• Tidak ada hasil yang ditemukan

CONTOH 1 SAHAM PREFEREN DENGAN TINGKAT IMBAL HASIL YANG MENINGKAT. Referensi: PSAK 56 paragraf 13 dan 16

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "CONTOH 1 SAHAM PREFEREN DENGAN TINGKAT IMBAL HASIL YANG MENINGKAT. Referensi: PSAK 56 paragraf 13 dan 16"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132 3334 3536 3738

CONTOH ILUSTRASI

Contoh-contoh berikut melengkapi, namun bukan merupakan bagian dari PSAK 56.

CONTOH 1

SAHAM PREfEREN DENGAN TINGKAT IMBAL HASIL YANG MENINGKAT

Referensi: PSAK 56 paragraf 13 dan 16

Entitas D menerbitkan saham preferen kumulatif kelas A, yang tidak dapat dikonversikan, tidak dapat ditarik kembali, dengan nilai par Rp. 100 pada 1 Januari 20X1. Saham preferen kelas A tersebut berhak atas dividen tahunan kumulatif Rp. 7 per lembar dimulai pada 20X4.

Pada saat penerbitan, tingkat imbal hasil pasar dividen atas saham preferen kelas A tersebut adalah 7% per tahun. Sehingga Entitas D mengharapkan menerima hasil sekitar Rp. 100 per saham preferen kelas A jika tingkat dividen Rp. 7 per saham pada saat tanggal penerbitan.

Dengan mempertimbangkan syarat pembayaran dividen di atas, saham preferen kelas A tersebut diterbitkan pada Rp. 81,63 per saham, yaitu pada diskonto Rp. 18,37 per saham. Harga penerbitan dapat dihitung dengan menggunakan nilai kini dari Rp. 100, didiskontokan 7% selama periode tiga tahun.

Karena saham tersebut dikelompokkan sebagai ekuitas, diskon penerbitan awal tersebut diamortisasi ke saldo laba menggunakan metode tingkat bunga efektif dan diperlakukan sebagai dividen preferen untuk tujuan laba per saham. Untuk menghitung laba per saham dasar, dividen per saham preferen kelas A berikut dikurangkan untuk menentukan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang ekuitas entitas induk:

(2)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132

Tahun Nilai tercatat Dividen (a) Nilai Dividen saham tersirat tercatat (b) dibayarkan

preferen saham

kelas A preferen

1 Januari kelas A

31 Desember

Rp. Rp. Rp. Rp.

20X1 81,63 5,71 87,34 –

20X2 87,34 6,12 93,46 –

20X3 93,46 6,54 100,00 –

Selanjutnya:100,00 7,00 107,00 (7,00) (a) pada tingkat 7%

(b) Sebelum pembayaran dividen CONTOH 2

JUMLAH RATA-RATA TERTIMBANG SAHAM BIASA

Referensi: PSAK 56 paragraf 20–22

Saham Saham Saham diterbitkan treasuri(a) beredar

1 Jan 20X1 Saldo awal tahun 2.000 300 1.700 31 Mei 20X1 Penerbitan saham 800 – 2.500

dengan perolehan

1 Des 20X1 Pembelian saham - kas 250 2.250

(3)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132 3334 3536 3738

Penghitungan rata-rata tertimbang:

(1.700 x 5/12) + (2.500 x 6/12) + (2.250 x 1/12) = 2.146 saham, atau(1.700 x 12/12) + (800 x 7/12) – (250 x 1/12) = 2.146 saham

(a) Saham treasuri adalah instrumen ekuitas yang diperoleh kembali dan disimpan oleh entitas penerbit atau entitas anak

CONTOH 3

PENERBITAN SAHAM BONUS

Referensi: PSAK 56 paragraf 26, 27(a) dan 28

Laba yang dapat diatribusikan kepada

pemegang saham biasa entitas induk 20X0 Rp.180

Laba yang dapat diatribusikan kepada

pemegang saham biasa entitas induk 20X1 Rp.600

Saham biasa beredar sampai dengan 30

September 20X1 200

Penerbitan saham Bonus 1 Oktober 20X1 2 saham biasa untuk masing-masing saham biasa beredar pada 30 September 20X1

200 × 2 = 400 Laba per saham dasar 20X1 Rp.600 = Rp. 1,00

(200+400)

Laba per saham dasar 20X0 Rp.180 = Rp. 0,30 (200+400)

Karena penerbitan saham bonus tanpa imbalan, penerbitan tersebut diperlakukan seolah telah terjadi sebelum awal 20X0, periode penyajian paling awal.

