1 MORFOMETRIK IKAN SELAIS PANJANG LAMPUNG (Kryptopterus apogon)
DI SUNGAI KAMPAR KIRI DAN SUNGAI TAPUNG, PROVINSI RIAU Fitriyani Mariska1, Yusfiati2, Roza Elvyra2
1
Mahasiswa Program Studi S1 Biologi
2
Dosen Bidang Zoologi Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru 28293, Indonesia
ABSTRACT
Province of Riau is known for having many rivers with different water conditions. Research of selais panjang lampung fish (Kryptopterus apogon) was conducted in two streams, which were in the Kampar Kiri River and Tapung River. This study aimed to assess and compare the morphometric differences in both male and female fish in Kampar Kiri River and Tapung River. The research was conducted in August - October 2015. The samples were taken as many as 30 males and 30 females per month for each study site. The results showed that there were differences in morphometric characters which the fish in Tapung River had a bigger body size than those fish in Kampar Kiri River. A correlation test presented in graphical comparison form was performed to understand the relationship among variables. T test showed that there were differences in morphometric characters of both sites. Analysis of linear regression equation and growth status of fish on each observation station was isometric, allometric positive, and allometric negative.
Keywords : Kryptopterus apogon, morfometric, river.
ABSTRAK
Provinsi Riau terkenal memiliki banyak sungai dengan kondisi perairan yang berbeda. Penelitian tentang morfometrik ikan selais panjang lampung (Kryptopterus apogon) ini dilakukan di dua sungai, di antaranya di Sungai Kampar Kiri dan Sungai Tapung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan perbedaan morfometrik ikan selais jantan dan selais betina di Sungai Kampar Kiri dan Sungai Tapung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - Oktober 2015. Sampel yang diambil sebanyak 30 ekor jantan dan 30 ekor betina setiap bulannya untuk masing-masing lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan karakter morfometrik, dimana ikan selais di Sungai Tapung memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan ikan selais di Sungai Kampar Kiri. Keeratan uji korelasi disajikan dalam bentuk perbandingan grafis dilakukan untuk memahami hubungan antar variabel. Uji t menunjukkan terdapat perbedaan karakter morfometrik dari kedua lokasi penelitian.
2 Analisis persamaan regresi linear dan status pertumbuhan ikan selais pada masing - masing stasiun pengamatan adalah isometrik, allometrik positif, dan allometrik negatif.
Kata kunci: Kryptopterus apogon, morfometrik, sungai.
PENDAHULUAN
Provinsi Riau terkenal memiliki banyak sungai yang termasuk ke dalam ekosistem sungai rawa banjiran atau flood plain river (Elvyra dan Yus, 2012). Berdasarkan survei lapangan, Sungai Tapung mempunyai kondisi perairan yang cukup bagus dan banyak ditumbuhi oleh vegetasi riparian dan berbagai jenis ikan endemik terutama ikan selais dan sebagainya. Sungai Kampar Kiri memiliki sedimen bewarna kuning kecoklatan, kondisi fisik Sungai Kampar Kiri terlihat keruh di karenakan pengeksploitasian kawasan sungai secara berlebihan seperti penambangan emas yang kemungkinan membuat tingkat kekeruhan, sehingga di duga kondisi sungai sudah tidak alami lagi dan keanekaragaman jenis-jenis ikan di sepanjang sungai tersebut menurun.
Menurut Bleeker (1851), salah satu jenis ikan di Provinsi Riau ini adalah ikan selais panjang lampung (K. apogon). Ikan selais panjang lampung di Riau terdapat di Sungai Tapung dan Sungai Kampar Kiri. Morfometrik adalah suatu metode pengukuran bentuk luar tubuh yang dijadikan sebagai dasar membandingkan ukuran ikan, seperti panjang total tubuh ikan, lebar kepala, panjang kepala, lebar interorbital (jarak antara kedua pinggiran bola mata), panjang standar, lebar mata, tinggi kepala, panjang sirip dorsal, panjang sirip anal dan lain lain.
