Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 7 7-2021 7-2021
in Collabora on with Laboratory of Form and Place Making
Heritage Management
in the Time of Crisis
P R O S I D I N G
SAKAPARI 7 - 2021
SEMINAR KARYA & PAMERAN ARSITEKTUR INDONESIA:
in Collaboration with Laboratory of Form and Place Making
Heritage Management in the Time of Crisis
YOGYAKARTA, 20 FEBRUARI 2021
Penerbit:
2021
Copyright © 2020 Department of Architecture
Universitas Islam Indonesia And All Individual Authors P – ISBN: 978-602-450-625-4
E – ISBN: 978-602-450-626-1
Steering Committe : Prof. Noor Cholis Idham,S.T.,M.Arch.,Ph.D.,IAI Dr.Ing.Nensi Golda Yuli,S.T.,M.T
Dr. Yulianto P. Prihatmaji,S.T.,M.T.,IPM.,IAI Arif Budi Sholihah,S.T.,M.Sc.,Ph.D
Dr.Ing. Putu Ayu P. Agustiananda,S.T.,M.A Ir.Ahmad Saifudin Mutaqi,M.T.,IAI
Dewan Penyunting : Noor Cholis Idham,S.T.,M.Arch.,Ph.D.,IAI Dr.Ing.Nensi Golda Yuli,S.T.,M.T
Ketua : Muhammad Kholif Lir Widyoputro, Ar., S.T., M.Sc.
Sekretaris : Annisa Ritasari, S.Ikom, M.M.
Keynote Speaker : Prof. Ir. Antariksa, M.Eng., Ph.D Invited Speaker : Arif Budi Sholihah, Ph.D
Dr-Ing. Putu Ayu P. Agustiananda Reviewer : Abdul Robbi Maghzaya, S.T., M.Sc.
Aisyah Zakiah, ST. M Arch.
Ariadi Susanto, M.T.
Arif Wismadi, Dr., Ir., M.Sc.
Barito Adi Buldan Rayaganda Rito, S.T., M.A., IAI.
Dyah Hendrawati, S.T., M. Sc.
Etik Mufida, Ir., M.Eng.
Handoyotomo Ir., MSA.
Hanif Budiman, M.T Hastuti Saptorini Ir., M.A.
Jarwa Prasetya Sih Handoko ,S.T., M.Sc.
Johanita Anggia Rini, S.T., M.T., IAI.
M. Galieh Gunagama. ST, MSc
Muhammad Kholif Lir Widyoputro, Ar., S.T., M.Sc.
Muhammad Iftironi, Ir., MLA.
Nensi Golda Yuli. Dr. Ing.
Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D.
Putu Ayu Pramanasari Agustiananda, Dr. -Ing., S.T., M.A.
Revianto Budi Santosa, Ir., M.Arch.
Rini Darmawati, Ir., M.T.
Stefy Prasasti Anggraini, Ar., S.T., M.Arch.
Sugini, Dr. Ir., M.T., IAI.
Suparwoko, Ir., MURP., Ph.D.
Supriyanta, Ir., M.Si.
Syarifah Ismailiyah Al Athas, S.T., M.T., IAI., GP.
Tony Kunto Wibisono, Ir., M.Sc.
Wiryono Raharjo, Ir., M.Arch., Ph.D.
Wisnu Hendrawan Bayujaji, S.T., M.A.
Yulia Pratiwi. ST. M.Eng.
Yulianto Purwono Prihatmaji, Dr., S.T., IPM. IAI.
