• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOK ASUS A SERIES : Survei Kepada Pemilik Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOK ASUS A SERIES : Survei Kepada Pemilik Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia."

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES

KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOKASUS A SERIES

(Survei Pada Pengguna Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS

A/K/X/N Series Community Indonesia)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat

Sarjana Manajemen Pada Program Studi Manajemen

Universitas Pendidikan Indonesia

Oleh

Oleh

Muhammad Alif Effendy

0809291

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES

KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOKASUS A SERIES

(Survei Pada Pengguna Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS

A/K/X/N Series Community Indonesia)

Oleh

Muhammad Alif Effendy

Skripsi yang Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Muhammad Alif Effendy 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

September 2013

Hak Cipta dilindungi undang – undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

SKRIPSI

PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES

KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOK ASUS A SERIES

(Survey Pada Pengguna Notebook ASUS A Series di Grup Facebook

ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia)

Muhammad Alif Effendy

0809291

Skripsi ini telah disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Hj. RatihHurriyati, M.Si. Ayu Krishna Yuliawati, S.Sos., MM. NIP. 19680225 199301 2 001 NIP. 19730725 200312 0 002

Mengetahui:

Ketua Program StudiManajemen

(4)

ABSTRAK

Muhammad Alif Effendy (0809291). Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Proses Keputusan Pembelian Notebook ASUS A Series (Survei Kepada Pemilik

Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community

Indonesia), dibawah bimbingan Hj. Ratih Hurriyati, M.Si. dan Ayu Krishna Yuliawati, S.Sos., MM. Berkembangnya inovasi teknologi saat ini mengakibatkan konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan notebook apa yang akan akan digunakan. Situasi ini mendorong terjadinya persaingan antar produsen, diantaranya adalah persaingan untuk mempengaruhi sikap konsumen, yang bertujuan untuk mempengaruhi proses keputusan pembelian notebook konsumen tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengaruh sikap konsumen terhadap proses keputusan pembelian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah pengguna

notebookASUS A Series yang berada di grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia sebanyak 243, yang setelah dilakukan perhitungan sampel,

didapat 111 responden. Teknik analisis menggunakan koefisien korelasi Pearson

Product Moment, dan analisis regresi linear berganda.Berdasarkan hasil

pengolahan data penelitian terindikasi bahwa sikap konsumen dan proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series berada di kategori sangat tinggi. Hasil perhitungan regresi linear berganda didapat R-square sebesar 65.5 % yang menunjukkan besarnya pengaruh sikap konsumen terhadap proses keputusan pembelian sebesar 65.5 % sedangkan sisanya 34.5 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Saran untuk penelitian berikutnya diharapkan untuk melakukan studi lebih mendalam dengan mempertimbangkan faktor diluar sikap konsumen yang juga turut mempengaruhi proses keputusan pembelian.

(5)

ABSTRACT

Muhammad Alif Effendy (0809291). Influence of Consumer Attitudes Towards ASUS A Series Notebook Buying Decision Process (Survey on ASUS A Series

Users in Facebook Group ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia), Under Guidance of Hj. Ratih Hurriyati, M.Si. andAyu Krishna Yuliawati, S.Sos.,

MM.The innovation of technology made consumers had many choices to select

which notebook he/she will use. These conditions encourage competition, which is to influence consumer attitudes that aim to influence the consumer buying decision process in notebook.This research was conducted to find out the outlook of consumer attitudes as well as their influence toward buying decision process. Method of this research were descriptive and verifications. The population on this research were ASUS A Series user of Facebook Group ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia by 243, with using the sampling formula, obtain a sample of 111 respondents. The analytical techniques used in this research were Pearson Product Moment Correlation, with multiple linear regression analysis. Based on the result of data processing research alleged that the consumer attitudes and buying decision process of ASUS A Series notebook at very high category. Multiple linear regression calculation results obtained an R-square is 65.5% which showed the consumer attitudes has an impact on buying decision process by 65.5 % while the remaining 34.5% affected by other factors that not examined by researchers. Suggest for the next research is more deeply studies considering other factor outside consumer attitudes that affect the buying decision process.

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xviii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah ... 9

1.2.2 Rumusan Masalah ... 11

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian ... 12

1.3.2 Kegunaan Penelitian ... 12

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Perilaku Konsumen 2.1.1.1 Pengertian Perilaku Konsumen ... 14

2.1.1.2 Model Perilaku Konsumen ... 15

2.1.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian ... 16

2.1.2 Sikap 2.1.2.1 Pengertian Sikap ... 20

(7)

2.1.2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Sikap ... 25

2.1.3 Proses Keputusan Pembelian 2.1.3.1 Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan Pembelian ... 26

2.1.3.2 Tipe-Tipe Keputusan Pembelian ... 33

2.1.4 Penelitian Terdahulu dan Teori Penghubung ... 36

2.2 Kerangka Pemikiran ... 38

2.3 Hipotesis ... 44

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 46

3.2 Metode Penelitian ... 47

3.3 Operasionalisasi Variabel ... 49

3.4 Validitas dan Reliabilitas ... 51

3.4.1 Uji Validitas ... 51

3.4.2 Uji Reliabilitas ... 54

3.5 Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ... 55

3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi ... 58

3.7.2 Sampel ... 59

3.7 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ... 60

3.7.1 Metode Suksesif Interval ... 61

3.7.1 Analisis Regresi Linear Sederhana ... 62

3.7.2 Uji Hipotesi ... 65

(8)

4.1.2 Analisis Bauran Pemasaran ASUS

4.1.2.1 Produk ASUS ... 70

4.1.2.2 Harga ASUS ... 72

4.1.2.3 Tempat Penjualan ASUS ... 73

4.1.2.4 Promosi ASUS ... 73

4.2 Karakteristik dan Pengalaman Responden ... 73

4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 74

4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Varian NotebookASUS A Series yang dimilliki ... 75

4.2.3 Pengalaman Responden Berdasarkan Alasan Menggunakan Notebook ASUS A Series ... 76

4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir ... 77

4.2.5 Karakteristik Repsonden Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 79

4.2.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan ... 80

4.3 Gambaran Sikap Konsumen dan Proses Keputusan Pembelian Notebook ASUS A Series 4.3.1 Gambaran Sikap Konsumen Notebook ASUS A Series ... 81