Pengukuran morfometrik berfungsi untuk melihat bentuk pola pertumbuhan pada ikan, kebiasaan
makan pada ikan, golongan ikan dan sebagai dasar dalam melakukan identifikasi ikan (Effendie, 1997).
Berdasarkan perbedaan antara Sungai Kampar Kiri dan Sungai Tapung, hal ini kemungkinan dapat mempengaruhi keadaan morfometrik dari ikan selais panjang lampung (K. apogon) baik ikan selais jantan maupun selais betina.
METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus - Oktober 2015. Tempat pengambilan sampel di Sungai Kampar Kiri (Desa Mentulik) dan Sungai Tapung (Desa Koto Garo). Kemudian sampel dibawa ke Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA UR untuk diukur morfometriknya.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan yaitu sampel ikan selais K. apogon formalin 4%dan 10%, aquades, alkohol 70%. Sedangkan alat yang digunakan adalah cool box, toples, timbangan ohauss, mistar, vernier caliper atau jangka sorong, thermometer, indikator pH universal, botol DO (Dissolved oxygen), kamera, tissu, masker, kertas label, dan alat tulis.
3 Tabel 1. Pengukuran Bagian-bagian Morfometrik Ikan Selais K. apogon
Sumber : Effendi (1992), Kottelat et al. (1993)
No Pengukuran Penjelasan
2 Panjang Standar (PS) Jarak garis lurus dari ujung bagian kepala termuka sampai kedasar sirip ekor
3 Tinggi Badan (TB) Jarak garis lurus yang diukur vertikal pada bagian badan yang tertinggi
4 Tinggi Batang Ekor
(TBE)
Jarak garis lurus yang diukur vertikal pada bagian ekor yang terlebar
5 Lebar Badan (LB) Jarak antara badan sebelah kiri dan kanan yang terlebar
6 Jarak Sirip Anus Ke Pangkal Sirip Ekor
(JSASE)
Jarak garis lurus antara ujung sirip anus sampai kepangkal sirip ekor
7 Panjang Dasar Sirip Anus (PDSA)
Jarak garis yang diukur dari pangkal dasar sirip anus sampai keujungnya
8 Tinggi Sirip Anus (TSA) Jarak garis lurus yang diukur dari dasar sirip anus terpanjang sampai keujung sirip anus 9 Panjang Dasar Sirip Ekor
(PDSE)
Jarak garis lurus yang diukur dari pangkal dasar sirip ekor sampai keujungnya
10 Tinggi Sirip Ekor (TSE) Jarak garis lurus yang diukur dari pangkal dasar sirip ekor sampai keujung sirip ekor
11 Panjang Kepala (PK) Jarak ujung kepala yang termuka sampai bagian yang terbelakang kecelah tutup insang
12 Jarak Mata Kecelah
Insang (JMTI)
Jarak garis lurus antara ujung mata sampai ke pangkal tutup insang
13 Diameter Mata (DM) Panjang garis tengah bola mata setengah tinggi dari rongga mata
14 Jarak Mulut Ke Mata
(JMM)
Jarak garis lurus antara ujung mulut ke pangkal mata 15 Tinggi Kepala (TK) Jarak garis lurus yang diukur vertikal pada bagian
kepala yang tertinggi
16 Lebar Kepala (LK) Jarak antara kepala sebelah kiri dan kanan yang terlebar
17 Jarak Mulut Kepangkal Sirip Dada (JMSD)
Jarak garis lurus antara ujung mulut sampai kepangkal sirip dada
18 Panjang Dasar Sirip Dada (PDSD)
Jarak garis lurus yang diukur dari pangkal dasar sirip dada sampai keujungnya
19 Tinggi Sirip Dada (TSD) Jarak garis lurus yang diukur dari dasar sirip dada terpanjang sampai keujung sirip dada 20 Panjang Dasar Sirip Perut
( PDSP)
Jarak garis lurus yang diukur dari pangkal dasar sirip perut sampai keujungnya
