telurnya.

ascaris pneumonitis: uji sputum untuk larva ascaris biasanya berguna. ascaris usus: pemeriksaan telur pada feses

direct fecal film: simpel dan efektif. Telur mudah ditemukan dengan menggunakan cara ini karen jumlah oviposition betina yang besar, yaitu 240.000 telur cacing perhari. Sehingga metoda ini merupakan metoda utama

metoda brine floatation

recovery cacing dewasa, jika ditemukan cacing dewasa dan adolescent pada feses, muntah dan organ manusia yang diinfeksi ascariasi, diagnosa bisa ditegakkan abdominal x-ray

comlpete blood count

Diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus, hidung, atau mulut.

PROGNOSIS

Pada umumnya, askariasis memiliki prognosis yang baik. Kesembuhan askariasis mencapai 70 hingga 99%. Komplikasi bisa disebabkan oleh cacing dewasa yang bergerak  ke organ tertentu menyebabkan blockage usus .

Komplikasi yang mungkin terjadi:

1. Penghambatan sekresi liver  2. blockage intestine

3. perforasi in the gut

(9)

1. mencegah kontak dengan tanah yang mengandung feses manusia 2. jangan membuang feses outdoors

3. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh makanan

4. ketika bepergian ke negara yang sanitasi danhigienisnya jelek, hindari makanan yang mungkin berkontaminasi dengan tanah

5. cuci, kupas atau masak bahan-bahan sayur dan buah sebelum dimakan 6. edukasi kesehatan

PENGOBATAN

Obat-obat yang digunakan

1. mebendazol 2. albendazol 3. levamizole 4. piperazine 5. pirantel

OBAT-OBAT

(10)

ALBENDAZOL

Sifat fisik : tidak larut dalam air, BM 265

Farmakologi dan mekanisme:

Albendazol adalah turunan dari derivat benzimedazol carbamate yang strukturnya  berhubungan dengan mebendazol. Mulanya dikenal sebagai obat hewan pada tahun 1975, dan kemudian digunakan sebagai obat antelmentik.obat ini mempunyai spektrum yang luas dalam melawan aktivitas nematoda ( Ascaris lumbricoides, Enterobius vermicularis, Strongyloides stercoralis, Trichuris trichiura and Capillaria philippinensis), sistemic nematoda ((Trichinella spiralis and cutaneous larva migrans) and cestodes (Echinococcus granulosis, E. multilocularis and neurocysticercosis). Albendazol aktif melawan bentuk larva dan dewasa nematoda usus. Metabolit utama adalah albendazole sulphoxide, yang mempunyai respon yang besar dalam farmakologi obat.

Mekanisme kerja : terikat dengan beta tubulin, mencegah pemnbentukan mikrotubula, beta tubulin dipengaruhi oleh beta tubulin

Mekanisme potensial yang lain:

1. menghambat fumarat rduktase , menurunkan NADH 2. degradasi RE dan mitokondria, menurun produksi ATP

(11)

Farmakokinetik 

Metoda spesifik HPLC telah ditemukan untuk menentukan metabolit aktif albendazol sulphoxide (2,3,4). Karena mengalami first past metabolism, hanya terdeteksi sedikit jumlahnya atau tidak seluruhnya masuk ke pembuluh darah.

Setelah pemberian oral dengan dosis tunggal 400 mg pada volunter yang sehat. Concentrasi plasma puncaknya adalah 0.04 dan 0.55 g/ml dari metabolit sulphoxide yang dicapai setelah 1 atau 4 jam.μ

Ketika obat diberikan dengan makanan yang berlemak, ditemukan peningkatan konsentrasi plasma. Perbendaan konsentrasi plasma dalam dan antar individu dari albendazol sulphoxide telah dilaporkan. Itu mungkin disebabkan karena absorbsi yang tidak menentu dan kemungkinanan perbedaan laju metabolisme. Albendazol terikat pada protein plasma sampai 70%.

Albendazol secara cepat dan lengakap dioksidasi menjadi metabollit aktif albendazol sulphoxide, yang kemudian dioksidasi menjadi inactif compound albendazol sulphon. Albendazol sulphoxide dieliminasi dari plasma dengan T1/2 9 jam. Dieksresikan melalui ginjal dalam bentuk sulphon dan metabolit yang lain. Sejumlah metabolit yang tidak signifikan dikeluarkan melalui empedu. Albendazol sulphoxida bisa melewati barier pembuluh darah otak, dan konsentrasi yang bisa dicapai di otak adalah 1/3 dari plasma.

Indikasi

Infeksi tunggal atau ganda yang disebabkan oleh Ascaris

lumbricoides, Enterobius vermicularis, Ancylostoma duodenale, Trichuris trichiura. albendazol kemungkinana efktif untuk mengobati

Strongyloides stercoralis tetapi harus dikontrol apakah lebih baik dari thiabendazol. Albendazol merupakan drug of choice untuk kasus

(12)

Hamil dan menyusui

 Teratogen dan embriotoksisiti dilaporkan pada tikus dan kelinci.  Tapi tidak ada laporan pada manusia. Karena menyebabkan teratogen

pada hewan dan kurangnya informasi pada manusia, albendazol sebaiknya tidak diberikan selama kehamilan.

Eksresi melalui laktasi belum diketahui. FDA : C/D

Efek Samping

Setelah pemberian tunggal dosis 400 mg, terlihat efek samping minor yaitu nyeri pada epigastric dan diare, kurang dari 6% pasien yang mengalaminya.

Kontraindikasi dan Peringatan

Belum diketahui kontraindikasi selama pengobatan dengan dosis tunggal nematoda usus. Selama pengobatan hydatid desease, liver transaminase, leukosit dan platelet harus dimonitor secara teratur.

Interaksi Obat

Dexametason dapat meningkatkan kadar albendazol sulphoxide dalam plasama sampai 50%.

Dosis Dewasa dan Anak 

Dosis tunggal 400 mg. Reinfeksi dengan entrobiasis, dosis

berikutnya dibutuhkan setelah 2-4 minggu.10-15 mg/kg/hari (maksimal 800 mg/hari).

Preparat

Zentel ® : tablet 400 mg dan suspensi 2% Eskazole ® : tablet 400 mg

(13)

MEBENDAZOLE

Struktur mebendazol

Sifat Fisik 

BM 259, praktis tidak larut air

Farmakologi dan Mekanisme

Mebendazol adalah derivat benzimedazol yang memiliki spektrum anthelmentik yang luas. Keefektifannya tinggi melawan bentuk larva dan dewasa dari Ascaris lumbricoides, Enterobius vermicularis, Trichuris trichiura, hookworms ( Ancylostoma duodenale and Necator americanus) dan Capillaria philippinensis. Dengan dosis yang tinggi obat berfek

melawan hydatid disease. Invitri study terbaru melaorkan mebendazol efektif melawan Giardia lamblia dibanding metronodazol.

Mekanisme kerja: mengikat beta tubula parasit dengan

menghambat polimerisasi tubula menjadi mikrotubula, yang merupakan fungsi yang penting dari sel parasit.. beta tubulin tergantung glukosa uptake.

Mekanisme : perintangan pem,asukan glukosa dan mempercepat penggunaannya. (obat-obat penting: 192)

(14)

Mebendazol diberikan oral, bioavailabilitas oral kurang dari 20%. Absorbsinya meningkat dengan memakan makanan yang

berlemak.dimetabolisme di hati. Vd sekitar 1.2 l/kg. 95% obat terikat dengan protein plasma. Secara ekstensiv dirubah menjadi metabolit inaktif (hidroksi dan aminometabolit) yang memiliki laju clearen yang ebih lambat dari obat induknya.

Indikasi

Mebendazol adalh obat pilihan untuk nematode usus. Bisa juga digunakan untuk hydatid disease jika albendazol tidak ada.

Hamil dan Menyususi

Mebendazol dalam dosis tinggi bersifat tertogen dan embriotoksik pada tikus. Dokumentasi pada manusia kuran, pengobatan dengan

mebendazol harus dicegah selama awal kehamilan. Eksresi melalui ASI tidak diketahui

Efek Samping

Nyeri abdominal, diare, sedikit sakit kepala. Dosis yang besar pada pengobatan hidatyd emiliki ES : toksis pada tulang, alopecia, hepatitis, glomerulonefritis, demam dan exfoliativ dermatitis.

Kontraindikasi dan Peringatan

Dosis dikurangi pada pasien dengan gangguan hati. Serum transaminase, leukosit dan platelet harus diperikasa selama pengobatan.

FDA : C

(15)

Phenitoin dan karbamazepin dilaporkan menurunkan konsentrasi plasma mebendazol, sedangkan cimetidin memiliki efek yang berlawanan.

Dosis

Dewasa dan Anak-anak

100 mg dua kali sehari selama 3 hari

Preparat

Pantelmin ® larutan oral 20mg/ml, tablet 100 mg, 500 mg vermox® oral suspensi 20 mg/ml, tablet 100 mg, 500 mg

LEVOMISOLE

Struktur levomisol

Sifat Fisik 

Basa BM 204, HCl BM 241, pKa 8, 1 g terlarut dalam 2 ml air, hindari dari cahaya

(16)

Levomisol adalah L-isomer dari tetramisol dan lebih aktif dari campuran racemiknya. Ini diperkenalkan pada tahun 1966 untuk obat hewan, dan kemudian digunakan untu antelmentik melawan ascariasis.. obat juga bisa digunakan untuk hookworm , tapi hasil study inconsisten.

Mekanisme kerjanya adalah melalui stimulasi autonomic ganglia (nicotinic reseptor) dari cacing. Jika terekspos obat, cacing immature dan dewasa menunjukkan kontraksi spastic yang diikuti paralisis tonic. Mekanisme ini hampir sama dengan antilmentik yang lain yaitu pirantel dan bephenium hidroksinaphtoat.

