METABOLISME ASAM NUKLEAT DAN
REKAYASA GENETIKA
Oleh
Rismawati Pangestika, S.Si., MPH.
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA
2021
1. Hukum Mendel I dan II beserta contoh 2. Perbedaan genotip dan fenotip beserta
contoh
3. Pembagian kromosom
4. Perbedaan DNA dan RNA
5. Pembagian basa nitrogen pada asam nukleat
6. Pembagian golongan darah
Sejarah Genetika
• Gregor Johann Mendel dikenal sebagai Bapak Genetika Modern melalui percobaan pewarisan sifat
dengan tanaman kacang ercis
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Percobaan Mendel
Hukum Pewarisan Sifat (Hukum Mendel)
• Hukum Mendel I (Hukum Segregasi):
Pada waktu berlangsung pembentukan gamet, tiap pasang gen akan disegregasi ke dalam masing-
masing gamet yang terbentuk
• Hukum Mendel II (Pemilihan Bebas) :
Segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen lainnya,
sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Sifat Organisme
Genotipe
• Dominan: Sifat lebih kuat dari sifat lainnya, contoh: AA, BB
• Resesif : Sifat lebih lemah daripada sifat lainnya, contoh: aa, bb
• Intermediate : sifat campuran, contoh : Aa, Bb
• Fenotipe adalah sifat yang tampak atau sifat yang bisa ditangkap oleh panca indera.
• Dipengaruhi oleh gen dan lingkungan
• Contoh : tinggi, pendek, putih, sawo matang, mancung, besar, kecil,
dsb.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Karakteristik Pewarisan Sifat
(Berdasarkan percobaan Mendel)
Pewarisan Sifat Makhluk Hidup
Pewarisan Sifat Makhluk Hidup
Ditentukan oleh
Materi Genetik Kromosom, DNA dan RNA
Sifat dominan, resesif dan intermediet
Sifat fenotip dan genotipe
Dijelaskan
melalui Hukum Mendel
Terjadi pada
Tumbuhan dan Hewan
Mendapatkan sifat-sifat
unggul
Manusia
Penyakit menurun, golongan darah
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Konsep Hereditas pada Manusia
Hereditas pada Manusia
Penentuan Jenis Kelamin
Kromosom Seks (Gonosom)
Laki-laki (XY)
Perempuan (XX)
Penyakit Menurun
Kromosom tubuh (Autosom)
Kromosom X pada Kromosom seks
(Gonosom)
Golongan Darah
Golongan darah ABO
Golongan darah MN
Sejarah Perkembangan Genetika
• James Watson and Francis Crick (1953)
Struktur DNA – Double Helix
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
GENETIKA MOLEKULER
• SUBSTANSI GENETIK
• Pewarisan sifat : Nucleus
» Nucleoplasma,
» benang benang kromatin
» Kromosome
• Kromosome DNA,
• DNA terdapat di dalam : inti sel, mitokondria, dan kloroplast
• RNA terdapat di dalam : Sitoplasma
Kromosom dan Asam Nukleat
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Kromosom
Nukleotida
Fungsi Nukleotida:
• Penting untuk semua sel
• Komponen cofaktor
enzim : CoA; FAD; NAD;
NADP
• Pembawa energi kimia (Energy Carriers): ATP, ADP, GTP
• Precursor sintesis DNA
• Precursor sintesis RNA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Asam Nukleat
• Asam nukleat merupakan rangkaian dari mononukleotida.
