DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN
KATA PENGANTAR ABSTRAK
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian ... 1
B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 11
C. Tujuan Penelitian ... 12
D. Metode Penelitian ... 13
E. Manfaat / Signifikansi Penelitian ... 14
BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori ... 15
1. Tinjauan Teoritis ... 15
2. Implementasi Elearning dalam Pembelajaran ... 19
3. Aplikasi Moodle ... 21
4. Model Pengembangan Elearning yang digunakan ... 35
6. Aplikasi Elearning Berbasis Open Source ……….. ... 39
7. Sikap Belajar ... 40
8. Penguasaan Konsep ……….. ... 45
B. Kerangka Pemikiran ……… ... 48
C. Hipotesis ……… ... 51
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 53
B. Definesi Operasional ... 53
C. Populasi Sampel Penelitian ... 56
D. Tahapan Penelitian ... 56
E. Instrumen Penelitian ... 58
F. Pengujian Instrumen ……….. ... 59
G. Teknik Pengumpulan Data ... 61
H. Teknik Analisis Data ... 62
I. Skenario Pembelajaran ... 66
J. Agenda Penelitian ... 72
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ………. ... 73
B. Pengujian Hipotesis ……… ... 81
C. Pembahasan Hasil Penelitian ………. ... 95
B. Rekomendasi ………... 116
DAFTAR TABEL
Tabel Hal
1.1 Hasil Wawancara Kemampuan Penguasaan Konsep Mahasiswa .. 3
3.1 Desain Penelitian ... 53
3.2 Kriteria Koefisien Korelasi ... 60
3.3 Klasifikasi Tingkat Kesukaran ... 60
3.4 Kriteria Daya Beda ... 61
3.5 Ringkasan Teknis Pengumpulan Data ... 61
3.6 Klasifikasi Gain ... 66
3.7 Jadwal Kegiatan Penelitian ... 72
4.1 Hasil Uji Normalitas Penguasaan Konsep Belajar ... 83
4.2 Hasil Uji Homogenitas Penguasaan Konsep Belajar ... 84
4.3 Hasil Uji Sampel T-Test Gain Kelas Multimedia & Blended ... 86
4.4 Hasil Uji Sampel T-Test Gain Kelas Multimedia & Full ... 86
4.5 Hasil Uji Sampel T-Test Gain Kelas Blended & Full ... 88
DAFTAR GAMBAR
Gambar Hal
4.1 Rerata Skor Pretest Penguasaan Konsep Blended, Full & CD ... 75
4.2 Rerata Skor Pretest – Postest Penguasaan Konsep Blended ... 76
4.3 Rerata Skor Pretest – Postest Penguasaan Konsep Full ... 77
4.4 Rerata Skor Pretest – Postest Penguasaan Konsep CD ... 78
4.5 Rerata Skor Postest Penguasaan Konsep Blended, Full & CD ... 79
4.6 Rerata Skor Pos – pre test Penguasaan Blended, Full & CD ... 81
4.7 Visualisasi hasil uji normalitas seluruh kelas... 83
4.8 Visualisasi hasil uji homogenitas seluruh kelas... 85
4.9 Visualisasi Uji T-Test Skor Gain Kelas Multimedia & Blended .. 87
4.10 Visualisasi Uji T-Test Skor Gain Kelas Multimedia & Full ... 89
4.11 Visualisasi Uji T-Test Skor Gain Kelas Blended & Full ... 91
4.12 Visualisasi Uji One Way Inova Gain Blended, Full & CD ... 93
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Proses penguasaan suatu konsep di dalam upaya memperkaya informasi dan ilmu pengetahuan, telah banyak digunakan berbagai solusi untuk mencari tahu bagaimana cara mengatasi permasalahan-permasalahan penguasaan konsep dan sikap belajar peserta didik. Keberhasilan ini akan mempengaruhi perubahan perilaku tentang proses pembelajaran secara sistematis, sehingga setiap peserta didik bukan hanya menguasai kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip, tetapi juga merupakan suatu proses panjang yang akhirnya terjadi peningkatan prestasi dan hasil belajar. Suatu proses peningkatan prestasi dan hasil belajar ini tidak akan pernah terjadi apabila pemahaman mengenai konsep-konsep dan perbaikan sikap belajar tidak dimiliki oleh mahasiswa. Lemahnya konsep dasar serta kurangnya pengetahuan awal yang dimiliki mahasiswa membuat proses pembelajaran kurang menarik minat mahasiswa untuk belajar.
disampaikan berbeda-beda karena setiap mahasiswa memiliki respon berbeda terhadap materi yang disampaikan dosen ada yang cepat dan ada pula yang lambat.
Tabel 1.1 Hasil Wawancara
Kemampuan Penguasaan Konsep
Mahasiswa Kewirausahaan FKIP UIR 2009 -2011
Sumber: Daba deolah dare Hasel Wawancara
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa masih rendahnya kemampuan mahasiswa dalam berpikir dan penguasaan konsep pada mata kuliah kewirausahaan, dari rata-rata 200 mahasiswa < 50 % yang memiliki kemampuan penguasaan konsep. Hal ini diduga terjadi karena proses pembelajaran yang belum optimal, terutama dosen kurang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir dalam menganalis konsep kewirausahaan.
Pembelajaran Kewirausahaan di FKIP UIR selama ini dirasakan belum optimal, hal ini dapat dilihat dari penekanan proses belajar mengajar yang masih konvensional (teacher centered). Mahasiswa terbiasa mendengarkan dosen
KEMAMPUAN
Dosen 1 Dosen 2
Mahasiswa Persentase Mahasiswa Persentase Kemampuan bertanya Kemampuan menjawab Kemampuan mengidentifikasi Kemampuan menganalisis Kemampuan menilai 12 15 10 7 5 12 % 15 % 10 % 7 % 5 % 15 10 15 5 3 15 % 10 % 15 % 5 % 3 %
ceramah dan mentransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada mahasiswa, sementara mahasiswa hanya duduk, diam dan dengar dengan rapi dan siap menerima informasi atau pelajaran dari dosen, mahasiswa mencatat dan penekanan pada hafalan menyebabkan materi kewirausahaan dilupakan sehingga menghambat aktivitas mahasiswa. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran yang terjadi hanya sebatas pada transfer of knowledge, serta kurang bisa seorang dosen dalam mengkaitkan materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar sehingga mahasiswa tidak mampu memanfaatkan keilmuan dalam proses pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil pengamatan secara langsung di beberapa kelas mata kuliah kewirauasahaan, selain proses pembelajaran kewirausahaan masih berpusat pada dosen, dan satu arah, hasil rata-rata ulangan, quiz atau tes harian mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak mampu memahami konsep secara menyeluruh serta tidak mampu menerapkannya dalam situasi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena konsep materi kewirausahaan yang kompleks banyak menyulitkan mahasiswa untuk memahami materi yang diajarkan secara menyeluruh, sehingga ketika mahasiswa diberi tugas yang lebih berorientasi terhadap pengamalan konsep di lapangan, masih banyak yang belum faham maksud dari tugas yang diberikan dan bagaimana maksud sebenarnya.
butuh sebuah inovasi pembelajaran kewirausahaan yang dapat mendorong keaktifan belajar mahasiswa sekaligus memberikan perhatian lebih pada peningkatan penguasaan konsep dan sikap belajar dalam pembelajaran kewirausahaan.
Salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan penguasaan konsep mahasiswa, adalah menerapkan elearning dalam proses pembelajaran. Elearning berarti belajar dengan menggunakan media elektronik. Kata elektronik sendiri mengandung pengertian yang spesifik yakni komputer atau internet, sehingga elearning sering diartikan sebagai proses belajar yang menggunakan komputer
atau internet. Penerapan elearning dipandang dapat membantu dan memfasilitasi mahasiswa dalam menguasai materi pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat mngembangkan konsep kewirausahaan. Dalam elearning, mahasiswa dihadapkan pada masalah autentik (nyata) sehingga diharapkan mereka dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan kemandirian dalam mencari sumber belajar yang lebih bermakna dalam mendukung proses pembelajaran. Memandirikan mahasiswa dalam mengembangkan bahan ajar akan berdampak meningkatkan kepercayaan dirinya dalam belajar, sehingga akan berefek kepada sikap belajar mereka.
dalam Asman (2002) mengatakan bahwa pembelajaran konsep-konsep akan lebih bermakna jika disesuaikan dengan gaya belajar mahasiswa (student oriented). Dengan memanfaatkan pembelajaran elearning untuk setiap mahasiswa dapat belajar secara lebih mandiri, dari proses yang seperti itu diharapkan akan dihasilkan hasilpembelajaran yang lebih bermakna dan hasil belajar yang lebih baik.
Keunggulan Elearning inilah yang mendorong banyak praktisi kependidikan dan pemerintah melalui Departemen Kependidikan Nasional mulai melakukan penataan dan penyiapan infrastruktur di bidang teknologi informasi khususnya internet. Seharusnya pemanfaatan fasilitas internet perlu mendapatkan penghargaan dan apresisasi dari pelaku dunia kependidikan itu sendiri, sehingga peran internet untuk dapat membantu pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. Dosen sangat memberikan pengaruh dalam mengantarkan mahasiswa pada kesuksesan belajarnya, dan pengaruh dosen sangat penting dalam suatu proses pembelajaran, karena dosen adalah sebagai mediator yang menyampaikan ilmu kepada mahasiswa. Pendapat di atas menguatkan asumsi bahwa potensi, bakat, dan minat mahasiswa akan berkembang manakala dosen mampu berinovasi dalam pemberian materi pembelajaran.
sebagai melakukan inovasi dalam pembelajaran, yakni suatu upaya melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan dan sarana yang mendukung dalam suasana dan iklim belajar yang menyenangkan. Inovasi pembelajaran yang dilakukan seorang dosen akan menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Pada awalnya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, yaitu gambar, model, objek dan lain-lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit dalam motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi mahasiswa. Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan media gambar terhadap hasil belajar mahasiswa dapat meningkatan prestasi belajar. Pengaruh penggunaan multimedia pembelajaran juga dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan analisis mahasiswa.
