• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, seorang guru seharusnya mengacu kepada peraturan menteri pendidikan nasional nomor 20 tahun 2007 tentang penilaian oleh guru yaitu: “Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru harus dilakukan secara berkesinambungan, dengan tujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar siswa serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran”

Berdasarkan peraturan di atas maka penilaian yang dilakukan seorang guru harus dilakukan secara terus menerus, mulai dari kegiatan belajar mengajar berlangsung, pertengahan proses pembelajaran, akhir pembelajaran, tengah semester sampai dengan akhir semester. Penilaian tersebut bertujuan untuk memenuhi tiga hal yaitu: memantau proses belajar siswa, memantau kemajuan belajar siswa dan meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran

Ketiga tujuan tersebut dapat dilaksanakan dengan cara melakukan sebuah penilaian baik berupa tes maupun non tes sehingga seorang guru mampu memantau proses dan kemajuan belajar siswa. Dengan hasil pantauan tersebut maka seorang guru akan mendapatkan masukan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajarannya. Namun berdasarkan hasil studi pendahuluan yang pernah dilakukan di salah satu madrasah aliyah di Kota Bandung, guru fisika lebih banyak menggunakan penilaian berbentuk tes daripada penilaian bentuk lain. Sedangkan Arikunto (2006) menyatakan

(2)

bahwa tes merupakan alat pengumpul informasi tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat yang lain, tes masih bersifat resmi karena penuh dengan batasan-batasan salah satunya hanya mengukur keberhasilan siswa dan program pengajaran. Begitu juga Hasanah (2006) menyatakan bahwa tes hanya akan memberi masukan kepada guru dan kurang memberi feedback kepada siswa secara langsung, karena tes kurang melibatkan peran siswa dalam penilaian.

Dengan kondisi seperti ini, maka proses penilaian akan yang dilakukan di kelas tidak akan bisa mencapai semua tujuan yang diharapkan. Salah satu tujuan yang akan sulit tercapai adalah meningkatkan efektivitas pembelajaran karena untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekurang-kurangnya dua pihak yang terlibat dalam pembelajaran secara langsung yaitu guru dan siswa harus mendapatkan masukan dan feedback dari sebuah penilain secara langsung. Jika hal ini terus dibiarkan maka penilaian yang dilakukan di kelas hanya akan menjadi sebuah rutinitas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang siswa untuk mendapatkan nilai tanpa merasakan feedback ataupun manfa’at secara langsung.

Seiring dengan perubahan zaman dan perubahan paradigma terhadap pembelajaran, yang awalnya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student centered), maka seorang guru dituntut untuk melibatkan siswa dalam setiap proses pembelajaran (Zulharman, 2007). Dengan tuntutan tersebut dan permasalahan yang ada dalam penilaian maka salah satu bentuk keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang harus diupayakan oleh seorang guru adalah keterlibatan siswa dalam proses penilaian.

Keterlibatan siswa dalam proses penilaian merupakan bagian dari penilaian berbasis kelas yang merupakan salah satu bentuk penilaian yang

(3)

banyak dikembangkan oleh para ahli dalam menghadapi berbagai macam problematika yang muncul dalam pendidikan, penilaian berbasis kelas berkembang seiring diberlakukannya kurikulum satuan tingkat pendidikan karena penilain berbasis kelas merupakan salah satu pilar keterlaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Penilaian berbasis kelas merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal ini nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan belajarnya, dari penilaian kelas maka akan diperoleh profil kemampuan siswa dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang yang tercantum dalam kurikulum (Sudaryono, 2012).

Salah satu bentuk dari penilaian berbasis kelas yang menuntut keterlibatan siswa secara aktif dalam penilaian adalah self-assessment (penilaian diri). Self-assessment adalah suatu teknik penilaian yang siswanya diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu (Sudaryono, 2012). Self-assessment merupakan salah satu bentuk penilaian yang membantu guru untuk membuat siswanya lebih aktif lagi dalam proses penilaian dan pembelajaran, self-assessment juga memberikan banyak perbedaan dibandingkan penilaian lain yang sering digunakan oleh guru.

Dalam mata pelajaran fisika yang menjadi dasar dari perkembangan teknologi dan dasar dalam memahami fenomena alam, self-assessment juga dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep fisika yang telah dipelajari karena berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Septiani (2011) dan Komara (2011) menyebutkan bahwa self-assessment dapat mengungkap pemahaman konsep siswa.

(4)

Melalui proses self-assessment yang dilakukan di kelas seorang siswa akan memiliki kemampuan yang lebih dalam memahami konsep fisika, serta perkembangan ilmu pengetahuan akan terhindar dari berbagai macam penyalahgunaan termasuk penyalahgunaan untuk kepentingan pribadi saja. Hal ini disebabkan oleh karena tahapan-tahapan pelaksanaan self-assessment menuntut sikap siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran fisika dan juga menuntut siswa untuk terus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuat pada proses pembelajaran fisika sebelumnya. Dengan karakteristik self-assessment yang disebutkan di atas maka penggunaan self-assessment akan memudahkan siswa untuk mencapai hasil akhir yang lebih baik sehingga pembelajaran fisika pun bisa menjadi hal yang menyenangkan dan memberikan kualitas yang lebih memuaskan.

Sesuai dengan karakteristik fisika yang bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa pemahaman fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan sehingga baik proses pengetahuan maupun proses pemikiran harus dapat dinilai secara langsung. Oleh karena itu maka pemahaman yang berorientasi pada Teori Marzano merupakan pemahaman yang bisa digunakan untuk mengembangkan mata pelajaran tersebut. Karena pada Taksonomi Marzano bisa digunakan untuk mengembangkan dan memberikan penilaian dengan rentang yang lebih luas (Marzano, 2007)

Berdasarkan pemaparan di atas, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana self-assessment mengungkap pemahaman siswa terhadap suatu konsep sehingga penulis memilih judul “Penggunaan Self-Assessment untuk Mengungkap Pemahaman Siswa yang Berorientasi pada Teori Marzano dalam Konsep Usaha dan Energi”.

