• Tidak ada hasil yang ditemukan

University of Indonesia Magister of Information Technology. Cryptography. Arrianto Mukti Wibowo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "University of Indonesia Magister of Information Technology. Cryptography. Arrianto Mukti Wibowo"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

Cryptography

(2)

Tujuan

• Mempelajari berbagai metode dan teknik

penyembunyian data menggunakan

(3)

Topik

• Symmetric & asymmetric cryptography,

key strength, cryptosystems, public key

infrastructure (PKI), one-way function,

hash function, key management,

(4)

(Schneier ‟96)

• Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan

melakukan enkripsi (penyandian).

• Keutuhan (integrity) atas data-data pembayaran

dilakukan dengan fungsi hash satu arah.

• Jaminan atas identitas dan keabsahan (authenticity)

pihak-pihak yang melakukan transaksi dilakukan

dengan menggunakan password atau sertifikat digital.

Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan

dengan tanda tangan digital.

• Transaksi dapat dijadikan barang bukti yang tidak bisa

disangkal (non-repudiation) dengan memanfaatkan

tanda tangan digital dan sertifikat digital.

(5)

Makna Kriptografi

Krupto

+

Grafh

= secret + writing

• Cryptography: ilmu untuk membuat

(6)

Cryptographic algorithm & key

• Cipher: fungsi matematika yang dipergunakan untuk enkripsi &

dekripsi.

• Key (kunci):

Kenapa tidak pakai algoritma rahasia saja? Karena susah untuk

membuat yang baru setiap kali akan mengirim pesan! Jadi 

pakai kunci saja

• Analogi: Pernah lihat gembok yang menggunakan kode-kode

angka untuk membuka gemboknya?

– Cipher / algoritma: hampir semua orang tahu cara membuka/

mengunci gembok: putar saja kode-kode angkanya ke posisi yang

tepat

– Kuncinya: hanya bisa diputar oleh orang yang tahu urutan kode yang

benar!

(7)

Proses Kriptografis

Plaintext

Ciphertext

Plaintext

Encryption

Decryption

(8)

Monoalphabetic cipher

• Jumlah kombinasi: 26! ( = 26x25x24x…x1 

4

x 1026) kemungkinan kunci

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

PBUYMEVHXIJCLDNOGQRTKWZAFS

• Jadi kalau plaintext-nya “FASILKOM” maka

ciphertextnya adalah “EPRXCJNL”

(9)

Beberapa sejarah kriptografi

• Spartan roll

• Atbash, kriptografi Ibrani  monoalphabetic

cipher

• Julius Caesar cipher  menggeser alphabet

• Mesin rotor dipergunakan dalam Perang

Saudara di A.S. abad ke-19

• Enigma, perang dunia II

• Steganography? Menyembunyikan, bukan

menyandikan!

(10)

Symetric Cryptography

• Sebuah kunci yang dipakai bersama-sama oleh

pengirim pesan dan penerima pesan

• Contoh: DES, TripleDES, AES, Blowfish, Rambutan,

Twofish, RC4, RC5, RC6, Lucifer, IDEA (dalam PGP)

• Ada problem “pendistribusian kunci rahasia”.

(11)

Authentication dgn Symetric Key

• Kalo agen 007 ingin ketemu agen 005, tapi mereka belom pernah

kenal muka, gimana caranya? M (boss mereka) memberikan

mereka password „Golden Gun‟. Tapi kalau mereka menyebutkan

password itu di depan umum, nanti bisa terdengar orang lain!

• Solusi, dengan „challenge & respons‟. Misalnya 007

mengotentikasi 005:

– 007 memilih bilangan random

– 007 mengirim bilangan random itu sebagai tantangan kepada 005

– 005 mengenkripsi bilangan random itu dengan kunci „Golden Gun‟

– 005 mengirim ciphertext kepada 007

– 007 mendekripsi ciphertext itu

– Jika plaintextnya = bilangan random ybs, maka 007 dapat merasa

pasti bahwa 005 itu benar-benar yang asli!

