• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA IPB 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA IPB 2010"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

MONOKOT

Staff BIO 231 STB:

1. Sri Sudarmiyati T.

2. Machmud N.

3. Tatik Ch.

4. Nunik SA.

5. Nina NRDj.

(2)

Mencakup sekitar 22% dari seluruh Angiopermae

Meliputi: anggrek-anggrekan, talas-talasan,

jahe-jahean, rumput-rumputan, palem-paleman, lili-lilian

Tumbuhan Monokot

Karakter morfologi unik umumnya:

Bagian bunga berjumlah 3 atau kelipatannya

Serbuk sari dengan satu pori

Daun lembaga (kotiledon) satu

Pertulangan daun sejajar

Susunan pembuluh primer komplek

(3)
(4)

Ordo/bangsa

Acorales

Alismatales

I. Kelompok Petaloid

(5)
(6)

Klasifikasi Filogeni Tumbuhan Monokot

Kristal raphid

Pertulangan daun paralel Kotiledon 1

Pembuluh kambiun tidak ada

Senyawa dinding sel fluoresen-UV

(7)

ALISMATALES

(10-14 Famili, 3320 spesies)

4. Potamogetonaceae

5. Butomaceae

6. Cymodoceaceae

7. Posidoniaceae

8. Ruppiaceae

9. Tofieldiaceae

10.Zannichelliaceae

11.Zosteraceae

1. Araceae

Lemnaceae

2. Alismataceae

Limnocharitaceae

3. Hydrocharitaceae

Najadaceae

Karakter:

Batang dengan sisik kecil atau rambut

kelenjar di pangkal pelepah, kepala sari menghadap

ke luar, satu embrio besar.

(8)
(9)

ALISMATALES

Klasifikasi

1. Subklade Araceae

:

biji tanpa endosperm, sel rambut akar lebih

pendek dari sel epidermis

2

. Subklade akuatik

(Alismataceae, Hydrocharitaceae, Butomaceae):

perhiasan bunga terdiferensiasi, benangsari > 6

dan atau karpel > 3 dan bakal biji tersebar di

(10)

Herba perennial, sering berimpang/umbi, tegak /memanjat.

Daun berseling.

Bunga bisek/unisek, duduk;

infloresen

tongkol (spadix) tertutup seludang (spata);

jika unisek bunga

jantan di ujung, bunga betina di pangkal, bunga netral di

tengah; Perhiasan bunga (perianth) tidak ada atau 4

6

berbentuk sisik; benang sari sebanyak segmen perianth;

bakal buah 1 - banyak ruang, bakal biji 1 atau lebih,

plasentasi beragam; buah biasanya buah buni.

1. Araceae

ALISMATALES

Sebaran: Kosmopolitan, terbaik di daerah tropik dan subtropik;

di hutan tropis dan tanah basah.

Genus/Spesies: 109/2830;

±

23 Genus di Malesia

Anthurium

(900),

Philodendron

(500),

Amorphoplallus

(100),

(11)

Perawakan

Daun

Infloresen dan seludang tongkol

Bunga betina Bunga jantan

Araceae

Bunga jantan

Bunga betina

(12)

Manfaat:

Makanan (umbi berpati):

Alocasia

,

Colocasia

,

Xanthosoma

Tanaman hias:

Philodendron

,

Zantedeschia

,

Anthurium

,

Caladium

,

Colocasia

,

Dieffenbachia

,

Aglaonema

,

ALISMATALES

Talas

(Colocasia esculenta)

(13)

Pistia, Epipremnum, Xanthosoma, Aglonema, Caladium,

Phylodendron, Anthurium, Anthurium, Dieffenbachia,

(14)

Food complement for weight control diets. Contains konjac keladi tikus (Typhonium

flagelliforme) secara Tradisional digunakan pada penderita kanker dan tumor

Konjac(Amorphophalus konjac)

(15)

Bunga bangkai (Amorphophallus titanum)

(16)

