35 A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Jenis penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk membuat dan menguji keefektifan produk tersebut.36 Hasil kajian dari penelitian lapangan mengenai jenis-jenis famili Arecaceae yang kemudian hasil penelitian akan digunakan sebagai penunjang mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi dalam bentuk Buku Saku dimana nantinya akan diuji kelayakannya dengan menggunakan Evaluasi Formatif Tessmer (1998) dengan tahapan pengembangan meliputi; tahap (1) evaluasi diri (self evaluation); (2) uji pakar (expert review), dan (3) uji perorangan (one-to-one). Tetapi pada penelitian ini, tahap uji hanya dilakukan melalui 2 tahap saja, yaitu tahap evaluasi diri (self evaluation) dan uji pakar (expert review).
Prosedur pengembangan produk buku saku dilakukan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE dibatasi sampai pada tahap pengembangan (development) dan dilanjutkan dengan tes Tessmer Formative Evaluation digunakan dalam model penelitian dan pengembangan
(Research and Development) untuk menguji kelayakan buku saku hasil produk pada penelitian ini. Terdapat lima tahapan dalam model pengembangan ADDIE
36 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan (R&D. Bandung: Alfabeta, 2019, hal. 297.
yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Pada penelitian ini pengembangan produk dibatasi pada tahap development atau pengembangan, sehingga tahapan yang dilakukan yaitu: analisis (Analysis), perancangan (Design) dan pengembangan (Development).
1. Tahap Analisis (Analysis) a. Analisis Kebutuhan
Berdasarkan temuan analisis kebutuhan oleh peneliti, mahasiswa belum banyak menggunakan bahan ajar berukuran kecil dan mudah dibawa sebelum pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya alat belajar yang bermanfaat dan praktis berupa buku saku, materi yang cukup singkat tentang jenis-jenis famili Arecaceaec di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin dapat menunjang pembelajaran mata kuliah teori ataupun praktik. Hal ini sesuai dengan rencana pembelajaran semester (RPS) botani tumbuhan tinggi dari salah satu aspek pengetahuan yaitu agar memiliki kesadaran pentingnya memahami jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitarnya dan mengetahui pemanfaatan tumbuhan tersebut sehingga timbul rasa peduli untuk melestarikannya.
b. Analisis Praktikum
Analisis yang dilakukan peneliti mengungkapkan bahwa tidak banyak famili Arecaceae yang diketahui jenis-jenisnya selama pembelajaran praktikum botani tumbuhan tinggi di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin. Hal ini dikarenakan hanya 1 spesies saja dari famili Arecaceae yang diamati pada mata kuliah botani tumbuhan tinggi,
baik itu teori maupun praktikum. Penelitian yang dilakukan selaras dengan rencana pembelajaran semester (RPS) praktikum botani tumbuhan tinggi pada poin aspek pengetahuan yaitu agar agar memiliki kesadaran pentingnya memahami jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitarnya dan mengetahui pemanfaatan tumbuhan tersebut sehingga timbul rasa peduli untuk melestarikannya.
2. Tahap Perancangan (Design)
Perancangan produk akhir berupa buku saku sebagai pendukung tambahan untuk pembelajaran mata kuliah botani tumbuhan tinggi.
Perancangan yang dikakukan adalah merancang sampul buku saku, isi buku saku, penutup buku saku, instumen validasi ahli media, instrumen validasi ahli materi dan bahasa.
3. Tahap Pengembangan (Development)
Tahap pengembangan merupakan tahap validasi produk yang dihasilkan. Pengembanagan produk buku saku ini dilaksanakan setelah selesainya tahap perancangan dan analisis. Selama tahap ini, buku saku akan di uji validitasnya menggunakan Evaluasi Formatif Tessmer yang dibatasi sampai tahap evaluasi diri (self evaluation) dan uji pakar (expert review).37
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif.
