• Tidak ada hasil yang ditemukan

IBM SPSS. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IBM SPSS. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

IBM SPSS

Shinfaani Azkia 16214024

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Perangkat lunak komputer ini memiliki kelebihan pada kemudahan penggunaannya dalam mengolah dan menganalisis data statistik. Fitur yang ditawarkan antara lain IBM SPSS Data Collection untuk pengumpulan data, IBM SPSS Statistics untuk menganalisis data, IBM SPSS Modeler untuk memprediksi tren, dan IBM Analytical Decision Management untuk pengambilan keputusannya.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu sosial, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistical Package for the Social Science. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS adalah Statistical Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun, struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita

(2)

bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor

dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.

Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil

pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.

Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan

ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhadap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi

tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.

Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali

informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.

Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai

memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan

secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan

(3)

Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.

Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis

file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.

Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan

menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisisnya dari database relasional.

Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for

Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan

analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.

Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe

baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

SPSS ini sendiri memiliki dua view yaitu: data view yaitu memasukan data yang di analisis dan variabel view, diberikan nama variabel dan pemberian koding.

Buka program SPSS dan lakukan selanjutnya klik toolbar analyze > lalu pilih descriptive statistic > pilih explore maka akan muncul gambar seperti ini:

(4)

Langkah selanjutnya adalah kita bisa menguji normalitas dari data yang kita masukkan dengan langkah langkah berikut ini:

1. Masukkan variabel yang akan diuji normalitasnya ke kotak dependent list

2. Klik plots

3. Aktifkan normality with plots with test. Klik continue kemudian OK.

(5)

Selanjutnya, blok kedua variabel, klik tombol aktifkan box pearson lalu kilk OK.

(6)

SPSS REGRESI

 Analisis regresi adalah analisis lanjutan dari korelasi

 Menguji sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen setelah diketahui ada hubungan antara variabel tersebut

 Data harus interval/rasio  Data berdistribusi normal

(7)

Untuk mencari nilai regresi linear, caranya adalah:

1. Variabel pendapatan nasional masukan dalam kotak dependen 2. Variabel nilai ekspor dimasukkan ke dalam kotak independent

3. Abaikan yang lain lalu klik OK ,maka akan berbentuk seperti di bawah ini

(8)

APLIKASI IBM SPSS DALAM BIDANG FARMASI

Berikut ini disajikan aplikasi SPSS dalam beberapa kasus percobaan atau penelitian farmasi, meliputi penggunaan metoda statistika untuk menguji normalitas data, Kolmogorov Smirnov test, dan uji inferensi lainnya yang meliputi statistika paramerik dan non-paramerik.

UJI KOLMOGOROV SMIRNOV

(9)

Contoh : Seorang peneliti telah menguji daya analgetik dan daya

antiinflamasi dari perasaan umbi wortel dan betakaroten. Untuk

menyimpulkan apakah perasan umbi wortel dapat menjadi alternatif obat analgetik dan antiinflamasi, penguji membandingkan persentase daya analgetik dan persentase daya antiinflamasi perasaan umbi wortel (variasi dosis 0.5 mL/kgBB dan 1 mL/kgBB) dan beta karoten dengan dosis 1 mL/kgBB.

Didapatkan hasil percobaan sebagai berikut

Perlakuan % Daya analgetik % Daya antiinflamasi 1.00 35.54 14.76 1.00 36.87 16.43 1.00 36.55 17.72 1.00 35.98 15.50 1.00 35.65 16.23 2.00 40.78 20.65 2.00 42.34

(10)

23.70 2.00 43.89 24.32 2.00 40.67 25.64 2.00 41.98 22.43 3.00 45.49 28.65 3.00 47.76 28.33 3.00 49.27 29.55 3.00 45.98 28.78 3.00 45.49 26.65

Keterangan : 1.00 = dosis 0.5 mg/mL perasan wortel 2.00 = dosis 1.0 mg/mL perasan wortel 3.00 = betakaroten

(11)

Buka lembar kerja baru Klik Variabel View.