Herba akuatik atau rawa, berimpang; getah putih. Daun mengumpul di basal, tunggal, berpelepah, pertulangan paralel, melengkung, menjari. Infloresen terbatas atau tidak terbatas (malai, tandan, payung, berkarang), di ujung, dengan percabangan/bunga berkarang. Bunga biseksual/uniseksual,

beraturan, perhiasan bunga terdiferensiasi. Sepal 3, bebas, menyirap. Petal 3, bebas, menyirap. Benangsari 6-banyak. Karpel (3-) 6 - banyak, bebas, bakal buah menumpang, plasentasi basal; kepala putik 1, kecil. Ada kelenjar madu. Buah kurung.

2. Alismataceae

Sebaran:

luas; di air tawar, rawa, danau, sungai

Genera/spesies:

16/100

Echinodorus

(45),

Sagittaria

(35),

Alisma

Manfaat:

Tanaman hias kolam dan akuarium

Sagittaria, Echinodorus, dan

Hydrocleis

(17)

Bunga jantan

Bunga betina

Benang sari Buah

Braktea

Sepal Petal

Saluran resin

Putik

(D)

(H)

Eceng (

Sagittaria

sp.)

(18)

Sagittaria sagittifolia

(19)
(20)
(21)
(22)
(23)

Herba aquatik; terapung atau tenggelam; daun berseling atau

berkarang; bunga aktinomorf, biasanya unisek,

monoceous

atau

polygamous

,

soliter

atau dalam malai; perianth dalam 1

atau 2 lingkar, pada bunga betina berlekatan; benang sari 3

sampai banyak,

lingkar paling dalam berbentuk

staminodia

;

bakal buah tenggelam

,

karpel 2 sampai 15

, ber-ruang satu,

bakal biji banyak, plasentasi

parietal

; buah merekah tidak

beraturan.

3.

Hydrocharitaceae

Sebaran:

tropis, subtropis; di air tawar, danau, sungai, rawa, pantai

Genera/spesies:

15/106, di Malesia 6 genus (Blyxa, Ottelia,

Hydrilla, Enhalus, Thalassia, Halophila)

(24)

Contoh spesies:

Blyxa aubertii

Hydrilla verticillata

Ottelia alismoides

Enhalus acoroides

Halophila ovalis

Thalassia hemprichii

gulma

Blyxa aubertii

Hydrilla verticillata

Ottelia alismoides

(25)

Karakteristik: bunga dengan tepal menyolok dan endosperm

tidak memiliki pati

Tersusun atas:

Liliales, Asparagales, Pandanales dan Dioscoreales

Liliales: Disatukan dengan analisis kladistik morfologi dan sekuen atpB,

rbcL, dan 18S. Karakter morfologi: kelenjar madu di pangkal tepal / tangkai sari, kepala sari menghadap keluar, sering ada bercak pada tepal.

Asparagales: Kesatuan ordo didukung oleh analisi kladistik morfologi, 18S, dan beberapa sekuen DNA kloroplas. Karakter morfologi yang mendukung meliputi karakteristik biji, dengan epidermis luar dan kulit luar keras phytomelan berkarbon dan hitam dalam banyak

spesies berbuah kering. Asparagales dibedakan dari Liliales dengan tepal tidak berbercak, kelenjar madu dalam sekat bakal buah.

Dioscoreales: dibedakan dengan kedua ordo dari perawakannya yaitu liana dengan pertulangan daun menjala, bunga unisek, plasentasi axile, tidak adanya braktea berfilamen pada infloresennya.

(26)
(27)

1. Liliaceae

LILIAES

Herba atau setengah semak berkayu lunak; akar dengan rimpang / umbi lapis. Daun muncul dari umbi / akar /bertangkai. Bunga biseksual,

beraturan. Perhiasan bunga segmen 6 dalam 2 seri, seperti mahkota. Benangsari 6. Bakal buah 3 ruang, menumpang. Buah kotak atau beri.

Sebaran: luas di wilayah beriklim sedang dari belahan bumi utara, terutama tumbuhan berbunga di musim semi di prairi, gunung, dan tempat terbuka lain

Genera/Spesies: 12/500. Genera utama: Fritillaria (100 spp.), Gagea (90), Tulipa (80), dan Lilium (80).

Manfaat: Tulip, Fritallia, Lilium,

Erythronium  tanaman hias

Lilium sp

Tulipa sp

(28)
(29)
(30)

Karakteristik Liliaceae

Putik

Benangsari Perhiasan bunga

(31)

1. Aliaceae

ASPARAGAES

Herba dengan umbi lapis dan akar kontraktil; batang tereduksi; ada latek; saponi steroidal; dengan senyawa sulfur seperti allyl-sulfid, propionaldehyde, propionthiol, dan vinil disulfid. Daun berseling, pertulangan paralel, pelepah di pangkal. Infloresen terbatas, tersusun heliocid terbatas, dan nampak seperti payung, di atas beberapa braktea transparan seperti sendok, di ujung, pada suatu tangkai yang panjang. Bunga bisek. Tepal 6, perhiasan bunga bentuk lonceng-tabung, seperti petal, tidak berbercak, korona kadang-kadang ada. Benang sari 6 (3). Karpel 3, bersatu; bakal buah menumpang, plasentasi di ketiak; kepala putik 1, mementol - 3 lekuk. Bakal biji 2 - banyak per ruang. Kelenjar madu ada. Buah kotak beruang.

Sebaran: Tersebar luas dari daerah tropik sampai beriklim sedang, sering di habitat semi arid.

Genera/Spesies: 13/645. Genera utama: Allium (550 spp.), Ipheion (25), dan Tulbaghia (24).

(32)

Karakteristik Alliaceae

Umbi lapis Benangsari

Putik

(33)

Allium cepa L.

(34)

ASPARAGAES

2.

Amaryllidaceae

Herba tahunan, mempunyai umbi dan kormus; daun radical

atau cauline;

bunga beraturan, bisek, infloresen berbentuk

payung (umbel) yang didukung brakt berbentuk seludang;

perianth 6, umumnya petaloid; benang sari 6; bakal buah

tenggelam (inferior),

beruang 3, style tunggal, panjang, bakal

biji beberapa sampai banyak setiap ruang; buah kotak atau

buni.

Sebaran

:

Tersebar luas dari beriklim sedang daerah sampai tropik.

Genera/Spesies

:

(35)

Contoh spesies:

Crinum

sp. (bunga bakung)

Amaryllis belladona

Hippeastrum

sp.

Narcissus poeticus

Zephyranthes sp.

Hippeastrum hybridum

Crinum asiaticum Zephyranthes rosea

(36)
(37)

Crinum asiaticum 2 cm 3 cm 10 cm 4 cm Habitus Diagram bunga Infloresen payung (umbellate) Bunga

Buah Biji

XV/Angiospermae-Monokotil3/ 04 - 11

(38)

3. Iridaceae

ASPARAGAES

Herba

tahunan

dengan

rimpang

atau

kormus;

daun

menyempit,

bersusun

dua,

equitant

;

bunga

terminal,

membentuk infloresen cyme, seringkali didukung oleh brakt

yang berbentuk

seludang,

aktinomorfik atau zigomorfik,

biseksual; perianth 3 + 3, sama bentuknya atau berbeda;

benang sari 3; bakal buah tenggelam,

ruang 3, style

bercabang 3 dan petaloid; bakal biji banyak; buah kotak.

Sebaran

: kosmopolitan, lebih terkonsentrasi di Afrika,

beberapa di indonesia dikenal sebagai tanaman hias

(39)

Trimezia martinicensis 1 cm 2 mm 10 cm 1 cm 1 cm 2 mm

Cyme dan bractea

Diagram bunga 

Buah Biji Habitus Bunga Irisan bunga Benang sari dan putik Anther Filament Style

XV/Angiospermae-Monokotil3/ 06 - 11

(40)

Belamcanda chinensis

Trimeza martinicensis

Gladiolus sp

(41)
(42)
(43)

Herba tahunan, tegak / merambat, sering epifit, biasanya dengan umbi semu / akar berumbi. Bunga bisek, tidak beraturan, umumnya tangkai bunga terpuntir dengan sudut 180o, bunga terbalik dengan posisi bagian abaxial ke dalam posisi

adaxial (resupinasi). Perhiasan bunga 3+3, sering termodifikasi (salah satu tepal menjadi labellum). Benang sari 1 atau 2, bersatu dengan tangkai putik membentuk tugu (gynandrium); serbuk sari membentuk polinia / massa berlilin. Karpel 3; bakal buah 1 ruang, bakal biji banyak, plasentasi parietal; ada paruh tugu (rostellum), dua kepala putik fertil menyatu, berlendir. Buah kotak. Biji banyak, sangat kecil

Sebaran: luas, dan mayoritas di wilayah tropik.

Genera / Spesies: 775/19500. Genera utama:

Pleurothallis (1120 ssp.), Bulbophyllus (1000 ssp.), Dendrobium (900), Epidendrum (800),

Habenaria (600), Eria (500), Lepanthes (460),

Manfaat: Rasa vanilla diekstrak dari buah Vanilla planifolia. Familia secara ekonomi penting

sebagai tanaman hias

4. Orchidaceae

(44)
(45)

Herba perennial,

batang membelit, berumbi; sapogenin steroid

dan

alkaloid umumnya ada. Daun

tunggal atau majemuk menjari

,

pertulangan melengkung atau menjari,

tangkai daun biasanya

dengan pulvinus, kadang-kadang dengan tambahan seperti daun

penumpu.

Infloresen terbatas, di ketiak. Bunga biasanya uniseksual

(berumah dua), beraturan. Tepal 6, menyirap.

Benangsari 6 (3).

karpel 3, tenggelam, plasentasi axile; kepala putik 3. Bakal biji 2 per

ruang. Kelenjar madu dalam sekat dari bakal buah /pangkal tepal.

Buah biasanya bersegi 3 atau bersayap, buah kotak / buni / samara.

Sebaran : tumbuhan tersebar luas di daerah tropik dan subtropik, dengan beberapa di daerah iklim sedang.

Genera/spesies: 3/404. Genera mayor: Dioscorea (400 spp)

Manfaat: umbi berpati dari banyak Dioscorea (yams) dapat dimakan. Spesies lain dimanfaatkan untuk obat mengandung alkaloid atau saponin steroid.

(46)

Dioscoreaceae

Perawakan

Bunga jantan

Bunga betina

Rimpang

Buah Biji

Bunga jantan

Batang

(47)

Contoh spesies:

Dioscorea aculeata

(gembili)

Dioscorea alata

(uwi)

Dioscorea hispida

(gadung)

Dioscorea hispida

(48)

Disatukan oleh data sekuen rbcL, atpB, dan 18S, dan morfologi

Karakter morfologi yang menyatukannya: lilin, endosperm berpati,

serbuk sari berpati, asam kaumarik dan ferulik dalam dinding sel

Berisi sejumlah tumbuhan yang secara ekonomi penting: palm

(Arecales), pisang (Zingiberales), dan rumputan (Poaceae)

(49)
(50)

IV. ZINGIBERALES

1. Zingiberaceae

2. Marantaceae

3. Cannaceae

4. Costaceae

5. Heliconiaceae

6. Musaceae

7. Strelitziaceae

(51)

Pohon kecil tegak, berkayu, tidak bercabang, kadang memanjat. Daun kaku, besar, meyirip /menjari, pelepah di pangkal. Infloresen dilindungi braktea besar dan berkayu (spatha). Bunga kecil, beraturan, bi atau unisek, dalam malai. Perhiasan bunga 3 + 3, berdaging /seperti kulit, sering dengan

braktea berbentuk sudip. Benang-sari 6. Bakal buah menumpang, tiga ruang, buah buni/kotak/batu, biji berendosperm

Sebaran:

luas di wilayah tropik dan iklim sedang hangat

Genera/Spesies:

200/2780.

