• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Badan Litbang Pertanian Tahun 2014 BAB V. PENUTUP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Badan Litbang Pertanian Tahun 2014 BAB V. PENUTUP"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

145 BAB V. PENUTUP

Sekretariat Badan Litbang Pertanian sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur Badan Litbang Pertanian, pada tahun 2014 mengimplementasikan kegiatannya pada 5 (lima) sub kegiatan yaitu: (1) Sub Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Program, Anggaran, Pemantauan dan Evaluasi, serta Pengelolaan Data dan Informasi Manajemen; (2) Sub Kegiatan Peningkatan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Litbang Pertanian; (3) Sub Kegiatan Peningkatan Pengelolaan BMN, Keuangan serta Layanan Ketatausahaan dan Kearsipan; (4) Sub Kegiatan Pemantapan jaringan Kerja Sama dan Kemitraan Penelitian dan Pengkajian, Pemantapan Kelembagaan, Tatalaksana, Peraturan Perundang-undangan, Bantuan Hukum serta Pengelolaan Komunikasi dan Layanan Publik; dan (5) Sub Kegiatan Pengelolaan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) Hasil Invensi Teknologi pertanian, Promosi dan Alih Teknologi. Hasil capaian akuntabilitas kelima Sub Kegiatan Utama Sekretariat Badan Litbang Pertanian tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Program, Anggaran, Pemantauan dan Evaluasi, serta Pengelolaan Data dan Informasi Manajemen

Pada tahun 2014 Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Litbang Pertanian mengimplementasikan Sub Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Program, Anggaran, Pemantauan dan Evaluasi, serta Pengelolaan Data dan Informasi Manajemen yaitu: (1) Jumlah Dokumen Perencanaan yang meliputi beberapa dokumen, yaitu (a) Draf Rencana Strategis (Renstra) lingkup Badan Litbang Pertanian TA. 2015-2019, (b) Dokumen Rencana Kinerja Tahunan lingkup Badan Litbang Pertanian TA. 2015; (c) Dokumen Penetapan Kinerja lingkup Badan Litbang Pertanian TA. 2014 beserta revisinya; (d) Dokumen Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja-KL) lingkup Badan Litbang Pertanian TA. 2015; (e) Dokumen I-Program TA.

2015 (soft file); (f) Dokumen revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) lingkup UK/UPT TA. 2014 beserta revisinya; (g) Dokumen revisi Petunjuk Operasional Perkantoran (POK) lingkup UK/UPT TA. 2014 beserta revisinya; (h) Dokumen rekap Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) pagu sementara lingkup UK/UPT tahun 2015; (i)

(2)

146 Dokumen rekap Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) pagu definitif lingkup UK/UPT tahun 2015; (j) Dokumen Evaluasi Proposal TA. 2015; (k) Dokumen Raker I dengan judul

”Bridging Rencana Strategis dan Tata Kelola Litbang Pertanian 2010-2014 ke 2015-2019”; (l) Draft Model dan Peta Pengembangan Kawasan Pertanian Bioindustri Berkelanjutan; (m) Draft Indonesian Agricultural Reseacrh and Development Outlook 2030 (IARDO) 2030; (n) Draft Agenda Riset Nasional Komisi Pangan dan Pertanian 2015-2019;. (2) Jumlah laporan hasil pemantauan dan pelaksanaan program. Adapun jenis laporan tersebut adalah 1) Laporan bulanan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian;

2) Laporan kegiatan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian;

3) Laporan perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; 4) Laporan kegiatan utama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; 5) LAKIP Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2014; 6) Laporan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (3) Jumlah buku statistik penelitian pertanian, berupa 1 buku statistik penelitian pertanian, 1 data base pertanian meliputi data hasil-hasil penelitian (varietas, teknologi, produk, kebijakan, rekomendasi), data profil SDM Badan Litbang Pertanian, dan data artikel inovasi teknologi pertanian dan Jumlah sistem informasi manajemen penelitian pertanian; (4) Jumlah sistem informasi manajemen penelitian pertanian, diharapkan dapat menggunakan data tersebut sebagai acuan dalam penyusunan program dan kegiatan masing-masing UK/UPT sehingga sesuai dengan tujuan, visi, misi dan peran Badan Litbang Pertanian dalam mendukung pencapaian 4 target sukses Kementerian Pertanian; (5) Jumlah data base pertanian. Data base ini mencakup informasi hasil penelitian Badan Litbang Pertanian yang disajikan dalam situs web. Diantaranya: database varietas, teknologi, alsintandanproduk. Publikasidiantara :artikel, jurnal, prosiding, dll. Pada indikator pertama realisasi tercapai dengan baik dari target yang ditentukan.

2. Sub Kegiatan Peningkatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Litbang Pertanian

Pada tahun 2014 Bagian Kepegawaian, Sekretariat Badan Litbang Pertanian mengimplementasikan Peningkatan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Litbang Pertanian yaitu : (1) Jumlah SDM yang mengikuti S3, S2, S1,

(3)

147 training dan

scientific exchange

. Jumlah SDM yang mengikuti S3, S2, S1, Training dan

Scientific Exchange

tahun 2014 secara umum menunjukkan hasil sebagaimana telah ditetapkan pada tahun 2014, dari target yang ditetapkan sejumlah 1.795 orang telah tercapai realisasi sejumlah 1.529 orang. Pencapaian sebesar 85,20%, hal ini dikarenakan adanya penghematan anggaran sehingga targetpun dikurangi dan kegiatan ini dibiayai juga oleh SMARTD; (2) Jumlah SDM Fungsional peneliti yang mendukung Litbang Pertanian. Jumlah SDM Fungsional peneliti yang mendukung Litbang Pertanian. Pada tahun 2014 jumlah SDM fungsional peneliti yang mendukung Litbang pertanian telah mencapai target yang ditetapkan. Dari 1783 orang terealisasi 1895 orang atau 106,3%; (3) Jumlah Peneliti Utama yang diusulkan menjadi Prof Riset. Realisasi jumlah peneliti utama yang diusulkan menjadi Profesor Riset tahun 2013 tidak memenuhi target karena pada tahun 2014 hanya 6 orang fungsional peneliti yang mengusulkan untuk dikukuhkan menjadi profesor riset; (4) Jumlah pegawai dengan jabatan fungsional non peneliti. Prosentase Fungsional yang mendukung Badan Litbang Pertanian tahun 2014 secara umum menunjukkan hasil yang telah sesuai sebagaimana ditetapkan pada tahun 2014. Jumlah Pejabat Fungsional Badan Litbang Pertanian Tahun 2014 adalah 1209 orang dari target 1225 orang atau 98,7% hal ini disebabkan karena tidak adanya pengangkatan CPNS dan ada beberapa non peneliti yang dibebaskan dari jabatannya; (5) Jumlah kompetensi jabatan sesuai profesi. Hasil yang dicapai pada tahun 2014 terealisasi baik dari target yang telah ditentukan; (6) Jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat belum memenuhi target yang sudah ditetapkan di tahun 2014 karenakan dipindahkannya mulai tahun 2015 untuk alur usulan kenaikan pangkat golongan III/b kebawah melalui Kantor Regional (Kanreg) sesuai kebijakan dari Biro Organisasi dan Kepegawaian dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2010.

3. Sub Kegiatan Peningkatan Pengelolaan BMN, Keuangan serta Layanan Ketatausahaan dan Kearsipan

Pada tahun 2014 Bagian Umum, Sekretariat Badan Litbang Pertanian secara rinci mengimplementasikan kedalam 5 indikator kinerja yang masing-masing mencapai 100% yaitu: (1) Jumlah pengadaan barang / jasa.

(4)

148 Tercapainya jumlah pengadaan barang /jasa pemerintah dengan sesuai target dikarenakan Pengadaan BMN secara teknis mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan pedoman pengadaan barang/jasa dari World Bank. Sekretariat Badan Litbang Pertanian pada Tahun 2014, anggaran pengadaan barang/jasa di danai dari APBN maupun World Bank, (2) Prosentase Laporan Keuangan (LK) yang sesuai dengan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) meliputi: Laporan Keuangan Semester I TA 2014 dan LK semester II TA 2013 UAPPA E1 (Badan Litbang) berupa Neraca, Laporan Realisasi Anggaran (LRA) secara software dan manual, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) dan Arsip Data Komputer (ADK). (3) Jumlah data sumberdaya potensial Kebun Percobaan dan Laboratorium Badan Litbang Pertanian. Saat ini Badan Litbang Pertanian memiliki 119 KP dengan luas total sebesar 4.617,94 ha tersebar di 45 UPT lingkup Badan Litbang Pertanian. Secara umum kondisinya sangat bervariasi, baik luas, status lahan, penggunaan dan pemanfaatan, maupun keragaannya. (4) Sampai akhir tahun 2014 terdapat 83 LHP, sebanyak 69 LHP telah ditindaklanjuti sesuai temuan Itjen dan 14 Laporan masih dalam proses tindak lanjut. (5) Jumlah UK/UPT yang mengelola inventarisasi BMN secara tertib. Pada Tahun 2014 Badan Litbang Pertanian mengusulkan penghapusan BMN secara reguler ke Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dari 23 Satker lingkup Badan Litbang Pertanian dan pengusulan penghapusan tersebut telah diproses dengan baik.