Penerbit:
Kampus Terpadu UII
Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta 55584
Tel. (0274) 898 444 Ext. 2301; Fax. (0274) 898 444 psw 2091 e-mail: [email protected]
Daftar Isi
Kata Pengantar 1
KEYNOTE SPEAKER
Menentukan Heritage [Warisan-Pusaka] 7
Prof. Ir. Antariksa, M. Eng., Ph.D
Pelestarian Warisan Budaya Pada Masa Krisis 18
Arif Budi Sholihah, Ph.D
Arsitektur Digital dan Lingkungan Cerdas (AD)
Efek Pandemi Covid-19 Terhadap Aktivitas Masyarakat di Ruang Publik Kabupaten Brebes 29 Farid Sulthan Ilhami, Arif Budi Sholihah
Pemukiman dan Urbanisme (PU)
Permukiman Kumuh di Pinggir Sungai Kelayan Kota Banjarmasin 39 Rafly Alaya Noorhuda
The Role of Public Spaces for Flood Management on the Mahakam Riverbank 48 Aliya Jauhari Hildayanti
Isu Polusi Udara Di Kota Tangerang Selatan 64
Hana Fatin Izzatuljannah, Aisyah Zakiah
Evaluasi Penataan Kawasan H. Z. Mustofa Melalui Konsep Walkable City 77 Muhammad Taufik, Fajryianto
Evaluasi Ruang Publik Kawasan Wisata Pantai Ditinjau Dari Pendekatan Ekowisata 90 Nina Nur Anisa, Fajriyanto
Adequate Public Space in Urban Area 102
Rizka Fadila Muhammad, Revianto Budi Santosa
Evaluasi Kawasan Taman Diponegoro di Pekanbaru sebagai Ruang Publik Kota 111 Nuzul Ori Ramadhani
Penataan Pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta Sebagai Kawasan Wisata dan
Perdagangan 123
Aisha Puspita Nabila, Aisyah Zakiah
Pemanfaatan Ruang Komunal Di Kawasan Dusun Gogik Ditinjau Dari Aspek Budaya
Masyarakat 138
Diva Ichsanul Amal, Tony Kunto Wibisono
Studi Kemacetan Kendaraan Bermotor di Koridor Godean 148 Rafif Sa Falah, Aisyah Zakiah
Kualitas Ruang pada Pelataran Masjid Gedhe Kauman 158
Vanesya Amalia
Evaluasi Penataan Kawasan Kerajinan Gerabah Kasongan Dengan Pendekatan New
Urbanism 163
Yoga Azizstra Athallah, Fajriyanto
Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2021 Heritage Management in the Time of Crisis
Sakapari 2021 | 3
Kajian Pemanfaatan Ruang Bantaran Sungai Winongo Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik 175 Yoga Azizstra Athallah, Tony Kunto Wibisono
Kajian Pemanfaatan Jalan Gang Sebagai Ruang Belajar Daring Selama Pandemi Covid-19 Di
Bintaran Kidul, Kota Yogyakarta 186
Fidzin Arsli Muzady, Tony Kunto Wibisono
Evaluasi Penataan Kawasan Prambanan Berdasarkan Teori Citra Kota 197 Fidzin Arsli Muzady, Fajriyanto
Transisi Tata Ruang Baru Dalam Kegiatan Bercocok Tanam Di Rumah Tinggal Di Masa
Pandemi Covid-19 210
Fahmi Khoirun Aziza, Stefy Prasasti Anggraini, Tidi Ayu Lestari
Peran Ruang Komunal Dilihat Dari Aktivitas Sosial Di Hunian Vertikal 221 Indah Fatma Dewi, Stefy Prasasti Anggraini, Tidi Ayu Lestari
Pelestarian dan Peningkatan Kawasan Perkotaan 230
Haura Khansa Izdihar
Dampak Relokasi Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Simpang Lima Pati 238 Andini Naelis Saada
Struktur Ruang Budaya Arsitektur Tradisional Sa’o Ria Di Permukiman Adat Suku Lio
Dusun Nuaone Ende 247
Mukhlis A. Mukhtar, Antariksa, Lisa Dwi Wulandari, Herry Santosa