Ketik Perlakuan pada kolom Name dan baris 1 Ketik Daya_analgetik pada kolom Name dan baris 2 Ketik Daya_antiinflamasi pada kolom Name dan baris 3

Klik (...) pada Value baris pertama, akan muncul kotak dialog seperti berikut :

Ketik 1.00 → ketik Dosis 0.5 mg/mL→ Klik Add Ketik 2.00 → ketik Dosis 1.0 mg/mL → Klik Add Ketik 3.00 → ketik Betakaroten → Klik Add → Klik Ok Klik Data View

Lalu isi kolom sesuai data

Lalu klik Analyze → Nonparametric Tests → Sample K-S Akan muncul kotak dialog seperti berikut

(12)

Variable List

Klik Options → Descriptive → Continue → OK Maka akan muncul tampilan Output seperti berikut:

H0 = distribusi sampel normal

H1 = distribusi sampel tidak normal

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima distribusi sampel normal Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak distribusi sampel tidak normal

Nilai sig Daya_analgetik dan Daya_antiinflamasi adalah 0.725 dan 0.876 maka > 0,05 → H0 diterima (distribusi normal)

Data persentase daya analgetik dan daya antiinflamasi memiliki distribusi

normal

Ada cara lain untuk menentukan normalitas distribusi data dan varian masing-masing perlakuan. (data sama dengan contoh 1)

Langkah-langkah:

Klik Analyze → Descriptive Statistic → Explore

Akan muncul kotak dialog Explore, masukkan Perlakuan → Factor List,

(13)

Klik Plots, akan muncul kotak dialog Plots, klik None pada Boxplots, klik

Untransformed, klik Continue, klik Both, klik Ok

Kesimpulan :

Dari Test of Normality

Nilai sig dosis 0.5 mg/mL perasan wortel (baik daya analgetik dan daya antiinflamasi) 0.200 > 0.05 maka distribusi normal

Nilai sig dosis 1.0 mg/mL perasan wortel (baik daya analgetik dan daya antiinflamasi) 0.200 > 0.05 maka distribusi normal

Nilai sig betakaroten (baik daya analgetik dan daya antiinflamasi) 0.200 >

0.05 maka distribusi normal

Dari Test of Homogenity of variances (diambil based on mean karena distribusinya normal)

Nilai sig daya analgetik 0.092 > 0.05 maka varian identik/sama

Nilai sig daya antiinflamasi 0.325 > 0.05 maka varian identik/sama

Karena varian sama/identik maka memenuhi syarat untuk dilanjutkan

ANOVA ONE WAY

Misalnya, dari kesimpulan ternyata datanya tidak terdistribusi normal, maka dilihat varian dari Test of Homogenity of Variances yang based on

(14)

ANALISIS VARIAN (Test of Homogenitas of Variances)

Tujuan : Menganalisa apakah sampel-sampel mempunyai varian yang sama Syarat : Distribusi normal

Contoh : (melanjutkan soal no.1 karena data memenuhi syarat distribusi normal)

Langkah kerja:

Klik Analyze → Compare Means → One Way Anova, akan muncul kotak dialog seperti berikut

Masukkan Perlakuan pada Factor. Masukkan Daya_analgetik dan

Daya_antiinflamasi pada Dependent List

Klik Option, akan muncul kotak dialog One-Way Options, lalu klik Homogenity of Variance Test →Continue →Ok

(15)

Muncul Output seperti berikut

Hipotesis

H0 : varian dari sampel-sampel adalah identik H1 : varian dari sampel-sampel adalah tidak identik

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

(16)

Pada output SPSS (Levene statistic)  check kolom sig (significance)  harganya dibandingkan dengan nilai (0,05)   kesimpulan

Nilai sig Daya_analgetik 0.092 > 0.05 sehingga identik

Nilai sig Daya_antiinflamasi 0.325 > 0.05 sehingga identik

Maka varian presentase daya analgetik dan daya analgetik dari sampel-sampel adalah sama sehingga memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke Anova One Way.

