• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4 GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

4 GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

4.1 Kondisi Umum Kabupaten Ciamis

Posisi geografis wilayah Kabupaten Ciamis berada pada 108°20’ sampai dengan 108°40’ Bujur Timur dan 7°40’20” sampai dengan 7o41’20’’ Lintang Selatan. Wilayah sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, sebelah Barat dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, sebelah Timur dengan Kota Banjar dan Propinsi Jawa Tengah, dan sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia. Luas Wilayah Kabupaten Ciamis secara keseluruhan mencapai 244.479 ha. Wilayah selatan Kabupaten Ciamis yang dapat dilihat pada Gambar 8 berbatasan langsung dengan garis pantai Samudera Indonesia yang membentang di 6 kecamatan dengan panjang garis pantai mencapai 91 KM. Dengan adanya garis pantai tersebut, maka Kabupaten Ciamis memiliki wilayah laut seluas 67.340 ha.

Gambar 8 Peta wilayah Kabupaten Ciamis

(2)

Berdasarkan hasil Pendataan Sosial Ekonomi 2009, Kabupaten Ciamis memiliki 36 Kecamatan, 343 Desa, 7 Kelurahan, 3.772 Rukun Warga dan 12.086 Rukun Tetangga. Dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan perkembangan ekonomi wilayah, pola interaksi internal dan eksternal yang didukung oleh jaringan infrastruktur pelayanan baik lokal maupun regional serta kebijakan pengembangan dan penyebaran penduduk secara seimbang sesuai dengan daya dukung lingkungan, maka Kabupaten Ciamis dibagi menjadi 3 (tiga) Wilayah Pengembangan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis No. 3 tahun 2007, yaitu:

 Wilayah Pengembangan (WP) Utara dengan pusat utama Kecamatan Ciamis dan pusat pembantu Kecamatan Kawali yang terdiri dari 4 Sub Wilayah Pengembangan:

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Utara I dengan pusat SWP Panjalu mencakup 4 Kecamatan; Panumbangan, Panawangan, Sukamantri dan Panjalu

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Utara II dengan pusat SWP Kawali mencakup 4 Kecamatan; Jatinagara, Cipaku, Lumbung dan Kawali

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Utara III dengan pusat SWP Cikoneng mencakup 7 Kecamatan; Cihaurbeuti, Sadananya, Sindangkasih, Ciamis, Baregbeg, Cijeungjing dan Cikoneng

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Utara IV dengan pusat SWP Rancah mencakup 5 Kecamatan; Sukadana, Tambaksari, Cisaga, Rajadesa dan Rancah

 Wilayah Pengembangan (WP) Tengah dengan pusat utama Kecamatan Banjarsari dan pusat pembantu Kecamatan Padaherang yang terdiri dari 2 Sub Wilayah Pengembangan:

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Tengah I dengan pusat SWP Padaherang mencakup 5 Kecamatan; Lakbok, Mangunjaya, Purwadadi, Banjarsari dan Padaherang

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Tengah II dengan pusat SWP Pamarican mencakup 4 Kecamatan; Cimaragas, Cilodong, Langkaplancar dan Pamarican

 Wilayah Pengembangan (WP) Selatan dengan pusat utama Kecamatan Pangandaran dan pusat pembantu Kecamatan Cijulang yang terdiri dari 3 Sub Wilayah Pengembangan:

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Selatan I dengan pusat SWP Kalipucang mencakup 2 Kecamatan; Kalipucang dan Pangandaran

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Selatan II dengan pusat SWP Parigi mencakup 3 Kecamatan; Cigugur, Sidamulin dan Parigi

 Sub Wilayah Pengembangan (SWP) Selatan III dengan pusat SWP Cijulang mencakup 2 Kecamatan; Cimerak dan Cijulang

Penjelasan Wilayah Pengembangan (WP) berdasarkan peta dapat dilihat pada Gambar 9.

(3)

Gambar 9 Peta Wilayah Pengembangan Kabupaten Ciamis

4.2 Kondisi Demografi

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan yang dilakukan oleh Dinas Capilduk Kab.Ciamis, penduduk Kabupaten Ciamis pada akhir bulan Desember 2010 tercatat sebanyak 1.720.280 orang. Dibandingkan dengan tahun 2009, jumlah penduduk tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,9 persen. Dari segi komposisi jumlah penduduk, laki-laki sebanyak 861.688 orang dan perempuan sebanyak 858.592 orang, dengan demikian maka jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan hal ini pun jelas tergambar dari nilai sex ratio sebesar 100,36.

Luas wilayah Kabupaten Ciamis adalah 2.444 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 1.720.280 orang menyebabkan peningkatan kepadatan penduduk dari 657 orang per km2 pada tahun 2009 menjadi 704 orang per km2

(4)

pada Tahun 2010. Dari segi penyebarannya, 5,79 persen penduduk Kabupaten Ciamis bertempat tinggal di Kecamatan Ciamis sehingga menyebabkan kepadatan tertinggi (3.374 orang per kilometer persegi). Hal ini dapat dimengerti karena Kecamatan Ciamis merupakan pusat kegiatan pemerintahan dan perekonomian.

Kepadatan cukup tinggi juga dialami oleh Kecamatan Cikoneng, Cihaurbeuti, Kawali serta kecamatan pemekaran yaitu Sindangkasih, Baregbeg dan Lumbung dapat dilihat pada Gambar 10 sedangkan luas wilayah dan kepadatan penduduknya dapat dilihat pada Tabel 6. Kepadatan penduduk juga tampak dari rata-rata anggota keluarga yang mencapai 3,20 sehingga secara umum setiap keluarga memiliki 3 sampai dengan 4 orang anggota keluarga.

Selain jumlah kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk, jarak dan jumlah usia produktif (angkatan kerja) juga dapat mempengaruhi laju pertumbuhan pembangunan dan perkembangan suatu wilayah. Data jarak dari ibukota Kabupaten Ciamis ke kecamatan dijelaskan dalam Tabel 7.

Gambar 10 Peta Kepadatan Penduduk di Kabupaten Ciamis

(5)

Apabila dilihat dari pertumbuhannya, kepadatan yang relatif tinggi cenderung memiliki laju pertumbuhan penduduk yang tinggi pula. Laju pertumbuhan yang tinggi juga terjadi pada kecamatan-kecamatan yang merupakan pusat dari wilayah pengembangan khususnya pada WP Utara (Kecamatan Ciamis) dan WP Tengah (Kecamatan Banjarsari).

Tabel 6 Luas wilayah dan kepadatan penduduk Kabupaten Ciamis

WP Kecamatan Luas Wilayah Km2

Jumlah Penduduk

Jiwa

Kepadatan Penduduk Jiwa/

Km2

Distribusi Penduduk %

Utara 1

Panumbangan 59,46 64.104 1.078 3,73

Panawangan 80,91 55.716 689 3,24

Sukamantri 33,80 25.849 765 1,5

Panjalu 81,25 50.399 620 2,93

Utara 2

Jatinagara 35,38 27.437 775 1,59

Cipaku 65,69 68.257 1.039 3,97

Lumbung 23,16 32.644 1.41 1,9

Kawali 34,99 42.802 1.223 2,49

Utara 3

Cihaurbeuti 36,16 54.023 1.494 3,14

Sadananya 43,50 37.487 862 2,18

Sindangkasih 30,43 50.615 1.663 2,94

Ciamis 29,51 99.543 3.373 5,79

Baregbeg 20,11 43.82 2.179 2,55

Cijeunjing 58,25 53.181 913 3,09

Cikoneng 34,11 55.543 1.628 3,23

Utara 4

Sukadana 58,22 24.994 429 1,45

Tambaksari 64,31 23.488 365 1,37

Cisaga 60,40 39.729 658 2,31

Rajadesa 58,14 56.059 964 3,26

Rancah 73,03 60.558 829 3,52

Total WP Utara 980,81 966.268 985,2 56,17

Tengah 1

Lakbok 55,53 59.608 1.073 3,47

Mangunjaya 63,03 33.763 536 1,96

Purwadadi 43,37 41.863 965 2,,43

Banjarsari 163,07 115.746 710 6,73

Padaherang 89,27 73.348 822 4,26

Tengah 2

Cimaragas 27,09 17.008 628 0,99

Cidolog 59,02 20.602 349 1.2

Langkaplancar 177,19 50.235 284 2,92

Pamarican 104,21 73.014 701 4,24

Total WP Tengah 781,78 485.187 620,6 28,2

Selatan 1

Kalipucang 136,78 40.746 298 2,37

Pangandaran 60,77 55.937 920 3,25

Selatan 2

Cigugur 97,29 22.639 233 1,32

Sidamulih 77,98 29.117 373 1,69

Parigi 98,04 45.07 460 2,62

Selatan 3

Cimerak 118,18 47.695 404 2,77

Cijulang 93,16 27.621 296 1,61

Total WP Selatan 682,2 268.825 394 15,63

Kab. Ciamis 2.444,79 1.720.280 704 100

Sumber; Bappeda, Kab. Ciamis Dalam Angka 2011

Tabel 8 menggambarkan perbandingan usia penduduk tidak produktif (usia 0-14

& 65+ tahun) dibanding usia produktif (usia 15-64 tahun) yang menunjukkan angka beban tanggungan. Angka beban tanggungan pada Tahun 2010 sebesar 47,35 % ternyata lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai 45,66 persen. Komposisi penduduk menurut usia, nampaknya perlu dicermati karena penduduk kelompok usia 5-9 tahun, 10- 14 tahun dan usia 15-49 tahun cukup banyak.

(6)

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis pada Tahun 2010 mencapai 18.380 orang. Dari jumlah tersebut yang paling banyak adalah golongan IV sebanyak 8.588 orang diikuti oleh golongan III dan II. Berdasarkan strata pendidikannya, proporsi PNS terbanyak adalah kelompok Diploma II. Jumlah pencari kerja yang terdaftar selama Tahun 2010 di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Ciamis sebanyak 13.637 orang, terdiri dari 7.270 laki-laki dan 6.367 orang perempuan.

Tabel 7 Jarak Kecamatan ke Ibukota Kabupaten (Km)

WP Kecamatan Jarak

Utara

Panumbangan 31

Panawangan 45

Sukamantri 50

Panjalu 43

Jatinagara 30

Cipaku 20

Lumbung 52

Kawali 30

Cihaurbeuti 24

Sadananya 21

Sindangkasih 17

Ciamis 2

Baregbeg 7

Cijeunjing 5

Cikoneng 15

Sukadana 35

Tambaksari 60

Cisaga 15

Rajadesa 44

Rancah 34

Tengah

Lakbok 44

Mangunjaya 61

Purwadadi 62

Banjarsari 48

Padaherang 60

Cimaragas 18

Cidolog 21

Langkaplancar 43

Pamarican 32

Selatan

Kalipucang 75

Pangandaran 90

Cigugur 150

Sidamulih 102

Parigi 115

Cimerak 140

Cijulang 127

Sumber; Bappeda, Kab. Ciamis Dalam Angka 2011

Keadaan ini apabila dibandingkan dengan Tahun 2009 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan pendidikannya, pencari kerja tersebut terdiri dari tamatan sarjana sebanyak 1.699 orang laki-laki dan 2.144 orang perempuan, DI-DIII sebanyak 1.882 orang laki-laki dan 1.377 orang perempuan, SLTA sebanyak 3.404 orang laki-laki dan 2.611 orang perempuan, SLTP sebanyak 57 orang laki-laki dan 79 orang perempuan, serta sisanya SD ke bawah sebanyak 76 orang laki-laki dan 67 orang perempuan.

