9 Koperasi Terima Dana Bergulir Rp 19 M dari Kemenkop dan UKM Written by Artikel
Wednesday, 24 November 2010 09:44 -
Jakarta, PARA manajemen Koperasi penerima Dana Bergulir dari LPDB-KUMKM ini harus mampu mengelolanya dengan baik dan berhasil guna dalam pengembangan usahanya sehingga pada jadwalnya para penerima mampu pula mengembalikan/ mencicilnya untuk digulirkan kembali kepada calon penerima yang lainnya. Karena masih banyak koperasi yang juga membutuhkan suntikan modal usaha dan investasi lainnya di berbagai wilayah tanah air ini.
Demikian pengarahan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan di Gedung Smesco UKM. Jakarta, Selasa (23/11) ketika secara simbolis menyerahkan pinjaman/pembiayaan dari
LPDB-KUMKM sebesar Rp 19.770 miliar untuk peruntukan 1958 anggota 9 Koperasi penerima.
Pada acara bertajuk "Temu Mitra Penerima Pinjaman/Pembiayaan LPDB-KUMKM" dihadiri sekitar 450 orang, terdiri dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia. Koperasi Sekunder dan Primer. Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan-Bank.
Dikatakan, peran/kontribusi KUMKM pada pertumbuhan ekonomi nasional cukup signifikan begitu pula dalam perluasan/penyerapan tenaga kerja di berbagai tempat.
"Memang jangan berhenti untuk mengembangkan ilmu dan ketrampilan baik melalui pelatihan, kerajinan memonitor perkembangan desain dan selera konsumen dalam dan luar negeri, juga tenis mengasah kecerdasan untuk mengembangkan potensi daerah menjadi ladang usaha yang baik.
Dengan demikian, kegiatan dan usahanya yang berkembang karena disukai dan
dibelikonsumen berproses sehingga mampulah membayar gaji karyawan dan mengembalikan pinjaman berikut bunganya," ujarnya.
Pada kesempatan itu dalam laporannya Dirut LPDB-KUMKM, Kemas Danial mengatakan, temu mitra ini bertujuan agar setiap mitra penerima pinjaman/pembiayaan dapat mengenal lebih dekat, lebih memahami tentang pengelolaan dana bergulir, mensosialisasikan petunjuk teknis yang baru, serta sebagai media monitoring secara nasional.
"LPDB-KUMKM memiliki 3 tahapan dalam melakukan maintanance terhadap risiko penyaluran dana bergulir Dengan monitoring internal, regional dan nasional. Tidak hanya itu, acara seperti ini juga diharapkan dapat menjalin kemitraan yang lebih erat di masa datang," tambah Kemas Danial.
Ia menekankan, agar koperasi penerima pinjaman, pembiayaan dana bergulir tersebut dapat menyalurkan dengan tepat sasaran kepada UKM anggotanya yang memang membutuhkan modal kerja. "Dan dapat di monitoring untuk pengembaliannya agar dana ini dapat kembali dimanfaatkan oleh KUMKM lainnya yang belum merasakan manfaat dana bergulir." ujarnya.
Sembilan KUD yang menerima dana bergulir yakni KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Sejahtera Bahari dari NAD Rp 1 miliar. Koperasi Peternak Garut Selatan Cikajang, Jabar Rp 2,5 miliar.
9 Koperasi Terima Dana Bergulir Rp 19 M dari Kemenkop dan UKM Written by Artikel
Wednesday, 24 November 2010 09:44 -
Koperasi Himpunan Pedagang Pasar Cikapundung dan Jabar Rp 500 juta, KSU Budi Luhur dan Sulsel Rp 1 miliar, KJKS Halal dari Kaltim Rp 10 miliar, KUD Senyum dan Maluku Rp 870 juta. *
Kemudian KSP Rukun Iku Agawe Santoso dari Sulsel Rp 1 miliar. Koperasi Erna Duta Mandiri dari Bali sebesar Rp 2,5 miliar dan KSU Posiska Mcgabiz dari Maluku Utara sebesar Rp 400juta.
Di tempat yang sama, M Ah Sadikin. Direktur MJ A Lembaga Pendidikan dan Latihan Profesi Koperasi kepada SENTANA mengatakan, pihaknya telah melatih 1 000 orang manajer Koperasi di berbagai tempat di Indonesia. "Dari 1.000 orang tersebut baru 300 orang yang sudah mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari LSP KJK (Lembaga Sertifikasi Profesi Kopcasi Jasa Keuangan)," ujar Ah Sadikin.
Dikatakan, pihaknya bekerjasama juga dengan Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten maupun Kota karena mereka juga menyiapkan anggaran melalui APBD. "Tapi untuk biaya pelatihan dan uji kompetensi ditanggung oleh peserta Dan besarnya biaya diklat selama hari adalah sebesar Rp 3 juta dan biaya uji kompetensi sebesar Rp 2,5 juta per orang." ujarnya.
Tahun depan, pihaknya telah menargetkan/memprogramkan bersama sejumlah pemda Untuk melatih 6.000 manajer dan pengawas koperasi di berbagai daerah. "Karena masih perlu ditingkatkan pengetahuan pengelola koperasi agar mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Ada tiga aspek untuk pengajaran di diklat agar lulus uji kompetensi yakni aspek pcnctahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan potret (attitude)," ujar Ali.
Sumber : Sentana