• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI DAN APLIKASI SISTEM PAKAR dalam TE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEORI DAN APLIKASI SISTEM PAKAR dalam TE"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/276269095

TEORI DAN APLIKASI SISTEM PAKAR

dalam TEKNOLOGI MANAJERIAL

BOOK · JANUARY 2009

CITATIONS

5

READS

1,027

1 AUTHOR:

Marimin Marimin

Bogor Agricultural University

86PUBLICATIONS 209CITATIONS

SEE PROFILE

(2)
(3)

TEORI DAN APLIKASI SISTEM PAKAR

dalam

TEKNOLOGI MANAJERIAL

OLEH :

Prof. Dr. Ir. Marimin, MSc.

(4)

Diterbitkan oleh IPB PRESS

Bogor, 2007

Teori dan Aplikasi Sistem Pakar

dalam

Teknologi Manajerial

(5)

TEORI DAN APLIKASI SISTEM PAKAR dalam TEKNOLOGI MANAJERIAL

Prof. Dr. Ir. Marimin, MSc.

ISBN. 979 – 8455 – 16 – 9

 2007 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

Diterbitkan pertama kali oleh IPB Press

Desain Cover: Luki Ariftia

(6)

KEDUA ... i

PENGANTAR EDISI PERTAMA ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR TABEL ... xiii

I. SISTEM DAN POSISI SISTEM PAKAR A. Konsep Sistem ... 1

1. Pengertian Sistem ... 1

2. Pendekatan Sistem ... 4

3. Tahapan Pendekatan Sistem ... 5

4. Keunggulan Pendekatan Sistem ... 10

5. Kelemahan Pendekatan Sistem ... 11

B. Posisi Sistem Pakar pada Sistem Informasi Berbasis Komputer ... 12

II. KONSEP DAN STRUKTUR SISTEM PAKAR A. Konsepsi Sistem Pakar ... 16

B. Struktur Sistem Pakar ... 22

1. Akuisisi Pengetahuan ... 24

2. Representasi Pengetahuan ... 34

3. Mekanisme Inferensi ... 41

4. Interaksi Manusia-Mesin ... 58

III. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR A. Tahapan Pengembanga ... 64

1. Identifikasi Masalah ... 68

2. Analisa Kebutuhan ... 68

3. Perumusan Masalah ... 69

4. Identifikasi Sistem ... 70

5. Tahapan Pengembangan ... 71

B. Alat Pengembangan Sistem Pakar ... 77

1. Jenis Alat Pengembang ... 77

2. Personal Consultan Plus ... 78

(7)

B. Contoh Kasus Implementasi Sistem Pakar dalam

Teknologi Manajerial ... 85

1. Sistem Pakar untuk Pengembangan Produk ... 87

2. Sistem Pakar untuk Penarikan Tenaga Kerja ... 95

3. Kemungkinan Penggunaan Sistem Pakar dalam Kontrol Industri ... 103

V. PEMANFAATAN JARINGAN NEURAL DAN SISTEM FUZZY DALAM SISTEM PAKAR A. Sistem Fuzzy ... 114

1. Perkembangan Sistem Fuzzy ... 114

2. Struktur Dasar ... 115

3. Fungsi Keanggotaan ... 116

4. Pemrosesan Bilangan Fuzzy ... 120

5. Defuzzifikasi ... 122

6. Implementasi Sistem Fuzzy ... 122

B. Jaringan Neural (JST) ... 123

1. Perkembangan Jaringan Neural ... 123

2. Struktur Dasar ... 124

3. Mekanisme Pembelajaran ... 126

4. Implementasi JST ... 129

C. Sistem Neural Fuzzy ... 129

1. Perkembangan Sistem Neural-Fuzzy ... 129

2. Struktur Dasar ... 131

3. Implementasi Sistem Neural-Fuzzy ... 136

VI. BUNGA RAMPAI PENERAPAN SISTEM CERDIK A. Sistem Intelijen Penilaian Kinerja Perusahaan ... 139

1. Pendahuluan ... 140

2. Landasan Teori ... 142

3. Perancangan Sistem ... 146

4. Hasil dan Pembahasan ... 147

5. Kesimpulan dan Saran ... 152

6. Daftar Pustaka ... 153

B. Sistem Intelejen Penilaian Kredit ... 154

1. Pendahuluan ... 155

(8)

3. Metodologi ... 161

4. Rancang Bangun Sistem ... 164

5. Hasil dan Pembahasan ... 167

6. Kesimpulan dan Saran ... 174

7. Daftar Pustakan ... 175

C. Pengembangan Web Chat dan Aplikasinya dalam Pengambilan Keputusan Kelompok Secara Label Linguistik ... 177

1. Pendahuluan ... 178

2. Teknik Pengambilan Keputusan Fuzzy ... 179

3. Aplikasi Komunikasi Elektronis ... 184

4. Perancangan Sistem ... 186

5. Implementasi dan Verifikasi ... 188

6. Pembahasan ... 194

7. Kesimpulan dan Sarab ... 195

8. Daftar Pustaka ... 196

D. Jaringan Syaraf Tiruan untuk Pengenalan Tanda Tangan ... 197

1. Pendahuluan ... 198

2. Landasan Teori ... 199

3. Metode Penelitian ... 203

4. Pembahasan ... 205

5. Kesimpulan dan Saran ... 213

6. Daftar Pustaka ... 214

DAFTAR PUSTAKA ... 215

LAMPIRAN Lampiran 1. Petunjuk Penggunaan Paket Program EXSYS 5 ... 218

Lampiran 2. Petunjuk Penggunaan Paket Program Matlab 6.5 ... 232

Lampiran 3. Pengoperasian Paket Program PC+ ... 248

Lampiran 4. Sistem Pakar dan Perangkatnya ... 262

Lampiran 5. Daftar Kata-kata Penting dalam Sistem Pakar dan Komputer ... 272

INDEKS ... 282

(9)

BAB I. SISTEM DAN POSISI SISTEM PAKAR

Bab ini mendiskusikan pengertian dasar dan definisi sistem, tahapan, keunggulan dan kelemahan pendekatan sistem, serta posisi sistem pakar pada sistem informasi berbasis komputer.