Pendekatan kualitatif merupakan hasil identifikasi morfologi dan taksonomi yang dideskripsikan berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan. Sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan untuk perhitungan nilai validasi yang
37 Sugiyono, Metode Penelitian & Pengembangan Research and Development, Bandung:
Alfabeta, 2017, hal. 38.
kemudian dianalisis untuk dideskripsikan hasil validasinya. Pengumpulan data dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin dengan teknik pengambilan data dengan metode jelajah. Hal ini dikarenakan data yang diambil spesifik pada jenis famili Arecaceae yang tersebar di berbagai tempat yang ada di UIN Antasari Banjarmasin. Sehingga pengambilan data dengan cara jelajah dirasa paling efektif.
Metode jelajah (cruise methods) digunakan karena tidak semua kawasan ini ditumbuhi tumbuhan famili Arecaceae, jelajah merupakan metode yang melibatkan penjelajahan langsung pada kawasan dan mencatat hasil jenis-jenis tumbuhan famili Arecaceae yang ditemukan.38
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin.
Waktu penelitian yaitu pada bulan Desember 2020-Desember 2022. Kegiatan tersebut meliputi pelaksanaan seminar proposal, persiapan (survei lokasi dan pengumpulan instrumen penelitian), pelaksanaan penelitian (pengumpulan data di lapangan), analisis data penelitian dan penyusunan buku saku.
38 Rinda Anggelia Tejawati, “Inventarisasi Tumbuhan Paku Epifit Di Kawasan Astana Giribangun Desa Karangbangun Dan Astana Mengadeg Desa Girilayu Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar”, dalam Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2017, hal. 4.
Tabel 3.1. Jadwal Penelitian No Item
Bulan
Des’2020 Okt’2021 Nov’2021 Des’2021 Okt’2022 Nov’2022
1 Seminar
proposal
2
Survei lokasi
&
pengumpulan instrumen penelitian
3
Pengumpulan data di lapangan
4 Analisis data
penelitian
5 Penyusunan
buku saku
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis tumbuhan famili Arecaceae yang terdapat di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin. Sampel penelitian adalah semua jenis-jenis famili Arecaceae yang ditemukan di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin yang dilakukan secara jelajah. Sampel penelitian diupayakan berupa bagian akar, batang, daun, bunga, dan buah.
D. Data dan Sumber Data (Primer dan Sekunder)
Data primer dan data sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data primer adalah informasi yang dikumpulkan dari suatu objek yang telah diteliti oleh peneliti. Pada penelitian ini data primernya adalah data yang ditemukan langsung oleh peneliti di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin berupa jenis-
jenis famili Arecaceae berdasarkan ciri morfologi dan taksonomi serta parameter lingkungan yang ditemukan di lapangan. Parameter lingkungan yang dilakukan adalah mengukur suhu udara, kelembaban tanah, kelembaban udara, intensitas cahaya dan pH tanah.
Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang sudah ada sebelumnya atau biasanya terdapat pada penelitian terdahulu.
Pada penelitian ini data sekundernya adalah dokumentasi berupa foto bagian tumbuhan palem, peta lokasi penelitian, kajian pustaka, buku serta referensi penunjang lainnya.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin dengan teknik pengambilan data dengan metode jelajah. Hal ini dikarenakan data yang diambil spesifik pada jenis famili Arecaceae yang tersebar di berbagai tempat yang ada di UIN Antasari Banjarmasin. Sehingga pengambilan data dengan cara jelajah dirasa paling efektif.
Metode jelajah (cruise methods) digunakan karena tidak semua kawasan ini ditumbuhi tumbuhan famili Arecaceae, jelajah merupakan metode yang melibatkan penjelajahan langsung pada kawasan dan mencatat hasil jenis-jenis tumbuhan famili Arecaceae yang ditemukan.39
39 Ibid, hal. 4.
Tabel 3.2. Matrik Data
No Data Sumber Data
Teknik Pengumpulan
Data 1
Morfologi famili Arecaceae
Tumbuhan famili Arecaceae yang terdapat di wilayah UIN
Antasari Banjarmasin
Observasi &
dokumentasi 2
Parameter lingkungan
3 lokasi pengambilan data faktor lingkungan yaitu taman
hijau, Apung FTK & depan mesjid kampus. Parameter
lingkungan yang diambil adalah suhu udara, kelembaban tanah, kelembaban udara, intensitas
cahaya dan pH tanah.
Observasi &
dokumentasi
3 Validasi buku
saku Validator Angket
F. Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data 1. Teknik Pengolahan Data
Jenis tumbuhan famili Arecaceae yang ditemukan diidentifikasi dengan menggunakan referensi dari buku Tjitrosoepomo (2013 & 2016), Steenis (2013) dan referensi lain yang relevan, serta menggunakan bantuan aplikasi PlantNet dan Plantamor dalam menentukan taksonomi ataupun morfologi dari tanaman famili Arecaceae yang ditemukan. Hasil penelitian akan digunakan sebagai penunjang mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi dalam bentuk Buku Saku dimana nantinya akan diuji kelayakannya dengan menggunakan Evaluasi Formatif Tessmer (1998) dengan tahap-tahap pengembangan meliputi; tahap (1) evaluasi diri (self evaluation); (2) uji pakar (expert review), dan (3) uji perorangan (one-to-one). Tetapi pada
penelitian ini, tahap uji hanya dilakukan melalui 2 tahap saja, yaitu tahap evaluasi diri (self evaluation) dan uji pakar (expert review).
a. Evaluasi Diri (self evaluation)
Evaluasi diri dilakukan dengan mengamati rencana pembelajaran semester (RPS) dan bahan ajar. Peneliti pada tahap evaluasi diri mengidentifikasi permasalahan di Program Studi Tadris Biologi UIN Antasari Banjarmasin yang akan dijadikan sebagai acuan pembuatan buku saku untuk pembelajaran botani tumbuhan tinggi.
Buku saku dalam penyusunannya mengikuti sistematika penulisan Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2020, yaitu: 1) Pendahuluan; berisi tentang cover, halaman editorial, Disklaimer, daftar isi dan kata sambutan atau pengantar. 2) Bagian isi;
berisi tentang uraian materi yang akan disajikan dalam buku saku. 3) Penutup; berisi tentang kesimpulan dan lampiran-lampiran.40
Selanjutnya draft Buku Saku Famili Arecaceae di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin tersebut direvisi sesuai dengan rekomendasi dan masukan pembimbing.
40Dharmono, 2020, Metode Evaluasi Formatif Tesmer-Keanekaragaman. Disampaikan pada WORKSHOP METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN BIOLOGI. 17 Maret 2020.
b. Uji Pakar (Expert Review)
Pada tahap ini peneliti melakukan uji validitas kepada 3 orang validator. Hasil uji validitas akan menunjukkan hasil pengukuran yang menggambarkan beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi kelayakan isi dan penyajian yang akan divalidasi oleh para validator.
1) Memvalidasi buku saku kepada validator yang terdiri atas pembimbing 1 dan pembimbing 2 dan 1 dosen sebagai validator ahli materi dan validator ahli media guna pemeriksaan aspek;
pembuatan, penulisan dan pemilihan isi buku saku.
2) Jika buku saku tidak valid, lakukan perbaikan. Revisi produk secara berulang-ulang dimungkinkan sampai buku ilmiah tersebut dianggap layak (valid atau sangat valid) untuk digunakan sebagai sumber belajar.
3) Data validitas buku saku yang dikembangkan dikumpulkan selama langkah ini.
2. Analisis Data
Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan dengan mengidentifikasi jenis famili Arecaceae yang ditemukan berdasarkan Tjitrosoepomo (2016), Tjitrosoepomo (2013), Steenis (2013) dan referensi lain yang relevan.
