PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND
COMMUNICATION TECHNOLOGY) DALAM PEMBELAJARAN
TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI
JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNG
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Departemen Administrasi Pendidikan
oleh :
DEA PASUNDAN SUDARMAN 1105877
DEPARTEMEN ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNNG
Oleh :
Dea Pasundan Sudarman
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Falkutas Ilmu Pendidikan
© Dea Pasundan Sudarman Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2015
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,
PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JURUSAN OTOMOTIF DI KOTA BANDUNG
DEA PASUNDAN SUDARMAN 1105877
disetujui dan disahkan oleh pembimbing :
Pembimbing I,
Dr. Hj. Cicih Sutarsih, M.Pd 19700929 199802 2 001
Pembimbing II,
Suryadi, M.Pd 19680729 199802 1 001
Mengetahui,
Ketua Departemen Administrasi Pendidikan
Dea Pasundan Sudarman, 2015
PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) D ALAM ABSTRAK
Dea Pasundan Sudarman, 2015
PENGARUH PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) D ALAM Abstract
Current condition shows ineffective utilization of ICT (Information and Communication Technology) in learning within school environment, one of the
causes is teachers’ lack of understanding about the ICT (Information and
Communication Technology). The lack of competence in using ICT in vocational school majoring in automotive in Bandung are caused by the lack of training and education on the development of IT-based teaching materials and small number of supporting facilities at school. Even though sometimes the training and education
is held, teachers’ lack of enthusiasm in developing their competence is becoming the main internal problem. The objective of this research is to obtain clear and actual data about the influence of ICT utilization in teaching and learning process
on teachers’ performance in teaching. This research employed descriptive method with quantitative approach and supported by literature study. The population in this study is the teachers of vocational school automotive major with a sample of 173 teachers of total 503 teachers with using sample calculation formula. This research employed person (pearson?) product moment as its data collection technique. The calculation of the overall results of respondents on variable X (ICT utilization in teaching and learning process) in the vocational school majoring in automotive is included in very good category. Variable X (ICT utilization in teaching and learning process) consists of three dimensions which are basic competence, intermediate competence and advance competence. While the calculation results of variable Y (Teachers’ teaching performance) in vocational school majoring in automotive in Bandung is also included in very good category.
Variable Y (Teachers’ teaching performance) also consists of three dimensions
which are plan learning activities, implement learning activities and evaluate the results of learning activities. Based on the results of non-parametric correlation coefficient calculation of variable X to variable Y, it can be concluded that the influence of ICT utilization in learning on teachers’ teaching performance is low. Based on this research coefficient of determination, the utilization of ICT in
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN
UCAPAN TERIMAKASIH ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian... 1
B. Rumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Struktur Organisasi Skripsi ... 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kinerja Mengajar Guru ... 10
1. Konsep Kinerja... 10
a. Pengertian kinerja ... 10
b. Faktor yang mempengaruhi kinerja ... 11
c. Penilaian kinerja ... 12
2. Konsep mengajar ... 13
3. Konsep Guru ... 16
a. Pengertian guru ... 16
b. Standar kompetensi guru ... 17
4. Kinerja Mengajar Guru ... 21
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Guru... 24
B. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran ... 24
2. Faktor-faktor yang mempemgaruhi Pemanfataan ICT dalam
Pembelajaran ... 30
C. Pemanfaatan ICT dalam Kinerja Mengajar Guru ... 32
D. Asumsi ... 33
E. Kerangka pemikir ... 34
F. Hipotesis penelitian ... 35
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 36
B. Metode Penelitian dan Pendekatan Penelitian... 38
1. Metode Deskriptif... 39
2. Pendektana Kuantitatif ... 39
C. Lokasi... 40
D. Partisipan ... 40
1. Populasi ... 41
2. Sampel Penelitian ... 42
E. Definisi Operasional... 44
1. Kinerja Mengajar Guru ... 44
2. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran ... 45
F. Instrumen Penelitian ... 46
1. Pengujian Validitas Instrumen ... 50
2. Pengujian Realibitas Instrumen... 55
G. . Teknik Pengumpulan Data ... 57
H. Analisis Data... 58
1. Seleksi Data ... 58
2. Klasifikasi Data ... 59
3. Pengolahan Data ... 63
a. Menghitung kecenderungan skor responden dengan WMS... 63
b. Menghitung skor mentah menjadi skor baku ... 64
c. Uji normalitas distribusi data ... 66
d. Pengujian hipotesis penelitian ... 67
1) Analisis koefisien kolerasi ... 67
3) Uji koefisiensi determinasi ... 70
4) Analisis regresi ... 71
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian... 73
1. Perhitungan uji kecenderungan umum skor responden (hasil perhitungan WMS) ... 73
a. Hasil kecenderungan umum variabel X ... 74
b. Hasil kecenderungan umum variabel Y ... 80
2. Mengubah data mentah menjadi data baku ... 83
3. Uji normalitas ... 86
4. Pengujian hipotesis penelitian ... 88
a. Analisis koefisien kolerasi ... 88
b. Koefisien determinasi... 88
c. Signifikasi kolerasi... 89
d. Analisis regresi... 90
B. Pembahasan ... 93
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan ... 99
B. Implikasi ... 100
C. Rekomendasi ... 100
DAFTAR PUSTAKA ... 102
DAFTAR TABEL
No Nama Tabel Halaman
3.1 Alamat lokasi penelitian 40
3.2 Distribusi populasi penelitian 41
3.3 Distribusi sampel penelitian 44
3.4 Kisi-kisi instrumen penelitian 47
3.5 Kriteria penskoran alternatif jawaban 50
3.6 Rekapitulasi hasil ujian validitas variabel X 52
3.7 Rekapitulasi hasil ujian validitas variabel Y 54
3.8 Hasil uji realibilitas 57
3.9 Jumlah angket yang dapat diolah 59
3.10 Kriteria penskroran alternatif jawaban 60
3.11 Skor mentah variabel X dan variabel Y 60
3.12 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel X 64
3.13 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel Y 64
3.14 Pedoman interpretasi koeefisien korelasi 68
4.1 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel X 73
4.2 Konsultasi hasil perhitungan WMS variabel Y 74
4.3 Deskripsi kecenderungan skor variabel X 74
4.4 Deskripsi kecenderungan skor variabel Y 80
4.5 Skor baku variabel X dan Y 83
4.6 Hasil perhitungan uji normalitas variabel X 87
4.7 Hasil perhitungan uji normalitas variabel Y 87
4.8 Nilai korelasi antara variabel 88
4.9 Hasil perhitungsn koefisien determinasi 89
4.10 Hasil perhitungan uji signifikan 90
DAFTAR GAMBAR
No Nama Tabel Halaman
2.1 Kerangka pikir 34
2.2 Hipotesis penelitian 35
3.1 Desain penelitian 37
4.1 Grafik pemanfaatan ICT dalam pembelajaran 77
4.2 Grafik kinerja mengajar guru 81
DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat-surat Penelitian... 105
a. Surat Keputusan Pengangkatan Pembimbing Penyusunan Skripsi/KarayaIlmiah... 105
b. Surat Permohonan izin penelitian... 106
c. Surat Izin Penelitian ... 108
d. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 109
2. Alat Pengumpulan Data... 115
a. Angket Penelitian ... 115
b. Pedoman Wawancara... 121
c. Deskripsi Hasil Wawancara ... 122
3. Uji Validitas dan Realibilitas... 128
a. Perhitungan Uji Valditas Variabel X... 128
b. Perhitungan Uji Validitas Variaebl Y ... 130
c. Perhitungan Uji Realibilitas Variabel X... 133
d. Perhitungan Uji Realibilitas Variabel Y... 136
4. Data Penelitian dan Data Perhitungan ... 139
a. Data Mentah Penelitian Variabel X... 139
b. Data Mentah Penelitian Variabel Y... 155
5. Tabel Statistik ... 163
a. Tabel Chi-squere ... 163
b. Tabel Distribusi t Tabel ... 165
c. Tabel Product Moment... 166
6. Catatan Bimbingan Skripsi ... 167
a. Catatan Bimbingan dengan Pembimbinga 1 ... 167
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia karena keberhasilan dunia pendidikan sebagai faktor
dari penentu tercapainya tujuan pembangunan nasional dibidang
pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-Undang
Sistem Pendidikan Nasional bertumpu pada keyakinan pemerintah akan
pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia, bahwa pendidikan
merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya
melalui proses pembelajaran, maka pendidikan diharapakan dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu
bersaing di dunia global dan juga diharapkan mampu membentuk pola
pikir, akhlak, dan perilaku manusia agar sesuai dengan norma-norma yang
telah ada, seperti norma agama, budaya, adat istiadat, dll. Sesuai dengan
tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor.20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengemukakan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyrakat, bangsa, dan Negara.
