• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjadwalan Pemesanan Bahan Baku untuk meminimasi Ruang Penyimpanan di Raw Material Warehouse Lamp Factory PT. Philips Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penjadwalan Pemesanan Bahan Baku untuk meminimasi Ruang Penyimpanan di Raw Material Warehouse Lamp Factory PT. Philips Indonesia"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Penjadwalan Pemesanan Bahan Baku untuk meminimasi Ruang Penyimpanan di Raw  g y p

Material Warehouse Lamp Factory PT. Philips  Indonesia

DISUSUN OLEH:

NISMAH MAULIDA 2506100178 NISMAH MAULIDA 2506100178

PEMBIMBING PEMBIMBING:

Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng,.PhD

(2)

Latar Belakang Latar Belakang

order produksi

Stock harus selalu tersedia agar aliran material ke produksi lancar sehingga produksi dapat berjalan secara

produksi dapat berjalan secara

kontinyu

(3)

Menghindari Stockout

Pesan Dalam Jumlah banyak walaupun tidak

dibutuhkan dalam waktu dekat

produksi

Mengganggu Mengganggu

jalannya Material  Handling

Ada sekitar 6% ditempati

material selama >6 bulan

(4)

Perumusan Masalah Perumusan Masalah

Dengan adanya beberapa bahan baku yang Dengan adanya beberapa bahan baku yang  tersimpan di gudang dalam waktu lama dan menyebabkan luas penyimpanan tidak

menyebabkan luas penyimpanan tidak

digunakan secara efisien, maka PT. Philips  memerlukan adanya penentuan kebijakan memerlukan adanya penentuan kebijakan pemesanan bahan baku yang dapat

meningkatkan ITR dan meminimasi ruang meningkatkan ITR  dan meminimasi ruang penyimpanan tanpa mengorbankan service  level nya

level nya

(5)

Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian

• Mengevaluasi kebijakan pengisian ulang Mengevaluasi kebijakan pengisian ulang

eksisting PT. Philips Indonesia dari segi ITR dan luas penyimpanan yang digunakan

luas penyimpanan yang digunakan

• Menentukan kebijakan pemesanan usulan yang dapat meminimasi biaya total

yang dapat meminimasi biaya total  persediaan, meningkatkan ITR, dan meminimasi luas penyimpanan

meminimasi luas penyimpanan

(6)

Batasan Batasan

• Penelitian ini hanya mengamati gudang A yang Penelitian ini hanya mengamati gudang A yang  menyimpan bahan baku box luar

(OBOX) duplex (DPX) dan dudukan lampu (OBOX), duplex (DPX) dan dudukan lampu (Cap) di Lamp Factory PT. Philips Indonesia. 

• Penelitian ini mengamati 41 jenis material

• Penelitian ini mengamati 41 jenis material 

yang terdapat di gudang A

(7)

Asumsi Asumsi

• Tingkat permintaan dan waktu antara Tingkat permintaan dan waktu antara permintaan diketahui

• Periode awal dimulai pada periode 1 sehingga

• Periode awal dimulai pada periode 1 sehingga lead time pengiriman awal mengacu pada

periode 1 periode 1

• Tidak terjadi perubahan harga pada material 

l i d

selama periode pengamatan

• Biaya transportasi tidak dipertimbangkan

(8)

Metodologi Penelitian (1)

Metodologi Penelitian (1)

(9)

Metodologi g A

Penelitian (2) Pengumpulan Data

Pengolahan Data Data

Analisis &

Analisis & 

Interpretasi

Kesimpulan & 

Saran

End

(10)

Data yang diperlukan Data yang diperlukan

• Jenis bahan baku,harga, dan lead time (Lampiran tabel 4.A) 

• Data pemakaian bahan baku (Lampiran tabel 4 B)

• Data pemakaian bahan baku (Lampiran tabel 4.B) 

• Data penerimaan bahan baku (Lampiran tabel 4.C) 

• Jumlah unit bahan baku/palet

untuk duplex=35000, OBOX=560 dan CAP=84

• Biaya persediaan (Lampiran Tabel 4.F & 4.G)

• Stock awal (Tabel 4 2)

• Stock awal (Tabel 4.2)

• Kebijaksanaan Pemesanan Bahan Baku eksisting

• Kebijakan pemesanan Supplier (Tabel 4.3)

• Service level target perusahaan

BACK

(11)

Pengolahan Data Pengolahan Data

• Menghitung Kinerja Persediaan Menghitung Kinerja Persediaan

ITR =

ITR

(12)

Rekap ITR & penggunaan palet rata‐

rata

(13)

Rekap ITR & penggunaan palet rata‐

( )

rata (2)

(14)

Model Pemesanan yang diusulkan Model Pemesanan yang diusulkan

Fixed Order Quantity Fixed Order Quantity

Waters (1996), disebutkan bahwa Pada sistem pemesanan fixed order quantity stok yang

pemesanan fixed order quantity stok yang  disimpan akan lebih rendah karena safety  stock hanya untuk menutupi ketidakpastian stock hanya untuk menutupi ketidakpastian selama leadtime tidak seperti pada periodic  review yang mencakup T+LT

review yang mencakup T+LT. 

