PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES
KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOKASUS A SERIES
(Survei Pada Pengguna Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS
A/K/X/N Series Community Indonesia)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat
Sarjana Manajemen Pada Program Studi Manajemen
Universitas Pendidikan Indonesia
Oleh
Oleh
Muhammad Alif Effendy
0809291
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES
KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOKASUS A SERIES
(Survei Pada Pengguna Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS
A/K/X/N Series Community Indonesia)
Oleh
Muhammad Alif Effendy
Skripsi yang Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Muhammad Alif Effendy 2013
Universitas Pendidikan Indonesia
September 2013
Hak Cipta dilindungi undang – undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,
LEMBAR PENGESAHAN
SKRIPSI
PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES
KEPUTUSAN PEMBELIAN NOTEBOOK ASUS A SERIES
(Survey Pada Pengguna Notebook ASUS A Series di Grup Facebook
ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia)
Muhammad Alif Effendy
0809291
Skripsi ini telah disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Hj. RatihHurriyati, M.Si. Ayu Krishna Yuliawati, S.Sos., MM. NIP. 19680225 199301 2 001 NIP. 19730725 200312 0 002
Mengetahui:
Ketua Program StudiManajemen
ABSTRAK
Muhammad Alif Effendy (0809291). Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Proses Keputusan Pembelian Notebook ASUS A Series (Survei Kepada Pemilik
Notebook ASUS A Series di Grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community
Indonesia), dibawah bimbingan Hj. Ratih Hurriyati, M.Si. dan Ayu Krishna Yuliawati, S.Sos., MM. Berkembangnya inovasi teknologi saat ini mengakibatkan konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan notebook apa yang akan akan digunakan. Situasi ini mendorong terjadinya persaingan antar produsen, diantaranya adalah persaingan untuk mempengaruhi sikap konsumen, yang bertujuan untuk mempengaruhi proses keputusan pembelian notebook konsumen tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengaruh sikap konsumen terhadap proses keputusan pembelian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah pengguna
notebookASUS A Series yang berada di grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia sebanyak 243, yang setelah dilakukan perhitungan sampel,
didapat 111 responden. Teknik analisis menggunakan koefisien korelasi Pearson
Product Moment, dan analisis regresi linear berganda.Berdasarkan hasil
pengolahan data penelitian terindikasi bahwa sikap konsumen dan proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series berada di kategori sangat tinggi. Hasil perhitungan regresi linear berganda didapat R-square sebesar 65.5 % yang menunjukkan besarnya pengaruh sikap konsumen terhadap proses keputusan pembelian sebesar 65.5 % sedangkan sisanya 34.5 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Saran untuk penelitian berikutnya diharapkan untuk melakukan studi lebih mendalam dengan mempertimbangkan faktor diluar sikap konsumen yang juga turut mempengaruhi proses keputusan pembelian.
ABSTRACT
Muhammad Alif Effendy (0809291). Influence of Consumer Attitudes Towards ASUS A Series Notebook Buying Decision Process (Survey on ASUS A Series
Users in Facebook Group ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia), Under Guidance of Hj. Ratih Hurriyati, M.Si. andAyu Krishna Yuliawati, S.Sos.,
MM.The innovation of technology made consumers had many choices to select
which notebook he/she will use. These conditions encourage competition, which is to influence consumer attitudes that aim to influence the consumer buying decision process in notebook.This research was conducted to find out the outlook of consumer attitudes as well as their influence toward buying decision process. Method of this research were descriptive and verifications. The population on this research were ASUS A Series user of Facebook Group ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia by 243, with using the sampling formula, obtain a sample of 111 respondents. The analytical techniques used in this research were Pearson Product Moment Correlation, with multiple linear regression analysis. Based on the result of data processing research alleged that the consumer attitudes and buying decision process of ASUS A Series notebook at very high category. Multiple linear regression calculation results obtained an R-square is 65.5% which showed the consumer attitudes has an impact on buying decision process by 65.5 % while the remaining 34.5% affected by other factors that not examined by researchers. Suggest for the next research is more deeply studies considering other factor outside consumer attitudes that affect the buying decision process.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xviii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah ... 9
1.2.2 Rumusan Masalah ... 11
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian ... 12
1.3.2 Kegunaan Penelitian ... 12
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Perilaku Konsumen 2.1.1.1 Pengertian Perilaku Konsumen ... 14
2.1.1.2 Model Perilaku Konsumen ... 15
2.1.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian ... 16
2.1.2 Sikap 2.1.2.1 Pengertian Sikap ... 20
2.1.2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Sikap ... 25
2.1.3 Proses Keputusan Pembelian 2.1.3.1 Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan Pembelian ... 26
2.1.3.2 Tipe-Tipe Keputusan Pembelian ... 33
2.1.4 Penelitian Terdahulu dan Teori Penghubung ... 36
2.2 Kerangka Pemikiran ... 38
2.3 Hipotesis ... 44
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 46
3.2 Metode Penelitian ... 47
3.3 Operasionalisasi Variabel ... 49
3.4 Validitas dan Reliabilitas ... 51
3.4.1 Uji Validitas ... 51
3.4.2 Uji Reliabilitas ... 54
3.5 Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ... 55
3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi ... 58
3.7.2 Sampel ... 59
3.7 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ... 60
3.7.1 Metode Suksesif Interval ... 61
3.7.1 Analisis Regresi Linear Sederhana ... 62
3.7.2 Uji Hipotesi ... 65
4.1.2 Analisis Bauran Pemasaran ASUS
4.1.2.1 Produk ASUS ... 70
4.1.2.2 Harga ASUS ... 72
4.1.2.3 Tempat Penjualan ASUS ... 73
4.1.2.4 Promosi ASUS ... 73
4.2 Karakteristik dan Pengalaman Responden ... 73
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 74
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Varian NotebookASUS A Series yang dimilliki ... 75
4.2.3 Pengalaman Responden Berdasarkan Alasan Menggunakan Notebook ASUS A Series ... 76
4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir ... 77