4. Sub Kegiatan Pemantapan Jaringan Kerja Sama dan Kemitraan Penelitian dan Pengkajian, Pemantapan Kelembagaan, Tatalaksana, Peraturan Perundang-undangan, Bantuan Hukum serta Pengelolaan Komunikasi dan Layanan Publik.

Diimplementasikan pada empat indikator yaitu: (1) Jumlah MoU, dari target yang ditetapkan sebanyak 10 MoU terealisasi 21 MoU. Badan Litbang melakukan Perjanjian kerja sama ini antara lain dengan TNI AD, Pemkab, BPPT, Bank Indonesia, dan perusahaan swasta; (2) Jumlah bahan posisi DELRI. Sehubungan dengan partisipasi Indonesia dalam pertemuan- pertemuan internasional, perlu adanya penugasan Delegasi Republik

(5)

149 Indonesia (DELRI) yang jelas, yang dapat mempresentasikan kepentingan Indonesia di forum-forum internasional; (3) Jumlah kerja sama kemitraan dengan perguruan tinggi, Pemerintah, Swasta, LSM, Dalam Negeri dan luar Negeri. Saat ini Badan Litbang Pertanian memiliki kerjasama penelitian dan pengembangan pertanian yang cukup luas baik nasional maupun internasional. Secara nasional telah terbentuk kerjasama penelitian untuk beberapa komoditas dan bidang masalah yang melibatkan beberapa lembaga penelitian di bawah koordinasi Kementerian Ristek, LIPI, BATAN, BPPT dan beberapa perguruan tinggi. (4) Jumlah layanan informasi teknologi Badan Litbang Pertanian yang outputnya berupa:

Pengelolaan Kegiatan Komunikasi dan Pelayanan Publik, Inovasi Teknologi untuk Daya Saing Produk Pertanian, Manajemen Promosi Hasil Penelitian dan Media Relation, Promosi Hasil Penelitian di Media TV dan Radio, dan Diseminasi Teknologi.

5. Sub Kegiatan Pengelolaan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) Hasil Invensi Teknologi pertanian, Promosi dan Alih Teknologi.

Diimplementasikan pada tiga indikator yaitu: (1) Jumlah rekomendasi dan requlasi pengelolaan HKI dan Alih Teknologi meliputi penelitian dan pengujian laboratorium, Metode penilaian asset tak berwujud dan kebijakan;

(2) Jumlah invensi yang didaftarkan perlindungan HKI meliputi hak paten, hak cipta, merk, PVT dan Kekayaan Intelektual; dan (3) Jumlah naskah perjanjian kerjasama lisensi, meliputi eselon II Badan Litbang dengan perusahaan swasta Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Verbeek ( 2008) menyatakan bahwa apabila variable bebas dalam model merupakan variabel endogen, maka estimasi dengan OLS menjadi bias dan tidak konsisten, untuk itu diperlukan

Kalau dikaji dari telaah historis ditemukan pemahaman bahwa pada dasarnya setiap masyarakat mengembangkan sistem pengobatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dari

Saat pertama kali sistem disambungkan ke sumber tegangan, maka sistem akan berada dalam kondisi awal dimana seluruh alat yaitu motor servo sebagai penggerak

(2) Memberikan wewenang kepada Bupati dan atau Pejabat yang ditunjuk oleh Bupati untuk memasuki dan melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat dan atau bangunan- bangunan

Walaupun pemburukan yang jelas dan bertahap mungkin tidak ditemukan pada semua kasus, gejala neurologis fokal adalah lebih sering pada demensia vaskular dibandingkan pada demensia

Adapun solusi yang dilakukan oleh pihak DPKAD adalah membuat surat peringatan kepada wajib pajak yang tidak mau membayar pajak, meningkatkan sistem dalam pengawasan di

Data geospasial yang berisi tentang lokasi geografis, dimensi/ukuran, dan karakteristik objek digunakan dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan