Laporan ini berisi tentang progress dari Tugas Akhir yang telah penulis kerjakan sejak bulan Juli – Desember 2005. Laporan ini berisi mengenai perancangan sebuah studio IMAX di Surabaya. Konsep dan progress yang bersangkutan dengan Tugas Akhir ini akan dijelaskan di depan mulai dari : latar belakang, manfaat, tujuan, criteria pemilihan dan terpilihnya lokasi tapak, sirkulasi dan pencapaian, pengaruh lingkungan sekitar terhadap tapak, pengaruh perancangan tapak terhadap lingkungan sekitar, konsep urban, zoning, konsep awal perancangan sampai pada analisa pendalaman perancangan di bidang sains lingkungan akan dijelaskan di dalam laporan ini. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan mentor, tim penguji dan mahasiswa / mahasiswi yang lain untuk mengerti tentang proyek Tugas Akhir yang telah dibuat oleh penulis mulai dari tahap awal hingga tahap akhir perancangan proyek.
1.1. Pengenalan Judul
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai proyek studio IMAX di Surabaya, perlu ditinjau terlebih dahulu poin-poin yang ada.
1.1.1. Pengertian Judul
Usulan judul yang diajukan untuk proyek ini adalah “Studio IMAX di Surabaya” yang memiliki definisi:
• Studio:
Ruang tempat menyiarkan acara-acara radio;
Ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang potret, dsb);
Tempat membuat film (untuk bioskop).
• IMAX :
Merupakan salah satu format film yang ada seperti jenis-jenis yang banyak dikenal seperti format VCD, DVD, dll. Format film ini memberikan ketajaman gambar , kejernihan suara, suasana serta emosi yang lebih
proyektor, film, perangkat mesin audio penghasil suara, dan perangkat audio.
Sehingga saat menonton film dengan format IMAX ini, akan didapatkan pengalaman menonton film yang sensasional, yang akan membawa penontonnya ke dalam atmosfer film yang sedang ditonton.
Kelebihan dari film IMAX adalah :
• Penonton dapat menyaksikan kualitas gambar yang lebih jelas pada layar proyeksi raksasa.
• Penonton dapat mendengarkan suara digital surround berkekuatan 12.000Watt dengan 6 saluran suara khas IMAX berkekuatan 30.000Watt.
• Penonton akan merasakan keterlibatan secara total pada film yang diputar.
• Penonton akan mendapatkan pengalaman fantastis dalam menonton film yang tidak biasa didapatkan di bioskop-bioskop biasa.
Kamera yang digunakan untuk membuat sebuah film dengan format IMAX didesain khusus untuk mengambil gambar dengan film 70mm dan 15 perforasi (15/70mm). Berat dari kamera itu sendiri mencapai 42-100pounds (setara dengan 19-45,4 kg). Kamera ini sangat kuat, dan bisa digunakan di segala tempat. Bisa di luar angkasa, sampai ke dasar lautan, puncak gunung Everest, dan sekeliling dunia. Kamera IMAX yang sangat luar biasa ini, dapat dilihat pada Gambar 1.1.
Kekuatan suara yang ditampilkan bukan melalui volume suaranya, tetapi dari kekuatannya (power), yang memungkinkan para penonton untuk dapat mendengarkan suara di dalam ruang studio seperti suara yang sebenarnya pada dunia nyata, dengan 6 speaker cluster dan sebuah unit sub-bass, yang dimanufaktur oleh perusahaan SONICS Associates Inc., sebuah anak cabang dari perusahaan IMAX Corporation, yang merupakan ahli dunia mengenai masalah
desain sistem suara dan instalasinya. Sistem loudspeaker SONICS Proportional Point Source, khusus di desain untuk kepentingan penggunaan pemutaran film
IMAX, memproduksi volume dan kualitas suara yang mampu memenuhi seluruh isi ruangan studio IMAX (seperti terlihat pada Gambar 1.1.). Hal inilah yang menyebabkan para penonton dapat mengalami pengalaman menonton sebuah film dengan kualitas suara yang super, dimanapun penonton duduk (entah duduk di bagian depan, belakang, tengah, atau dimanapun penonton itu duduk).
Gambar 1.1. Kamera dan Perangkat Audio IMAX Sumber : IMAX Corporation, 20 Juni 2005. http://www.imax.com
Film yang digunakan untuk pembuatan film IMAX berukuran 70mm
dengan 15 perforasi (biasa ditulis dengan 15/70mm). Orientasi filmnya horizontal, tidak seperti kebanyakan film lain yang biasa digunakan (orientasinya vertikal).
