• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TEKNIK PERMAINAN BIOLA PADA LAGU INTRODUZIONE E VARIAZIONI SUL TEMA NEL COR PIU NON MI SENTO PER VIOLIN SOLO KARYA NICCOLO PAGANINI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS TEKNIK PERMAINAN BIOLA PADA LAGU INTRODUZIONE E VARIAZIONI SUL TEMA NEL COR PIU NON MI SENTO PER VIOLIN SOLO KARYA NICCOLO PAGANINI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

SUL TEMA NEL COR PIU NON MI SENTO PER VIOLIN SOLO KARYA NICCOLO PAGANINI

DAVID CAVALERA

Program Studi Seni Musik Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Surabaya E-mail: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan teknik gesekan biola; (2) dan penjarian pada lagu Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo. Termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Objek penelitian yakni lagu Nel Cor Piu Non Mi Sento yang digubah oleh Paganini dengan fokus pembahasan pada teknik permainan dan penjariannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data. Hasil penelitian ini serta pembahasan menunjukan bahwa teknik gesekan dari lagu “Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo Karya Niccolo Paganini” Penjarian lagu tersebut memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh karya sebelumnya, Paganini menggabungkan dua teknik sekaligus seperti gesekan dan petikan teknik ini memiliki unsur permainan yang menyerupai gitar yaitu gesekan yang menjadi melodi dan petikan oleh tangan kiri menjadi acordnya.

Kata Kunci: Teknik Permainan Biola, Niccolo Paganini, Lagu Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo.

ANALYSIS OF VIOLIN TECHNIQUES IN THE SONG INTRODUZIONE E VARIAZIONI SUL TEMA NEL COR PIU NON MI SENTO PER VIOLIN SOLO BY

NICCOLO PAGANINI

Abstract

This study aims to (1) describe the violin friction technique; (2) and fingering on the song Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo. Included in the type of qualitative research. The object of the research is the song Nel Cor Piu Non Mi Sento which was composed by Paganini with a focus on discussing the technique of playing and fingering. Data collection techniques using observation and interviews.

Data analysis techniques through the stages of collecting, reducing, presenting data and drawing conclusions. Data validity. The results of this study and discussion show that the friction technique of the song "Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo by Niccolo Paganini" The fingering of the song has a uniqueness that is not owned by the previous work, Paganini combines two techniques at once such as friction and This technique passage has elements of a game that resembles a guitar, namely friction which becomes the melody and the passage by the left hand becomes the chord.

Keywords: Violin Playing Techniques, Niccolo Paganini, Introduzione E Variazioni Sul Song Nel

Cor Piu Non Mi Sento Theme Per Violin Solo.

PENDAHULUAN

Era romantik memiliki karakteristik yang prima dari bentuk musik maupun teknik permainan, merupakan suatu kebebasan lebih dalam ber-ekspresi dan emosi serta imajinasi dari komposer. Banyak komposer-komposer terkenal di zaman romantik yang karyanya sangat populer hingga saat ini, misalnya karya-karya dari Niccolo Paganini, Franz Schubert, Robert Schumann, Frederik

Chopin, Franz Liszt, Felix mendelsohn, Richard Wagner, Johannes Brahms, Vittorio Monti, dan masih banyak lagi (Kimaen, 1998: 205). Menurut Kimaen (1998:195) musik era romantik dimulai pada tahun 1820, dan berakhir pada tahun 1900. Walaupun dinamakan era romantik, bukan berarti musik di zaman ini hanya berisi tentang cinta ataupun cinta yang romantis. Zaman tersebut dinamakan romantik karena dapat menggambarkan komposisi musik pada jangka waktu tersebut yang-di maksud dengan

(2)

14

ekspresionisme. Pada era romantik, karya karya dan komposisi musiknya lebih bergairah, jauh lebih ekspresif dan bebas dari era sebelumnya. Salah satu komponis yang produktif dalam instrumen musik biola adalah Niccolo Paganini.

Niccolo Paganini merupakan-komposer- berkebangsaan-Italia yang lahir di kota kecil Genoa pada17 Oktober 1783 dan meninggal pada 27 Mei 1840 di Prancis. Paganini merupakan seorang Virtuoso abad - 19 yang mendobrak gaya bermain biola dan mengembangkan teknik-teknik permainan biola. Paganini merupakan seorang komposer populer pada era tersebut yang menginspirasi musisi zaman Romantik dari Virtuoso dan merevolusi teknik biola. “pemain musik yang memiliki kemampuan tinggi dengan penguasaan teknik yang maksimal. Banoe 2003 : 432” Paganini pertama kali belajar bermain musik dengan alat Mandolin, Ayahnya memberikan ilmu bermusiknya pada Paganini sejak umur lima tahun. Setelah belajar dengan ayahnya, Paganini mulai belajar biola dengan pemain biola lokal yaitu dengan G. Servetto, Selain dengan G. Servetto, Paganini juga belajar dengan ahli lainnya bernama Giacomo Costa.

Paganini pertama kali membuat sebuah pertunjukan kecil pada tahun 1793 kemudian ia belajar dengan Alessandro Rolla dan Gaspare Ghiretti di Parma. Pada 1797, ditemani ayahnya, Paganini melakukan tur di Lombardy, di mana dengan setiap konser reputasinya tumbuh. Musik Paganini seringkali menggunakan kombinasi staccato, ricochet, double stop, harmoni, pizzicato, dan beberapa interval musik yang luas (seperti penggunaan interval mayor).

“Eugène Ysaÿe, seorang pemain biola dan komposer berkebangsaan Belgia, pernah mengkritik bahwa iringan untuk musik Paganini terlalu menyerupai gitar” (Stratton, S. Stephen 2012) kekurangan karakter-karakter musik polifoni. Namun, Paganini dianggap berjasa mengembangkan warna suara dan teknik biola ke level yang tidak pernah disadari sebelumnya. Walaupun beberapa teknik biola yang digunakan oleh Paganini telah ada pada zamannya, tetapi proses perkembangannya dapat dibilang lambat.

Paganini mampu bermain sampai tiga oktaf di empat senar biola pada satu jangkauan tangan, suatu kelebihan yang tampaknya tidak masuk akal dari standar masa kini. Kelebihan itu mungkin diakibatkan oleh sindrom Marfan atau sindrom Ehlers Danlos. Teknik- penjariannya seperti bermain harmoni dengan dua senar, bermain oktaf (dan interval) paralel, dan petikan tangan kiri dengan cepat, merupakan keunikan dan ciri khas nya yang dianggap hampir tidak mungkin dilakukan lagi pada zaman itu namun hanyalah sebagai latihan rutin untuk mengaspirasi pemain biola. Kemampuan teknik biola setinggi itu hanya bisa dilakukan oleh segelintir pemain hebat seperti Pablo de Sarasate dan Eugène Ysaÿe.

Kreativitas Paganini mungkin dipengaruhi oleh penyakit yang dialaminya, sehingga ia disebut sebagai "pemain biola iblis”. Banyak rumor yang menduga bahwa Paganini memang menjual jiwanya kepada iblis. Paganini

memainkan konser biola perdananya dengan kecepatan yang luar biasa, bahkan hal tersebut cukup diakui oleh sesama pemain biola Banyak komposisi-komposisinya dimainkan dengan kecepatan luar biasa dan tidak diragukan lagi. Karya Paganini berbeda dengan komponis- komponis lainnya. Selain teknik pengembangan pada biola, Paganini juga menerapkan teknik gitar pada biola seperti pada lagu nel cor piu non mi sento. Pada dasarnya lagu ini hanyalah introduction variation dalam tema nel cor piu non mi sento untuk permainan biola solo (Suwahyono, Agus. 2018)

Nel cor più non mi sento adalah salah satu lagu opera L'amor karya Giovanni Paisiello pada 1788, atau dikenal sebagai Opera La molinara (The Miller-Woman).