Pada dosis besar levamisol bekerja sebagai imunostimulant (khususnya sel T)

Farmakokinetik 

Bioavailabiliti oral tidak diketahui. Setelah pemberian dosis oral 150 mg atau 2.5 mg/kg pada volunter yang sehat, puncak plasmanya adalah 0.5-0.7 g/ml yang dicapai dlam 2 jam. Vd bervariasi mulai dariμ

86-266 liter. Obat secara cepat dimetabolisme. Satu metabolit hidroksilevamisol diidentifikasi dalam urin manusia dan tikus.dan

beberapa yang lain tidak teridentifikasi. Pada tikus metabolit yang lain adalah OMPI (2-oxo-3-(2-mercaptoethyl)-5-phenylimidazoline). T1/2 antara 4-5 jam.

Indikasi

monoinfeksi ascaris lumbricoides. In poliinfeksi mebendazol adalah pilihan utama

Hamil dan Menyusui

 Tidak ada dilaporkan adanya tertogen pada kelinci dan tikus dengan dosis 5 dan 150 mg/kg selama kehamilan. Laporan pada manusia kurang. Pengobatan dengan levamisol ditunda sampai melahirkan. Kecuali indikasi kuat untuk menggunakannya.

(17)

Eksresi melalui ASI belum diketahui

Efek Samping

Nausea, vomiting, abdominal pain dan sakit kepala.penggunaan sebagai imunomodulator memberikan efek samping yang serius seperti blood disorder (agranulositosis, neutropenia, dan trombocitopenia)

kerusakan ginjal, influenza like reaksi, vasculitis, photosensitivity, dan alergi obat.

Kontraindikasi dan Perhatian

Harus dicegah pada pasian yang alergi obat. Pemberian bersama bisa menyebabkan reaksi seperti reaksi alcohol dan disulfiram

Interaksi

Levamisol dilaporkan menggantikan ikatan protein rifampicin invitro

Dosis

Dewasa: 150 mg levamisol (base) sebagai dosis tunggal

Anak-anak: 2,5 mg/kg levamisol (base) sebagai dosis tunggal

Preparat

Ketrak ® : oral solution 40 mg base per 5ml, tablet 40 mg base Solaskil : tablet 30 mg base, 150 mg base

Ergamisol : tablet 50 mg basa Levamisol tablet 50 mg basa

(18)

Struktur piperazine

Sifat Fisik 

Piperazine base (anhydrous): MW 86; pKa: 5.6, 9.8.

• Piperazine hexahydrate: MW 194. Freely soluble in water. • Piperazine adipate: MW 232.1 g dissolves in 18 ml of water. • Piperazine phosphate: MW 202. 1 g dissolves in 60 ml of water.

• Tripiperazine dicitrate (piperazine citrate): MW 643.1 g dissolves in 1.5 ml of water.

Farmakologi dan Mekanisme

Piperazin adalah basa organic heterosiklik secara luas digunakan untuk antelmentik. Ini dikembangkan untuk mengobati gout. Obat ini menyebabkan paralysis flaccid . piperazin menyebabkan hiperpolarisasi pada otot asacaris.

Farmakokinetik 

 Tidak ada data yang tersedia tentang BA, tidak ada metabolit yang ditemukan di urin

Indikasi

Pengobatan infeksi ascaris l dan entrobius vermicularis.

(19)

Piperazin telah digunakan selama kehamilan tanpa ada efek teratogen

Efek Samping

Nausea, vomiting, kram abdominal, diare. Pada overdosis timbul gatal-gatal, kesemutan dan gejala neurotksis.

Kontraindikasi dan Perhatian

 Tidak boleh diberikan pada pasien dengan hipersensiti atau dengan penyakit neurologi terutama pasien epilepsi

Interaksi

Pada tikus dan mencit, piprezin menigktkan potensi clororazin

Dosis

Dewasa : dosis tunggal 75 mg/kg piperazin hexahydrate (max 3.5 g) Anak-anak: 50 mg/kg piperazin hexahidrat (max 2.5 g)

Preparat

(20)

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abdi, Yakoub Adden, “ Handbook of Drug for Tropical Parasitic Infection 2end  edition”.2003. Taylor & Francis

Juliano, Jonathan.” Antiparasitic Drug”prentedin Oktober 26,2007.UNC school

Tjay, Tan Hoan. “Obat-Obat Penting edisi kelima cetakan kedua ”.2002.Jakarta: penerbit PT.Elek Media Komputindo

www.cdc.com.ascariasi

www.wikipedia.com.ascariasi. www.fda.org.ascariasis

www.medicastore.com.ascariasis www.who.int.ascariasis

(21)

Gambar

Gambar 2 tiga bibir pada bagian anterior Gambar 2 tiga bibir pada bagian anterior 
Gambar 5. infertile egg
Gambar 6 siklus hidup Ascaris l 
Gambar 7 penderita penyakit ascariasi

Referensi

Dokumen terkait