4.3.1.1 Aspek Kognitif Konsumen ... 82

4.3.1.2 Aspek Afektif Konsumen ... 87

4.3.1.3 Aspek Konatif Konsumen ... 94

4.3.1.4 Gambaran Sikap Konsumen ... 96

4.3.2 Gambaran Proses Keputusan Pembelian NotebookASUS A Series ... 99

4.3.2.1 Pengenalan Permasalahan ... 99

4.3.2.2 Pencarian Informasi ... 101

4.3.2.3 Evaluasi Alternatif ... 102

(9)

4.3.2.5 Evaluasi Pasca Pembelian ... 110

4.3.2.6 Gambaran Proses Keputusan Pembelian ... 113

4.4 Tabulasi Silang Antara Karakteristik dan Pengalaman Responden Dengan Sikap Konsumen dan Proses Keputusan Pembelian

4.4.1 Tabulasi SIlang Antara Perkerjaan Responden Dengan Sikap Konsumen ... 116

4.4.1.1 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Beliefs Terhadap Atribut-Objek ... 116

4.4.1.2 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Beliefs Terhadap Manfaat-Atribut... 119

4.4.1.3 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Beliefs Terhadap Manfaat-Objek ... 122

4.4.1.4 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Emosi Konsumen . 124

4.4.1.5 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kepuasan Konsumen ... 127

4.4.1.6 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kebosanan Konsumen ... 132

4.4.1.7 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Evaluasi Konsumen .... ... 136

4.4.1.8 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kecenderungan

Konsumen Untuk Berperilaku Signifikan ... 140

4.4.2 Tabulasi SIlang Antara Perkerjaan Responden Dengan Proses

Keputusan Pembelian ... 134

4.4.2.1 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kebutuhan Konsumen ... 145

4.4.2.2 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Sumber Informasi . 148

4.4.2.3 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Evaluasi Alternatif 151

4.4.2.4 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Pemilihan Merek .. 154

(10)

4.4.2.6 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Harga ... 158

4.4.2.7 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Promosi Iklan ... 160

4.4.2.8 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Bentuk Produk ... 163

4.4.2.9 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kepuasan Konsumen .. ... 164

4.4.2.10Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Keinginan Untuk Tetap Menggunakan ... 167

4.5 Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Proses Keputusan Pembelian Notebook ASUS A Series 4.5.1 Pengujian Asumsi Regresi 4.5.1.1 Uji Asumsi Normalitas ... 179

4.5.1.2Uji Asumsi Heterokedastisitas ... 180

4.5.1.3 Uji Asumsi Nonatuokorelasi ... 181

4.5.2 Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi ... 182

4.5.3 Pengujian Signifikansi ... 183

4.5.4 Pengujian Hipotesis ... 184

4.5.5 Model Persamaan Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Proses Keputusan pembelian ... 185

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian 4.6.1 Pembahasan Hasil Penelitian ... 185

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 189

5.2 Saran ... 190

DAFTAR PUSTAKA ... xix

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berkembangannya teknologi belakangan ini menyebabkan banyak

terjadinya inovasi teknologi. Semakin pesatnya teknologi membuat banyak

inovasi dalam interaksi sosial manusia, yang semakin lama semakin cepat

dan dekat. Setiap manusia ingin berhubungan, meski terdapat jarak yang

cukup jauh.

Adanya keinginan untuk berhubungan, baik secara langsung maupun

tidak langsung, mengakibatkan terjadinya inovasi teknologi, yang semakin

lama semakin harus menyesuaikan dengan keinginan masyarakat untuk terus

berhubungan, yang dimana keinginan setiap masyarakat tentunya berbeda.

Masa inovasi seperti sekarang ini dimana perubahan teknologi dan

arus informasi yang semakin maju dan cepat mendorong timbulnya laju

persaingan dalam dunia usaha. Banyaknya produk yang ditawarkan, maka

konsumen akan mulai melihat merek mana yang dapat memenuhi kebutuhan

dan keinginannya, baik kebutuhan umum maupun kebutuhan khususnya.

Produsen pun sekarang harus semakin pintar dalam memproduksi

barangnya. Inovasi diperlukan agar barang yang dibuat tidak sama dengan

produsen lain, diterima di pasaran dan biaya produksi yang dikeluarkan

rendah agar barang yang dibuat menjadi lebih murah dibanding pesaing,

(12)

Tabel 1.1

Data Pertumbuhan Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tahun 2010 - 2012

(Dalam Juta)

Data Penggunaan 2010 2011 2012

Total Populasi 121.16 123.24 123.57

Tingkat Penetrasi Pengguna

Internet 17 % 22.4 % 23.5 %

Sumber: dailysocial.net

Dari gambar diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2012 pengguna

internet 123.57 juta orang. Angka tersebut naik dibanding tahun 2011 yang

mencapai 123.24 juta jiwa. Selain itu, menurut data yang diolah, sekitar

56.38 juta jiwa mengakses internet dari notebook, notebook, tablet maupun

perangkat seluler. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia

sudah mulai menggunakan internet secara mobile. Pengguna internet yang

sehari-harinya menggunakan internet lebih dari tiga jam juga mengalami

peningkatan pesat pada tahun 2012 yang mencapai hampir dua kali lipat dari

tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan internet di

Indonesia semakin mudah dan murah. Selain itu, alat untuk menggunakan

internet, baik PC, Notebook, maupun gadget lainnya di masa kini sudah

sangat mudah sekali untuk dibeli, dikarenakan banyak produsen yang

berinovasi membuat perangkat yang murah tapi tidak murahan. Pembelian

pun dipermudah, sekarang pembelian bisa menggunakan angsuran.

Peningkatan ini mungkin dikarenakan adanya internet yang murah,

sehingga orang-orang membeli komputer maupun notebook untuk

(13)

mudahnya mencari produk juga menjadi salah satu faktor meningkatnya

penjualan komputer di Indonesia.

Tabel 1.2

Market Share Penjualan KomputerIndonesia Tahun 2012 (Dalam Persen)

Sumber: industry.kontan.co.id. diolah.

Pada tahun 2012, terdapat lima pemain di pasar penjualan PC

Indonesia, tidak hanya bermain dalam PC dan Notebook, para produsen ini

pun sudah mulai bermain di dunia gadget.Acer menduduki peringkat

pertama dan penjualannya tetap meningkat. Pada kuartal kedua Acer

mencatatkan market share sebanyak 26 % dan naik menjadi 27.96 % pada

kuartal tiga. ASUS berada di peringkat kedua dengan market share sebanyak

16 % pada kuartal dua dan turun menjadi 15.6 % di kuartal tiga. Lenovo

mendapati kenaikan market share yang cukup besar sehingga dapat

menduduki peringkat ketiga, dengan market share sebanyak 8.5 % di kuartal

tiga, naik 2.5 % dari kuartal sebelumnya yang mencatatkan market share 3

%.