Lagu ini dinyanyikan dua kali dalam babak kedua-opera.

Bagian pertama, oleh wanita Rachelina (soprano) dan Calloandro (tenor) kemudian bagian kedua, oleh Rachelina dan notaris Pistofolo (bariton). Lagu ini terkenal karena temanya telah digunakan berkali-kali sebagai-dasar untuk-karya-karya musik lainnya, selain itu,lagu ini juga masuk kedalam koleksi “Arie Antiche”

karena dimasukkan dalam koleksi “Alessandro Parisotti”

tahun 1885, lagu tersebut telah mendapatkan tempat dalam pedagogi vokal klasik. Lagu Nel cor piu non mi sento ini sebenarnya adalah repertoar yang dikhususkan untuk vokal klasik dengan iringan Namun, oleh Niccolo Paganini digubah menjadi Introduction and variations in G major for violin, Op. 38, MS 44, 1827 Nel cor piu non mi sento. (Predota, Gregog. 2016)

Setiap komposisi maupun karya musik, memiliki karakter dan teknik permainan tersendiri yang diinginkan oleh seorang pencipta lagu. Agar menghasilkan karakter yang diinginkan diperlukan teknik permainan yang wajib dikuasai, seperti pada instrumen gesek atau violin yaitu tone color, teknik legato, teknik staccato. Penelitian ini ditujukan untuk para pemain biola, tenaga pendidik musik khususnya instrumen biola, ataupun di perguruan tinggi sebagai referensi dalam memainkan Lagu Nel cor piu non mi sento karya Giovanni Paisello menggunakan beberapa teknik dengan benar. Repertoar musik ini dipilih karena mempunyai tingkat kesulitan maupun permainan teknik yang setara dengan concerto.

Beberapa virtuoso biola pernah membawakan repertoar ini, baik untuk uji tes international violin maupun konser pada umumnya. Beberapa virtuoso tersebut ialah Chuan Yun Lin, 23 tahun. Ziyu He, 16 tahun Menuhin Competition dari china. Leonidas Kavakos, 26 tahun Several International Violin Competitions dari Greek dan beberapa virtuoso lainnya. repertoar nel cor piu non mi sento merupakan gubahan lagu yang menarik untuk dibawakan karena terkenal oleh tema dan variasinya juga merupakan salah satu koleksi terkenal milik paganini yang menjadi nilai lebih untuk pembawaan repertoar ini.

Nel Cor Piu Non Mi Sento merupakan lagu dari composer berkebangsaan Italia yang bernama Giovani

(3)

pada akhir 1700’an . Opera ini sangat terkenal di eranya pada periode 1788 karya paisiello yang satu ini biasanya di kenal dengan judul “The Miller-Woman (La Molinara)” duet ini dinyanyikan dua kali dalam baba kedua Opera, duet ini terkenal arena temanya digunakan berulang-ulang kali sebagai dasar untuk karya musiknya.

Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karya Paisiello yang di gubah oleh Paganini dan di tambahkan Introduction serta beberapa variasi yang nantinya akan diteliti.

METODE

Metode penelitian menurut Sugiyono (2012:2)

“merupakan cara ilmiah agar mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Peneliti akan menjelaskan keseluruhan data untuk memecahkan rumusan masalah agar mendapatkan jawaban dari permasalahan. Selain itu, peneliti juga menggunakan metode penelitian kualitatif karena dibutuhkan data deskriptif untuk menjawab permasalahan yang ada pada rumusan masalah.

Penelitian mengenai “Analisis Teknik Permainan Biola Pada Lagu Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo Karya Niccolo Paganini” menggunakan metode kualitatif deskriptif.