(5)

A. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang, maka rumusan permasalahan pada penelitian ini yaitu “Bagaimanakah rancangan dan penggunaan

self-assessment yang dapat mengungkap pemahaman siswa yang berorientasi pada

Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi?” Rumusan masalah tersebut dijabarkan dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik rancangan self-assessment yang dapat

mengungkap pemahaman siswa yang berorientasi pada Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi?

2. Bagaimana profil self-assessment dalam mengungkap pemahaman siswa yang berorientasi pada Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi? 3. Sejauh mana self-assessment dapat mengungkap pemahaman siswa yang

berorientasi pada Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi?

4. Apa kelebihan dan kekurangan self-assessment dalam mengungkap pemahaman siswa yang berorientasi pada Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi?

5. Apa dukungan dan hambatan self-assessment dalam mengungkap pemahaman siswa yang berorientasi pada Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi?

B. Batasan Masalah

1. Self-assessment yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penilaian yang siswanya diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan

(6)

status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran fisika pada bab usaha dan energi yang disampaikan melalui metode demonstrasi.

2. Pemahaman siswa yang berorientasi pada Teori Marzano dalam penelitian ini adalah pemahaman siswa berdasarkan Taksonomi Marzano pada bab usaha dan energi yang mengandung dua aspek yaitu aspek integrasi dan penyajian.

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pemaparan rumusan masalah yang telah dipaparkan, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah rancangan dan penggunaan self-assessment yang dapat mengungkap pemahaman siswa yang berorientasi pada Teori Marzano dalam konsep usaha dan energi.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya adalah: 1. Bagi siswa

- Siswa dapat mengetahui perkembangan kemampuan belajarnya secara langsung baik saat proses pembelajaran berlangsung ataupun setelah proses pembelajaran secara langsung.

- Siswa dapat memperbaiki kekurangannya dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan siswa dapat memperbaiki kekurangannya sebelum menghadapi ujian akhir.

(7)

- Membantu siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. - Membuat siswa untuk bertanggung jawab terhadap pembelajaran dan

sikap mereka dalam pembelajaran.

- Merasakan sebuah penilaian yang terintegrasi dengan proses pembelajaran.

- Memberikan pengalaman belajar yang baru bagi siswa. 2. Bagi guru

- Dapat menjadi assessment alternatif dalam pembelajaran untuk menilai kemampuan siswa.

- Guru dapat mendiagnosisi kekurangan guru dalam mengajar sehingga dapat diperbaiki pada pertemuan selanjutnya sebelum menghadapi penilaian selamjutnya.

- Mengungkap kesulitan siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga dapat diperbaiki pada pertemuan selanjutnya.

- Memberikan informasi tentang kebutuhan siswa dalam pembelajaran. - Dapat mengungkap pemahaman siswa terhadap sebuah konsep. - Dapat mengevaluasi program pembelajaran guru.

3. Bagi Peneliti sendiri

- Memberikan pengalaman langsung untuk meningkatkan dan menambah wawasan tentang pelaksanaan penilian pada pembelajaran.

(8)

- Mengungkapkan kesulitan-kesulitan dalam self-assessment sehingga dapat menjadi masukan ketika kelak menjadi pengajar.

4. Bagi peneliti lain

- Memberikan referensi penelitian selanjutnya untuk pengembangan

self-assessment.

- Memberikan wawasan yang baru bagi pengembangan ilmu keguruan.

E. Definisi Operasional

1. Self-Assessment dalam penelitian ini adalah teknik penilaian yang menuntut siswa untuk menilai dirinya sendiri terkait hasil dan proses yang telah dilalui pada mata pelajaran tertentu, pada penelitian ini

self-assessment dilakukan dengan memberikan lembar self-self-assessment berupa cheklist yang diberikan kepada siswa di setiap akhir pertemuan dari

sebuah proses pembelajaran.

2. Pemahaman siswa dalam penelitian ini adalah pemahaman yang berorientasi pada Teori Marzano yang mencakup domaian penyajian dan integrasi dari sebuah konsep yang dipelajari, pada penelitian ini pemahaman konsep siswa yang diukur dengan tes pilihan ganda yang diberikan kepada siswa pada pertemuan terakhir setelah mendapatkan materi usaha dan energi dan lembar self-assessment

3. Wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur yang dilakukan kepada sejumlah siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap proses pelaksanaan self-assessment.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan hal itu perlu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengkaji dosis substitusi azolla dalam pakan komersil sebagai pakan yang memberikan nilai tinggi

informasi tentang jenis dan berbagai motif batik store nusantara, dapat melakukan pemesanan batik secara online dengan mendaftarkan data diri pelanggan dan mengisi form

Pada lantai 1, yaitu pada Ruang Tamu (Main-Entrance), botol bekas digunakan sebagai dinding partisi sekaligus menjadi celah ventilasi, dimana fungsi botol bekas ini untuk

(2) Bank Indonesia mencabut status BDP apabila Bank Indonesia telah menerima surat penetapan dari BPPN yang menyatakan program penyehatan terhadap Bank yang bersangkutan telah

underwear rules ini memiliki aturan sederhana dimana anak tidak boleh disentuh oleh orang lain pada bagian tubuhnya yang ditutupi pakaian dalam (underwear ) anak dan anak

Analisis stilistika pada ayat tersebut adalah Allah memberikan perintah kepada manusia untuk tetap menjaga dirinya dari orang-orang yang akan mencelakainya dengan jalan

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk