• Tidak ada hasil yang ditemukan

View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk DINAMIKA GOVERNANCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk DINAMIKA GOVERNANCE"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

Volume 7. Nomor 2 Oktober 2017

DINAMIKA GOVERNANCE

Merupakan terbitan berkala enam bulan sekali yang menyajikan tulisan-tulisan dibidang Ilmu Administrasi Negara, berkaitan dengan Dinamika Governance; untuk lebih mempopulerkan ilmu kemasyarakatan ke tengah khalayak peminat dan untuk membuka forum belajar-mengajar yang lebih efektif dan efisien.

Penanggung Jawab

Dr. Ertien Rining Nawangsari. M.Si

Koordinator Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur

Mitra Bestari

Dr.Hermawan M.Si – FISIP Universitas Brawijaya Malang Dr.Lely Indah Mindarti M.Si –FISIP Universitas Brawijaya Malang

Penyunting/ Editor

Dr.Diana Hertati. M.Si

Redaktur

Tukiman. S.Sos. M.Si

Desain Grafis

Dr. Lukman Arif. M.Si

Sekretariat

Dr. Agus Widiyarta. M.Si Dra. Sri Wibawani. M.Si

Alamat Redaksi

Prodi Ilmu Administrasi Negara –FISIP UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

brought to you by CORE

View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk

(2)

2

JURNAL DINAMIKA GOVERNANCE

Volume 7. Nomor 2 Oktober 2017

DARI REDAKSI

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat hidayahNya, hingga Oktober 2017 ini Jurnal DINAMIKA GOVERNANCE Progdi Ilmu Administrasi Negara FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur telah

menerbitkan Volume 7 Nomor 2. Penerbitan Jurnal DINAMIKA

GOVERNANCE, diharapkan dapat menjadikan media untuk mempublikasikan karya ilmiah dosen maupun mahasiswa. Redaksi mengucapkan terima kasih kepada para peneliti atas partisipasinya mengirim karya ilmiahnya berupa artikel untuk dipublikasikan pada Jurnal DINAMIKA GOVERNANCE.

Bagi penerbitan yang berikutnya Redaksi Jurnal DINAMIKA GOVERNANCE mengundang para peneliti/penulis untuk mengirimkan artikel-artikel hasil penelitian, dengan mengacu pada format penulisan di halaman sampul belakang jurnal berikut.

Kritik dan saran dari para pemerhati sangat diharapkan demi kemajuan

jurnal ini, dan semoga dengan diterbitkannya Jurnal DINAMIKA

GOVERNANCE akan semakin meningkatkan semangat peneliti untuk menulis dan mempublikasikan karya-karya penelitiannya.

Surabaya, Oktober 2017

(3)

3

JURNAL DINAMIKA GOVERNANCE

Volume 7. Nomor 2 Oktober 2017

DAFTAR ISI

1. Analisis Akuntabilitas Pemberian Informasi Yang Berkualitas Bagi Masyarakat Dalam Pelayanan E-KTP Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Batu

Cahyo Sasmito ... 119

2. Tingkat Kepatuhan UPN “Veteran” Jawa Timur Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

Tukiman, Ertien Rining Nawangsari, Budi Prabowo ... 130

3. Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Masyarakat Pada Perda Kabupaten Sidoarjo No 4 Tahun 2011

Puspita Kusumasari Williyanto, Sri Wibawani ... 148

4. Upaya Meningkatkan Kinerja Pegawai Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Banyumas

Arimurti Kriswibowo, Bambang Tri Harsanto, Denok Kurniasih ... 157

5. Penggunaan Media Sosial Dalam Membangun Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) Even Organizer Di Surabaya

Saifuddin Zuhri ... 170

6. Efektivitas Program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Sidoarjo

Tria Adhinta Indra Jayusman, Agus Widiyarta ... 178

7. Meretas Kebijakan Ujian Nasional Berbasis Computer Based Test

Diana Hertati ... 184

8. Desa Wisata: Sebuah Upaya Mengembangkan Potensi Desa Dan Meningkatkan Pendapatan Asli Desa

Muhammad Farid Ma’ruf, Badrudin Kurniawan,

Rizky Purna Aji Galih Pangestu ... 192

9. Model Alternatif Pengukuran Kinerja Aparatur Di Era Otonomi Daerah

(4)

Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2 Oktober 2017

178

EFEKTIVITAS PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU

(POSBINDU) PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI DESA

ANGGASWANGI KECAMATAN SUKODONO SIDOARJO

Tria Adhinta Indra Jayusman, Agus Widiyarta

Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Email: [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Posbindu PTM merupakan program kesehatan yang kegiatannya yaitu untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular. Posbindu PTM di Desa Anggaswangi dilakukan rutin sebulan sekali. Sehubungan dengan fenomena tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas Program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Sidoarjo

Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara. Sumber data diperoleh dari dokumen dan informan. Informan penelitian yaitu Petugas Kesehatan Posbindu, Kader Posbindu serta Pasien Posbindu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif, yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan.

Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa: Efektivitas Program Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) Pnyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Sidoarjo sudah sesuai dan efektif karena sudah melakukan delapan kegiatan pemeriksaan dalam program posbindu PTM yaitu antara lain sebagai berikut : wawancara terarah, Pengukuran Berat Badan. Pengukuran Tinggi Badan, Pengukuran Lingkar Perut, Pengukuran Indeks Massa Tubuh, Pemeriksaan Tekanan darah serta konseling, Pemeriksaan Gula Darah serta Pemeriksaan Kolesterol Total.

Kata Kunci : Efektivitas, Posbindu PTM

ABSTRACT

Posbindu PTM is a health program whose activities are to detect early non-communicable diseases. Posbindu PTM in Anggaswangi conducted routinely once a month. In relation to this phenomenon, the purpose of this research is to know and to analyze the effectiveness of Integrated Post Development Program (Posbindu) Non Communicable Diseases (PTM) in Anggaswangi Sukodono Sidoarjo

This research takes place in Anggaswangi Sukodono Sidoarjo Subdistrict. The research method used is descriptive qualitative. Data obtained from interview. Source of data obtained from documents and informants. Informant of research are Posbindu Health Officer, Posbindu Cadre and Posbindu Patient.

(5)

Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2 Oktober 2017

179

Data analysis is done by interactive analysis technique, which includes data collection, data presentation, data reduction, and conclusion.

The result of the research concludes that: The effectiveness of Integrated Coupling Post Program (POSBINDU) of Non-Transmitted Diseases (PTM) in Anggaswangi Sukodono Sidoarjo Sub District is appropriate and effective because it has conducted eight inspection activities in PTM posbindu program which are as follows: Weight. Body Height Measurement, Round Measurement, Body Mass Index Measurement, Blood Pressure Examination and Counseling, Blood Sugar Examination and Total Cholesterol Examination

Keywords : effectiveness , Posbindu

PENDAHULUAN

Era globalisasi saat ini

membawa gaya hidup masyarakat Indonesia semakin konsumtif dan tidak memperhatikan kesehatannya,

sehingga menyebabkan kenaikan

penderita Penyakit Tidak Menular (PTM). Data WHO menunjukkan bahwa jumlah angka kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat dan menjadi beban utama penyakit sejak tahun 2000. Hal itu terlihat dari presentasi penyakit tidak menular dari tahun 2000 hingga

tahun 2015 terus mengalami

kenaikan.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan agar memusatkan penanggulangan PTM melalui tiga komponen utama,

yaitu surveilans faktor risiko,

promosi kesehatan, dan pencegahan

melalui inovasi dan reformasi

manajemen pelayanan kesehatan. Pengendalian PTM di Indonesia terdapat dalam UU RI No.36 tahun 2009 tentang penyakit tidak menular yang berisi upaya yang dilakukan dalam pengendalian penyakit tidak

menular, yaitu pencegahan,

pengendalian, penanganan, dan

akibat yang ditimbulkan dari suatu penyakit.

Dengan meningkatnya

jumlah penduduk yang tergolong Penyakit Tidak Menular di Indonesia

menyebabkan pemerintah untuk

berperan serta dalam usaha

mengefektivkan program Posbindu PTM kepada masyarakat baik dari kalangan atas, menengah hingga bawah, Sehingga pemerintah terus mengenalkan program ini dengan memasukkan program posbindu ini ke segala instansi baik Sekolah, Dinas-Dinas, SKPD dan masyarakat umum. Upaya ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mengetahui, seta mengenal program Posbindu PTM.

Dengan begitu masyarakat di

harapkan agar lebih sadar dalam menjaga kesehatannya.

Pos Pembinaan Terpadu

(Posbindu) Penyakit Tidak menular

(PTM) Desa Anggaswangi

Kecamatan Sukodono Sidoarjo

merupakan Pos yang dibentuk oleh Dinas kesehatan Sidoarjo dibawah

kendali Puskesmas Sukodono

merupakan Posbindu PTM yang

pertama dibentuk di wilayah

Kecamatan Sukodono sejak tahun 2015 yang mempunyai tugas yaitu meningkatkan kesejahteraan hidup bagi mereka yang sudah berumur, termasuk juga lansia, dan lebih di

(6)

Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2 Oktober 2017

180

mengedepankan terhadap kontrol PTM.

Dalam pelaksanaanya jumlah partisipasi kehadiran yang aktif mengikuti Posbindu PTM sebanyak

50 orang, sedangkan jumlah

penduduk usia produktif sampai dengan non produktif yang sebagai sasaran utama program Posbindu Desa Anggaswangi sebanyak 4.343 jiwa.

LANDASAN TEORI 1. Efektivitas

Efektivitas sesungguhnya merupakan suatu konsep yang luas, mencakup berbagai faktor didalam maupun diluar organisasi. Efektivitas secara umum menunjukan seberapa jauh

tercapainya suatu tujuan yang

terlebih dahulu ditentukan. Pasolong

(2007: 4) mengatakan bahwa

“efektifitas berasal dari kata “efek” dan digunakan istilah ini sebagai hubungan sebab akibat. “Efektivitas dapat dipandang sebagai suatu sebab akibat dari variabel lain. Efektivitas ,merupakan salah satu dimensi dari

produktivitas, yaitu mengarah

kepada pencapaian untuk kerja yang maksimal, yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu.

Menurut (Subkhi,2013:252) yang mencakup empat aspek ukuran efektivitas yaitu :

1) Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan

suatu organisasi untuk

menyesuaikan diri dengan

lingkungannya. 2) Integrasi

Integrasi yaitu pengukuran

terhadap tingkat kemampuan

suatu organisasi untuk

mengadakan sosialisasi dan

komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya. 3) Motivasi Anggota

Motivasi Anggota ialah

pengukuran mengenai

keterkaitan dan hubungan antara

pelaku organisasi dengan

organisasinya dan kelengkapan sarana bagi pelaksana tugas pokok dan fungsi organisasi. 4) Produksi

Produksi ialah pengukuran yang dihubungkan dengan jumlah mutu keluaran.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan

penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian Efektivitas Program Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) Penyakit Tidak Menular (PTM) di

Desa Anggaswangi Kecamatan

Sukodono Sidoarjo dengan

menggunakan Teori Efektivitas

menurut (Subkhi, 2013 : 252) yang

mencakup empat aspek ukuran

ektivitas yaitu Adaptasi, Integrasi, Motivasi Anggota dan Produksi. Dengan sasaran kajian antara lain sebagai berikut : Wawancara terarah,

Pengukuran Berat Badan,

Pengukuran Tinggi Badan,

Pengukuran Lingkar Perut,

Pengukuran Indeks Mass Tubuh, Pemeriksaan Tekanan Darah serta Konseling, Pemeriksaan Gula Darah, dan Pemeriksaan Kolesterol Total

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan suatu organisasi untuk menyesuaikan

diri dengan lingkungannya.

Berdasarkan temuan dilapangan

bahwa jumlah kehadiran anggota

(7)

Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2 Oktober 2017

181

berjumlah 50 orang, sedangkan jumlah penduduk Desa Anggaswangi

yang tergolong penduduk usia

produktif sampai dengan non

produktif berjumlah 4.343 jiwa. Sedangkan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan di Posbindu PTM Desa Anggaswangi sudah berjalan

dengan baik, namun secara

keseluruhan pelaksanaan adaptasi dalam kegiatan di Posbindu PTM Desa Anggaswangi belum berjalan

belum efektif, karena belum

memenuhi target sasaran program.

2. Integrasi

Integrasi yaitu pengukuran terhadap tingkat kemampuan suatu

organisasi untuk mengadakan

sosialisasi dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya. Proses kegiatan Posbindu PTM di

Desa Anggaswangi, kegiatan

komunikasi di lapangan hanya

dilakukan oleh instansi pelaksana program, yaitu Dinas Kesehatan

Kabupaten Sidoarjo, Puskesmas

Sukodono, dan Pemerintah Desa Anggaswangi.

Dari hal itu yang diharapkan dalam sasaran program ini yaitu komunikasi dan sosialisasi diperluas kepada organisasi-organisasi yang ada di desa seperti Kumpulan Ibu -

Ibu PKK, Kumpulan Ibu-Ibu

Pengajian, Organisasi Karang Taruna serta kumpulan warga yang lainnya. Bahwa pelaksanaan Integrasi dalam kegiatan Posbindu PTM di Desa Anggaswangi belum efektif, karena dalam pelaksaanan integrasi yang dilakukan hanyalah komunikasi oleh instansi program.

3. Motivasi Anggota

Motivasi Anggota ialah

pengukuran mengenai keterkaitan

dan hubungan antara pelaku

organisasi dengan organisasinya dan kelengkapan sarana dan prasarana.

dalam pelaksanaan kegiatan

pemeriksaan kesehatan di Posbindu PTM sudah berjalan efektif karena semua anggota yang mengikuti

kegiatan Posbindu PTM sudah

melaksanakan 8 pemeriksaan antara lain wawancara terarah, Pengukuran Berat Badan. Pengukuran Tinggi Badan, Pengukuran Lingkar Perut, Pengukuran Indeks Massa Tubuh, Pemeriksaan Tekanan darah serta konseling, Pemeriksaan Gula Darah serta Pemeriksaan Kolesterol Total.

Bahwa pelaksanaan Motivasi Anggota di Posbindu PTM Desa Anggaswangi sudah efektif, karena

pelayanan pemeriksaan penyakit

tidak menular sudah dilakukan

semua sehingga berdampak pada

anggota yang aktif terjaga

kesehatannya dan tidak terjangkit penyakit tidak menular.

4. Produksi

Produksi ialah pengukuran yang dihubungkan dengan jumlah mutu keluaran. temuan dilapangan bahwa produktifitas layanan yang diberikan oleh kader posbindu dan petugas kesehatan terhadap pasien atau anggota yang aktif mengikuti kegiatan Posbindu PTM sudah baik karena sudah melakukan 8 kegiatan pemeriksaan antara lain wawancara terarah, Pengukuran Berat Badan.

Pengukuran Tinggi Badan,

Pengukuran Lingkar Perut,

Pengukuran Indeks Massa Tubuh, Pemeriksaan Tekanan darah serta konseling, Pemeriksaan Gula Darah serta Pemeriksaan Kolesterol Total dengan baik dan dilengkapi dengan alat dan sarana yang memadahi.

Sedangkan Produktifitas

(8)

Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2 Oktober 2017

182

PTM Desa Anggaswangi belum optimal karena dilihat dari jumlah

kehadiran anggota yang aktif

mengikuti program Posbindu PTM

hanya berjumlah 50 orang,

sedangkan target yang diharapkan dari program ini adalah 5.343 jiwa,

disimpulkan bahwa kegiatan

Produksi dalam Kegiatan Posbindu PTM Desa Anggaswangi dari sisi layanan sudah efektif, sedangkan produktifitas untuk mecapai program

belum efektif karena belum

mencapai target yang diharapkan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

a. Secara umum Program Pos

Pembinaan Terpadu

(POSBINDU) Penyakit Tidak

Menular (PTM) di Desa

Anggaswangi Kecamatan

Sukodono Sidoarjo belum

efektif.

b. Program ini belum di kenal masyarakat karena dari jumlah yang hadir aktif hanya berjumlah 50 orang, sedangkan sasaran program adalah penduduk usia produktif sampai dengan non produktif sebanyak 4.343 jiwa. c. Komunikasi hanya dilakukan

oleh instansi pelaksana program

yaitu, Dinas Kesehatan,

Puskesmas, Pemerintah Desa.

Sedangkan komunikasi dan

sosialisasi belum diperluas

kepada organisasi-organisasi

yang ada di desa seperti

Kumpulan Ibu - Ibu PKK, Kumpulan Ibu-Ibu Pengajian, Organisasi Karang Taruna serta kumpulan warga yang lainnya. d. Pelayanan pemeriksaan penyakit

tidak menular kepada aggota

aktif sudah efektif dan

berdampak pada anggota aktif kesehatannya terjaga dan tidak

terjangkit penyakit tidak

menular.

e. Produktifitas layanan yang

diberikan kepada anggota aktif secara kualitatif sudah efektif,

tetapi produktivitas untuk

mencapai jumlah sasaran

program secara kuantitatif belum efektif.