Posisi guru dalam pendidikan merupakan garda terdepan dan sentral
terlaksananya proses pembelajaran maka berkaitan dengan kinerja guru
diperlukan adanya totalitas, dedikasi, maupun loyalitas sebagai seorang
pendidik yang pencetak bekal-bekal sumber daya (SDM). Guru
merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan yang harus berperan
secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional
sesuai dengan tuntutan di masyarakat yang semakin berkembang. Dalam
hal ini menjadi guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan
melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing bagi siswa
yang memberikan pengarahan dan menuntut siswa dalam belajar.
Kinerja guru merupakan elemen penting dalam pendidikan, selain itu
kinerja guru juga merupakan penentu tinggi rendahnya kualitas pendidikan
dan kualitas guru akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar.
Kualitas kinerja guru sangat menetukan pada kualitas hasil pendidikan
dikarenakan guru merupakan sosok yang paling sering berinteraksi secara
langsung dengan siswa pada saat proses pembelajaran. Kinerja mengajar
guru merupakan perilaku nyata yang ditunjukan guru pada saat dia
memberikan pelajaran kepada siswanya, pada saat melaksanakan interaksi
belajar mengajar di kelas termasuk bagaimana dia mempersiapkannya.
Kinerja mengajar guru menjadi sangat penting karena mempengaruhi
kualitas pendidikan di sekolah. Untuk itu berbagai upaya dilakukan
sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja mengajar gurunya. Karena
guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan
profesional.
Usaha dalam menciptakan guru yang profesional maka pemerintah
telah membuat aturan persyaratan. Dalam pasal 8 Undang-Undang Nomor
14 tahun 2015 tentang guru dan dosen mengemukakan bahwa guru wajib
memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki yaitu
memanfaatkan ICT dalam pembelajaran dan untuk pengembangan diri
agar menjadi guru yang profesional.
Seorang pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan
kompetensi, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, mengemukakan
bahwa guru mata pelajaran harus memenuhi kompetensi memanfaatkan
Hal itu sejalan juga dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,
mengemukakan bahwa dalam prinsip-prinsip penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran, guru diharuskan mampu menerapkan TIK.
Pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran adalah suatu kegiatan
belajar mengajar dimana guru memanfaatkan ICT (seperti slide presentasi
powerpoint yang diproyeksikan melalui LCD projector, mendayagunakan
email unutk pemberian tugas maupun pengumpulan tugas dan sebagainya,
menggunakan informasi digital, mendayagunakan flash, video dan CD,
menggunakan animasi dalam pembelajaran) dalam menyampaikan bahan
pelajar maupun penugasan yang disajikan kepada siswa. Salah satu kunci
pokok penyelenggaraan pemanfaatan ICT adalah sumber daya manusia
dalam hali ini adalah guru, maka hal yang penting yang harus dikuasi oleh
guru adalaha pemahaman terhadap ICT dan bagaimana memanfaatkan ICT
dalam pembelajaran.
Dalam jurnal online Dasriah M.Yahya (2013, hlm. 93) peneliti
mengemukakan bahwa pemanfaatan sarana pembelajaran berbasis
teknologi dan komunkasi di SMK Negeri 4 Makassar terlaksana dengan
langkah, ditemukan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran produktif untuk
semua kompetensi keahlian tidak semua pelajaran menggunakan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dari jumlah 96 orang guru di
SMK Negeri 4 Makasar hanya 50 orang guru yang melakukan
pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunaksi sehingga
pembelajaran berbasis TIK disekolah ini belum maksimal. Hal ini
disebabkan oleh penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang
belum merata, perubahan-perubahan tik itu sendiri berkembang terlalu
cepat dirasakan oleh guru yang baru mempelajari TIK. Hal ini
disebabakan banyak faktor salah satunya yaitu kemampuan guru, hasil
observasi menunjukkan bahwa dari 96 orang guru yang mengikuti pelatihan
orang guru belum bisa mengoperasikan komputer dengan lancar. Dari data
tersebut dapat disimpulkan bahwa 20,83% belum lancar menggunakan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Hal ini
dapat sebagai acuan untuk meningkatkan kemampuan guru di bidang
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Sedangkan dalam jurnal online Bonita Destiana (2013, hlm.
297-298) peneliti mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang
berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK di SMK Kabupaten Gunung
Kidul, salah satunya adalah kinerja guru. Berdasarkan penelitiannya
terbukti bahwa pengaruh pemanfaatan TIK terhadap kinerja guru sebesar
26,8%, sehingga semakin tinggi tingkat pemanfaatan TIK maka akan
semakin baik pula kinerja guru yang terakit dengan penggunaan TIK
dalam proses belajar mengajar dikelasnya. Pemanfaatan TIK dalam proses
pembelajaran dikelas sejauh ini masih digunakan guru sebagai alat bantu
pembelajaran, seperti untuk mengetik materi, membuat handout atau
modul pembelajaran dan untuk mengolah nilai siswa. Dengan kata lain,
guru sejauh ini belum sepenuhnya dapat menggunakan TIK sebagai media
terintegrasi untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja guru dalam proses
pembelajaran meliputi lima hal penting yakni: pemahaman materi,
pemilihan metode yang tepat, penggunaan media yang efektif, kemampuan
memberikan motivasi kepada siswa, dan mengevaluasi pembelajaran.
Penggunaan media yang efektif salah satunya dapat dilakukan dengan
memanfaatkan perangkat TIK. TIK tidak lagi digunakan sebagai alat bantu
tetapi sebagai media intergarasi, misalnya TIK dapat digunakan untuk
membuat media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, pemanfaatan
TIK tidak lagi hanya dapat digunakan sebagai alat bantu namun juga
sebagai media terintegrasi yang mendukung proses pembelajaran dikelas.
Kegunaan TIK dalam pembelajaran dikelas dan penyelesaian tugas
tersebut lebih lanjut akan menyebabkan guru cenderung lebih sering
menggunakan TIK unutk mempelancar aktivitas pekerjaan selanjutnya,
Terkait masalah pemanfaatan ICT dalam pembelajaran pada jurnal
diatas, hal serupa pun terjadi pada keadaan di SMK Negeri Juruan
Otomotif Bandung. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan
peneliti salah satu SMK Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung, masih
terdapat beberapa permasalahan diantaranya, masih terdapat guru yang
belum bisa memanfaatkan ICT pada proses pembelajaran, seperti
penggunaan presentasi/powerpoint yang diproyeksikan melalui LCD
projector, mendayagunakan email, masih berpusatnya pembelajaran pada
guru sehingga kurang efektif, kreatif dan efisien dalam pembelajaran.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu
pemanfaatan terhadap ICT. Pemanfaatan ICT di sekolah adalah salah satu
upaya untuk meningkatkan mutu dalam pendidikan. Pemanfaatan ICT
dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan mutu pendidikan dan
dalam proses pembelajaran akan lebih efektif, kreatif dan efisien. Era
globalisasi semakin menuntut kualitas sumber sumber daya manusia yang
mampu bersaing secara internasional. Sumber daya yang unggul hanya
akan berhasil oleh pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang inilah
yang harus terus menerus diupayakan, baik oleh penmerintah maupun oleh
para pelaksnaan pendidikan di lapang.
ICT berperan sebagai sarana untuk mengumpulkan, menyimpan,
mengelola, dan menyebarluaskan informasi dan pengetahuan dalam
berbagai bentuk cara. Informasi dan pengetahuan tersebut dapat
disebarkan dalam bentuk dan cara yaitu dapat disebarkan dalam bentuk
teks, gambar, grafik, suara, animasi, dan video, atau gabungan dari
semuannya ke berbagai sasaran secara interaktif melalui jaringan internet.
Dalam proses pembelajaran dapat di tingkatkan mutunya dan variasinya
cara penyimpanan dan penerimanya dengan menggunakan ICT.
Penggunaan komputer yang semakin meluas dan dikung oleh
banyak memberikan manfaat bagi guru. Guru dapat mewariskan bahan
bantu mengajar, menyampaikan bahan ajar, merekam dan menyampaikan
bahan ajar, merekam dan menyimpan informasi siswa, memproses ujian
hingga membuat pangkalan data interventaris peralatan, buku dan
sebagainya.
Dalam pengajaran penggunaan pemanfaatan ICT memerlukan
perencanaan yang baik dan efisien agar pembelajaran dapat lebih
maksimal kepada setiap siswa. Pemanfaaatan ICT dalalam pembelajaran
juga dapat memberi peluang pembelajaran yang lebih dinamis, menarik
minat serta meningkatkan ilmu pengetahuan yang relevan dan berguna
bagi siswa. Bahkan pemanfaatan ICT dapat memotivasikan siswa berpikir
secara kreatif selain dapat meningkatkan kegairahan bagi guru itu sendiri
dalam proses pendidikan.
Pemanfatan ICT dalam pembelajaran pada dasarnya melibatkan
penggunaan komputer untuk mencapai sasaran pengajar dan pembelajaran.
Selaian itu integrasi pengajaran komputer, turut membawa dimensi baru
dalam budaya mengajar dan budaya belajar sekolah. Oleh karena itu, guru
seharusnya melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan dan secara terus menerus
memperbaharuinya untuk mengikuti kebutuhan siswa dan lingkungan saat
ini. Salah satu kunci pokok penyelenggaraan pembelajaran dalam
pemanfaatan ICT adalah sumber daya manusia dalam hal ini adalah guru,
maka dari itu hal yang penting dikuasai oleh guru adalah pemahaman ICT
dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Selain itu, sekolah juga harus
menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran.
Maka berdasarkan uraian latar belakang diatas, bahawa kinerja
mengajar guru tidak lepas dari pengaruh ICT dalam pembelajaran. Peneliti
tertarik mengadakan penelitian untuk mengetahui Pengaruh ICT dalam
Pembelajaran Terhadap Kinerja Mengajar Guru Pada Sekolah Menegah
Kejuruan Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka
permasalahan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi dalam
pembelajaran dengan pemanfaatan ICT berpengaruh terhadap
kinerja mengajar guru di SMK Negeri jurusan otomotif di Kota
Bandung?
2. Apakah manfaat dari pemahaman dasar, menengah dan lanjut ICT
dalam Pembelajaran di SMK Negeri jurusan otomotif di Kota
Bandung?
3. Seberapa besar pengaruh Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran
Terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMK Negeri jurusan otomotif
di Kota Bandung?
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
bagaimana gambaran tentang pengaruh pemanfaatan ICT dalam
pembelajaran terhadap kinerja mengajar guru di SMKN jurusan
otomotif di kota Bandung.
2. Tujuan Khusus
Ada tujuan secara khusus yang diharapkan dari penelitian ini yaitu :
a. Terdeskripsinya kinerja mengajar guru di SMKN jurusan
otomotif di kota Bandng.
b. Terdeskripsinya mengenai pemanfaatan ICT dalam pembelajaran
terhdap kinerja mengajar guru di SMKN jurusan otomotif di kota
Bandung.
c. Teranalisisnya mengenai pengaruh pemanfaatan ICT dalam
pembelajran terhadap kinerja mengajar guru di SMKN jurusan
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memiliki beberapa manfaat seperti yang
penulis paparkan di bawah ini :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis
dan bermanfaat dalam memberikan tambahan wawasan berfikir ilmiah
sehingga dapat digunakan untuk pengembangan pengetahuan dalam
lingkup kajian Administrasi Pendidikan khususnya dalam mengenai
kinerja mengajar guru yang dilihat dari faktor pemanfaatan ICT dalam
pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan
guru dalam pemanfaatan ICT sehingga pembelajaran akan lebih
efekti, kreatif dan efisien.
b. Bagi Kepala Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam
meningkatkan kinerja mengajat guru khususnya dalam
pemanfaatan ICT.
c. Bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung
Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan dalam membina
guru untuk mrningkatkan kinerja mengajar guru khusunya dalam
pemanfaatan ICT.
d. Bagi Penulis
Menambah wawasan penulis mengenai pemanfaatan ICT
khususnya dalam pembelajaran terhdap kinerja mengajar guru.
e. Bagi Peneliti Berikutnya
Memberikan informasi pada peneliti lain atau dikembangkan lebih
lanjut yang hendak melakukan penelitian yang sesuai dan relevan
dengan penelitian ini.
Struktur skripsi yang ada pada buku pedoman penulisan karya ilmiah
Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2014/2015 yang didalamnya
terdiri dari :
BAB I yaitu berisi uraian tentang pendahuluan dan merupakan bagian
awal dari penulisan skripsi ini. Pendahuluan terdiri dari latar belakang
penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat atau
signifikan penelitian.
BAB II berisi mengenai kajian pustaka atau landasan teoristis yang
memiliki peran penting dalam penulisan skripsi. Kajian pustaka
memberikan konteks jelas terhadap topik atau permasalahan yang akan
diteliti, sehingga peneliti dapat membandingkan, mengontraskan, dan
memposisikan kedudukan masing-masing penelitian yang dikaji melalui
pengaitan dengan masalah yang sedang diteliti.