Foundation of Pedestrian Environment: Analysing Active Mobility Towards Walking and
Cycling 259
Muhammad Naufal Rizqita, Revianto Budi Santosa
The Implementation of “15-Minute Neighbourhood” in Anusawari, Bang Khen, Bangkok 274 Ahmes Syahda, Revianto Budi Santosa
Pengaruh Elemen Landscape Terhadap Placemaking Ruang Publik Perkotaan 287 Haura Khansa Izdihar, Rini Darmawati
Physical Environment Upgrading for Riverbanks Settlement in Sungai Jingah Urban
Village, South Kalimantan 297
Dinda Divamba Yoel K
The Influence of Work from Home Policy on The Function of Rooms in The House 309 Galih Indraswari Nugroho, M Galieh Gunagama
Pattern and Integration of Ethnicity Settlements in Pekalongan City’s Old Town Area 316 Ajeng Sharma Diva Sharietta, M. Galieh Gunagama
Evaluasi Taman Pakui Sayang Kota Makassar dengan Pendekatan Ruang Publik Ramah
Anak (RPRA) 326
Azrul Waris Basolle
Linkage Sport Center dan Pemukiman dalam Fenomena Placemaking 334
Rakhmat Ade Maulana, Hastuti Saptorini, Ayesha Putri
Analysis of Factors Influencing Adolescents Coming to Pasar Lama Tangerang 345 Muhammad Faris Widakdo, Revianto Budi Santosa
Public Space Image and Comfort 353
Haidarullah Dhia Mu’afa Koesnoputro
Pola Meruang Aktivitas Dirumah Ketika Work From Home Ketika Pandemi Covid-19 362 Naufal Daud, Stefy Prasasti Anggraini, Tidi Ayu Lestari
Model Penataan Pemukiman Kumuh Di Bantaran Sungai Winongo Yogyakarta 372 Naufal Daud, Fajriyanto
Place Making Yang Terjadi Di Area Pedestrian Depan Monumen Serangan Umum Satu
Maret Yogyakarta 383
Yumna Rana Naurah, Rini Darmawati
Faktor Kebahagiaan Karyawan di Lingkungan Kerja Terhadap Keberhasilan Sebuah
Perusahaan 393
Muhammad Hafidz Maulana, Stefy Prasasti Anggraeni, Tidi Ayu Lestari
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perwujudan Kampung Iklim Di Perumahan Taman Nuri
Tangerang 402
Yumna Saniyah Taqiyah, Fajriyanto
Sains, Teori Dan Kritik Arsitektur (STK)
Analysis of Local Wisdom in Utilizing Sustainable Development Concepts in Rumah
Intaran 418
Ummi Hanik Esaputri, M. Galieh Gunagama
Menimbang Ulang Makna Heritage Guna Membangun Kerangka Konseptual Teoritis Bagi
Kajian Architectural Heritage 430
Noviani Suryasari, Antariksa, Lisa Dwi Wulandari, dan Herry Santosa
The Architecture of Lanting House from The Perspective of Sustainable Living 440 Muhammad Thirafi Hadyan S, M. Galieh Gunagama
Growing Interest for New Casual Culinary Business Through Recommended Design
Strategies 448
Sultan Arya Manarul Hidayat, M. Galieh Gunagama
Sensory Garden and Tactile Experiences as A Stimulation For Person With Antisocial
Disabilities 457
Rifqi Cahya Mahendra
Drive-in Cinema: The Comeback of Old Trend 470
Nela Dwianti, M. Galieh Gunagama
Spirit House and Its Relation with House or Non-House in Phnom Penh 476 Nadya Agyanata, Reviato Budi Santosa
Perubahan Ruang Akibat Pandemi Di Rumah Sakit PT. Chevron Duri, Riau 482 Nuzul Ori Ramadhani, Ikhda Khairusshifa
Mengkaji Ruang Negatif Pada Ruang Publik Ancol Banjaroya 493