ANOVA (Analysis of Variances)

Tujuan : Menganalisa apakah sampel-sampel mempunyai rata-rata yang sama. Contoh : (output sama dengan Test of Homogenity of Variance)

Hipotesis

H0 : Rata-rata populasi populasi adalah identik (distribusi rata-rata populasi adalah identik)

H1 : Rata-rata populasi populasi adalah tidak identik (setidaknya ada rata-rata satu populasi yang nilainya berbeda dengan nilai rata-rata-rata-rata populasi yang lain)

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

(17)

Sig proteksi_geliat 0.000 > 0.05 → Ho ditolak →tidak identik

Sig Daya_antiinflamasi 0.000 > 0.05 → Ho ditolak → tidak identik

Pada kotak dialog One Way Anova: Post Hoc Multiple Comparison

Tidak identik namun varian sama → LSD dan Tukey

Tidak identik namun varian berbeda → Games-Howell

Oleh karena itu, untuk mencari mana yang tidak identik dari daya

analgetik dan daya antiinflamasi dari perasan umbi wortel dan betakaroten dilanjutkan Post Hoc Test.

Klik Compare Means → One Way Anova → Post Hoc Test → Tukey dan

LSD

(18)

Hipotesis

H0 : rata-rata populasi populasi adalah identik (distribusi rata-rata populasi adalah identik)

H1 : rata-rata populasi populasi adalah tidak identik

(setidaknya ada rata-rata satu populasi yang nilainya berbeda dengan nilai rata-rata populasi yang lain)

Pengambilan keputusan :

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

Sig semuanya adalah 0.000 < 0.05 berarti semuanya tidak identik

Ada perbedaan daya analgetik atau daya antiinflamasi setiap antara 0,5 mg/mL perasan umbi wortel, 1,0 mg/mL perasan umbi wortel, 1,0 mg/mL betakaroten.

Dari Homogeneous Subsets (Tukey HSD), kita dapat menyimpulkan berdasarkan bahwa daya analgetik dan daya antiinflamasi 1,0 mg/mL

betakaroten > dari 0,5 mg/mL perasan umbi wortel > 1,0 mg/mL perasan umbi wortel

(19)

INDEPENDENT T-TEST

Tujuan : Membedakan dua mean dari dua sampel populasi

Syarat : Distribusi normal dan terdiri dari 2 sampel tidak berpasangan Uji Descriptive Sample

Test of Normality

Daya analgetik indometasin 0.191 > 0.05 → distribusi normal Daya analgetik parasetamol 0.200 > 0.05 → distribusi normal

Daya inflamasi indometasin 0.200 > 0.05 → distribusi normal Daya inflamasi parasetamol 0.200 > 0.05 → distribusi normal

Test of Homogenity of variance

Daya analgetik indometasin 0.415 > 0.05 → varian sama

Daya inflamasi indometasin 0.786 > 0.05 → varian sama

Contoh:Seorang peneliti ingin membandingkan daya analgetik dan antiinflamasi dari indometasin dan parasetamol. Untuk menyimpulkan manakah yang lebih baik daya analgetik dan daya antiinflamasinya, peneliti membandingkan persentase daya analgetik dan persentase daya

antiinflamasi indometasin dan parasetamol.

Dari hasil percobaan didapatkan hasil berikut

Perlakuan

% Daya Analgetik % Daya antiinflamasi 1.00

(20)

68.80 30.45 1.00 70.54 34.32 1.00 65.32 32.67 1.00 68.54 35.89 1.00 64.57 33.40 1.00 69.89 34.38 1.00 64.54 32.65 1.00 65.34 35.87 1.00 68.92 34.45 1.00 67.64 33.87 2.00

(21)

40.76 78.35 2.00 35.45 76.98 2.00 38.38 79.56 2.00 37.29 78.98 2.00 39.48 75.34 2.00 38.64 80.97 2.00 41.87 79.54 2.00 35.64 76.65

(22)

2.00 34.98 77.87 2.00 38.23 75.98 Perlakuan 1 : indometasin Perlakuan 2 : parasetamol Langkah-langkah :

Buka lembar kerja baru

Klik Variabel View

Ketik Perlakuan pada kolom Name dan baris 1

Ketik Daya_analgetik pada kolom Name dan baris 2

(23)

Klik Data View

Lalu isi kolom sesuai data

Klik (...) pada Value baris pertama, akan muncul kotak dialog seperti berikut :