Saran

Berdasarkan kesimpulan

diatas maka dapat disampaikan saran:

a. Perlunya sosialisasi Program Pos

Pembinaan Terpadu

(POSBINDU) Penyakit Tidak

Menular (PTM) di Desa

Anggaswangi Kecamatan

Sukodono secara berkala di

berbagai organisasi

kemasyarakatan yang aktif di

Desa Anggaswangi, serta

memasang banner atau baliho

untuk mendukung kegiatan

Posbindu PTM agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat.

b. Anggota yang aktif di Posbindu PTM harus dijadikan agen untuk menarik minat anggota baru di

Posbindu PTM Desa

Anggaswangi.

c. Layanan kesehatan yang

diberikan oleh kader posbindu dan petugas kesehatan kepada anggota yang aktif mengikuti program Posbindu PTM harus tetap dijaga serta ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Agung, Kurniawan. 2005.

Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta : Pembaruan.

(9)

Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2 Oktober 2017

183

AG. Subarsono. 2009. Analisis Kebijakan Publik (konsep.teori dan aplikasi). Pustaka Pelajar : Yogyakarta.

Danim, Sudarwan. 2004. Motivasi Kepemimpinan & Efektivitas Kelompok. Jakarta : Rineka Cipta

Dwi, Emi. 2016. Gambaran Proses

Kegiatan Pos Pembinaan

Terpadu Penyakit Tidak

Menular di Puskesmas Sempu

Kabupaten Banyuwangi.

Banyuwangi: Universits jember. http://www.depkes.go.id/folder/view/ 01/structure-promosi-kesehatan-pedoman-dan-buku.html,

(diakses pada tanggal 19

Agustus 2016)

http://www.jawapos.com, (diakses pada tanggal 21 Agustus 2016) Kementerian Kesehatan RI, Pusat

Promosi Kesehatan. 2011. Buku

Paket Pelatihan Kader

Kesehatan dan Tokoh

Masyarakat dalam

Pengembangan Desa Siaga

(Untuk Kader). Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI, Pusat

Promosi Kesehatan. 2011.

Rencana Operasional Promosi Kesehatan Dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular Tahun 2010-2014. Jakarta

Moleong. Lexy. 2010. Metode

Peneltian Kualitatif. Edisi

Revisi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Pasolong, Harbani. 2007. Teori Administrasi Publik. Bandung : Alfabeta

Peraturan Menteri Kesehatan. 2015. Peraturan No. 71 Tahun 2015 tentang Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta.

Purdiyani, Fauziyah. 2016.

Pemanfaatan Pos Pembinaan

Terpadu Penyakit Tidak

Menular (POSBINDU PTM) Oleh Wanita Lansia Dalam

Rangka Mencegah Penyakit

Tidak Menular di Wilayah Kerja

Puskesmas Cilongok 1.

Bandung : Universitas

Diponegoro.

Rahajeng, Ekowati. 2007. Posbindu PTM. Jakarta

Renate, Bahrul dan Samsul. 2013.

Faktor Yang Berhubungan

Dengan Kinerja Kader Posbindu

Penyakit Tidak Menular.

Banjarmasin. Universitas

Lambung Mangkurat

Subkhi, Akhmad dan Muhammad Jauhar. 2013. Pengantar Teori & Perilaku Organisasi. Jakarta : PT Prestasi Pustakarya.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian

Administrasi. Bandung :

Alfabeta.

Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2005. Manajemen Publik. Jakarta : Grasindo

Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 Tentang Penyakit Tidak menular Pasal 158

Referensi

Dokumen terkait

lingkup kepegawaian, adalah hasil kerja atau prestasi yang dicapai oleh pegawai dalam pelaksanaan suatu pekerjaan baik yang bersifat fisik/material maupun non

Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, maka dapat disarankan kepada redaksi Surat Kabar Harian Berita Kota Makassar sebagai berikut yakni untuk meningkatkan efektivitas

Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan sanksi adat di Desa Pakraman Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng adalah sebagai berikut: sanksi adat yang

Hasil penelitian Surya Ramadani (2011) mengenai Kontribusi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Desa Rabuhit Kecamatan Gunung Maligas

Berdasarkan uraian diatas maka Peneliti tertarik untuk mengetahui Model Pengembangan program Corporate Social Responsibility“Broadband Learning Center” BLC yaitu

Berdasarkan konteks penelitian tersebut maka penelitian mengenai dampak keberadaan kawasan industri yang ada di Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar terhadap kondisi

Selanjutnya dalam penelitian ini pembahasan akan meliputi bagaimana SIE dapat membantu mekanisme penyusunan anggaran di Desa Dermaji Kecamatan Lumbir, dengan tujuan

Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes) manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan yaitu Menciptakan usaha baru,