007

Bil random

005 mengenkripsi bil

random itu

E

K

(Bil random)

007 mendekripsi

ciphertext

(12)

untuk kriptrografi

• XOR

• Permutasi

• Subtitusi

(13)

XOR

Input 1

Input 2

Output

0

1

1

0

0

1

0

1

0

0

1

1

(14)

Subtitution

• Jika kita memiliki input k-bit dengan

kemungkinan 2k, kita harus menentukan

pasangan setiap k-bit tersebut yang

lebarnya juga k-bit.

0000

0001

0010

0011

0101

1011

1000

0100

(15)

Permutasi

• Untuk setiap bit dari input k-bit, tiap bit ditukar

posisinya ke tempat lain. Misalnya bit ke-4 dari input

menjadi bit ke-5. Lalu bit ke-7 dari input jadi bit ke 2,

dst.

• Why permute secara fixed?

• Tak terlalu berguna kecuali untuk membuatnya tidak

efisien pada software!

Bit ke: 0 1 2 3 4 5 6 7

Bit ke: 0 1 2 3 4 5 6 7

(16)

Data Encryption Standard

• Diciptakan tahun 1977 oleh National Bureau of

Standard, AS.

• Menggunakan kunci 56-bit dengan tambahan 8-bit

parity untuk kunci ybs.

• Termasuk „block cipher‟. Satu blok DES panjangnya

64-bit.

• Menggunaan XOR, S-Box, dan P-Box

• Memiliki sifat-sifat symetric key:

– One-to-one mapping: hal ini diperlukan agar saat proses

dekripsi dari ciphertext, hanya ada satu plaintext.

– Cipertext dari plaintext harus tidak dapat diduga (random).

Perfect secrecy berarti antara ciphertext dan plaintext secara

statistik saling lepas.

(17)

Beberapa metode DES

• Electronic Code Book

• Cipher Block Chaining

(18)

Electronic Code Book

Plaintext

1

DES

Encryption

key

Ciphertext

1

Plaintext

2

DES

Encryption

key

Ciphertext

2

Plaintext

3

DES

Encryption

key

Ciphertext

3

(19)

Cipher Block Chaining

Plaintext

1

DES

Encryption

key

Ciphertext

1

random IV

Plaintext

2

DES

Encryption

key

Ciphertext

2

Plaintext

3

DES

Encryption

key

Ciphertext

3

(20)

Triple DES

• Kalau enkripsi 2 kali dengan kunci yang sama: search space –nya tetap

sama, yakni 256. Jadi tidak bertambah secure.

• Kalau enkripsi 2 kali dengan kunci yang berbeda bagaimana? Harusnya

kalau kuncinya 2 maka panjangnya jadi 112-bit. Jadi faktor kesulitannya

bertambah 256 kali. Ternyata Merkle & Hellman menemukan „celah‟

untuk membobol hanya dalam waktu kira-kira 2 kali DES 56 bit. Jadi

seolah-oleh DES 57-bit.

• Ada beberapa mode Triple DES (112 bit):

– Umumnya menggunakan Encrypt

K1

lalu Decrypt

K2

lalu Encrypt

K1

--> EDE2

– Bisa juga EEE2, tapi less secure dari EDE2, karena permutasi akhir (pada blok

pertama) dan permutas awal (pada blok berikutnya) akan saling meng-cancel

• Kenapa enkripsi 3 kali? Karena belum ada yang menemukan

kelemahannya… 

• Alasan EDE pakai 2 kunci adalah karena dianggap cukup aman dengan

kunci 112-bit dan belum ada yang bisa menjebolnya (kecuali dengan

brute force). Jadi tidak perlu bikin K3 56x3 bit (meskipun bisa, dan paling

aman).

(21)

Advanced Encryption Standard

• Diinisiasikan oleh NIST thn 1997

• Syarat:

– Tahan terhadap semua jenis serangan yg diketahui

– Simpel

– Code yang kecil

– Cepat

• Thn 1999 ada 5 finalis: Twofish (Counterpane), Rijndael (Daemen

& Rijmen), RC6 (RSA), Serpent (Anderson, Biham, Knudsen),

MARS (IBM Lucifer)

• Thn 2000 diumumkan pemenangnya adalah Rijndael

• AES bisa menggunakan kunci 128, 192 dan 256 bit

• Jika sebuah mesin pemecah DES bisa memecahkan DES dalam

waktu 1 detik, maka mesin yang sama perlu 149 trilyun tahun.

(22)

One Time Pad

• Meskipun ada yang mengatakan bahwa tidak ada skim

enkripsi yang 100% secure, ada yang sebenarnya bisa

dibuktikan 100% aman (secara matematis).

• Caranya: kuncinya adalah deretan yang random yang

tidak pernah berulang. Atau dengan kata lain, kuncinya

sepanjang messagenya.

• Dengan kata lain, sebuah ciphertext tanpa one-time

pad-nya, dapat menghasilkan message (meskipun

bukan message asli) apa saja!

• Bisa pakai XOR…!

(23)

Public Key Cryptography

• Ada 2 kegunaan yang mendasar:

– Menandatangani pesan

– Mengirim surat rahasia dalam amplop yang tidak

bisa dibuka orang lain

• Ada sepasang kunci untuk setiap orang

(entitas):

– kunci publik (didistribusikan kepada khalayak ramai

/ umum)

– kunci privat (disimpan secara rahasia, hanya

diketahui diri sendiri)

(24)

Membungkus pesan

• Semua orang bisa (Anto, Chandra, Deni)

mengirim surat ke “Penerima” (Badu)

• Hanya “penerima” yang bisa membuka surat

• (pada prakteknya tidak persis spt ini)

Pengirim (Anto)

Penerima (Badu)

Pesan

Enkripsi

Kunci

publik

Sandi

Dekripsi

Kunci

privat

Pesan

(25)

public-key cryptography

• Hanya pemilik kunci privat (penandatangan, Anto) saja

yang bisa membuat tanda tangan digital

• Semua orang (Badu, Chandra, Deni) bisa memeriksa

tanda tangan itu jika memiliki kunci publik Anto

• (disederhanakan)

Penandatangan (Anto)

Pemeriksa t.t. (Badu)

Pesan

Dekripsi

Kunci

publik

Enkripsi

Kunci

privat

Pesan

& t.t.

t.t.

Verifi-kasi t.t.

t.t.

(26)

Contoh Public Key Crytography

• Rivest-Shamir-Adleman

• Diffie-Hellman

• El-Gamal

• Merkle-Hellman (sudah dijebol)

• Schnoor

• Ecliptical Curve Cryptography

(27)

Rivest – Shamir – Adleman (RSA)

• Pilih p dan q bilangan prima yang sangat besar. n = pq. p dan q

disimpan secara rahasia.

• Untuk membuat public key, pilihlah e relatif prima terhadap

f

(n).

Dalam kasus ini

f

(n) = (p-1)(q-1). Public key = e.

• Untuk membuat kunci privat, pilihlah d yang merupakan invers

dari e mod

f

(n). Private key = d.

• Proses enkripsi (oleh orang lain yang memegang kunci enkripsi e):

– m<n, c = m

e

mod n.

• Proses dekripsi (oleh pemegang kunci privat d):

– m = c

d

mod n = m

ed

mod n = m

1

mod n.

• Kenapa ed = 1? Karena ed = 1 mod

f

(n).

• Proses signing (oleh pemegang kunci privat:

– s = m

d

mod n

• Proses verification

(28)

Relatif prima

• Apa yang dimaksud e relatif prima terhadap

suatu bilangan X?

• Maksudnya tidak memiliki faktor prima yang

sama dengan X, kecuali 1

• {1,3,7,9} adalah relatively prime (relatif prima)

terhadap 10

• Bolehlah dalam modulo 10 kita pilih angka

e=3

(29)

Invers Modulo

• Rumus:

– x.y = 1 mod n atau

– x.x

-1

=1 mod n

• Contoh:

– Pada modulo 10, bisa kita pakai e=3 dan

d=7, karena merupakan invers satu sama

lain. Lihatlah, 3 x 7 = 1 mod 10

(30)

Faktor keamanan RSA

• Kekuatan RSA sekuat melakukan pemfaktoran bilangan

besar.

• Kalau p dan q bisa didapat, maka dapat dicari

f

(n).

• Kalau sudah punya kunci publik e, maka dapat dicari

kunci privat d yang merupakan invers dari e mod

f

(n)

dengan cara menjalankan algoritma Euclid.

• Orang lain sulit mencari d, karena tidak tahu p dan q,

dimana pq=n.

• Karena itu kekuatan RSA adalah sama dengan kekuatan

memfaktorkan bilangan besar.

(31)

Diffie-Hellman

• Ditemukan oleh Whittfield Diffie dan Martin Hellman tahun 1976

(lebih dahulu ketimbang RSA).

• Diffie-Hellman banyak dipergunakan untuk key exchange protocol.

• Kekuatan bersandar pada discrete log problem

– y = g

x

mod p

– y, g dan p diketahui. Carilah x! … ternyata ini sulit sekali

• Alice dan Bob mengetahui p dan g.

Alice

Bob

A memilih Sa

r

(random)

B memilih Sb

r

(random)

T

A

= g

Sa

mod p

T

B

= g

Sb

mod p

T

A

 T

B

(32)

kriptografi kunci publik

• Sulitnya melakukan faktorisasi prima

– RSA

• Sulitnya memecahkan discrete log problem

– Diffie-Hellman

– El-Gamal

– Schnoor

– Ecliptical Curve Cryptography (banyak dipakai

dalam smartcard)

(33)

Privacy / confidentiality

(unauthorized person can not

read the message)

Integrity

(no one can tamper the content)

Authentication

(knowing the identity of the

sender)

Non-repudiation

(signature on the message

can be used as future

evidence)

Symetric-key

cryptography

Public-key

cryptography

(34)

Man-in-the-middle attack

• Bagaimana mendistribusikan public key?

• Bagaimana bisa yakin bahwa public key

itu benar-benar milik X, bukan Y yang

menyamar jadi X?

(35)

Sifat tanda tangan digital:

• Otentik, dapat dijadikan alat bukti di peradilan

(kuat)

• hanya sah untuk dokumen (pesan) itu saja,

atau kopinya. Dokumen berubah satu titik,

tanda tangan jadi invalid!

• dapat diperiksa dengan mudah oleh siapapun,

bahkan oleh orang yang belum pernah

(36)

Sertifikat digital

No.ID : 02:41:00:00:01

C=US, O=Warner Bross

OU= Movies Division,

CN= Awak-Seger, Arnold

[email protected]

www.arnold.com

Berlaku s/d 1 Juli 2002

CA

Kunci publik

Arnold

Certificate policy:

e-mail security

Berhubungan

dengan hak dan izin

menggunakan

(37)

• bisa membuat “pipa komunikasi” tertutup

antara 2 pihak

• bisa dipergunakan untuk mengotentikasi pihak

lain di jaringan (mengenali jati dirinya)

• bisa dipakai untuk membuat dan memeriksa

tanda tangan

• bisa dipakai untuk membuat surat izin “digital”

untuk melakukan aktifitas tertentu, atau

identitas digital

(38)

Fungsi Hash

• Disebut juga sidik jari (fingerprint), message integrity

check, atau manipulation detection code

• Untuk integrity-check

• Dokumen/pesan yang diubah 1 titik saja, sidik jarinya

akan sangat berbada

(39)

Contoh Algoritma Hash

• Message Digest (MD) series: MD-2,

MD-4, MD-5. 128-bit

• Secure Hash Algorithm (SHA), termasuk

SHA-1. 160-bit

(40)

Algoritma Dipublish atau Tidak?

• Tidak dipublish:

Untuk mengenhance security. Hal ini dilakukan

oleh militer agar musuh tidak dapat mengetahui

algoritma yang dipakai. Ada juga yang dipakai

dalam produk komersial, tapi ini adalah untuk

alasan agar bisa lebih mudah diexport

• Dipublish:

Alasannya: toh nanti ketahuan juga oleh penjahat.

Jadi biarkan saja orang-orang baik mempelajari

kelemahan algoritma agar algoritma itu bisa

diperbaiki.

(41)

Tanda tangan digital sebenarnya

Pesan

Fungsi

hash

Sidik jari

pesan

Enkripsi

Kunci

privat

Tanda tangan

digital

(42)
(43)
(44)
(45)

Breaking an Encryption Scheme

1. Ciphertext Only

2. Known Plaintext

3. Chosen Plaintext

(46)

Ciphertext Only

• Jelas… ini yang paling minim. Kalau tidak ada ciphertext, apa yang mau

dipecahkan?

• Dengan mencoba semua kunci, Ciphertext didekripsi  Recognizable

plaintext

• Tapi kalau ciphertext terlalu sedikit – nggak bisa juga!

• Misal:

ciphertext XYZ dgn kunci 1 bisa menjadi THE

ciphertext XYZ dgn kunci 4 bisa menjadi CAT

ciphertext XYZ dgn kunci 13 bisa menjadi HAT

• Jadi harus cukup banyak ciphertextnya.

• Jumlah kunci yang dicoba mungkin tak harus seluruh kombinasi. Pada

pembobolan password, mungkin pembobol hanya mencoba kata-kata

umum dari kamus. Penjahat itu mungkin tidak akan mencoba password

„gjsl?xf3d%w‟.

(47)

Known Plaintext

• Misalnya seorang jendral A menyadap pesan rahasia dari musuh yang ia

sudah ketahui formatnya, tapi dia belum mengetahui plaintext:

Date

Time

City

Province

Type of attack

Number of troops

As/eg/fa5e

9a:de:oe

okejxwasd

mdkepaj

8je$lasnvflasksn

x

• Nah, setelah penyerangan oleh musuh tersebut, tentu Jendral A tahu

„plaintextnya‟ bukan?

Date

Time

City

Province

Type of attack

Number of troops

10/12/1943

01:30:00

Nüremberg Bayern

Air-bombing

none

• Sang jendral mungkin akan relatif lebih mudah menerka algoritma dan

kunci yang dipergunakan. Bahkan pada kriptografi monoalfabetik, sedikit

saja „knowledge‟ dari pasangan <ciphertext,plaintext> sudah sangat

membantu!

• Jadi dalam desain protokol, kadang-kadang diperlukan syarat agar

penjahat tidak bisa mendapatkan pasangan <ciphertext,plaintext>

(48)

Chosen Plaintext

• Misalnya ada cryptosystem yang „challenge &

response‟.

• Penjahat memberikan sebuah string

„aaaaaaaaaa‟ dan menerima hasil enkripsi dari

cryptosystem tadi (misalnya „ghijklmnop‟).

• Hal ini dilakukannya berulang-ulang, sampai

dia bisa mengira-ngira algoritma apa yang

dipergunakan.

(49)

Key Escrow

• Mungkin penegak hukum butuh mengakses informasi

(terenkripsi) yang dipertukarkan warga negara-nya

(termasuk korporasi), demi keamanan nasional

• Artinya penegak hukum harus bisa mendekripsi

ciphertext dengan kunci (yang seharusnya) rahasia

sang warga.

• Tapi di sisi lain, warga harus terlindungi dari illegal

surveillance…!

• Di A.S., sejak 1993, Escrowed Encryption Standard

(ESS) menggunakan Clipper Chip (tamper-proof) yang

menggunakan algoritma Skipjack. Algoritma Skipjack

tidak pernah dibuka ke publik! Jadi orang kurang

(50)

Cara Kerja ESS

Pecahan Kunci

1

Pecahan Kunci

2

Jika ada perintah hakim baru bisa

menyatukan kunci, menjadi unit key

Message

Session Key

Unit Key

(51)

Konsep

(52)

Entitas PKI

• Certificate Authority

• Subscriber

• Registration Authority

• Repository

(53)

Certificate Authority

• Yakni entitas yang namanya tertera

sebagai “issuer” pada sebuah sertifikat

digital

• Tidak harus pihak ketiga diluar organisasi

sang subscriber. Misal: CA di sebuah

perusahaan yang mengeluarkan digital ID

buat pegawainya

(54)

Subscriber

• Entitas yang menggunakan sertifikat digital

(diluar RA dan CA) sebagai “jati dirinya”

• Bisa juga berupa software, downloadable

application atau mobile agent

• Memegang private key: harus dijaga baik-baik!

• PSE: personal security environment.

– Smartcard

(55)

Registration Authority

• Menjalankan beberapa tugas RA, misalnya:

– registrasi / physical authentication

– key generation

– key recovery

– revocation reporting

• Sifatnya optional, dan skenario CA-RA bisa

berbeda-beda tergantung situasi kondisi

(56)

Repository & Relying Party

• Repository: tempat untuk menyimpan dan

“mengumumkan” sertifikat digital yang siap diakses

oleh publik.

• Repository juga tempat mengumumkan CRL (akan

dijelaskan nanti)

• Relying Party: ada pihak-pihak yang memanfaatkan

sertifikat digital untuk keamanan transaksi, namun dia

tidak harus memiliki sertifikat digital. Contoh: secure

website dengan SSL.

(57)

Relying Party

Indo

Sign

P.T. Jaya

Makmur

Anto

P.T. Jaya Makmur

(relying party, R)

(subscriber, S)

IndoSign

(58)

Trust Model Yang Hirarkis

• Root CA: CA

yang

menandatangni

sertifikat CA

yang lain

• Sertifikat root

CA: self-sign

• Distribusi

sertifikat Root

CA biasanya di

luar network

• Jika root CA

dijebol maka

seluruh

piramida di

bawahnya akan

runtuh

(59)

Network of Trust

J

H

A

B

C

I

G

E

D

F

Pada prakteknya, hanya bisa untuk

limited certification path: misalnya

PGP

(60)

Cross-Certification

IndoSign

M-Trust

M-Trust

IndoSign

CA

Indo-Sign

M-Trust CA

Relying

party

Subscriber

Relying

party

Subscriber

(61)

benefit & problems

• Practical for a very small number of CAs

(3 or less)

(62)

for large number of CAs?

4+3+2+1=10

cross

certifications

CA

5

CA

4

CA

3

CA

2

CA

1

(63)

CA

5

CA

4

CA

3

CA

2

CA

1

(64)

Internet

Certification Path

Indo

Sign

P.T. Jaya

Makmur

Veri

Sign

Verisign

Root CA

Cert &

CRL

Repo-sitory

Veri

Sign

IndoSign

CA

(65)

sertifikat

• Ada sertifikat yang gratisan. Hanya bisa dipakai

untuk menunjukkan bahwa X adalah X. (Class

1)

• Ada sertifikat yang mahal sekali (ribuan dollar).

Harus menunjukkan akta perusahaan dan

harus diaudit. Secara fisik, harus hadir di CA

utk mendaftar. (Class 4)

• Kesimpulan: level sertifikat menunjukkan

“trustworthiness” dari suatu entitas

(66)

Diagram Entitas PKI

Cert &

CRL

Repo-sitory

Subscriber

Registration

Authority

Certificate

Authority

Certificate

Authority lain

Cross certification

Cert &

CRL

Publish

(diluar

jaringan)

Cert Publish

Cert & CRL

Publish

Entitas “manajemen PKI”

“Pemakai” PKI

(67)

PKI Management Requirement

• Mengikuti standar ISO 9594-8 (kemudian menjadi ITU

X.509, lalu RFC 2459 dkk)

• Ada teknik untuk mengupdate key-pair

• PKI bukan tirai besi: faktor kerahasiaan dalam PKI

diminimalisir

• Bisa pakai banyak jenis algoritma: RSA, DSA, El-Gamal,

Schnoor, MD5, SHA1, DES, RC4…

• Key generation oleh subscriber diperkenankan

• Ketiga entitas PKI, bisa mempublish sertifikat mereka

• CRL harus ada

(68)

lanjutan...

• Bisa menggunakan berbagai macam protokol: mail,

HTTP, TCP/IP

• CA adalah “Maha Dewa” yang menentukan

diisukannya sebuah sertifikat. Jadi bisa seorang

subscriber minta sertifikat dengan “hak” tinggi, tapi

hanya diberi “hak” rendah, karena sebenarnya sang

subscriber memang tidak berhak setinggi itu.

• Harus ada mekanisme untuk pergantian kunci, kalau

CA dibobol.

• Fungsi RA boleh dikerjakan oleh CA, tetapi dari sudut

pandang subscriber, tetap saja harus nampak sama.

(69)

Certificate Revocation List

• Misalnya kalau seorang credit cardholder (dgn

sertifikat digital), ternyata tidak pernah membayar

tagihan bulanan, maka issuer bisa memasukkan

sertifikat cardholder itu ke dalam daftar CRL

• CRL dikeluarkan oleh CA secara periodik

• Kalau verifikasi off-line, bisa saja, tapi data tidak yang

terbaru. Jadi pakai kalkulasi risk-management.

• Jika sudah melewati batas validitas, maka bisa dicoret

dari CRL

(70)

Certificate Policy & Certificate

Practice Statement

(71)

Certificate Policy

• Tiap sertifikat bisa memiliki beberapa

kegunaan

• Bisa juga, ada jenis sertifikat yang hanya

bisa dipergunakan untuk maksud

tertentu

• Bisa juga ada CA khusus untuk setiap

jenis kepentingan.

(72)

Contoh policy (1)

• Kalau kita lihat pada browser MS-IE, kita dapat melihat bahwa

setiap sertifikat memiliki izin kegunaan tertentu (policy tertentu):

– server authentication

– client authentication

– signing e-mail (untuk tanda tangan saja)

– membuat secure channel (pipa komunikasi aman)

– menandatangani software, agar tidak bisa dikutak-katik

– timestamping

• Berhubungan erat dengan level “kekuatan”, “kepercayaan”

terhadap sertifikat digital (spt telah disebut di atas)

(73)

Contoh policy (2)

• CA-IATA hendak membuat policy CA untuk airliners.

IATA bisa membuat 2 macam policy

• Policy ke-1: General Purpose

Sertifikat yang policy-nya “berlabel” “General Purpose”

hanya bisa dipergunakan untuk e-mail reguler, stempel

tiket pesawat digital, keperluan delivery forms internal,

dll.

• Policy ke-2: Commercial-Grade

Sedangkan yang label policy-nya “Commercial-Grade”

dipergunakan untuk transaksi finansial dgn bank, atau

untuk membuat perjanjian kerjasama antar-airliners.

(74)

Certification Practice Statement

• Merupakan statement tertulis yang menjelaskan

secara detail bagaimana CA ybs menjalankan

prakteknya (registrasi, penerbitan, pencabutan, dll)

• CPS bisa juga berupa kontrak antara CA-subscriber

• Bisa juga merupakan dokumen komposit yang

terdiri dari hukum publik, kontrak CA-subscriber,

atau deklarasi dari CA

(75)

Hal-hal penting dlm CPS

• Hak dan kewajiban: CA, RA, subscriber, relying party,

repository

• Tanggung jawab kemungkinan kerugian (mis: akibat

hacking)

• Masalah keamanan CA

• Biaya

• Masalah audit: siapa yang mengaudit? Frekuensinya? Yang

diperiksa apa?

• Masalah kerahasiaan data subscriber (kalau ada: misalnya

hasil audit keuangan subscriber)

• Masalah hak atas nama domain atau nama perusahaan

• Interpretasi statement

(76)
(77)

Dipakai di mana?

• Browser, terutama secure website dengan SSL

• Payment system, SET (meskipun beberapa pilot project gagal. UI

thn 1998-1999 pernah meneliti SET)

• Secure E-mail (S/MIME, PGP)

• Document signing dan kontrak digital

• VPN, Intranet

• Secure wireless network(termasuk WAP)

• Smartcard applications

• Extranet dan distribution/supply chain information system

• Timestamping service dan digital notary

(78)

Gambar

Diagram Entitas PKI Cert &amp;  CRL  Repo-sitory SubscriberRegistration Authority Certificate  Authority Certificate  Authority lain Cross certification Cert &amp; CRL  Publish (diluar  jaringan)Cert PublishCert &amp; CRL Publish

Referensi

Dokumen terkait