Melalui penelitian kualitiatif tersebut merupakan bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan cara permainan biola dan Teknik-teknik dengan fenomena- fenomena yang ada. (Sukmadinata, 2006 : 72). Fenomena bisa berupa bentuk, aktifitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Dari fenomena tersebut di teliti bahwa karakteristik dari lagu gubahan paganini merupakan bentuk solo violin, yang aslinya milik Paisiello dari bentuk Opera. Karena temanya yang begitu unik dan terkenal bahkan di bawakan 2 kali dalam babak Opera membuat paganini menjadikan Solo Violin dalam ringkasan sederhana menjadi rumit dengan Teknik yang complicated.

Objek dari penelitian ini adalah: “Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo Karya Niccolo Paganini” dengan fokus yang di bahas adalah Teknik permainannya. Peneliti memilih repertoar tersebut dikarenakan

memiliki banyak teknik yang unik dari bunyi hingga praktikumnya, jika di nikmati hanya dengan audionya terasa seperti permainan dengan dua orang namun pada judul lagu tertulis bahwa repertoar ini merupakan repertoar solo violin. Lagu ini berbeda dari lagu-lagu klasik lainnya karena paganini merupakan seorang virtuoso biola hebat yang mengembangkan Teknik-teknik biola.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bentuk lagu Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo, merupakan gubahan dari opera menjadi bentuk solo violin yang digubah paganini. Bentuk adalah suatu hasil pernyatan dari berbagai macam elemen yang diamati secara kolektif.

Bentuk yang dimaksud peneliti merupakan rangkaian dari

lagu original menjadi gubahan sebagai materi objektif dari penelitian ini.

Bentuk lagu Nel Cor Piu Non Mi adalah salah satu repertoar yang ada pada opera Opera La Molinara dengan iringan Orkestra, “Banoe (2003:307) Opera merupakan suatu bentuk dari drama musik yang dilukiskan dengan musik dengan bagian Vokal, instrumental, dan gerakan- gerakan”.

dengan digubahnya lagu milik paisiello ini menjadi solo violin oleh Paganini, paganini meringkas dari drama kolosal menjadi bagian solo dengan introduction dan 7 variasi merupakan karya masterpiece yang unik untuk dikaji. Pengertian solo oleh “Banoe (2003:385) Jamak, yang berarti berdiri sendiri bermain dengan atau tanpa instrument dengan tidak diiringi musik”.

dalam fokus penelitian ini mengkaji tentang teknik gesekan dan penjarian serta posisi pada instrument biola solo, Teknik gesekan merupakan cara agar permainan pada alat musik berdawai sesuai dengan arahan yang ada pada notasi tertentu, teknik gesekan yang digunakan pada repertoar ini cenderung menggunakan teknik basic yang dikembangkan oleh paganini sehingga teknik cenderung lebih sulit. Pada gubahan paganini yang berjudul

“Introduzion E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Per Violin Solo” menggunakan Teknik gesekan dari unsur yang dikembangkan dari Teknik yang sebelumnya hingga mencapai tingkat kesulitan yang complicated.

Teknik penjarian merupakan susunan dari penjarian yang membentuk suatu pola permainan dengan rapi dan mencegah jari jari kusut ketika bermain, salah satunya sebagai tersusunnya suatu pola permainan yang rapi dan menghasilkan suara yang bagus untuk di dengar.

Pada repertoar ini Teknik penjarian yang digunakan paganini juga dikembangan oleh paganini dari Teknik basic sebelumnya oleh karena itu paganini merupakan satu-satunya virtuoso paling berpengaruh pada era itu.

Introduction

Bagian introduction birama pertama menunjukan dimulainya lagu pada acord B major, dimainkan dengan teknik Trill dengan irama Capriccio yang berarti berbelit cenderung rumit dalam memainkannya. Bagian introduction merupakan bagian awal atau perkenalan dalam sebuah komposisi musik, pada birama 2 setelah tanda Pianissimo (pp) dimainkan menggunakan teknik Staccato dan digabungkan dengan teknik Pizzicato Lefthand pada posisi ke-2.

(4)

16

a

Pada birama selanjutnya menggunakan teknik flying staccato dan not selanjutnya dimainkan

menggunakan teknik falset atau artificial harmonic dengan digabungkan teknik Trill.

Birama selanjutnya menggunakan teknik Double Stop dan dimainkan dengan cepat, bagian ini menunjukan acord dari bagian introduction berbagai posisi pada bagian ini yaitu:

Dimainkan double stop bermain pada posisi 3 dan tumpuan pada jari 2. Bar selajutnya berpindah pada posisi 5 tumpuan jari ke 2 dan bar selanjutnya posisi tangan perlahan menurun dari posisi ke 7,6,3,5,4, dan 3 menggunakan tumpuan jari 1, birama terakhir dimainkan dengan teknik pizzicato left hand.

TEMA

Tema adalah bagian inti dari lagu juga diartikan sebagai lagu pokok yang mendasar (Banoe, 2003:412) bagian tema menjadi keunikan pada repertoar lagu ini dikarenakan bagian tema memiliki 2 barline yang menyerupai piano dalam penulisan partiture biola 2 barline merupakan ketidak umuman penulisan secara teori dan praktikum karena 2 barline merupakan permainan yang dikhususkan 2 tangan untuk permainan piano dan organ.

Dimulai dengan birama 6

8

dan tempo andante dengan variasi 1

16 pada birama pertama barline atas bermain pada posisi 1 dengan cara digesek dan barline bawah dimainkan dengan cara dipetik menggunakan teknik pizzicato lefthand. Lanjut bar selanjutnya barline atas bermain pada posisi 2 barline bawah dipetik menggunakan jari 3 bar selanjutnya barline atas bermain pada posisi 3.

Bar selanjutnya barline atas dimainkan bow digesek open string senar D dan barline bawah dimainkan dengan cara dipetik teknik pizzicato lefthand dengan tumpuan jari 1 dan jari 3 memetik dengan urutan posisi: 1- 0-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1 lalu not selanjutnya menunjukan teknik (Trill) dilanjutkan dengan acciaccatura. Bar selanjutnya barline atas chord G dimainkan dengan cara di petik not selanjutnya dimainkan pizzicato lefthand, bar selanjutnya dimainkan dengan teknik flying staccato.

VARIASI 1

Variasi 1 memiliki tema tersendri kebanyakan menggunakan teknik bowing yang complicated, berawalan pada tempo brilliante; yang berarti cemerlang gaya bermain yang cemerlang dengan semangat (Banoe, 2003:62). Basicnya variasi 1 menggunakan teknik double stop, awalnya dimainkan di jari 2 posisi 3 dengan teknik trill.

Bar selanjutnya dasarnya bermain dengan teknik double stop dan bar selanjutnya dimainkan dengan teknik flying staccato.

Bar selanjutnya dimainkan dengan teknik legato dengan tempo cepat, basicnya berada pada tumpuan not D dengan jari 43 dimulai pada posisi ke-9 turun hingga posisi ke-1.

Bar selanjutnya merupakan rangkaian arpeggio dan bar selanjutnya bermain dengan teknik legato secara berurutan.

(5)

VARIASI 2

Variasi 2 merupakan tema gabungan teknik dari Tremolo dan Legato yaitu memainkan bow dengan gesekan penuh secara merata jari 2 dan jari 4 bermain dengan getar / Trem. Variasi 2 bermula dengan birama 6

8 dinamika lembut pianissimo (pp) pada tanda atasnya adalah melodi pokok dari variasi tersebut dengan kata lain adalah melodinya, dan tanda bawahnya adalah posisi tangan nya, pada awal not bermain dengan posisi 3 dan setelah berganti bar bermain dengan posisi 1, Rangkaian ini sebenarnya bentuk permainannya sama saja.

VARIASI 3

Variasi 3 berbasis Falset atau artificial harmonic.

Dimulai dengan birama 6

8 juga memiliki 2 barline seperti sebelumnya, funsgi barline di variasi 3 juga sama dengan sebelumnya, cara memainkannya dengan digabungkan 2 teknik sekaligus yaitu barline atas sebagai melodi dan barline bawah sebaga iringan. Barline atas pertama menunjukan teknik artificial harmonic dengan posisi 3 ke posisi 1, barline bawah juga mengikuti posisi dari barline atas dengan memetik menggunakan jari 2 nada G, D, dan G. Barline atas pada petunjuk selanjutnya bermain dengan posisi 3, posisi 4, dan posisi 5. Barline bawah memainkan dengan jari 3 dan memetik menggunakan jari 4.

Lanjut bar selanjutnya awal bermain menggunakan teknik flying staccato dan bar 7 bermain dengan arpegio.

VARIASI 4

Variasi 4 bertema Pizzicato yaitu bermain dengan cara di petik tema ini menggunakan teknik petik dengan tangan kiri dan sedikit staccato dari teknik bow, bermain dengan cepat tempo Allegro dari birama 68 berawalan posisi 1 digesek jari 2 dan jari 3 memetik, posisi 4 dan 5 dengan jari 2 sebagai tumpuan dan jari 4 memetik.

Birama 14 cara bermain nya menggunakan dua teknik sekaligus yaitu bow menggesek di senar D jari 1 merupakan melodi pokok dan pizzicato menggunakan jari 3 dengan pola 0-2-1-3-1-3-1-3-1-3-1-3-1-3 dengan posisi maju dari posisi 1-1-2-3-4-1-2-3-4-5-6-5-6-5, not selanjutnya masih birama 14 bagian dari double stop dengan nada oktave birama 15 dimainkan dengan pola yang sama.

Birama 17 bermain dengan nada pokok D menjadi tumpuan, nada D di gesek dan angka 0 Sebagai tanda Pizzicato Left Hand dengan posisi 3-2-4-6-5-3 not selanjutnya dimainkan dengan pizzicato left hand secara berurutan melali posisi 1 dan jari (tiga 3) dimainkan dengan cara di gesek.

(6)

18

VARIASI 5

Variasi 5 merupakan tema dari teknik Double Stop yaitu teknik yang menggabungkan dua nada untuk dimainkan dengan cara bersamaan. Teknik ini basic nya adalah untuk mempertebal Chord atau nada ganda cara memainkan nya cukup sulit karena jari jemari hampir 4 – 4 nya menekan semua di nada nada yang akan dimainkan.

Dari score diatas dimulai dengan tema G major dan berawalan birama 6

8 menunjukan nada D dan setelah nya bermain double stop dari chord G dari posisi 1 ke-3, Birama 2 Kembali ke posisi 1 bermain dengan Teknik flying staccato pada birama 3 bermain menggunakan Teknik double stop dengan posisi 1-1-3-5-4-5.

Birama 7 dimainkan pada tumpuan senar D dengan posisi jari 3 dan 4, birama 8 menggunakan Teknik dan posisi yang sama yaitu posisi 1.

Birama 9 menunjukan arpeggio dengan scale E major dari posisi 1 ke-3 setelah itu menunjukan teknik falset atau artificial harmonic yaitu bermain 1 oktaf dari nada dasar (bawaan) dengan simbil titik-titik di atasnya atau bertuliskan (8va) nada bawaannya berada dibawah pada partiture tersebut.

Lanjut pada birama selanjutnya pola nada nya adalah scale arpeggio A major dengan posisi 1-3-5-7-9 hingga oktav menggunakan Teknik artificial harmonic lalu pada bagian 8va pola nya sama menggunakan Teknik artificial harmonic namun posisi nya turun dari posisi 11- 9-8-5-3-4-1 di bawah nya merupakan nada pokok atau nada awal dari Teknik artificial harmonic.

Birama selanjutnya menggunakan Teknik double stop pada posisi 4-3-2-3-2-1 lalu chord G major dan birama terakhir menunjukan Teknik flying staccato.

VARIASI 6

Variasi 6 merupakan suatu tema yang berbeda dari yang sebelumnya yaitu tema ini mempunyai suatu pola yang singkat, yang berbeda dari tema sebelumnya yaitu tema ini bermain dengan Appasionato piu lento (Bahasa Italia) yang berarti semangat dan penuh nafsu dengan tempo lambat. Pembukaan variasi 6 dimulai dengan birama 6

8 bernada scale minor, pada birama pertama bermain pada sul G atau di senar G dengan posisi 1-ke 11 turun hingga posisi 7 jari 3, posisi 8 jari 3, 2, posisi 2 jari 1.

Birama 2 nada E menggunakan posisi 1 jari 4, birama 3 menggunakan posisi 1 dengan tanda artikulasi acciaccatura 6 etika tanda dim: bermain dengan posisi 9 di senar D menggunakan jari 3 dimainkan dengan digesek dan jari turun ber-urutan sampai posisi 3.

Selanjutnya pada birama 4 menunjukan nada kromatik memainkannya dengan cara flying staccato digesek kebawah atau down bow, birama 5 menunjukan triol dengan teknik legato.

Birama selanjutnya dimainkan dengan teknik pizzicato left hand dengan menggesek jari 4 – 2 – (jari 4 petik) – 3 – (jari 3 petik) 1 – 3 – (jari 4 petik) – (jari 3 petik) – 2 – (jari 2 petik) tanda 0 dimainkan dengan cara dipetik, birama 8 memainkan dengan cara falset atau

(7)

posisi 4 ke-5.

VARIASI 7

Variasi 7 merupakan variasi terakhir dari lagu

“Introduzione E Variazioni sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento per Violino solo”, variasi ini dimainkan dengan cara flying staccato dan dengan gabungan teknik legato bagian ini dinyatakan cukup sulit untuk penjarian dan posisi tangan dikarenakan posisi antara jari 1 dan 4 cukup jauh jangkauan nya dengan tempo yang sangat cepat.

Variasi 7 memiliki pola permainan yang sederhana yaitu dengan gesekan bow keatas dan kebawah dengan sempurna, berawalan dengan birama 6

8 tempo Vivace (cepat) bertema arpeggio birama pertama dimainkan di posisi ke-2, bar sekanjutnya di posisi ke-1. Bar selanjutnya pada petunjuk setelahnya posisi ke-1 dan posisi ke-3.

Lanjut ke birama selanjutnya dengan posisi ke-4 jari 4 ke nada F pola selanjutnya diposisi ke-5 jari 4 ke nada B.

Masih pada Variasi 7 lembar ke-2 pada pertama menunjukan chord G major lanjut dengan posisi ke-5, posisi ke-4.

posisi ke-4, posisi ke-3, posisi ke-2, posisi ke-1, posisi ke- 1, lalu doble stop terakhir dengan chord A major dengan posisi ke 1.

Pola terakhir posisi ke-3, posisi ke-4, posisi ke-5, posisi ke-4, posisi ke-3, dan birama terakhir bermain pada posisi ke-5, 6, 5, 4.

CODA

Coda merupakan bagian akhir atau final pada lagu maupun partitur, konsep dari coda adalah untuk mengakhiri suatu lagu pada permainan instrument. Pada bagian ini Paganini menggubah karya Paiselo Opera, menjadi solo karena bagian akhir pada opera tersebut menggabungkan solois dan paduan suara serta orchestra.

Paganini merangkum bagian akhir Opera dengan menggubahnya menjadi Tema Arpeggio. partitur bermain dengan tangga nada G major lalu pola berikutnya bermain dengan Sul G (bermain khusus pada senar G) permainan ini menggunakan posisi ke-5, birama selanjutnya menggunakan posisi ke 1, 2, 7, 9, 15. masih bermain pada Sul G namun permainan range nada lebih tinggi menggunakan Posisi ke 2, 8, 9, 13, 15, 17 posisi yang sangat tidak mungkin digunakan pada lagu yang umum.

Bagian selanjutnya bermain pada posisi ke- 1, 3, 1, 3, 5, 7, 9 dengan teknik flying staccato. Terakhir pada birama terakhir 7embali ke tonik atau nada awal, dengan

(8)

20

menggabungkan 2 teknik yaitu Staccto dan Pizziccato left hand dengan bermain di posisi 1 dan berakhir di nada G.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian kualitatif, wawancara dan dokumentasi yang telah dilaksanakan oleh peneliti berkaitan Analisis Teknik Permainan Biola Pada Lagu Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Karya Paganini dapat diambil beberapa kesimpulan. Kesimpulan tersebut dipaparkan sebagai berikut:

Sesuai dengan data peneliti tentang analisis teknik gesekan dan penjarian dari lagu

Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Karya Paganini” kesimpulannya adalah “Introduzione E Variazioni Sul Tema Nel Cor Piu Non Mi Sento Karya Paganini” bukanlah karya asli dari paganini, bahwa paganini telah menggubah lagu dari salah satu composer paling popular dari kebangsaan italia Giovanni Paisiello karya paisiello yang berjudul Nel Cor Piu Non Mi Sento (The Miller Woman) merupakan karya yang sangat popular dari bentuk Opera, yang akhirnya oleh paganini digubah menjadi bentuk Solo Violin.

Komposisi gubahan paganini memiliki ciri khas tersendiri yaitu dengan variasi-variasi yang digunakan cenderung memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Dengan teknik gesekan dan penjarian yang dikembangkan oleh paganini membuat lagu ini menjadi semakin sulit untuk dimainkan, Dalam komposisi ini terdapat beberapa teknik yang digabungkan oleh paganini menjadi satu bentuk pola permainan. Teknik penjarian pada gubahan lagu ini juga memiliki tingkat kesulitan yang tinggi seperti teknik gesekan dan penjarian diterapkan menjadi satu kesatuan bentuk pola permainan yang ada pada bagian Tema lagu.

Mengembangkan teknik penjarian yang belum pernah dikembangkan sebelumnya menjadikan paganini satu satunya lagu ini yang menjadi koleksi terbaik milik paganini.

DAFTAR PUSTAKA

Banoe, P. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Kaninsius Donington, R. 1963. The Interpretation of Early Music. London. Faber and Faber.

Biotzein, Leon. 2002. The New Groove Dictionary Seo”nd Edition Volume 6, New York, (251-256)

Kamien, Roger. 1980. Music an Appreciation, USA:

McGraw-Hill Company.

Kurniasari, Vivien. (2012) Analisis Teknik Permainan Biola Keroncong Orkes Flamboyant Yogyakarta.

Skripsi Thesi, Universitas Negeri Yogyakarta.

McNeill, R.J. 1998. Sejarah Musik Jilik 1. Jakarta: PT.

BPK Gunung Mulia.

Martens, Frederick H. 2006. Violin Mastery, Interviews with Heifetz, Auer, Kreisler others, USA: Doover Publications.

Prier, K.E. 2007. Sejarah Musik Jilid 2. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Prier, K.E. 2011. Kamus Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Prier, K.E. 2014. Kamus Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Prier, K.E. 2015. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Ramadhanty, R. 2020. Karakteristik Bentuk Orkestra Nusa Oktave SMA NU 1 Gresik. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif.

Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Soeharto, M. 2008. Kamus Musik. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sholikhah, Jamiatul Nihayatus. 2019. Konzert en C Minor fur Viola karya Henry Casadeus dalam tinjauan bentuk musik dan teknik permainan. Virtuoso Jurnal Pengkatian dan Penciptaan Musik.

Stratton S. Stephen. 2012. Niccolo Paganini: his life and work.

New York. Profeaders: Produced by Bryan Nes, Hendryk Flower.

Syafiq, Muhammad. 2003. Ensiklopedia Musik Klasik.

Yogyakarta : Addicita Karya Nusa, Kencana Orkestra, dan Forum Lingkar Pena.

Referensi

Dokumen terkait