Endah Kurnia Saputri, Arif Budi Sholihah
Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2021 Heritage Management in the Time of Crisis
Sakapari 2021 | 5
Pola Tata Ruang Rumah Merah Heritage Lasem 503
Biizzatillah Khuld Shidqi
Ideal Living Space to Fulfill Elderly Activity in Retirement House 513 Kemala Fitri Adelia, M. Galieh Gunagama
Literature Review on Low Social Interactions in vertical Housing 519 Muhammad Kemal Adro, Putu Ayu P. Agustiananda
Analysis Mosque’s Characteristics Between Jamek Mosque and National Mosque in Kuala
Lumpur 530
Aufa Rahima Lailatunnaja, Revianto Budi Santosa
Universal Design Implementation in Natural Conservation Park For Accesible Nature-
Based Tourism (NBT) 540
Sofiana Estiningtyas, Revianto Budi Santosa
Evaluasi Ruang Publik Sebagai Ruang Sosial yang Ramah Anak 553 Nina Nur Anisa, Arif Budi Sholihah
Karakteristik Architecture Mobile PKL Terhadap Pola Pergerakan Ruang 566 Rafif Sa Falah, Stefy Prasasti Anggraini, Tidi Ayu Lestari
Co - Working Spatial Changes in Response to Pandemic Issues Study case in Yogyakarta,
Indonesia 581
Ravida Maulidina, M. Galieh Gunagama
The Influence of Service, Facilities, And Environmental Surrounding Toward Urban Park’s
Attractiveness 590
Itsnatani Humaira Anaqami, Revianto Budi Santosa
The Soundscape Experience at Pulo Kenanga and Lorong Taman Sari, Yogyakarta City 604 Kirana Nandang Sadhani Bantilan, M. Galieh Gunagama
Perubahan Fungsi Koridor Di Jembatan Dompak Kota Tanjungpinang Sebagai Akibat Dari
Munculnya Ruang Komunal 616
Adrian Fajar Maulana, Stefy Prasasti Anggraini
Aktivitas Kuliner Tradisional Sebagai Fenomena Placemaking Hutan Kota Rajawali, Batang 631 Lathifah Nur Fathiyya, Hastuti Saptorini
Kajian Public Space “Taman Imbi Kota Jayapura” di Era Pandemi COVID-19 645 Sukmah Friastri
Preferensi Manusia Akan Alam Terhadap Tata Ruang di Coworking Space 660 Bellinda Chairunnisa, Stefy Prasasti Anggraini, Tidi Ayu Lestari
The Relevance of First-Time Visit Experience towards Judgment of Malioboro 674 Chalid Mahirra, Revianto Budi Santosa
Sitting Behavior in Pontianak Waterfront 684
Muhammad Daffa Fadhil Utama, Revianto Budi Santosa
Perubahan Tata Guna Ruang Baca Anak 695
Alfarazy Allaitsy Mudzakir, Steffy Prasasti Anggraini
Placemaking Ruang Interaksi Sosial Melalui Kegiatan Olahraga di Lapangan Bulutangkis
Pakem 707
Khoirunisa Ramadhani, Rini Darmawati
Placemaking Koridor Jalan oleh Pedagang Kaki Lima di Jalan Aki Balak Sekitar Landasan
Pesawat Bandara Juwara Kota Tarakan, Kalimantan 718
Yulia Mega Dita, Rini Darmawati
The Elements of Place Identity in Malioboro Yogyakarta 733 Ranti Shevadita, Revianto Budi Santosa
The Aura of Place 741
Abdul Razzak, M. Galieh Gunagama
Kampung Naga dalam Teropong Pariwisata Studi Tentang Place Making Wisata Budaya 755 Muhammad Taufik, Ikhda Khairusshifa
2, dan Priyo Praktikno
Comparative Placemaking Studies in Pedestrian Access Between Beringharjo Market and
Grand Bazaar as a Tourism Market 765
Hanifah Hestyas Khumaira, M. Galieh Gunagama