Sebagai refleksi tambahan, berikut salah satu hasil penelitian mengenai pengoptimalan peran media (komputer) dalam pembelajaran yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu. Homsyer (dalam Afdal, 2009; Rangga, 2007) membandingkan kelompok mahasiswa yang mendapat pembelajaran dengan Computer-Assisted Instruction (CAI) dengan kelompok yang menerima pelajaran
memiliki syarat dan ketentuan. Elearning yang digunakan adalah elearning dengan aplikasi Moodle.
Kelebihan elearning dengan aplikasi Moodle ini di samping bisa mengelola sebuah proses belajar berlangsung, juga mampu mengelola materi pembelajaran. Moodle kepanjangan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment, bersifat program aplikasi yang open source dan free
(gratis). Beberapa modifikasi telah dilakukan oleh pengembang Moodle untuk menjadikan tampilan pembelajaran menjadi lebih menarik.
Proses belajar mahasiswa akan cenderung tetap, kecuali bagi mahasiswa yang dapat menggunakan elearning sebagai alat bantu belajar mereka. Hal ini membuktikan lebih tinggi sikap dan prestasi belajar mereka. Mahasiswa yang belajar dengan menggunakan elearning memperoleh nilai rata-rata lebih baik, sedangkan mahasiswa yang menerima pelajaran lewat tatap muka memiliki nilai jauh di bawah rata-rata.
Dari beberapa penelitian di atas, peneliti ingin menjadikan pembelajaran melalui CD multimedia sebagai pembelajaran pembanding (kelas control). Di dalam penelitian pemanfaatan elearning ini, ada 2 kelas eksperimen yang akan dibandingkan dengan kelas control, kelas eksperimen yang pertama disebut kelas full elearning dan kelas eksperimen yang kedua disebut kelas blended elearning .
Hal ini dikarenakan selain memiliki pengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa, elearning juga mempengaruhi sikap belajar mahasiswa.
sehingga memudahkan mahasiswa nantinya ketika akan mengakses situs elearning di internet dalam mengikuti proses pembelajaran.
Dalam penelitian ini peneliti membatasi aspek-aspek masalah, sebagai berikut:
1. Pokok bahasan yang dikembangkan adalah salahsatu bahasan materi dari mata kuliah kewirausahaan.
2. Elearning yang diterapkan menggunakan aplikasi Moddle.
3. Multimedia yang digunakan ialah komputer dengan bantuan CD Multimedia.
Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah materi konsep-konsep dasar kewirausahaan, yaitu bahasan mengenai teori-teori kewirausahaan berdasarkan indikator serta mengenal macam-macam sikap kewirausahan, serta bagaimana upaya orientasinya dalam kehidupan nyata. Kelebihan elearning dengan aplikasi Moodle ini diantaranya penggunaannya tepat untuk kelas online,
hasil belajarnya relatif sama baiknya dengan belajar secara langsung tatap muka dengan pendidik, pendidik mempunyai hak istimewa, yaitu dapat mengubah (memodifikasi) materi pembelajaran, serta pendidik dapat mengatur pelajaran, termasuk melarang pengajar yang lain memberikan pelajaran.
B. Identifikasi Dan Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI menjadi tuntutan zaman. Intergrasi pembelajaran menggunsksn teknologi informasi sangat diperlukan.
2. Konsep materi yang kompleks sehingga menyulitkan mahasiswa untuk memahami materi yang diajarkan.
3. Mahasiswa yang masih enggan untuk membeli buku cetak atau bahan ajar. 4. Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari, akan
tetapi belum terarah kepada hal-hal yang positif, dengan adanya pembelajaran berbasis internet ini membantu perubahan kebiasaan yang bersifat merugikan.
5. Proses pembelajaran kewirausahaan selama ini masih kurang mengikutsertakan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga pemahaman konsep terhadap mahasiswa masih terbatas dalam mengembangkan sikap belajar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah sikap belajar dan penguasaan konsep mahasiswa pada kuliah Kewirausahaan setelah mendapatkan pembelajaran dengan elearning ? “
Pembelajaran elearning yang dimaksud yaitu pembelajaran dengan pendekatan full elearning yaitu pembelajaran yang seluruh proses pembelajarannya dengan elearning dan pembelajaran dengan pendekatan blended elearning yaitu yang proses pembelajarannya bergantian antara elearning dengan
konvensional di dalam kelas.
Identifikasi masalah tersebut dapat dijabarkan ke dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1. Apakah ada perbedaan sikap belajar dan penguasaan konsep mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan full elearning dengan blended elearning ?
2. Apakah ada perbedaan sikap belajar dan penguasaan konsep mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan full elearning dengan CD multimedia ?
3. Apakah ada perbedaan sikap belajar dan penguasaan mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan blended elearning dengan CD multimedia?
C. Tujuan Penelitian
kewirausahaan pada mahasiswa calon guru Ekonomi Akuntansi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan Universitas Islam Riau. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui Perbedaan sikap belajar dan penguasaan konsep mahasiswa menggunakan full elearning dengan blended elearning. 2. Mengetahui perbedaan sikap belajar dan penguasaan konsep
mahasiswa menggunakan full elearning dengan CD multimedia. 3. Mengetahui perbedaan sikap belajar dan penguasaan konsep
mahasiswa menggunakan blended elearning dengan CD multimedia.
D. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control-Group Pretest-Posttest design. Instrumen penelitian yang
E. Manfaat / Signifikansi Penelitian
Signifikansi dan Manfaat penelitian ini, diantaranya :
1. Hasil peneltitian ini dapat memberikan suatu inovasi pembelajaran di mata kuliah kewirausahan yaitu dalam bentuk pembelajaran elearning dengan menggunakan aplikasi learning management system (LMS) Moodle, diharapkan aplikasi ini dapat digunakan untuk pembelajaran materi ajar yang lain.
2. Memberikan wawasan baru tentang penggunaan elearning dalam pembelajaran, sehingga lebih memperkaya khasanah inovasi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru atau dosen dalam pembelajaran di kelas.
3. Manfaat praktis dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan penguasaan konsep, dan perbaikan sikap belajar mahasiswa melalui pembelajaran elearning . 4. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh perguruan tinggi lainya,
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control-Group Pretest-Posttest design. (Isaac & Michael,
1982).
Tabel 3.1
Desain Penelitian
KELAS TES AWAL PERLAKUAN TES AKHIR
Eksperimen 1 O1 X1 O2
Eksperimen 2 O1 X2 O2
Kontrol O1 X3 O2
Keterangan:
O1 : Kemampuan awal sebelum pembelajaran (diukur dengan pretes)
O2 : Kemampuan akhir setelah pembelajaran (diukur dengan postes)
X1 : Perlakuan pembelajaran dengan full elearning
X2 : Perlakuan pembelajaran dengan blended elearning
X3 : Perlakuan pembelajaran dengan cd multimedia
B. DEFINISI OPERASIONAL
berikut:
1. Pembelajaran Elearning dengan Aplikasi Moodle
Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning
Environment) merupakan Course Management System (CMS), juga dikenal
sebagai Learning Management System (LMS) atau Virtual Learning
Environtmen (VLE) adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk
kegiatan belajar berbasis web atau internet yang menggunakan prinsip
pedagogy. Moodle merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan
mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi, yang
dikenal dengan konsep elearning dan memiliki fitur- fitur pembelajaran
elektronik dengan prinsip-prinsip pedagogis antara lain:
a. Fitur manajemen mata pelajaran /bahan ajar, penambahan
matapelajaran, pengurangan atau pengubahan matapelajaran/bahan
ajar, silabus, materi pelajaran, daftar referensi dan bahan bacaan
yang berbasis text atau multimedia.
b. Tersedianya banyak plugin atau modul tambahan yang dapat digunakan
untuk memperkaya tampilan dan kinerja, seperti modul chat, modul
polling, modul, forum (forum diskusi dan komunikasi), modul untuk jurnal, modul untuksurvey dan workshop.
2. Peningkatan Penguasaan Konsep & Perbaikan Sikap Belajar Mahasiswa
Penguasaan konsep yang diukur dalam penelitian ini ditekankan pada dimensi pengetahuan konseptual dan faktual, sedang untuk proses kognitif yaitu jenjang pemahaman, analisis dan evaluasi, merujuk pada taksonomi kognitif Bloom yang direvisi (Anderson et al., 2001). Sedangkan sikap belajar yang dinilai dalam penelitian ini adalah sikap menurut taksonomi domain affektif David R. Krathwohl, et.al (Isaac & Michael, 1982). Sikap belajar yang diteliti
adalah sikap belajar terhadap proses pembelajaran yaitu sikap mau menerima, sikap mau memberi tanggapan, sikap mau berpartisipasi. Penilaian sikap belajar mahasiswa ini dilakukan dengan menggunakan instrument skala sikap Likert.
3. Kelas Full Elearning , Kelas Blended Elearning dan Kelas Multimedia Interaktif
Kelas full elearning adalah kelas yang proses pembelajarannya dilakukan seluruhnya dengan menggunakan fasilitas elearning melalui web online di internet. Kelas blended elearning adalah kelas yang proses
pembelajarannya dilakukan dengan mengkobinasikan antara pertemuan tatap muka di kelas dan juga menggunakan fasilitas elearning melalui web secara online di internet. Kelas Multimedia Interaktif adalah kelas yang pendekatan
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan ekonomi akuntansi semester II (genap) di salah satu LPTK swasta di Provinsi Riau yang sedang mengikuti perkuliahan Kewirausahaan tahun akademik 2011/2012. Alasan pemilihan LPTK ini adalah karena LPTK ini telah memiliki laboratorium komputer, fasilitas jaringan internet yang memadai, termasuk hotspot area untuk penelitian ini.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 38 mahasiswa untuk kelas full elearning , 39 mahasiswa untuk kelas blended elearning , dan 40 mahasiswa untuk kelas CD Multimedia (kontrol).
D. Tahapan Penelitian
Tahapan-tahapan yang ditempuh dalam penelitian ini meliputi: studi pendahuluan, persiapan, implementasi, dan diakhiri dengan analisis hasil dan penyusunan laporan.
1. Studi pendahuluan
penelitian ini. Temuan studi pendahuluan ini digunakan sebagai dasar pijakan untuk mengembangkan elearning sebagai salah satu pola yang potensial dan feasible untuk dilaksanakan saat ini.
2. Tahap persiapan dan perancangan elearning
Pada tahap ini dimulai dengan menetapkan disain penelitian yang akan dilaksanakan yaitu kuasi eksperimen, yang meliputi metode penelitian, teknik analisa data, dan instrumen penelitian serta langkah terakhir pada tahap ini adalah membuat rancangan model pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam bentuk web online, meliputi: penyiapan konten bahan ajar, aplikasi LMS yang digunakan, dan proses untuk mempublikasikan web online yang telah dirancang tersebut, mulai dari pendaftaran domain,
penyewaan hosting ke perusahaan penyedia jasa server hosting. Pada bagian instrumen, konten bahan ajar dan pengembangan bentuk web online sebelumnya di-judgement terlebih dahulu oleh ahli yang pakar di bidang tersebut.
3. Uji coba instrumen penelitian
4. Tahap implementasi
Pembelajaran elearning yang telah dirancang dan dipublikasikan secara online, kemudian diimplementasikan pada materi sumber daya manusia bagi organisasi kewirausahaan pada mahasiswa studi kewirausahaan semester II program studi pendidikan kewirausahaan di salah satu LPTK swasta di Propinsi Riau. Setelah implementasi ini selesai, dilakukan pengisian angket untuk mengetahui sikap mahasiswa terhadap pembelajaran elearning yang dilaksanakan, dan untuk mengetahui tingkat penguasaan konsepnya dilakukan evaluasi belajar melalui post tes. Butir soal yang digunakan dalam uji coba ini adalah butir soal mengenai penguasaan dasar-dasar kewirausahaan.
5. Tahap analisis data dan penyusunan laporan
Setelah implementasi elearning dilakukan, dan semua data penelitian telah terkumpul selanjutnya dilakukan analisis data dan kemudian dilakukan penyusunan laporan.
E. Instrumen Penelitian
1. Jenis Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
a) Web online pembelajaran yang dibangun dengan menggunakan aplikasi learning managemen system (LMS) Moodle.
d) Instrumen angket tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap pembelajaran elearning .
e) Instrumen pedoman wawancara dosen untuk menjaring tanggapan dosen terhadap pembelajaran elearning .
F. Pengujian Instrumen
Sebelum digunakan, instrument tes diujicoba dan dianalisis kelayakannya melalui uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran dan indeks daya beda soal.
a) Uji Validitas
Validitas merupakan ukuran kesahihan suatu instrumen sehingga mampu mengukur apa yang harus atau hendak diukur. Uji validitas instrumen yang digunakan adalah uji validitas isi (content validity) dan uji validitas kriteria (criteria related validity) Uji validitas isi dilakukan melalui validasi oleh seorang ahli/dosen yang memiliki keahlian dibidang materi pencemaran lingkungan, untuk melihat kesesuaian standar isi materi yang ada di dalam instrumen tes. Sedangkan uji validitas kriteria dilakukan melalui uji korelasi Product-moment (Arikunto, 2005), validitas kriteria dilakukan melalui uji
korelasi Product-moment (Arikunto, 2005)
b) Uji Reliabilitas
yang digunakan. Uji reliabilitas instrumen ini menggunakan uji Kuder-Richardson(KR)-21(Arikunto,2005)
Kriteria koefisien korelasi (r) yang digunakan adalah: Tabel 3.2
Tabel Kriteria Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi Keterangan
0,00 - 0,20 Sangat rendah 0,21 - 0,40 Rendah 0,41 - 0,60 Cukup 0,61 - 0,80 Tinggi 0,81 - 1,00 Sangat tinggi
c) Uji Tingkat Kesukaran Soal
Uji tingkat kesukaran soal dilakukan untuk mengetahui apakah butir soal tergolong sukar, sedang atau mudah, yang dihitung melalui persamaan (Zainul & Nasoetion, 2005).
Kriteria indeks kesukaran butir soal diklasifikasikan seperti pada Tabel berikut:
Tabel 3.3
Tabel Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal
P Kriteria
0,00-0,30 0,31-0,70 0,71-1,00
Uji daya pembeda soal dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tiap butir soal mampu membedakan (kemampuan) antara mahasiswa kelompok atas dengan mahasiswa kelompok bawah, yang dihitung melalui persamaan (Zainul & Nasoetion, 2005).
Kriteria daya pembeda butir soal diklasifikasikan seperti pada Tabel berikut:
Tabel 3.4
Tabel Kriteria Daya Pembeda Soal
ID Klasifikasi
0,00-0,20 0,21-0,40 0,41-0,70 0,71-1,00 Negatif
Jelek Cukup
Baik Sangat Baik
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data penelitian tersaji dalam Tabel berikut:
Tabel 3.5
Tabel Ringkasan Teknis Pengumpulan Data Penelitian
Penguasaan konsep,
Mahasiswa Tes awal (pretes) dan tes akhir (postes)
Butir soal pilihan ganda
skala
sikap belajar
Mahasiswa
Tanggapan tentang proses pembelajaran dengan elearning
a. Mahasiswa b. Dosen
a. Angket tanggapan mahasiswa
b. Wawancara
a. Angket tanggapan mahasiswa b. Pedoman
wawancara
H. Teknik Analisa Data
1. Analisis Data Sikap Belajar Mahasiswa.
Gain skor sikap awal (sebelum pembelajaran) dibandingkan dengan
rata-rata N-Gain skor sikap akhir (setelah pembelajaran berlangsung). Untuk mendukung data tersebut juga dilakukan analisis frekuensi jawaban skor netral dibandingkan dengan skor respon untuk melihat bagaimana kecenderungan perubahan sikap itu terjadi kearah sikap positif atau sikap negatif.
Analisis uji coba instrument sikap belajar mahasiswa dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menentukan bobot setiap skor, penskoran tiap pernyataan dinyatakan secara tidak seragam, yaitu dengan berdasarkan sebaran respons mahasiswa pada suatu butir pernyataan. Dalam menentukan bobot skor setiap pernyataan dilakukan melalui tahapan: menentukan bobot frekuensi untuk setiap alternatif jawaban, menghitung proporsi (p), menghitung proporsi kumulatif (cp=cumulative proportion), menghitung nilai tengah proporsi kumulatif (mcp=mean cumulative proportion), menentukan nilai Z berdasarkan mcp dengan
dilakukan melalui langkah-langkah: menyusun skor skala sikap dari yang nilainya tinggi hingga nilai yang terendah, memilih mahasiswa yang termasuk kelompok atas dan kelompok bawah masing-masing 27% dari jumlah sampel yang digunakan, selanjutnya terakhir menentukan nilai t hitung untuk melihat validitas pernyataan sikap tersebut.
3. Analisis data tanggapan mahasiswa terhadap elearning .
Analisis kualitatif dilakukan untuk mendiskripsikan tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap model pembelajaran yang dijaring melalui angket dan disajikan dalam bentuk persentase (%), dari besaran persentase masing-masing item angket akan diketahui kecenderungan tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap pembelajaran elearning .
4. Analisis data tanggapan dosen terhadap elearning .
Analisis kualitatif dilakukan untuk mendiskripsikan tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap model pembelajaran yang dijaring melalui angket dan disajikan dalam bentuk persentase (%), dari besaran persentase masing-masing item angket akan diketahui kecenderungan tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap pembelajaran elearning.
2. Analisis Data Penguasan Konsep.
Analisis kuantitatif ini dilakukan dengan bantuan program SPSS for window ver.18. Analisis data penguasan konsep diawali dengan analisis
perbedaan rata-rata pretes penguasan konsep ketiga kelompok penelitian guna mengetahui bagaimana kemampuan awal mahasiswa kelompok kontrol dan eksperimen, melalui uji beda rata-rata pretes. Hasil uji beda ini menjadi dasar bagi pemilihan uji analisis berikutnya untuk mengukur peningkatan penguasaan konsep mahasiswa; apakah menggunakan rata-rata postes atau menggunakan rata-rata Gain.
Sebelum dilakukan uji beda rata-rata, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat statistik melalui uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas pretes menggunakan uji Chi-square (χ2), sedangkan uji homogenitas dilakukan dengan uji F (Lavene test). Karena syarat normalitas distribusi data terpenuhi, maka selanjutnya dilakukan uji beda rata-rata pretes menggunakan uji parametrik yaitu uji t.
untuk setiap kelompok penelitian dianalisis juga melalui perhitungan skor gain (gain-score) ternormalisasi. Skor gain ini dihitung dengan rumus yang
[image:33.595.118.513.245.727.2]dikembangkan oleh Hake (Meltzer, 2002), dengan kriteria nilai N-gain.
Tabel 3.6 Klasifikasi N-gain
Perolehan N-gain Kriteria
N-gain > 0,70 Tinggi
0,30 N gain 0,70 Sedang
N-gain < 0,30 Rendah
I. Skenario Pembelajaran
Secara garis besar, skenario pembelajaran yang berdasarkan pada pendekatan full elearning , blended elearning dan pembelajaran dengan pendekatan multimedia interaktif adalah sebagai berikut:
a. Kelas Dengan Pendekatan full elearning :
Pada setiap pertemuan pembelajaran dilaksanakan skenario pembelajaran sebagai berikut:
1) Kegiatan Awal
a) Mahasiswa membaca modul dan menonton video tutorial yang telah diberikan.
(1) Mahasiswa membaca petunjuk perkuliahan online yang ada di halaman utama kelas virtual.
(2) Mahasiswa melakukan absensi sesuai dengan jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan fakultas.
(3) Mahasiswa membaca tujuan belajar yang hendak dicapai dalam pertemuan yang bersangkutan,
(4) Mahasiswa berapersepsi secara mandiri dengan menjawab quiz mengenai pertemuan sebelumnya untuk mengarahkan dirinya mengingat kembali pengetahuan awal tentang materi yang telah dipelajari yaitu materi yang berkaitan dengan konsep baru yang akan dipelajari.
(5) Mahasiswa membaca bahan ajar yang sudah disiapkan dan dan diberi tugas untuk mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran
(6) Mahasiswa dituntut untuk dapat memotivasi dirinya sendiri dengan menjelaskan pentingnya materi yang akan dipelajari, baik dalam kaitannya dengan materi lain maupun kehidupan sehari-hari pada laman analisis sumber belajar yang disiapkan pada Forum Diskusi Online (FDO).
Pada tahap ini ini mahasiswa dituntut untuk melaksanakan tujuan belajar, penyajian belajar, monitoring kegiatan belajar secara mandiri. Selanjutnya melakukan refleksi dan mengevaluasi kemampuan mahasiswa terhadap sebuah konsep dalam materi pembelajaran yang telah diikuti.
a) Tahap Pembelajaran Moodle
(1) Mahasiswa menyelesaikan dan mencari jawaban dari pertanyaan yang di buat berdasarkan bahan ajar yang telah disediakan.
(2) Mahasiswa menganalisis atau mengingatkan kembali mengenai hubungan antar konsep tiap pertemuan dan menyampaikan pertanyaan yang tidak dimengerti di laman quiz.
b) Tahap evaluasi belajar moodle
1) Mahasiswa memberi informasi apa yang telah didapat setelah diskusi dan menulisnya kedalam format yang telah disediakan. 2) Mahasiswa menjawab soal-soal latihan dari bahan ajar/materi
yang telah dipelajari dan dari bahan ajar/materi berikutnya.
2. Kelas Dengan Pendekatan blended elearning :
Pada setiap pertemuan dilakukan skenario pembelajaran sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal
a) Dosen menyampaikan salam b) Dosen mengecek kehadiran siswa
c) Dosen menciptakan suasana yang kondusif
d) Dosen menyiapkan materi dan perlengkapan lain yang akan disampaikan
e) Dosen mengadakan apersepsi dengan sedikit bertanya tentang tugas online mereka.
2) Kegiatan Inti
a) Dosen menyampaikan konsep-konsep materi
pemberian tugas secara online mengunakan laman web elearning.
d) Dosen mengadakan tanya jawab 3) Kegiatan Penutup
a) Dosen dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan melakukan evaluasi pembelajaran yang akan dilakukan secara online di laman web elearning.
3. Kelas Dengan Pendekatan CD Multimedia :
Pada setiap pertemuan dilakukan skenario pembelajaran sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal
a) Dosen menyampaikan salam b) Dosen mengecek kehadiran siswa
c) Dosen menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif
d) Dosen menyiapkan materi dan perlengkapan lain yang akan disampaikan
e) Dosen mengadakan apersepsi dengan sedikit mengulangi pelajaran yang lalu
2) Kegiatan Inti
gambar, kaset, dan yang lain di sesuaikan dengan situasi dan karakter materi pembelajaran.
c) Dosen mulai mengadakan pembelajaran yang dibantu dengan cd multimedia.
d) Dosen mengadakan tanya jawab dengan mahasiswa 3) Kegiatan Penutup
Penelitian ini direncanakan dan dilaksanakan selama lima bulan pada
[image:39.595.113.534.232.739.2]tahun 2011 sampai dengan 2012 dengan jadwal sebagaimana tercantum dalam
tabel di bawah:
Tabel 3.8
Jadwal Kegiatan Penelitian 2011/2012
No Kegiatan
Bulan
Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei
1. Penyusunan Proposal V
2. Pengajuan dan Bimbingan
Proposal
V
3. Seminar Proposal V
4. Penulisan Bab I, II, dan III V
5. Bimbingan Bab I, II, dan
III
V
6. Penyusunan Instrumen
Penelitian
V
7. Pelaksanaan Penelitian V
8. Pengumpulan Data V
9. Validasi Data V
10. Penulisan Laporan Bab IV
dan V
V
11. Bimbingan Akhir V V
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap belajar mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran full Elearning dengan pembelajaran blended Elearning. Perbandingan nilai yang diperoleh secara langsung menunjukan bahwa pembelajaran materi kewirausahaan menggunakan full elearning dapat lebih baik memperbaiki sikap belajar mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran blended elearning. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
kewirausahaan dengan pembelajaran full elearning secara keseluruhan signifikan dapat memperbaiki sikap belajar mahasiswa dibandingkan pembelajaran blended elearning.
2. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap belajar mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran full Elearning dengan pembelajaran CD multimedia. Perbandingan nilai yang diperoleh secara langsung menunjukan bahwa pembelajaran materi kewirausahaan menggunakan pembelajaran full elearning dapat lebih baik memperbaiki sikap belajar mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran CD multimedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
signifikan dapat memperbaiki sikap belajar mahasiswa dibandingkan pembelajaran CD multimedia.
3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap belajar mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran blended Elearning dengan pembelajaran CD multimedia. Perbandingan nilai yang diperoleh secara langsung menunjukan bahwa pembelajaran materi kewirausahaan menggunakan blended elearning dapat lebih baik memperbaiki sikap belajar mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran cd multimedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dengan pembelajaran blended elearning secara keseluruhan signifikan dapat memperbaiki sikap belajar mahasiswa dibandingkan pembelajaran CD multimedia.
4. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran full Elearning dengan pembelajaran blended Elearning. Perbandingan nilai
5. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran full Elearning dengan pembelajaran CD multimedia. Perbandingan nilai yang
diperoleh secara langsung menunjukan bahwa pembelajaran materi kewirausahaan menggunakan pembelajaran full elearning dapat lebih baik meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran CD multimedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dengan pembelajaran full elearning secara keseluruhan signifikan dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa dibandingkan pembelajaran CD multimedia.
6. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep mahasiswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran blended Elearning dengan pembelajaran CD multimedia. Perbandingan
B. Rekomendasi
Berdasarkan pembahasan, maka peneliti merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:
1. Jika ingin melakukan penerapan elearning dan multimedia, sebaiknya dosen harus mampu berkreasi aktif dalam menciptakan inovasi pembelajaran interaktif yang lebih dinamis, agar mahasiswa dapat tertarik, sehinggadosen berhasil menyampaikan bahan ajar dan tujuan pembelajaran.
2. Adanya dilakukan pengintegrasian model pemelajaran berbasis web dengan model pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Sehingga dapat memotivasi pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
3. Melakukan pendesainan yang lebih rinci terhadap model pembelajaran yang akan diterapkan melalui elearning, termasuk pembuatan storyboard dan scenario pembelajaran yang lebih detail kepada setiap komponen media yang mendukung di dalam proses pembelajaran melalui elearning. 4. Peneliti lain dapat menambahkan ranah afektif dan psikomotor sebagai
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Anderson, T. (2008). The Theory and Practice of Online Learning. Second Edition. AU Press Canada. Athabasca University.
Anderson, W. Orin dan David R. Krathwohl. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching and Assesing. A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.
Akpan, J.P. (2002). "Which Comes First: Computer Simulation of Dissection or a Traditional Laboratory Practical Method of Dissection". Electronic
Journal of Science Education. 6, (4).
Ahmadi, A. (1991). Psikologi Sosial. Jakarta : PT. Reneka Cipta.
Ally, M. (2008). “Foundation of educational Theory for Online Learning”, in The Theory and Practice of Online Learning. Secon Edition By Terry Aderson, AU Press Canada. Athabasca University.
Arikunto, S. (2005). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Reneka Cipta.
Arsyad, A. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Darsono, M. et al. (2001). Belajar dan Pembelajaran. Semarang: Universitas Negeri Semarang (Unnes) Press.
Dayakisni, T. & Hudaniyah. (2006). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press. Ellis A. L, Wagner E.D & Longmire. W.R. (1999). Managing Web Based Hamalik, O. (1986). Media Pendidikan. Bandung : Penerbit Alumni.
Fuady, A. (2008). Paradigma Baru dalam Pendidikan dan Pembelajaran Learning is Fun. Bandung: P4TK-BMTI.
Isaac, S. & Michael, W. B. (1982). Handbook in Research and Evaluation for Education and The Behavioral Science (second ed.) California: Edits Publisher.
Munir. (2008). Mata pelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung, CV. ALFABETA.
(2009). Pembelajaran Jarak Jauh: Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung, CV. ALVABETA.
(2008:211). Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK), Bandung, CV. ALFABETA.
Kamarga, H. (2002). Belajar Sejarah Melalui E-learning : Alternatif Mengakses Informasi Kesejarahan. Bandung : Pustaka Nusantara.
Purbo, W. Ono. (2002). E-learning Berbasis PHP dan MySQL. Jakarta : Penerbit Elexmedia Komputindo.
Sukmadinata. (2004). Mata pelajaran dan Pembelajaran Kompetensi Bandung, Yayasan Kesuma Karya.
Surya, M. (2006). Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Kelas. Makalah dalam Seminar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan Jarak Jauh dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Pustekkom Depdiknas, Jakarta : 12 Desember 2006.
Sumber Jurnal/Karya Ilmiah
Afdal, Z., (2009). Pengaruh Penggunaan Multimedia Cd Interaktif Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa. Skripsi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Basori. (2005). “Mengapresiasi e-Learning Berbasis MOODLE “. Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan UNS. Makalah tidak diterbitkan.
Indriani. (2004). Perbadingan Hasil Belajar dan Sikap Siswa SMP antara yang Menggunakan Media Gambar Hewan Vertebrata Bernbentuk Kartu dengan Metode Karya Wisata pada Konsep Keanekaragaman Vertebrata. Tesis PPS UPI: tidak diterbitkan.
Hutagalung, H., (2007). Pemanfaatan Multimedia untuk Meningkatkan Pemahaman konsep dan Keterampilan Generik Sains pada Konsep Keragaman Tingkat organisasi Kehidupan. Tesis Program Pasca Sarjana UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Meltzer, D. E. (2002). “The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains in Physic: A Possible ‘Hidden variable’ in Diagnostic Pretest Score”. American Journal of Physics. 70 (12). 1259- 1268.
Suhendi., (2009). Implementasi E-Learning Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Memperbaiki Sikap Belajar Mahasiswa Pada Materi
Pencemaran Lingkungan. Tesis Program Pasca Sarjana UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Sumber Internet
Jerome, Bruner. (2007). “Constructivist Theory”, Retrieved December 1, 2007 Tanggal akses: 8 Mei 2012
from http://tip.psychology.org/bruner.html.
Wahono, R. Satrio. (2008). Fungsi dan Komponen E-learning. Tersedia Online di
www.romisatriowahono.com, diakses tanggal 8 Mei 2012