• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE DAKWAH PARA DA I PADA PROGRAM CAHAYA HATI INDONESIA DI NEWS TV Skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METODE DAKWAH PARA DA I PADA PROGRAM CAHAYA HATI INDONESIA DI NEWS TV Skripsi"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Sarjana Sosial (S.Sos)

Disusun oleh:

Mutia El Ilmi Putri Nasution NIM 11170510000284

PROGRAM KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1442 H/ 2021M

(2)

i

LEMBAR PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Mutia El Ilmi Putri Nasution NIM : 11170510000284

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi berjudul “METODE DAKWAH PARA DA’I PADA PROGRAM CAHAYA HATI INDONESIA DI INEWS TV” adalah benar merupakan karya saya sendiri dan tidak melakukan tindakan plagiat dalam penyusunan karya ini telah saya cantumkan sumber kutipannya dalam skripsi. Saya bersedia melakukan proses yang semestinya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku jika ternyata skripsi ini sebagian atau keseluruhan merupakan plagiat dari karya orang lain.

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.

Ciputat, 14 Juli 2021

Mutia El Ilmi Putri Nasution NIM. 11170510000284

(3)

ii Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Sosial (S. Sos) Oleh :

Mutia El Ilmi Putri Nasution NIM : 11170510000284

Dibawah Bimbingan

Umi Musyarrofah, M.A.

NIP. 19710816 199703 2 002

PROGRAM KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1442 H/ 2021M

(4)

iii

PROGRAM CAHAYA HATI INDONESIA DI INEWS TV”

telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2021, skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Ciputat, 23 Agustus 2021

Sidang Munaqasyah Ketua Penguji

Dr. Armawati Arbi, M.Si.

NIP. 19650207 199103 2 002

Sekretaris Penguj

Dr. H. Edi Amin, S.Ag., M.A.

NIP. 19760908 200901 1 010 Penguji I

Dr. H.M.Yakub Amin, M.A.

NIP. 196210181 199303 1 002

Penguji II

Drs. Jumroni, M.Si.

NIP. 19630515 199203 1 006

Pembimbing

Umi Musyarrofah, M.A.

NIP. 19710816 199703 2 002

(5)

iv

“Metode Dakwah Cahaya Hati Indonesia Di iNews TV (Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup)”

Media dakwah dapat mempermudah tercapainya tujuan dakwah. Selain dari media, metode dakwah juga berperan dalam tercapainya tujuan dakwah. Media menjadi wadah dalam berdakwah sedangkan metode merupakan cara dalam berdakwah.

Pada program cahaya hati indonesia diisi oleh beberapa ustadz, ustadzah serta para ulama yang terkenal seperti Ustad Fikri Haikal, Ustadz Syam, Ustadz Bendri dan Habib Muhammad Syahab.

Dari latar belakang tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan yaitu : Metode dakwah apa saja yang digunakan para da’i pada program “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV?

Bagaimana pesan dakwah yang disampaikan pada program

“Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV? Bagaimana tanggapan penonton pada program “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang didapat dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan mencari data dari buku, internet dan lainnya yang dapat dijadikan informasi tambahan untuk peneliti.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada progam

“Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV yaitu tidak semua metode dapat digunakan melainkan menggunakan metode dakwah Al- Mau’idzah Al-Hasanah dan metode dakwah bil-Hikmah. Dalam menerapkan metode dakwah Al-Mauidzah Al-Hasanah para da’i menggunakan cara metode kisah, metode tabsyir wa tanzir dan metode nasehat. Dakwah tidak hanya dilakukan diatas mimbar melainkan media televisi pun termasuk bagian media yang mendukung kegiatan berdakwah. Pesan dakwah dalam program ini terdapat 3 hal yaitu syariah, akidah dan akhlak. Tanggapan dari para penonton untuk program “Cahaya Hati Indonesia”

mendapatkan komentar yang positif untuk tayangan tersebut.

Kata Kunci : (Metode, dakwah, dan Pesan Dakwah)

(6)

v

Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya senantiasa dicurahkan kepada penulis sehingga dalam menyusun skripsi ini hingga selesai. Shalawat serta salam penulis senantiasa curahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW telah membawa umatnya dari jaman jahiliyyah sampai terang menerang seperti saat ini.

Syukur alhamdulillah dengan usaha yang begitu maksimal serta dukungan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan dengan baik.

Oleh karena itu ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada kedua orangtua yang sangat penulis cintai dan sayangi. Teruntuk ayahanda Drs. Hilal Ramadhan M.Ag yang sudah banyak mengajarkan arti kedewasaan untuk selalu berfikir terhadap suatu hal dan selalu mengingatkan untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Ibunda Ir. Agustina Nasution, sosok yang sangat banyak mengajarkan arti kesabaran dalam hidup dan mengajarkan untuk jadi diri sendiri. Serta kedua abang dan kedua adikku tersayang yaitu Ilmi, Faqih, Muhyi dan Shofi. Dan tak lupa juga penulis mengucapkan sebesar-besarnya kepada :

1. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj.

Amany Lubis, M.A.

2. Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suparto, M.Ed, Ph.D, Wakil Dekan I bidang akademik, Siti Napsyiah,

(7)

vi

bidang kemahasiswaan, Dr. Cecep Sastrawijaya, MA.

3. Ketua Jurusan Komunisi Penyiaran Islam Dr.

Armawati Arbi, M.Si dan sekretaris Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Dr. H. Edi Amin M.A.

4. Dosen Penasehat Akademik, Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si yang telah memberikan arahan kepada penulis selama melakukan studi.

5. Dosen Pembimbing skripsi, Umi Musyarrofah M.A.

Penulis mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kesediaannya untuk meluangkan waktunya guna membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan batas waktu.

6. Seluruh staf dan dosen di prodi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mengajar dan memberikan ilmunya selama masa perkuliahan.

7. Dr. Muhammad Sholeh Hasan, Lc. M.A selaku dosen pembimbing KKN yang sudah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis selama KKN.

8. Keluarga besar KPA Arkadia UIN Jakarta yang telah memberikan wadah organisasi diluar perkuliahan dan mengajarkan banyak hal kepada penulis mulai dari arti kebersamaan hingga arti kekeluargaan.

(8)

vii

cadiak pandai ini akan selalu terjalin harmonis.

10. Walhi Jakarta yang telah memberikan penulis wadah untuk belajar banyak hal selama magang.

11. Teman-teman pondok yang selalu mendukung saya dalam segala hal.

12. Teman-teman KPI 2017 yang telah memberikan dukungan dan tetap semangat kawan-kawan.

13. Teman-teman KKN yang selalu memberikan semangat dalam menjalani kegiatan selama KKN.

14. Teman-teman magang yang telah membantu dalam bekerja sama selama proses magang.

15. Terakhir untuk diri saya sendiri “Mutia El Ilmi”, terima kasih telah melawan rasa malas dan berjuang sampai saat ini. Terima kasih sudah selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang lain maupun diri sendiri.

Akhirnya, terima kasih atas semua dukungannya yang tak bisa disebutkan satu persatu. Mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penyusunan skripsi ini dan penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk semuanya.

