Eko Mujiono
– 120 05 0601
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penelitian geologi dilakukan untuk mengenal dan memahami kondisi geologi suatu daerah. Penelitian tersebut dapat meliputi penelitian pada permukaan dan bawah permukaan.
Salah satu bagian dalam penelitian geologi permukaan adalah dengan menganalisis fasies lingkungan pengendapan yang didapat dari singkapan.
Penelitian ini dilakukan untuk lebih memahami proses-proses sedimentasi suatu lingkungan pengendapan, yang kemudian menjadi acuan dalam korelasi dengan analisis bawah permukaan.
Penelitian geologi bawah permukaan suatu daerah adalah dengan melakukan korelasi stratigrafi dan analisis komponen-komponen stratigrafi serta struktur yang terdapat di dalamnya. Melalui tugas akhir ini diharapkan penulis dapat mengaplikasikan dan mengintegrasikan ilmu-ilmu geologi yang telah diperoleh dalam menjelaskan geologi daerah penelitian.
1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memenuhi syarat kelulusan pendidikan tingkat sarjana strata satu (S1) di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari tatanan geologi mencakup penyebaran litologi, stratigrafi, struktur geologi dan sejarah geologi daerah penelitian berdasarkan analisis data pengamatan unsur-unsur geologi di lapangan dengan bantuan peta topografi dan pengolahan data di laboratorium.
Hasil penelitian ini digambarkan dalam bentuk peta lintasan dan
pengamatan, peta geomorfologi dan peta geologi daerah penelitian serta
menuangkannya dalam karya tulis ilmiah-skripsi.
Eko Mujiono
– 120 05 0602
1.3 Batasan Masalah
Bahasan utama penelitian ini menyangkut tentang tatanan geologi daerah penelitian berupa geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi dan sejarah geologi.
Permasalahan umum pada daerah penelitian, dibatasi pada empat hal utama, yaitu:
Geomorfologi, yang terdiri dari: pembagian satuan geomorfologi berdasarkan bentuk morfologi dan morfogenesa, proses-proses endogen dan eksogen, bentuk-bentuk dan tahapan erosi dan tahapan geomorfik.
Stratigrafi, meliputi: urut-urutan satuan batuan, ciri litologi tiap satuan, umur tiap satuan batuan, lingkungan pengendapan dan hubungan antar satuan batuan.
Struktur geologi, meliputi: jenis rezim gaya yang bekerja, arah tegasan utama yang bekerja, struktur geologi yang terbentuk, analisa struktur geologi meliputi analisis kinematika dan dinamika dan penentuan umur relatif pembentukan struktur geologi.
Sejarah geologi daerah penelitian, di antaranya dengan mengkolaborasikan dan menganalisa data lapangan dan hasil laboratorium.
1.4 Lokasi Penelitian
Daerah penelitian termasuk ke dalam Cekungan Tarakan dan subcekungan Tidung, dan dapat diamati dalam peta Geologi Lembar Tarakan dan Sebatik tahun 1995. Secara administratif daerah ini berada dalam wilayah Kanduangan dan sekitarnya, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Posisi geografis daerah ini menempati 117° 24′ 00”-117° 26′ BT dan 04° 15′ 00”- 04° 11′ LU (Gambar 1.1).
Daerah penelitian memiliki luas sekitar 30 km
2dan berada pada elevasi sekitar
10-200 mdpl. Lokasi daerah penelitian berada di bagian utara Pulau Kalimantan
dan berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Lokasi daerah Penelitian dapat
ditempuh dalam ±30 menit perjalanan dari Pulau Nunukan dengan menggunakan
transportasi laut melalui pelabuhan Sungai Ular. Kemudian dilanjutkan dengan
menempuh satu-satunya jalan darat utama dengan menggunakan kendaraan darat
sekitar ±45 menit dari pelabuhan.
Eko Mujiono
– 120 05 0603
1.5 Kondisi Umum Daerah Penelitian
Secara umum pada daerah penelitian masih jarang di temukan pemukiman namun hampir seluruh bagian selatan daerah penelitian telah mengalami alih fungsi dari hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit atau daerah yang sedang disiapkan untuk lahan perkebunan. Pada bagian ini didominasi dengan sungai- sungai intermitten yang umumnya mengalir dari utara menuju selatan. Topografi daerah ini relatif landai dengan kodisi berbukit-bukit dan menjadi lebih datar pada bagian selatan.
Pada bagian utara masih terdapat hutan dan beberapa hutan muda pada bagian selatannya. Tofografi daerah ini relatif tinggi, terjal dan berbukit-bukit.
Gambar 1. 1 Peta dan lokasi daerah penelitian.
DAERAH PENELITIAN
Lokasi Penelitian