Calamus (370 spp.), Bactris (200),

Daemonotrops (115), Licuala (100), Chamaedorea (100)

Manfaat: 1. Makanan:

Areca, Attalea (minyak palm), Metroxylon (sagu),

Cocos (kelapa), Elaeis (minyak palm Afrika), Bactris (peach palm), dan Phoenix (palm kurma)

2.

Arti ekonomi lain:

Calamus (rotan), Copernicia (lilin carnuba),

Phytelephas (ivory sayuran), Raphia (raffia), tanaman hias (Caryota /palm ekor ikan, Chamaeron /palm kipas Eropa)

(52)

Kelapa (Cocos nucifera)

Braktea Malai

Bulir

Buah Bunga betina

Bunga jantan Benangsari

Bunga betina Bunga jantan

(53)

XIII/Angiospermae-Monokotil1/ 11 - 13

Calamus caesius Salacca edulis

Borassus labellifer

(54)

Herba dengan batang berbuku

.

Daun berseling, berpelepah.

Infloresen cincinus,

memiliki brak berbentuk perahu,

. Bunga

biseksual,

beraturan biasa-nya biru

. Perhiasan bunga 6 (3+3),

dalam 2 lingkar. Benangsari 6 (3+3), beberapa tidak ada atau

staminodia.

Karpel 3, plasentasi di ketiak. Buah kotak.

Biji

berendosperm.

Sebaran: luas di daerah tropik ke iklim sedang.

Genera/ Spesies: 40/650. Gerera major:

Commelina (230 spp.), Tradescantia (60),

Aneilema (60), Murdannia (45), dan Callisia

(20)

Manfaat:

Daun dapat digunakan untuk obat luka, bahan pembuatan tas dan kerajinan lain

1. Commellinaceae

COMMELINALES

(55)

Commelinaceae

Biji

Benangsari

Staminodia Putik Braktea

Commelina diffusa

(56)

Contoh spesies:

Rhoeo discolor Commelina benghalensis

Zebrina pendula

Tradescantia sillamontana

(57)

Herba aquatik, annual atau perennial, terapung atau tenggelam. Daun berseling, melingkar spiral, distichous; bertangkai dan berpelepah; tanpa atau dengan ligula; tanpa atau dengan stipula; bentuk linear atau lanceolate, bundar telur, atau membundar; pertulangan menjari, paralel, atau menyirip; pangkal menjantung atau meruncing; tepi rata. Bunga soliter, atau dalam infloresen tandan atau bulir, atau malai; terminal; dengan atau tanpa seludang. Bunga bisek, aktinomorf atau zygomorf; 3-merous, 4-5 lingkaran. Hiasan bunga (tepal) 6, petaloid. Androecium 3 atau 6 (3+3) benangsari, tanpa atau dengan staminodia. Gynaecium 3 carpel, syncarpus, 1 atau 3 ruang, menumpang. Buah kapsul atau nut.

Sebaran: Sub-tropical to tropical. Pantropical, subtropical and warm temperate.

Genera/ Spesies: 9/30. Eichornia, Eurystemon,

Heteranthera, Monochoria, Hydrothrix,

Pontederia, Reussia, Scholleropsis, Zosterella.

Manfaat:

Beberapa digunakan sebagai tanaman hias termasuk eceng gondok

COMMELINALES

Eceng gondok

(Eichornia crassipes)

(58)

COMMELINALES

Eceng gondok (Eichornia crassipes)

Bag of water hyacint is made from best

(59)

Eceng (Monochoria vaginalis)

(60)

MATERI MINGGU DEPAN: POALES & ZINGIBERALES

Referensi

Dokumen terkait