Ciputat, 14 Juli 2021

Penulis

(9)

viii

ABSTRAK ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan dan Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Kajian Terdahulu ... 8

F. Metodologi Penelitian ... 12

G. Sistematika Penulisan ... 15

BAB II ... 17

LANDASAN TEORI ... 17

A. Pengertian Metode Dakwah ... 17

B. Macam-Macam Metode Dakwah ... 20

C. Pengertian Pesan Dakwah ... 28

D. Pengertian Televisi ... 32

(10)

ix

A. Gambaran Umum iNews TV ... 37

B. Gambaran Umum Cahaya Hati Indonesia... 42

C. Pengisi Acara Cahaya Hati Indonesia Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup ... 42

BAB IV ... 48

ANALISIS DAN TEMUAN ... 48

A. Metode Dakwah Cahaya Hati Indonesia di INEWS TV Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup ... 48

B. Pesan Dakwah Narasumber Cahaya Hari Indonesia Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup ... 64

C. Tanggapan Penonton Pada Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup ... 80

BAB V ... 82

PENUTUP ... 82

A. Kesimpulan ... 82

B. Saran ... 83

DAFTAR PUSTAKA ... 84

LAMPIRAN ... 88

(11)

x

Tabel 1 Perbandingan Skripsi ... 11

Tabel 2 Kategori Pesan Dakwah ... 64

Tabel 3 Kategori Pesan Dakwah Ustadz Fikri Haikal ... 69

Tabel 4 Kategori Pesan Dakwah Ustadz SyamTabel ... 74

Tabel 5 Kategori Pesan Dakwah Ustadz Bendri ... 77

Tabel 6 Pesan Dakwah Habib Muhammad ... 79

(12)

xi

Gambar 1 Logo iNews TV (Sumber: iNews.id) ... 39

Gambar 2 Logo SUN TV (Sumber: www.iNews.id) ... 41

Gambar 3 Logo SINDO TV (Sumber: www. Inews.id) ... 41

Gambar 4 Logo iNews TV (Sumber: iNews.id) ... 41

Gambar 5 Logo Cahaya Hati Indonesia (Sumber : Twitter Cahaya Hati Indonesia) ... 42

Gambar 6 Pembawa Acara "Cahaya Hati Indonesia" (Sumber: idtimes.com) ... 43

Gambar 7 Narasumber Acara "Cahaya Hati Indonesia" (Sumber: Facebook KH Fikri Haikal) ... 44

Gambar 8 Narasumber Acara "Cahaya Hati Indonesia" (Sumber: idtimes.com) ... 45

Gambar 9 Narasumber Acara "Cahaya Hati Indonesia" (Sumber: Soundcloud.com) ... 46

Gambar 10 Narasumber Acara "Cahaya Hati Indonesia" (Sumber: majelisalanwar.com) ... 47

(13)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Dakwah adalah kegiatan yang mengajak kepada kebaikan dalam berbagai bentuk seperti dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilakukan untuk memengaruhi orang lain secara individual maupun kelompok agar timbul suatu kesadaran, penghayatan terhadap ajaran agama.1

Allah SWT menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan, dalam hal ini manusia diberikan kemampuan cipta, rasa dan karsa. Dengan kemampuan yang dimiliki, manusia memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya menjadi insan yang kamil, yakni sebaik-baik manusia yang diciptakan Sang Khaliq.2

Allah SWT berfirman dalam surat Ali-Imran :104.

َهْنَي َو ِّفْوُرْع َ ْلْاِّب َنْوُرُمْأَيَو ِّرْيَخْلا ىَلِّا َنْوُعْدَّي ٌةَّمُا ْمُكْنِّ م ْنُكَتْلَو ِّنَع َنْو

َن ْو ُح ِّل ْف ُ ْلْا ُمُه َكِٕىٰۤ لوُاَو ۗ ِّرَكْنُْلْا

Artinya : Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat)

1 Samsul Munir, Amin. Ilmu Dakwah (Cet. 1; Jakarta: Amzah, 2009), h. 3-4.

2 Abdullah, Budi. Konsep Manusia Dalam Islam Studi Terhadap Eksistensi Manusia. Jurnal Wahana Inovasi. Vol 7 No. 2 hal.74

(14)

yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Berdasarkan ayat di atas, dakwah merupakan ajakan, dorongan, atau panggilan kepada umat manusia untuk menyebarluaskan Islam dan merealisasikan ajarannya di masyarakat agar umat Islam mengamalkan ajaran agama.

Agar tujuan dakwah dapat tercapai, maka salah satu hal yang perlu diperhatikan yakni media yang digunakan dalam berdakwah.

Metode komunikasi dakwah tidak hanya berpatokan pada bil al-lisan/ verbal, akan tetapi penggunaan dakwah secara bil al-hal/ nonverbal sangat baik dan halus untuk mengajak masyarakat. Dakwah mengajak kepada semua orang untuk melakukan hal yang baik dan menjauhi hal yang buruk, baik melakukan dengan berbagai model komunikasi secara verbal maupun nonverbal dalam mengajak masyarakat. Komunikasi sebuah alat dalam menyajikan suatu penyampaian pesan kepada masyarakat untuk melakukan pada jalan yang lebih baik sesuai dengan perintah Allah dan Rasul, maka sangatlah berguna dalam melakukan aksi reaksi penyampaian pesan dalam membentuk peningkatan moralitas pada ranah sosial dalam sajian dakwah.3

Media adalah suatu proses penyampaian pesan melalui alat-alat elektronik dalam bentuk audio dan lainnya.

Sedangkan media dakwah adalah salah satu unsur yang perlu

3 Wahyu Illahi. Komunikasi Dakwah. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2010) h. 35.

(15)

diperhatikan dalam aktivitas dakwah, sebab sebagus apapun metode, materi dan kapasitas seorang da’i tanpa didukung dengan sebuah media yang tepat seringkali hasilnya kurang efektif. Perkembangan tatanan kehidupan masyarakat yang semakin komplek dan pertumbuhan semakin pesat sebagai dampak kemajuan ilmu dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informatika menuntut adanya perimbangan pembinaan keagamaan sebagai pondasi kehidupan melalui media elektronik berupa siaran agama yang lebih bermutu dan profesional sesuai dengan tuntutan era globalisasi.

Keunggulan teknologi industri telah mencapai efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga mampu menghasilkan alat-alat informasi, komunikasi dan transportasi sedemikian murahnya dan dalam waktu yang singkat. Tak heran jika dunia entertaiment berkembang dengan pesat serta memberikan hiburan secara live atau recorded dan cetak atau elektronik. Oleh karena itu, tugas kita semakin berat, bukan hanya siaran saja untuk dapat membimbing umat Islam dalam pengamalan agama tetapi juga memberikan motivasi kepada umat dan berupaya menggerakkannya agar meningkatkan partisipasinya secara maksimal untuk suksesnya program- program dalam membina keagamaan.4

Televisi merupakan media elektronik yang menghasilkan audio dan visual. Televisi dianggap lebih menarik oleh banyak orang, alasannya karena tidak hanya menampilkan audio saja

4 Apriadi, Tamburaka. Literasi Media, (Jakarta, Raja Grafindo Persada.2013), h.55.

(16)

namun televisi menampilkan audio beserta visual yang beragam. Visual tersebut menunjang audio sehingga lebih menarik untuk ditonton. Dengan adanya visual, masyarakat dapat lebih merasa terikat secara emosional karena dapat melihat animasi atau ekspresi orang di dalam televisi serta ditambah audio yang melengkapinya. Selain itu, televisi juga bisa menjadi alat untuk menginformasikan sesuatu dan memengaruhi opini publik.5

Perkembangan televisi hingga saat ini mengalami banyak kemajuan. Hal ini diawali dengan munculnya televisi pemerintah, yaitu TVRI kemudian disusul oleh televisi swasta. Semakin lama, jumlah televisi swasta juga semakin bertambah. Contoh stasiun televisi swasta yaitu RCTI, SCTV, TV One, Trans TV, Trans 7, Metro TV, MNC TV, dan iNEWS. Program-program yang ditawarkan pun semakin banyak dan beragam, dari mulai program berita, olahraga, hingga hiburan. Semuanya memiliki tujuan khusus masing- masing.

Salah satu stasiun televisi swasta yang memilki berbagai program menarik dan informatif adalah iNews TV. iNews memang berfokus pada konten berita, program berita yang diproduksi diantaranya iNews Terkini, iNews Update, iNews Pagi, iNews Siang, iNews Sore, iNews Malam, dan lain sebagainya. Inews menjadi saluran televisi yang menyampaikan informasi terkini dan teraktual, iNews juga

5 Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada,2011) h.3-4.