Ketik 1.00 → ketik Indometasin → Klik Add

Ketik 2.00 → ketik Parasetamol → Klik Add → Ok

Lalu klik Analyze → Compare Means → Independent Sample T-test

Akan muncul kotak dialog seperti berikut

Masukkan Daya_analgetik dan Daya_antiinflamasi pada Test Variable

List dan masukkan Perlakuan pada Grouping Variabel

(24)

Klik Use Spesific Values, ketik 1 pada group 1 dan 2 pada group 2. Klik

Continue → Ok

p. Akan muncul output seperti ini

Pada output SPSS (Independent samples test)  check sig (2-tailed)  harganya dibandingkan dengan nilai (0,05)   kesimpulan

Karena varian sama pada uji Descriptive Test maka dilihat nilai sig (2-tailed) pada equal variances assumed

(25)

Sig Daya analgetik 0.000 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik Sig Daya antiinflamasi 0.000 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik

Maka, ada perbedaan rata-rata antara persentase daya analgetik dan persentase daya antiinflamasi antara parasetamol dan indometasin.

PAIRED T-TEST

Tujuan : Menguji dua sampel yang berpasangan (artinya sebuah sampel dengan subjek yang sama namun mengalami perlakuan atau pengukuran yang berbeda)

Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui efek antidiabetes dari ekstrak tomat, 20 probandus yang menderita diabetes melitus tipe 2 diukur kadar gula dalam darah tikus sebelum dan sesudah minum ekstrak tomat (± 3 jam setelah pemberian).

Dari hasil percobaan didapatkan hasil berikut

Sebelum Sesudah 120 110 134 109 128 106 134 103 129 107 130 105

(26)

119 103 129 112 120 103 135 109 126 110 129 104 131 108 135 110 127 107 129 112 130 109 129 104 120 109 129 105 Langkah-langkah :

(27)

Buka lembar kerja baru

Klik Variabel View

Ketik Sebelum pada kolom Name dan baris 1

Ketik Sesudah pada kolom Name dan baris 2

Klik Data View

Lalu klik Analyze → Compare Means → Paired Sample T-test

Akan keluar kotak dialog Paired Sample T-Test, lalu masukkan Sebelum pada variabel 1 dan Sesudah pada variabel 2

Klik Options → Ok

(28)

1. Hipotesis

H0 : Kedua rata-rata populasi adalah identik H1 : Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

Pada output SPSS (Paired samples test)  check sig (2-tailed) harganya dibandingkan dengan nilai (0,05)   Kesimpulan

Sig Sebelum-Sesudah 0.000 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik

Ada perbedaan kadar gula darah yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian, berarti ekstrak tomat memiliki efek antidiabetes.

(29)

Tujuan : Menguji perbedaan bermakna beberapa sampel dari populasi (> 2

populasi) yang tidak berhubungan (independent)

Syarat :

Dua sample harus independen, dan dicuplik secara acak dari populasi

Data yang diukur minimal ordinal, apabila data rasio dan interval harus terdistribusi tidak normal

Contoh : Seorang peneliti ingin menguji efek anti-vomitus sebuah obat “X”, namun karena rasa mual tidak dapat dihitung maka dibuatlah kategori, yaitu 1= muntah, 2= mual, 3=agak mual, 4= tidak muntah. Maka diambil 20 sampel anak SD yang sering muntah pada perjalanan dengan bus. 10 anak meminum antimo dan 10 anak meminum obat herbal. Lalu mereka mengisi kuesioner sehingga didapatkan data seperti ini.

Dari hasil percobaan didapatkan hasil berikut

Perlakuan Tingkat Vomitus 1.00 4.00 1.00 3.00 1.00 4.00 1.00 2.00 1.00 3.00

(30)

1.00 3.00 1.00 4.00 1.00 3.00 1.00 1.00 1.00 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00

(31)

3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 2.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00

Perlakuan 1 : ½ tablet antimo

Perlakuan 2 : 1 tablet antimo

Perlakuan 3 : obat herbal

Langkah-langkah :

(32)

Klik Variabel View

Ketik Perlakuan pada kolom Name dan baris 1

Ketik Tingkat_vomitus pada kolom Name dan baris 2

Klik Data View

Lalu klik Analyze → Nonparametic Test → K-Independent Samples

Akan keluar kotak dialog K-Independent Samples, lalu masukkan

Tingkat_vomitus pada variabel test dan Perlakuan pada group variabel

Klik defines group. Klik minimum 1, maksimum 3 (karena ada 3 perlakuan)

(33)

Klik Options → Ok

Akan muncul output seperti berikut

Hipotesis

H0 : Distribusi semua populasi adalah identik (sama)

H1 : Paling sedikit satu populasi menunjukkan nilai-nilai yang berbeda dibandingkan lainnya

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

(34)

Pada output SPSS (Test Statistics)  check asymp. sig (asymptotic

significance) harganya dibandingkan dengan nilai  (0,05) kesimpulan Sig Tingkat vomitus 0.606 > 0.05 → H0 diterima → identik

Tidak ada perbedaan antara penggunaan obat antimo maupun obat herbal dalam mengatasi mual saat mabuk dalam bus atau obat herbal memiliki efek yang sama dengan antimo

FRIEDMANT TEST

Tujuan: Menguji perbedaan bermakna beberapa sampel dari populasi

(> 2

populasi) yang berhubungan (dependent)

Syarat: Data yang digunakan minimal ordinal atau data rasio yang tidak terdistribusi normal

Contoh: Seorang peneliti ingin menguji efek antiinflamasi prednison dan indometasin, lalu menghitung volume udema kaki tikus ( dalam mm) dengan memberi interval antara

0,10-2,20 = 1

2,20-2,30 = 2

2,30-2,40= 3

2,40-2,50 =4,

2,50-2,60 =5

(35)

Perlakuan Sebelum Sesudah 1.00 5.00 3.00 1.00 4.00 2.00 1.00 5.00 3.00 1.00 4.00 3.00 1.00 4.00 3.00 1.00 4.00 4.00 1.00 3.00 3.00 1.00 5.00 4.00 1.00 5.00 3.00

(36)

1.00 5.00 4.00 2.00 4.00 2.00 2.00 3.00 1.00 2.00 3.00 1.00 2.00 4.00 3.00 2.00 4.00 4.00 2.00 4.00 4.00 2.00 3.00 3.00 2.00 4.00 2.00 2.00 3.00 1.00

(37)

2.00 3.00 2.00 3.00 4.00 2.00 3.00 5.00 1.00 3.00 5.00 1.00 3.00 4.00 3.00 3.00 4.00 4.00 3.00 4.00 4.00 3.00 5.00 3.00 3.00 4.00 2.00 3.00 3.00 1.00

(38)

3.00 3.00 2.00

Langkah-langkah :

Buka lembar kerja baru

Klik Variabel View

Ketik Sebelum pada kolom Name dan baris 1

Ketik Sesudah pada kolom Name dan baris 2

Klik Data View

Lalu klik Analyze → Nonparametic Test → K-Related Samples

Akan keluar kotak dialog Related Sample T-Test, lalu masukkan

Sebelum dan Sesudah pada Variabel Test.

(39)

Akan muncul output seperti berikut

Hipotesis

H0 : Distribusi semua populasi adalah identik (sama)

H1 : Paling sedikit satu populasi menunjukkan nilai-nilai yang berbeda dibandingkan lainnya

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

Pada output SPSS (Test Statistics)  check asymp. sig (asymptotic

significance) harganya dibandingkan dengan nilai  (0,05) kesimpulan

(40)

Ada perbedaan efek antiinflamasi antara indometasin dan parasetamol

MANN WHITNEY TEST

Tujuan : Menguji perbedaan bermakna dua sampel independen.

Membandingkan median peringkat dari sampel pertama dengan median peringkat dari sampel kedua

Asumsi :

Dua sample harus independen, dan dicuplik secara acak dari populasi Data yang diukur minimal ordinal, apabila data rasio dan interval harus terdistribusi tdk normal

Contoh : Seorang peneliti ingin menguji efek anti-vomitus sebuah obat herbal, namun karena rasa mual tidak dapat dihitung maka dibuatlah

kategori, yaitu 1= muntah, 2= mual, 3=agak mual, 4= tidak muntah. Maka diambil 20 sampel anak SD yang sering muntah pada perjalanan dengan bus. 10 anak meminum antimo dan 10 anak meminum obat herbal.

Perlakuan Tingkat_Vomitus 1.00 4.00 1.00 3.00 1.00 4.00 1.00 2.00 1.00 3.00

(41)

1.00 3.00 1.00 4.00 1.00 3.00 1.00 1.00 1.00 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00

(42)

Buka lembar kerja baru Klik Variabel View

Ketik Perlakuan pada kolom Name dan baris 1

Ketik Tingkat_vomitus pada kolom Name dan baris 2 Klik Data View

Lalu klik Analyze → Nonparametic Test → 2-Independent Samples Akan keluar kotak dialog 2 Independent Sample T-Test, lalu masukkan

Tingkat_vomitus pada variabel test dan Perlakuan pada group variabel

Klik defines group. Klik minimum 1, maksimum 2 Klik Options → Ok

Akan muncul kotak dialog seperti berikut

1. Hipotesis

H0 : Kedua populasi identik (sama) atau tidak berbeda scr signifikan H1 : Kedua populasi tidak identik atau berbeda signifikan

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

Pada output SPSS (Test Statistics)  check asymp. sig (asymptotic

significance) atau Exact sig. (1-tailed sig) harganya dibandingkan dengan nilai (0,05)   kesimpulan

Sig 0.356 > 0.05 → H0 diterima → identik

Tidak ada perbedaan median tingkat vomitus antara obat herbal dan antimo sehingga memiliki efek yang relatif sama

(43)

Tujuan : Menguji perbedaan bermakna dua sampel berhubungan. Data yang digunakan minimal ordinal. Membandingkan median peringkat dari sampel pertama dengan median peringkat dari sampel kedua

Asumsi :

Tidak berasumsi normalitas distribusi suatu populasi

Tidak membutuhkan informasi varians sampel maupun populasi

Bisa digunakan untuk data ordinal

Parameter yang dianalisa adalah nilai median sampel

Contoh: Peneliti ingin membandingkan efek obat anti-depresi pada orang yang depresi dengan 20 responden. 1= stress, 2= agak stress, 3= agak tenang, 4= tenang. Dari percobaan dapat hasil sebagai berikut

Perlakuan Sebelum Sesudah 1.00 1.00 3.00 1.00 1.00 4.00 1.00 1.00 3.00 1.00 1.00 3.00

(44)

1.00 1.00 3.00 1.00 2.00 4.00 1.00 1.00 3.00 1.00 2.00 4.00 1.00 2.00 3.00 1.00 1.00 4.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.00 3.00

(45)

2.00 2.00 4.00 2.00 1.00 4.00 2.00 1.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.00 2.00 2.00 1.00 2.00

Buka lembar kerja baru Klik Variabel View

Ketik Perlakuan pada kolom Name dan baris 1 Ketik Sebelum pada kolom Name dan baris 2 Ketik Setelah pada kolom Name dan baris 3 Klik Data View

Lalu klik Analyze → Nonparametic Test → 2-Related Samples Akan keluar kotak dialog 2 Related Sample T-Test, lalu masukkan

(46)

Klik Wilcoxon pada Test type. Klik Ok Akan muncul kotak output seperti berikut

(47)

1. Hipotesis

H0 : Kedua populasi identik (sama) atau tidak berbeda scr signifikan Median populasi beda-beda adalah sama

H1 : Kedua populasi tidak identik atau berbeda signifikan Median populasi beda-beda adalah tidak sama (berbeda)

Pengambilan keputusan

Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.

Pada output SPSS (Test Statistics)  check asymp. sig (asymptotic significance) atau Exact sig. (1-tailed sig) harganya dibandingkan dengan nilai (0,05)  kesimpulan

Sig 0.000 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik

Ada perbedaan median tingkat stress antara obat indometasin dan parasetamol.

(48)

Referensi

Dokumen terkait