Semakin tingginya mobilitas menjadi salah satu faktor bagi pelaku

bisnis maupun penggiat edukasi dalam menyusun atau mengerjakan

tugas-tugas mereka dimanapun dan kapan pun. Hal ini menyebabkan kebutuhan

akannotebook meningkat dikarenakan efisiensi ruang dan waktu.

Merek Q2 Q3

Acer 26 % 27.96 %

Asus 16 % 15.6 %

Toshiba 10 % 8.36 %

HP 9 % 6 %

(14)

Notebooksendiri sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari.Pada

masa kini, notebook sudah dapat dikatakan menjadi barang kebutuhan wajib

yang harus dimiliki oleh para pelaku bisnis, pegawai, serta seluruh lapisan

akademik, baik pelajar maupun pengajar.Notebook tidak hanya digunakan

oleh masyarakat kalangan atas saja, tetapi sekarang sudah lumrah digunakan

oleh berbagai kalangan.

Semakin banyaknya permintaan pasar yang diakibatkan oleh semakin

cepatnya perubahan teknologi berpengaruh pada produksi perusahaan

hardware membuat produk notebook mereka untuk dipasarkan di

Indonesia.Berikut merupakan market sharenotebook di Indonesia kuartal I

pada tahun 2010-2012:

Tabel 1.3

Market Share NotebookIndonesia Kuartal ITahun 2010-2012

Sumber: Apkomindo-diy.org, detik.com. diolah.

Untuk market share sendiri, selama tahun 2010-2012,

notebookASUSmengalami kenaikan cukup baik, dan terus bertahap, meski

tetap tidak bisa mengalahkan Acerdi posisi pertama, yang juga sempat turun

di kuartal I tahun 2011 menjadi peringkat kedua, dan kembali naik menjadi

posisi pertama di kuartal I tahun 2012. Kenaikan ASUS ini cukup bagus

Merek 2010 2011 2012

Acer 28.7 % 15 % 32 %

Asus 4.2 % 12.4 % 20 %

Toshiba 16.6 % 25.7 % 16 %

HP 23.7 % 13.7 % 11 %

(15)

karena marketshare terus bergerak ke arah positif dan terus meningkat.

Tidak seperti Toshiba yang pertumbuhannya sangat fluktuatif.

Tabel 1.4

Top Brand IndexNotebookIndonesia 2011-2012 (8 besar)

Sumber: Marketing.co.id

Menurut penelitian yang dilakukan FrontierConsulting Group, yang

meneliti tentang Top Brand Index beberapa segmen barang yang digunakan

oleh konsumen Indonesia, ASUS menempati peringkat ke delapan dengan

Indeks rata-rata sebesar 1.9 % pada tahun 2011 dan naik menjadi peringkat

enam dengan indeks rata-rata sebesar 3 % pada tahun 2012. Meski

mengalami penaikan indeks top brand, ASUS sendiri belum dapat menjadi

top brand dalam kategori Notebook. Top Brand Index sendiri merupakan

indikator kekuatan sebuah brand di benak konsumen, serta menunjukkan

seberapa besar komitmen konsumen dalam membeli ulang barang tersebut.

Tabel 1.5

Market ShareNotebook Acer dan ASUSTahun 2012 dibagi IV Kuartal (Dalam Persen)

Merek Q1 Q2 Q3 Q4

Acer 32 % 31.1 % 37 % 37.16 %

ASUS 20 % 22 % 21.1 % 28 %

Sumber: berbagai sumber, diolah

Merek TBI 2011 Merek TBI 2012

Acer 42 % Acer 42.1 %

Toshiba 15 % Toshiba 15.9 %

HP 12.7 % HP 13.8 %

Apple 5 % Apple 6.1 %

Axioo 4.7 % Vaio 3.5 %

Vaio 4.6 % ASUS 3.0 %

Dell 2.4 % Axioo 2.7 %

ASUS 1.9 % Lenovo 2.5 %

(16)

Acer terus mendominasi pasar notebook Indonesia dengan raihan

tertinggi mencapai 37.16 % pada kuartal IV, sempat mengalami penurunan

pada kuartal II hingga 31.1 %, market share Acer kembali naik menjadi 37

% pada kuartal III. Berbeda dengan ASUS, sempat mengalami kenaikan 2 %

di kuartal II, ASUS mengalami penurunan market share pada kuartal III.

Pada kuartal IV, ASUS mengalami kenaikan market share yang cukup

signifikan hingga mencapai 28 %. Hal ini membuktikan bahwa ASUS tidak

dapat menyusul market leader Acer yang semenjak 2010. Meskipun ASUS

mengalami kenaikan di kuartal IV, Acer pun mengalami kenaikan yang

cukup besar di kuartal III dan tetap bertahan hingga kuartal IV,

meninggalkan pesaing utamanya ASUS dengan selisih mencapai 9 %.

Tabel 1.6

Data Penggunaan Notebook ASUS di Grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community

Sumber: pra penelitian 2013

Dari hasil pra-penelitian yang dilakukan penulis pada grup Facebook

ASUS A/K/X/N Series Community, dari 401 orang yang menjawab

pertanyaan penulis, lebih dari setengah penjawab menggunakan A series

dengan total pengguna mencapai 243 orang, disusul N series dengan jumlah

pengguna mencapai 92 orang, ditambah pengguna K, X, Eee, dan G Series

berurutan sebanyak 32 orang, 31 orang, dua orang dan satu orang.A Series

merupakan varian notebook ASUS yang lebih mengutamakan keseimbangan

antara model dan performa. A Series banyak digunakan karena harganya Jenis A Series K Series X Series N Series G Series Eee Series

(17)

lebih terjangkau dan performa yang didapat sesuai dengan harga yang

ditawarkan.

Usaha yang dilakukan perusahaan agar terjadi keputusan pembelian

adalah dengan melihat perilaku konsumen.Kotler dan Armstrong

(2012:133), mendefinisikan perilaku pembelian konsumen merupakan

perilaku pembelian konsumen akhir, baik perorangan maupun rumah tangga,

yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.

Ketika konsumen akan membeli notebook, konsumen tersebut akan

mencari permasalah yang ia temui saat ini. Permasalahan disini bisa berarti

notebook yang sebelumnya ia gunakan tidak dapat memenuhi kebutuhannya

sekarang atau mungkin konsumen tersebut belum memiliki notebook

sehingga menginginkan notebook. Setelah menyadari kebutuhannya akan

notebook, konsumen tersebut akan mencari informasi tentang berbagai

notebook yang beredar dipasar. Setelah mendapat informasi, konsumen

tersebut akan mendapatkan banyak alternatif pemecahan masalah dalam

pembelian notebooknya tersebut.

Konsumen sendiri akan mengevaluasi seluruh alternatif tersebut,

sehingga menemukan notebook yang paling sesuai dengan dirinya. Proses

evaluasi ini biasanya dilihat dari reputasi merek notebook serta fitur-fitur

yang terdapat dalam notebook lalu dibandingkan dengan notebook sejenis

yang diproduksi oleh produsen lainnya. Setelah menemukan produk yang

(18)

beli. Sehingga tercipta pemilihan produk. Hasil dari pemilihan produk ini

adalah konsumen membeli notebook yang telah ia pilih. Seluruh proses

pemilihan barang diatas merupakan proses pengambilan keputusan

pembelian (Solomon, 2011:333)

Sikap menjadi salah satu komponen yang bisa mempengaruhi

konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.Sikap sendiri merupakan

ekspresi perasaan yang berasal dari dalam diri individu, yang mencerminkan

apakah seseorang senang atau tidak senang, suka atau tidak suka dan setuju

atau tidak setuju kepada suatu objek (Schiffman & Kanuk, dalam Ginting,

2011:150).

Konsumen akan membeli suatu notebook ketika dirinya merasa cocok

dengan notebook tersebut. Dalam proses pencarian kecocokan ini, konsumen

akan mencari tahu seperti apa kebutuhan notebook dirinya, apakah cukup

dengan budget yang telah ia tetapkan, sudah sesuaikah dana yang ia

keluarkan dengan benefit yang didapat. Konsumen akan terus mencari

sampai benar-benar mendapat notebook yang sangat sesuai, kemudian

diikuti dengan keputusan membeli produk tersebut. Sikap disini berperan

sebagai filtrasi yang berasal dari dalam diri konsumen, dimana konsumen

akan memilih produk yang dia suka, diantara banyak produk yang

ditawarkan.

Komponen pembentuk sikap, antara lain komponen kognitif,

(19)

keputusan pembelian konsumen. Komponen kognitif membentuk

kepercayaan konsumen terhadap notebook ASUS, komponen

afektifmembentuk perasaan konsumen terhadap notebook ASUS, serta

komponen konatif yang berperan sebagai pembentuk keinginan untuk

melakukan sesuatu yang lebih spesifik terhadap notebook ASUS. Ketiga

komponen tersebut membentuk suatu sikap konsumen yang berhubungan

satu sama lain yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen terhadap

notebook ASUS.

Media jejaring sosial, seperti facebook dapat dijadikan ajang diskusi

seseorang dalam menentukan keputusan pembelian notebook-nya.Grup

Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia yang dihuni oleh

banyak ahli di bidang teknologi informasi dan memiliki serta mengerti

banyak produk ASUS, baik Notebook maupun Netbookberbagai seri menjadi

tempat yang bisa mempengaruhi sikap konsumen terhadap keputusan untuk

membeli notebook ASUS.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan suatu penelitian

tentang“PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES

KEPUTUSAN PEMBELIANNOTEBOOKASUSA Series (Survei Pada

PenggunaNotebookASUSA Seriesdi Grup Facebook ASUS A/K/X/N

Series Community Indonesia)”.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

(20)

Dalam melakukan pembelian, konsumen tidak serta merta melakukan

pembelian. Konsumen akan mengidentifikasi terlebih dahulu, apa yang akan

mereka butuhkan, serta biaya yang akan dikeluarkan. Dalam hal ini,

konsumen akan mengidentifikasi kebutuhan notebook sehingga notebook

yang didapat sesuai dengan performa yang diinginkan serta biaya yang

dikeluarkan juga sesuai.

Adanya perasaan suka maupun tidak suka terhadap suatu produk juga

berpengaruh kepada keputusan seseorang dalam melakukan pembelian

notebook. Banyaknya vendornotebook dipasaran membuat ASUS inovatif

dalam membuat produknya. Perbedaan perilaku konsumen, terutama sikap

konsumen juga sangat mempengaruhi penjualan notebook ASUS tersebut.

Dengan melihat sikap konsumen, perusahaan dituntut untuk membuat

produk yang sesuai dan dapat diterima banyak konsumen.

Ketika seseorang ingin membeli sebuah notebook, orang tersebut akan

mencari tahu tentang beberapa notebook yang memiliki spesifikasi yang

serupa dengan merk yang berbeda. Untuk mengetahui fitur produk tersebut,

konsumen akan mencari tahu secara langsung sehingga membentuk

pengalaman menggunakan notebook tersebut. Setelah merasakan dampak

maupun kegunaan notebook tersebut, konsumen akan memiliki perilaku

yang spesifik dan mengarah kepada hal yang lebih spesifik lagi.

Sikap konsumen terbentuk dari tiga komponen, komponen kognitif

(21)

sehingga menimbulkan kepercayaan terhadap suatu barang. Komponen

kognitif ini terbentuk dari pengetahuan dan pengalaman konsumen

menggunakan suatu barang tersebut. Ketikan seseorang menggunakan suatu

notebook, orang itu akan mengevaluasi performa kinerja tersebut dan akan

kepercayaan untuk menggunakan notebooktersebut. Komponen selanjutnya

adalah komponen afektif, komponen sikap yang menyebabkan seseorang

mengeluarkan perasaannya terhadap barang yang akan digunakan, baik

emosi seperti suka maupun tidak terhadap notebook yang ia akan beli.

Komponen terakhir adalah komponen konatif, atau juga biasa disebut

behavioural intention, yang berarti kecenderungan untuk melakukan

sesuatu. Komponen konatif ini berperan dalam menentukan perilaku seorang

calon konsumen untuk cenderung melakukan hal tertentu yang bersangkutan

dengan notebook. Ketiga komponen ini diduga saling berkaitan serta saling

berkesinambungan membentuk suatu sikap konsumen terhadap notebook

ASUS.

1.2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang, maka penulis merumuskan

masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sikap konsumen penggunaASUS A Series pada grup

Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia.

2. Bagaimana proses keputusan pembelian penggunaASUS A Series pada

(22)

3. Seberapa besar pengaruh sikap konsumen terhadap proses keputusan

pembelian notebookASUS A Series di grup Facebook ASUS A/K/X/N

Series Community Indonesia.

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji:

1. Sikap konsumen penggunaASUS A Series pada grup Facebook ASUS

A/K/X/N Series Community Indonesia.

2. Proses keputusan pembelian pada penggunaASUS A Series pada grup

Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia.

3. Pengaruh sikap konsumenterhadap proses keputusan pembelian

notebookASUS A Series di grup Facebook ASUS A/K/X/N Series

Community Indonesia.

1.3.2 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat berguna antara lain:

1. Secara Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan

masukkan pada pengembangan teori manajemen pemasaran khususnya

mengenaiteori tentang sikap konsumendanproses keputusan

pembelian.

(23)

Bagi pihak ASUS, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai

masukkan dalam merancang program promosi, serta pembuatan

produk yang dapat mempengaruhi proses keputusan konsumen untuk

membeli produk, serta untuk pelaku ritel, untuk mengetahui kegunaan

sikap konsumen akan produkASUSA Series guna meningkatkan

(24)

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Penelitian ini menganalisis mengenai sikap konsumen terhadap proses

keputusan pembelian notebook ASUS A Series pada grup Facebook.

Penelitian ini akan meneliti dua variabel inti, yaitu variabel bebas dan

variabel terikat.

Variabel pertama yang diteliti adalah variabel bebas.Variabel bebas

yang diteliti adalah sikap konsumen yang terdiri dari komponen kognitif,

komponen afektif dan komponen konatif.Variabel kedua adalah variabel

terikat, serta yang diteliti adalah proses keputusan pembelian yang meliputi;

pengenalan permasalahan, pencarian informasi, evaluasi alternatif,

pemilihan produk dan hasil pembelian

Objek penelitian yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah

sikap konsumen dan proses keputusan pembelian. Dari kedua objek

penelitian di atas, maka akan di analisis mengenai sikap konsumen terhadap

proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series. Sedangkan yang

menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu penggunanotebook ASUS A Series

yang tersebar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community

(25)

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data

dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2009:2). Jenis penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan

verifikatif. Husein Umar (2007:29) mendefinisikan metode deskriptif

bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada

saat riset dilakukan dan untuk memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala

tertentu. Hasil dari penelitian deskriptif ini maka dapat dilihat deskripsi

mengenai gambaran sikap konsumen dan gambaran proses keputusan

pembelian notebook ASUS A Series pada grup Facebook ASUS A/K/X/N

Series Community Indonesia.

Suharsimi Arikunto (2009:7) berpendapat bahwa penelitian verifikatif

pada dasarnya ingin menguji kebenaran melalui pengumpulan data di

lapangan. Melalui pendapat diatas dapat diketahui penelitian verifikatif pada

dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis melalui pengumpulan

data di lapangan.

Setelah mengetahui jenis penelitian yang akan dilakukan, maka

diperlukan suatu metode untuk mempermudah dalam pembuatan

kesimpulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

(26)

tertentu yang bersifat alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan

perlakuan dalam pengumpulan data (Sugiyono, 2009:11).

Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dan metode

survei eksplanatori dengan cara mengumpulkan informasi dari sebagian

populasi secara langsung melalui alat kuesioner dengan tujuan untuk

mengetahui pendapat dari sebagian populasi yang diteliti terhadap

permasalahan penelitian.

Waktu penelitian dalam studi lapangan, pengumpulan data dan

pengolahan data dilakukan selama bulan April-Juli 2013, meliputi kegiatan

penyebaran kuesioner dan observasi.

Tabel 3.1

Jadwal Kegian Penelitian

KEGIATAN

Waktu Penelitian 2013

April Mei Juni Juli

Penelitian Lapangan & Pengumpulan Data v v

Pengolahan Data v v v

Analisis Data v v

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013

Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.

Oleh karena itu metode pengembangan yang digunakan adalah Cross

Sectional Method, yaitu metode penelitian yang mempelajari objek dalam

satu waktu tertentu, serta tidak berkesinambungan dalam jangka waktu yang

(27)

3.3 Operasionalisasi Variabel

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai

acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat

ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan

menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2009:132-132). Skala yang

digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Skala Likert sendiri

digunakan karena mampu mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang

atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009:132).

Untuk menguji hipotesis yang diajukan, dalam penelitian ini setiap

variabel terlebih dahulu didefinisikan, kemudian akan dijabarkan melalui

operasionalisasi variabel. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel inti,

yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Variabel yang diteliti adalah sikap

konsumen (variabel bebas/X) dan proses keputusan pembelian (variabel

terikat/Y).

Penjabaran operasionalisasi dari variabel-variabel yang diteliti adalah

(28)
(29)

terjadinya

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013

3.4 Validitas dan Reliabilitas

Pengujian validitas dan reliabilitas adalah proses menguji butir-butir

pertanyaan yang ada dalam angket, apakah butir pertanyaan tersebut valid

dan reliabel. Apabila terdapat butir-butir yang tidak valid dan reliabel, maka

butir-butir tersebut harus dibuang dan diganti dengan pertanyaan lain. Untuk

menguji angket dalam penelitian ini digunakan SPSS 19 for Windows.

3.4.1 Uji Validitas

Pengujian validitas dilalukan untuk menguji kevalidan setiap item

pertanyaan atau pernyataan untuk setiap item pada setiap variabel.Validitas

(Suliyanto, 2005:40) merupakan sejauh mana ketepatan dan kecermatan

(30)

berpendapat bahwa hasil penelitian valid bila terdapat kesamaan antara data

yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang

diteliti. Pada penelitian ini yang akan diuji adalah validitas dari instrumen

sikap konsumen sebagai variabel X dan keputusan pembelian sebagai

variabel Y.

Teknik uji yang digunakan adalah teknik korelasi melalui Koefisien

Korelasi Product Moment dari Karl Pearson (Sugiyono, 2009:181), yaitu

dengan cara mengkorelasikan skor setiap item pertanyaan dengan rumus

sebagai berikut:

Dimana:

r : Koefisien Validias item yang dicari

X : Skor yang diperoleh dari subjek dalam tiap item

∑X : Jumlah skor dalam distribusi X

∑Y : Jumlah skor dalam distribusi Y

∑X2

: Jumlah kuadrat pada masing-masing X

∑Y2

: Jumlah kuadrat pada masing-masing Y

n : Jumlah Responden

Keputusan dalam menentukan valid tidaknya item instrumen, adalah

ketika :

(31)

2. rhitung< rtabel, item pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Hasil yang didapat dari uji validitas menggunakan SPSS 19 for

Windows disajikan pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas

Variabel Item Pertanyaan r hitung Titik kritis Keterangan

(32)

B17 0.698 0.361 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013

Semua pertanyaan dinyatakan valid karena memiliki rhitung yang lebih tinggi

dibandingkan dengan titik kritis.

3.4.2 Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2009:172) reliabilitas adalah tingkat kemantapan

atau konsistensi suatu alat ukur.Suliyanto (2005:42), mendefinisikan alat

ukur yang reilabel adalah alat ukur yang mampu mengunkap data yang

cukup dapat dipercaya. Alat ukur yang mantap dengan sendirinya akan dapat

diandalkan, hasilnya bisa diramalkan dan dapat menunjukka tingkat

ketepatan.

Uji reliabilitas ini dilakukan jika seluruh item sudah valid. Teknik uji

yang digunakan adalah teknik korelasi belah dua dari Spearman Brown

(Sugiyono, 2009:186). Apabila seluruh data sudah valid, langkah

selanjutnya yaitu mencari reliabilitas seluruh perangkat butir dengan

menggunakan rumus Spearman Brown, yaitu:

Keterangan:

rii : Koefisien korelasi yang dicari

rxy : Koefisien korelasi

Keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan menggunakan SPSS 19 for

Windows dengan hasil sebagai berikut :

(33)

Hasil Uji Reliabilitas

variabel r hitung r tabel Keterangan

Sikap Konsumen 0.921 0.7 Reliabel

Proses Keputusan Pembelian 0.832 0.7 Reliabel

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013

Berdasarkan tabel 3.4 diatas, dapat diketahui instrumen yang diajukan

kepada responden dapat dikatakan reliabel, karena setiap variabel memiliki

rhitung yang lebih tinggi dibandingkan rtabel.

3.5 Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Menurut Suharsimi Arikunto (2009:109), sumber data dalam penelitian

adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah:

1. Sumber Data Primer

Sumber data primer menurut Sugiyono (2009:193) yakni sumber data

yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.Dalam

penelitian ini, sumber data primer diperoleh dari kuesioner yang

disebarkan kepada sejumlah responden pengguna notebookASUS A

Series pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community

Indonesia.

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder menurut Sugiyono(2009:193) adalah sumber

data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul

(34)

berbagai literatur, artikel, dokumentasi penelitian terdahulu, serta situs

internet.

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan keterangan

tentang data.Untuk lebih jelasnya mengenai sumber data yang digunakan

dalam penelitian ini, disajikan tabel sebagai berikut:

Tabel 3.5

Jenis dan Sumber Data

No

3. Jumlah pengguna Internet di

Primer Facebook.com Untuk mengetahui jumlah pengguna ASUS

A Series yang selanjutnya

(35)

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013

Teknik pengumpulan data sangat diperlukan dalam analisis anggapan

dasar dan hipotesis karena teknik-teknik tersebut dapat menentukan lancar

tidaknya suatu proses penelitian.Pengumpulan data diperlukan untuk

menguji anggapan dasar dan hipotesis. Teknik pengumpulan data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. kuesioner, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis

kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009:199). Teknik ini

digunakan karena lebih efisien karena jumlah responden cukup besar

dan tersebar di wilayah yang luas.

2. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data apabila peneliti

ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan

yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal

dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya

sedikit/kecil (Sugiyono, 2009:194).

(36)

3. Studi Dokumentasi, merupakan studi pencarian data dari

catatan-catatan, laporan-laporan serta dokumen-dokumen yang berkaitan

dengan masalah yang diteliti.

4. Studi Literatur, merupakan teknik pengumpulan data dengan

memperolah data dari buku, jurnal penelitian, media cetak dan

elektronik serta sumber lain yang berhubungan dengan masalah yang

diteliti.

Penelitian ini menggunakan metode sistem survei web. Menurut

McDaniel, (1999:172) Sistem ini memiliki perangkat lunak yang secara

khusus digunakan untuk pembuatan kuesioner web dan penyampaiannya.

Lebih lanjut, sistem web terdiri dari rancangan kuesioner terpadu, web

server, database, dan program penyampaian data, dirancang untuk dipakai

oleh konsumen pada umumnya.

3.6 Populasi dan Sampel

3.6.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek maupun

subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya

(Sugiyono, 2009:115). Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna

notebook ASUS A Series.Jumlah keseluruhan anggota yang tersebar pada

grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia yang berjumlah

(37)

ASUS A Series yang tersebar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series

Community Indonesia sebanyak 243 orang(per tanggal 4 February 2013).

3.6.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi yang diteliti (Sugiyono, 2009:116). Sedangkan menurut Sugiarto

(2001:2) sampel adalah sebagian dari anggota populasi yang dipilah

menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili

populasinya. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah pengguna

notebook ASUS A Series yang tersebar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N

Series Community Indonesia.

Sampel yang didapat untuk penelitian ini merupakan sampel internet.

Sampel internet sendiri, menurut McDaniel (1999:171) merupakan sampel

yang didapat melalui survei internet, yang membatasi responden dengan

memaksakan kuota berdasarkan karakteristik sampel yang diterapkan.

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

purposive sampling (Sugiyono, 2009:112) yang masuk kedalam non

probability sampling. Teknik sampling purposif ini dilakukan atas

pertimbangan tertentu. Pertimbangan dalam pengambilan sampel pada

penelitian ini antara lain:

1. Sampel mengetahui produk notebook ASUS.

2. Sampel terdaftar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series

Community Indonesia.

(38)

Untuk perhitungan berapa sampel yang akan diambil, peneliti

menggunakan rumus Slovin (Anwar Sanusi, 2011:101). Rumus ini dianggap

tepat karena kesalahan pengambilan sampel masih dapat ditoleransi,

dikarenakan Slovin memasukkan unsure kelonggaran ketidaktelitian. Rumus

Slovin adalah sebagai berikut:

Anwar Sanusi (2011:101)

Dimana: n : ukuran sampel

N : ukuran populasi

∝: toleransi ketidaktelitian

Maka:

, dibulatkan menjadi 111 orang.

3.7 Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis

Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk

menganalisis data. Kegiatan dalam analisis data adalah (Sugiyono,

2009:206); (1) mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis

(39)

responden, (3) menyajikan data tiap variabel yang diteliti, (4) melakukan

perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan (5) Melakukan

perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.

Pada penelitian ini, digunakan dua jenis analisis yaitu analisis

deskriptif bagi variabel yang bersifat kualitatif dan analisis kuantitatif

berupa pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik. Teknik

analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis

regresi linear sederhana.