(17)

berusaha menarik minat masyarakat dengan memproduksi program menarik lainnya. Dari mulai program yang mengedukasi, memberikan informasi seputar olahraga, hiburan, hingga program bernuansa religi.

Program lain yang dimiliki iNews diantaranya adalah feature, game show, talkshow, investigasi, olahraga, dan religi. Salah satu program religi iNews adalah “Cahaya Hati Indonesia”. Cahaya Hati Indonesia adalah sebuah program yang baru bergabung pada 22 Juni 2018, program ini berdurasikan 90 menit dan ditayangkan seminggu dua kali yaitu pada Sabtu dan Minggu, pukul 12.00-13.30 WIB.

Program “Cahaya Hati Indonesia” menggunakan sistem roadshow dan proses produksinya dilakukan pada masjid- masjid besar yang berada di sekitar Jabodetabek. Program ini diisi oleh beberapa ustaz, ustazah, dan ulama besar yang terkenal di Indonesia. Pengisi acara memberikan tausiyah- tausiyah yang tentunya sesuai dengan konten atau tema yang sudah ditentukan oleh tim penulis naskah. Produksi program ini menarik karena setiap minggu menampilkan penceramah yang berbeda setiap minggunya.

Episode yang tayang pada 06 Mei 2020 “waktu sebagai pengingat hidup” ditonton sebanyak 212.046 kali sedangkan episode yang tayang pada 26 April 2020 sebanyak 4.332 kali, episode yang tayang pada 28 Juni 2020 sebanyak 25.046 dan episode pada 18 Juli 2020 sebanyak 58.788 kali. Jadi, episode yang paling banyak ditonton yaitu pada tayangan 06 Mei 2020

(18)

di youtube dibandingkan episode-episode yang tayang pada tahun 2020.

Maka dalam penelitian ini penulis fokus pada metode dakwah, pesan dakwah dan tanggapan penonton yang tayang pada 06 Mei 2020 dengan tema waktu sebagai pengingat hidup. Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik meneliti dengan judul “Metode Dakwah Para Da’i Pada Program Cahaya Hati Indonesia di INews TV”.

B. Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah

Agar skripsi ini lebih terarah maka penulis membatasi dan memfokuskan masalah yang akan dibahas yakni pada metode dakwah dari pengisi acara pada episode 06 Mei 2020 pada program Cahaya Hati Indonesia di iNews TV dengan tema waktu sebagai pengingat hidup.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut :

a. Metode dakwah apa saja yang digunakan pada program Cahaya Hati Indonesia di iNews TV?

b. Bagaimana pesan dakwah yang disampaikan pada program Cahaya Hati Indonesia di iNews TV?

c. Bagaimana tanggapan penonton pada program Cahaya Hati Indonesia di iNews TV?

(19)

C. Tujuan Penelitian

Bertitik tolak pada fokus permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui metode dakwah yang digunakan pada program “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV 2. Untuk mengetahui pesan dakwah yang disampaikan

pada program “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV 3. Untuk mengetahui tanggapan dari para penonton pada

program “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat akademis

Hasil dari penelitian ini adalah dapat menjadi salah satu referensi keilmuan khususnya bagi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam tentang persoalan yang berkaitan dengan metode dakwah dan pesan dakwah serta menambah pemahaman tentang program keagamaan di media televisi.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis dari penelitian ini :

a. Bagi Media Televisi, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kualitas program yang sudah ada serta dapat memunculkan program dakwah yang lebih kreatif.

b. Bagi Pemirsa, dapat dijadikan penyemangat untuk melihat program televisi yang adanya nilai-nilai pesan

(20)

dakwah yaitu dalam acara “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV.

E. Kajian Terdahulu

Penelitian tentang komunikasi dakwah telah banyak dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari penelitian ini, peneliti melakukan kajian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini akan dijabarkan sebagai berikut :

1. Haris Nurfadila (2017), Penelitian ini dilakukan mahasiswa UIN Alaudin Makassar dengan judul

“Metode Dakwah Islam itu Indah di Trans TV Episode Tahajjud Buatku Tenang”. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak semua metode dakwah dapat digunakan dan hanya beberapa metode dakwah yang dapat diterapkan. Dan dalam episode ini mengharapkan adanya umpan balik dari pengunggah video.6

2. Ubadillah, Rais (2020), penelitian ini dilakukan mahasiswa IAIN Salatiga dengan judul “ Model Dakwah Di Era Teknologi Informasi (Studi Analisis Metode Dakwah Ustadz Maulana Dalam Program Acara Islam Itu Indah Episode 9,11 dan 13 April 2019

6 Haris, N. 2017. Metode Dakwah “Islam itu Indah” di Trans TV (Episode Tahajjud Buatku Tenang) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

(21)

Di Trans TV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber data yang dilakukan oleh penelitian ini ialah sumber data primer dari video Islam Itu Indah di Trans TV episode 9,11 dan 13 April 2019 di youtube. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua metode digunakan hanya beberapa yang bisa diterapkan. Metode dakwah yang digunakan Ustadz Maulana yaitu metode dakwah Al-Mauidzah Al-Hasanah berupa nasihat ditambah dengan metode bil-hikmah dan wasiat. Kemudian Ustadz Maulana menggunakan metode tanya jawab dengan tujuan mengurangi kesalahpahaman para pendengar, perbedaan, pendapat dan menerangkan hal- hal yang belum dimengerti.7

3. Najwa Amaliah (2020), penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dengan judul

“Gaya Bahasa Dan Metode Dakwah Guru Ahmad Zuhdiannor Pada Channel YouTube Majta Tv”.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Analisis ini dipilih untuk mengklasifikasikan kata-kata dalam video-video guru

7 Ubadillah. 2021. Model Dakwah Di Era Tekologi Informasi (Studi Analisis Metode Dakwah Ustadz Maulana Dalam Program Acara Islam Itu Indah Episode 9, 11, dan 13 April 2019 Di Trans TV).

(22)

Ahmad Zuhdiannor pada channel YouTube Majta Tv.

Adapun hasil penelitian ini, gaya bahasa yang digunakan guru Ahmad Zuhdiannor dalam menyampaikan dakwahnya ialah :

a) Berdasarkan pilihan kata yaitu gaya bahasa banyak menggunakan gaya bahasa tidak resmi dan gaya bahasa percakapan.

b) Berdasarkan nada suara yaitu gaya bahasa yang banyak digunakan adalah gaya bahasa sederhana dan gaya bahasa mulia dan bertenaga.

c) Berdasarkan struktur kalimat banyak gaya bahasa klimaks, Paralelisme dan gaya bahasa repetisi.

d) Berdasarkan langsung tidaknya makna banyak gaya bahasa kiasan, inuendo, dan Asonansi.

Sedangkan metode dakwah yang dipakai guru Ahmad Zuhdiannor dominan menggunakan metode dakwah al- mau’idza alhasanah.8

Secara garis besar dari semua kajian terdahulu yang penulis cantumkan terdapat persamaan dan perbedaan yang cukup jelas dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Persamaan tersebut ialah sama-sama melakukan penelitian tentang metode dakwah yang menggunakan penelitian kualitatif. Perbedaan tersebut ada pada obyek dan subyek dalam acara tersebut.

8 Amaliah, N. 2020. Gaya Bahasa dan Metode Dakwah Guru Ahmad Zuhdiannor Pada Channel Youtube Majta TV.

(23)

Untuk lebih jelasnya, penulis akan menguraikan persamaan dan perbedaannya pada tabel berikut ini.

Tabel 1 Perbandingan Skripsi

No. Nama Judul Skripsi Persamaan Perbedaan 1. Haris

Nurfadillah (2017)

Metode Dakwah

“Islam itu Indah” di Trans Tv (Episode Tahajjud Buatku Tenang)

Meneliti tentang metode dakwahdan penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif

Meneliti program dakwah pada stasiun televisi swasta nasional di Indonesia dan terdiri pada satu episode yang banyak part- partnya.

