• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prarancangan pabrik gliserol dari epichlorohydrin, natrium hidroksida dan air dengan kapasitas 60.000 ton/tahun COVER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prarancangan pabrik gliserol dari epichlorohydrin, natrium hidroksida dan air dengan kapasitas 60.000 ton/tahun COVER"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

TUGAS AKHIR

PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL

DARI EPICHLOROHYDRIN, NATRIUM HIDROKSIDA

DAN AIR DENGAN KAPASITAS

60.000 TON/TAHUN

Oleh:

Dewi Khoirunnisak I 0512016

Fitri Febianti I 0512021

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

commit to user

(3)

commit to user

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur hanya milik Allah SWT karena dengan kehendak-Nya

penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Pada kesempatan ini saya

mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam

melaksanakan penelitian dan penulisan laporan ini hingga dapat terselesaikan

dengan baik, khususnya kepada:

1. Ibu, ayah, dan segenap keluarga tercinta atas doa dan dukungan penuh kepada

penulis.

2. Ibu Inayati, S.T., M.T., Ph.D selaku Dosen Pembimbing I yang berkenan

membagi pengalaman dan pengetahuan, memberikan motivasi, arahan dan

bimbingan dari pengajuan proposal, pengerjaan tugas akhir hingga

penyelesaian penyusunan laporan ini.

3. Bapak Dr. Sunu H. Pranolo selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak

memberikan saran/masukan yang sangat berguna dalam hal penyusunan

laporan tugas akhir.

4. Teman-teman mahasiswa Teknik Kimia UNS 2012 khususnya Tama,

Pangesti, Bagus, Fahmi, Agatha, Sisca, Tomi, Udin dan Hafid yang telah

memberikan banyak bantuan dalam penyusunan tugas akhir ini.

Laporan tugas akhir ini masih jauh dari sempurna, penulis sangat

mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan kemajuan di

masa depan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi banyak pihak. Terima kasih.

Surakarta, Juli 2016

Penulis

(4)

commit to user

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR KONSULTASI ... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR ... iii

I.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik ...1

I.2. Kapasitas Perancangan ...2

I.3. Pemilihan Lokasi Pabrik ...5

I.4. Tinjauan Pustaka ...7

I.5. Sifat Fisis dan Kimia Bahan Baku dan Produk ...9

BAB II DESKRIPSI PROSES ...15

II.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk ...15

II.2. Konsep Reaksi ...17

II.3. Diagram Alir Proses dan Langkah Proses ...22

II.4. Lay Out Peralatan dan Pabrik ...27

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES ...32

III.1. Spesifikasi Alat Utama ...32

III.2. Spesifikasi Alat Pendukung ...39

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES ...46

IV.1. Unit Pengadaan Air...46

IV.2. Unit Pengadaan Listrik ...47

IV.3. Unit Pengadaan Udara Tekan ...49

IV.4. Pengadaan Steam dan Bahan Bakar ...49

IV.5. Pengolahan Limbah ...50

IV.6. Unit Laboratorium ...50

BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN ...52

V.1 Bentuk Perusahaan ...52

(5)

commit to user

V.2 Struktur Organisasi ...53

V.3 Tugas dan Wewenang ...55

V.4 Pembagian Jam Kerja dan Gaji Karyawan ...55

BAB VI ANALISIS EKONOMI ...59

DAFTAR PUSTAKA ...62

LAMPIRAN A DATA-DATA SIFAT FISIS ...65

LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA MASSA ...69

LAMPIRAN C PERHITUNGAN NERACA PANAS ...81

LAMPIRAN D PERANCANGAN REAKTOR ...91

LAMPIRAN E ANALISIS EKONOMI ...122

(6)

commit to user

DAFTAR TABEL

Tabel I.1 Data Kebutuhan Gliserol di Indonesia ... ...3

Tabel I.2 Produksi Gliserol di Indonesia Tahun 2010 ... 3

Tabel I.3 Sumber Bahan Baku Utama ... 4

Tabel I.4 Data Kapasitas Pabrik Gliserol di Dunia ... 4

Tabel II.1 Data-data Panas Pembentukan ... 20

Tabel II.2 Neraca Massa Total ... 26

Tabel II.3 Perincian Luas Bangunan Pabrik ... 31

Tabel III.1 Spesifikasi Mixer M-01, M-02, dan M-03 ... 32

Tabel III.2 Spesifikasi Reaktor R-01 dan R-02 ... 33

Tabel III.3 Spesifikasi Netralizer ... 34

Tabel III.4 Spesifikasi Evaporator-01 ... 35

Tabel III.5 Spesifikasi Evaporator-02 ... 36

Tabel III.6 Spesifikasi Centrifuge CF-01 dan CF-02 ... 37

Tabel III.7 Spesifikasi Dekanter-01 ... 38

Tabel III.8 Spesifikasi Tangki Penyimpanan ... 39

Tabel III.9 Spesifikasi Silo ... 41

Tabel III.10 Spesifikasi Conveyor ... 41

Tabel III.11 Spesifikasi Heat Exchanger ... 42

Tabel III.12 Spesifikasi Condenser C-01 dan C-02 ... 43

Tabel III.13 Spesifikasi Pompa ... 44

Tabel IV.1 Kebutuhan Listrik untuk Proses dan Utilitas ... 48

Tabel IV.2 Total Konsumsi Listrik Pabrik selama Satu Tahun ... 49

Tabel IV.3 Spesifikasi Boiler ... 50

Tabel V.1 Perincian, Kualifikasi,Jumlah dan Gaji Karyawann Non Shift ... 56

Tabel V.2 Perincian, Kualifikasi,Jumlah dan Gaji Karyawann Shift ... 57

Tabel V.3 Jadwal Regu Shift ... 58

(7)

commit to user

DAFTAR GAMBAR

Gambar I.1 Lokasi Pabrik Gliserol ... 7

Gambar II.1 Diagram Alir Proses ... 22

Gambar II.2 Diagram Alir Kualitatif ... 23

Gambar II.3 Diagram Alir Kuantitatif ... 24

Gambar II.4 Lay Out Peralatan Proses ... 28

Gambar II.5 Lay Out Pabrik Gliserol ... 30

Gambar IV.1 Skema Pengolahan KTI ... 47

Gambar V.1 Struktur Organisasi ... 54

Gambar VI.2 Grafik Analisis Kelayakan ... 61

(8)

commit to user

(9)

commit to user

Epichlorohydrin, Natrium Hidroksida dan Air Kapasitas 60.000 Ton/tahun, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Gliserol dengan rumus molekul C3H8O3 adalah salah satu bahan kimia yang

banyak digunakan pada berbagai industri seperti industri kosmetik, industri kertas, industri tekstil, industri farmasi, industri logam dan industri bahan peledak. Kebutuhan gliserol yang terus meningkat baik di dalam negeri maupun di luar negeri menjadikan kondisi pasar gliserol global sangat kondusif sehingga mendorong perancangan pabrik gliserol kapasitas 60.000 ton/tahun. Pabrik gliserol ini menggunakan bahan baku epichlorohydrin yang didatangkan dari PT. Qingdao Lasheng Corporation Ltd sebanyak 1,02 kg/kg produk, natrium hidroksida dari PT. Asahimas Chemical sebanyak 0,44 kg/kg produk dan air dari PT. Krakatau Tirta Indonesia sebanyak 0,18 kg/kg produk. Bahan tambahan yang digunakan adalah asam klorida dari PT. Asahimas Chemical sebanyak 0,01 kg/kg produk. Pabrik menghasilkan limbah berupa padatan natrium klorida sebanyak 0,65 kg/kg produk. Pabrik akan didirikan di Cilegon, Banten pada tahun 2019 dan mulai beroperasi pada tahun 2020. Pada tahun 2020, harga epichlorohydrin diproyeksikan senilai US$ 1,04/kg, sedangkan NaOH berharga US$ 0,31/kg. Harga produk gliserol senilai US$ 3,01/kg.

Proses pembuatan gliserol dilakukan dengan mereaksikan epichlorohydrin dengan natrium hidroksida dan air dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) yang dilengkapi dengan koil pendingin pada Reaktor 1 dan jaket pendingin pada Reaktor 2. Kondisi operasi pada tekanan 4,56 bar dan temperatur 150oC. Konversi dalam reaksi tersebut sebesar 99%. Produk keluar reaktor kemudian dinetralkan dengan asam klorida sehingga membentuk garam NaCl. Kemudian kandungan air diuapkan sehingga didapatkan kristal NaCl. Selanjutnya kristal NaCl dipisahkan dari filtrat menggunakan centrifuge. Proses evaporasi dan sentrifugasi dilakukan dua kali agar garam NaCl terpisah sempurna dari filtrat yang terdiri dari gliserol dan

epichlorohydrin. Filtrat yang terbentuk kemudian ditambahkan solvent kloroform

untuk memisahkan gliserol dengan epichlorohydrin sehingga diperoleh gliserol dengan kemurnian 100%. Sedangkan sisa epichlorohydrin dan solvent ditambahkan air kemudian dipisahkan menggunakan dekanter untuk dapat dipakai kembali sebagai reaktan dan solvent.

Unit pendukung proses meliputi unit pengadaan air (air pendingin, umpan

boiler, air proses, konsumsi umum dan sanitasi) yang bersumber dari PT. Krakatau

Tirta Industri sebesar 0,01 m3/kg produk, unit pengadaan steam sebesar 1,23 kg/kg produk, unit pengadaan udara tekan sebesar 0,0075 m3/kg produk, unit pengadaan listrik sebesar 0,04 kWh/kg produk yang disuplai dari PLN berkapasitas 580 kW, serta unit pengadaan bahan bakar dari Industrial Diesel Oil (IDO) sebesar 0,01 kg/kg produk. Pengolahan limbah pabrik yang berupa kristal NaCl yang berasal dari keluaran centrifuge dikirim ke Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Hasil analisis ekonomi didapatkan Rate of Return (ROI) sebesar 73,55% sebelum pajak dan 55,16% sesudah pajak. Pay Out Time (POT) didapatkan sebesar 1,2 tahun sebelum pajak dan 1,6 tahun sesudah pajak. Break Even Point (BEP) sebesar 52,76%, Shut Down Point (SDP) sebesar 45,69%, dan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 31,51%. Dari parameter yang dianalisa didapatkan nilai yang memenuhi batasan untuk setiap parameternya, sehingga pabrik ini dapat dinyatakan layak didirikan secara ekonomi untuk pabrik beresiko tinggi.

Gambar

Gambar I.1  Lokasi Pabrik Gliserol .....................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Unit pendukung proses meliputi penyediaan air yang berasal dari air sungai Kalimalang Bekasi sebanyak 23.224,56 kg/jam dan kebutuhan saturated steam sebanyak 3149,5406 kg/jam,

Segala puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan segala karunia, nikmat, dan rahmat Nya yang tak terhingga kepada

Dengan menggunakan data tersebut dapat diperkirakan perencanaan kapasitas perancangan pabrik gliserol dari epiklorohidrin dan natrium hidroksida sebesar 50.000

Untuk menunjang proses produksi, didirikan unit pendukung proses yang terdiri dari unit penyediaan air sebesar 3439,9856 m 3 /hari, steam sebesar 110,4620 m 3 /hari, tenaga

Utilitas pendukung proses meliputi penyediaan air sebesar 185.000 kg per jam yang diperoleh dari air sungai, kebutuhan steam sebesar 21.672,90 kg per jam yang diperoleh dari

Utilitas pendukung proses meliputi unit penyediaan air sebesar 108,3 m 3 /hari, unit penyedia steam sebesar 536,7 m 3 /hari yang diperoleh dari boiler dengan bahan bakar

Utilitas di pabrik Ferroussulfat Heptahydrat yang dirancang antara lain meliputi unit pengadaan air pendingin, unit pengadaan steam, unit pengadaan udara tekan, unit

Utilitas pendukung proses meliputi penyediaan air yang diperoleh dari sungai sebesar 62.189,20 kg per jam, penyediaan uap air jenuh sebesar 8.175,91 kg per jam yang dihasilkan