(7)

Selama Tahun 2010, sebanyak 845 orang pencari kerja telah dapat ditempatkan/ mengisi lowongan kerja di sektor Industri, 31 orang di sektor perdagangan dan 400 orang di sektor jasa-jasa. Namun demikian, secara komulatif pencari kerja yang belum ditempatkan sampai akhir Desember 2010 masih sangat banyak. Jumlah Penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja sebanyak 723.004 orang, penganguran sebanyak 38.978 dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 761.982 untuk tahun 2010.

Tabel 8 Jumlah usia tidak produktif, usia produktif dan beban tanggungan

WP Kecamatan Usia Tidak Produktif (0-14 & 65+)

Usia Produktif (15-64)

Angka Beban Tanggungan

Utara

Panumbangan 22.194 43.689 50,80

Panawangan 18.748 38.28 48,98

Sukamantri 9.361 17.529 53,40

Panjalu 18.183 34.157 53,23

Jatinagara 9.232 19.814 46,59

Cipaku 23.27 47.46 49,03

Lumbung 11.085 22.22 49,89

Kawali 14.417 29.495 48,88

Cihaurbeuti 18.52 36.737 50,41

Sadananya 12.551 26.149 48

Sindangkasih 17.665 36.076 48,97

Ciamis 31.623 69.28 45,65

Baregbeg 14.409 29.593 48,69

Cijeunjing 17.991 36.221 49,67

Cikoneng 18.519 38.39 48,24

Sukadana 8.441 17.235 48,98

Tambaksari 8.079 16.442 49,14

Cisaga 12.989 27.299 47,58

Rajadesa 17.39 39.628 43,88

Rancah 20.213 42.214 47,88

Tengah

Lakbok 18.952 41.592 45,57

Mangunjaya 10.739 23.37 45,95

Purwadadi 13.604 29.35 46,35

Banjarsari 37.246 82.25 45,28

Padaherang 23.447 51.927 45,15

Cimaragas 5.43 11.34 47,88

Cidolog 6.545 13.859 47,23

Langkaplancar 17.187 35.302 48,69

Pamarican 23.632 51.629 45,77

Selatan

Kalipucang 12.733 28.533 44,63

Pangandaran 17.004 39.824 42,70

Cigugur 7.741 15.526 49,86

Sidamulih 9.027 20.688 43,63

Parigi 14.951 32.02 46,69

Cimerak 15.231 34.218 44,51

Cijulang 9.2 19.297 47,68

Kab. Ciamis 567.549 1.198.633 47,35

Sumber: Bappeda, Kab. Ciamis Dalam Angka 2011

Sehingga dapat diketahui pula tingkat pengganguran di Kabuapten Ciamis selama tiga tahun mengalami penurunan dimana pada tahun 2008 tingkat penganggurannya sebesar 6,31 persen menurun menjadi 6,00 persen dan tahun 2010 lebih baik lagi menjadi 5,12 persen. Pada Tahun 2010 dari Kabupaten Ciamis telah diberangkatkan transmigrasi umum sebanyak 25 KK atau sebanyak 86 jiwa. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yaitu 33 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 126 jiwa.

(8)

4.3 Karakteristik Biofisik Wilayah

Kondisi biofosik wilayah Kabupaten Ciamis terlihat perbedaan karakteristik alam antar wilayah. Data dan peta penggunaan tanah dapat kita lihat pada Tabel 9 dan Gambar 11 akan menunjukan luas lahan yang beragam penggunaannya antara wilayah pengembangan dan antara wilayah kecamatan

Tabel 9 Data penggunaan lahan (Km2)

WP Kecamatan

Pekarangan, Halaman, Bangunan

Tegal, Ladang,

Kebun

Padang Rumput, Gembalaan

Jalan, Sal. Air, Kuburan

Utara

Panumbangan 440 2.062 0 167

Panawangan 912 3.757 0 265

Sukamantri 240 583 21 158,5

Panjalu 418 1.747 0 609

Jatinagara 229 2.265 0 62,59

Cipaku 939 1.936 0 126

Lumbung 178 860 4 9

Kawali 279 1.629 6 195

Cihaurbeuti 435 996 7 173

Sadananya 396,9 249 35,1 63

Sindangkasih 401 1.296 0 70

Ciamis 996 702 1 110

Baregbeg 537 298 1 195

Cijeunjing 528 2.939 0 17

Cikoneng 382 1.674 0 109,1

Sukadana 483 3.629 3 268

Tambaksari 805 1.974 0 216

Cisaga 510 2.505 0 54

Rajadesa 496 3.103 42 599

Rancah 1.019 1.854,72 0 143

Tengah

Lakbok 1.248 323 0 226

Mangunjaya 646 2.523 1 469

Purwadadi 1.091,35 398 0 15

Banjarsari 2.397 5.549 0 307

Padaherang 796 2.958 222 288

Cimaragas 999 999 0 806

Cidolog 220 2.951 115 977

Langkaplancar 1.279 1.884 172 936

Pamarican 839 2.09 246 108

Selatan

Kalipucang 1.845 7.604 211 123

Pangandaran 2.586 320 0 180

Cigugur 1.238 1.443 206 137

Sidamulih 1.435 387 0 213

Parigi 459 2.003 148 244

Cimerak 1.976 3.044 492 463

Cijulang 1.184 5.17 0 495

Kab. Ciamis 30.098,25 75.704,72 1.997,1 9.576,19

Sumber; Bappeda, Kab. Ciamis Dalam Angka 2011

(9)

Gambar 11 Peta penggunaan lahan di Kabupaten Ciamis

4.4 Kondisi Sarana dan Prasarana

Dinamika perekonomian mendorong pada peningkatan mobilitas penduduk dan barang antar daerah. Oleh karena itu, sarana transportasi seperti jalan, kendaraan dan penunjang angkutan serta didukung oleh sarana komunikasi seperti pos dan telepon dapat memperlancar kegiatan perekonomian. Termasuk sarana pendidikan, kesehatan (rumah sakit/ puskesmas) serta perdagangan sebagai aktifitas ekonomi secara langsung.

