• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN PROYEK PENGEMBANAGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2006 Kata Pengantar - 11. modul mengelola adminsitrasi pajak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAGIAN PROYEK PENGEMBANAGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2006 Kata Pengantar - 11. modul mengelola adminsitrasi pajak"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL

MENGELOLA ADMINSITRASI PAJAK

BAGIAN PROYEK PENGEMBANAGAN KURIKULUM

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

(2)

Kata Pengantar

Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penyusunan modul ini bias terselesaikan.

Buku Modul ini disusun oleh Tim Kelompok 2, Pelatihan Mata Diklat Kejuruan Akuntansi di LPMP di Bnadar Lampung. Buku ini ditujukan bagi siswa maupun guru yang mengajar bidang akuntansi di tingkat II semester 2, untuk Kompetensi Mengelola Administrasi Pajak. Yang berisi Uraian Materi, Cek Kemampuan, Metode penilaian siswa yang bertujuan untuk mengukur sampai seberapa jauh siswa menguasai materi. Untuk Guru yang mengajar Mata Diklat Akuntansi semoga modul ini sebagai bahan acuan untuk memperkaya khasanah keilmuan dan pengembanagan bahan ajar.

Penyusuanan Modul ini masih banyak kekurangan disana- sini, karena keterbatasan waktu. Segala kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan untuk penyempurnaan modul ini. Akhir kata penulis sangat berterimakasih pada Tim Widyaiswara dan rekan-rekan Diklat di LPMP yang telah memberikan saran dan masukkannya. Akhir kata semoga modul ini bermanfaat bagi pembaca.

Tim Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

Halaman judul...

i

Halaman Francis...

ii

Kata Pengantar...

1

Daftar isi...

2

Peta Kedudukan Modul...

3

Glosarium...

4

BAB I PENDAHULUAN

A. Deskripsi

B. Prasarat

C. Petunjuk Penggunaan Modul

D. Tujuan Akhir

E. Kompetensi

F. Cek Kemampuan

BAB II PEMELAJARAN

A. Rencana belajar siswa

B. Kegiatan belajar siswa

1. Kegiatan belajar 1

2. Kegiatan belajar 2

3. Kegiatan belajar 3

4. kegiatan belajar 4

(4)

Peta Kedudukan Modul

A. 1 A. 2 A. 3 B. 1

B. 2

C. 1

C. 2

C. 3

D. 1 D. 3 D. 7 D. 9 D. 11 D. 13 D. 14 D. 18

D. 2 D. 4 D. 8 D. 10 D. 12

D. 5

D. 6

E. 1 D. 17 D. 15

(5)

GLOSARIUM

Pajak : Iuran rakyat kepada kas negaraberdasarkan undang-undang dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditujukan dan yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum.

Masa pajak : Jangka waktu yang lamanya sama dengan satu bulan takwim

Tahun pajak : jangka waktu satu tahun takwim kecuali bila wajib pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun takwim.

Pajak yang terutang : Pajak yang harus dibayar pada satu saat dalam masa pajak, tahun pajak atau bagian dari tahun pajak menurut ketentuan peraturan perundangan pajak.

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. DISKRIPSI

Modul “ Mengelola Administrasi Pajak ” ini terkait dengan pemelajaran lima hal yaitu tentang persiapan pengelolaan perhitungan pajak, identifikasi data transaksi, perhitungan jumlah pajak yang harus dibayar, SPT dan SSP.

Diharapkan setelah menyelesaikan modul ini, peserta diklat dapat menghitung jumlah pajak yang harus dibayar dan pada akhir bahasan peserta diklat dapat mengisi SPT dan SSP.

B. PRASARAT

Agar dapat mencapai tujuan akhir diatas, maka peserta pelatihan hendaknya sudah m,enguasai :

 SOP (Standar Operating Prosedur) untuk penegelolaan SPT dan SSP  Menguasai peralatan manual dan komputer

 Etika komunikasi secara lisan dan tulisan dalan bahasa Indonesia dan Bahasda

inggris.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Lankah-langkah belajar yang ditempuh:

a. Bacalah dengan cermat rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini yang memuat kinerja yang diharapkan, criteria keberhasilan, dan kondisi yang diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang akan dicapai melalui modul ini.

b. Bacalah dengan cermat dan pahami dengan baik daftar pertanyaan pada “ Cek Kemampuan “ sebagai pengukur kompetensi yang harus dikuasai dalam modul ini. Lakukan ini pada awal dan akhir mempelajari modul untuk meyakinkan penguasaan kompetensi sebagai pencapaian hasil belajar anda. c. Diskusi dengan sesama peserta diklat apa yang telah anda cermati untuk

mendapatkan pemahaman yang baik tentang tujuan belajar dan kompetensi yang ingin dicapai dalam modul. Bila masih ragu maka tanyakan pada guru/intruktur sampai paham

d. Bacalah dengan cermat peta kedudukan modul prasarat dan pengertian dari istilah-istilah sulit dan penting dalam modul.

e. Bacalah dengan cermat materi setiap kegiatan belajar, rencanakan kegiatan belajar, kerjakan tugas, dan jawablah pertanyaan tes, kemudian cocokan dengan kunci jawaban. Lakukan kegiatan ini sampai anda menguasai hasil belajar yang diharapkan

f. Bila dalam proses memahami materi anda mendapatkan kesulitan, maka diskusikan dengan teman-teman atau konsultasikan dengan guru.

(7)

h. Anda tidsak dibenarkan melanjutkan kegiatan belajar berikutnya, bila belum menguasai materi pada kegiatan belajar sebelumnya.

i. Setelah modul untuk mencaai satu kompetensi telah tuntas dipelajari maka ajukan uji kompetensi dan sertifikasi.

2. Perlengkapan yang harus dipersiapkan:

a. Alat tulis, yang terdiri dari : kertas, pensil, ball point dan penghapus. b. Alat hitung : Kalkulator, Manual dan Elektronik

c. Format laporan 3. Hasil Pelatihan:

a. SPT dan SSP yang telah diisi secara lengkap dan benar b. Konfirmasi SPT dan SSP secar lengkap dan benar c. Laporan Rekapitulasi SPT dan SSP

4. Peran guru dalam proses pembelajaran :

a. membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

b. membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

c. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktek baru dan menjawab perttanyaan siswa mengenai proses belajar siswa

d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lainyang diperlukan untuk belajar

e. Mengorganisasikan kegioatan belajar kelompok jika diperlukan

f. Merencanakan seorang pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperelukan.

g. Melaksanakan penilaian

h. Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu dibenahi dan merundingkan rencana pemebelajaran selanjutnya.

i. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

D. TUJUAN AKHIR

Peserta Diklat mampu melaksanakan pengelolaan administrasi pajak baik untuk perusahaan jasa, dagang dan manufactur dengan standar operating prosedur (SOP) pengelolaan administrasi pajak yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Kemampuan tersebut dapat dilihat dari: a. Data transaksi yang telah di identifikasi b. Penghitungan jumlah pajak yang terutang c. Pewngisian SPT

(8)

F. CEK KEMAMPUAN

Berilah tanda cek (V) apabila peserta diklat telah menguasai beberapa sub kompetensi berikut ini :

No Sub Kompetensi Ya Tidak

1. Dapatkah anda memepersiapakan pengelolaan penghitungan pajak

2. Dapatkah anda mengidentifikasi data transasksi 3. Dapatkah anda menghitung jumlah pajak yamng

harus dibayar

(9)

BAB II

PEMELAJARAN

A. RENCANA BELAJAR SISWA

Kompetensi : Mengelola administrasi Pajak Sub Komptensi :

 Mempersiapkan pengelolaan penghitungan pajak  Mengidentifikasi data transaksi

 Menghitung jumlah pajak yang harus dibayar  Mengisi surat pemberitahuan pajak (SPT)  Mengisi surat setoran pajak (SSP)

Jenis kegiatan Tgl Waktu Tempat

pencapaian perubahanAlasan GuruTtd 1. Mempersiapkan

Mempersiapkan pengelolaan penghitungan pajak a. Tujuan kegiatan pembelajaran 1

Peserta diklat mampu :

(10)

b. Uraian Materi

Pendahuluan

Sistem perpajakan yang lama belum dapat menggerakkan peran dari semua lapisan subyek pajak yang besar peranannya dalam menghasilkan penerimaan dalam negeri, yang sangat diperlukan untuk mewujkudkan pembangunan nasional. Oleh karena itu, pemerintah menciptakan system perpajakan yang baru yaitu dengan lahirnya undang-undang perpajakan baru, yang terdiri atas:

UU no 7 tahun 1983 tentang PPh, UU no 8 tahun 1983 tentang PPn dan PPn BM, UU no 12 tahun 1985 tentang PBB dan UU no 13 1985 tentang Bea Materai

Sejalan dengan perkembangan yang ada, bias dari banyak masalah yang ternyata tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada dan perlu penyempurnaan, sehingga pemerintah mengeluarkan UU no 16, 17, 18, 19, dan 20 Tahun 2000.

Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak:

Untuk dapat menghitung PPh, harus diketahui dasar pengenaan pajaknya. Untuk wajib pajak dalam negeri dan BUT yang menjadi dasar pengenaan pajak adalah penghasilkan kena pajak untuk wajib pajak luar negeri adalah penghasilan brutto. Besarnya penghasilan kena pajak untuk wajib pajak badan dihitung sebesar penghasilan netto dan untuk wajib orang pribadi dihitung sebesar penghasilan netto dikurangi penghasilan tidak kena pajak (PTKP), atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Penghasilan tidak kena pajak

Besarnya PTKP setahun yang berlaku saat ini adalah :

 RP 2.880.000 untuk diri WP orang pribadi  Rp 1.440.000 tambahan untuk WP yang kawin

 Rp 2.880.000 tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung

dengan penghasilan suami

 Rp 1.440.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga saudara dan semenda

dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya (maksimal 3 orang)

Penghasilan kena pajak (WP Orang pribadi) :

= penghasilan netto – PTKP

(11)

Cara menghitung Pajak

Pajak penghasilan (bagi WP dalam negeri dan BUT) setahun dihitung dengan cara mengalikan penghasilan kena pajak dengan tariff pajak sebagaimana diatur dalam UU PPh pasal 17.

c. Rangkuman

Dasar pengenaan pajak adalah penghasilan kena pajak untuk WP badan dihitung sebesar penghasilan netto dan untuk WP orang pribadi dihitung sebesar penghasilan netto – PTKP.

PPh setahun dihitung dengan cara mengalikan penghasilan kena pajak dengan tarif pajak.

d. Tugas I

1. lakukan observasi ke salah satu perusahaan untuk mengidentifikasi apakah perusahaan tersebut melakukan proses penghitungan pajak sebagaimana dijelaskan dimuka

2. Dapatkan bukti belajar yang terkait dengan transaksi administrasi pajak

e. Tes Formatif 1

1. Bagaimana rumus untuk menghitung PPh WP orang pribadi dan WP badan?

f. Kunci Jawaban Formatif 1

PPh untuk WP orang pribadi :

= Penghasilan kena pajak X tarif pasal 17 = (Penghasilan netto – PTKP ) X tarif pasal 17

= ( Penghasilan brutto – biaya yang diperkenankan UU PPh ) – PTKP  X Trif

pasal 17

PPh untuk WP Badan: = PKP X Tarif pasal 17

= Penghasilan netto X Tarif pasal 17

= (Penghasilan brutto – Biaya yang diperkenankan UU PPh ) X Tarif pasal 17

g. Lembar Kerja 1

1. Alat dan bahan : kertas, pensil, ball point penghapus, dan penggaris 2. K 3 : sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan kerja

(12)

Kegiatan belajar 2:

Mengidentifikasi data transaksi

a. Tujuan kegiatan pemelajaran 2 Peserta diklat mampu:

1. Mengelompokkan jenis-jenis data transaksi yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi pajak.

2. Menyebutkan subyek dan Obyek pajak b. Uraian Materi 2

Pengelompokan Pajak:

1. Menurut golongan:

a. Pajak langsung, contoh PPh

b. Pajak tidak langsung, yaitun pajak yang bebannya dapat dilimpahkan pada orang lain, contoh: PPn

2. Menurut Sifatnya:

a. pajak subyektif, yaitu pajak berdasarkan pada subyeknya, atau keadaan diri WP contoh: pajak penghasilan

b. Pajak Obyektif, contoh: pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah

3. Menurut lembaga pemungutannya

a. pajak pusat, contoh: PPh, PPn dan PPn BM, PBB dan Bea Materai b. pajak daerah, contoh : pajak kendaraan bermotor

Subyek dan Obyek Pajak

Subyek pajak penghasilan, diantaranya: 1. orang pribadi

2. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak 3. badan, terdiri dari PT, CV, Perseroan lain, BUMN dan BUMD

4. bentuk usaha tetap (BUT)

Obyek Pajak Penghasilan

1. imbalan yang bekaitan dengan pekerjaaan dan jasa 2. hadiah dari undian

3. laba usaha

4. keuntungan karena penjualan

(13)

C. Rangkuman

Pajak dapat digolongkan menurut golongan, sifat dan lembaga pemungutnya. Subyek pajak terdiri atas:

Orang pribadi, warisan yang belum terbagi, badan dan BUT

Obyek PPh terdiri atas imbalan, hadiah, laba usaha, dan keuntungan dari penjualan

D. Tugas 2

1. Lakukan observasi ke salah satu perusahaan untuk mengetahui data transaksi yang berkaitan dengan pengelolaan pajak.

E. Tes formatif 2

1. Sebutkan tiga obyek dan subyek pajak

F. Kunci Jawaban formatif 2

1. Subyek pajak terdiri atas : Orang pribadi, badan dan BUT 2. Obyek pajak

Terdiri atas: imbalan, hadiah dari undian dan laba usaha

Kegiatan Belajar 3

Menghitung jumlah pajak yang harus dibayar:

a. Tujuan kegiatan belajar 3

Peserta diklat mampu: menghitung jumlah pajak yang harus dibayar. b. Uraian materi 3

Tarif Pajak

Besarnya tariff PPH sesuai dengan pasal 17 UU PPh sebagai berikut: 1. WP orang pribadi dalam negeri

Lapisan penghasilan kena pajak Tarif pajak

0 sd Rp 25.000.000 5 %

diatas Rp 25.000.000 s.d Rp 50.000.000 10 % diatas Rp 50.000.000 s.d Rp 100.000.000 15 % diatas Rp 100.000.000 s.d Rp 200.000.000 25 %

(14)

2. WP badan dalam negeri dan BUT

Lapisan PKP Tarif pajak

0 sd Rp 50.000.000 10 %

diatas Rp 50.000.000 s.d Rp 100.000.000 15 %

diatas Rp 100.000.000 30 %

C. Rangkuman

Besarnya tarif pajak untuk WP orang pribadi dalam negeri berbeda dengan tariff pajak badan dan BUT membayar iuran pensiun Rp 30.000, Hasan menikah dan mempunyai satu orang anak. Berapa PPh pasal 21 yang harus dibayar hasan setiap bulan.

(15)

Kegiatan Belajar 4 Mengisi SPT a. Tujuan kegiatan belajar 4

Peserta diklat mampu mengisi SPT b. Uraian Materi

SPT adalah surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan

Fungsi SPT yaitu sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggung jawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang.

Prosedur penyelesaiaan SPT :

 WP harus mengambil sendiri blanko SPT pada kantor pelayanan pajak setemnpat

dengan menunjukkan NPWP

 SPT harus diisi dengan benar, jelas dan lengkap sesuai dengan petunjuk yang

diberikan

 SPT diserahkan kembali ke KPP setempat dalam batas waktu yang ditentukan  Bukti-bukti yang harus dilampirkan pada SPT yaitu laporan keuangan, jumlah dasar

pengenaan pajak, dan jumlah pajak keluaran. Jenis SPT:

 SPT masa batas waktu penyampaian 20 hari setelah akhir masa pajak  SPT tahunan, 3 bulan setelah akhir tahun pajak

c. Tugas 4

Lakukan observasi ke kantor pelayanan pajak untuk memperoleh contoh format SPT

d. Tes Formatif 4

Apa sangsi yang diperoleh jika WP terlambat menyerahkan SPT

e. Kunci formatif 4

WP yang terlambat menyampaikan SPT dikenakan denda untuk SPT masa Rp 50.000 dan untuk SPt tahunan Rp 100.000

f. Lembar kerja 4

(16)

BAB III

EVALUASI

A. Tes teori

1. Apa yang menjadi dasar pengenaan pajak ? 2. Berapa PTKP untuk WP yang belum menikah ? 3. Jelaskan penggolongan pajak menurut sifatnya? 4. Apa fungsi dari SPT?

B. Tes Praktik

(17)

BAB IV PENUTUP

Setelah peserta diklat menyelesaikan dan menguasai modul ini peserta diklat dapat mengajukan uji kompetensi dan sertifikasi untuk dapat melanjutkan ke modul berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo, Drs., MBA, Akt, 2003. Perpajakan. Edisi Revisi, Yogyakarta, Penerbit ANDI

(18)

Referensi

Dokumen terkait