Kajian Pengaruh Kolom Masjid Pada Pola Perilaku Jamaah 778 Sayyid Sayyaf, Rini Darmawati
Placemaking Terjadi Dari Pola Aktivitas Pengunjung Di Taman 1000 Pelangi Hutan
Gergunung, Klaten 789
Zahrina Hazmi, Rini Darmawati
The Implementation of Wayfinding Strategy in Circulation of Arts Gallery 800 Nanda Fairuz Nazahu, M. Galieh Gunagama
Mysterious Ambience in Museum and Its Effects to Visitor 809 Aanisah Ayu Wulandari, Muhammad Galieh Gunagama
Telaah Konsep Arsitektur Ekokultural Pada Gerakan Pendidikan Kaum Perempuan
Marginal Di Kabupaten Gresik 818
Brenda Devita Putri Ayunda, Endah Tisnawati
Abandoned Building and Revitalization Efforts: Rumah Atsiri Indonesia 831
Salma Yoani Musfiratun, Muhammad Galieh Gunagama
Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2021 in Collaboration with Laboratory of Form and Place Making
210 | Sakapari 2021
Transisi Tata Ruang Baru Dalam Kegiatan Bercocok Tanam Di Rumah Tinggal Di Masa Pandemi Covid-19
Fahmi Khoirun Aziza
1, Stefy Prasasti Anggraini
2, Tidi Ayu Lestari
3 1,2,3Jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia
1
Surel: [email protected]
ABSTRAK: Hadirnya Pandemi Covid - 19 yang terjadi di negara-negara di dunia menyebabkan perubahan perubahan pola aktivitas manusia. Ketakutan masing- masing individu untuk berkegiatan di luar rumah ini menjadikan panic buying terjadi di beberapa kota di beberapa negara di dunia. Hal ini berpengaruh terhadap ketersediaan dan harga - harga komoditas pangan. Kegiatan mandiri pangan menjadi jalan dalam penanggulangan ketersediaan komoditas pangan. Fungsi rumah pun bertambah, dari yang menjadi tempat beristirahat, lalu bertambah menjadi tempat bertahan dan tempat berkegiatan sehari-hari. Ditambah lagi ada kegiatan bercocok tanam di rumah.
Kegiatan bercocok tanam ini tentu membutuhkan ruang dalam rumah tinggal. Ruang ini terbentuk dari pengalihan fungsi ruang lama menjadi ruang untuk bercocok tanam.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengkaji permasalahan baru dari kegiatan bercocok tanam ini yaitu pengolahan keterbatasan ruang dalam rumah menjadi ruang baru dengan fungsi bercocok tanam. Menggunakan metode kualitatif secara kajian maupun pengamatan langsung diharapkan bisa menjawab pertanyaan yang timbul sehingga terciptalah tata ruang yang baik.
Kata kunci: Transisi, fungsi rumah tinggal, bercocok tanam, place making, pandemi Covid- 19
PENDAHULUAN
Panic buying akibat dari pandemi covid-19.
Pandemi Covid-19 yang hadir secara tiba-tiba diseluruh dunia tentu membuat banyak orang yang tidak siap menghadapinya. Pemberlakuan opsi lockdown dan himbauan untuk stay at home inilah yang menyebabkan panic buying terjadi di banyak kota di dunia. Disebutkan oleh Sandiaga Uno melalui news.detik.com, "Panic buying ini memang suatu hal yang terjadi jika ada ketidakpastian dalam ekonomi, ketidakpastian dalam supply, dan ketidakpastian dalam hari-hari ke depan untuk ketersediaan bahan pokok,"
1Kenaikan harga komoditas pangan.