Perbandingan antara film IMAX dengan film biasa dan film yang digunakan dalam film bioskop dapat dilihat pada Gambar 1.2.). Memiliki luas area permukaan 5,5 feet kuadrat (setara dengan 0,5 m kuadrat). Material filmnya terbuat dari kodak
ESTAR yang konon karena kuatnya dikatakan sampai mampu untuk menyeret sebuah mobil.
Film IMAX ini diputar dengan kecepatan 24frame/detik, melewati mesin
proyektor dengan kecepatan 330feet/menit (setara dengan 5,5feet/detik, 167,64cm/detik). Format film IMAX 2D 40menit memiliki 57.000 frame film, yang apabila roll film itu dibentangkan panjangnya bisa mencapai 2,5miles = 4km.
Proyektor yang digunakan dalam IMAX adalah penemuan paling canggih dan paling mutakhir yang pernah dibuat. Teknologi yang mendukungnya adalah teknologi Rolling Loop-nya yang memastikan terputarnya roll film dengan cepat, dan focusnya tenang tak bergerak agar dapat menyajikan gambar yang terbesar, tertajam, terbersih yang pernah ada yang dapat dibayangkan.
Gambar 1.2. Perbandingan Film IMAX dengan Film Lainnya Sumber : IMAX Corporation, 20 Juni 2005. http://www.imax.com
Nyala lampu yang keluar dari proyektor IMAX ini berkisar mulai dari 15.000Watt, sangat terang, sehingga apabila satu proyektor diproyeksikan / dioperasikan di bulan, maka orang-orang di bumi akan dapat melihatnya dengan mata telanjang.
Proyektor IMAX adalah proyektor yang memiliki tingkat presisi (ketepatan) yang tertinggi dan yang paling bertenaga yang pernah ada. Kunci utama dari performa dan kemampuannya yang super adalah teknologi Rolling Loop. Dengan Rolling Loop, membuat film bisa bergerak secara horizontal dengan
mulus, bergerak seperti ombak. Setiap frame terpasang pada pin-pin yang kokoh, dan film-filmnya ditahan dengan tepat pada posisi yang saling berlawanan dengan bagian elemen dari lensanya oleh sebuah vaccum. Sistem transmisinya memiliki 68% shutter (bukaan diafragma) dan 3x lebih terang daripada sistem transmisi biasa yang bukaan diafragmanya hanya 50%. Hasilnya, gambar dan stabilitas fokus yang jauh bedanya apabila dibandingkan dengan film 35mm konvensional .
Film IMAX diproyeksikan oleh plat yang besar, beratnya mencapai 50 pounds (setara dengan 22,67kg) yang terbuat dari magnesium solid. Tebalnya
1/4inch (setara dengan 0,635cm), dan diameternya 4,5feet (setara dengan 137,16cm). Plat-plat itu bekerja secara seimbang dan harmonis sehingga dapat mensupport lebih dari 1jam pemutaran film yang berat filmnya sendiri bisa
mencapai 400pounds (setara dengan 181,437kg). Terdapat 5 plat yang dioperasikan dari sebuah unit rel yang terpisah dari mesin proyektor. Untuk memproyeksikan sebuah film IMAX 3D, digunakan 4 plat yang dipakai secara simultan. Perangkat mesin proyektor IMAX ini dapat dilihat pada Gambar 1.3.
Setiap presentasi tentang studio IMAX yang terjadi pada gedung teater IMAX, para tamu biasanya diarahkan menuju ke lantai 3 dari gedung IMAX dimana mereka dapat melihat behind the scene (belakang layar) dari keseluruhan sistem pengoperasian proyeksi. Ruang proyektor itu sendiri memiliki dinding yang transparan (berupa jendela dari permukaan lantai sampai ke plafon) yang memungkinkan para pengunjung untuk dapat melihat pengoperasian proyektor dan bagaimana mengisi film ke dalam mesin proyektor ( skema sistematika ruang proyeksi IMAX dapat dilihat pada Gambar 1.3.).
Gambar 1.3. Mesin Proyektor IMAX dan Sistematika Proyeksinya Sumber : IMAX Corporation, 20 Juni 2005. http://www.imax.com
Layar IMAX berukuran raksasa. Besarnya bisa mencapai 4500 kali lebih besar daripada ukuran rata-rata layar TV biasa. Karena terlalu besarnya, dikatakan layar IMAX ini dapat memuat ukuran sebuah ikan paus dalam ukuran yang sebenarnya (real size). Tingginya bisa mencapai 25m (80 feet, setara dengan 8 lantai), dengan lebar mencapai 16m (52 feet, setara dengan 6 lantai), dengan kurva ramping yang membentang di sepanjang bentukan geometrik yang melapang.
Spesifikasi dan perbandingan layar IMAX dengan layar proyeksi lainnya dapat dilihat pada Gambar 1.4. Layarnya berbentuk melebar dan meninggi memenuhi jangkauan penglihatan mata manusia, sehingga akan membuat penonton merasa seperti benar-benar berada di dalam film. Layar IMAX dicat dengan warna silver untuk memaksimalkan jumlah cahaya yang direfleksikan dengan baik pada penonton.
Gambar 1.4. Perbandingan Layar Proyeksi IMAX dengan Layar Proyeksi Lainnya Sumber : Nortel Networks, 20 Juni 2005. http://www.thetech.com
• Di :
Kata depan yang menandai / menunjuk tempat, pada, preposisi.
• Surabaya :
Salah satu kota di Jawa Timur, kota terbesar kedua di Indonesia, terkenal dengan sebutan kota Pahlawan, yang menjadi ibukota Propinsi Jawa Timur, yang juga menjadi pusat bisnis, perdagangan, perindustrian, pariwisata, hiburan dan lain-lain. juga menjadi pusat bisnis, perdagangan, perindustrian, pariwisata, hiburan dan lain-lain.
Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “Studio IMAX di Surabaya” memiliki arti :
Suatu tempat yang memutarkan film dengan format IMAX yang memiliki ketajaman gambar, kejernihan suara, suasana serta emosi yang lebih mendalam apabila dibandingkan dengan film berformat VCD, DVD, atau bioskop biasa yang berada di kota Surabaya. Namun pada pelaksanaannya, agar proyek ini dapat berhasil, perlu digabung dengan adanya fasilitas pendukung berupa studio- studio bioskop yang dapat membantu peredaran film-film yang ada di Indonesia serta adanya beberapa fasilitas penunjang seperti café, toko-toko, dll.
1.1.2. Batasan Judul
Proyek perancangan sebuah studio IMAX ini memiliki kriteria atau batasan sebagai berikut :
• Merupakan suatu studio yang memutar berbagai jenis film yang memakai format IMAX, mulai dari film yang murni berisi hiburan, maupun film yang
tak hanya menghibur namun juga memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada para penontonnya.
• Studio IMAX ini dibentuk berdasarkan oleh standard organisasi perfilman IMAX, yang kemudian dikembangkan dan dilengkapi dengan teknologi dan fasilitas modern yang disesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini.
• Studio IMAX ini dilengkapi dengan fasilitas utama yaitu menyediakan suatu tontonan film dengan kemasan format IMAX, serta didukung dengan fasilitas penunjang seperti adanya sebuah ruang galeri pamer yang memberikan informasi yang lengkap, tepat, dan akurat tentang segala sesuatu mengenai IMAX, pembuatannya, proses, dan pendistribusiannya sampai kepada mata para masyarakat. Didalamnya terdapat pula sebuah ruang tunggu yang mampu menampung penonton yang menanti waktu penayangan, dengan beberapa baliho / poster yang memasang iklan film yang sedang maupun yang akan diputar.
1.2. Latar Belakang
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, yang juga merupakan ibukota dari propinsi Jawa Timur, yang didalamnya terjadi berbagai macam aktivitas usaha dan kegiatan seperti perdagangan, perindustrian, perekonomian, pendidikan, pariwisata, dan masih banyak lagi macam dan ragam kegiatan masyarakatnya. Sebagai akibat dari ramainya kegiatan dan tingkat persaingan yang terjadi, tak jarang menimbulkan banyak sekali keletihan dan kelelahan pada fisik dan mental pada masyarakatnya yang bisa berakibat buruk pada pola kehidupan masyarakatnya, yang akan berdampak buruk terhadap kehidupan masa depan suatu daerah pada khususnya dan suatu negara pada umumnya. Oleh karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana hiburan yang memadai yang dapat memberikan penyegaran kembali pada fisik maupun mentalnya, sehingga resiko akan terjadinya kelelahan dan keletihan manusia tersebut dapat diminimalisir.