(10)

4.4.1 Jalan

Panjang jalan di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis pada Tahun 2010 mencapai 4,75 – 9,154 ribu km. Berdasarkan kondisi dan panjang jalan seperti terlihat pada Tabel 10, digambarkan bahwa kondisi baik sepanjang 1.819.221 km, kondisi sedang 589.710 km, rusak 1.110,298 km dan rusak berat sepanjang 1.231,109 km sedangkan menurut jenis permukaan jalan sebagian besar telah diaspal, hanya sebagian jalan yang dikelola desa masih ada yang belum di aspal.

Berdasarkan kewenangan pengelolaannya, jalan tersebut dibagi dalam 4 kategori yaitu jalan nasional sepanjang 97,928 km, jalan propinsi sepanjang 59,440 km, jalan kabupaten 772.30 km dan sisanya sepanjang 3.820,670 km merupakan jalan desa.

Catatan Kepolisian Resort Kabupaten Ciamis pada 2010 menunjukkan bahwa terdapat 3.858 mobil penumpang, 4.737 mobil barang, 697 mobil bus dan 119.157 sepeda motor. Tercatat pada tahun 2010 kasus pelanggaran sebanyak 9662 kasus. Sementara itu kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama tahun 2010 sebanyak 272 kejadian meningkat dari tahun sebelumnya, dengan koban meninggal sebanyak 49 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan 446 orang serta kerugian material diperkirakan mencapai 515,9 juta rupiah. Sarana transportasi lain bagi masyarakat Kabupaten Ciamis adalah kereta api melalui stasiun Ciamis.

Pada tahun 2010 jumlah penumpang kereta api mencapai 39.107 orang dengan nilai penjualan karcis sebesar Rp.1.147.415,75 juta.

Tabel 10 Kondisi dan panjang jalan yang ada di Kabupaten Ciamis

Uraian Panjang (Km)

2006 2007 2008 2009 2010

Jalan Nasional 109,310 109,310 106,580 106,580 97,928

Baik 33,350 79,750 41,220 106,580 36,114

Sedang 71,960 29,560 65,360 0 30,879

Rusak 4 0 0 0 16,30

Rusak Berat 0 0 0 0 14,635

Jalan Provinsi 110,050 110,050 110,050 110,050 59,440

Baik 38,600 20,260 18,260 56,670 30,735

Sedang 55,670 88,290 77,090 31,878 19,635

Rusak 15,780 1,500 9,000 21,502 9,080

Rusak Berat 0 0 5,70 0 0

Jalan Kabupaten

762,800 762,800 772,300 772,300 772,300

Baik 123,000 266,150 338,280 286,870 224,114

Sedang 132,400 124,370 110,790 130,950 135,384

Rusak 238,600 217,360 118,020 197,390 225,874

Rusak Berat 268,800 154,920 135,210 157,090 186,928 Jalan Desa 3.820,670 3.820,670 3.820,670 3.820,670 3.820,670

Baik 620,000 722,000 875,350 3.820,670 1.528,268

Sedang 920,670 939,340 917,610 0 403,812

Rusak 1.098,000 1.017,330 1.009,530 0 859,004 Rusak Berat 1.182,000 1.142,000 1.018,180 0 1.029,546 Jumlah Jalan

Keseluruhan 4.082,830 4.082,830 4.809,600 4.809,600 4.750,338 Baik 814,950 1.088,160 1.273,110 1.273,110 1.819,221 Sedang 1.180,700 1.181,560 1.170,850 162,868 589,710

Rusak 1.356,380 1.236,190 1.206,550 218,892 1.110,298 Rusak Berat 1.450,800 1.296,920 1.159.090 157,090 1.231,19 Sumber:Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Mineral, Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Tata Ruang Kab.

Ciamis 2011

(11)

4.4.2 Pendidikan

Di Kabupaten Ciamis pada Tahun 2010, terdapat 378 Taman Kanak-kanak Negeri dan Swasta, 1.048 SD, 139 SLTP, 32 SMU dan 53 SMK serta 4 Akademi/

Perguruan Tinggi seperti terlihat pada Tabel 11. Selain itu, terdapat pula sekolah dalam naungan Departemen Agama yaitu Madrasah Diniyah sebanyak 2.575 unit, Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 215 unit, Madrasah Tsanawiyah sebanyak 128 unit dan Madrasah Aliyah sebanyak 46 unit.

Terdapat perubahan kuantitas Sekolah Menengah Kejuruan dari 46 unit pada Tahun 2009 menjadi 53 unit pada tahun 2010. Begitu pula hal nya jumlah murid terutama murid sekolah kejuruan dari 13.534 siswa menjadi 16.065 siswa pada tahun 2010 termasuk kebutuhan pendidikan yang dibutuhkan seperti terlihat pada Gambar 12. Selanjutnya untuk pembinaan mental terdapat 655 pondok pesantren yang tersebar di seluruh kecamatan. Pondok pesantren terbanyak berada di Kecamatan Rancah yaitu sebanyak 41 Pondok Pesantren dengan jumlah santri sebanyak 2.789 orang yang diasuh oleh 50 orang kyai.

Gambar 12 Peta Kebutuhan Pendidikan Kabupaten Ciamis

(12)

Tabel 11 Sarana Pendidikan di Kabupatem Ciamis

WP Kecamatan

Sekolah TK Negeri/

Swasta

Sekolah SD Neberi/

Swasta

Sekolah SMP Negeri/

Swasta

Sekolah SMU/K Negeri/ Swasta

Utara

Panumbangan 12 40 6 2

Panawangan 16 43 4 6

Sukamantri 2 14 3 0

Panjalu 5 28 2 1

Jatinagara 0 18 4 1

Cipaku 24 41 5 3

Lumbung 8 19 3 1

Kawali 21 24 4 5

Cihaurbeuti 12 31 4 2

Sadananya 6 20 2 0

Sindangkasih 9 25 1 2

Ciamis 30 47 9 11

Baregbeg 9 20 3 3

Cijeunjing 18 27 4 7

Cikoneng 11 30 4 2

Sukadana 6 17 2 1

Tambaksari 10 21 2 0

Cisaga 17 25 3 2

Rajadesa 10 35 6 2

Rancah 12 50 4 3

Tengah

Lakbok 4 31 3 2

Mangunjaya 5 20 2 1

Purwadadi 5 24 4 0

Banjarsari 12 63 11 10

Padaherang 15 43 7 2

Cimaragas 2 12 1 1

Cidolog 3 14 1 0

Langkaplancar 9 42 6 1

Pamarican 16 36 4 3

Selatan

Kalipucang 7 31 3 3

Pangandaran 10 29 6 4

Cigugur 7 18 3 0

Sidamulih 8 19 3 0

Parigi 18 35 4 2

Cimerak 8 36 4 0

Cijulang 11 20 2 2

Kab. Ciamis 378 1.048 139 85

Sumber; Dinas Pendidikan Kab. Ciamis

4.4.3 Kesehatan

Ketersediaan sarana dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Sebagai upaya nyata tahun 2010 telah tersedia Puskesmas sebanyak 52 buah, Puskesmas Pembantu (Pustu) sebanyak 119 buah, dan Puskesmas Keliling sebanyak 50 buah. Tenaga kesehatan yang tersedia yaitu 88 tenaga medis/ dokter, 585 perawat, 575 bidan, 52 tenaga farmasi, 62 ahli gizi, 57 teknisi medis, 70 sanitasi dan 48 tenaga kesmas. Jumlah keseluruhan tenaga kesehatan tahun 2010 sebanyak 1.537 orang, hal tersebut berarti terdapat penambahan tenaga kesehatan sebanyak 12 orang dari tahun sebelumnya seperti yang dijelaskan pada Tabel 12.

Selain sarana dan prasarana kesehatan yang dikelola oleh pemerintah, pihak swasta pun turut mendukung pada pelayanan kesehatan masyarakat, yaitu terdapatnya rumah sakit swasta, balai pengobatan, praktek dokter dan praktek bidan. Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis melayani pengobatan/ perawatan baik yang rawat jalan maupun rawat inap. Di samping itu RSUD menerima rujukan

(13)

dari Puskesmas/ dokter (rujukan dari bawah) bagi pasien yang tidak bisa diatasi di Puskemas/ dokter dan memberi rujukan keluar (rujukan ke atas) untuk pasien yang tidak bisa di atasi di Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM sejak dini diantaranya melalui kegiatan imunisasi.

Tabel 12 Rumah Sakit, Puskesmas dan Pengobatan di Kabupaten Ciamis

WP Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Balai Pengobatan

Praktek Dokter/ Bidan

Utara

Panumbangan 0 2 1 26

Panawangan 0 2 0 22

Sukamantri 0 1 0 19

Panjalu 0 1 1 4

Jatinagara 0 1 0 7

Cipaku 0 2 3 20

Lumbung 0 1 0 11

Kawali 0 2 3 20

Cihaurbeuti 0 2 3 21

Sadananya 0 1 1 11

Sindangkasih 0 1 1 14

Ciamis 4 2 7 56

Baregbeg 1 1 1 11

Cijeunjing 0 2 2 19

Cikoneng 0 1 1 15

Sukadana 0 1 0 6

Tambaksari 0 1 0 7

Cisaga 0 1 1 14

Rajadesa 0 1 2 16

Rancah 0 1 4 19

Total 5 27 31 338

Tengah

Lakbok 0 2 0 13

Mangunjaya 0 1 0 1

Purwadadi 0 1 0 11

Banjarsari 0 3 4 42

Padaherang 0 2 0 32

Cimaragas 0 1 0 6

Cidolog 0 1 0 7

Langkaplancar 0 2 0 11

Pamarican 0 2 2 21

Total 0 15 6 144

Selatan

Kalipucang 0 1 0 13

Pangandaran 0 1 0 22

Cigugur 0 1 0 12

Sidamulih 0 2 1 15

Parigi 0 2 0 24

Cimerak 0 2 0 19

Cijulang 0 1 0 10

Total 0 10 1 115

Kab. Ciamis 5 52 38 597

Sumber; Dinas Kesehatan Kab. Ciamis (Kabupaten Ciamis Dalam Angka 2011)

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di seluruh kecamatan. Imunisasi BCG kepada 28.379 anak, DPT1+HB1 kepada 28.852 anak, DPT3+HB3 28.580 anak, Polio 4 kepada 26.301 anak, Campak kepada 28.009 anak, Hepatitis BO (0<7hari) sebanyak 19.831 anak dan TT2 Ibu Hamil kepada 19.481 orang ibu hamil, TT 2 Catin kepada 153 orang. Kemudian untuk akseptor KB baru dapat

(14)

dilayani di 52 Puskesmas, 4 Rumah Sakit, 17 Rumah bersalin, 135 Pustu serta didukung dengan 77 Petugas KB.

Pada tahun 2010 terdapat 48.698 orang akseptor baru lebih tinggi dari yang ditargetkan. Adapun akseptor dengan jenis kontrasepsi yang terbanyak diminati adalah suntik kemudian pil dan IUD. Untuk membina keluarga, telah dibentuk kelompok binaan berdasarkan tingkatan kelompok umur, yaitu: Balita (BKB), Remaja (BKR) dan Lansia (BKL). Pada tahun 2010 terjadi kenaikan jumlah kelompok kegiatan dibanding tahun 2009, yaitu BKB dari 390 kelompok naik menjadi 394 kelompok, sedangkan BKR tahun 2010 naik dari 180 kelompok menjadi 190 kelompok dan BKL naik dari 219 kelompok menjadi 233 kelompok.

Jumlah keluarga berdasarkan tahapan keluarga pada tahun 2010 sedikit mengalami pergeseran dibanding tahun 2009 Jumlah Pra Sejahtera pada Tahun 2010 sebanyak 99.794 mengalami kenaikan dibanding tahun 2009 yang berjumlah 99.559 keluarga. Namun di KS I terjadi penurunan dari 92.571 KK pada tahun 2009 menjadi 92.191 KK pada tahun 2010.

4.4.4 Keagamaan

Untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa SDM di Kabupaten Ciamis senantiasa dilakukan pembinaan akhlak. Upaya pembinaan akhlak tersebut tidak terlepas dari fungsi dan peranan tokoh-tokoh agama dan masyarakat, seperti Ulama, Mubaligh, Khotib dan Penyuluh Agama. Pada tahun 2010, di Kabupaten Ciamis terdapat 2.096 Ulama, 2.244 Mubaligh, 5.541 Khatib, Penyuluh Agama 56 orang dan 303 Penyuluh Agama Honorer dari jumlah tersebut mengalami penurunan dari Tahun sebelumnya. Selain itu untuk sarana tempat beribadatnya terdapat pula 3.653 buah mesjid, 6.191 buah langgar, 1.114 buah mushola dan 16 buah gereja terlihat pada Tabel 13.

Kehidupan beragama di Kabupaten Ciamis terlihat dari pelaksanaan ibadah haji dan pernikahan. Jumlah pemberangkatan haji Tahun 2010 sebanyak 1.324 orang. Adapun jumlah Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk yang tercatat di Departemen Agama adalah 18.753 Nikah yang bayar dan 136 pernikahan yang gratis, 848 Talak, 252 perceraian dan hanya 7 pasangan yang rujuk

4.4.5 Perdagangan

Perdagangan merupakan penggerak ekonomi kedua setelah pertanian di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ciamis jumlah perusahaan perdagangan menurut status permodalannya adalah sebanyak 21 perusahaan besar (PB), 60 Perusahaan Menengah (PM), 1.036 Perusahaan Kecil (PK) serta Pasar terlihat pada Tabel 14, terjadi peningkatan jumlah perusahaan dari tahun sebelumnya sehingga dapat menampung lebih banyak pegawai untuk peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Sebagai sarana perdagangan Pemda Ciamis mengelola 9 pasar yang tersebar di beberapa kecamatan. Pasar Pemda tersebut memiliki 5.808 kios dengan 4.325 pedagang, Kios terbanyak terdapat di pasar manis Ciamis sebanyak 1.255 unit, disusul pasar wisata Pangandaran sebanyak 940 unit. Selain pasar Pemda juga terdapat pasar desa sebanyak 83 pasar Desa sebagai tempat berjualan bagi 11.255 pedagang, terjadi peningkatan jumlah pasar desa dari tahun sebelumnya sehingga mampu menjaring lebih banyak orang untuk bekerja.

(15)

Tabel 13 Rumah ibadah di Kabupaten Ciamis

WP Kecamatan Masjid Langgar Musholla Gereja

Utara

Panumbangan 132 93 72 0

Panawangan 50 303 36 1

Sukamantri 33 74 29 0

Panjalu 162 137 62 0

Jatinagara 50 209 2 0

Cipaku 98 335 55 0

Lumbung 61 167 0 0

Kawali 69 153 15 0

Cihaurbeuti 222 314 6 0

Sadananya 183 134 4 0

Sindangkasih 67 221 17 0

Ciamis 175 0 60 3

Baregbeg 99 208 51 0

Cijeunjing 140 226 6 0

Cikoneng 142 264 0 3

Sukadana 69 181 5 0

Tambaksari 125 91 2 0

Cisaga 75 153 7 1

Rajadesa 77 311 28 0

Rancah 108 320 10 0

Tengah

Lakbok 118 210 5 1

Mangunjaya 58 84 65 0

Purwadadi 58 34 3 0

Banjarsari 123 391 48 1

Padaherang 186 130 122 0

Cimaragas 34 101 7 0

Cidolog 64 0 2 0

Langkaplancar 100 288 85 0

Pamarican 137 148 10 0

Selatan

Kalipucang 127 0 144 4

Pangandaran 69 115 30 2

Cigugur 139 5 85 0

Sidamulih 55 74 5 0

Parigi 93 288 8 0

Cimerak 93 250 0 0

Cijulang 62 234 28 0

Kab. Ciamis 3.653 6.191 1.114 16

Sumber: Kementrian Agama Kantor Kabupaten Ciamis

4.4.6 Ekonomi Wilayah

Situasi perekonomian Kabupaten Ciamis dapat terlihat dari data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Nilai PDRB Kabupaten Ciamis pada tahun 2009 atas dasar harga berlaku sebesar 15,8 triliun rupiah atau naik 9,24 persen dibanding tahun 2008 dan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 (tanpa pengaruh inflasi) sebesar 7,429 triliun rupiah seperti terlihat pada Tabel 15 atau naik dibanding tahun sebelumnya 7,07 triliun rupiah.

Berdasarkan kontribusi sektor ekonomi terhadap PDRB Kabupaten Ciamis tahun 2009 atas dasar harga konstan terungkap bahwa kontribusi sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan masih dominan yaitu sebesar 30,36 persen, kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 26,03 persen dan sektor jasa menyumbang 16,35 persen serta sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 8,34 persen. Namun demikian besarnya kontribusi sektor-sektor tersebut pada tahun 2009 apabila kita bandingkan dengan tahun 2008 ternyata mengalami pergeseran. Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan ternyata

(16)

mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008, sedangkan untuk sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran mengalami peningkatan.

Tabel 14 Fasilitas ekonomi Kabupaten Ciamis

WP Kecamatan Perusahaan Besar

Perusahaan Menengah

Perusahaan

Kecil Pasar

Utara

Panumbangan 0 2 35 3

Panawangan 0 3 19 2

Sukamantri 0 0 20 2

Panjalu 0 0 17 1

Jatinagara 0 0 8 1

Cipaku 0 0 18 6

Lumbung 0 0 13 1

Kawali 0 2 36 1

Cihaurbeuti 0 2 14 2

Sadananya 0 0 18 0

Sindangkasih 0 3 34 1

Ciamis 5 12 156 2

Baregbeg 2 3 12 0

Cijeunjing 1 2 50 2

Cikoneng 4 3 41 1

Sukadana 0 2 11 1

Tambaksari 0 2 7 2

Cisaga 1 0 12 0

Rajadesa 0 0 25 4

Rancah 0 2 21 2

Total WP Utara 13 38 567 34

Tengah

Lakbok 0 0 29 6

Mangunjaya 0 0 35 2

Purwadadi 0 1 20 3

Banjarsari 1 5 71 4

Padaherang 1 2 38 3

Cimaragas 0 2 7 0

Cidolog 1 0 4 3

Langkaplancar 1 0 10 8

Pamarican 1 0 33 2

Total WP Tengah 5 10 247 31

Selatan

Kalipucang 0 4 22 3

Pangandaran 3 6 74 1

Cigugur 0 0 8 1

Sidamulih 0 0 20 2

Parigi 0 2 44 3

Cimerak 0 0 36 5

Cijulang 0 0 18 3

Total WP Selatan 3 12 222 18

Kab. Ciamis 21 60 1.036 83

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kab. Ciamis

4.5 Arah Kebijakan Pembangunan

4.5.1 Visi Pembangunan

Berdasarkan hasil analisis terhadap kondisi obyektif dan potensi yang dimiliki dengan mempertimbangkan kesinambungan pembangunan sesuai dengan tahapan pembangunan jangka panjang daerah, maka Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis tahun 2009-2014 adalah sebagai berikut:

(17)

“Dengan Iman dan Taqwa Ciamis MANTAP Sejahtera Tahun 2014“

Pengertian Iman dan Taqwa mengandung makna, bahwa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT harus melandasi dan menjiwai para pihak dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Ciamis.

Tabel 15 PDRB Wilayah Pengembangan dan kecamatan serta kontribusinya

WP Kecamatan PDRB (juta rupiah)

Kontribusi

% Peringkat

Utara

Panumbangan 221.775,175 2,99 9

Panawangan 203.729,981 2,75 15

Sukamantri 83.252,733 1,12 35

Panjalu 141.951,368 1,91 25

Jatinagara 102.014,599 1,37 32

Cipaku 198.678,854 2,68 16

Lumbung 82.559,558 1,11 34

Kawali 195.468,533 2,63 17

Cihaurbeuti 171.836,244 2,31 12

Sadananya 117.536,660 1,6 31

Sindangkasih 198.384,420 2,68 18

Ciamis 708.558,621 9,54 1

Baregbeg 201.561,780 2,71 7

Cijeunjing 214.477,117 2,89 11

Cikoneng 223.087,932 3 7

Sukadana 104.056,737 1,4 33

Tambaksari 133.974,697 1,8 29

Cisaga 144.722,517 1,96 23

Rajadesa 243.647,508 3,29 8

Rancah 257.646,998 3,46 6

Total WP Utara 3.948.922,032 53,2

Tengah

Lakbok 217.983,388 2,93 13

Mangunjaya 152.741,884 2,05 27

Purwadadi 176.462,995 2,38 22

Banjarsari 553.929,497 7,5 2

Padaherang 381.634,601 5,13 3

Cimaragas 73.272,058 0,99 36

Cidolog 119.881,749 1,61 28

Langkaplancar 178.637,301 2,4 19

Pamarican 272.397,412 3,7 5

Total WP Tengah 2.126.940,885 28,69

Selatan

Kalipucang 164.872,099 2,21 21

Pangandaran 374.038,126 5,03 4

Cigugur 105.718,955 1,45 30

Sidamulih 140.770,201 1,9 24

Parigi 237.234,571 3,2 10

Cimerak 156.295,590 2,1 26

Cijulang 165.064,906 2,22 20

Total WP Selatan 1.343.994,448 18,11

Kab. Ciamis 7.429.857,365 100

Sumber: Bappeda Kab. Ciamis 2011

Sedangkan kata MANTAP mengandung makna, bahwa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis akan dilakukan penguatan dan pemantapan hasil pembangunan yang telah dicapai pada periode sebelumnya. Visi Kabupaten Ciamis Tahun 2004-2009 yang memberikan prioritas terhadap pembangunan ekonomi yang berbasis agribisnis dan pariwisata, tetap dilanjutkan melalui penguatan dan pemantapan sektor tersebut, sehingga menjadi motor penggerak perekonomian daerah dan masyarakat.

(18)

Kata MANTAP juga merupakan kepanjangan dari kata Maju, Aman, Nyaman, Tangguh, Amanah dan Produktif, sebuah cita-cita mewujudkan Kabupaten Ciamis menjadi daerah yang maju dalam setiap aspek kehidupan untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Kondisi tersebut dapat dicapai apabila terciptanya rasa aman, lingkungan hidup yang nyaman dan lestari, serta sumber daya manusia yang amanah, produktif dan berdaya saing, sehingga mencapai ketangguhan dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Adapun makna Sejahtera merupakan suatu kondisi masyarakat yang ditandai oleh kehidupan beragama yang mantap, terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan perumahan yang layak, lingkungan yang sehat, memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan yang memadai serta memiliki rasa aman dan tentram.

4.5.2 Misi Pembangunan Daerah

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut di atas, maka misi pembangunan daerah Kabupaten Ciamis tahun 2009-2014 ditetapkan sebagai berikut:

 Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan agama sesuai dengan tuntunan Allah dan Utusan-Nya

 Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing

 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah

 Mewujudkan perekonomian daerah dan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing berbasis potensi unggulan lokal

 Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan desa.

 Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, lingkungan hidup dan penataan ruang guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

 Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah dan perdesaan.

Adapun tujuan dan sasaran setiap Misi tersebut adalah sebagai berikut:

 Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan agama sesuai dengan tuntunan Allah dan Utusan-Nya

Tujuan:

 Meningkatnya pemahaman keimanan yang didasari dengan ilmu pengetahuan yang benar

 Meningkatnya pemahaman dan pengamalan secara benar dan baik Sasaran:

 Meningkatnya pengetahuan mengenai keimanan secara lurus terhindar dari noda-noda syirik

 Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam bentuk ibadah secara benar dan baik

 Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing Tujuan:

 Meningkatnya kapasitas SDM yang memiliki keunggulan dan kompetensidalam meningkatkan kualitas hidup

Sasaran:

 Meningkatnya kualitas dan kesempatan pendidikan

 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam Keluarga Berencana (KB)

 Meningkatnya perlindungan masyarakat dan kesejahteraan sosial.

(19)

 Meningkatnya kualitas pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan kerukunan hidup antar dan inter umat beragama

 Terpeliharanya nilai-nilai budaya dalam masyarakat

 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah Tujuan:

 Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sasaran:

 Meningkatnya kapasitas Pemerintahan Daerah untuk terciptanya pelayanan publik yang berkualitas

 Tersedianya sarana, prasarana dan aparatur yang memadai

 Terciptanya supremasi hukum dan perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM)

 Meningkatnya kemampuan dan kualitas pengelolaan anggaran

 Teciptanya basis data daerah yang akurat, relefan dan lengkap

 Terciptanya sinergitas pembangunan daerah

 Terciptanya sinergitas pembangunan kewilayahan

 Meningkatkan daya beli, mewujudkan perekonomian daerah dan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing berbasis potensi unggulan lokal

Tujuan:

 Pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat Sasaran:

 Meningkatnya kualitas, kuantitas, pengelolaan dan pemasaran produk unggulan daerah.

 Meningkatnya peran koperasi dan UKM dalam pengembangan perekonomian rakyat

 Terjaminnya Ketersediaan, mutu, distribusi dan konsumsi pangan masyarakat

 Meningkatnya pertumbuhan investasi

 Terwujudnya sentra-sentra pertumbuhan ekonomi yang berbasis potensi unggulan lokal

 Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan desa Tujuan:

 Mewujudkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat dan desa Sasaran:

 Meningkatnya kesetaraan Gender, peran pemuda dan prestasi olah raga.

 Menurunnya Tingkat kemiskinan dan pengangguran.

 Berkurangnya kesenjangan pembangunan antar desa (desa tertinggal, desa perbatasan, desa sekitar hutan dan perkebunan)

 Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, lingkungan hidup dan penataan ruang guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Tujuan:

 Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan Sasaran:

 Terjaminnya ketersediaan Sumberdaya alam dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

 Terkendalinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.

 Terwujudnya penataan ruang sesuai dengan daya dukung lingkungan

 Terkendalinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta bencana.

 Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah dan perdesaan.

(20)

Tujuan:

 Meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya

Sasaran:

 Meningkatnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur transportasi untuk mendukung kelancaran pergerakan orang, barang dan jasa.

 Meningkatnya cakupan pelayanan infrastruktur energi dan kelistrikan serta telekomunikasi

 Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih dan sanitasi lingkungan

 Meningkatnya ketersediaan dan kualitas irigasi untuk menunjang ketahanan pangan

 Meningkatnya kenyaman wisatawan

 Terciptanya sinergitas pembangunan infrastruktur wilayah dan perdesaan

 Terlaksananya percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan

 Meningkatnya penataan permukiman dan ruang

4.6 Alokasi dan Distribusi Anggaran Pembangunan

4.6.1 Sumber

Sumber utama penerimaan daerah Kabupaten Ciamis untuk pembiayaan pembangunan daerah tahun 2009-2014 secara garis besar dapat dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu sumber penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penerimaan yang bersumber dari pemerintah yang lebih tinggi berupa dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Pendapatan daerah dalam struktur APBD merupakan hal yang sangat penting peranannya baik untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah maupun pemberian pelayanan kepada publik. Sumber Pendapatan Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2009-2014 struktur pengelompokkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu sebagai berikut:

 Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi:

 Pajak Daerah

 Retribusi Daerah

 Hasil Laba Perusahaan Daerah dan Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah

 DanaPerimbangan yang terdiri dari:

 Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak

 Dana Alokasi Umum

 Dana Alokasi Khusus

 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Lain-lain pendapatan daerah yang sah sesuai Permendagri 59 Tahun 2007, merupakan pos untuk penerimaan yang bersifat tidak operasional tetapi tergantung dengan kebijakan pemerintah pusat seperti bantuan yang diluncurkan baik untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan maupun penanggulangan bencana alam dan bencana sosial, yang meliputi:

Referensi

Dokumen terkait

Para Pihak menjam i n bahwa semua personil yang terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Memorandum Sal i ng Pengertian ini hanya akan melakukan kegiatan yang

- Form Ubah akan tampil, isikan perubahan data pada Form tersebut lalu klik simpan atau tekan tombol ENTER pada Keyboard untuk berpindah field dan

Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam (SDA) dari Minyak Bumi dan Gas Bumi merupakan bagian dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah dan termasuk pada

Wonocolo Surabaya mengenai tanggapan dengan adanya swalayan seperti; indomart, alfamart atau yang lainnya disekitar mereka, salah seorang tokoh masyarakat berpendapat lebih

Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah merupakan penerimaan daerah selain pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Lain-lain

Syukur Alhamdulillah penulis haturkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad

Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut maka dilakukan perancangan dan pembuatan pintu gerbang yang dapat membuka dan menutup secara otomatis.. Cara kerja

Menghukum Penggugat rekonpensi dan Tergugat rekonpensi untuk me- laksanakan pembagian harta bersama pada diktum angka 2.2 di atas de- ngan bagian seperti diktum angka 3 di