Dilansir oleh portal berita suara.com, bahan-bahan pokok yang tersedia di pasar harganya meningkat, baik dari bahan pokok seperti gula, bawang hingga bahan- bahan pokok empon-empon dan sayur-mayur. Bahan-bahan tersebut meningkat harganya tentu karena adanya pembelian secara besar-besaran terhadap beberapa bahan komoditas pangan tertentu. Kondisi ini tidak hanya di Indonesia, di dunia internasional pun terdampak. Dilansir dari ekonomi.bisnis.com Organisasi Perdangangan Dunia (FAO)
1
https://news.detik.com/berita/d-4929075/ada-fenomena-panic-buying-sandiaga-masyarakat-
jangan-beli-lebihi-kebutuhan
menyebutkan indeks harga pangan yang sering diperdagangkan secara internasional meningkat dengan rata-rata di angka 100.9 poin pada bulan Oktober 2020
2.
Bercocok tanam selama masa pandemi Covid-19.
Masa pandemi Covid-19 ini memunculkan hobi baru di kalangan masyarakat.
Kegiatan baru yaitu bercocok tanam. Dilansir oleh kompas.tv, ada 3 jenis tanaman hias yang menjadi primadona selama masa pandemi ini, yaitu jenis sansivera, aglonema, dan kaktus. Namun, dari ketiga jenis tersebut jenis sansivera adalah yang paling laris diburu oleh masyarakat yang gemar tanaman hias. Hal ini dikarenakan perawatannya yang mudah dan fungsi menyerap radiasi dari alat-alat elektronik.
3Pembentukkan ruang baru bercocok tanam di rumah tinggal
Ruang-ruang lama yang dahulu bukan berfungsi sebagai area bercocok tanam bergeser fungsinya. Perubahan pola ini terjadi akibat adanya pergeseran fungsi ruang.
Keadaan ini tentu berdampak, ruangan yang menjadi sempit karena barang- barang bercocok tanam tentu mempengaruhi kapasitas sirkulasi ruangan tersebut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas tentang ragam permasalahan yang timbul akibat adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan kegiatan bercocok tanam menjadi hobi baru dan upaya mandiri pangan. Bagaimana proses kegiatan kegiatan bercocok tanam terhadap tata ruang di area rumah tinggal pada masa pandemi COvid-19?
Batasan Masalah
Batasan masalah tertuju pada bagaimana hasil studi kasus dari tiga rumah yang diteliti terhadap perbedaan tata ruang dalam menanggapi pola aktivitas baru yaitu kegiatan bercocok tanam.
a. Penelitian mengambil lokasi di 3 kota yaitu Pasuruan, Kulon Progo, Boyolali.
b. Lingkup penelitian mencakup pola tata ruang dalam rumah terkait fungsi lama sebelum masa pandemi dan selama masa pandemi.
c. Transisi pergeseran fungsi ruang dalam fungsi bercocok tanam dalam rumah.
STUDI PUSTAKA
Pembentukan Ruang Dalam Rumah
Dalam proses pembentukan ruang baru dalam rumah terkadang fisik dari bangunan itu juga berubah, Pinkan (2002) pembentukan suatu ruang erat dengan indikasi sebagai berikut :
a. Penambahan (addition) suatu keadaan dimana ruang dalam suatu bentuk dasar bangunan ditambahkan.
b. Pengurangan (elimination) suatu keadaan dimana luasan dari sebuah ruang dalam rumah berkurang, hal ini tentu bisa dalam bentuk fisik atau fungsi.
2
https://ekonomi.bisnis.com/read/20201112/12/1316944/harga-pangan-global-naik- industri-mamin- mulai-waspada
3
https://www.kompas.tv/article/107902/houseplant-jadi-hobi-baru-masyarakat-di-saat-pandemi
Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2021 in Collaboration with Laboratory of Form and Place Making
212 | Sakapari 2021
c. Pergerakan/perpindahan (movement) suatu keadaan dimana terjadi perubahan dikarenakan adanya perpindahan pada bentuk dasar bangunan.