(4)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132

CONTOH 4

PENERBITAN HAK MEMESAN EfEK TERLEBIH DAHULU

Referensi : PSAK 56 paragraf 26, 27(b) dan PA02

20X0 20X1 20X2

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa

entitas induk Rp.1.100 Rp.1.500 Rp.1.800 Saham beredar

sebelum penerbitan

HMETD 500 saham

Penerbitan

HMETD Satu saham baru untuk tiap lima saham beredar (total 100 saham baru)

Harga Pelaksanaan: Rp. 5,00

Tanggal penerbitan HMETD: 1 Jan 20X1 Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD:

1 Maret 20X1 Harga pasar dari

satu saham biasa sesaat sebelum pelaksanaan pada

1 Maret 20X1 Rp.11,00 Tanggal

Pelaporan 31 Desember

(5)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132 3334 3536 3738

(Rp.11,00 × 500 saham) + (Rp.5,00 × 100 saham) 500 saham + 100 saham

Nilai teoritis per saham tanpa HMETD = Rp.10,00 Penghitungan faktor penyesuaian

Nilai wajar per saham sebelum pelaksanaan HMETD Rp.11,00 = 1,10 Nilai teoritis per saham tanpa HMETD Rp.10,00

Perhitungan laba per saham dasar

20X0 20X1 20X2 20X0 LPS dasar

sebagaimana

dilaporkan: Rp.1,100 ÷ 500 saham Rp.2.20

20X0 LPS dasar yang disajikan kembali dalam rangka penerbitan

HMETD: Rp.1,100

(500 saham x 1.1) Rp.2.00 20X1 LPS dasar

yang termasuk dampak dari

HMETD: Rp.1,500 = Rp.2.54 (500 × 1.1 ×2/12) + (600 ×10/12)

20X2 LPS Dasar: Rp.1,800 ÷ 600 saham Rp.3.00

(6)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132

CONTOH 5

DAMPAK OPSI SAHAM TERHADAP LABA PER SAHAM DILUSIAN

Referensi: PSAK 56 paragraf 45–47 Laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk

untuk tahun 20X1 Rp.1.200.000

Jumlah rata-rata tertimbang saham

biasa yang beredar selama tahun 20X1 500.000 saham Harga pasar rata-rata dari satu saham

biasa selama tahun 20X1 Rp.20,00

Jumlah rata-rata tertimbang saham

berdasarkan opsi selama tahun 20X1 100.000 saham harga pelaksanaan saham berdasarkan

opsi selama tahun 20X1 Rp.15,00

(7)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132 3334 3536 3738

Penghitungan laba per saham

Laba Saham Per saham

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk untuk

tahun 20X1 Rp.1.200.000 Jumlah rata-rata

tertimbang saham biasa beredar

selama tahun 20X1 500.000

Laba per saham dasar Rp.2,40

Jumlah rata-rata tertimbang saham

berdasarkan opsi 100.000 Jumlah rata-rata

tertimbang saham yang akan diterbitkan pada harga pasar rata-rata:

(100,000 × RP.15.00)

÷ Rp.20.00 (a) (75.000) Laba per saham

dilusian Rp.1.200.000 525.000 Rp.2,29 (a) Laba tidak meningkat karena jumlah total saham meningkat

hanya sebesar jumlah saham (25.000) yang dianggap telah diterbitkan tanpa imbalan (lihat paragraf 46(b) pada Pernyataan ini).

(8)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132

CONTOH 6

PENENTUAN HARGA PELAKSANAAN OPSI SAHAM KARYAWAN

Jumlah rata-rata tertimbang dari opsi saham

yang belum vested per karyawan 1.000 Jumlah rata-rata tertimbang per karyawan

yang akan diakui selama sisa periode vesting atas jasa karyawan yang akan diberikan sebagai imbalan untuk opsi saham, yang

ditentukan sesuai dengan PSAK 53 (revisi 2010):

Pembayaran Berbasis Saham Rp.1.200

Harga pelaksanaan tunai opsi saham yang

belum vested Rp.15

Perhitungan Harga Pelaksanaan yang Disesuaikan Nilai wajar dari jasa yang belum diberikan per

karyawan: Rp.1.200

Nilai wajar dari jasa yang belum diberikan

per opsi: (Rp.1.200÷1.000) Rp.1,20 Total harga pelaksanaan opsi saham:

(Rp.15,00 + Rp.1,20) Rp.16,20

(9)

12 34 56 78 109 1211 1314 1516 1718 1920 2122 2324 2526 2728 2930 3132 3334 3536 3738

CONTOH 7

OBLIGASI YANG DAPAT DIKONVERSIKAN*

Referensi: PSAK 56 paragraf 33, 34, 36 dan 50 Laba yang dapat diatribusikan pada

pemegang saham biasa entitas induk Rp.1.004

Saham biasa yang beredar 1.000

Laba per saham dasar Rp.1,00

Obligasi yang dapat dikonversikan 100 Setiap 10 obligasi dikonversi menjadi

tiga saham biasa

Beban bunga untuk tahun berjalan terkait dengan komponen liabilitas dari obigasi

yang dapat dikonversikan Rp.10

Pajak kini dan tangguhan yang terkait

dengan beban bunga Rp.4

Catatan: beban bunga termasuk amortisasi diskonto yang timbul dari pengakuan awal komponen liabilitas

(Lihat PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan:

Penyajian)

Laba disesuaikan yang dapat

diatribusikan kepada pemegang saham Rp.1.004 + Rp.10 biasa entitas induk -Rp.4 = Rp.1.010 Jumlah saham biasa hasil konversi

obligasi 30 Jumlah saham biasa yang digunakan

untuk menghitung laba per saham

dilusian 1.000 + 30 = 1.030

Laba per saham dilusian Rp.1.010 = Rp.0,98

1.030

* Contoh ini tidak mengilustrasikan pengklasifikasian komponen instrumen keuangan yang dapat dikonversikan sebagai liabilitas dan ekuitas atau pengklasifikasian bunga dan dividen yang terkait sebagai beban dan ekuitas sebagaimana diatur dalam PSAK 50.

Referensi

Dokumen terkait

Domain Instrumen: Tipe data variabel karakter, panjang 15 Domain Grade: Tipe data variabel karakter, panjang 5 Domain LamaTahun: Tipe data numerik, panjang 2.. Domain

1) Penentuan parameter untuk kriteria penurunan nilai ini, diperlukan standar lebih jauh, sehingga dapat dihitung secara statistik penurunan nilai yang tepat dan terus

Pada pengolahan citra secara automatis, hasil gambar dari webcam akan diubah menjadi derajat keabuan, selanjutnya gambar tersebut diubah menjadi citra hitam

Metode ini diperlukan juga untuk mengetahui sejauh mana Hakim di Pengadilan Bantul memberikan putusan yang baik dalam menaggulangi tindak pidana perdagangan satwa

Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus akan

Berdasarkan peristiwa-peristiwa tertentu atau perhitungan, mereka mungkin memutuskan un- tuk membeli mata uang dengan harapan bahwa yang terakhir akan naik nilainya dan mereka

Pada hari ini, Minggu, 28 Desember 2014, GI. Linda Mega akan melayani di Gereja Kehidupan Rohani - Gedong. Bagi Jemaat yang membutuhkan pelayanan dapat menghubungi hamba Tuhan atau

Pada hari ini, Minggu, 12 April 2015, setelah Kebaktian Umum I dan II, Saudara/i diundang ikut serta dalam persekutuan tea - time untuk kita lebih saling mengenal dan bersekutu