Salah satu pilihan yang dapat ditawarkan adalah sarana hiburan melalui media film. Di Surabaya sendiri, telah banyak sekali didapati beberapa alternatif yang dapat memberikan penghiburan melalui media film. Seperti misalnya banyak
biasa. Bahkan masih banyak sekali masyarakat yang masih sangat awam dan asing sekali dengan istilah ‘IMAX’ meskipun di Jakarta telah hadir terlebih dahulu sebuah tempat yang memutar film dengan format IMAX yaitu di TMII (Taman Mini Indonesia Indah).
Di Surabaya banyak sekali terdapat fasilitas pendidikan baik formal (sekolah, universitas) maupun non formal (kursus, les) yang berkualitas dan telah menggunakan teknologi terkini dalam membantu proses belajar mengajar agar bahan materi pembelajaran yang disampaikan dapat diserap dengan lebih mudah dan lebih baik. Namun belum ada satu pun fasilitas pendidikan (baik yang formal maupun non-formal) yang dalam proses kegiatan belajar mengajarnya melibatkan film IMAX dalam mempermudah masuknya sistem informasi pendidikan dan pengetahuan. Dengan melibatkan IMAX dalam dunia pendidikan, dapat mempermudah masuknya sumber informasi berupa pendidikan kepada para penontonnya, karena didukung dengan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh film IMAX sendiri yang dapat menggugah emosi penontonnya melalui kolaborasi yang nyaris sempurna antara perpaduan kamera, film, mesin proyektor, layer proyektor, dan sistem audionya. Sehingga sumber informasi yang diputar melalui studio IMAX dapat lebih mudah ditangkap, dicerna, dan diingat oleh para penontonnya.
Sebagai pusat hiburan sekaligus pengetahuan, Studio IMAX ini adalah sebagai suatu proyek yang berorientasi pada komersial, bisnis, teknologi dan pendidikan. Sehingga di dalam pemilihan lokasi proyek, haruslah sangat memperhatikan lokasi dimana proyek ini akan didirikan. Adapun area kota Surabaya yang sudah direncanakan oleh pemerintah kota untuk masa mendatang bahwa area CBD (Central Business District) menjadi pusat bisnis dan bersifat
komersial untuk melayani kota Surabaya pada umumnya dan area CBD yang saat ini sedang berkembang adalah daerah Surabaya Barat. Pada daerah ini juga terdapat beberapa lokasi yang menjadi fasilitas sarana pendidikan yang memiliki hubungan yang erat dengan keberadaan Studio IMAX ini sehingga akan sangat strategis apabila pilihan lokasi adalah daerah Surabaya Barat.
Selain itu, seiring dengan berkembangnya dunia perfilman Indonesia saat ini yang banyak ditandai dengan munculnya film-film baru yang cukup berkualitas, keberadaan Studio IMAX ini dapat sangat membantu perputaran peredaran film-film bioskop. Didukung dengan tingginya animo masyarakat terhadap dunia perfilman saat ini, menjadikan kawasan yang direncanakan akan menjadi suatu elemen pelengkap yang akan semakin menambah nilai lebih bagi kota Surabaya itu sendiri dan juga bagi perkembangan dunia perfilman yang ada di Indonesia pada umumnya.
1.3. Rumusan Masalah
Dalam merancang sebuah studio IMAX di Surabaya ini, ada beberapa pokok permasalahan yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana :
• Sistem operasional, kerja sama, kinerja dari keseluruhan perangkat pendukung keberadaan IMAX.
• Pengaturan komposisi ruang, mengingat ketinggian tiap-tiap ruangan berbeda.
• Pengaturan peletakan hubungan antara studio IMAX dengan studio bioskop serta hubungannya dengan fasilitas pendukung lainnya agar tercipta suatu pola sirkulasi yang nyaman dan terkoordinir dengan baik agar tidak terjadi penumpukan pengunjung pada salah satu area saja dan sepi pengunjung pada area lainnya (pemerataan pengunjung pada setiap sudut tapak).
• Pengaturan pola sirkulasi di dalam gedung, agar aktivitas studio dan aktivitas administrasi dapat berjalan dengan baik.
• Pengaturan ruang-ruang teknis dan ruang-ruang administrasi agar sirkulasi antara pengunjung dan pengurus dapat berjalan masing-masing dengan baik agar saling tidak mengganggu.
• Sistem penataan akustik pada ruang studio IMAX dan studio bioskop agar didapat hasil yang maksimal.
