• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) DALAM PEMBELAJARAN TERHADAPKINERJA MENGAJAR GURU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) DALAM PEMBELAJARAN TERHADAPKINERJA MENGAJAR GURU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNG."

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND

COMMUNICATION TECHNOLOGY) DALAM PEMBELAJARAN

TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI

JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNG

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Departemen Administrasi Pendidikan

oleh :

DEA PASUNDAN SUDARMAN 1105877

DEPARTEMEN ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

(2)

PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNNG

Oleh :

Dea Pasundan Sudarman

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Falkutas Ilmu Pendidikan

© Dea Pasundan Sudarman Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2015

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

(3)

PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNG

DEA PASUNDAN SUDARMAN 1105877

disetujui dan disahkan oleh pembimbing :

Pembimbing I,

Dr. Hj. Cicih Sutarsih, M.Pd 19700929 199802 2 001

Pembimbing II,

Suryadi, M.Pd 19680729 199802 1 001

Mengetahui,

Ketua Departemen Administrasi Pendidikan

(4)

Dea Pasundan Sudarman, 2015

PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) D ALAM ABSTRAK

(5)

Dea Pasundan Sudarman, 2015

PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) D ALAM Abstract

Current condition shows ineffective utilization of ICT (Information and Communication Technology) in learning within school environment, one of the

causes is teachers’ lack of understanding about the ICT (Information and

Communication Technology). The lack of competence in using ICT in vocational school majoring in automotive in Bandung are caused by the lack of training and education on the development of IT-based teaching materials and small number of supporting facilities at school. Even though sometimes the training and education

is held, teachers’ lack of enthusiasm in developing their competence is becoming the main internal problem. The objective of this research is to obtain clear and actual data about the influence of ICT utilization in teaching and learning process

on teachers’ performance in teaching. This research employed descriptive method with quantitative approach and supported by literature study. The population in this study is the teachers of vocational school automotive major with a sample of 173 teachers of total 503 teachers with using sample calculation formula. This research employed person (pearson?) product moment as its data collection technique. The calculation of the overall results of respondents on variable X (ICT utilization in teaching and learning process) in the vocational school majoring in automotive is included in very good category. Variable X (ICT utilization in teaching and learning process) consists of three dimensions which are basic competence, intermediate competence and advance competence. While the calculation results of variable Y (Teachers’ teaching performance) in vocational school majoring in automotive in Bandung is also included in very good category.

Variable Y (Teachers’ teaching performance) also consists of three dimensions

which are plan learning activities, implement learning activities and evaluate the results of learning activities. Based on the results of non-parametric correlation coefficient calculation of variable X to variable Y, it can be concluded that the influence of ICT utilization in learning on teachers’ teaching performance is low. Based on this research coefficient of determination, the utilization of ICT in

(6)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN

UCAPAN TERIMAKASIH ... i

ABSTRAK ... ii

KATA PENGANTAR... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Struktur Organisasi Skripsi ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kinerja Mengajar Guru ... 10

1. Konsep Kinerja... 10

a. Pengertian kinerja ... 10

b. Faktor yang mempengaruhi kinerja ... 11

c. Penilaian kinerja ... 12

2. Konsep mengajar ... 13

3. Konsep Guru ... 16

a. Pengertian guru ... 16

b. Standar kompetensi guru ... 17

4. Kinerja Mengajar Guru ... 21

5. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Guru... 24

B. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran ... 24

(7)

2. Faktor-faktor yang mempemgaruhi Pemanfataan ICT dalam

Pembelajaran ... 30

C. Pemanfaatan ICT dalam Kinerja Mengajar Guru ... 32

D. Asumsi ... 33

E. Kerangka pemikir ... 34

F. Hipotesis penelitian ... 35

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 36

B. Metode Penelitian dan Pendekatan Penelitian... 38

1. Metode Deskriptif... 39

2. Pendektana Kuantitatif ... 39

C. Lokasi... 40

D. Partisipan ... 40

1. Populasi ... 41

2. Sampel Penelitian ... 42

E. Definisi Operasional... 44

1. Kinerja Mengajar Guru ... 44

2. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran ... 45

F. Instrumen Penelitian ... 46

1. Pengujian Validitas Instrumen ... 50

2. Pengujian Realibitas Instrumen... 55

G. . Teknik Pengumpulan Data ... 57

H. Analisis Data... 58

1. Seleksi Data ... 58

2. Klasifikasi Data ... 59

3. Pengolahan Data ... 63

a. Menghitung kecenderungan skor responden dengan WMS... 63

b. Menghitung skor mentah menjadi skor baku ... 64

c. Uji normalitas distribusi data ... 66

d. Pengujian hipotesis penelitian ... 67

1) Analisis koefisien kolerasi ... 67

(8)

3) Uji koefisiensi determinasi ... 70

4) Analisis regresi ... 71

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian... 73

1. Perhitungan uji kecenderungan umum skor responden (hasil perhitungan WMS) ... 73

a. Hasil kecenderungan umum variabel X ... 74

b. Hasil kecenderungan umum variabel Y ... 80

2. Mengubah data mentah menjadi data baku ... 83

3. Uji normalitas ... 86

4. Pengujian hipotesis penelitian ... 88

a. Analisis koefisien kolerasi ... 88

b. Koefisien determinasi... 88

c. Signifikasi kolerasi... 89

d. Analisis regresi... 90

B. Pembahasan ... 93

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan ... 99

B. Implikasi ... 100

C. Rekomendasi ... 100

DAFTAR PUSTAKA ... 102

(9)

DAFTAR TABEL

No Nama Tabel Halaman

3.1 Alamat lokasi penelitian 40

3.2 Distribusi populasi penelitian 41

3.3 Distribusi sampel penelitian 44

3.4 Kisi-kisi instrumen penelitian 47

3.5 Kriteria penskoran alternatif jawaban 50

3.6 Rekapitulasi hasil ujian validitas variabel X 52

3.7 Rekapitulasi hasil ujian validitas variabel Y 54

3.8 Hasil uji realibilitas 57

3.9 Jumlah angket yang dapat diolah 59

3.10 Kriteria penskroran alternatif jawaban 60

3.11 Skor mentah variabel X dan variabel Y 60

3.12 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel X 64

3.13 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel Y 64

3.14 Pedoman interpretasi koeefisien korelasi 68

4.1 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel X 73

4.2 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel Y 74

4.3 Deskripsi kecenderungan skor variabel X 74

4.4 Deskripsi kecenderungan skor variabel Y 80

4.5 Skor baku variabel X dan Y 83

4.6 Hasil perhitungan uji normalitas variabel X 87

4.7 Hasil perhitungan uji normalitas variabel Y 87

4.8 Nilai korelasi antara variabel 88

4.9 Hasil perhitungsn koefisien determinasi 89

4.10 Hasil perhitungan uji signifikan 90

(10)

DAFTAR GAMBAR

No Nama Tabel Halaman

2.1 Kerangka pikir 34

2.2 Hipotesis penelitian 35

3.1 Desain penelitian 37

4.1 Grafik pemanfaatan ICT dalam pembelajaran 77

4.2 Grafik kinerja mengajar guru 81

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat-surat Penelitian... 105

a. Surat Keputusan Pengangkatan Pembimbing Penyusunan Skripsi/KarayaIlmiah... 105

b. Surat Permohonan izin penelitian... 106

c. Surat Izin Penelitian ... 108

d. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 109

2. Alat Pengumpulan Data... 115

a. Angket Penelitian ... 115

b. Pedoman Wawancara... 121

c. Deskripsi Hasil Wawancara ... 122

3. Uji Validitas dan Realibilitas... 128

a. Perhitungan Uji Valditas Variabel X... 128

b. Perhitungan Uji Validitas Variaebl Y ... 130

c. Perhitungan Uji Realibilitas Variabel X... 133

d. Perhitungan Uji Realibilitas Variabel Y... 136

4. Data Penelitian dan Data Perhitungan ... 139

a. Data Mentah Penelitian Variabel X... 139

b. Data Mentah Penelitian Variabel Y... 155

5. Tabel Statistik ... 163

a. Tabel Chi-squere ... 163

b. Tabel Distribusi t Tabel ... 165

c. Tabel Product Moment... 166

6. Catatan Bimbingan Skripsi ... 167

a. Catatan Bimbingan dengan Pembimbinga 1 ... 167

(12)
(13)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu untuk meningkatkan kualitas

sumber daya manusia karena keberhasilan dunia pendidikan sebagai faktor

dari penentu tercapainya tujuan pembangunan nasional dibidang

pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-Undang

Sistem Pendidikan Nasional bertumpu pada keyakinan pemerintah akan

pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia, bahwa pendidikan

merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya

melalui proses pembelajaran, maka pendidikan diharapakan dapat

menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu

bersaing di dunia global dan juga diharapkan mampu membentuk pola

pikir, akhlak, dan perilaku manusia agar sesuai dengan norma-norma yang

telah ada, seperti norma agama, budaya, adat istiadat, dll. Sesuai dengan

tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor.20 tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengemukakan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyrakat, bangsa, dan Negara.

Posisi guru dalam pendidikan merupakan garda terdepan dan sentral

terlaksananya proses pembelajaran maka berkaitan dengan kinerja guru

diperlukan adanya totalitas, dedikasi, maupun loyalitas sebagai seorang

pendidik yang pencetak bekal-bekal sumber daya (SDM). Guru

merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan yang harus berperan

secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional

sesuai dengan tuntutan di masyarakat yang semakin berkembang. Dalam

hal ini menjadi guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan

(14)

melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing bagi siswa

yang memberikan pengarahan dan menuntut siswa dalam belajar.

Kinerja guru merupakan elemen penting dalam pendidikan, selain itu

kinerja guru juga merupakan penentu tinggi rendahnya kualitas pendidikan

dan kualitas guru akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar.

Kualitas kinerja guru sangat menetukan pada kualitas hasil pendidikan

dikarenakan guru merupakan sosok yang paling sering berinteraksi secara

langsung dengan siswa pada saat proses pembelajaran. Kinerja mengajar

guru merupakan perilaku nyata yang ditunjukan guru pada saat dia

memberikan pelajaran kepada siswanya, pada saat melaksanakan interaksi

belajar mengajar di kelas termasuk bagaimana dia mempersiapkannya.

Kinerja mengajar guru menjadi sangat penting karena mempengaruhi

kualitas pendidikan di sekolah. Untuk itu berbagai upaya dilakukan

sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja mengajar gurunya. Karena

guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan

profesional.

Usaha dalam menciptakan guru yang profesional maka pemerintah

telah membuat aturan persyaratan. Dalam pasal 8 Undang-Undang Nomor

14 tahun 2015 tentang guru dan dosen mengemukakan bahwa guru wajib

memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat

jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan

pendidikan nasional. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki yaitu

memanfaatkan ICT dalam pembelajaran dan untuk pengembangan diri

agar menjadi guru yang profesional.

Seorang pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan

kompetensi, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan

pendidikan nasional. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang

Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, mengemukakan

bahwa guru mata pelajaran harus memenuhi kompetensi memanfaatkan

(15)

Hal itu sejalan juga dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang

Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,

mengemukakan bahwa dalam prinsip-prinsip penyusunan rencana

pelaksanaan pembelajaran, guru diharuskan mampu menerapkan TIK.

Pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran adalah suatu kegiatan

belajar mengajar dimana guru memanfaatkan ICT (seperti slide presentasi

powerpoint yang diproyeksikan melalui LCD projector, mendayagunakan

email unutk pemberian tugas maupun pengumpulan tugas dan sebagainya,

menggunakan informasi digital, mendayagunakan flash, video dan CD,

menggunakan animasi dalam pembelajaran) dalam menyampaikan bahan

pelajar maupun penugasan yang disajikan kepada siswa. Salah satu kunci

pokok penyelenggaraan pemanfaatan ICT adalah sumber daya manusia

dalam hali ini adalah guru, maka hal yang penting yang harus dikuasi oleh

guru adalaha pemahaman terhadap ICT dan bagaimana memanfaatkan ICT

dalam pembelajaran.

Dalam jurnal online Dasriah M.Yahya (2013, hlm. 93) peneliti

mengemukakan bahwa pemanfaatan sarana pembelajaran berbasis

teknologi dan komunkasi di SMK Negeri 4 Makassar terlaksana dengan

langkah, ditemukan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi

(TIK) dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran produktif untuk

semua kompetensi keahlian tidak semua pelajaran menggunakan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dari jumlah 96 orang guru di

SMK Negeri 4 Makasar hanya 50 orang guru yang melakukan

pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunaksi sehingga

pembelajaran berbasis TIK disekolah ini belum maksimal. Hal ini

disebabkan oleh penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang

belum merata, perubahan-perubahan tik itu sendiri berkembang terlalu

cepat dirasakan oleh guru yang baru mempelajari TIK. Hal ini

disebabakan banyak faktor salah satunya yaitu kemampuan guru, hasil

observasi menunjukkan bahwa dari 96 orang guru yang mengikuti pelatihan

(16)

orang guru belum bisa mengoperasikan komputer dengan lancar. Dari data

tersebut dapat disimpulkan bahwa 20,83% belum lancar menggunakan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Hal ini

dapat sebagai acuan untuk meningkatkan kemampuan guru di bidang

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Sedangkan dalam jurnal online Bonita Destiana (2013, hlm.

297-298) peneliti mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang

berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK di SMK Kabupaten Gunung

Kidul, salah satunya adalah kinerja guru. Berdasarkan penelitiannya

terbukti bahwa pengaruh pemanfaatan TIK terhadap kinerja guru sebesar

26,8%, sehingga semakin tinggi tingkat pemanfaatan TIK maka akan

semakin baik pula kinerja guru yang terakit dengan penggunaan TIK

dalam proses belajar mengajar dikelasnya. Pemanfaatan TIK dalam proses

pembelajaran dikelas sejauh ini masih digunakan guru sebagai alat bantu

pembelajaran, seperti untuk mengetik materi, membuat handout atau

modul pembelajaran dan untuk mengolah nilai siswa. Dengan kata lain,

guru sejauh ini belum sepenuhnya dapat menggunakan TIK sebagai media

terintegrasi untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja guru dalam proses

pembelajaran meliputi lima hal penting yakni: pemahaman materi,

pemilihan metode yang tepat, penggunaan media yang efektif, kemampuan

memberikan motivasi kepada siswa, dan mengevaluasi pembelajaran.

Penggunaan media yang efektif salah satunya dapat dilakukan dengan

memanfaatkan perangkat TIK. TIK tidak lagi digunakan sebagai alat bantu

tetapi sebagai media intergarasi, misalnya TIK dapat digunakan untuk

membuat media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, pemanfaatan

TIK tidak lagi hanya dapat digunakan sebagai alat bantu namun juga

sebagai media terintegrasi yang mendukung proses pembelajaran dikelas.

Kegunaan TIK dalam pembelajaran dikelas dan penyelesaian tugas

tersebut lebih lanjut akan menyebabkan guru cenderung lebih sering

menggunakan TIK unutk mempelancar aktivitas pekerjaan selanjutnya,

(17)

Terkait masalah pemanfaatan ICT dalam pembelajaran pada jurnal

diatas, hal serupa pun terjadi pada keadaan di SMK Negeri Juruan

Otomotif Bandung. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan

peneliti salah satu SMK Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung, masih

terdapat beberapa permasalahan diantaranya, masih terdapat guru yang

belum bisa memanfaatkan ICT pada proses pembelajaran, seperti

penggunaan presentasi/powerpoint yang diproyeksikan melalui LCD

projector, mendayagunakan email, masih berpusatnya pembelajaran pada

guru sehingga kurang efektif, kreatif dan efisien dalam pembelajaran.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu

pemanfaatan terhadap ICT. Pemanfaatan ICT di sekolah adalah salah satu

upaya untuk meningkatkan mutu dalam pendidikan. Pemanfaatan ICT

dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan mutu pendidikan dan

dalam proses pembelajaran akan lebih efektif, kreatif dan efisien. Era

globalisasi semakin menuntut kualitas sumber sumber daya manusia yang

mampu bersaing secara internasional. Sumber daya yang unggul hanya

akan berhasil oleh pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang inilah

yang harus terus menerus diupayakan, baik oleh penmerintah maupun oleh

para pelaksnaan pendidikan di lapang.

ICT berperan sebagai sarana untuk mengumpulkan, menyimpan,

mengelola, dan menyebarluaskan informasi dan pengetahuan dalam

berbagai bentuk cara. Informasi dan pengetahuan tersebut dapat

disebarkan dalam bentuk dan cara yaitu dapat disebarkan dalam bentuk

teks, gambar, grafik, suara, animasi, dan video, atau gabungan dari

semuannya ke berbagai sasaran secara interaktif melalui jaringan internet.

Dalam proses pembelajaran dapat di tingkatkan mutunya dan variasinya

cara penyimpanan dan penerimanya dengan menggunakan ICT.

Penggunaan komputer yang semakin meluas dan dikung oleh

(18)

banyak memberikan manfaat bagi guru. Guru dapat mewariskan bahan

bantu mengajar, menyampaikan bahan ajar, merekam dan menyampaikan

bahan ajar, merekam dan menyimpan informasi siswa, memproses ujian

hingga membuat pangkalan data interventaris peralatan, buku dan

sebagainya.

Dalam pengajaran penggunaan pemanfaatan ICT memerlukan

perencanaan yang baik dan efisien agar pembelajaran dapat lebih

maksimal kepada setiap siswa. Pemanfaaatan ICT dalalam pembelajaran

juga dapat memberi peluang pembelajaran yang lebih dinamis, menarik

minat serta meningkatkan ilmu pengetahuan yang relevan dan berguna

bagi siswa. Bahkan pemanfaatan ICT dapat memotivasikan siswa berpikir

secara kreatif selain dapat meningkatkan kegairahan bagi guru itu sendiri

dalam proses pendidikan.

Pemanfatan ICT dalam pembelajaran pada dasarnya melibatkan

penggunaan komputer untuk mencapai sasaran pengajar dan pembelajaran.

Selaian itu integrasi pengajaran komputer, turut membawa dimensi baru

dalam budaya mengajar dan budaya belajar sekolah. Oleh karena itu, guru

seharusnya melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan dan

keterampilan yang diperlukan dan secara terus menerus

memperbaharuinya untuk mengikuti kebutuhan siswa dan lingkungan saat

ini. Salah satu kunci pokok penyelenggaraan pembelajaran dalam

pemanfaatan ICT adalah sumber daya manusia dalam hal ini adalah guru,

maka dari itu hal yang penting dikuasai oleh guru adalah pemahaman ICT

dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Selain itu, sekolah juga harus

menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran.

Maka berdasarkan uraian latar belakang diatas, bahawa kinerja

mengajar guru tidak lepas dari pengaruh ICT dalam pembelajaran. Peneliti

tertarik mengadakan penelitian untuk mengetahui Pengaruh ICT dalam

(19)

Pembelajaran Terhadap Kinerja Mengajar Guru Pada Sekolah Menegah

Kejuruan Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka

permasalahan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi dalam

pembelajaran dengan pemanfaatan ICT berpengaruh terhadap

kinerja mengajar guru di SMK Negeri jurusan otomotif di Kota

Bandung?

2. Apakah manfaat dari pemahaman dasar, menengah dan lanjut ICT

dalam Pembelajaran di SMK Negeri jurusan otomotif di Kota

Bandung?

3. Seberapa besar pengaruh Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran

Terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMK Negeri jurusan otomotif

di Kota Bandung?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh

bagaimana gambaran tentang pengaruh pemanfaatan ICT dalam

pembelajaran terhadap kinerja mengajar guru di SMKN jurusan

otomotif di kota Bandung.

2. Tujuan Khusus

Ada tujuan secara khusus yang diharapkan dari penelitian ini yaitu :

a. Terdeskripsinya kinerja mengajar guru di SMKN jurusan

otomotif di kota Bandng.

b. Terdeskripsinya mengenai pemanfaatan ICT dalam pembelajaran

terhdap kinerja mengajar guru di SMKN jurusan otomotif di kota

Bandung.

c. Teranalisisnya mengenai pengaruh pemanfaatan ICT dalam

pembelajran terhadap kinerja mengajar guru di SMKN jurusan

(20)

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memiliki beberapa manfaat seperti yang

penulis paparkan di bawah ini :

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis

dan bermanfaat dalam memberikan tambahan wawasan berfikir ilmiah

sehingga dapat digunakan untuk pengembangan pengetahuan dalam

lingkup kajian Administrasi Pendidikan khususnya dalam mengenai

kinerja mengajar guru yang dilihat dari faktor pemanfaatan ICT dalam

pembelajaran.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Guru

Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan

guru dalam pemanfaatan ICT sehingga pembelajaran akan lebih

efekti, kreatif dan efisien.

b. Bagi Kepala Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam

meningkatkan kinerja mengajat guru khususnya dalam

pemanfaatan ICT.

c. Bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung

Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan dalam membina

guru untuk mrningkatkan kinerja mengajar guru khusunya dalam

pemanfaatan ICT.

d. Bagi Penulis

Menambah wawasan penulis mengenai pemanfaatan ICT

khususnya dalam pembelajaran terhdap kinerja mengajar guru.

e. Bagi Peneliti Berikutnya

Memberikan informasi pada peneliti lain atau dikembangkan lebih

lanjut yang hendak melakukan penelitian yang sesuai dan relevan

dengan penelitian ini.

(21)

Struktur skripsi yang ada pada buku pedoman penulisan karya ilmiah

Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2014/2015 yang didalamnya

terdiri dari :

BAB I yaitu berisi uraian tentang pendahuluan dan merupakan bagian

awal dari penulisan skripsi ini. Pendahuluan terdiri dari latar belakang

penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat atau

signifikan penelitian.

BAB II berisi mengenai kajian pustaka atau landasan teoristis yang

memiliki peran penting dalam penulisan skripsi. Kajian pustaka

memberikan konteks jelas terhadap topik atau permasalahan yang akan

diteliti, sehingga peneliti dapat membandingkan, mengontraskan, dan

memposisikan kedudukan masing-masing penelitian yang dikaji melalui

pengaitan dengan masalah yang sedang diteliti.

BAB III berisi penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian dan

bersifat prosedural, yang terdiri dari Desain Penelitian, Partisipan,

Populasi dan sampel, Instrumen penelitian, Prosedur penelitian, dan

Analisis data.

BAB IV mengenai temuan dan pembahasan, Bab ini menyampaikan

dua hal utama yaitu Temuan penelitian berdasarkan hasil pengolahan dan

analisis data dengan berbagai kemungkinan bentuknya sesuai dengan

urutan rumusan permasalahan penelitian, dan Pembahasan temuan

penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan

sebelumnya.

BAB V yang merupakan simpulan, implikasi dan rekomendasi yang

menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis

temuan penelitian sekaligus mengajukan hal-hal penting yang dapat

(22)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan semua prosedur yang diperlukan

dalam melaksanakan penelitian agar didapatkan informasi yang

dibutuhkan untuk pemecahan masalah penelitian dan memberi

pertanggung jawaban atas semua langkah yang dilakukn dalam penelitian.

Menurut Kerlinger dalam Noor (2011, hlm. 108) mengemukakan bahwa:

Desain penelitian diklasifikasi sebagai rencana dan struktur investigasi yang buat sedemikian rupa sehingga diperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. Rencana penelitian mencakup garis besar dari apa yang akan dilakukan seorang peneliti mulai dari penulisan hipotesis serta implikasi operasionalnya hingga ke analisis akhir data.

Nasution (2009, hal. 23-24) mengemukakan kegunaan desain

penelitian, yaitu:

1. Desain memberikan pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya. Dalam penelitian, desain merupakan syarat mutlak agar dapat meramalkan sifat pekerjaan serta kesulitan yang akan dihadapi.

2. Desain menentukan batasan-batasan penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian.

3. Desain penelitian selain memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan juga memberikan gambaran tentang macam-macam kesulitan yang akan dihadapi yang mungkin juga telah dihadapi oleh peneliti lain.

Dari penjelasan diatas, bahwa desain penelitian akan memudahkan peneliti

dalam melaksanakan penelitiannya dan bertujuan untuk memberi

pertanggung jawaban terhadap semua langkah yang diambil dalam

penelitian sehingga diketahui prosedur yang jelas dalam memecahkan

masalah penelitian. Dengan desain penelitian dapat diketahui pola

mengenai penelitian yang akan dilaksanakan dan mempermudah penelitian

dalam melaksanakannya penelitiannya. Berdasarkan pendapat para ahli

(23)

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Dalam desain penelitian, peneliti menggambarkan desain

penelitian dalam bentuk sistem yang terdiri dari tiga bagian sistem yaitu

input, proses dan output. Di bagian input itu menggambarkan latar

belakang masalah penelitian, ini dilakukan dimulai dari studi pendahuluan

untuk menentukan masalah yang akan diteliti. Setelah ditentukannya

permasalahan yang akan diteliti kemudian, peneliti merumuskan

permasalahannya ke dalam Latar Belakang Masalah yang di dalamnya

menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi terkait permasalahan

yang akan diteliti. Selanjutnya dibuat rumusan masalah penelitian yang

Input Proses Output

Studi Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Asumsi dan Hipotesis

Kesimpulan

Metode Penelitian dan

Pendekatan Masalah yang

akan diteliti

Pengumpulan Data:

1. Seleksi Angket/ Uji Validitas 2. Pengolahan

Data Rekomendasi

Perhitungan Statistik

L A P O R A N

(24)

kemudian rumusan masalah tersebut akan memperjelas alur penelitian

melalui asumsi dan hipotesis penulis, setelah itu menentukan metode dan

pendekatan penelitian yang akan digunakan. Tahap kedua dari penelitian

ini adalah proses meliputi pengumpulan data yang diperlukan sesuai

dengan metode dan pendekatan yang digunakan. Setelah data terkumpul

selanjutnya dilakukan analisis data dan teknik pengelolaan data untuk

menguji hipotesis penelitian. Tahapan selanjutnya yaitu output, setelah

dilakukan pengolahan data hasil yang didapat merupakan jawaban

terhadap rumusan masalah. Dari hasil penelitian ini nantinya dapat ditarik

kesimpulan serta rekomendasi dari masalah yang telah diteliti sebagai

feedback dari peneliti bagi sekolah yang diteliti. B. Metode Penelitian dan Pendekatan Penelitian

Dalam melakukan suatu penelitian diperlukan cara untuk

tahap-tahapan untuk menyelesaikan penelitian yang disebut metode penelitian.

Sugiyono (2014, hlm. 2) bahwa “metode penelitian pada dasarnya

merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu”. Menurut Purwanto (2010, hlm. 164) mengemukakan bahwa “Metode

merupakan salah satu syarat ilmu. Usaha mencapai kebenaran ilmu

dilakukan menggunakan metode tertentu hingga sampai kepada

pemecahan masalah”.

Berdasarkan pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa

metode penelitian merupakan suatu cara dan tahapan-tahapan tertentu,

yang didasarkan pada cara ilmiah untuk mencapai tujuan penelitin dengan

cara mengumpulkan data yang relevan kemudian dianalisis sehingga

menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk memperoleh jawaban dari penelitian yang berjudul

“Pengaruh Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Terhadap Kinerja Mengajar Guru pada SMK Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung”

yang sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka

(25)

1. Metode Deskriptif

Metode deskriptif merupakan metode untuk memahami dan

menjelaskan masalah yang sedang terjadi pada saat ini. Nazir (2003,

hlm. 54), menjelaskan bahwa:

Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, dan tujuan dari metode deskriptif ini adalah untuk membantu deskrpsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

Adapun tujuan dari metode deskriptif menurut Sumadi

Suryabarata (2010, hlm. 75) yaitu “untuk membuat pencandraan

secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan

sifat-sifat populasi atau daerah tertentu”.

Berdasarkan uraian diatas, bahwa penggunaan metode

deskriptif dipusatkan pada masalah-masalah yang aktual pada daerah

tertentu yang terjadi pada saat ini. Melalui metode deskriptif ini,

diharapkan bisa mendapatkan informasi yang tepat dan gambaran

yang jelas dan lengkap secara faktual mengenai pengaruh

pemanfaatan ICT dalam pembelajaran terhadap kinerja mengajar guru

di SMK Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung.

2. Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang

menggunakan metode bilangan untuk mendeskripsikan observasi

suatu objek atau variabel, dimana bilangan merupakan menjadi bagian

dari pengukuran yang kemudian akan dihitung melaluli perhitungan

statistik. Menurut Nana Sudjana (1996, hlm. 53) mengemukakan

pentingnya metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif sebagai

berikut:

(26)

atau menjelaskan peristiwa atau suatu kejadian yang terjadi pada saat sekarang dalam bentuk angka yang bermakna.

Pendekatan kuantitatif ini digunakan dalam rangka mengetahui

seberapa besar pengaruh variabel X yaitu pemanfaatan ICT dalam

pembelajaran terhadap variabel Y yaitu kinerja mengajar guru dengan

cara mengukur dan menghitung apa yang menjadi indikator

masing-masing variabel sehingga diperolehnya deskripsi dan korelasi antara

variabel-variabel penelitian melalui perhitungan statistika.

C. Lokasi

Dalam penelitian dibutuhkan suatu objek, dimana objek tersebut

digunakan sebagai sumber data terhadap masalah-masalah yang

dikemukakan dalam penelitian.oleh karena itu sesuai dengan

masalah-masalah yang tealah dikemukakan dalam penelitian maka pada bagian ini

akan diuraikan hal-hal yang berhubungan dengan lokasi dan objek yang

akan diteliti.

Lokasi penelitian merupakan tempat yang akan dilaksanakannya

penelitian. Lokasi yang dijadikan tempat penelitian ini adalah SMK Negeri

Jurusan Otomotif di Kota Bandung yang berjumlah 4. Adapun alamat

masing- masing sekolahnya yaitu :

Tabel 3.1

Alamat Lokasi Penelitian

No Naman Sekolah Alamat Sekolah

1S SMK Negeri 8 Kota Bandung Jl. Kliningan No.31

2 SMK Negeri 6 Kota Bandung Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung)

3 SMK Negeri 14 Kota Bandung Jl. Cijawura Hilir No. 341

4 SMK Negeri PU Bandung Jl. Garut No.10 Bandung 42071

Sumber : Data Dinas Kota Bandung Tahun 2014-2015

D. Partisipan

Partisipan dalam penelitian ini adalah semua guru yang ada di SMK

(27)

Setiap penelitian memerlukan sumber data untuk menguji

hipotesis atau untuk menjawab masalah yang akan diteliti dan

dianalisis kemudiandiperolehnya kesimpulan. Menurut Sugiyono

(2014, hlm 80) bahwa “populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya”.

Sementara itu, Nawawi (2003) dalam Riduwan dan Akdon

(2010:237) menyebutkan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai

yang mungkin, baik hasil menghitung atau pun pengukuran kuantitatif

maupun kualitatif pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan

objek yang lengkap. Menurut Margono (2010:118) bahwa “populasi

adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang

lingkup dan waktu yang kita tentukan”.

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan, bahwa untuk

mendapatkan populasi yang relavan, maka seorang peneliti harus

mengidentifikasi jenis data yang ditentukan yang mengacu pada

permasalahan yang akan diteliti.

Adapun permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah seberapa

besar pengaruh pemanfaatan ICT terhadap kinerja mengajar guru di

SMK Negeri bidang otomotif Se-Kota Bandung. Atas dasar

permasalahan tersebut, maka menjadi populasi pada penelitian ini

adalah guru SMK Negeri se-Kota Bandung yang berjumlah 503.

Berikut paparan data jumlah guru pada masing-masing sekolah:

Tabel. 3.2

Distribusi Populasi Penelitian

No Naman Sekolah Jumlah Guru

1 SMK Negeri 8 Kota Bandung 93

2 SMK Negeri 6 Kota Bandung 188

3 SMK Negeri 14 Kota Bandung 94

(28)

Jumlah Populasi 503

Sumber: Data Dinas Pendidikan Kota Bandung Tahun 2014/2015

2. Sampel Penelitian

Sampel penelitian merupakan bagian tertentu dari populasi yang

dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi (refresentatif), sampel

digunakan untuk mempermudah melakukan penelitian. Menurut

Sugiyono (2014, hlm. 81), bahwa “Sempel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Pendapat

lainnya dari Riduwan dan Akdon (2010, hlm. 240), “sampel adalah

bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu

yang akan diteliti”. Sejalan dengan pendapat para ahli tersebut, bahwa

dalam menarik sampel digunakan cara-cara tertentu, sehingga untuk

mendapatkan sampel yang refresentatif diperlukan teknik-teknik yang

tepat.

Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel dalam penelitian

ini adalah teknik Probability Sampling melalui Proportionate

Stratifed Random Sampling. Menurut Riduwan (2013, hlm. 58), bahwa “Proportionate Stratifed Random Sampling ialah pengambilan

sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara

proposional, dilakukan sampling ini apabila anggota populasinya

heterogen (tidak sejenis). “Begitu pula untuk menentukan jumlah

sampel yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2011, hlm 126), bahwa:

Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan untuk umum).

Lebih jelasnya lagi dikemukakan oleh Surakhmad (1994, (dalam

Riduwan, 2013, hlm 65):

(29)

s = 15% +

. (50%

15%)

Dimana :

S = Jumlah sampel yang diambil

n = Jumlah anggota populasi

Berikut penerapan rumus diatas dalam pengambilan sampel penelitian ini :

s = 15% +

. (50% 15%) s = 15% +

. (50% 15%)

s = 15% +

. (50% 15%)

s = 15% +

. (50% 15%)

s = 15% +

. (35%)

s = 15% +

%

s = 34.32%

Jadi, jumlah sempel sebesar 503 34.32% 172,6 dibulatkan

menjadi 173 responden.

Berdsarkan hasil penghitungan tersebut, diperoleh hasil sampel

dari keseluruhan populasi yaitu sebanyak 173 guru. Untuk

menghitung sampel dari jumlah populasi masing-masing sekolah,

dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus dari Sugiyono

(dalam Akdon, 2008, hlm 108), yaitu:

. n

Keterangan :

= jumlah sampel menurut stratum

n = jumlah sampel seluruhnya

(30)

N = jumlah populasi seluruhnya

[image:30.596.156.515.199.436.2]

Berikut hasil penghitungan rumus diatas

Tabel 3.3

Distribusi Sampel Penelitian

No Nama Sekolah Jumlah

Guru

. n Jumlah Sampel

1 SMK Negeri 8 Kota

Bandung

93

. 173

= 31,98 32

2 SMK Negeri 6 Kota

Bandung

188

. 173 = 64,66

65

3 SMK Negeri 14 Kota

Bandung

94

. 173 = 32,33

32

4 SMK Negeri PU

Bandung

128

. 173 = 44,02

44

Jumlah 503 173

E. Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian bertujuan untuk menghindari

perbedaan persepsi antara peneiti dan pembaca. Di dalam definisi

operasional menjelaskan pengertian atau definisi dari masing-masing

variabel dan teknik pelaksanaannya. Berikut definisi operasional dalam

penelitian ini adalah:

1. Kinerja Mengajar Guru

Menurut Stoner (dalam Imam Wahyudi, 2012, hlm 86) bahwa

“Kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerja yang diselesaikan”.

Menurut Mangkunegara (dalam Imam Wahyudi, 2012, hlm. 86)

bahwa, “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang

dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai

(31)

(dalam Kosim, 2007:26), yang dimaksud dengan kinerja guru dalam

proses belajar mengajar adalah kesanggupan atau kecakapan para guru

dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan

peserta didik yang mencakup suasana kognitif, afektif dan

psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan

perencana sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar

mencapai tujuan pengajaran.

Dari beberapa definisi diatas, diperoleh kesimpulan bahwa

seorang guru harus memiliki kemampuan dan kecakapan dalam

menjalankan tugas dan fungsinya agar mencapai tujuan yang sudah

ditentukan. Tanpa kemampuan mengajar yang baik dari meteri yang

ada dikurikulum yang pada akhirnya memberikan rasa bosan bagi

guru maupun peserta didik.

Dalam penelitian ini, kinerja mengajar guru yaitu kemampuan

yang dihasilkan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai

pengajar yang meliputi menyusun rencana pembelajaran, evaluasi

pembelajaran, dan tindak lanjut dari hasil proses pembelajaran

2. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran

Menurut Kementrian Negara Riset dan Teknologi (dalam

Asmani, 2011:100), Information and Communication Technology

(ICT) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan teknologi informasi

dan komunikasi sebagai bagian ilmu pengetahuan dan teknologi adalah

semua teknologi informasi yang berhubungan dengan pengambilan,

pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian

informasi. Menurut Anatta Sannai (dalam Asmani, 2011:100)

teknologi informasi dan komunkasi adalah sebuah media atau alat

bantu dalam memperoleh pengetahuan antara seseorang kepada orang

lain.

Seperti yang tercantum dalam pendidikan Permendiknas Nomor

16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi

Guru, bahwa guru mata pelajaran harus memenuhi kompetensi

(32)

pembelajaran yang diajarakan. Hal ini sejalan juga dengan

Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan

Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa dalam prinsip-prinsip

penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, guru diharuskan

mamapu menerapkan TIK, oleh karena itu guru dituntut untuk

menguasai.

TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk menunjang proses

pembelajaran, dalam penelitian ini pemanfaatan ICT dalam

pembelajaran membantu mengoptimalkan proses pembelajaran

didalam kelas serta pengajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan

aktivitas dan pembelajaran.

F. Instrumen Penelitian

Sugiyono (2014, hlm. 102) mengemukakan bahwa “Instrumen

penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam

maupun sosial yang diamati”. Secara spesifik semua fenomena semua

fenomena ini disebut variabel penelitian, instrumen penelitian digunakan

untuk memperoleh data yang diperlukan.

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah

angket. Menurut Riduan (2013, hlm 71) “Angket adalah daftar pertanyaan

yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons

(responden) sesuai dengan permintaan pengguna”. Kemudian, Sugiyono

(2014, hlm 142) bahwa “Kuisoner merupakan teknik pengumpulan data

yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.

Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup (berstruktur).

Sugiyono (2013, hlm 72) mengemukakan bahwa:

(33)

Jadi, tujuan penyebaran angket yaitu untuk meminta informasi atau

keterangan yang lengkap kepada responden yang berhubungan dengan

variabel yang diteliti. Kisi-kisi intrumen penelitian Pengaruh Pemanfaatan

[image:33.596.147.568.268.743.2]

ICT dalam Pembelajaran Terhadap Kinerja Mengajar Guru.

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

Varibel Dimensi Indrikator No.

Item

Variabel X (Pemanfaata n ICT dalam pembelajara n)

Kompetensi Dasar

1. Mengenal komponen-komponen perangkat keras dan fungsinya masing- masing

1,2

2. Mengenal fungsi sistem operasi dasar

3,4,5

3. Menghidupkan dan mematikan komputer

6

4. Memasang dan mengoprasikan printer dan proyektor LCD

7,8

5. Memiliki keterampilan papan tombol dan mouse dasar

9

6. Memahami dan bisa

menggunakan fungsi sistem operasi dasar.

10,11

7. Mengetahui kategori perangkat lunak

12

8. Melakukan operasi pengolah kata dasar.

13,14

9. Melakukan presentasi dan operasi multimedia .

15,16

10.Mengenal peralatan memory 17,18

11.Mampu mengakses internet 19, 20, 21, 22

12. Mengenal teknologi perangkat keras dan perangkat lunak tingkat lanjutan.

23

Kompetensi Menengah

1. Meng-Install dan mengoprasikan peralatan tambahan.

24

2. Memahami dan mampu menggunakan fungsi-fungsi

(34)

sistem operasi lainnya.

3. Mengorganisasikan file, folder dan direktori

26

4. Memiliki pengetahuan yang baik tentang perangkat lunak dan mampu menggunakan berbagai kategori perangkat lunak.

27

5. Melakukan operasi pengolah kata. 28,29, 30

6. Melakuakan presentasi dasar dan operasi multimedia

31, 32

7. Menggunakan peralatan memory. 33

8. Men-download perangkat lunak

freeware dan shareware

34

9. Melakukan penelusuran lanjutan untuk menemukan informasi.

35

10.Mengorganisasikan e-mail. 36, 37,38, 39

11.Mampu menggunakan perangkat keras baru dan peralatan

tambahan dan perangkat lunak

40

Kompetensi Lanjutan

1. Melakukan pemeliharaan perangkat keras dan peralatan tambahan secara terjadwal

41

2. Mampu memecahkan kesulitan masalah berkaitan dengan perangkat keras, perangkat lunak dan peralatan tambahan yang umum

42

3. Mampu bekerja dalam lingkungan jaringan

43,44

4. Mampu mengelola komputer lokal menggunakan perangkat sistem yang tersedia dalam sistem operasi.

45, 46,47

5. Melakukan operasi presentasi dan multimedia lanjutan

48,49

6. Mengoprasikan file dari suatu peralatan memory ke yang lainnya.

(35)

7. Men-setup koneksi baru internet 51

8. Mampu bergabung dan berpartisipasi dalam e-group

52

9. Membuat dan meng-upload halaman Web

53

10.Menggunakan dan mengelola

learning management system

(LMS) online

54,55

11.Meng-install dan unistall perangkat keras, peralatan tambahan dan perangkat lunak baru.

56

Variabel Y (Kinerja Mengajar Guru) Merencanakan kegiatan pembelajaran

1. Merencanakan pengelolaan pembelajaran

1,2

2. Menetapkan metode pembelajaran bervariatif

3, 4

3. Menentukan media pembelajaran yang bervariatif

5, 6, 7, 8

4. Menentukan teknik dan alat evaluasi hasil belajar

9, 10

Melaksanakan hasil pembelajaran

1. Melakukan kegiatan pembelajaran 11, 12

2. Menguasai bahan ajar 13, 14

3. Menyampaikan materi pelajaran 15, 16, 17

4. Menggunakan metode mengajar sesuai dengan rencan

pembelajaran

18

5. Mengelola pembelajaran 19, 20, 21, 22

Mengevaluasi hasil pembelajaran

1. Mengadakan tes 23, 24

2. Mengelola hasil penilaian 25, 26

3. Menganalisi hasil evaluasi 27

4. Melaporkan hasil penilaian 28 5. Melaksanakan program

remedial/perbaikan/pengayaan

29, 30

Dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian yaitu

instrumen Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran (X) dan Kinerja

Mengajar Guru (Y). Teknik pengukuran dalam penelitian ini

(36)

Liker digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang

atau kelompok orang tentang fenomena sosial”.

Dalam skala Likert, variabel yang akan diukur dan dijabarakn

menjadi indikator, kemudian indikator dijadikan ukuran untuk menyusun

item-item penyusunan atau pernyataan. Setiap alternatif jawaban

mengguanakn skor penilaian yang berkisar 1 sampai 5 dengan perincian

[image:36.596.204.462.280.498.2]

tabel berikut:

Tabel 3.5

Kriteria Penskoran Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban

Variabel X

Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (ST) 4

Ragu-Ragu (RG) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Alternatif Jawaban Variabel Y

Skor

Selalu (SL) 4

Sering (SR) 3

Kadang (KD) 2

Tidak Pernah (TP) 1

Sebelum melakukan pengumpulan data, angket yang sudah dibuat

terlebih dahulu diujicobakan agar mengetahui kelemahan atau kekerungan

dalam hal redaksi, alternatif jawaban yang tersedia maupun pernyataan

dari jawaban angket. Untuk menguji alat pengumpulan data peneliti

melakukan uji coba kepada 30 guru di SMKN 8 Bandung. Selanjutnya

akan dilakukan uji validitas dan reabilitas.

1. Pengujian Validitas Instrumen

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kelayakan

suatu alat ukur. Dengan uji validitas suatu instrumen itu bisa dilihat

(37)

Sugiyono (2013, hlm 173) mengemukakan bahwa instrumen yang

valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data

(mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat

digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Untuk mengetahui instrumen penelitian ini dapat digunakan atau

tidak maka dilakukan uji validitas pada setiap item pernyataan dalam

instrumen. Pengujian dilakukan dengan cara menganalisis dari setiap

item dengan mengkorelasikan nilai per item dengan nilai total dari

setiap responden. Pada pengujian ini menggunakan bantuan Ms.

Execel 2010. Sementara teknik yang digunakan untuk menguji dalam

pengujian validitas ini menggunakan rumus Kolerasi Product Moment, sebagai berikut :

Keterangan :

=

Koefisien Kolerasi

n = Jumlah responden

∑XY = Jumlah perkalian dari X dengan Y

∑X = Jumalah nilai pada butir

∑Y = Jumlah nilai total

∑ = Jumlah nilai X yang dikuadratkan

∑ = Jumlah Nilai Y yang dikuadratkan

Selanjutnya dihitung dengan uji signifikan (uji t) dengan rumus

sebagai berikut :

(38)

Keterangan :

=

Nilai

=

Koefisien Kolerasii Hasil dari

=

Jumlah Responden

Distribusi tabel t untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n-2), kaidah keputusan jika : >

,

maka itu valid, sebaliknya jika < maka itu tidak valid. Berdasarkan

hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut

(terlampir) dan dengan bantuan Microsoft Execel2010, maka

[image:38.596.180.569.379.727.2]

diperoleh hasil dari validitas tiap item adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6

Rekaptulasi Hasil Uji Validitas

Variabel X (Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran) No.

Item

Koefisien Kolerasi (

Harga (

Harga (

Keterangan Keputusan

1 0,217 1,175 1,701 Tidak Valid Di Revisi

2 0,240 2,307 1,701 Tidak Valid Di Revisi

3 0,680 4,049 1,701 Valid Diambil

4 0,599 3,956 1,701 Valid Diambil

5 0,599 3,956 1,701 Valid Diambil

6 0,519 3,210 1,701 Valid Diambil

7 0,537 3,366 1,701 Valid Diambil

8 0,394 2,267 1,701 Valid Diambil

9 0,531 3,316 1,701 Valid Diambil

10 0,643 4,440 1,701 Valid Diambil

11 0,642 4,426 1,701 Valid Diambil

12 0,579 3,758 1,701 Valid Diambil

13 0,695 5,118 1,701 Valid Diambil

(39)

15 0,769 6,374 1,701 Valid Diambil

16 0,764 6,271 1,701 Valid Diambil

17 0,727 5,610 1,701 Valid Diambil

18 0,740 5,818 1,701 Valid Diambil

19 0,786 6,718 1,701 Valid Diambil

20 0,620 4,180 1,701 Valid Diambil

21 0,760 6,192 1,701 Valid Diambil

22 0,803 7,128 1,701 Valid Diambil

23 0,599 3,959 1,701 Valid Diambil

24 0,518 3,202 1,701 Valid Diambil

25 0,532 3,322 1,701 Valid Diambil

26 0,375 2,141 1,701 Valid Diambil

27 0,805 7,171 1,701 Valid Diambil

28 0,748 5,968 1,701 Valid Diambil

29 0,838 8,131 1,701 Valid Diambil

30 0,655 4,582 1,701 Valid Diambil

31 0,718 5,461 1,701 Valid Diambil

32 0,818 7,514 1,701 Valid Diambil

33 0,780 6,587 1,701 Valid Diambil

34 0,758 6,147 1,701 Valid Diambil

35 0,808 7,264 1,701 Valid Diambil

36 0,772 6,436 1,701 Valid Diambil

37 0,779 6,571 1,701 Valid Diambil

38 0,723 5,534 1,701 Valid Diambil

39 0,809 7,284 1,701 Valid Diambil

40 0,612 4,092 1,701 Valid Diambil

41 0,484 2,925 1,701 Valid Diambil

42 0,613 4,108 1,701 Valid Diambil

43 0,660 4,643 1,701 Valid Diambil

44 0,601 3,982 1,701 Valid Diambil

(40)

46 0,751 6,019 1,701 Valid Diambil

47 0,658 4,622 1,701 Valid Diambil

48 0,660 4,651 1,701 Valid Diambil

49 0,676 4,855 1,701 Valid Diambil

50 0,654 4,572 1,701 Valid Diambil

51 0,635 4,346 1,701 Valid Diambil

52 0,751 6,014 1,701 Valid Diambil

53 0,717 5,443 1,701 Valid Diambil

54 0,586 3,830 1,701 Valid Diambil

55 0,637 4,374 1,701 Valid Diambil

56 0,749 5,977 1,701 Valid Diambil

Setelah melakukan uji validitas terhadap angket variabel X, ada 2

item yang tidak valid yaitu item no 1 dan 2 dari 56 item. Untuk

analisis data selanjutnya, peneliti memutuskan untuk merevisi kedua

[image:40.596.179.569.83.322.2]

item tersebut.

Tabel 3.7

Rekaptulasi Hasil Uji Validitas Variabel Y (Kinerja Mengajar Guru) No.

Item

Koefisien Kolerasi (

Harga (

Harga (

Keterangan Keputusan

1 0,434 1,175 1,701 Valid Diambil

2 0,504 1,307 1,701 Valid Diambil

3 0,625 4,049 1,701 Valid Diambil

4 0,691 3,956 1,701 Valid Diambil

5 0,617 3,956 1,701 Valid Diambil

6 0,752 3,210 1,701 Valid Diambil

7 0,730 3,366 1,701 Valid Diambil

8 0,766 2,267 1,701 Valid Diambil

(41)

10 0,736 4,440 1,701 Valid Diambil

11 0,629 4,426 1,701 Valid Diambil

12 0,515 3,758 1,701 Valid Diambil

13 0,572 5,118 1,701 Valid Diambil

14 0,806 5,748 1,701 Valid Diambil

15 0,856 6,374 1,701 Valid Diambil

16 0,830 6,271 1,701 Valid Diambil

17 0,805 5,610 1,701 Valid Diambil

18 0,790 5,818 1,701 Valid Diambil

19 0,645 6,718 1,701 Valid Diambil

20 0,735 4,180 1,701 Valid Diambil

21 0,724 6,192 1,701 Valid Diambil

22 0,594 7,128 1,701 Valid Diambil

23 0,307 3,959 1,701 Valid Diambil

24 0,590 3,202 1,701 Valid Diambil

25 0,568 3,322 1,701 Valid Diambil

26 0,675 2,141 1,701 Valid Diambil

27 0,673 7,171 1,701 Valid Diambil

28 0,513 5,968 1,701 Valid Diambil

29 0,722 8,131 1,701 Valid Diambil

30 0,634 4,582 1,701 Valid Diambil

Setelah melakukan uji validitas terhadap angket variabel Y,

semua item dikatakan valid. Untuk analisis data selanjutnya, peneliti

memutuskan untuk mengambil semua item tersebut.

2. Pengujian Reliabilitas Instrumen

Setelah melakukan uji validitas, instrumen penelitian selanjutnya

diuji reliabelnya untuk kedua variabel yaitu variabel X dan variabel Y.

Reliabel berarti dapat dipercaya. Sugiyono (2013, hlm 115) bahwa

(42)

artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan”. Dalam proses uji reliabilitas ini dibantu menggunakan Microsoft Execel 2010, dan

setelah itu dilakukan proses dengan menggunakan metode Alpha.

Seperti yang dikemukkan oleh Riduwan dan Sunarto (2013, hlm 115)

bahwa “metode mencari relibilitas internal yaitu dengan menganalisis

relibilitas alat ukur dari satu kali pengukuran, rumus yang digunakan

adalah Alpha”. Rumus Alpha sebagai berikut :

= (

) . (

Dimana :

= Nilai Realibilitas

= Jumlah varians skor tiap-tiap item

= Varian total

= Jumlah item

Langkah-langkah mencari nilai realibilitas dengan metode Alpha

yaitu:

o Langkah 1

Menghitung Varians Skor tiap-tiap item dengan rumus :

Keterangan :

= Varians skor tiap-tiap item

= Jumlah kuadrat item

= Jumlah item dikuadratkan = Jumlah responden

o Langkah 2

(43)

=

+ … +

=

Jumlah varians setiap item

o langkah 3

Menghitung varians total dengan rumus:

Keterangan :

= Varians skor total

= Jumlah kuadrat skor total

= Jumlah skor total dikuadratkan = Jumlah responden

o Langkah 4

Menghitung dengan menggunakan rumus Alpha yaitu :

= (

) . (

Setelah diketahui nilai relibilitas yang menggunakan rumus

diatasa, maka selanjutnya adalah mencari nilai tabel r Person Product

Moment. Diketahui signifikan untuk α – 0,05 dan dk = N – 1 = 30 – 1 = 29, signifikasi 5%, maka diperoleh = 0,367. Selanjutnya setelah diketahui nilai dan , kemudian membuat keputusan dengan membandingkan nilai dengan yang keputusannya sebagai berikut : jika > berarti Reliabel dan jika <

maka Tidak Reliabel.

Setalah dilakukan perhitungan uji reliabilitas (terlampir) maka

[image:43.596.186.503.74.637.2]

diperoleh hasil uji reliabilitas variabel X dan variabel Y yaitu :

(44)

Variabel Kesimpulan Variabel X

(Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran)

1,020 0,367 Reliabel

>

Variabel Y

(Kinerja Mengajar Guru)

1,041 0,367 Reliabel

>

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan

melalui angket, wawancara, pengamatan, dokumentasi dan lainnya.

Penelitian dapat menggunakan salah satu dari teknik yang telah dijelaskan

sebelumnya atau menggabungkan beberapa teknik tersebut.

Dalam memperoleh data yang akurat dan relevan dengan masalah

yang diteliti, maka penelitian menggunakan teknik komunikasi tidak

langsung dan langsung yaitu berupa angket dan wawancara. Angket

disusun pada suatu daftar tertulis yang berupa pertanyaan atau pernyataan

untuk mendapatkann informasi dari responden dan pedoman wawancara

yang disusun yang berupa pertanyaan untuk mendapatkan informasi dari

Kepala Sekolah sebagai data pendukung penelitian. Bentuk angket yang

disebar berupa angket tertutup yang disetiap pernyataan telah disertai

alternatif jawaban, wawancara dilakukan secara langsung atau tertulis oleh

Kepala Sekolah.

H. Analisis Data

Analisis data adalah suatu tahapan yang dilakukan peneliti setelah

semua data terkumpul kemudian dimaknai untuk menjaawab

permasalahan pada penelitian. Menurut Riduwan dan Akdon (2010, hlm

147) analaisis data bahwa :

(45)

data yang berhasil diperoleh peneliti selama peneliti ini berlangsung, sehingga akan diketahui makna dan keadaan yang sebenarnya dari apa yang diteliti.

Berdasarkan pendapat diatas, dalam pengolahan data yang telah

terkumpul harus dilakukan secara sistematis, langkah-langkah yang

dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Seleksi Data

Pada tahap ini yang dilakukan yaitu memeriksa dan menyeleksi

data yang terkumpul dari responden. Dalam seleksi angket penelitian

memeriksa kembali kelengkapan jumlah angket dan kesesuaian

pengisian angket. Setelah melakukan penyeleksian data maka dapat

diketahui bahwa jumlah angket yang terkempul sesuai dengan jumlah

angket yang tersebar dan telah terisi seluruh item pertanyaan sesuai

dengan petunjuk sehingga angket dapat diolah seluruhnya. Adapun

rekapitulasi jumlah angket yang tersebar, terkumpul, dapat diolah, dan

[image:45.596.152.545.429.616.2]

tidak dapat diolah dinyatakan dalam tabel berikut:

Tabel 3.9

Jumlah Angket yang Dapat Diolah

No Nama Sekolah Jumlah

Sampel

Jumlah Angket

Tersebar Terkumpul

Dapat Diolah

1 SMK Negeri 6 Bandung 65 65 65 65

2 SMK Negeri 8 Bandung 32 35 32 32

3 SMK Negeri 14 Bandung 32 35 33 32

4 SMK Negeri PU Bandung 44 45 45 42

Jumlah 173 180 176 173

2. Klasifikasi Data

Setelah data yang sudah terkumpul dan setelah melakukan

pemeriksaan data, langkah berikutnya yaitu mengklasifikasi data

berdasarkan variabel penelitian X (Pemanfaatan ICT dalam

(46)

sampel penelitian. Klasifikasi dilakukan untuk mengetahui

kecenderungan rata-rata responden terhadap dua variabel penelitian.

Kemudian memberikan skor pada setiap jawaban yang telah diberikan

oleh masing-masing responden yang sesuai dengan kriteria yang telah

ditetapkan yaitu dengan menggunakan skala likert. Jumlah skor yang

berasal dari responden merupakan skor mentah dari masing-masing

variabel yang berfungsi sebagai sumber untuk pengolahan data

selanjutnya.

Dibawah ini merupakan tabel pemberian skor pada tiap-tiap

alternative jawaban dengan aturan yang sudah ditetapkan adalah

[image:46.596.236.442.371.707.2]

sebagai berikut:

Tabel 3.10

Kriteria Penskoran Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban

Variabel X

Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (ST) 4

Ragu-Ragu (RG) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS)

1

Alternatif Jawaban Variabel Y

Skor

Selalu (SL) 4

Sering (SR) 3

Kadang (KD) 2

(47)

Dari kriteria penskoran alternatif jawaban, maka diperoleh skor

mentah variabel X (Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran) dan

[image:47.596.162.542.186.732.2]

Variabel Y (Kinerja Mengajar Guru) sebagai berikut:

Tabel 3.11

Skor Mentah Variabel X dan VAriabel Y

No

Skor

Mentah No

Skor

Mentah No

Skor Mentah

X Y X Y X Y

1 265 78 59 216 76 117 206 99

2 224 86 60 220 75 118 259 90

3 190 82 61 215 73 119 217 99

4 193 73 62 234 75 120 275 102

No

Skor

Mentah No

Skor

Mentah No

Skor Mentah

X Y X Y X Y

5 278 82 63 232 66 121 203 82

6 217 79 64 216 98 122 259 103

7 256 81 65 252 68 123 223 95

8 237 70 66 262 67 124 214 74

9 224 89 67 240 74 125 217 111

10 206 96 68 266 91 126 218 114

11 216 87 69 213 76 127 241 101

12 233 78 70 211 68 128 259 96

13 224 79 71 220 94 129 219 83

14 200 78 72 258 99 130 212 118

15 184 81 73 180 80 131 207 111

16 206 86 74 226 82 132 179 83

(48)

Gambar

Gambar 3.1 Desain Penelitian
Tabel 3.1 Alamat Lokasi Penelitian
Tabel. 3.2
Tabel 3.3
+7

Referensi

Dokumen terkait