4.2.5 Karakteristik Repsonden Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 79
4.2.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan ... 80
4.3 Gambaran Sikap Konsumen dan Proses Keputusan Pembelian Notebook ASUS A Series 4.3.1 Gambaran Sikap Konsumen Notebook ASUS A Series ... 81
4.3.1.1 Aspek Kognitif Konsumen ... 82
4.3.1.2 Aspek Afektif Konsumen ... 87
4.3.1.3 Aspek Konatif Konsumen ... 94
4.3.1.4 Gambaran Sikap Konsumen ... 96
4.3.2 Gambaran Proses Keputusan Pembelian NotebookASUS A Series ... 99
4.3.2.1 Pengenalan Permasalahan ... 99
4.3.2.2 Pencarian Informasi ... 101
4.3.2.3 Evaluasi Alternatif ... 102
4.3.2.5 Evaluasi Pasca Pembelian ... 110
4.3.2.6 Gambaran Proses Keputusan Pembelian ... 113
4.4 Tabulasi Silang Antara Karakteristik dan Pengalaman Responden Dengan Sikap Konsumen dan Proses Keputusan Pembelian
4.4.1 Tabulasi SIlang Antara Perkerjaan Responden Dengan Sikap Konsumen ... 116
4.4.1.1 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Beliefs Terhadap Atribut-Objek ... 116
4.4.1.2 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Beliefs Terhadap Manfaat-Atribut... 119
4.4.1.3 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Beliefs Terhadap Manfaat-Objek ... 122
4.4.1.4 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Emosi Konsumen . 124
4.4.1.5 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kepuasan Konsumen ... 127
4.4.1.6 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kebosanan Konsumen ... 132
4.4.1.7 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Evaluasi Konsumen .... ... 136
4.4.1.8 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kecenderungan
Konsumen Untuk Berperilaku Signifikan ... 140
4.4.2 Tabulasi SIlang Antara Perkerjaan Responden Dengan Proses
Keputusan Pembelian ... 134
4.4.2.1 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kebutuhan Konsumen ... 145
4.4.2.2 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Sumber Informasi . 148
4.4.2.3 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Evaluasi Alternatif 151
4.4.2.4 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Pemilihan Merek .. 154
4.4.2.6 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Harga ... 158
4.4.2.7 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Promosi Iklan ... 160
4.4.2.8 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Bentuk Produk ... 163
4.4.2.9 Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Kepuasan Konsumen .. ... 164
4.4.2.10Jenis Pekerjaan Responden dan Indikator Keinginan Untuk Tetap Menggunakan ... 167
4.5 Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Proses Keputusan Pembelian Notebook ASUS A Series 4.5.1 Pengujian Asumsi Regresi 4.5.1.1 Uji Asumsi Normalitas ... 179
4.5.1.2Uji Asumsi Heterokedastisitas ... 180
4.5.1.3 Uji Asumsi Nonatuokorelasi ... 181
4.5.2 Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi ... 182
4.5.3 Pengujian Signifikansi ... 183
4.5.4 Pengujian Hipotesis ... 184
4.5.5 Model Persamaan Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Proses Keputusan pembelian ... 185
4.6 Pembahasan Hasil Penelitian 4.6.1 Pembahasan Hasil Penelitian ... 185
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 189
5.2 Saran ... 190
DAFTAR PUSTAKA ... xix
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkembangannya teknologi belakangan ini menyebabkan banyak
terjadinya inovasi teknologi. Semakin pesatnya teknologi membuat banyak
inovasi dalam interaksi sosial manusia, yang semakin lama semakin cepat
dan dekat. Setiap manusia ingin berhubungan, meski terdapat jarak yang
cukup jauh.
Adanya keinginan untuk berhubungan, baik secara langsung maupun
tidak langsung, mengakibatkan terjadinya inovasi teknologi, yang semakin
lama semakin harus menyesuaikan dengan keinginan masyarakat untuk terus
berhubungan, yang dimana keinginan setiap masyarakat tentunya berbeda.
Masa inovasi seperti sekarang ini dimana perubahan teknologi dan
arus informasi yang semakin maju dan cepat mendorong timbulnya laju
persaingan dalam dunia usaha. Banyaknya produk yang ditawarkan, maka
konsumen akan mulai melihat merek mana yang dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginannya, baik kebutuhan umum maupun kebutuhan khususnya.
Produsen pun sekarang harus semakin pintar dalam memproduksi
barangnya. Inovasi diperlukan agar barang yang dibuat tidak sama dengan
produsen lain, diterima di pasaran dan biaya produksi yang dikeluarkan
rendah agar barang yang dibuat menjadi lebih murah dibanding pesaing,
Tabel 1.1
Data Pertumbuhan Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tahun 2010 - 2012
(Dalam Juta)
Data Penggunaan 2010 2011 2012
Total Populasi 121.16 123.24 123.57
Tingkat Penetrasi Pengguna
Internet 17 % 22.4 % 23.5 %
Sumber: dailysocial.net
Dari gambar diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2012 pengguna
internet 123.57 juta orang. Angka tersebut naik dibanding tahun 2011 yang
mencapai 123.24 juta jiwa. Selain itu, menurut data yang diolah, sekitar
56.38 juta jiwa mengakses internet dari notebook, notebook, tablet maupun
perangkat seluler. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia
sudah mulai menggunakan internet secara mobile. Pengguna internet yang
sehari-harinya menggunakan internet lebih dari tiga jam juga mengalami
peningkatan pesat pada tahun 2012 yang mencapai hampir dua kali lipat dari
tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan internet di
Indonesia semakin mudah dan murah. Selain itu, alat untuk menggunakan
internet, baik PC, Notebook, maupun gadget lainnya di masa kini sudah
sangat mudah sekali untuk dibeli, dikarenakan banyak produsen yang
berinovasi membuat perangkat yang murah tapi tidak murahan. Pembelian
pun dipermudah, sekarang pembelian bisa menggunakan angsuran.
Peningkatan ini mungkin dikarenakan adanya internet yang murah,
sehingga orang-orang membeli komputer maupun notebook untuk
mudahnya mencari produk juga menjadi salah satu faktor meningkatnya
penjualan komputer di Indonesia.
Tabel 1.2
Market Share Penjualan KomputerIndonesia Tahun 2012 (Dalam Persen)
Sumber: industry.kontan.co.id. diolah.
Pada tahun 2012, terdapat lima pemain di pasar penjualan PC
Indonesia, tidak hanya bermain dalam PC dan Notebook, para produsen ini
pun sudah mulai bermain di dunia gadget.Acer menduduki peringkat
pertama dan penjualannya tetap meningkat. Pada kuartal kedua Acer
mencatatkan market share sebanyak 26 % dan naik menjadi 27.96 % pada
kuartal tiga. ASUS berada di peringkat kedua dengan market share sebanyak
16 % pada kuartal dua dan turun menjadi 15.6 % di kuartal tiga. Lenovo
mendapati kenaikan market share yang cukup besar sehingga dapat
menduduki peringkat ketiga, dengan market share sebanyak 8.5 % di kuartal
tiga, naik 2.5 % dari kuartal sebelumnya yang mencatatkan market share 3
%.
Semakin tingginya mobilitas menjadi salah satu faktor bagi pelaku
bisnis maupun penggiat edukasi dalam menyusun atau mengerjakan
tugas-tugas mereka dimanapun dan kapan pun. Hal ini menyebabkan kebutuhan
akannotebook meningkat dikarenakan efisiensi ruang dan waktu.
Merek Q2 Q3
Acer 26 % 27.96 %
Asus 16 % 15.6 %
Toshiba 10 % 8.36 %
HP 9 % 6 %
Notebooksendiri sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari.Pada
masa kini, notebook sudah dapat dikatakan menjadi barang kebutuhan wajib
yang harus dimiliki oleh para pelaku bisnis, pegawai, serta seluruh lapisan
akademik, baik pelajar maupun pengajar.Notebook tidak hanya digunakan
oleh masyarakat kalangan atas saja, tetapi sekarang sudah lumrah digunakan
oleh berbagai kalangan.
Semakin banyaknya permintaan pasar yang diakibatkan oleh semakin
cepatnya perubahan teknologi berpengaruh pada produksi perusahaan
hardware membuat produk notebook mereka untuk dipasarkan di
Indonesia.Berikut merupakan market sharenotebook di Indonesia kuartal I
pada tahun 2010-2012:
Tabel 1.3
Market Share NotebookIndonesia Kuartal ITahun 2010-2012
Sumber: Apkomindo-diy.org, detik.com. diolah.
Untuk market share sendiri, selama tahun 2010-2012,
notebookASUSmengalami kenaikan cukup baik, dan terus bertahap, meski
tetap tidak bisa mengalahkan Acerdi posisi pertama, yang juga sempat turun
di kuartal I tahun 2011 menjadi peringkat kedua, dan kembali naik menjadi
posisi pertama di kuartal I tahun 2012. Kenaikan ASUS ini cukup bagus
Merek 2010 2011 2012
Acer 28.7 % 15 % 32 %
Asus 4.2 % 12.4 % 20 %
Toshiba 16.6 % 25.7 % 16 %
HP 23.7 % 13.7 % 11 %
karena marketshare terus bergerak ke arah positif dan terus meningkat.
Tidak seperti Toshiba yang pertumbuhannya sangat fluktuatif.
Tabel 1.4
Top Brand IndexNotebookIndonesia 2011-2012 (8 besar)
Sumber: Marketing.co.id
Menurut penelitian yang dilakukan FrontierConsulting Group, yang
meneliti tentang Top Brand Index beberapa segmen barang yang digunakan
oleh konsumen Indonesia, ASUS menempati peringkat ke delapan dengan
Indeks rata-rata sebesar 1.9 % pada tahun 2011 dan naik menjadi peringkat
enam dengan indeks rata-rata sebesar 3 % pada tahun 2012. Meski
mengalami penaikan indeks top brand, ASUS sendiri belum dapat menjadi
top brand dalam kategori Notebook. Top Brand Index sendiri merupakan
indikator kekuatan sebuah brand di benak konsumen, serta menunjukkan
seberapa besar komitmen konsumen dalam membeli ulang barang tersebut.
Tabel 1.5
Market ShareNotebook Acer dan ASUSTahun 2012 dibagi IV Kuartal (Dalam Persen)
Merek Q1 Q2 Q3 Q4
Acer 32 % 31.1 % 37 % 37.16 %
ASUS 20 % 22 % 21.1 % 28 %
Sumber: berbagai sumber, diolah
Merek TBI 2011 Merek TBI 2012
Acer 42 % Acer 42.1 %
Toshiba 15 % Toshiba 15.9 %
HP 12.7 % HP 13.8 %
Apple 5 % Apple 6.1 %
Axioo 4.7 % Vaio 3.5 %
Vaio 4.6 % ASUS 3.0 %
Dell 2.4 % Axioo 2.7 %
ASUS 1.9 % Lenovo 2.5 %
Acer terus mendominasi pasar notebook Indonesia dengan raihan
tertinggi mencapai 37.16 % pada kuartal IV, sempat mengalami penurunan
pada kuartal II hingga 31.1 %, market share Acer kembali naik menjadi 37
% pada kuartal III. Berbeda dengan ASUS, sempat mengalami kenaikan 2 %
di kuartal II, ASUS mengalami penurunan market share pada kuartal III.
Pada kuartal IV, ASUS mengalami kenaikan market share yang cukup
signifikan hingga mencapai 28 %. Hal ini membuktikan bahwa ASUS tidak
dapat menyusul market leader Acer yang semenjak 2010. Meskipun ASUS
mengalami kenaikan di kuartal IV, Acer pun mengalami kenaikan yang
cukup besar di kuartal III dan tetap bertahan hingga kuartal IV,
meninggalkan pesaing utamanya ASUS dengan selisih mencapai 9 %.
Tabel 1.6
Data Penggunaan Notebook ASUS di Grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community
Sumber: pra penelitian 2013
Dari hasil pra-penelitian yang dilakukan penulis pada grup Facebook
ASUS A/K/X/N Series Community, dari 401 orang yang menjawab
pertanyaan penulis, lebih dari setengah penjawab menggunakan A series
dengan total pengguna mencapai 243 orang, disusul N series dengan jumlah
pengguna mencapai 92 orang, ditambah pengguna K, X, Eee, dan G Series
berurutan sebanyak 32 orang, 31 orang, dua orang dan satu orang.A Series
merupakan varian notebook ASUS yang lebih mengutamakan keseimbangan
antara model dan performa. A Series banyak digunakan karena harganya Jenis A Series K Series X Series N Series G Series Eee Series
lebih terjangkau dan performa yang didapat sesuai dengan harga yang
ditawarkan.
Usaha yang dilakukan perusahaan agar terjadi keputusan pembelian
adalah dengan melihat perilaku konsumen.Kotler dan Armstrong
(2012:133), mendefinisikan perilaku pembelian konsumen merupakan
perilaku pembelian konsumen akhir, baik perorangan maupun rumah tangga,
yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.
Ketika konsumen akan membeli notebook, konsumen tersebut akan
mencari permasalah yang ia temui saat ini. Permasalahan disini bisa berarti
notebook yang sebelumnya ia gunakan tidak dapat memenuhi kebutuhannya
sekarang atau mungkin konsumen tersebut belum memiliki notebook
sehingga menginginkan notebook. Setelah menyadari kebutuhannya akan
notebook, konsumen tersebut akan mencari informasi tentang berbagai
notebook yang beredar dipasar. Setelah mendapat informasi, konsumen
tersebut akan mendapatkan banyak alternatif pemecahan masalah dalam
pembelian notebooknya tersebut.
Konsumen sendiri akan mengevaluasi seluruh alternatif tersebut,
sehingga menemukan notebook yang paling sesuai dengan dirinya. Proses
evaluasi ini biasanya dilihat dari reputasi merek notebook serta fitur-fitur
yang terdapat dalam notebook lalu dibandingkan dengan notebook sejenis
yang diproduksi oleh produsen lainnya. Setelah menemukan produk yang
beli. Sehingga tercipta pemilihan produk. Hasil dari pemilihan produk ini
adalah konsumen membeli notebook yang telah ia pilih. Seluruh proses
pemilihan barang diatas merupakan proses pengambilan keputusan
pembelian (Solomon, 2011:333)
Sikap menjadi salah satu komponen yang bisa mempengaruhi
konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.Sikap sendiri merupakan
ekspresi perasaan yang berasal dari dalam diri individu, yang mencerminkan
apakah seseorang senang atau tidak senang, suka atau tidak suka dan setuju
atau tidak setuju kepada suatu objek (Schiffman & Kanuk, dalam Ginting,
2011:150).
Konsumen akan membeli suatu notebook ketika dirinya merasa cocok
dengan notebook tersebut. Dalam proses pencarian kecocokan ini, konsumen
akan mencari tahu seperti apa kebutuhan notebook dirinya, apakah cukup
dengan budget yang telah ia tetapkan, sudah sesuaikah dana yang ia
keluarkan dengan benefit yang didapat. Konsumen akan terus mencari
sampai benar-benar mendapat notebook yang sangat sesuai, kemudian
diikuti dengan keputusan membeli produk tersebut. Sikap disini berperan
sebagai filtrasi yang berasal dari dalam diri konsumen, dimana konsumen
akan memilih produk yang dia suka, diantara banyak produk yang
ditawarkan.
Komponen pembentuk sikap, antara lain komponen kognitif,
keputusan pembelian konsumen. Komponen kognitif membentuk
kepercayaan konsumen terhadap notebook ASUS, komponen
afektifmembentuk perasaan konsumen terhadap notebook ASUS, serta
komponen konatif yang berperan sebagai pembentuk keinginan untuk
melakukan sesuatu yang lebih spesifik terhadap notebook ASUS. Ketiga
komponen tersebut membentuk suatu sikap konsumen yang berhubungan
satu sama lain yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen terhadap
notebook ASUS.
Media jejaring sosial, seperti facebook dapat dijadikan ajang diskusi
seseorang dalam menentukan keputusan pembelian notebook-nya.Grup
Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia yang dihuni oleh
banyak ahli di bidang teknologi informasi dan memiliki serta mengerti
banyak produk ASUS, baik Notebook maupun Netbookberbagai seri menjadi
tempat yang bisa mempengaruhi sikap konsumen terhadap keputusan untuk
membeli notebook ASUS.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan suatu penelitian
tentang“PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROSES
KEPUTUSAN PEMBELIANNOTEBOOKASUSA Series (Survei Pada
PenggunaNotebookASUSA Seriesdi Grup Facebook ASUS A/K/X/N
Series Community Indonesia)”.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
Dalam melakukan pembelian, konsumen tidak serta merta melakukan
pembelian. Konsumen akan mengidentifikasi terlebih dahulu, apa yang akan
mereka butuhkan, serta biaya yang akan dikeluarkan. Dalam hal ini,
konsumen akan mengidentifikasi kebutuhan notebook sehingga notebook
yang didapat sesuai dengan performa yang diinginkan serta biaya yang
dikeluarkan juga sesuai.
Adanya perasaan suka maupun tidak suka terhadap suatu produk juga
berpengaruh kepada keputusan seseorang dalam melakukan pembelian
notebook. Banyaknya vendornotebook dipasaran membuat ASUS inovatif
dalam membuat produknya. Perbedaan perilaku konsumen, terutama sikap
konsumen juga sangat mempengaruhi penjualan notebook ASUS tersebut.
Dengan melihat sikap konsumen, perusahaan dituntut untuk membuat
produk yang sesuai dan dapat diterima banyak konsumen.
Ketika seseorang ingin membeli sebuah notebook, orang tersebut akan
mencari tahu tentang beberapa notebook yang memiliki spesifikasi yang
serupa dengan merk yang berbeda. Untuk mengetahui fitur produk tersebut,
konsumen akan mencari tahu secara langsung sehingga membentuk
pengalaman menggunakan notebook tersebut. Setelah merasakan dampak
maupun kegunaan notebook tersebut, konsumen akan memiliki perilaku
yang spesifik dan mengarah kepada hal yang lebih spesifik lagi.
Sikap konsumen terbentuk dari tiga komponen, komponen kognitif
sehingga menimbulkan kepercayaan terhadap suatu barang. Komponen
kognitif ini terbentuk dari pengetahuan dan pengalaman konsumen
menggunakan suatu barang tersebut. Ketikan seseorang menggunakan suatu
notebook, orang itu akan mengevaluasi performa kinerja tersebut dan akan
kepercayaan untuk menggunakan notebooktersebut. Komponen selanjutnya
adalah komponen afektif, komponen sikap yang menyebabkan seseorang
mengeluarkan perasaannya terhadap barang yang akan digunakan, baik
emosi seperti suka maupun tidak terhadap notebook yang ia akan beli.
Komponen terakhir adalah komponen konatif, atau juga biasa disebut
behavioural intention, yang berarti kecenderungan untuk melakukan
sesuatu. Komponen konatif ini berperan dalam menentukan perilaku seorang
calon konsumen untuk cenderung melakukan hal tertentu yang bersangkutan
dengan notebook. Ketiga komponen ini diduga saling berkaitan serta saling
berkesinambungan membentuk suatu sikap konsumen terhadap notebook
ASUS.
1.2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang, maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana sikap konsumen penggunaASUS A Series pada grup
Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia.
2. Bagaimana proses keputusan pembelian penggunaASUS A Series pada
3. Seberapa besar pengaruh sikap konsumen terhadap proses keputusan
pembelian notebookASUS A Series di grup Facebook ASUS A/K/X/N
Series Community Indonesia.
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji:
1. Sikap konsumen penggunaASUS A Series pada grup Facebook ASUS
A/K/X/N Series Community Indonesia.
2. Proses keputusan pembelian pada penggunaASUS A Series pada grup
Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia.
3. Pengaruh sikap konsumenterhadap proses keputusan pembelian
notebookASUS A Series di grup Facebook ASUS A/K/X/N Series
Community Indonesia.
1.3.2 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat berguna antara lain:
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan
masukkan pada pengembangan teori manajemen pemasaran khususnya
mengenaiteori tentang sikap konsumendanproses keputusan
pembelian.
Bagi pihak ASUS, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
masukkan dalam merancang program promosi, serta pembuatan
produk yang dapat mempengaruhi proses keputusan konsumen untuk
membeli produk, serta untuk pelaku ritel, untuk mengetahui kegunaan
sikap konsumen akan produkASUSA Series guna meningkatkan
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Penelitian ini menganalisis mengenai sikap konsumen terhadap proses
keputusan pembelian notebook ASUS A Series pada grup Facebook.
Penelitian ini akan meneliti dua variabel inti, yaitu variabel bebas dan
variabel terikat.
Variabel pertama yang diteliti adalah variabel bebas.Variabel bebas
yang diteliti adalah sikap konsumen yang terdiri dari komponen kognitif,
komponen afektif dan komponen konatif.Variabel kedua adalah variabel
terikat, serta yang diteliti adalah proses keputusan pembelian yang meliputi;
pengenalan permasalahan, pencarian informasi, evaluasi alternatif,
pemilihan produk dan hasil pembelian
Objek penelitian yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah
sikap konsumen dan proses keputusan pembelian. Dari kedua objek
penelitian di atas, maka akan di analisis mengenai sikap konsumen terhadap
proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series. Sedangkan yang
menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu penggunanotebook ASUS A Series
yang tersebar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data
dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2009:2). Jenis penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan
verifikatif. Husein Umar (2007:29) mendefinisikan metode deskriptif
bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada
saat riset dilakukan dan untuk memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala
tertentu. Hasil dari penelitian deskriptif ini maka dapat dilihat deskripsi
mengenai gambaran sikap konsumen dan gambaran proses keputusan
pembelian notebook ASUS A Series pada grup Facebook ASUS A/K/X/N
Series Community Indonesia.
Suharsimi Arikunto (2009:7) berpendapat bahwa penelitian verifikatif
pada dasarnya ingin menguji kebenaran melalui pengumpulan data di
lapangan. Melalui pendapat diatas dapat diketahui penelitian verifikatif pada
dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis melalui pengumpulan
data di lapangan.
Setelah mengetahui jenis penelitian yang akan dilakukan, maka
diperlukan suatu metode untuk mempermudah dalam pembuatan
kesimpulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
tertentu yang bersifat alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan
perlakuan dalam pengumpulan data (Sugiyono, 2009:11).
Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dan metode
survei eksplanatori dengan cara mengumpulkan informasi dari sebagian
populasi secara langsung melalui alat kuesioner dengan tujuan untuk
mengetahui pendapat dari sebagian populasi yang diteliti terhadap
permasalahan penelitian.
Waktu penelitian dalam studi lapangan, pengumpulan data dan
pengolahan data dilakukan selama bulan April-Juli 2013, meliputi kegiatan
penyebaran kuesioner dan observasi.
Tabel 3.1
Jadwal Kegian Penelitian
KEGIATAN
Waktu Penelitian 2013
April Mei Juni Juli
Penelitian Lapangan & Pengumpulan Data v v
Pengolahan Data v v v
Analisis Data v v
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013
Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.
Oleh karena itu metode pengembangan yang digunakan adalah Cross
Sectional Method, yaitu metode penelitian yang mempelajari objek dalam
satu waktu tertentu, serta tidak berkesinambungan dalam jangka waktu yang
3.3 Operasionalisasi Variabel
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai
acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat
ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan
menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2009:132-132). Skala yang
digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Skala Likert sendiri
digunakan karena mampu mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang
atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009:132).
Untuk menguji hipotesis yang diajukan, dalam penelitian ini setiap
variabel terlebih dahulu didefinisikan, kemudian akan dijabarkan melalui
operasionalisasi variabel. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel inti,
yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Variabel yang diteliti adalah sikap
konsumen (variabel bebas/X) dan proses keputusan pembelian (variabel
terikat/Y).
Penjabaran operasionalisasi dari variabel-variabel yang diteliti adalah
terjadinya
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013
3.4 Validitas dan Reliabilitas
Pengujian validitas dan reliabilitas adalah proses menguji butir-butir
pertanyaan yang ada dalam angket, apakah butir pertanyaan tersebut valid
dan reliabel. Apabila terdapat butir-butir yang tidak valid dan reliabel, maka
butir-butir tersebut harus dibuang dan diganti dengan pertanyaan lain. Untuk
menguji angket dalam penelitian ini digunakan SPSS 19 for Windows.
3.4.1 Uji Validitas
Pengujian validitas dilalukan untuk menguji kevalidan setiap item
pertanyaan atau pernyataan untuk setiap item pada setiap variabel.Validitas
(Suliyanto, 2005:40) merupakan sejauh mana ketepatan dan kecermatan
berpendapat bahwa hasil penelitian valid bila terdapat kesamaan antara data
yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang
diteliti. Pada penelitian ini yang akan diuji adalah validitas dari instrumen
sikap konsumen sebagai variabel X dan keputusan pembelian sebagai
variabel Y.
Teknik uji yang digunakan adalah teknik korelasi melalui Koefisien
Korelasi Product Moment dari Karl Pearson (Sugiyono, 2009:181), yaitu
dengan cara mengkorelasikan skor setiap item pertanyaan dengan rumus
sebagai berikut:
Dimana:
r : Koefisien Validias item yang dicari
X : Skor yang diperoleh dari subjek dalam tiap item
∑X : Jumlah skor dalam distribusi X
∑Y : Jumlah skor dalam distribusi Y
∑X2
: Jumlah kuadrat pada masing-masing X
∑Y2
: Jumlah kuadrat pada masing-masing Y
n : Jumlah Responden
Keputusan dalam menentukan valid tidaknya item instrumen, adalah
ketika :
2. rhitung< rtabel, item pertanyaan dinyatakan tidak valid.
Hasil yang didapat dari uji validitas menggunakan SPSS 19 for
Windows disajikan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas
Variabel Item Pertanyaan r hitung Titik kritis Keterangan
B17 0.698 0.361 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013
Semua pertanyaan dinyatakan valid karena memiliki rhitung yang lebih tinggi
dibandingkan dengan titik kritis.
3.4.2 Uji Reliabilitas
Menurut Sugiyono (2009:172) reliabilitas adalah tingkat kemantapan
atau konsistensi suatu alat ukur.Suliyanto (2005:42), mendefinisikan alat
ukur yang reilabel adalah alat ukur yang mampu mengunkap data yang
cukup dapat dipercaya. Alat ukur yang mantap dengan sendirinya akan dapat
diandalkan, hasilnya bisa diramalkan dan dapat menunjukka tingkat
ketepatan.
Uji reliabilitas ini dilakukan jika seluruh item sudah valid. Teknik uji
yang digunakan adalah teknik korelasi belah dua dari Spearman Brown
(Sugiyono, 2009:186). Apabila seluruh data sudah valid, langkah
selanjutnya yaitu mencari reliabilitas seluruh perangkat butir dengan
menggunakan rumus Spearman Brown, yaitu:
Keterangan:
rii : Koefisien korelasi yang dicari
rxy : Koefisien korelasi
Keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan menggunakan SPSS 19 for
Windows dengan hasil sebagai berikut :
Hasil Uji Reliabilitas
variabel r hitung r tabel Keterangan
Sikap Konsumen 0.921 0.7 Reliabel
Proses Keputusan Pembelian 0.832 0.7 Reliabel
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013
Berdasarkan tabel 3.4 diatas, dapat diketahui instrumen yang diajukan
kepada responden dapat dikatakan reliabel, karena setiap variabel memiliki
rhitung yang lebih tinggi dibandingkan rtabel.
3.5 Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Menurut Suharsimi Arikunto (2009:109), sumber data dalam penelitian
adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah:
1. Sumber Data Primer
Sumber data primer menurut Sugiyono (2009:193) yakni sumber data
yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.Dalam
penelitian ini, sumber data primer diperoleh dari kuesioner yang
disebarkan kepada sejumlah responden pengguna notebookASUS A
Series pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community
Indonesia.
2. Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder menurut Sugiyono(2009:193) adalah sumber
data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul
berbagai literatur, artikel, dokumentasi penelitian terdahulu, serta situs
internet.
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan keterangan
tentang data.Untuk lebih jelasnya mengenai sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini, disajikan tabel sebagai berikut:
Tabel 3.5
Jenis dan Sumber Data
No
3. Jumlah pengguna Internet di
Primer Facebook.com Untuk mengetahui jumlah pengguna ASUS
A Series yang selanjutnya
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013
Teknik pengumpulan data sangat diperlukan dalam analisis anggapan
dasar dan hipotesis karena teknik-teknik tersebut dapat menentukan lancar
tidaknya suatu proses penelitian.Pengumpulan data diperlukan untuk
menguji anggapan dasar dan hipotesis. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. kuesioner, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009:199). Teknik ini
digunakan karena lebih efisien karena jumlah responden cukup besar
dan tersebar di wilayah yang luas.
2. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data apabila peneliti
ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan
yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal
dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
sedikit/kecil (Sugiyono, 2009:194).
3. Studi Dokumentasi, merupakan studi pencarian data dari
catatan-catatan, laporan-laporan serta dokumen-dokumen yang berkaitan
dengan masalah yang diteliti.
4. Studi Literatur, merupakan teknik pengumpulan data dengan
memperolah data dari buku, jurnal penelitian, media cetak dan
elektronik serta sumber lain yang berhubungan dengan masalah yang
diteliti.
Penelitian ini menggunakan metode sistem survei web. Menurut
McDaniel, (1999:172) Sistem ini memiliki perangkat lunak yang secara
khusus digunakan untuk pembuatan kuesioner web dan penyampaiannya.
Lebih lanjut, sistem web terdiri dari rancangan kuesioner terpadu, web
server, database, dan program penyampaian data, dirancang untuk dipakai
oleh konsumen pada umumnya.
3.6 Populasi dan Sampel
3.6.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek maupun
subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2009:115). Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna
notebook ASUS A Series.Jumlah keseluruhan anggota yang tersebar pada
grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia yang berjumlah
ASUS A Series yang tersebar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series
Community Indonesia sebanyak 243 orang(per tanggal 4 February 2013).
3.6.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi yang diteliti (Sugiyono, 2009:116). Sedangkan menurut Sugiarto
(2001:2) sampel adalah sebagian dari anggota populasi yang dipilah
menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili
populasinya. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah pengguna
notebook ASUS A Series yang tersebar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N
Series Community Indonesia.
Sampel yang didapat untuk penelitian ini merupakan sampel internet.
Sampel internet sendiri, menurut McDaniel (1999:171) merupakan sampel
yang didapat melalui survei internet, yang membatasi responden dengan
memaksakan kuota berdasarkan karakteristik sampel yang diterapkan.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
purposive sampling (Sugiyono, 2009:112) yang masuk kedalam non
probability sampling. Teknik sampling purposif ini dilakukan atas
pertimbangan tertentu. Pertimbangan dalam pengambilan sampel pada
penelitian ini antara lain:
1. Sampel mengetahui produk notebook ASUS.
2. Sampel terdaftar pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series
Community Indonesia.
Untuk perhitungan berapa sampel yang akan diambil, peneliti
menggunakan rumus Slovin (Anwar Sanusi, 2011:101). Rumus ini dianggap
tepat karena kesalahan pengambilan sampel masih dapat ditoleransi,
dikarenakan Slovin memasukkan unsure kelonggaran ketidaktelitian. Rumus
Slovin adalah sebagai berikut:
Anwar Sanusi (2011:101)
Dimana: n : ukuran sampel
N : ukuran populasi
∝: toleransi ketidaktelitian
Maka:
, dibulatkan menjadi 111 orang.
3.7 Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis
Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk
menganalisis data. Kegiatan dalam analisis data adalah (Sugiyono,
2009:206); (1) mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis
responden, (3) menyajikan data tiap variabel yang diteliti, (4) melakukan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan (5) Melakukan
perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.
Pada penelitian ini, digunakan dua jenis analisis yaitu analisis
deskriptif bagi variabel yang bersifat kualitatif dan analisis kuantitatif
berupa pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis
regresi linear sederhana.
3.7.1 Method Succesive Interval (MSI)
Dari data penelitian yang diperoleh dari lapangan, maka selanjutnya
peneliti harus mengolah data-data berupa skor total dari variabel penilaian
kinerja (X) dan variabel motivasi kerja (Y). Dikarenakan data yang
diperoleh merupakan data yang berbentuk ordinal sedangkan untuk
melakukan pengolahan data statistik parametris harus berbentuk data
interval. Data interval sendiri merupakan data yang sama dengan data
ordinal tetapi memiliki jenjang kelas tertentu. Oleh karena itu peneliti
mengubah data ordinal menjadi data interval dengan menggunakan software
Microsoft Excel Method Succesive Interval. Setiap data yang dimiliki oleh
peneliti dimasukkan kedalam MSI untuk kemudian di rubah menjadi data
interval, yang merupakan syarat untuk melakukan uji statistik parametris
3.7.1 Analisis Regresi Linear Sederhana
Teknik analisis regresi linier sederhana dilakukan dengan prosedur kerja sebagai
berikut:
1) Uji asumsi regresi
a. Uji asumsi normalitas
Syarat pertama untuk melakukan analisis regresi adalah normalitas,
Data sampel hendaknya memenuhi prasyarat distribusi normal.Data yang
mengandung data ekstrim biasanya tidak memenuhi asumsi
normalitas.Jika sebaran data mengikuti sebaran normal, maka populas dari
mana data diambil berdistribusi normal dan akan dianalisis menggunakan
analisis parametric. Pada penelitian ini untuk mendeteksi apakah data yang
akan digunakan berdistribusi normal atau tidak dilakukan dengan
menggunakan Normal Probability Plot.Suatu model regresi memiliki data
berdistribusi normal apabila sebaran datanya terletak di sekitar garis
diagonal pada Normal Probability Plot yaitu dari kiri bawah ke kanan atas.
b. Uji asumsi heteroskedastisitas
Heteroskedastis adalah varian residual yang tidak konstan pada
regresi sehingga akurasi hasil prediksi menjadi meragukan.Residu pada
heteroskedastisitas semakin besar apabila pengamatan semakin besar.
Suatu regresi dikatakan tidak terdeteksi heteroskedastis apabila diagram
pencar residualnya tidak membentuk pola tertentu, dan apabila datanya
c. Uji Asumsi Nonautokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara
residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model
regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi
dalam model regresi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah
dengan uji Durbin-Watson (uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Jika d lebih kecil dari dL atau lebih besar dari (4-dL) maka hopotesis
nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi.
2) Jika d terletak antara dU dan (4-dL), maka hipotesis nol diterima,
yang berarti tidak ada autokorelasi.
3) Jika d terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan (4-dL),
maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.
Nilai du dan dl dapat diperoleh dari tabel statistic Durbin Watson
yang bergantung banyaknya observasi dan banyaknya variabel yang
menjelaskan.
d. Model persamaan regresi linier sederhana X atas Y adalah sebagai berikut:
e. Nilai koefisien korelasi (R) digunakan untuk mengetahui kuat atau
lemahnya hubungan pengaruh, juga untuk menentukan besarnya pengaruh
variabel bebas secara bersama-sama atau menyeluruh terhadap variabel Y.
Keputusan Pembelian (Y) menurut Sugiyono (2012 : 151), digunakan
koefisien determinasi (Kd), yaitu :
Kd = R2x 100%
dimana :
Kd = Koefisien determinasi
r = Koefisien korelasi
Menurut Sugiyono (2012:182) untuk mengetahui kuat rendahnya
hubungan pengaruh, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Tabel 3.6
Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koevisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,200 – 0,399 Rendah
0,400 – 0,599 Sedang
0,600 – 0,799 Kuat
0,800 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono (2012 : 184)
f. Selanjutnya untuk uji signifikansi koefisien korelasi, dicari dulu
kemudian dibandingkan dengan
Keterangan :
= Nilai F yang dihitung
= Nilai Koefisien Korelasi Ganda
m = Jumlah variable bebas
n = Jumlah Sampel
Jika Fhitung ≥ Ftabel artinya signifikan,
Jika Fhitung ≤ Ftabel artinya tidak signifikan.
Dengan taraf signifikansi : α = 0.01 atau α = 0.05 carilah nilai Ftabel
menggunakan Tabel F dengan rumus :
Ftabel = F{(1-α) (dk pembilang = m), (dk penyebut = n-m-1)}
g. Menguji signifikansi antara variabel independent terhadap variabel
dependent dengan membandingkan thitung dengan ttabel dan menghitung nilai
beta (koefisien jalur), yakni koefisien regresi yang distandarkan untuk
mengetahui besarnya kontribusi variabel independent terhadap variabel
dependent dengan rumus berikut :
Keterangan :
= Koefisien regresi yang distandarkan
Sk = Standar deviasi variabel independet
SY = Standar deviasi variabel dependent
bk = Koefisien regresi variabel independent Xk yang terdapat dalam
persamaan regresi
3.7.2 Uji Hipotesis
Objek penelitian yang menjadi variabel independen adalah sikap
konsumen (X), sedangkan variabel dependen adalah proses keputusan
pembelian (Y). Dengan memperhatikan karakteristik dari setiap variabel (Li, 1975:103 ; Land 1969:9 ;
yang akan diuji, maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t
(parsial).
Pengujian signifikan koefisien korelasi dengan menggunakan uji t yang
ditunjukkan pada rumus berikut:
Sugiyono (2009:250)
Dimana:
t : thitung atau nilai t
r : Nilai koefisien korelasi
n : Jumlah sampel
Untuk menerima atau menolak hipotesis adalah:
1. Jika thitung
≤
ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidakterdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan Variabel
Y.
2. Jika thitung
>
ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berartiterdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan Variabel
Y.
Taraf kesalahan dengan menggunakan derajat dk = (n-2) serta
dilakukan dengan uji satu pihak, yaitu pihak kanan. Secara statistik,
hipotesis yang akan diuji dalam pengambilan keputusan penerimaan atau
H0 :
µ ≤ µ
0Tidak terdapat pengaruh yang positif antara sikap konsumen terhadap
proses keputusan pembelian.
H1 :
µ > µ
1Terdapat pengaruh positif antarasikap konsumen terhadap proses
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada responden
pengguna notebook ASUS A Series yang terdapat pada grup Facebook ASUS
A/K/X/N Series Community Indonesia tentang pengaruh sikap konsumen
terhadap proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series, maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Secara umum gambaran sikap konsumen pengguna ASUS A Series yang
terdapat pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia
yang dilihat dari dimensi kognitif, dimensi afektif dan dimensi konatif
masuk kedalam kategori baik. Sikap konsumen pengguna sudah sesuai
dengan hirarki pembelajaran standar, yang merupakan proses yang
dimulai dari pembentukan kepercayaan kepada objek sikap, dilanjutkan
dengan membangun perasaan tertentu terhadap objek sikap tersebut, dan
pada akhirnya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan objek sikap
tersebut.
2. Secara umum gambaran proses keputusan pembelian pengguna ASUS A
Series yang terdapat pada grup Facebook ASUS A/K/X/N Series
pencarian informasi, evaluasi alternatif, pemilihan produk dan hasil
pembelian sudah mendapat respon positif dari konsumen. Proses
keputusan pembelian konsumen pemilik notebook ASUS A Series di grup
Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia masuk kedalam
kategori baik. Proses keputusan pembelian pun sudah sesuai dengan teori
extended problem solving, dimana proses keputusan pembelian dilakukan
dengan melewati jalur yang panjang dan didalamnya terdapat banyak
pemikiran.
3. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh sikap konsumen terhadap
proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series pada grup Facebook
ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia diperoleh kesimpulan bahwa
terdapat pengaruh yang sangat kuat diantara sikap konsumen dengan
proses keputusan pembelian.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian mengenai pengaruh sikap
konsumen terhadap proses keputusan pembelian notebook ASUS A Series pada
grup Facebook ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia, peneliti
mengajukan beberapa saran dari permasalahan yang dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi beberapa pihak terkait dalam menentukan kebijakan di masa
1. ASUS disarankan melakukan perbaikan kualitas hardware maupun
peningkatan spesisifikasi notebook, serta penyesuaian keergonomisan
bentuk notebook ASUS A Series, seperti peregangan letak USB, serta
penyesuaian monitor yang menurut konsumen sedikit bermasalah.
Peningkatan serta penyesuaian ini bertujuan untuk lebih meningkatkan
perasaan suka terhadap notebook ASUS A Series yang bertujuan untuk
meningkatkan sikap konsumen terhadap notebook ASUS A Series.
2. ASUS disarankan untuk melakukan pembenahan dari segi promosi,
diantaranya melakukan promosi secara langsung melalui media cetak
maupun elektronik. Serta dengan adanya era inovasi teknologi
memungkinkan ASUS turun langsung kelapangan dengan membuat Fan
Page resmi pada Facebook maupun membuat Thread resmi pada situs
Kaskus.
3. Bagi penelitian selanjutnya, penulis menyarankan agar melakukan
penelitian yang lebih mendalam terhadap produk notebook ASUS seri lain,
dengan juga mempertimbangkan faktor-faktor lain diluar sikap konsumen
yang dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian notebook ASUS A
Series, seperti motivasi, persepsi dan pembelajaran sehingga dapat
memberikan hasil dan kontribusi yang lebih baik untuk peneliti maupun
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Arikunto, S. (2009). Metode Penelitian Bisnis Bandung: Alfabeta.
Ginting, N. F. H. (2011). Manajemen Pemasaran cetakan ke-1. Bandung: CV Yrama Widya.
Husein, U. (2003). Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Kotler, P. & Armstrong, G. (2012). Principles of Marketing (14th edition). New Jersey: Prentice Hall.
Kotler, P. & Keller, K. L. (2012). Marketing Management (14th edition). New Jersey: Prentice Hall.
McDaniel, C. & Gates, R. (1999). Contemporary Marketing Research (4th Edition). Singapura: Thomson Learning Asia
Mowen, J. C. & Minor, M. (2002). Perilaku Konsumen jilid 1 (Edisi 5). Jakarta: Erlangga
Sanusi, A. (2011). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat
Silalahi, U. (2010). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama
Solomon, Michael R. (2011). Consumer Behavior: Buying, Having and Being (9th Edition). New Jersey: Pretince Hall
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D) cetakan ke-14. Bandung: Alfabeta.
Sumarwan, U., dkk. (2011). Pemasaran Strategik: Perspektif Value-Based
Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor: IPB Press.
Suryani, T. (2008). Perilaku Konsumen: Implikasi Pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Susetyo, B. (2010). Statistika Untuk Analisis Data Penelitian. Bandung: Refika Aditama
Jurnal
Banytė, J. et al. (2007). “Relationship of Consumer Attitude and Brand: Emotional Aspect”. Engineering Economics, Commerce of Engineering Decisions. 2 (52), 65-77.
Patel, V. (2012). ”A Study On Students’ Attitutde Towards Online Shopping In India”. Indian Streams Research Journal. 2 (8), 1-12.
Wahyuni, Dewi U. (2008). “Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. 10
(1), 30-37.
Artikel Internet
Firdaus, Farid. (2013). Acer Terus Perkuat Posisi Pasar PC. [online]. Tersedia : http://www.beritasatu.com/gadget/102569-acer-terus-perkuat-posisi-di-pasar-pc.html [16 Maret 2013]
Karimudin, Amir. (2012). MarkPlus Insight: Jumlah Pengguna Internet di
Indonesia Capai 61 Juta Orang. [online]. Tersedia : http://dailysocial.net/post/markplus-insight-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-capai-61-juta-orang [14 Maret 2012]
Kharismawati, Margareta E. (2012). Ini Lima Besar Penjual PC Indonesia. [online]. Tersedia : http://industri.kontan.co.id/news/ini-lima-besar-penjual-pc-di-indonesia [14 Maret 2013]
Pratama, Adiatmaputra F. (2012). Orang Indonesia Masih Sedikit Kuasai Dunia
Maya. [online]. Tersedia :
http://www.tribunnews.com/2012/12/14/orang-indonesia-masih-sedikit-kuasai-dunia-maya [13 Maret 2013]
Wahyudi, Reza. (2012). Acer Klaim Rajai Pasar Laptop Indonesia. [online]. Tersedia
:http://tekno.kompas.com/read/2012/10/23/11522281/Acer.Klaim.Rajai.Pa sar.Laptop.Indonesia [14 Maret 2013]
Forum Internet
Kaskus.co.id : ASUS A/K/X/N Series Community Evolution
Facebook.com : ASUS A/K/X/N Series Community Indonesia
AMD-ERZ Indonesia