(15)

Service level Service level

service level target tinggi = persediaan yang disimpan service level target tinggi  persediaan yang disimpan akan semakin besar.

• Service level target PT. Philips Indonesia untuk semua g p material =95%.

SUDAH TEPATKAH??

SU AH T PATKAH??

(16)

Penentuan service level setiap l

material

• Untuk mencari service level yang tepat untuk Untuk mencari service level yang tepat untuk setiap jenis material maka akan dilakukan

simulasi terhadap beberapa skenario service simulasi terhadap beberapa skenario service  level. Ada 3 skenario service level yaitu

90% 95% dan 99% yang akan dilihat kinerja 90%, 95% dan 99% yang akan dilihat kinerja persediaannya yaitu ITR dan penggunaan palet rata‐ratanya

palet rata ratanya

(17)

Simulasi Montecarlo Simulasi Montecarlo

3 skenario service level/jenis material 3 skenario service level/jenis material

3 k i d i ( ) d k i

3 skenario Reorder Point (RP) dan kuantitas

pemesanan (Q) jenis material

(18)

Perhitungan Q dan RP/service level Perhitungan Q dan RP/service level 

• RP dan Q dihitung dengan menggunakan RP dan Q dihitung dengan menggunakan persamaan silver (1998) 

• Dimana,

(19)

Hasil Perhitungan RP (1)

Hasil Perhitungan RP (1)

(20)

Hasil Perhitungan RP (2)

Hasil Perhitungan RP (2)

(21)

Hasil Perhitungan Q (1)

Hasil Perhitungan Q (1)

(22)

Hasil Perhitungan Q (2)

Hasil Perhitungan Q (2)

(23)

Q available pada supplier (1)

Q available pada supplier (1)

(24)

Perbandingan Total Cost untuk setiap

/ l l ( )

Q/service level (1)

(25)

Q available pada supplier (2)

Q available pada supplier (2)

(26)

Perbandingan Total Cost untuk setiap

/ l l ( )

Q/service level (2)

(27)

Simulasi Simulasi

• Simulasi akan dilakukan dengan bantuan Simulasi akan dilakukan dengan bantuan aplikasi Excel vba yang sudah dibuat

sebelumnya oleh peneliti untuk sebelumnya oleh peneliti untuk

mempermudah dan mempercepat proses

pengeluaran output ITR dan penggunaan palet pengeluaran output ITR dan penggunaan palet rata‐rata

simulasi

(28)

Verifikasi dan Validasi Verifikasi dan Validasi

Verifikasi dilakukan dengan membandingkan e as d a u a de ga e ba d g a

hasil running simulasi dengan perhitungan secara manual

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa tidak

terdapat perbedaan antara running simulasi

d hit l

dengan perhitungan secara manual

Validasi dilakukan dengan menguji mean dari input permintaan yang dimasukkan kedalam input permintaan yang dimasukkan kedalam simulasi

Uji validasi menunjukkan bahwa tidak terdapat Uji validasi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang berarti antara input simulasi dengan permintaan sebenarnya

verifikasi

(29)

Hasil Simulasi (1)

Hasil Simulasi (1)

(30)

Hasil Simulasi (2)

Hasil Simulasi (2)

(31)

Kriteria Pemilihan ROP dan Q Kriteria Pemilihan ROP dan Q

• Kriteria Pemilihan (Diurutkan berdasarkan Kriteria Pemilihan (Diurutkan berdasarkan preference peneliti)

– Jumlah Periode terjadinya Stockout – Jumlah Periode terjadinya Stockout – Space Terkecil

ITR terkecil

– ITR terkecil

(32)

Service 

level 

yang

yang 

dipilih

(33)

Perbandingan kinerja

eksisting vs eksisting vs

kebijakan usulan

BACK

(34)

Analisis Kinerja Persediaan Eksisting

• Ada 8 material yang memiliki ITR dibawah 1. disebabkan ada perbedaan yang besar antara jumlah permintaan dengan stock yang disimpan. 

Misalnya pada material no. 10 pada tabel 4.4, jumlah permintaan selama 3  bulan hanya 36224 unit sedangkan stock rata‐rata yang disimpan sebesar 306880 unit

• Kebutuhan space total masih sangat berfluktuasi sehingga kemungkinan terjadinya over load digudang akan semakin besar perlu adanya kebijakan yang menjaga persediaan agar tetap stabil

1400

penggunaan space (palet)

600 800 1000 1200

penggunaan space  (palet)

0 200 400

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

(35)

Analisis Penentuan Service Level Analisis Penentuan Service Level

• Semakin tinggi service level target semakin Semakin tinggi service level target semakin besar ROP dan semakin kecil Q. Namun

semakin tinggi service level target tidak selalu semakin tinggi service level target tidak selalu menandakan semakin sedikit peluang

terjadinya stockout karena berdasarkan hasil

terjadinya stockout karena berdasarkan hasil

simulasi ada beberapa material yang service 

level targetnya semakin tinggi justru semakin

level targetnya semakin tinggi justru semakin

sering terjadinya stock out. 

(36)

Analisis Hasil Simulasi Analisis Hasil Simulasi

• Ada beberapa material yang stock awalnya tinggi Ada beberapa material yang stock awalnya tinggi sekali sehingga selama 1 tahun simulasi tidak

melakukan pemesanan p

• Dari hasil simulasi service level yang dipilih bahwa ada 8 jenis material justru mengalami bahwa ada 8 jenis material justru mengalami penurunan ITR sedangkan material yang lain  mengalami peningkatan. Sedangkan untuk g p g g penggunaan palet ada 5 material yang 

penggunaan paletnya justru mengalami peningkatan penggunaan palet rata‐rata 

sedangkan yang lainnya mengalami penurunan.

(37)

60.00

40.00 50.00

30.00 ITR eksisting

ITR simulasi

20.00

10.00

0.00

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

(38)

180.00 200.00

140.00 160.00

100.00 120.00

Rata‐rata penggunaan palet eksisting

60.00 80.00

Rata‐rata Penggunaan Palet simulasi

20.00 40.00

0.00

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

back

(39)

Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan Kesimpulan

1. FOQ adalah salah satu kebijakan yang dapat

menjaga luas penyimpanan yang digunakan agar  tetap stabil.

2. Sebagian besar material service level targetnya

adalah 90% 15 jenis material 95% dan sisanya 99%

adalah 90%, 15 jenis material 95% dan sisanya 99%. 

3. Kebijakan FOQ berhasil menurunkan penggunaan luas penyimpanan sebesar sebesar 59% dari luas penyimpanan awal

Saran

Penelitian ini akan mendapatkan hasil yang representatif terhadap Penelitian ini akan mendapatkan hasil yang representatif terhadap kondisi eksisiting perusahaan jika ditunjang dengan data yang lengkap dan memadai

Back

(40)

A AS

TERIMA KASIH

(41)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, Dairul. 2005. Perancangan ulang alokasi penyimpanan produk untuk meningkatkan performansi Gudang. Surabaya: Tugas Akhir Teknik Industri ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Gu et al 2006 Research on warehouse operation A comprehensive review European Journal of

Gu,et al. 2006. Research on warehouse operation: A comprehensive review. European Journal of  Operational Research 177 (2007) 1–21

Hasan, Djubaidillah.2006. Perancangan Ulang Sistem Penyimpanan Dan Alokasi Bahan baku Di Gudang.

Surabaya: Tugas Akhir Teknik Industri ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

J.P. van den Berg dan W.H.M.1999 Models for warehouse management: Classification and examples.

International Journal of production economics International Journal of production economics

Lina, 2008. Model Penentuan Ukuran Warehouse Dinamis Dengan Kebijakan Dedicated Storage Dan  Kondisi Permintaan Stokastik. Surabaya: Tugas Akhir Teknik Industri ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Pujawan, I Nyoman. 2005. Supply Chain Management. Surabaya: Guna Widya

Rahayu Maria suci 2001 Perancangan Sistem Persediaan Bahan Pembantu Rokok Dengan Batasan

Rahayu, Maria suci. 2001. Perancangan Sistem Persediaan Bahan Pembantu Rokok Dengan Batasan Investasi Dan Ruang Studi Kasus Di PT.Gelora Djaja. Surabaya: Tugas Akhir Teknik Industri ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Rahman, Yohan Abdul. 2000. Perencanaan Penjadwalan Pemesanan Kelompok Bahan Baku Obat Dengan Menggunakan Metode Pengendalian Persediaan Multi Item. Surabaya: Tugas Akhir Teknik Industri

ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Tersine, Richard J.1994. Principles of Inventory and Raw Material Management. New Jersey: Prentice Hall.

Waters, C.D.J. 1992. Inventory Control and Management. Inggris: John Wiley & Sons Ltd.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan rancangulang tata letak penyimpanan bahan baku berdasarkan kriteria popularity dapat mengurangi waktu proses pergudangan dari 20 menit

Pada PT.XYZ ditemukan permasalahan, bahwa pada proses pengambilan dan penyimpanan bahan baku sparepart memiliki risiko Musculoskeletal Disorders, hal ini disebabkan karena

Air Mancur pada gudang bahan baku harus dilakukan pengelolaan dengan baik agar tidak terjadi adanya over stock yang dapat menyebabkan tingginya biaya penyimpanan. Penelitian

Dalam sudut pandang teoritis terdapat metode yang dapat menyeimbangkan antara biaya penyimpanan dan biaya pemesanan persediaan bahan baku sehingga dapat diperoleh angka persediaan yang

14 kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia 2.2.1

7 BAB V PEMBAHASAN Merupakan bab yang berisikan tentang perbandingan hasil praktik kerja lapangan baik tentang sistem produksi maupun tugas khusus manajemen persediaan bahan baku