1.4.1. Tujuan dan manfaat utama dari perancangan ini adalah :
• Studio IMAX Surabaya menjadi pusat hiburan dunia perfilman dengan adanya pemutaran IMAX, pemutaran bioskop.
• Menyediakan wadah hiburan bagi masyarakat Surabaya untuk dapat menikmati film dengan kepuasan yang lebih.
• Menjadi pelengkap fasilitas dan sarana-prasarana hiburan serta pendidikan di Surabaya.
1.4.2. Tujuan dan manfaat secara umum dari perancangan ini adalah :
• Memenuhi dan menunjang fasilitas hiburan di Surabaya.
• Memperkenalkan dan mempopulerkan film dengan format IMAX di Surabaya.
• Menjadi salah satu pusat rekreasi dan pendidikan di Surabaya.
• Menjadi icon dari kota Surabaya.
1.4.3. Tujuan dan manfaat perancangan bagi instansi pemerintah :
• Pengembangan kota Surabaya bagian Barat sebagai CBD.
• Pendapatan atau Devisa negara dan sekaligus peningkatan tingkat hiburan dan pendidikan di Surabaya.
• Menambah lapangan pekerjaan, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
• Meningkatkan pendapatan negara, melalui pajak.
1.4.4. Tujuan dan manfaat perancangan bagi lingkungan :
• Pusat hiburan dan pendidikan bagi masyarakat umum.
1.4.5. Tujuan dan manfaat perancangan bagi masyarakat :
• Pusat hiburan dan pendidikan terutama dari dunia perfilman.
• Tempat menyalurkan hobi nonton film.
• Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kota Surabaya.
• Tempat rekreasi dan pendidikan di Surabaya pada khususnya, dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya.
1.5. Metodologi Penelitian
Metode pengumpulan data dibedakan atas metode pengumpulan data primer dan metode pengumpulan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya; diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Menurut Drs. Marzuki, adapun manfaat dari penggunaan data primer ini adalah : langsung bersangkutan dengan penelitian, tidak ada resiko kadaluwarsa, peneliti mengetahui kualitas metode yang dipakainya (Metodologi Riset, 2000, hal.55-57). Pengumpulan data ini dapat dilakukan melalui :
• Metode observasi
Metode yang dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena tentang hal yang diselidiki.
• Kepustakaan
Sumber informasi / data ini didapat dari beberapa literatur yang berkaitan tema dengan pokok permasalahan dalam hal keberadaan studio IMAX.
• Media massa
Melalui media seperti internet, majalah, surat kabar dan artikel-artikel inilah informasi / data dapat diperoleh secara kongkrit dan realistis.
Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber luar misalnya dari biro-biro statistic, majalah, internet, dan keterangan-keterangan atau publikasi lainnya.
1.6. Sasaran, Lingkup dan Batasan Perancangan
1.6.1. Sasaran Perancangan
Sasaran dari perancangan yang hendak dicapai adalah :
1.6.2. Lingkup Perancangan
Sedangkan lingkup dari perancangannya terbagi menjadi 2 yaitu :
1.6.1.1. Secara Umum
Merencanakan dan merancang suatu IMAX Studio di Surabaya, ditinjau dari aspek-aspek : site planning, building design, struktur dan utilitas.
1.6.2.2. Secara Khusus
Lingkup perencanaan serta perancangan dilakukan hanya dalam sebatas pada masalah-masalah yang menyangkut arsitektur. Apabila terdapat hal-hal diluar disiplin ilmu arsitektur yang mendasar, maka permasalahan akan dipecahkan dengan menggunakan logika dan asumsi yang kualitatif dan kuantitatif, tanpa perlu adanya pembuktian permasalahan yang ada.
1.6.3. Batasan Perancangan
Mengingat luasnya permasalahan yang berhubungan dengan perihal dunia perfilman terkhusus masalah studio IMAX, maka pembahasan proyek ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :
• Bangunan direncanakan akan difungsikan sebagai salah satu tempat pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, hiburan dan pendidikan terkhusus pada bidang perfilman.
• Fasilitas ruangan yang tersedia di dalam gedung adalah fasilitas ruangan yang berhubungan dengan peralatan audio visual dan peralatan teknis lainnya.
• Untuk masalah administrasi dari IMAX Studio ini, sebaiknya dipisahkan berdasarkan penzoningan yang sesuai agar dapat terjadi suatu arus hubungan yang tidak saling mengganggu, bahkan saling menunjang antara pengunjung dengan pengurus.