Pembentukan ruang tidak jauh dari rasa, psikologis, emosional dari kehidupan yang ada di dalamnya. Manusia yang berada dalam ruang ini tentu akan melakukan beberapa kegiatan seperti bergerak berpikir. (Samra, 2015, 4) Sebuah ruang ini secara umum dibentuk oleh elemen ruang yaitu : bidang alas/ lantai ( The base Plane), bidang dinding / pembatas ( The vertical Space Devinder), dan bidang atap/langit-langit (The Overhead Plane).
Fungsi Rumah Tinggal Dalam Bercocok Tanam
Dalam UUD No.4 tahun 1992 disebutkan rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Sedangkan pengertian rumah secara luas, peran rumah bukan hanya sebagai sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat tinggal yang memiliki syarat-syarat kehidupan yang layak, bila dilihat dari berbagai pandang segi kehidupan masyarakat ( Frick dan Muliani,2006). Fungsi dan peran rumah tinggal adalah sebagai tempat untuk menjalankan kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat untuk berkumpul, dan tempat yang digunakan sebagai wadah dalam menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat (Rully).
Fungsi lain dari rumah tinggal adalah fungsi ekonomi. Dengan pendekatan terpadu, pekarangan rumah dapat dikelola berbagai macam kegiatan. Kegiatan dengan menanam berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan, akan menjamin ketersediaan bahan pangan untuk pemilik rumah secara terus-menerus, hal ini tentunya sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga (Riah, 2002). 2002).
Pemanfaatan lahan pekarangan terbagi menjadi tiga model yaitu, a. Penanaman secara konvensional.
b. Penanaman dengan media pot.
c. Penanaman dengan konsep vertikultur. Media ini sering digunakan untuk mengatasi ketersediaan lahan yang terbatas.(Agus, 2001).
Home Farming
Hadirnya wabah pandemi Covid-19, sistem pangan yang ada di di seluruh dunia
tidak terkecuali Indonesia mengalami kekacauan. Himbauan pemerintah untuk tetap
berkegiatan di rumah menimbulkan kelangkaan beberapa bahan pokok. Sebagai bentuk
turut serta masyarakat dalam program pemerintah yaitu mandiri pangan, masyarakat
tentu mulai diuntungkan karena bahan-bahan pokok pangan seperti sayuran bisa dengan
mudah didapatkan dan jelas proses produksi.
Gambar 1. Diagram Urban Food System
sumber : (Bohn&Viljoen Architects, 2002)
Berdasarkan dari buku a farmer’s guide to home gardening yang dikeluarkan oleh National agriculture Research Organitation ada beberapa media yang bisa digunakan dalam berkegiatan home farming, diantaranya: food tower, karung atau Polythene, containers and box garden, hanging garden,greenhouse
Organisasi pangan dan pertanian dunia, Food and Agriculture Organization (FAO) juga menganjurkan negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk turut serta menerapkan kegiatan urban farming. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari kegiatan urban farming yaitu :
a. Membantu memenuhi kebutuhan pangan lingkup skala keluarga.
b. Membuat Lingkungan lebih sehat.
c. Mengurangi masalah kesehatan mental/ stres.
d. Mengurangi limbah domestik.
Menurut Türkyılmaz(s), Pellitero, dan Eliziario
4menyebutkan bahwa lanskap produktif harus bersifat berkelanjutan yang mana beberapa persyaratannya sebagai berikut :
a. Berada pada struktur dan konstruksi budaya yang beradaptasi dengan lanskap budaya dan lingkungan lokal.
b. Lanskap haruslah multifungsi.
c. Lanskap produktif harus dapat memasukkan unsur partisipasi sosial. pemeliharaan dan pengaturan ruang secara mandiri. (self-maintenance and self organization of space).
d. Lanskap produktif yang terkandung nilai-nilai kualitas fenomena ruang.Sistem pergerakan yang menjadi alternatif dari kendaraan pribadi.
Kebutuhan Dalam Kegiatan Bercocok Tanam
Dikutip dari buku Pedoman Pelaksanaan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Edisi Januari 2018 disebutkan bahwa, terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan kegiatan urban farming. Diantaranya :
4