2. Ubadillah Rais (2020)

Model

Dakwah Di Era Teknologi Informasi (Studi Analisis Metode Dakwah Ustadz Maulana Dalam

Program Acara Islam Itu Indah Episode 9, 11 dan 13 April 2019 Di Trans TV

Meneliti tentang metode dakwah dan penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif

Meneliti program dakwah pada tiga episode (9,11 dan 13) pada stasiun televisi swasta nasional.

3. Najwa Amaliah (2020)

Gaya Bahasa Dan Metode Dakwah Guru Ahmad Zuhdiannor Pada Channel YouTube Majta Tv

Meneliti tentang metode dakwah dan penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif

Meneliti progam dakwah pada media sosial dan subjek penelitiannya berkaitan dengan guru.

(24)

F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana penelitian kualitatif ini sebagai metode ilmiah yang sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekolompok peneliti dalam bidang sosial, termasuk juga ilmu pendidikan. Penelitian kualitatif dilaksanakan untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan.

Pada penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati.9 Penelitian ini menggunakan format deskriptif kualiatatif yang tujuannya untuk menggambarkan secara sistematis tentang permasalahan yang akan diteliti yaitu metode dakwah, pesan dakwah serta tanggapan dari para penonton dalam program Cahaya Hati Indonesia Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup.

2. Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah sumber data dari penelitian yang dimana data itu diperoleh. Dalam subyek penelitian ini penulis menggunakan subyek primer yaitu mereka yang tergolong perilaku (orang) utama (asli) yang dijadikan penelitan. Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah

9 Muslim. Varian-Varian Paradigma Pendekatan, Metode, dan Jenis Penelitian Dalam Ilmu Komunikasi. Jurnal Wahana Vol. No.1, h.81.

(25)

K.H Fikri Haikal, ustadz Syam, ustadz Benri Jaysyurrahman dan Habib Muhammad Syahab dalam program Cahaya Hati Indonesia (episode waktu sebagai pengingat hidup).

3. Objek Penelitian

Obyek dalam penelitian ini adalah program Cahaya Hati Indonesia (episode waktu sebagai pengingat hidup) yang disiarkan pada tanggal 06 Mei 2020 di iNews TV. Sumber data yang diambil berasal dari youtube.

4. Jenis Metode Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini digolongkan menjadi dua yakni :

a. Jenis Data Primer

Data primer merupakan suatu data yang diperoleh saat melakukan penelitian langsung dari sumbernya yaitu sumber data yang digali langsung dari program “Cahaya Hati Indonesia”, lewat video yang didownload dari youtube.10 Video tersebut memudahkan penelitian karena dapat diputar beberapa kali guna memperoleh kedetilan setiap gambar dan dialog.

b. Jenis Data Sekunder

Data sekunder merupakan data pendukung dari data primer yang diperoleh melalui usaha peneliti sendiri misalnya

10 Official iNews. Waktu Sebagai Pengingat Hidup. Diakses

https://youtube.com/c/OfficialiNews. Pada Tanggal 06-Mei-2020. Hari Rabu.

(26)

dokumentasi kegiatan, foto, tulisan yang ada di internet serta komentar pada video yang diteliti berkaitan dengan masalah yang dibahas pada penelitian ini.11

5. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis beberapa menggunakan teknik dalam pengumpulan data, diantaranya :

a. Observasi

Observasi berarti mengumpulkan data langsung dan cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan melakukan pengamatan yang dibantu oleh panca indera mata dan lainnya. Sebagai metode ilmiah observasi (Pengamatan) diartikan sebagai pengamatan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki.12 Peneliti akan menonton dan mengamati dialog-dialog dalam program

“Cahaya Hati Indonesia”. Kemudian mencatat, memilih dan menganalisis sesuai dengan metode penelitian yang digunakan.

b. Dokumentasi

Tidaklah kalah penting dari metode-metode lain adalah metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, agenda dan sebagainya. Dengan metode dokumentasi

11 Arikunto, S. Metode peneltian. Jakarta 2010: Rineka Cipta.

12 Hasanah, H. Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-Ilmu Sosial) Vol. 8. Juli 2016. h.26

(27)

yang dimana dengan mengumpulkan data guna menjadi rujukan. Melalui dokumentasi ini dapat menemukan teori- teori yang bisa dijadikan bahan pertimbangan yang berkaitan dengan masalah metode dakwah.13

6. Teknik Analisis Data

Setelah mengamati dan mendapatkan berbagai data yang dibutuhkan, selanjutnya peneliti melakukan analisis data. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.14 Dalam penelitian ini akan menganalisis metode dakwah yang digunakan narasumber kemudian mengetahui pengelolaan pesan komunikasi yang diterapkan serta mengetahui tanggapan penonto pada program “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV (episode waktu sebagai pengingat hidup).

G. Sistematika Penulisan

Agar dapat mempermudah dalam proses penulisan ini, maka penulis membagi sistematika kedalam lima bab yang mana rinciannya sebagai berikut :

13 Hardani,dkk. 2020. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Yogyakarta : CV Pustaka Ilmu Group Yogyakarta) Cet. 1, h. 123

14 Agusta, I. (2003). Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Kualitatif. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi. Litbang Pertanian, Bogor, 27. Hal. 10

(28)

BAB I yang berisi tentang latar belakang, pembatasan masalah dan rumusan masalah, manfaat dan tujuan penelitian, kajian terdahulu, metode penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II yang akan membahas mengenai landasan teori : pengertian dakwah, macam-macam metode dakwah, pengertian pesan dakwah dan pengertian televisi.

BAB III yang berisi gambaran umum tentang sejarah iNews TV, gambaran umum program Cahaya Hati Indonesia serta pengisi acara pada program Cahaya Hati Indonesia di iNews TV.

BAB IV yang berisi analisis dan temuan pada metode dakwah, pesan dakwah serta tanggapan penonton pada program Cahaya Hati Indonesia di iNews TV (episode waktu sebagai pengingat hidup).

BAB V yang berisi tentang penutup, meliputi kesimpulan dan saran.

(29)

BAB II

LANDASAN TEORI A. Pengertian Metode Dakwah

1. Pengertian Metode

Dari segi bahasa “metode” berasal dari dua perkataan yaitu meta (melalui) dan hodos (jalan, cara). Dengan demikian dapat diartikan bahwa metode merupakan cara atau jalan yang dilalui dalam mencapai tujuan. Dalam bahasa Yunani metode berasal dari kata methodos artinya jalan, yang dalam bahasa Arab disebut thariq. Metode berarti cara yang telah diatur dan melalui proses pemikiran untuk mencapai suatu tujuan.1

Metode juga bisa diartikan sebagai cara mengerjakan sesuatu. Dan cara itu mungkin baik, tapi mungkin tidak baik. Baik dan tidak baiknya sesuatu metode banyak tergantung kepada beberapa faktor. Dan faktor-faktor tersebut, mungkin berupa situasi dan kondisi serta pemakaian dari suatu metode tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode merupakan suatu cara agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik. Oleh karena itu pendidik perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.2

1 Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah (Cet. 1; Jakarta, Rajagrafindo Persada, 2011), h. 242

2 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 2013, h.13

(30)

2. Pengertian Dakwah

Secara etimologi, kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu da’a, yad’u, da’watan, yang berarti memanggil, menyeru, mengundang, atau mengajak. Dakwah merupakan bentuk masdar (kata kebendaan) dari kata da’a.

Sehingga kata dakwah itu sendiri lebih cenderung memiliki arti ajakan dan seruan. Sedangkan secara terminologi pengertian dawkwah dapat diartikan oleh berbagai ahli sebagai berikut :

a. Prof. Toha Yahya Oemar menyatakan bahwa dakwah Islam sebagai upaya mengajak umat dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan di dunia dan akhirat.

b. Syaikh Ali Makhfudz, dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin memberikan definisi dakwah sebagai berikut: dakwah Islam yaitu; mendorong manusia agar berbuat kebaikan dan mengikuti petunjuk (hidayah), menyeru mereka berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.

c. Hamzah Ya’qub mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia dengan hikmah (kebijaksanaan) untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

d. Menurut Prof Dr. Hamka dakwah adalah seruan panggilan untuk menganut suatu pendirian yang ada

(31)

dasarnya berkonotasi positif dengan substansi terletak pada aktivitas yang memerintahkan amar ma‟ruf nahi mungkar.

e. Syaikh Muhammad Abduh mengatakan bahwa dakwah adalah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran adalah fardlu yang diwajibkan kepada setiap muslim.3

Jadi dapat disimpulkan bahwa dakwah adalah suatu proses yang mengajak manusia ke jalan Allah SWT serta mengajak kepada kebaikan.

3. Pengertian Metode Dakwah

Metode dakwah adalah cara-cara yang digunakan oleh seorang da’i untuk menyampaikan materi. Istilah dakwah dapat dijumpai dalam ayat-ayat al-Qur’an antara lain:

Firman Allah swt. dalam QS Yunus/10: 25.

ٍمْي ِّق َت ْسُّم ٍطاَر ِّص ى لِّا ُءٰۤا َشَّي ْنَم ْيِّدْهَيَوۚ ِّم ل َّسلا ِّراَد ى لِّا ْْٓوُعْدَي ُ هاللَّٰو

Artinya: “Dan Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)”.

Dari konteks ayat di atas, bahwa dakwah adalah usaha mengajak dan menyeru manusia agar melaksanakan kebaikan yang sesuai dengan jalan Allah dengan cara memerintahkan, melaksanakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang munkar agar manusia mendapatkan kebahagiaan baik di dunia dan akhirat. Mengajak manusia

3 Muhammad Munir dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah, h. 17

(32)

ke jalan Allah agar mendapat Surga-Nya serta terhindar dari siksaan-Nya. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka metode dakwah adalah cara yang digunakan untuk mengajak manusia kepada ajaran Islam untuk taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, dilakukan secara individu maupun kelompok.4

Albuyani mengatakan bahwa metode dakwah adalah cara yang ditempuh oleh muballigh dalam berdakwah atau cara menerapkan strategi dakwah. Di samping itu menurut Said bin Ali al-Qahthani, metode dakwah adalah ilmu yang mempelajari cara berkomunikasi secara langsung dan mengatasi kendala-kendalanya. Dapat diambil kesimpulan bahwa metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da’i kepada mad’u dalam menyampaikan materi dakwah agar tercapai suatu tujuan dakwah.5

B. Macam-Macam Metode Dakwah

Pelaksanaan kegiatan dakwah diperlukan juga metode yang tepat agar tujuan dakwah dapat tercapai. Metode dalam dakwah merupakan cara atau proses dalam penyampaian dakwah. Prinsip penggunaan metode dakwah Islam terdapat dalam firman Allah swt. dalam QS An- Nahl/16: 125.

4 Nasaruddin Rasak, Metodologi Dakwah (Cet. 1; Semarang: Toha Putra 1986), h. 2

5 Acep Aripudin, Pengembangan Metode Dakwah (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011), h. 10.

(33)

ا ِّة َ

ظِّعۡو َ ۡلْاَو ِّةَمۡك ِّح ۡلاِّب َكِّ بَر ِّلۡيِّب َس ى لِّا ُعۡدُا ِّة َن َسَح ۡل

َى ِّه ۡى ِّت َّلاِّب ۡمُهۡلِّداَجَو

ُن َس ۡح ا َ َّنِّا ؕ هِّلۡيِّب َس ۡنَع َّلَض ۡنَمِّب ُمَلۡعَا َوُه َكَّبَر

َنۡي ِّد َتۡهُ ۡلْاِّب ُمَلۡعَا َوُهَو

Terjemahnya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan- mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang- orang yang mendapat petunjuk”.

Ayat di atas menjelaskan 3 cakupan metode dalam dakwah yakni:

1. Metode bil al-hikmah

Kata “hikmah” dalam al-Qur’ran disebutkan sebanyak 20 kali baik dalam bentuk nakiroh maupun ma’rifat. Bentuk masdarnya adalah “hukuman” yang diartikan secara makna aslinya adalah mencegah. Jika dikaitkan dengan hukuman berarti mencegah kezaliman, dan jika dikaitkan dengan dakwah maka berarti menghindari hal-hal yang kurang relevan dalam melaksanakan tugas dakwah.

Toha Yahya Umar menyatakan bahwa hikmah berarti meletakkan sesuatu pada tempatnya dengan berpikir, berusaha menyusun dan mengatur dengan cara yang sesuai keadaan zaman dengan tidak bertentangan dengan larangan Tuhan. Ulama berbeda pendapat dalam memberikan definisi hikmah antara lain:

(34)

a. Menurut Musthafa al-Maragiy menyatakan bahwa hikmah yang bertalian dengan ayat tersebut di atas menyatakan adalah perkataan yang tegas yang disertai dengan dalil-dalil yang memperjelas kebenaran dan menghilangkan keraguan.

b. Menurut Syekh Muhammad Abduh dalam tafsir al- Manar mengatakan bahwa hikmah ialah memahamkan rahasia dan faidah tiap-tiap sesuatu.

Hikmah adalah ilmu yang shahih (benar) yang menggerakkan kemauan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat (berguna).

c. Menurut M. Natsir menyatakan bahwa hikmah ialah ilmu yang sehat sudah dicernakan dengan ilmu yang terpadu sehingga menjadi daya penggerak untuk melakukan kegiatan tindakan yang berguna dan bermanfaat secara efektif.

Metode bil al-hikmah juga bisa diartikan dakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi, mengikuti perkembangan zaman, kebutuhan, sehingga dakwah dapat terlaksana dengan efektif.6

2. Metode Al-Mau’idza Al-Hasanah

6 Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah (Cet. 1; Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011), h. 244-245.

(35)

Menurut beberapa komentar ahli bahasa, beberapa pengertian Al-Mau’idza AlHasanah adalah sebagai berikut:

a. Pelajaran dan nasihat yang baik, berpaling dari hal perbuatan yang jelek melalui tarhib dan targhib (dorongan dan motivasi); penjelasan, keterangan, gaya bahasa, peringatan, pertuturan, teladan, pengarahan dan pencegahan dengan cara halus.

b. Bi Al-Mau’idza Al-Hasanah adalah melalui pelajaran, keterangan, pertuturan, peringatan, pengarahan dengan gaya bahasa yang berkesan atau menyentuh hati dan terpahat dalam nurani.

c. Dengan bahasa dan makna simbol, alamat, tanda, janji, petunjuk dan dalildalil yang memuaskan melalui al-qaul al-rafiq (ucapan lembut dengan penuh kasih sayang)

d. Dengan kelembutan hati menyentuh jiwa dan memperbaiki peningkatan amal.

e. Melalui suatu nasihat, bimbingan dan arahan untuk kemaslahatan. Dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab, akrab, komunikatif, mudah difahami dan terkesan dai hati mad’u.

f. Suatu ungkapan dengan penuh kasih sayang yang dapat terpatri di dalam kalbu, penuh kelembutan sehingga terkesan di dalam jiwa.

(36)

g. Dengan tutur kata yang lemah-lembut, bertahap dan sikap kasih saying dalam konteks dakwah dapat membuat seseorang merasa dihargai sehingga mendapat respon daripada mad’u.7 Berdasarkan pengertian di atas, metode dakwah Al- Mau’idza Al-Hasanah adalah metode dakwah yang menekankan kepada sikap lemah lembut dan jauh dari sikap egois dan emosional. Dalam pelaksanaan metode dakwah Al- Mau’idza Al-Hasanah, da’i perlu mengambil perkara-perkara berikut:

1) Mengandung tutur kata yang baik, perkataan yang berfaedah dan nasihat yang berguna.

Perkataan yang kesat terhadap mad’u perlu dijauhi.

2) Mengandung isi kandungan yang sesuai seperti cerita, pepatah dan katakata hikmah dari al- Qur’an al-Karim dan hadis Nabi.

3) Mengandung gaya bahasa yang berlapik apabilaperlu untuk menjaga perasaan mad’u.

4) Disampaikan dalam nada suara yang lemah lembut.

5) Penggunaan ganti nama yang sesuai supaya mad’u tidak terasa bahwa nasihat itu seolah-olah ditujukan hanya kepadanya semata-mata.

7 Asep Muhiddin, Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an (Bandung: Pustaka Setia, 2002), h. 165.

(37)

6) Mengandungi kata-kata yang menggambarkan faedah sesuatu amal atau keburukan sesuatu perkara agar mudah difahami maksud di balik sesuatu nasihat sama ada berbentuk suruhan atau larangan.8

Dalam menerapkan dakwah Al-Mau’idza Al-Hasanah ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu dengan nasehat, tabsyir wa tanzir, wasiat dan kisah.

a) Nasehat

Kata nasehat berasal dari kata arab kata kerjanya nashaha yang berarti memperbaiki. Orang yang memberi nasihat, jika ia salah diperbaiki ke jalan yang benar, jika ia keliru diarahkan ke jalan yang lurus. Adapun sifat yang harus dimiliki oleh orang yang pemberi nasihat ialah harus mempunyai pengetahuan tentang yang makruf dan yang mungkar, mempunyai pengetahuan tentang orang yang mau diberi nasehat, selain santun juga lapang dada.

Nasehat kepada Allah ialah menjauhi segala larangannya dan melaksanakan segala perintahnya dan seluruh yang ada pada seseorang, apabila tidak mampu menjalankan kewajibannya karena alasan tertentu seperti sakit maka ia tetap berniat bersungguhsungguh untuk menunaikannya apabila penghalang yang tadi telah hilang.

8 Muliaty Amin, Metodologi Dakwah (Cet. 1; Makassar: Alauddin University Press, 2013), h. 81-82.

(38)

b) Tabsyir wa tanzir

Tabsyir secara bahasa artinya memperhatikan atau merasa senang. Menurut istilah dakwah tabsyir ialah penyampaian dakwah yang berisi kabar yang menggembirakan bagi orang yang mengikuti dakwah, atau informasi berita baik lagi indah sehingga bisa membuat orang gembira untuk menguatkan keimanan sekaligus sebagai sebuah harapan dan menjadi motivasi dalam beribadah serta beramal saleh. Kata tanzir atau inzar secara bahasa berarti sesuatu yang menakutkan atau ancaman.

Dengan kata lain ialah suatu dakwah yang berisi peringatan terhadap manusia tentang adanya kehidupan akhirat dengan segala konsekuensinya.

c) Wasiat

Kata wasiat berasal dari kata wau sh dan ya yang berarti pesan penting yang berhubungan dengan suatu hal atau berpesan kepada seseorang yang bermuatan pesan moral.

Wasiat dapat dirumuskan adalah sekumpulan kata-kata yang berupa peringatan, support dan perbaikan. Wasiat dapat dibagi menjadi dua bagian pertama wasiat terhadap orang yang masih hidup. Kepada orang hidup berupa ucapan, pelajaran, arahan tentang sesuatu. Kedua wasiat terhadap yang telah meninggal atau yang sudah ada tanda-tanda kematian kepada orang masih hidup berupa ucapan terhadap harta atau warisan. Pengertian wasiat dalam konteks dakwah

(39)

adalah ucapan berupa arahan kepada orang lain (mad’u) terhadap sesuatu yang belum terjadi atau akan terjadi.

d) Kisah

Kisah artinya mengikuti jejak atau menulusuri jejak orang-orang yang terkenal misalnya para Rasul as. para Nabi serta para tokoh yang terkenal. Ada dua pengarahan yang dapat diperoleh dari kisah. Pertama kisah dapat digunakan dalam bentuk metode dakwah. Artinya memberi arahan model-model dakwah yang digeluti oleh orang terkenal dalam bentuk metode yang dikembangkan oleh para tokoh.

Kedua kisah juga berfungsi sebagai materi dakwah artinya dalam kisah dapat diperoleh materi dakwah yang dilakukan oleh para pelaku dakwah.9

3. Metode Al-Mujadalah

Dari segi etimologi (bahasa) majadalah terambil dari kata “jadala” yang bermakna memintal, memilin. “Jaa dala”

dapat bermakna berdebat, dan “mujadalah” perdebatan.

Terdapat beberapa pengertian Al-Mujadalah. Al-Mujadalah berarti upaya tukar pendapat yang dilakukan oleh dua pihak secara sinergis, tanpa adanya suasana yang mengharuskan lahirnya permusuhan diantara keduanya. Sedangkan menurut Sayyid Muhammad Thantawi ialah, suatu upaya yang bertujuan untuk mengalahkan pendapat lawan dengan cara menyajikan argumentasi dan bukti yang kuat.

9 Sampo Seha, Paradigma Dakwah, h. 43-49.

(40)

Berbagai metode dakwah haruslah sesuai dengan mad’u serta materi dakwah yang disampaikan. Metode dakwah memudahkan seorang da’i dalam menyampaikan dakwah serta mencapai tujuannya. Beberapa metode dakwah di atas berbeda-beda dalam hal penyampaian dakwahnya tetapi memiliki tujuan yang sama yakni memberi pemahaman tentang ajaran Islam yang belum sebagian orang mengerti, mengajak kepada kebaikan, serta memberi peringatan akan siksaan Allah swt. juga membuktikan bahwa ajaran Islam benar adanya.10

C. Pengertian Pesan Dakwah

Pesan adalah ide, gagasan, informasi, dan opini yang dilontarkan seorang komunikator kepada komunikan yang bertujuan untuk mempengaruhi komunikan kearah sikap yang diinginkan komunikator. Sedangkan dakwah ditinjau dari etimologi atau bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu “da’a-yad’u-dakwatan”, artinya mengajak, menyeru, memanggil. Warson Munawwir, menyebutkan bahwa dakwah artinya adalah memanggil (to call), mengundang (to invite), mengajak (to summon), menyeru (to propose), mendorong (to urge) dan memohon (to pray).11

Jadi yang dimaksud dengan pesan dakwah adalah isi pesan komunikasi da’i terhadap penerima dakwah yakni

10 Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah, h. 253-254.

11 Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah (Jakarta: Amzah, 2009). h.1 .

(41)

mad’u. Pesan dakwah tidak lain adalah al-Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber utama yang meliputi akidah, syariah dan akhlak dengan berbagai macam cabang ilmu yang diperolehnya. Jadi pesan dakwah adalah isi dakwah yang disampaikan da’i kepada mad’u yang bersumber dari agama Islam. Pesan dakwah juga berarti materi dakwah yang disampaikan oleh da’i kepada mad’u dengan menyesuaikan situasi dan kondisi dari sasaran dakwah yaitu :

1. Akidah

Akidah artinya simpulan, yakni kepercayaan yang tersimpul dari hati. Aqaid adalah jama’ dari akidah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perkataan aqaid, i’tiqada adalah kepercayaan (keimanan) yang tersimpul dalam hati. Akidah yang menjadi materi utama dakwah mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan kepercayaan agama lain, yaitu:

a) Keterbukaan melalui persaksian (syahadat).

Dengan demikian, seorang muslim harus jelas identitasnya dan bersedia mengakui identitas keagamaan orang lain.

b) Cakrawala pandangan yang luas dengan memperkenalkan bahwa Allah adalah Tuhan seluruh alam, bukan Tuhan kelompok atau bangsa tertentu. Dan soal kemanusiaan juga diperkenalkan kesatuan asal usul manusia.

Kejelasan dan kesederhanaan diartikan bahwa

(42)

seluruh ajakan akidah baik soal ketuhanan, kerasulan, ataupun alam gaib sangat mudah untuk dipahami.

c) Ketahanan antara iman dan Islam atau antara iman dan amal perbuatan. Dalam ibadah- ibadah pokok yang merupakan manifestasi dari iman dipadukan dengan segi-segi pengembangan diri dan kepribadian seseorang dengan kemaslahatan masyarakat yang menuju pada kesejahteraannya. Karena akidah memiliki keterlibatan dengan soal-soal kemasyarakatan.12

2. Syariah

Dalam studi Islam saat ini, kata syariah merujuk pada hukum Ilahi yaitu: yang dibolehkan agama (mubah), dianjurkan (sunnah), diharuskan (wajib), dilarang (haram), dan dinilai kurang baik (makruh), yang berkaitan dengan persoalan ibadah, keluarga, interaksi sosial, ekonomi, tindak pidana, dan politik.13

Materi dakwah yang bersifat syariah sangat luas dan mengikat seluruh umat Islam. Ia merupakan jantung yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam di berbagai penjuru dunia, dan sekaligus merupakan hal yang patut dibanggakan. Kelebihan dari materi syariah Islam antara

12 M. Munir dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah (cet. 1; Jakarta: Kencana, 2006), h. 25.

13 A. Hanafie, dkk, Syari’ah Islam dan Ham (cet. 1; Jakarta: CSRC UIN Syarif Hidayatullah, 2007), h.23.

(43)

lain, adalah bahwa ia tidak dimiliki oleh umat-umat yang lain. Syariah ini bersifat universal, yang menjelaskan hak- hak umat muslim dan nonmuslim, bahkan hak seluruh umat manusia. Dengan adanya materi syariah ini, maka tatanan sistem dunia akan teratur dan sempurna.14

3. Akhlak

Ajaran akhlak dalam Islam pada dasarnya meliputi kualitas perbuatan manusia yang merupakan ekspresi dari kondisi kejiwaannya. Akhlak dalam Islam bukanlah norma ideal yang tidak dapat diimplementasikan, dan bukan pula sekumpulan etika yang terlepas dari kebaikan norma sejati.

Dengan demikian, yang menjadi materi akhlak dalam Islam adalah mengenai sifat dan kriteria perbuatan manusia serta serta berbagai kewajiban yang harus dipenuhinya. Karena semua manusia harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya, maka Islam mengajarkan kriteria perbuatan dan kewajiban yang mendatangkan kebahagiaan, bukan siksaan. Bertolak dari prinsip perbuatan manusia ini, materi akhlak membahas tentang norma luhur yang harus menjadi jiwa dari perbuatan manusia, serta tentang etika atau tata cara yang harus dipraktikan dalam perbuatan manusia sesuai dengan jenis sasarannya.15

Pesan akhlak sangat luas sekali yang tidak saja bersifat lahiriah tetapi juga sangat melibatkan pikiran. Akhlak

14 M. Munir dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah, h. 27

15 M. Munir dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah, h.30

(44)

dunia (agama) mencakup pada berbagai aspek, dimulai dari akhlak kepada Allah swt hingga kepada sesama manusia, adapun kategori-kategori ahklak meliputi antara lain:

a) Akhlak kepada Allah swt, akhlak ini bertolak pada pengakuan dan kesadaran bahwa tiada tuhan selain Allah swt.

b) Akhlak kepada sesama manusia.

c) Akhlak terhadap lingkungan, lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun bendabenda yang bernyawa.

Dengan kategori akhlak tersebut, manusia lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya serta lebih dekat dengan Allah.16

D. Pengertian Televisi 1. Pengertian Televisi

Televisi adalah Kata televisi terdiri dari kata tele yang berarti “jarak” dalam bahasa Yunani dan kata visi yang berarti “citra atau gamabar” dalam bahasa Latin. Jadi, kata televisi berarti suatu sistem penyajian gambar berikut suaranya dari suatu tempat yang berjarak jauh. Pendapat lain menyebutkan, televisi dalam bahasa Inggris disebut television.

16 Moh Ali Azis, Ilmu Dakwah (Jakarta: Prenada Media, 2004), h. 119.

(45)

Televisi terdiri dari istilah tele yang berarti jauh dan visi (vision) yang berarti penglihatan.Televisi adalah media pandang sekaligus media dengar (audiovisual). Ia berbeda dengan media cetak yang lebih merupakan media pandang.

Orang memandang gambar yang ditayangkan di televisi, sekaligus mendengar atau mencerna narasi atau narasi dari gambar tersebut.

Televisi merupakan salah satu bentuk media sebagai alat komunikasi massa. Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Media komunikasi yang termasuk massa yaitu radio siaran, televisi, film yang dikenal sebagai media elektronik, serta surat kabar dan majalah yang keduanya termasuk media cetak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa televisi merupakan media komunikasi massa yang memiliki perpaduan antara audio dan visual, yang mana masyarakat dapat melihat mendengar melalui audio dan melihat melalui visual.17

Televisi sebagai media massa yang muncul belakangan ini dibanding dengan media cetak dan media radio, ternyata memberikan nilai yang sangat spektakuler dalam sisi-sisi pergaulan kehidupan manusia. Dengan kemampuannya, televisi dapat menarik perhatian massa menunjukkan bahwa media tersebut telah menguasai jarak secara geografis dan sosiologis.

17 Rema Karyanti S. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005), hlm. 3.

(46)

Televisi merupakan salah satu bentuk media massa sebagai alat komunikasi massa. Televisi merupakan media yang dapat mendominasi komunikasi massa, karena sifatnya yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan khalyak. Media ini mempunyai kelebihan dari media mssa lainnya yaitu bersifat audio visual, dapat menggambarkan kenyataan dan langsung dapat menyajikan peristiwa yang sedang terjadi ke setiap rumah para pemirsa dimanapun mereka berada.

Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan radio siaran), yakni memberi informasi (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertain) dan mempengaruhi (to persuade). Menurut Effendy mengemukakan fungsi komunikasi massa secara umum adalah:

a. Fungsi Informasi

Fungsi memberikan informasi ini diartikan bahwa media massa adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengar atau pemirsa. Berbagai informasi dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai dengan kepentingannya.

Khalayak sebagai makhluk sosial akan selalu merasa haus akan informasi yang terjadi.

b. Fungsi Pendidikan

Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik.

(47)

Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika serta aturanaturan yang berlaku pada pemirsa atau pembaca.

Media massa melakukannya melalui drama, cerita, diskusi dan artikel.

c. Fungsi Mempengaruhi

Fungsi mempengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada tajuk/editor, features, iklan, artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruhi oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi ataupun surat kabar. Penyebaran informasi melalui media massa, baik cetak, elektronik, maupun online telah membentuk pengetahuan dan pendapat manusia mengenai berbagai peristiwa atau hal yang menyangkut kehidupannya.18

Media saat ini tidak dapat dipisahkan dari seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya aspek agama. Di era globalisasi media sekarang ini memahami berbagai aspek keagamaan tidak hanya dapat diperoleh melalui mimbar masjid, di sekolah yang mengajarkan agama bahkan di perguruan tinggi Islam sekalipun, tetapi media telah menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat tak terkecuali pengetahuan agama. Banyak kalangan

18 Roudhonah, Ilmu Komunikasi (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2007), hlm. 136

(48)

masyarakat justru memahami agama melalui buku-buku agama, majalah Islam bahkan melalui akses internet.

Beberapa kalangan berpendapat bahwa saat ini untuk memperoleh nasihat agama, kita tidak perlu mendatangi ustad, kiyai dan ulama, tetapi cukup dengan membuka situs agama yang terdapat di internet. Akan tetapi dari semua media yang ada, baik cetak maupun elektronik media TV telah menjadi pusat perhatian masyarakat dimana pemirsanya bias langsung meniru apa yang disajikan oleh media TV tersebut bahkan TV telah berubah wujud menjadi jendela dunia.19

19 Muliadi, Komunikasi Islam (Makassar: Alauddin University Press, 2012), h.

73.