BAB III berisi penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian dan
bersifat prosedural, yang terdiri dari Desain Penelitian, Partisipan,
Populasi dan sampel, Instrumen penelitian, Prosedur penelitian, dan
Analisis data.
BAB IV mengenai temuan dan pembahasan, Bab ini menyampaikan
dua hal utama yaitu Temuan penelitian berdasarkan hasil pengolahan dan
analisis data dengan berbagai kemungkinan bentuknya sesuai dengan
urutan rumusan permasalahan penelitian, dan Pembahasan temuan
penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan
sebelumnya.
BAB V yang merupakan simpulan, implikasi dan rekomendasi yang
menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis
temuan penelitian sekaligus mengajukan hal-hal penting yang dapat
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan semua prosedur yang diperlukan
dalam melaksanakan penelitian agar didapatkan informasi yang
dibutuhkan untuk pemecahan masalah penelitian dan memberi
pertanggung jawaban atas semua langkah yang dilakukn dalam penelitian.
Menurut Kerlinger dalam Noor (2011, hlm. 108) mengemukakan bahwa:
Desain penelitian diklasifikasi sebagai rencana dan struktur investigasi yang buat sedemikian rupa sehingga diperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. Rencana penelitian mencakup garis besar dari apa yang akan dilakukan seorang peneliti mulai dari penulisan hipotesis serta implikasi operasionalnya hingga ke analisis akhir data.
Nasution (2009, hal. 23-24) mengemukakan kegunaan desain
penelitian, yaitu:
1. Desain memberikan pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya. Dalam penelitian, desain merupakan syarat mutlak agar dapat meramalkan sifat pekerjaan serta kesulitan yang akan dihadapi.
2. Desain menentukan batasan-batasan penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian.
3. Desain penelitian selain memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan juga memberikan gambaran tentang macam-macam kesulitan yang akan dihadapi yang mungkin juga telah dihadapi oleh peneliti lain.
Dari penjelasan diatas, bahwa desain penelitian akan memudahkan peneliti
dalam melaksanakan penelitiannya dan bertujuan untuk memberi
pertanggung jawaban terhadap semua langkah yang diambil dalam
penelitian sehingga diketahui prosedur yang jelas dalam memecahkan
masalah penelitian. Dengan desain penelitian dapat diketahui pola
mengenai penelitian yang akan dilaksanakan dan mempermudah penelitian
dalam melaksanakannya penelitiannya. Berdasarkan pendapat para ahli
Gambar 3.1 Desain Penelitian
Dalam desain penelitian, peneliti menggambarkan desain
penelitian dalam bentuk sistem yang terdiri dari tiga bagian sistem yaitu
input, proses dan output. Di bagian input itu menggambarkan latar
belakang masalah penelitian, ini dilakukan dimulai dari studi pendahuluan
untuk menentukan masalah yang akan diteliti. Setelah ditentukannya
permasalahan yang akan diteliti kemudian, peneliti merumuskan
permasalahannya ke dalam Latar Belakang Masalah yang di dalamnya
menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi terkait permasalahan
yang akan diteliti. Selanjutnya dibuat rumusan masalah penelitian yang
Input Proses Output
Studi Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Asumsi dan Hipotesis
Kesimpulan
Metode Penelitian dan
Pendekatan Masalah yang
akan diteliti
Pengumpulan Data:
1. Seleksi Angket/ Uji Validitas 2. Pengolahan
Data Rekomendasi
Perhitungan Statistik
L A P O R A N
kemudian rumusan masalah tersebut akan memperjelas alur penelitian
melalui asumsi dan hipotesis penulis, setelah itu menentukan metode dan
pendekatan penelitian yang akan digunakan. Tahap kedua dari penelitian
ini adalah proses meliputi pengumpulan data yang diperlukan sesuai
dengan metode dan pendekatan yang digunakan. Setelah data terkumpul
selanjutnya dilakukan analisis data dan teknik pengelolaan data untuk
menguji hipotesis penelitian. Tahapan selanjutnya yaitu output, setelah
dilakukan pengolahan data hasil yang didapat merupakan jawaban
terhadap rumusan masalah. Dari hasil penelitian ini nantinya dapat ditarik
kesimpulan serta rekomendasi dari masalah yang telah diteliti sebagai
feedback dari peneliti bagi sekolah yang diteliti. B. Metode Penelitian dan Pendekatan Penelitian
Dalam melakukan suatu penelitian diperlukan cara untuk
tahap-tahapan untuk menyelesaikan penelitian yang disebut metode penelitian.
Sugiyono (2014, hlm. 2) bahwa “metode penelitian pada dasarnya
merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu”. Menurut Purwanto (2010, hlm. 164) mengemukakan bahwa “Metode
merupakan salah satu syarat ilmu. Usaha mencapai kebenaran ilmu
dilakukan menggunakan metode tertentu hingga sampai kepada
pemecahan masalah”.
Berdasarkan pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
metode penelitian merupakan suatu cara dan tahapan-tahapan tertentu,
yang didasarkan pada cara ilmiah untuk mencapai tujuan penelitin dengan
cara mengumpulkan data yang relevan kemudian dianalisis sehingga
menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk memperoleh jawaban dari penelitian yang berjudul
“Pengaruh Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Terhadap Kinerja Mengajar Guru pada SMK Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung”
yang sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka
1. Metode Deskriptif
Metode deskriptif merupakan metode untuk memahami dan
menjelaskan masalah yang sedang terjadi pada saat ini. Nazir (2003,
hlm. 54), menjelaskan bahwa:
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, dan tujuan dari metode deskriptif ini adalah untuk membantu deskrpsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.
Adapun tujuan dari metode deskriptif menurut Sumadi
Suryabarata (2010, hlm. 75) yaitu “untuk membuat pencandraan
secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan
sifat-sifat populasi atau daerah tertentu”.
Berdasarkan uraian diatas, bahwa penggunaan metode
deskriptif dipusatkan pada masalah-masalah yang aktual pada daerah
tertentu yang terjadi pada saat ini. Melalui metode deskriptif ini,
diharapkan bisa mendapatkan informasi yang tepat dan gambaran
yang jelas dan lengkap secara faktual mengenai pengaruh
pemanfaatan ICT dalam pembelajaran terhadap kinerja mengajar guru
di SMK Negeri Jurusan Otomotif di Kota Bandung.
2. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang
menggunakan metode bilangan untuk mendeskripsikan observasi
suatu objek atau variabel, dimana bilangan merupakan menjadi bagian
dari pengukuran yang kemudian akan dihitung melaluli perhitungan
statistik. Menurut Nana Sudjana (1996, hlm. 53) mengemukakan
pentingnya metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif sebagai
berikut:
atau menjelaskan peristiwa atau suatu kejadian yang terjadi pada saat sekarang dalam bentuk angka yang bermakna.
Pendekatan kuantitatif ini digunakan dalam rangka mengetahui
seberapa besar pengaruh variabel X yaitu pemanfaatan ICT dalam
pembelajaran terhadap variabel Y yaitu kinerja mengajar guru dengan
cara mengukur dan menghitung apa yang menjadi indikator
masing-masing variabel sehingga diperolehnya deskripsi dan korelasi antara
variabel-variabel penelitian melalui perhitungan statistika.
C. Lokasi
Dalam penelitian dibutuhkan suatu objek, dimana objek tersebut
digunakan sebagai sumber data terhadap masalah-masalah yang
dikemukakan dalam penelitian.oleh karena itu sesuai dengan
masalah-masalah yang tealah dikemukakan dalam penelitian maka pada bagian ini
akan diuraikan hal-hal yang berhubungan dengan lokasi dan objek yang
akan diteliti.
Lokasi penelitian merupakan tempat yang akan dilaksanakannya
penelitian. Lokasi yang dijadikan tempat penelitian ini adalah SMK Negeri
Jurusan Otomotif di Kota Bandung yang berjumlah 4. Adapun alamat
masing- masing sekolahnya yaitu :
Tabel 3.1
Alamat Lokasi Penelitian
No Naman Sekolah Alamat Sekolah
1S SMK Negeri 8 Kota Bandung Jl. Kliningan No.31
2 SMK Negeri 6 Kota Bandung Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung)
3 SMK Negeri 14 Kota Bandung Jl. Cijawura Hilir No. 341
4 SMK Negeri PU Bandung Jl. Garut No.10 Bandung 42071
Sumber : Data Dinas Kota Bandung Tahun 2014-2015
D. Partisipan
Partisipan dalam penelitian ini adalah semua guru yang ada di SMK
Setiap penelitian memerlukan sumber data untuk menguji
hipotesis atau untuk menjawab masalah yang akan diteliti dan
dianalisis kemudiandiperolehnya kesimpulan. Menurut Sugiyono
(2014, hlm 80) bahwa “populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya”.
Sementara itu, Nawawi (2003) dalam Riduwan dan Akdon
(2010:237) menyebutkan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai
yang mungkin, baik hasil menghitung atau pun pengukuran kuantitatif
maupun kualitatif pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan
objek yang lengkap. Menurut Margono (2010:118) bahwa “populasi
adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang
lingkup dan waktu yang kita tentukan”.
Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan, bahwa untuk
mendapatkan populasi yang relavan, maka seorang peneliti harus
mengidentifikasi jenis data yang ditentukan yang mengacu pada
permasalahan yang akan diteliti.
Adapun permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah seberapa
besar pengaruh pemanfaatan ICT terhadap kinerja mengajar guru di
SMK Negeri bidang otomotif Se-Kota Bandung. Atas dasar
permasalahan tersebut, maka menjadi populasi pada penelitian ini
adalah guru SMK Negeri se-Kota Bandung yang berjumlah 503.
Berikut paparan data jumlah guru pada masing-masing sekolah:
Tabel. 3.2
Distribusi Populasi Penelitian
No Naman Sekolah Jumlah Guru
1 SMK Negeri 8 Kota Bandung 93
2 SMK Negeri 6 Kota Bandung 188
3 SMK Negeri 14 Kota Bandung 94
Jumlah Populasi 503
Sumber: Data Dinas Pendidikan Kota Bandung Tahun 2014/2015
2. Sampel Penelitian
Sampel penelitian merupakan bagian tertentu dari populasi yang
dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi (refresentatif), sampel
digunakan untuk mempermudah melakukan penelitian. Menurut
Sugiyono (2014, hlm. 81), bahwa “Sempel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Pendapat
lainnya dari Riduwan dan Akdon (2010, hlm. 240), “sampel adalah
bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu
yang akan diteliti”. Sejalan dengan pendapat para ahli tersebut, bahwa
dalam menarik sampel digunakan cara-cara tertentu, sehingga untuk
mendapatkan sampel yang refresentatif diperlukan teknik-teknik yang
tepat.
Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel dalam penelitian
ini adalah teknik Probability Sampling melalui Proportionate
Stratifed Random Sampling. Menurut Riduwan (2013, hlm. 58), bahwa “Proportionate Stratifed Random Sampling ialah pengambilan
sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara
proposional, dilakukan sampling ini apabila anggota populasinya
heterogen (tidak sejenis). “Begitu pula untuk menentukan jumlah
sampel yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2011, hlm 126), bahwa:
Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan untuk umum).
Lebih jelasnya lagi dikemukakan oleh Surakhmad (1994, (dalam
Riduwan, 2013, hlm 65):
s = 15% +
. (50%
15%)Dimana :
S = Jumlah sampel yang diambil
n = Jumlah anggota populasi
Berikut penerapan rumus diatas dalam pengambilan sampel penelitian ini :
s = 15% +
. (50% 15%) s = 15% +
. (50% 15%)
s = 15% +
. (50% 15%)
s = 15% +
. (50% 15%)s = 15% +
. (35%)s = 15% +
%s = 34.32%
Jadi, jumlah sempel sebesar 503 34.32% 172,6 dibulatkan
menjadi 173 responden.
Berdsarkan hasil penghitungan tersebut, diperoleh hasil sampel
dari keseluruhan populasi yaitu sebanyak 173 guru. Untuk
menghitung sampel dari jumlah populasi masing-masing sekolah,
dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus dari Sugiyono
(dalam Akdon, 2008, hlm 108), yaitu:
. n
Keterangan :
= jumlah sampel menurut stratum
n = jumlah sampel seluruhnya
N = jumlah populasi seluruhnya
[image:30.596.156.515.199.436.2]Berikut hasil penghitungan rumus diatas
Tabel 3.3
Distribusi Sampel Penelitian
No Nama Sekolah Jumlah
Guru
. n Jumlah Sampel
1 SMK Negeri 8 Kota
Bandung
93
. 173
= 31,98 32
2 SMK Negeri 6 Kota
Bandung
188
. 173 = 64,66
65
3 SMK Negeri 14 Kota
Bandung
94
. 173 = 32,33
32
4 SMK Negeri PU
Bandung
128
. 173 = 44,02
44
Jumlah 503 173
E. Definisi Operasional
Definisi operasional dalam penelitian bertujuan untuk menghindari
perbedaan persepsi antara peneiti dan pembaca. Di dalam definisi
operasional menjelaskan pengertian atau definisi dari masing-masing
variabel dan teknik pelaksanaannya. Berikut definisi operasional dalam
penelitian ini adalah:
1. Kinerja Mengajar Guru
Menurut Stoner (dalam Imam Wahyudi, 2012, hlm 86) bahwa
“Kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerja yang diselesaikan”.
Menurut Mangkunegara (dalam Imam Wahyudi, 2012, hlm. 86)
bahwa, “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai
(dalam Kosim, 2007:26), yang dimaksud dengan kinerja guru dalam
proses belajar mengajar adalah kesanggupan atau kecakapan para guru
dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan
peserta didik yang mencakup suasana kognitif, afektif dan
psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan
perencana sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar
mencapai tujuan pengajaran.
Dari beberapa definisi diatas, diperoleh kesimpulan bahwa
seorang guru harus memiliki kemampuan dan kecakapan dalam
menjalankan tugas dan fungsinya agar mencapai tujuan yang sudah
ditentukan. Tanpa kemampuan mengajar yang baik dari meteri yang
ada dikurikulum yang pada akhirnya memberikan rasa bosan bagi
guru maupun peserta didik.
Dalam penelitian ini, kinerja mengajar guru yaitu kemampuan
yang dihasilkan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai
pengajar yang meliputi menyusun rencana pembelajaran, evaluasi
pembelajaran, dan tindak lanjut dari hasil proses pembelajaran
2. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran
Menurut Kementrian Negara Riset dan Teknologi (dalam
Asmani, 2011:100), Information and Communication Technology
(ICT) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan teknologi informasi
dan komunikasi sebagai bagian ilmu pengetahuan dan teknologi adalah
semua teknologi informasi yang berhubungan dengan pengambilan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian
informasi. Menurut Anatta Sannai (dalam Asmani, 2011:100)
teknologi informasi dan komunkasi adalah sebuah media atau alat
bantu dalam memperoleh pengetahuan antara seseorang kepada orang
lain.
Seperti yang tercantum dalam pendidikan Permendiknas Nomor
16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru, bahwa guru mata pelajaran harus memenuhi kompetensi
pembelajaran yang diajarakan. Hal ini sejalan juga dengan
Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa dalam prinsip-prinsip
penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, guru diharuskan
mamapu menerapkan TIK, oleh karena itu guru dituntut untuk
menguasai.
TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk menunjang proses
pembelajaran, dalam penelitian ini pemanfaatan ICT dalam
pembelajaran membantu mengoptimalkan proses pembelajaran
didalam kelas serta pengajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan
aktivitas dan pembelajaran.
F. Instrumen Penelitian
Sugiyono (2014, hlm. 102) mengemukakan bahwa “Instrumen
penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam
maupun sosial yang diamati”. Secara spesifik semua fenomena semua
fenomena ini disebut variabel penelitian, instrumen penelitian digunakan
untuk memperoleh data yang diperlukan.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
angket. Menurut Riduan (2013, hlm 71) “Angket adalah daftar pertanyaan
yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons
(responden) sesuai dengan permintaan pengguna”. Kemudian, Sugiyono
(2014, hlm 142) bahwa “Kuisoner merupakan teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.
Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup (berstruktur).
Sugiyono (2013, hlm 72) mengemukakan bahwa:
Jadi, tujuan penyebaran angket yaitu untuk meminta informasi atau
keterangan yang lengkap kepada responden yang berhubungan dengan
variabel yang diteliti. Kisi-kisi intrumen penelitian Pengaruh Pemanfaatan
[image:33.596.147.568.268.743.2]ICT dalam Pembelajaran Terhadap Kinerja Mengajar Guru.
Tabel 3.4
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Varibel Dimensi Indrikator No.
Item
Variabel X (Pemanfaata n ICT dalam pembelajara n)
Kompetensi Dasar
1. Mengenal komponen-komponen perangkat keras dan fungsinya masing- masing
1,2
2. Mengenal fungsi sistem operasi dasar
3,4,5
3. Menghidupkan dan mematikan komputer
6
4. Memasang dan mengoprasikan printer dan proyektor LCD
7,8
5. Memiliki keterampilan papan tombol dan mouse dasar
9
6. Memahami dan bisa
menggunakan fungsi sistem operasi dasar.
10,11
7. Mengetahui kategori perangkat lunak
12
8. Melakukan operasi pengolah kata dasar.
13,14
9. Melakukan presentasi dan operasi multimedia .
15,16
10.Mengenal peralatan memory 17,18
11.Mampu mengakses internet 19, 20, 21, 22
12. Mengenal teknologi perangkat keras dan perangkat lunak tingkat lanjutan.
23
Kompetensi Menengah
1. Meng-Install dan mengoprasikan peralatan tambahan.
24
2. Memahami dan mampu menggunakan fungsi-fungsi
sistem operasi lainnya.
3. Mengorganisasikan file, folder dan direktori
26
4. Memiliki pengetahuan yang baik tentang perangkat lunak dan mampu menggunakan berbagai kategori perangkat lunak.
27
5. Melakukan operasi pengolah kata. 28,29, 30
6. Melakuakan presentasi dasar dan operasi multimedia
31, 32
7. Menggunakan peralatan memory. 33
8. Men-download perangkat lunak
freeware dan shareware
34
9. Melakukan penelusuran lanjutan untuk menemukan informasi.
35
10.Mengorganisasikan e-mail. 36, 37,38, 39
11.Mampu menggunakan perangkat keras baru dan peralatan
tambahan dan perangkat lunak
40
Kompetensi Lanjutan
1. Melakukan pemeliharaan perangkat keras dan peralatan tambahan secara terjadwal
41
2. Mampu memecahkan kesulitan masalah berkaitan dengan perangkat keras, perangkat lunak dan peralatan tambahan yang umum
42
3. Mampu bekerja dalam lingkungan jaringan
43,44
4. Mampu mengelola komputer lokal menggunakan perangkat sistem yang tersedia dalam sistem operasi.
45, 46,47
5. Melakukan operasi presentasi dan multimedia lanjutan
48,49
6. Mengoprasikan file dari suatu peralatan memory ke yang lainnya.
7. Men-setup koneksi baru internet 51
8. Mampu bergabung dan berpartisipasi dalam e-group
52
9. Membuat dan meng-upload halaman Web
53
10.Menggunakan dan mengelola
learning management system
(LMS) online
54,55
11.Meng-install dan unistall perangkat keras, peralatan tambahan dan perangkat lunak baru.
56
Variabel Y (Kinerja Mengajar Guru) Merencanakan kegiatan pembelajaran
1. Merencanakan pengelolaan pembelajaran
1,2
2. Menetapkan metode pembelajaran bervariatif
3, 4
3. Menentukan media pembelajaran yang bervariatif
5, 6, 7, 8
4. Menentukan teknik dan alat evaluasi hasil belajar
9, 10
Melaksanakan hasil pembelajaran
1. Melakukan kegiatan pembelajaran 11, 12
2. Menguasai bahan ajar 13, 14
3. Menyampaikan materi pelajaran 15, 16, 17
4. Menggunakan metode mengajar sesuai dengan rencan
pembelajaran
18
5. Mengelola pembelajaran 19, 20, 21, 22
Mengevaluasi hasil pembelajaran
1. Mengadakan tes 23, 24
2. Mengelola hasil penilaian 25, 26
3. Menganalisi hasil evaluasi 27
4. Melaporkan hasil penilaian 28 5. Melaksanakan program
remedial/perbaikan/pengayaan
29, 30
Dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian yaitu
instrumen Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran (X) dan Kinerja
Mengajar Guru (Y). Teknik pengukuran dalam penelitian ini
Liker digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang
atau kelompok orang tentang fenomena sosial”.
Dalam skala Likert, variabel yang akan diukur dan dijabarakn
menjadi indikator, kemudian indikator dijadikan ukuran untuk menyusun
item-item penyusunan atau pernyataan. Setiap alternatif jawaban
mengguanakn skor penilaian yang berkisar 1 sampai 5 dengan perincian
[image:36.596.204.462.280.498.2]tabel berikut:
Tabel 3.5
Kriteria Penskoran Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
Variabel X
Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (ST) 4
Ragu-Ragu (RG) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Alternatif Jawaban Variabel Y
Skor
Selalu (SL) 4
Sering (SR) 3
Kadang (KD) 2
Tidak Pernah (TP) 1
Sebelum melakukan pengumpulan data, angket yang sudah dibuat
terlebih dahulu diujicobakan agar mengetahui kelemahan atau kekerungan
dalam hal redaksi, alternatif jawaban yang tersedia maupun pernyataan
dari jawaban angket. Untuk menguji alat pengumpulan data peneliti
melakukan uji coba kepada 30 guru di SMKN 8 Bandung. Selanjutnya
akan dilakukan uji validitas dan reabilitas.