21 Tinggi Sirip Perut ( TSP) Jarak garis lurus yang diukur dari dasar sirip perut terpanjang sampai keujung sirip perut 22 Jarak Mata Pangkal Sirip
Perut (JMPSPr)
Jarak garis lurus yang diukur dari mata sampai pangkal sirip perut
23 Jarak Sirip Perut Sirip Ekor (JSPSE)
Jarak garis lurus yang diukur dari sirip perut sampai pangkal sirip ekor
24 Jarak Mata Pangkal Sirip Anus (JMPSA)
Jarak garis lurus yang diukur dari mata sampai pangkal sirip anus
4 1 2 7 8 3 4 6 10 6 11 5 12 13 14 15 16 17 1918 20 21 24 23 22
Gambar 1. Sketsa pengukuran morfometrik ikan K. apogon
1) panjang total; 2) panjang standar; 3) tinggi badan; 4) tinggi batang; ekor 5) lebar badan; 6) lebar kepala; 7) panjang dasar; sirip anus; 8) tinggi sirip anus; 9) panjang dasar sirip ekor; 10) tinggi sirip ekor; 11) panjang kepala; 12) jarak mata kecelah insang; 13) diameter mata; 14) jarak mulut kemata; 15) tinggi kepala; 16) lebar kepala; 17) jarak mulut kepangkal sirip dada; 18) panjang dasar sirip dada; 19) tinggi sirip dada; 20) panjang dasar sirip perut; 21) tinggi sirip perut; 22) jarak mata kepangkal sirip perut; 23) jarak sirip perut ke sirip ekor; 24) jarak mata kepangkal sirip ekor.
Analisis Data
Untuk melihat rata-rata nisbah karakter morfometrik pada dua lokasi pengamatan, data dianalisis dengan menggunakan program Microsoft Excel, kemudian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 dalam uji t (independent sample test).
HASIL DAN PEMBAHASAN a. Morfologi Ikan Selais K. apogon
Berdasarkan dari pengamatan Ciri morfologi ikan selais K. apogon antara Sungai Kampar Kiri Desa Mentulik dan Sungai Tapung Desa Koto Garo terlihat tidak ada perbedaan. Ikan selais K. apogon memiliki bentuk badan yang pipih, bentuk kepala yang gepeng, mulut berukuran lebar, bibir tipis, hubungan kedua bibir bersambung, memiliki dua pasang sungut pendek, punggung mencembung seperti lengkuknya, susunan linea literalis lengkap dan sempurna, posisi dasar sirip dada setengah lingkaran yang terletakdi daerah ventral sedangkan posisi sirip perut dibawah sirip dada, sirip dubur sangat panjang,bentuk sirip ekor bercagak.
Pada tabel dapat dilihat berdasarkan dari perbedaan ukuran pada karakter morfometrik misalnya pada pengukuran, PT, PS, PDSA, TB, JMSD, JSPSE, JMPSA dan BB. Dari hasil pengukuran ini di ketahui ukuran ikan selais betina dan jantan di Sungai Tapung memiliki ukuran yang besar daripada ikan selais betina di Sungai Kampar Kiri dengan ukuran yang lebih kecil. Dari ukuran tubuh ikan yang berbeda, maka dapat diduga di pengaruhi dari kualitas perairan atau ketersediaan makanan yang di peroleh.
Nilai pengamatan kualitas perairan yang berbeda antara kedua sungai ini dapat dilihat dari nilai kekeruhan. Di Sungai Kampar Kiri memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi yaitu sebesar 69-78 NTU, begitu juga dengan kecepatan arusnya yaitu 0,33 m/detik. Sedangkan nilai kekeruhan pada Sungai Tapung memiliki tingkat kekeruhan yang lebih rendah yaitu 27-40 NTU dengan kecepatan arus yaitu 0,27/detik. Dari perbedaan faktor lingkungan ini dapat menyebabkan variasi ukuran tubuh pada ikan selais K. apogon. Kisaran nilai morfometrik ikan selais K. apogon dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3.
5 Tabel 2. Kisaran Nilai Morfometrik Ikan Selais K. apogon Betina di Sungai Kampar Kiri
dan Sungai Tapung
Karakter
Sungai Tapung Sungai Kampar Kiri
Kisaran (mm) Rata-rata (mm) Kisaran
(mm) Rata-rata (mm) PT 160 – 308 223,60 140 – 265 181,40 PS 126 – 275 198,80 89 – 237 155,90 TB 27 – 48 36,33 21 – 41 30,03 TBE 4 – 13 8,07 3 – 10 6,00 LB 3 – 47 11,57 3 – 42 13,73 JS APSE 3 – 7 5,00 3 – 7 4,17 PD SA 96 – 428 156,07 84 – 148 103,73 TSA 8 – 15 12,00 8 – 14 11,17 PD SE 12 – 45 20,97 10 – 64 15,37 TSE 12 – 29 18,73 11 – 23 14,67 PK 30 – 53 39,47 28 – 46 32,90 JM TI 14 – 25 18,37 9 – 22 14,03 DM 5 – 7 6,07 4 – 7 5,50 JMM 13 – 24 17,87 10 – 20 14,50 TK 17 – 28 22,07 15 – 24 18,97 LK 10 – 17 12,87 10 – 15 10,90 JM PSD 42 – 63 47,37 38 – 52 42,93 PD SD 20 – 37 28,17 14 – 33 22,67 TSD 7 – 16 11,00 7 – 17 9,03 PD SPr 9 – 16 12,10 8 – 14 9,97 TSP 3 – 6 3,97 3 – 6 3,60 BB 12,55 – 169,2 54,00 5,84 – 73,20 25,60 JMPSPr 58 – 83 71,13 61 – 79 66,20 JSPSE 109 – 170 129,13 105 – 147 116,90 JMPSA 66 – 106 84,32 62 – 95 74,83
Tabel 3. Kisaran Nilai Morfometrik Ikan Selais K. apogon Jantan di Sungai Kampar Kiri dan Sungai Tapung
Karakter
Sungai Tapung Sungai Kampar Kiri
Kisaran (mm) Rata-rata (mm) Kisaran
(mm) Rata-rata (mm) PT 141 – 245 193,13 129 – 251 184,93 PS 127 – 220 173,07 118 – 231 166,90 TB 30 – 39 33,53 29 – 37 32,47 TBE 5 – 10 6,87 4 – 9 6,23 LB 6 – 13 9,83 6 – 15 10,20 JS APSE 3 – 5 4,07 3 – 6 3,87 PD SA 84 – 135 109,47 78 – 144 105,60 TSA 5 – 13 9,33 5 – 16 9,37 PD SE 14 – 29 21,17 13 – 32 20,90 TSE 8 – 22 14,10 8 – 24 13,13 PK 30 – 44 35,20 28 – 41 33,87 JM TI 12 – 20 15,10 12 – 19 14,57 DM 3 – 6 4,43 3 – 6 4,57 JMM 15 – 24 19,63 14 – 25 18,93 TK 10 – 18 12,70 10 – 18 12,03 LK 22 – 39 30,73 23 – 45 32,63 JM PSD 14 – 36 21,83 17 – 29 21,43 PD SD 7 – 20 9,53 6 – 13 8,87 TSD 13 – 19 15,93 13 – 21 15,97 PD SPr 5 – 13 9,53 5 – 14 9,40 TSP 2 – 6 4,00 2 – 8 3,77 BB 10,97 – 59,42 25,70 6,35 – 35,17 20,49 JMPSPr 60 – 76 65,53 60 – 70 65,00 JSPSE 97 – 156 129,77 81 – 176 120,77 JMPSA 52 – 78 61,10 49 – 70 59,03
6 Winemiller dan Jeppsen ( 1998)
menyatakan bahwa besarnya ukuran pada panjang ikan yang di dapatkan pada suatu tempat dengan kondisi yanf kurang baik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. (Effendi 1997) menjelaskan besarnya populasi ikan dalam suatu perairan ditentukan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan populasi yaitu jumlah dan kualitas makanan yang tersedia dan lama masa pengambilan makanan oleh ikan. Ukuran dari masing–masing individu ikan berbeda- beda sehingga ukuran mutlak tidak dapat digunakan sebagai patokan dalam identifikasi. Untuk data identifikasi biasanya data morfometrik dinyatakan dalam nisbah perbandingan (Affandi et al. 1992).
b. Status Hubungan Karakter Morfometrik Ikan Selais K. apogon
Hasil pengukuran morfometrik untuk melihat adanya persamaan regresi linear dan status pertumbuhan ikan selais K. apogon di Sungai Tapung dan Sungai Kampar Kiri. Berdasarkan tabel 4 dan 5 dapat dilihat bahwa status pertumbuhan ikan selais K. apogon di Sungai Tapung dan Sungai Kampar Kiri baik jantan maupun betina memiliki status hubungan allometrik positif, allometrik negatif dan isometrik. Status allometrik positif merupakan status hubungan yang menunjukkan bahwa pertambahan panjang total lebih lambat dibandingkan dengan panjang karakter morfometrik pembandingnya.
Status allometrik negatif merupakan status hubungan yang
menunjukkan bahwa pertambahan panjang total lebih cepat dibandingkan pertambahan karakter morfometrik pembandingnya. Status isometrik merupakan status hubungan pertumbuhan yang menunjukkan bahwa pertambahan panjang total sebanding dengan pertambahan panjang karakter morfometrik pembandingnya.
Dari tabel 4 memperlihatkan bahwa ikan selais K. apogon betina di Sungai Kampar Kiri yang memiliki status allometrik positif adalah PS, TBE, LB, JSAPSE, dan BB. Sedangkan yang memiliki status allometrik positif pada ikan selais betina di Sungai Tapung yaitu TSE, dan BB.
Sedangkan status allometrik negatif pada ikan selais betina di Sungai Kampar Kiri yaitu PDSA, TSA, PDSE, TSE, PK, DM, TK, LK, JMPSD, JMPSPr, JSPSE, dan JMPSA. Allometrik negatif ikan selais betina di Sungai Tapung yaitu TB, TBE, LB, PDSA, TSA, PDSE, PK, DM, JMM, TK, LK, JMPSD, PDSD, TSD, PDSPr, TSP, JMPSPr, JMPSA, dan JSMPSE.
Status isometrik ikan selais betina di Sungai Kampar Kiri yaitu TB, JMTI, JMM, PDSD, TSD, PDSPr, dan TSP. Sedangkan status isometrik ikan selais betina di Sungai Tapung yaitu hubungan PT dengan PS, JSAPSE, dan JMTI. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapatkan untuk melihat persamaan regresi linier ikan selais K. apogon betina maupun jantan di Sungai Kampar Kiri dan Sungai Tapung dapat dilihat pada Tabel 4 dan 5.
7 Tabel 4. Persamaan Regresi dan Status Pertumbuhan Ikan Selais K. apogon Betina di
Sungai Kampar Kiri (Desa Mentulik) dan Sungai Tapung (Desa Koto Garo)
Sungai Kampar Kiri Sungai Tapung
Karakter
Pertumbuhan Persamaan Regresi
Status Pertumbuhan Persamaan Regresi Status Pertumbuhan PS -0,775+1,311PT AP -0,161+1,047PT I TB -0,880+1,044PT I -0,524+0,887PT AN TBE -2,201+1,314PT AP -1,245+0,913PT AN LB -1,713+1,217PT AP -0,581+0,652PT AN JS APSE -2,446+1,353PT AP -1,865+1,090PT I PD SA -0,092+0,933PT AN 0,731+0,606PT AN TSA -0,478+0,674PT AN -0,166+0,529PT AN PD SE -0,207+0,604PT AN 0,757+0,225PT AN TSE -0,193+0,601PT AN -1,689+1,259PT AP PK -0,115+0,723PT AN -0,482+0,885PT AN JM TI -1,217+1,045PT I -0,997+0,962PT I DM 0,231+0,225PT AN 0,055+0,311PT AN JMM -1,219+1,053PT I -0,503+0,747PT AN TK -0,263+0,683PT AN -0,156+0,639PT AN LK -0,481+0,672PT AN -0,941+0,873PT AN JM PSD 0,896+0,325PT AN 0,498 +0,500PT AN PD SD -0,974+1,030PT I -0,616+0,879PT AN TSD -1,292+0,993PT I -0,467+0,640PT AN PD SPr -1,155+0,953PT I -1,132+0,942PT AN TSP -1,632+0,967PT I -1,399+0,849PT AN BB -7,011+3,704PT AP -5,332+2,980PT AP JMPSPr 1,128+0,308PT AN 1,081+0,329PT AN JSPSE 1,059+0,447PT AN 0,675+0,611PT AN JMPSA 0,317+0,690PT AN 0,396+ 0,652PT AN
Tabel 5. Persamaan Regresi dan Status Pertumbuhan Ikan Selais K. apogon Jantan di Sungai Kampar Kiri (Desa Mentulik) dan Sungai Tapung (Desa Koto Garo)
Sungai Kampar Kiri Sungai Tapung
Karakter
Pertumbuhan Persamaan Regresi Status Pertumbuhan
Persamaan
Regresi Status Pertumbuhan
PS -0.043+0.999PT I -0.084+1.016PT I TB 0.813+0.309PT AN 0.719+0.354PT AN TBE -1.581+1.047PT I -1.675+1.099PT I LB -1.679+1.184PT AP -1.793+1.218PT AP JS APSE -1.623+0.973PT I -1.700+1.010PT I PD SA 0.020+0.884PT AN 0.107+0.846PT AN TSA -2.703+1.618PT AP -2.603+1.562PT AP PD SE -1.584+1.280PT AP -0.939+0.990PT I TSE -2.272+1.492PT AP -2.582+1.630PT AP PK 0.450+0.477PT AN 0.433+0.487PT AN JM TI -0.305+0.648PT AN -0.631+0.793PT AN DM -1.218+0.828PT AN -1.494+0.936PT AN JMM -0.292+0.692PT AN -0.395+0.739PT AN TK -0.880+0.864PT AN -1.310+1.056PT I LK 0.048+0.646PT AN 0.673+0.356PT AN JM PSD -0.221+0.684PT AN -0.912+0.983PT I PD SD -1.116+0.909PT AN -1.303+0.994PT I TSD -0.440 +0.726PT AN 0.203+0.437PT AN PD SPr -2.144+1.373PT AP -2.336+1.449PT AP TSP -3.630+1.846PT AP -3.505+1.793PT AP BB -3.289+2.022PT AP -3.233+2.026PT AP JMPSPr 1.321+0.217PT AN 1.204+0.268PT AN JSPSE 0.207+0.826PT AN 0.400+0.750PT AN JMPSA 0.569+0.531PT AN 0.515+0.557PT AN
8 c. Hubungan Panjang Total (PT)
dengan Karakter Morfometrik Ikan Selais K. apogon Betina
Karakter morfometrik yang diukur pada penelitian ini ada 24 karakter dari ikan berjenis kelamin betina maupun bejenis kelamin jantan dari kedua lokasi penelitian. Data hasil tiap pengukuran karakter dibandingkan dengan karakter panjang total sehingga diperoleh hubungan pertumbuhan sebanyak 23 karakter terhadap panjang total untuk masing - masing jenis kelamin.
Nilai persamaan regresi linear PDSA ikan selais K. apogon ikan selais betina di Sungai Kampar Kiri adalah - 0,092+0,933 PT dengan nilai korelasi (r)= 0,969, persamaan ini menunjukkan bahwa setiap pertambahan pertambahan panjang total sebesar 0,933 log PT, maka di ikuti pertambah panjang dasar sirip arus sebesar 0,092 log PDSA dengan nilai korelasi pertambahan sangat tinggi. Sedangkan nilai persamaan regresi linear PDSA ikan selais K. apogon di Tapung adalah 0,731+0,606 PT dengan nilai korelasi (r) = 0,276. Persamaan ini menunjukkan bahwa setiap pertambahan panjang total maka pertambah panjang dasar sirip anus juga bertambah namun dengan pertambahan nilai yang rendah. Hal ini di pengaruhi oleh faktor fisik kimia perairan dengan kecepatan arus di Sungai Kampar Kiri lebih tinggi yaitu sebesar 0,33 m/detik, sedangkan di Sungai Tapung memiliki kuat arus sebesar 0,27 m/detik.
Kecepatan arus yang lebih tinggi mengharuskan ikan lebih aktif lagi dalam bergerak untuk melawan arus di suatu perairan, karena fungsi dari sirip adalah untuk mengatur pergerakan ikan dan menyeimbangkan tubuhnya di dalam air ketika hendak berenang agar
tidak terbawa arus. Oleh sebab itu, pertambahan panjang dasar sirip anus ikan selais K. apogon betina yang ada di Sungai Kampar Kiri lebih cepat di bandingkan yang ada di Sungai Tapung. d. Hubungan Panjang Total (PT) dengan Karakter Morfometrik Ikan Selais K. apogon Jantan
Pada panjang dasar sirip ekor (PDSE) ikan selais K. apogon jantan di Sungai Tapung memiliki nilai persamaan korelasi yaitu PDSE = - 0,939+0,990 PT dengan nilai korelasi (r) yaitu 0,722. Maka persamaan ini menyatakan bahwa setiap penambahan panjang total, maka akan diikuti penambahan panjang dasar sirip ekor dengan nilai yang kuat. Machean (2004) menjelaskan bahwa sirip ekor adalah sirip paling akhir yang memberikan konstribusi sekitar 40% dorongan ke depan. Sirip median yang meliputi sirip dorsal, anal, dan ventral berfungsi dalam mengontrol gerakan berputar dan oleng pada ikan.
Pendapat dari Watson dan Ballon (1984) yang menyatakan bahwa, hal ini dipengaruhi oleh faktor fisika perairan yaitu pada kecepatan arus. Di Sungai Kampar Kiri memiliki kecepatan arus 0,33 m/detik, sedangkan di Sungai Tapung yaitu 0,27 m/detik. Hal ini dapat di jelaskan semakin besar kuat arus, maka semakin besar juga tekanan yang akan diberikan pada tubuh ikan sehingga ikan membutuhkan energi untuk beraktifitas lebih aktif dan kencang dan mencari makanan untuk memicu pertumbuhan morfometriknya.
9 (a) (b)
(c) (d)
Gambar 2. Grafik Hubungan Panjang Total Dengan Karakter Morfometrik (a) PDSA (b) BB (c) PS (d) TSD Ikan K. apogon Betina.
(a) (b)
Gambar 3. Grafik Hubungan Panjang Total Dengan Karakter Morfometrik (a) LK (b) PDSE Ikan K. apogon Jantan.