3.7.1 Method Succesive Interval (MSI)

Dari data penelitian yang diperoleh dari lapangan, maka selanjutnya

peneliti harus mengolah data-data berupa skor total dari variabel penilaian

kinerja (X) dan variabel motivasi kerja (Y). Dikarenakan data yang

diperoleh merupakan data yang berbentuk ordinal sedangkan untuk

melakukan pengolahan data statistik parametris harus berbentuk data

interval. Data interval sendiri merupakan data yang sama dengan data

ordinal tetapi memiliki jenjang kelas tertentu. Oleh karena itu peneliti

mengubah data ordinal menjadi data interval dengan menggunakan software

Microsoft Excel Method Succesive Interval. Setiap data yang dimiliki oleh

peneliti dimasukkan kedalam MSI untuk kemudian di rubah menjadi data

interval, yang merupakan syarat untuk melakukan uji statistik parametris

(40)

3.7.1 Analisis Regresi Linear Sederhana

Teknik analisis regresi linier sederhana dilakukan dengan prosedur kerja sebagai

berikut:

1) Uji asumsi regresi

a. Uji asumsi normalitas

Syarat pertama untuk melakukan analisis regresi adalah normalitas,

Data sampel hendaknya memenuhi prasyarat distribusi normal.Data yang

mengandung data ekstrim biasanya tidak memenuhi asumsi

normalitas.Jika sebaran data mengikuti sebaran normal, maka populas dari

mana data diambil berdistribusi normal dan akan dianalisis menggunakan

analisis parametric. Pada penelitian ini untuk mendeteksi apakah data yang

akan digunakan berdistribusi normal atau tidak dilakukan dengan

menggunakan Normal Probability Plot.Suatu model regresi memiliki data

berdistribusi normal apabila sebaran datanya terletak di sekitar garis

diagonal pada Normal Probability Plot yaitu dari kiri bawah ke kanan atas.

b. Uji asumsi heteroskedastisitas

Heteroskedastis adalah varian residual yang tidak konstan pada

regresi sehingga akurasi hasil prediksi menjadi meragukan.Residu pada

heteroskedastisitas semakin besar apabila pengamatan semakin besar.

Suatu regresi dikatakan tidak terdeteksi heteroskedastis apabila diagram

pencar residualnya tidak membentuk pola tertentu, dan apabila datanya

(41)

c. Uji Asumsi Nonautokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya

penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara

residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model

regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi

dalam model regresi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah

dengan uji Durbin-Watson (uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Jika d lebih kecil dari dL atau lebih besar dari (4-dL) maka hopotesis

nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi.

2) Jika d terletak antara dU dan (4-dL), maka hipotesis nol diterima,

yang berarti tidak ada autokorelasi.

3) Jika d terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan (4-dL),

maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Nilai du dan dl dapat diperoleh dari tabel statistic Durbin Watson

yang bergantung banyaknya observasi dan banyaknya variabel yang

menjelaskan.

d. Model persamaan regresi linier sederhana X atas Y adalah sebagai berikut:

e. Nilai koefisien korelasi (R) digunakan untuk mengetahui kuat atau

lemahnya hubungan pengaruh, juga untuk menentukan besarnya pengaruh

variabel bebas secara bersama-sama atau menyeluruh terhadap variabel Y.

(42)

Keputusan Pembelian (Y) menurut Sugiyono (2012 : 151), digunakan

koefisien determinasi (Kd), yaitu :

Kd = R2x 100%

dimana :

Kd = Koefisien determinasi

r = Koefisien korelasi

Menurut Sugiyono (2012:182) untuk mengetahui kuat rendahnya

hubungan pengaruh, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3.6

Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koevisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,200 – 0,399 Rendah

0,400 – 0,599 Sedang

0,600 – 0,799 Kuat

0,800 – 1,000 Sangat Kuat

Sumber : Sugiyono (2012 : 184)

f. Selanjutnya untuk uji signifikansi koefisien korelasi, dicari dulu

kemudian dibandingkan dengan

Keterangan :

= Nilai F yang dihitung

= Nilai Koefisien Korelasi Ganda

m = Jumlah variable bebas

n = Jumlah Sampel

(43)

Jika Fhitung ≥ Ftabel artinya signifikan,

Jika Fhitung ≤ Ftabel artinya tidak signifikan.

Dengan taraf signifikansi : α = 0.01 atau α = 0.05 carilah nilai Ftabel

menggunakan Tabel F dengan rumus :

Ftabel = F{(1-α) (dk pembilang = m), (dk penyebut = n-m-1)}

g. Menguji signifikansi antara variabel independent terhadap variabel

dependent dengan membandingkan thitung dengan ttabel dan menghitung nilai

beta (koefisien jalur), yakni koefisien regresi yang distandarkan untuk

mengetahui besarnya kontribusi variabel independent terhadap variabel

dependent dengan rumus berikut :

Keterangan :

= Koefisien regresi yang distandarkan

Sk = Standar deviasi variabel independet

SY = Standar deviasi variabel dependent

bk = Koefisien regresi variabel independent Xk yang terdapat dalam

persamaan regresi

3.7.2 Uji Hipotesis

Objek penelitian yang menjadi variabel independen adalah sikap

konsumen (X), sedangkan variabel dependen adalah proses keputusan

pembelian (Y). Dengan memperhatikan karakteristik dari setiap variabel (Li, 1975:103 ; Land 1969:9 ;

(44)

yang akan diuji, maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t

(parsial).

Pengujian signifikan koefisien korelasi dengan menggunakan uji t yang

ditunjukkan pada rumus berikut:

Sugiyono (2009:250)

Dimana:

t : thitung atau nilai t

r : Nilai koefisien korelasi

n : Jumlah sampel

Untuk menerima atau menolak hipotesis adalah:

1. Jika thitung

ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak

terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan Variabel

Y.

2. Jika thitung

>

ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti

terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan Variabel

Y.

Taraf kesalahan dengan menggunakan derajat dk = (n-2) serta

dilakukan dengan uji satu pihak, yaitu pihak kanan. Secara statistik,

hipotesis yang akan diuji dalam pengambilan keputusan penerimaan atau

(45)

H0 :

µ ≤ µ

0

Tidak terdapat pengaruh yang positif antara sikap konsumen terhadap

proses keputusan pembelian.

H1 :

µ > µ

1

Terdapat pengaruh positif antarasikap konsumen terhadap proses

(46)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada responden

pengguna notebook ASUS A Series yang terdapat pada grup Facebook ASUS

A/K/X/N Series Community Indonesia tentang pengaruh sikap konsumen

terhadap proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series, maka dapat

diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Secara umum gambaran sikap konsumen pengguna ASUS A Series yang

terdapat pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia

yang dilihat dari dimensi kognitif, dimensi afektif dan dimensi konatif

masuk kedalam kategori baik. Sikap konsumen pengguna sudah sesuai

dengan hirarki pembelajaran standar, yang merupakan proses yang

dimulai dari pembentukan kepercayaan kepada objek sikap, dilanjutkan

dengan membangun perasaan tertentu terhadap objek sikap tersebut, dan

pada akhirnya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan objek sikap

tersebut.

2. Secara umum gambaran proses keputusan pembelian pengguna ASUS A

Series yang terdapat pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series

(47)

pencarian informasi, evaluasi alternatif, pemilihan produk dan hasil

pembelian sudah mendapat respon positif dari konsumen. Proses

keputusan pembelian konsumen pemilik notebook ASUS A Series di grup

Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia masuk kedalam

kategori baik. Proses keputusan pembelian pun sudah sesuai dengan teori

extended problem solving, dimana proses keputusan pembelian dilakukan

dengan melewati jalur yang panjang dan didalamnya terdapat banyak

pemikiran.

3. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh sikap konsumen terhadap

proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series pada grup Facebook

ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia diperoleh kesimpulan bahwa

terdapat pengaruh yang sangat kuat diantara sikap konsumen dengan

proses keputusan pembelian.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian mengenai pengaruh sikap

konsumen terhadap proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series pada

grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia, peneliti

mengajukan beberapa saran dari permasalahan yang dapat menjadi bahan

pertimbangan bagi beberapa pihak terkait dalam menentukan kebijakan di masa

(48)

1. ASUS disarankan melakukan perbaikan kualitas hardware maupun

peningkatan spesisifikasi notebook, serta penyesuaian keergonomisan

bentuk notebook ASUS A Series, seperti peregangan letak USB, serta

penyesuaian monitor yang menurut konsumen sedikit bermasalah.

Peningkatan serta penyesuaian ini bertujuan untuk lebih meningkatkan

perasaan suka terhadap notebook ASUS A Series yang bertujuan untuk

meningkatkan sikap konsumen terhadap notebook ASUS A Series.

2. ASUS disarankan untuk melakukan pembenahan dari segi promosi,

diantaranya melakukan promosi secara langsung melalui media cetak

maupun elektronik. Serta dengan adanya era inovasi teknologi

memungkinkan ASUS turun langsung kelapangan dengan membuat Fan

Page resmi pada Facebook maupun membuat Thread resmi pada situs

Kaskus.

3. Bagi penelitian selanjutnya, penulis menyarankan agar melakukan

penelitian yang lebih mendalam terhadap produk notebook ASUS seri lain,

dengan juga mempertimbangkan faktor-faktor lain diluar sikap konsumen

yang dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian notebook ASUS A

Series, seperti motivasi, persepsi dan pembelajaran sehingga dapat

memberikan hasil dan kontribusi yang lebih baik untuk peneliti maupun

(49)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Arikunto, S. (2009). Metode Penelitian Bisnis Bandung: Alfabeta.

Ginting, N. F. H. (2011). Manajemen Pemasaran cetakan ke-1. Bandung: CV Yrama Widya.

Husein, U. (2003). Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Kotler, P. & Armstrong, G. (2012). Principles of Marketing (14th edition). New Jersey: Prentice Hall.

Kotler, P. & Keller, K. L. (2012). Marketing Management (14th edition). New Jersey: Prentice Hall.

McDaniel, C. & Gates, R. (1999). Contemporary Marketing Research (4th Edition). Singapura: Thomson Learning Asia

Mowen, J. C. & Minor, M. (2002). Perilaku Konsumen jilid 1 (Edisi 5). Jakarta: Erlangga

Sanusi, A. (2011). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat

Silalahi, U. (2010). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama

(50)

Solomon, Michael R. (2011). Consumer Behavior: Buying, Having and Being (9th Edition). New Jersey: Pretince Hall

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,

dan R&D) cetakan ke-14. Bandung: Alfabeta.

Sumarwan, U., dkk. (2011). Pemasaran Strategik: Perspektif Value-Based

Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor: IPB Press.

Suryani, T. (2008). Perilaku Konsumen: Implikasi Pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Susetyo, B. (2010). Statistika Untuk Analisis Data Penelitian. Bandung: Refika Aditama

Jurnal

Banytė, J. et al. (2007). “Relationship of Consumer Attitude and Brand: Emotional Aspect”. Engineering Economics, Commerce of Engineering Decisions. 2 (52), 65-77.

Patel, V. (2012). A Study On Students’ Attitutde Towards Online Shopping In India”. Indian Streams Research Journal. 2 (8), 1-12.

Wahyuni, Dewi U. (2008). “Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. 10

(1), 30-37.

Artikel Internet

(51)

Firdaus, Farid. (2013). Acer Terus Perkuat Posisi Pasar PC. [online]. Tersedia : http://www.beritasatu.com/gadget/102569-acer-terus-perkuat-posisi-di-pasar-pc.html [16 Maret 2013]

Karimudin, Amir. (2012). MarkPlus Insight: Jumlah Pengguna Internet di

Indonesia Capai 61 Juta Orang. [online]. Tersedia : http://dailysocial.net/post/markplus-insight-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-capai-61-juta-orang [14 Maret 2012]

Kharismawati, Margareta E. (2012). Ini Lima Besar Penjual PC Indonesia. [online]. Tersedia : http://industri.kontan.co.id/news/ini-lima-besar-penjual-pc-di-indonesia [14 Maret 2013]

Pratama, Adiatmaputra F. (2012). Orang Indonesia Masih Sedikit Kuasai Dunia

Maya. [online]. Tersedia :

http://www.tribunnews.com/2012/12/14/orang-indonesia-masih-sedikit-kuasai-dunia-maya [13 Maret 2013]

Wahyudi, Reza. (2012). Acer Klaim Rajai Pasar Laptop Indonesia. [online]. Tersedia

:http://tekno.kompas.com/read/2012/10/23/11522281/Acer.Klaim.Rajai.Pa sar.Laptop.Indonesia [14 Maret 2013]

Forum Internet

Kaskus.co.id : ASUS A/K/X/N Series Community Evolution

Facebook.com : ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia

AMD-ERZ Indonesia

Gambar

Tabel 1.1 Data Pertumbuhan Jumlah Pengguna Internet Indonesia
Tabel 1.2 Penjualan KomputerIndonesia Tahun 2012
Tabel 1.3 Indonesia Kuartal ITahun 2010-2012
Tabel 3.1 Jadwal Kegian Penelitian
+6

Referensi

Dokumen terkait