Data hasil penelitian kemudian dikembangkan menjadi buku saku sebagai materi penunjang mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi. Adapun
analisis deskriptif kuantitatif dilakukan melalui analisis data buku saku dengan cara menghitung skor validitas dari hasil validasi ahli:
V = x 100%
Keterangan:
V : Validitas
TSe : Total skor validasi dari validator TSh : Total skor maksimal yang diharapkan
Hasil validitas yang diketahui persentasenya dapat dicocokkan dengan kriteria pada tabel 3.3.41
Tabel 3.3. Kriteria Validitas Berdasarkan Nilai
No Angka Kategori Validitas
1 85% - 100% Sangat Valid, bisa digunakan tanpa revisi 2 70% - < 85% Valid, bisa digunakan namun perlu revisi kecil 3 55% - < 70% Cukup Valid, disarankan tidak digunakan, perlu revisi besar 4 40% - < 55% Kurang Valid, belum bisa dipergunakan
5 < 40% Tidak Valid, Tidak bisa dipergunakan
41 Sa‟dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013, hal. 41.
TSe TSh
G. Prosedur Penelitian 1. Tahap Persiapan
a. Melakukan penjelajahan pada lokasi penelitian yang sesuai untuk pengambilan sampel tumbuhan famili Arecaceae di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin.
b. Membuat surat izin penelitian jika diperlukan
c. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Alat tulis 2) Kamera
3) Alat pengukur suhu dan kelembaban (Handphone) 4) Soil tester
5) Tabel klasifikasi jenis famili Arecaceae yang ditemukan dan tabel parameter lingkungan.
d. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh jenis famili Arecaceae yang ditemukan di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin.
2. Tahap Pelaksanaan
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan ini adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan wilayah pengambilan sampel di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin.
b. Melakukan pengamatan morfologi famili Arecaceae dengan teknik jelajah, seperti yang disajikan dalam lampiran. Letak titik menyesuaikan
dimana keberadaan masing-masing jenis di kawasan kampus yang terdapat tumbuhan famili Arecaceae.
c. Melakukan pengamatan terhadap morfologi jenis-jenis famili Arecaceae yang ditemukan berdasarkan tabel pengamatan yang dibuat.
d. Melakukan pengambilan foto jenis famili Arecaceae yang ditemukan untuk kepentingan dokumentasi morfologi tumbuhan.
e. Melakukan pengukuran parameter lingkungan 3 lokasi di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin yaitu disamping masjid kampus, apung fakultas tarbiyah dan taman hijau di depan rektorat. Parameter lingkungan yang di ukur adalah suhu udara, kelembaban tanah, kelembaban udara, intensitas cahaya dan pH tanah.
f. Membuat dokumentasi kegiatan-kegiatan lapangan.
g. Melakukan analisis data terhadap data yang terkumpul. Hasil dari pemeriksaan informasi ini akan digunakan sebagai salah satu referensi dalam menyiapkan bahan ajar buku saku.
3. Tahap Penyelesaian
a. Melakukan analisis data yang diperoleh berdasarkan pengamatan morfologi dan taksonomi yang ditemukan kemudian didokumentasikan jenis-jenis famili Arecaceae yang didapatkan. Hasil analisis kemudian akan dikembangkan menjadi produk berupa buku saku.
b. Buku saku kemudian diuji validitas menggunakan Evaluasi Formatif Tessmer (1998) dengan tahap-tahap pengembangan meliputi evaluasi
diri (self evaluation), uji pakar (expert review) dan juga memperhatikan segi penulisan, pembuatan dan pemilihan isi buku saku.
c. Membagikan lembar kuesioner/angket kepada validator.
d. Menghitung hasil validasi ahli materi dan media.
e. Melakukan pengukuran nilai validitas dengan mencocokkan kriteria penilaian presentase kevalidan buku saku.
f. Melakukan perbaikan sesuai saran dari 3 validator ahli materi dan media.
g. Menyajikan hasil data yang diperoleh ke dalam penelitian yang dilakukan.
h. Mendesain buku saku.