Kampar Kiri y = 0,646x + 0,047 R² = 0,464 r = 0,682 Tapung y = 0,355x + 0,672 R² = 0,096 r = 0,310 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2 2.4 2.6 L og L K Log PT LK KAMPAR KIRI LK TAPUNG Linear (LK KAMPAR KIRI) Linear (LK TAPUNG) Kampar Kiri y = 1,279x - 1,584 R² = 0,917 r = 0,958 Tapung y = 0,989x - 0,938 R² = 0,527 r = 0,726 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 2 2.2 2.4 2.6 L og P DSE Log PT PD SE KAMPAR KIRI PD SE TAPUNG Linear (PD SE KAMPAR KIRI) Linear (PD SE TAPUNG) Kampar Kiri y = 3,703x - 7,011 R² = 0,854 r = 0,924 Tapung y = 2,980x - 5,331 R² = 0,715 r = 0,846 0 0.5 1 1.5 2 2.5 2 2.2 2.4 2.6 L og B B Log PT BB KAMPAR KIRI BB TAPUNG Linear (BB KAMPAR KIRI) Linear (BB TAPUNG) Kampar Kiri y = 0,992x - 1,292 R² = 0,535 r = 0,732 Tapung y = 0,639x - 0,467 R² = 0,298 r = 0,546 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 2 2.2 2.4 2.6 L og T S D Log PT TSD KAMPAR KIRI TSD TAPUNG Linear (TSD KAMPAR KIRI) Linear (TSD TAPUNG) Kampar Kiri y = 0,932x - 0,092 R² = 0,939 r = 0,969 Tapung y = 0,606x + 0,731 R² = 0,076 r = 0,276 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 2 2.2 2.4 2.6 L og P DSA Log PT PD SA KAMPAR KIRI PD SA TAPUNG Linear (PD SA KAMPAR KIRI) Linear (PD SA TAPUNG) Kampar Kiri y = 1,311x - 0,775 R² = 0,656 r = 0,810 Tapung y = 1,047x - 0,161 R² = 0,932 r = 0,966 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 L og P S Log PT PS KAMPAR KIRI PS TAPUNG Linear (PS KAMPAR KIRI) Linear (PS TAPUNG)
10
(c) (d)
Gambar 4. Grafik Hubungan Panjang Total Dengan Karakter Morfometrik (c) JSPSE (d) LB ikan K. apogon Jantan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan nyata dari 10 karakter morfometrik ikan selais K. apogon betina yaitu LB, TSA, PK, DM, TK, JMPSD, TSP, JMPSPr, JSPSE, dan JMPSA, dan ada 3 karakter pada ikan selais jantan yaitu PS, LB, dan LK di Sungai Kampar Kiri dan Sungai Tapung di karenakan adanya perbedaan kondisi lingkungan pada masing-masing lokasi penelitian.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Kepala dan Laboran Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau atas izin dan fasilitas yang diberikan selama penelitian. Terimakasih juga penulis ucapkan kepada semua pihak yang terkait yang telah mendukung dan membantu baik secara moril maupun materil sehingga penelitian ini dapat selesai pada waktunya.
DAFTAR PUSTAKA
Affandi, R, Sjafei, DS, Raharjo, M.F dan Sulistiono, 1992. Ikhtiologi: Suatu Pedoman Kerja Laboratorium.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderala Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat Institut Pertanian Bogor.
Bleeker. 1851. Contribution to the knowledge of the ichthyological fauna of the Banda Islands. Physics Journal of the Dutch East Indies. (2) : 225-261.
Effendi M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.
Elvyra, R dan Yus,Y. 2012. Ikan Lais Dan Sungai Paparan Banjir Di Provinsi Riau. Pekanbaru. UR Press Pekanbaru.
Watson, D.J. dan E.K. Balon. 1984. Ecomorphologycal Analisis of fish Taxocenes in Rainforest Streams of Nortern Borneo. Department of Zoology. University of Guelph Ontario. Canada. J. Fish Biology (1984). 25. 371-384.
Winemiller KO, Jepsen DB. 1998. Effects of Seaonality and Fish Movement on Tropical Food Webs. J Fish Biol 52 (Suplement A) :267-29.Yogyakarta Kampar Kiri y = 0,825x + 0,207 R² = 0,556 r = 0,746 Tapung y = 0,749x + 0,399 R² = 0,755 r = 0,869 1.85 1.9 1.95 2 2.05 2.1 2.15 2.2 2.25 2.3 2 2.2 2.4 2.6 L og JS P S E Log PT
JSPSE KAMPAR KIRI JSPSE TAPUNG Linear (JSPSE KAMPAR KIRI)
Linear (JSPSE TAPUNG)
Kampar Kiri y = 1,184x - 1,679 R² = 0,932 r = 0,933 Tapung y = 1,217x - 1,793 R² = 0,709 r = 0,842 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 2 2.2 2.4 2.6 L og L B Log PT LB KAMPAR KIRI LB TAPUNG
Linear (LB KAMPAR KIRI) Linear (LB TAPUNG)