1. Pengujian Validitas Instrumen
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kelayakan
suatu alat ukur. Dengan uji validitas suatu instrumen itu bisa dilihat
Sugiyono (2013, hlm 173) mengemukakan bahwa instrumen yang
valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data
(mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Untuk mengetahui instrumen penelitian ini dapat digunakan atau
tidak maka dilakukan uji validitas pada setiap item pernyataan dalam
instrumen. Pengujian dilakukan dengan cara menganalisis dari setiap
item dengan mengkorelasikan nilai per item dengan nilai total dari
setiap responden. Pada pengujian ini menggunakan bantuan Ms.
Execel 2010. Sementara teknik yang digunakan untuk menguji dalam
pengujian validitas ini menggunakan rumus Kolerasi Product Moment, sebagai berikut :
√
Keterangan :
=
Koefisien Kolerasin = Jumlah responden
∑XY = Jumlah perkalian dari X dengan Y
∑X = Jumalah nilai pada butir
∑Y = Jumlah nilai total
∑ = Jumlah nilai X yang dikuadratkan
∑ = Jumlah Nilai Y yang dikuadratkan
Selanjutnya dihitung dengan uji signifikan (uji t) dengan rumus
sebagai berikut :
√
Keterangan :
=
Nilai=
Koefisien Kolerasii Hasil dari=
Jumlah RespondenDistribusi tabel t untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n-2), kaidah keputusan jika : >
,
maka itu valid, sebaliknya jika < maka itu tidak valid. Berdasarkanhasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut
(terlampir) dan dengan bantuan Microsoft Execel2010, maka
[image:38.596.180.569.379.727.2]diperoleh hasil dari validitas tiap item adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6
Rekaptulasi Hasil Uji Validitas
Variabel X (Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran) No.
Item
Koefisien Kolerasi (
Harga (
Harga (
Keterangan Keputusan
1 0,217 1,175 1,701 Tidak Valid Di Revisi
2 0,240 2,307 1,701 Tidak Valid Di Revisi
3 0,680 4,049 1,701 Valid Diambil
4 0,599 3,956 1,701 Valid Diambil
5 0,599 3,956 1,701 Valid Diambil
6 0,519 3,210 1,701 Valid Diambil
7 0,537 3,366 1,701 Valid Diambil
8 0,394 2,267 1,701 Valid Diambil
9 0,531 3,316 1,701 Valid Diambil
10 0,643 4,440 1,701 Valid Diambil
11 0,642 4,426 1,701 Valid Diambil
12 0,579 3,758 1,701 Valid Diambil
13 0,695 5,118 1,701 Valid Diambil
15 0,769 6,374 1,701 Valid Diambil
16 0,764 6,271 1,701 Valid Diambil
17 0,727 5,610 1,701 Valid Diambil
18 0,740 5,818 1,701 Valid Diambil
19 0,786 6,718 1,701 Valid Diambil
20 0,620 4,180 1,701 Valid Diambil
21 0,760 6,192 1,701 Valid Diambil
22 0,803 7,128 1,701 Valid Diambil
23 0,599 3,959 1,701 Valid Diambil
24 0,518 3,202 1,701 Valid Diambil
25 0,532 3,322 1,701 Valid Diambil
26 0,375 2,141 1,701 Valid Diambil
27 0,805 7,171 1,701 Valid Diambil
28 0,748 5,968 1,701 Valid Diambil
29 0,838 8,131 1,701 Valid Diambil
30 0,655 4,582 1,701 Valid Diambil
31 0,718 5,461 1,701 Valid Diambil
32 0,818 7,514 1,701 Valid Diambil
33 0,780 6,587 1,701 Valid Diambil
34 0,758 6,147 1,701 Valid Diambil
35 0,808 7,264 1,701 Valid Diambil
36 0,772 6,436 1,701 Valid Diambil
37 0,779 6,571 1,701 Valid Diambil
38 0,723 5,534 1,701 Valid Diambil
39 0,809 7,284 1,701 Valid Diambil
40 0,612 4,092 1,701 Valid Diambil
41 0,484 2,925 1,701 Valid Diambil
42 0,613 4,108 1,701 Valid Diambil
43 0,660 4,643 1,701 Valid Diambil
44 0,601 3,982 1,701 Valid Diambil
46 0,751 6,019 1,701 Valid Diambil
47 0,658 4,622 1,701 Valid Diambil
48 0,660 4,651 1,701 Valid Diambil
49 0,676 4,855 1,701 Valid Diambil
50 0,654 4,572 1,701 Valid Diambil
51 0,635 4,346 1,701 Valid Diambil
52 0,751 6,014 1,701 Valid Diambil
53 0,717 5,443 1,701 Valid Diambil
54 0,586 3,830 1,701 Valid Diambil
55 0,637 4,374 1,701 Valid Diambil
56 0,749 5,977 1,701 Valid Diambil
Setelah melakukan uji validitas terhadap angket variabel X, ada 2
item yang tidak valid yaitu item no 1 dan 2 dari 56 item. Untuk
analisis data selanjutnya, peneliti memutuskan untuk merevisi kedua
[image:40.596.179.569.83.322.2]item tersebut.
Tabel 3.7
Rekaptulasi Hasil Uji Validitas Variabel Y (Kinerja Mengajar Guru) No.
Item
Koefisien Kolerasi (
Harga (
Harga (
Keterangan Keputusan
1 0,434 1,175 1,701 Valid Diambil
2 0,504 1,307 1,701 Valid Diambil
3 0,625 4,049 1,701 Valid Diambil
4 0,691 3,956 1,701 Valid Diambil
5 0,617 3,956 1,701 Valid Diambil
6 0,752 3,210 1,701 Valid Diambil
7 0,730 3,366 1,701 Valid Diambil
8 0,766 2,267 1,701 Valid Diambil
10 0,736 4,440 1,701 Valid Diambil
11 0,629 4,426 1,701 Valid Diambil
12 0,515 3,758 1,701 Valid Diambil
13 0,572 5,118 1,701 Valid Diambil
14 0,806 5,748 1,701 Valid Diambil
15 0,856 6,374 1,701 Valid Diambil
16 0,830 6,271 1,701 Valid Diambil
17 0,805 5,610 1,701 Valid Diambil
18 0,790 5,818 1,701 Valid Diambil
19 0,645 6,718 1,701 Valid Diambil
20 0,735 4,180 1,701 Valid Diambil
21 0,724 6,192 1,701 Valid Diambil
22 0,594 7,128 1,701 Valid Diambil
23 0,307 3,959 1,701 Valid Diambil
24 0,590 3,202 1,701 Valid Diambil
25 0,568 3,322 1,701 Valid Diambil
26 0,675 2,141 1,701 Valid Diambil
27 0,673 7,171 1,701 Valid Diambil
28 0,513 5,968 1,701 Valid Diambil
29 0,722 8,131 1,701 Valid Diambil
30 0,634 4,582 1,701 Valid Diambil
Setelah melakukan uji validitas terhadap angket variabel Y,
semua item dikatakan valid. Untuk analisis data selanjutnya, peneliti
memutuskan untuk mengambil semua item tersebut.
2. Pengujian Reliabilitas Instrumen
Setelah melakukan uji validitas, instrumen penelitian selanjutnya
diuji reliabelnya untuk kedua variabel yaitu variabel X dan variabel Y.
Reliabel berarti dapat dipercaya. Sugiyono (2013, hlm 115) bahwa
artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan”. Dalam proses uji reliabilitas ini dibantu menggunakan Microsoft Execel 2010, dan
setelah itu dilakukan proses dengan menggunakan metode Alpha.
Seperti yang dikemukkan oleh Riduwan dan Sunarto (2013, hlm 115)
bahwa “metode mencari relibilitas internal yaitu dengan menganalisis
relibilitas alat ukur dari satu kali pengukuran, rumus yang digunakan
adalah Alpha”. Rumus Alpha sebagai berikut :
= (
) . (
Dimana :
= Nilai Realibilitas
= Jumlah varians skor tiap-tiap item
= Varian total
= Jumlah item
Langkah-langkah mencari nilai realibilitas dengan metode Alpha
yaitu:
o Langkah 1
Menghitung Varians Skor tiap-tiap item dengan rumus :
Keterangan :
= Varians skor tiap-tiap item
= Jumlah kuadrat item
= Jumlah item dikuadratkan = Jumlah responden
o Langkah 2
=
+ … +
=
Jumlah varians setiap itemo langkah 3
Menghitung varians total dengan rumus:
Keterangan :
= Varians skor total
= Jumlah kuadrat skor total
= Jumlah skor total dikuadratkan = Jumlah responden
o Langkah 4
Menghitung dengan menggunakan rumus Alpha yaitu :
= (
) . (
Setelah diketahui nilai relibilitas yang menggunakan rumus
diatasa, maka selanjutnya adalah mencari nilai tabel r Person Product
Moment. Diketahui signifikan untuk α – 0,05 dan dk = N – 1 = 30 – 1 = 29, signifikasi 5%, maka diperoleh = 0,367. Selanjutnya setelah diketahui nilai dan , kemudian membuat keputusan dengan membandingkan nilai dengan yang keputusannya sebagai berikut : jika > berarti Reliabel dan jika <
maka Tidak Reliabel.
Setalah dilakukan perhitungan uji reliabilitas (terlampir) maka
[image:43.596.186.503.74.637.2]diperoleh hasil uji reliabilitas variabel X dan variabel Y yaitu :
Variabel Kesimpulan Variabel X
(Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran)
1,020 0,367 Reliabel
>
Variabel Y
(Kinerja Mengajar Guru)
1,041 0,367 Reliabel
>
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan
melalui angket, wawancara, pengamatan, dokumentasi dan lainnya.
Penelitian dapat menggunakan salah satu dari teknik yang telah dijelaskan
sebelumnya atau menggabungkan beberapa teknik tersebut.
Dalam memperoleh data yang akurat dan relevan dengan masalah
yang diteliti, maka penelitian menggunakan teknik komunikasi tidak
langsung dan langsung yaitu berupa angket dan wawancara. Angket
disusun pada suatu daftar tertulis yang berupa pertanyaan atau pernyataan
untuk mendapatkann informasi dari responden dan pedoman wawancara
yang disusun yang berupa pertanyaan untuk mendapatkan informasi dari
Kepala Sekolah sebagai data pendukung penelitian. Bentuk angket yang
disebar berupa angket tertutup yang disetiap pernyataan telah disertai
alternatif jawaban, wawancara dilakukan secara langsung atau tertulis oleh
Kepala Sekolah.
H. Analisis Data
Analisis data adalah suatu tahapan yang dilakukan peneliti setelah
semua data terkumpul kemudian dimaknai untuk menjaawab
permasalahan pada penelitian. Menurut Riduwan dan Akdon (2010, hlm
147) analaisis data bahwa :
data yang berhasil diperoleh peneliti selama peneliti ini berlangsung, sehingga akan diketahui makna dan keadaan yang sebenarnya dari apa yang diteliti.
Berdasarkan pendapat diatas, dalam pengolahan data yang telah
terkumpul harus dilakukan secara sistematis, langkah-langkah yang
dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Seleksi Data
Pada tahap ini yang dilakukan yaitu memeriksa dan menyeleksi
data yang terkumpul dari responden. Dalam seleksi angket penelitian
memeriksa kembali kelengkapan jumlah angket dan kesesuaian
pengisian angket. Setelah melakukan penyeleksian data maka dapat
diketahui bahwa jumlah angket yang terkempul sesuai dengan jumlah
angket yang tersebar dan telah terisi seluruh item pertanyaan sesuai
dengan petunjuk sehingga angket dapat diolah seluruhnya. Adapun
rekapitulasi jumlah angket yang tersebar, terkumpul, dapat diolah, dan
[image:45.596.152.545.429.616.2]tidak dapat diolah dinyatakan dalam tabel berikut:
Tabel 3.9
Jumlah Angket yang Dapat Diolah
No Nama Sekolah Jumlah
Sampel
Jumlah Angket
Tersebar Terkumpul
Dapat Diolah
1 SMK Negeri 6 Bandung 65 65 65 65
2 SMK Negeri 8 Bandung 32 35 32 32
3 SMK Negeri 14 Bandung 32 35 33 32
4 SMK Negeri PU Bandung 44 45 45 42
Jumlah 173 180 176 173
2. Klasifikasi Data
Setelah data yang sudah terkumpul dan setelah melakukan
pemeriksaan data, langkah berikutnya yaitu mengklasifikasi data
berdasarkan variabel penelitian X (Pemanfaatan ICT dalam
sampel penelitian. Klasifikasi dilakukan untuk mengetahui
kecenderungan rata-rata responden terhadap dua variabel penelitian.
Kemudian memberikan skor pada setiap jawaban yang telah diberikan
oleh masing-masing responden yang sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan yaitu dengan menggunakan skala likert. Jumlah skor yang
berasal dari responden merupakan skor mentah dari masing-masing
variabel yang berfungsi sebagai sumber untuk pengolahan data
selanjutnya.
Dibawah ini merupakan tabel pemberian skor pada tiap-tiap
alternative jawaban dengan aturan yang sudah ditetapkan adalah
[image:46.596.236.442.371.707.2]sebagai berikut:
Tabel 3.10
Kriteria Penskoran Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban
Variabel X
Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (ST) 4
Ragu-Ragu (RG) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS)
1
Alternatif Jawaban Variabel Y
Skor
Selalu (SL) 4
Sering (SR) 3
Kadang (KD) 2
Dari kriteria penskoran alternatif jawaban, maka diperoleh skor
mentah variabel X (Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran) dan
[image:47.596.162.542.186.732.2]Variabel Y (Kinerja Mengajar Guru) sebagai berikut:
Tabel 3.11
Skor Mentah Variabel X dan VAriabel Y
No
Skor
Mentah No
Skor
Mentah No
Skor Mentah
X Y X Y X Y
1 265 78 59 216 76 117 206 99
2 224 86 60 220 75 118 259 90
3 190 82 61 215 73 119 217 99
4 193 73 62 234 75 120 275 102
No
Skor
Mentah No
Skor
Mentah No
Skor Mentah
X Y X Y X Y
5 278 82 63 232 66 121 203 82
6 217 79 64 216 98 122 259 103
7 256 81 65 252 68 123 223 95
8 237 70 66 262 67 124 214 74
9 224 89 67 240 74 125 217 111
10 206 96 68 266 91 126 218 114
11 216 87 69 213 76 127 241 101
12 233 78 70 211 68 128 259 96
13 224 79 71 220 94 129 219 83
14 200 78 72 258 99 130 212 118
15 184 81 73 180 80 131 207 111
16 206 86 74 226 82 132 179 83