• Mononukleotida merupakan monomer dari asam nukleat. Mononukleotida
tersusun dari 3 molekul (gugus phosphat, gula pentosa / gula 5 karbon, basa
nitrogen)
Mononukleotida dalam Asam Nukleat
Terdiri dari 3 komponen:
1. Basa nitrogen, terdiri dari 2 kelompok yaitu basa Purin dan Pirimidin. Basa Purin terdiri dari Adenin (A) dan Guanin (G). Basa Pirimidin terdiri dari:
Timin (T), Uracil (U) dan Citosin (C)
2. Gula pentosa atau gula 5 karbon, karena ada 5 unsur C. Terdapat 2 jenis yaitu gula ribosa yang menyusun ribonukleotida (monomer RNA) dan gula 2-deoksiribosa yang menyusun deoxyribonucleotida (monomer DNA)
3. Gusus phospat (PO4
-)
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Struktur Asam Nukleat
Struktur Primer DNA dan RNA
A, G, T, C → DNA A, G, U, C → RNA
Penamaan Nukleotida
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Pasangan Basa A-T dan G-C yang
Berikatan Hidrogen
• A-T memiliki 2 ikt. Hidrogen
• G-C memiliki 3 Ikt. Hidrogen
“ Two strands”
harus saling komplementer satu sama lain
Struktur DNA
Struktur RNA
Jenis RNA:
1. mRNA (messenger RNA) atau RNAd(RNA duta), mengandung Kodon (kode genetik)
2. tRNA (transfer RNA),
mengandung Antikodon yang berfungsi menerjemahkan kodon dan membawa asam amino ke ribosom
3. rRNA(ribosomal RNA), terdapat di ribosom yang bertugas
bersama tRNA untuk menyusun asam amino menjadi rangkaian polipeptida sesuai kodonnya
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Perbedaan DNA dan RNA
• Nukleoprotein dalam pencernaan akan dipecah jadi molekul yang lebih kecil → Nukleoprotein → asam nukleat + protein
• Asam nukleat → Nukleotida → Nukleosida + asam fosfat
• Nukleosida → basa purin/pirimidin + pentosa
• Hidrolisis nukleoprotein → protein, asam fosfat, pentosa, basa purin atau basa pirimidin
Metabolisme Asam Nukleat
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Fungsi Biologis dan Alur Asam Nukleat
1. Replikasi 2. Transkripsi
3. Translasi
Ekspresi GenReplikasi DNA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
REPLIKASI DNA
• Replikasi DNA adalah pembentukan duplikat diri DNA
• Replikasi DNA dimulai :
• Membukanya ikatan hidrogen pasangan basa N
• Ketika untaian membuka, urutan basa pada masing masing pita yang terpisah berfungsi sebagai cetakan yang mengatur suatu rangkaian basa komplementer
• Enzim yang berperanan dalam pengikatan nukleotida pada pita baru adalah
DNA Polymerase
Replikasi DNA Semikonservatif
Replikasi DNA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Transkripsi dan Translasi
Dilanjutkan pada presentasi
kelompok
HEREDITAS MELALUI GOLONGAN DARAH
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Sejarah
Tahun 1900 Landsteiner menemukan tiga dari Empat golongan darah yaitu A, B, O dgn cara Memeriksa gol. Darah teman sekerjanya.
Tahun 1901 Von Decastelio dan Sturli menemu Kan gol.darah ke empat yiatu AB
Selain itu pada tahun 1900 itu juga mrpkan thn Pengakuan “ Hukum Heriditas “.
Yang sebanarnya dikemukan oleh Gregor
Mendel pada thn 1865 artinya apa diusulkan oleh Mendel dpt diaplikasikan secara penuh oleh
Sistem gol. Darah
Tahun 1939 – 1940 ditemukan faktor Rhesus ter hadap penyakit HDN
dan setelah itu ditemukan gol.darah lainnya Seperti ; MN, Lewis, Duffi, Kidd, Lutheran dll.
Tetapi secara klinis golongan darah dihubungkan dengan transfusi hanya 3 gol.darah ;
1. Golongan darah ABO 2. Golongan darah Rhesus 3. Golongan darah MN.
Antigen
▪ Ada 400 antigen diturunkan, menurut Hukum Mendel
▪ Antigen yang terpenting pada transfusi darah
▪ Contoh : antigen A dan B pada sistem golongan darah ABO
antigen Rhesus pada Faktor Rhesus disebut sebagai aglutinogen
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Antibodi
▪ Merupakan protein yg dihasilkan oleh tubuh, baik serara alamiah ataupun sebagai rekasi terhadap masuknya
antigen
▪ Merupakan protein yg mempunyai struktur molekul imunoglobulin
▪ Contoh : anti A, anti B dan anti AB pada sistem ABO
disebut sebagai aglutinin
Antibodi berdasarkan Cara Terbentuknya
1. Zat anti alamiah (natural antibodi)
▪ Terdapat dalam tubuh secara alamiah tanpa adanya stimulus dari antigen asing yang masuk kedalam tubuh.
▪ Terbentuk bukan karena reaksi imunologik
▪ Biasanya merupakan Ig M (antibodi lengkap)
▪ Sudah ada sejak lahir
▪ Contoh : anti A , anti B dan merupakan zat anti terpenting pada transfusi darah.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Antibodi berdasarkan Cara Terbentuknya
2. Zat anti didapat = antibodi imun (Acquired antibodi)
▪ terbentuk akibat masuknya antigen asing ke dalam tubuh (setelah transfusi, kehamilan)
▪ biasanya merupakan Ig G (antibodi tak lengkap)
▪ contoh : anti Rhesus (anti D)
Antibodi menurut Keadaan Reaksinya
1. Antibodi lengkap
Merupakan antibodi yang dpt mengaglutinasikan sel dalam lingkungan salin 2. Antibodi tak lengkap
Merupakan antibodi yang hanya dapat mengaglutinasikan sel dalam lingkungan tinggi protein (high protein), misalnya dengan uji Combs
Antibodi ini ditemukan pertama kali dalam sistem Rhesus misal bayi yang baru lahir mengalami “Jaundice”.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Golongan Darah ABO
Golongan Darah ABO
• Darah dapat menggumpal karena adanya aglutinogen dan aglutinin
• Aglutinogen adalah zat protein darah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin
• Ada dua macam aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B
• Aglutinin adalah zat protein darah yang dapat menggumpalkan aglutinogen
• Ada dua macam aglutinin, yaitu aglutinin a (anti zat A) dan aglutinin b (anti zat B)
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Golongan Darah ABO
Golongan Darah ABO
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Golongan Darah Rhesus
Golongan Darah MN
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
REKAYASA GENETIKA
(BIOTEKNOLOGI)
Rekayasa Genetika
• Disebut juga Modifikasi Genetika, adalah manipulasi langsung gen suatu organisme mengunakan bioteknologi
• Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk
hidup (bakteri, fungi, virus dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup ( enzim) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
• Produk atau hasil dari rekayasa genetika dapat disebut GMO (Genetically Modified Organism)
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Rekayasa Genetika dalam Perspektif Islam (khususnya di Indonesia)
Fatwa MUI No. 35 Tahun 2013 tentang Rekayasa Genetika
dan Produknya
Rekayasa Genetika dalam Perspektif Islam (khususnya di Indonesia)
Fatwa MUI No.
35 Tahun 2013 tentang
Rekayasa
Genetika dan Produknya
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Perkembangan Bioteknologi
Bioteknologi Konvensional
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Bioteknologi
Konvensional vs Modern
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
BIOTEKNOLOGI DI BIDANG KESEHATAN
/ KEDOKTERAN
Contoh Tes DNA dan Analisis Forensik
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Contoh Tes DNA dan Analisis Forensik
• DNA fingerprinting adalah teknik untuk
mengidentifikasi seseorang berdasarkan pada profil DNAnya.
• Fingerprint adalah gurat-gurat yang terdapat di kulit ujung jari. Fungsinya adalah untuk
memberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda-benda lebih erat.
• Analisa DNA fingerprinting adalah teknik
analisis untuk mengidentifikasi suatu individu berdasarkan pada fragmen DNA-nya.
Contoh Tes DNA dan Analisis Forensik
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Contoh Tes DNA dan Analisis Forensik
Terapi Gen
• Suatu teknik terapi yang digunakan untuk memperbaiki gen-gen mutan
(abnormal/cacat) yang bertanggung jawab terhadap terjadinya suatu penyakit
• Jenis terapi gen:
1. Ex vivo (rekayasa genetika di luar tubuh)
2. In Vivo (rekayasa genetika di dalam tubuh)
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Terapi Gen
• Ex vivo: Mula-mula sel didalam tubuh manusia (yang bermasalah) di ekstrak dulu keluar,
setelah itu diinjeksikan kembali ke dalam tubuh. Metode ini merupakan metode tak langsung, karena prosesnya dilakukan di luar tubuh
• In vivo : biasanya dilakukan dengan
memasukkan gen tertentu yang melibatkan virus sebagai media transfer ke dalam tubuh pasien. Metode ini merupakan metode
langsung, karena prosesnya dilakukan di dalam tubuh
Terapi Gen (Stem Cell atau Sel Punca)
• Stem Cell merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.
• Stem Cell juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme.
• Klasifikasi Stem Cell atau Sel Punca berdasarkan kemampuan berdiferensiasi:
1. Totipotent → berdiferensiasi menjadi semua sel, contoh : zigot
2. Pluripotent → berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal (ektoderm, mesoderm dan endoderm), contoh: tali pusat dan plasenta
3. Multipotent → berdiferensiasi menjadi banyak sel, contoh: sel pada sumsum tulang belakang
4. Unipotent → berdiferensasi menjadi 1 sel, contoh : erithroid progenitor menjadi sel darah merah
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Terapi Gen (Stem Cell atau Sel Punca)
Stem Cell atau Sel Punca berdasarkan sumbernya :
1. Zygote. Yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur
2. Embryonic stem cell. Diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 – 150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem
cell biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization).
3. Fetus. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi.
4. Stem cell darah tali pusat. Diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cell dari darah tali pusat merupakan jenis hematopoietic stem cell, dan ada yang menggolongkan jenis stem cell ini ke dalam adult stem cell.
5. Adult stem cell. Diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari:
• Sumsum tulang:
• Jaringan lain pada dewasa (susuan saraf pusat, jaringan lemak, otot rangka, pankreas)
Adult stem cell mempunyai sifat plastis, artinya selain berdiferensiasi menjadi sel yang
Terapi Gen (Stem Cell atau Sel Punca)
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Bayi Tabung (In Vitro Fertilization)
suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita: in vitro ("di dalam gelas kaca").
Proses ini melibatkan pemantauan dan stimulasi proses ovulasi seorang
wanita, mengambil suatu ovum atau sel-sel telur dari ovarium (indung telur) wanita itu dan membiarkan sperma membuahi sel-sel tersebut di dalam sebuah medium cair di laboratorium.
Sel telur yang telah dibuahi (zigot) dikultur selama 2–6 hari di dalam sebuah medium pertumbuhan dan kemudian dipindahkan
Inseminasi Buatan intrauterine insemination (IUI)
Prosedur di mana sperma dari air mani pria dicuci untuk menempatkan konsentrasi terbaik dari seluruh sperma ke dalam kateter. Kateter ini lalu dimasukkan melalui leher rahim agar langsung menuju rahim di mana sperma akan disimpan. Setelah itu, sperma akan dengan sendirinya menemukan cara untuk mencapai tuba falopi dan menemukan telur untuk dibuahi.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Antibiotik
Segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai
efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di
dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.
Vaksin
• Vaksin adalah sediaan yang
mengandung zat antigenik yang mampu menimbulkan kekebalan aktif dan khas pada manusia
• Vaksin dapat dibuat dri bakteri, virus, atau riketsia dan dapat berupa suspensi organisme hidup atau inaktif atau fraksi- fraksinya atau toksoid.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Vaksin
Vaksin
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Hormon
• Hormon adalahzat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.Pembuatan hormon insulin
• Insulin dihasilkan dari sel pankreas diambil dari DNA sel manusia atau hewan, yaitu dengan memotong DNA sel manusia dengan menggunakan enzim pemotong (enzim retriksi).
• Gen yang menghasilkan insulin ini akan disambungkan pada plasmid bakteri
Escherichia coli dengan menggunakan enzim ligase. Hasil sambungan ini kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri Escherichia coli, sehingga bakteri tersebut sudah mengandung gen insulin manusia
Hormon
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UHAMKA
Referensi
• Nurhayati, B. dan S. Darmawati. 2017. Biologi Sel dan Molekuler. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
• Novel, S. S., R. K. Apriyani, H. Setiadi dan R. Safitri. 2012. Biomedik. Trans Info Media. Jakarta.
• Hariyanto, W. T. 2016. Biomedik Dasar (Anatomi, Fisiologi, Biokimia, Fisika, Biologi). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
• Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 35 Tahun 2013 tentang Rekayasa Genetika dan Produknya.
• Mustami, M.K. 2013. Genetika. Universitas Islam negeri Alauddin. Makassar