(49)

BAB III

GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum iNews TV

1. Sejarah Singkat iNews TV

iNewsTV merupakan televisi nasional berjaringan, yang memiliki jaringan televisi lokal terbanyak dan terluas di Indonesia. iNewsTV mengangkat dan menonjolkan konten-konten lokal daerah masing-masing yang pastinya akan berbeda dengan televisi-televisi nasional yang sudah ada. iNewsTV diharapkan menjadi refrensi utama bagi pemirsa yang memerlukan informasi dan berita.

iNewsTV merupakan stasiun televisi yang mengunggulkan program informasi, berita, maupun olahraga. Keunggulannya sebagai stasiun televisi berita, iNewsTV juga didukung oleh news centre dan news gathering terbesar di Indonesia. Bahkan, news gathering iNewsTV akan memasok program news di sejumlah stasiun televisi dan channel. iNewsTV juga mempersiapkan kemasan program dengan sentuhan- sentuhan kreatif yang sangat menarik bagi pemirsa di Indonesia. Menggabungkan berbagai konten lokal serta konten nasional.1

Menurut Harry Tanoesudibyo sebagai CEO MNC Group huruf “i” dalam iNewsTV artinya indonesia, dan

1 Official,iNews. About iNews. https://tv.inews.id/.2015

(50)

“news” bahwa ini adalah TV berita yang menyajikan berita 24 jam, dimana menjadi pelengkap untuk televisi-televisi yang sudah ada di Indonesia. Program pemberitan terdiri dari bulletin, talk show, magazine, documentary, yang dikemas lebih segar dan menghibur. Program informasi, entertaiment dan sport juga tak kalah menarik dan disajikan spesial bagi pemirsa iNews TV.

Sebelum berubah nama menjadi iNews TV dahulunya bernama SUNTV yang disiaran pada tanggal 5 Maret 2008.

Dalam pekerbangannya, SUN TV kemudian mengudara secara testerial sebagai televisi lokal setelah membangun beberapa stasiun relasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

SUN TV juga merupakan televisi lokal di Indonesia pertama yang mengudara selama 24 jam non stop. Namun sayangnya, pada tahun 2010, TV3 melepaskan diri dengan SUN TV serta diambilalih kepemilikannya oleh CTV Banten. Seiring berjalannya waktu perubahan demi perubahan dilakukan. Sejak tanggal 26 september 2011, SUN TV berubah nama menjadi SINDO TV yang merupakan perwujudan dari sinergi SINDO Media, bersama dengan SINDO Radio (Trijaya FM), Koran SINDO serta portal sindonews.com. pada tanggal 23 September 2014 secara resmi Mentri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberikan izin stasiun jaringan bagi SINDO TV. Pada tanggal 15 Desember 2014,

(51)

SINDO TV resmi diluncurkan sebagai televisi nasional dalam acara “Soft Launching Luar Biasa!”.

Kemudian pada tanggal 6 April 2015, SINDO TV berubah menjadi iNewsTV yang merupakan singkatan dari IndonesiaNews Televisi. iNewsTV sebagai televisi berita dan Informasi akan menjadi stasiun televisi mengunggulkan prograam-program berita dan Informasi yang cepat, akurat, informatif, mendidik serta menginspirasi.2

2. Profil iNews TV

Gambar 1 Logo iNews TV (Sumber: iNews.id)

Nama Perusahaan : PT. Sun Televisi Network Nama Stasiun Televisi : iNews TV

Alamat : Jl. Kebon Sirih No. 17-19 Jakarta Pusat, Indonesia

2 Dokumen iNews TV “Visi dan Misi iNews TV” 2015.

(52)

Frekuensi Channel : 30 UHF

Slogan : Inspiring and informative 3. Visi dan Misi

a. Visi Menjadi Sebuah Televisi Nasional dengan Konsep Lokal Berjaringan yang Menayangkan Program – Program Refrensi, Memberikan Informasi dan Inspirasi yang kaya akan ragam Konten Lokal, Nasional, maupun Internasional.

b. Misi Menyajikan informasi yang cepat, terpercaya dan berimbang. Meningkatkan potensi daerah dengan menyajikan informasi dan hiburan lokal yang lengkap dan beragam. Memberikan pembelajaran dan inspirasi kehidupan. Turut serta dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan nasional. Menggerakan ekonomi masyarakat melalui berbagai informasi yang memberikan stimulasi dan peluang berusaha.3

4. Transformasi Logo iNews TV a. SUN TV

Awal terbentuknya, iNews TV masih menjadi SUN TV yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 5 Maret 2008.

3 Dokumen iNews TV “Visi dan Misi iNews TV” 2017.

(53)

Gambar 2 Logo SUN TV (Sumber: www.iNews.id)

b. SINDO TV

Seiring berjalannya waktu, SUN TV secara resmi berubah menjadi SINDO TV pada tanggal 26 September 2011 yang merupakan salah satu sinergi SINDO TV dengan SINDO Radio (Trijaya FM), Koran SINDO, serta portal berita sindonews.com.

Gambar 3 Logo SINDO TV (Sumber: www. Inews.id)

c. iNews TV

Setelah diakuisisi oleh MNC Group, SINDO TV resmi merubah nama menjadi iNews TV pada 6 April 2015.

Gambar 4 Logo iNews TV (Sumber: iNews.id)

(54)

B. Gambaran Umum Cahaya Hati Indonesia

Gambar 5 Logo Cahaya Hati Indonesia (Sumber : Twitter Cahaya Hati Indonesia)

Program Religi “Cahaya Hati Indonesia” masuk kedalam jenis program non-news yang dimana isi dari program tersebut berupa kajian-kajian keagamaan (Agama Islam) yang setiap minggunya membahas permasalahan baru di kehidupan sehari-hari dengan kaca mata Agama Islam. Cahaya Hati Indonesia tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WIB di channel iNews TV. Program ini memakai media sosial Instagram untuk mempromosikan program mereka setiap minggu.4

C. Pengisi Acara Cahaya Hati Indonesia Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup

1. Ali Zainal

4 Official, iNews. Cahaya Hati Indonesia. Diakses https://tv.inews.id/.

(55)

Gambar 6 Pembawa Acara "Cahaya Hati Indonesia"

(Sumber: idtimes.com)

Ali Zainal lahir pada 12 November 1978, ia memulai karirnya dalam dunia entertaint sebagai bintang sinetron pada tahun 2010 mencoba kemampuan aktingnya dalam film layar lebar yang berjudul “UMMI AMINAH” tidak hanya dalam film layar lebar saja melainkan sinetron pun banyak yang dibintangi oleh Ali Zainal . Ia pun terkenal sebagai presenter acara televisi dalam program acara

“Cahaya Hati Indonesia”.5 2. K.H Fikri Haikal MZ

5 Profil Ali Zainal. Diakses https://www.kapanlagi.com/ pada 25 November 2020

(56)

Gambar 7 Narasumber Acara "Cahaya Hati Indonesia"

(Sumber: Facebook KH Fikri Haikal)

K.H Haikal Fikri dikenal sebagai seorang pendakwah, ia mengaku dirinya berniat untuk meneruskan jejak Almarhum ayahnya yaitu “Zainuddin” yang selama ini dijalani oleh sang da'i sejuta umat.6 Ia dikenal sebagai narasumber pada program acara dakwah di televisi.

Terdapat dua part pada program acara “Cahaya Hati Indonesia” di iNews TV (Episode Waktu Sebagai Pengingat Hidup).

3. Ustad Syam

6 Profil- Zainuddin Muhammad Zein. Diakses https://www.merdeka.com/

Gambar

Tabel 1 Perbandingan Skripsi
Gambar 1 Logo iNews TV (Sumber: iNews.id)
Gambar 2 Logo SUN TV (Sumber: www.iNews.id)
Gambar 5 Logo Cahaya Hati Indonesia (Sumber : Twitter  Cahaya Hati Indonesia)
+7

Referensi

Dokumen terkait