A. KONSEP SISTEM

1. Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks. Pengertian tersebut mencerminkan adanya beberapa bagian dan hubungan antara bagian, ini menunjukkan kompleksitas dari sistem yang meliputi kerja sama antara bagian yang interdependen satu sama lain. Selain itu dapat dilihat bahwa sistem berusaha mencapai tujuan. Pencapaian tujuan ini menyebabkan timbulnya dinamika, perubahan-perubahan yang terus menerus perlu dikembangkan dan dikendalikan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa sistem sebagai gugus dari elemen-elemen yang saling berinteraksi secara teratur dalam rangka mencapai tujuan atau subtujuan. Pengertian sistem secara skematis dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Sifat-sifat dasar dari suatu sistem antara lain :

1. Pencapaian tujuan, orientasi pencapaian tujuan akan memberikan sifat dinamis kepada sistem, memberi ciri perubahan yang terus menerus dalam usaha mencapai tujuan.

Elemen

Tujuan/ Sub Tujuan

Gambar 1.1. Pengertian sistem

(10)

2. Kesatuan usaha, mencerminkan suatu sifat dasar dari sistem dimana hasil keseluruhan melebihi dari jumlah bagian-bagiannya atau sering disebut konsep sinergi.

3. Keterbukaan terhadap lingkungan, lingkungan merupakan sumber kesempatan maupun hambatan pengembangan. Keterbukaan terhadap lingkungan membuat penilaian terhadap suatu sistem menjadi relatif atau yang dinamakan equifinality atau pencapaian tujuan suatu sistem tidak mutlak harus dilakukan dengan satu cara terbaik. Tetapi pencapaian tujuan suatu sistem dapat dilakukan melalui berbagai cara sesuai dengan tantangan lingkungan yang dihadapi.

4. Transformasi, merupakan proses perubahan input menjadi output yang dilakukan oleh sistem. Proses transformasi diilustrasikan pada Gambar 1.2.

5. Hubungan antar bagian, kaitan antara subsistem inilah yang akan memberikan analisa sistem suatu dasar pemahaman yang lebih luas.

6. Sistem ada berbagai macam, antara lain sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem dengan umpan balik.

7. Mekanisme Pengendalian, mekanisme ini menyangkut sistem umpan balik yang merupakan suatu bagian yang memberi informasi kepada sistem mengenai efek dari perilaku sistem terhadap pencapaian tujuan atau pemecahan persoalan yang dihadapi. Skema proses transformasi sistem dengan mekanisme pengendalian disajikan pada Gambar 1.3.

Input Transformasi Output

(11)

Ditinjau dari komponen input, proses, dan output, suatu

sistem dapat diklasifikasikan dalam 3 kategori, yaitu sistem

analisis, sistem desain, dan sistem kontrol. Apabila input dan

proses dari suatu sistem sudah dapat diidentifikasi dengan jelas

sedangkan outputnya yang perlu dilihat/dianalisa, maka sistem

tersebut disebut sistem analisis. Suatu sistem diklasifikasikan ke

dalam sistem desain apabila komponen input dan outputnya

sudah jelas kharakteristiknya sedangkan prosesnya masih perlu

dirumuskan/direkeyasa. Suatu sistem disebut sistem kontrol

apabila kharakteristik proses dan outputnya sudah jelas

diidentifikasi sedangkan inputnya perlu diatur secara pas agar

target outputnya tercapai. Gambar 1.4. mengilustrasikan ketiga

kategori sistem tersebut.

Input Transformasi Output

Pengendalian

Gambar 1.3. Skema proses transformasi sistem dengan mekanisme pengendalian

Sistem Input Proses Output

Analisis √ √ ?

Desain √ ? √

Kontrol ? √ √

Keterangan : √ = Kharakteristiknya sudah diketahui ? = Kharakteristiknya perlu dianalisa/

direkayasa/ diatur

(12)

2. Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem adalah suatu pendekatan analisa organisatoris yang menggunakan ciri-ciri sistem sebagai titik tolak analisa. Dengan demikian manajemen sistem dapat diterapkan dengan mengarahkan perhatian kepada berbagai ciri dasar sistem yang perubahan dan gerakannya akan mempengaruhi keberhasilan suatu sistem.

Pada dasarnya pendekatan sistem adalah penerapan dari sistem ilmiah dalam manajemen. Dengan cara ini hendak diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dan keberhasilan suatu organisasi atau suatu sistem. Metode ilmiah dapat menghindarkan manajemen mengambil kesimpulan-kesimpulan yang sederhana dan simplistis searah oleh suatu masalah disebabkan oleh penyebab tunggal. Pendekatan sistem dapat memberi landasan untuk pengertian yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sistem dan memberikan dasar untuk memahami penyebab ganda dari suatu masalah dalam kerangka sistem.

Menurut Eriyatno (1998), karena disebabkan pemikiran sistem selalu mencari keterpaduan antar bagian melalui pemahaman yang utuh, maka diperlukan suatu kerangka fikir baru yang terkenal sebagai pendekatan sistem (system approach). Pendekatan sistem merupakan cara penyelesaian persoalan yang dimulai dengan dilakukannya identifikasi terhadap adanya sejumlah kebutuhan-kebutuhan sehingga dapat menghasilkan suatu operasi dari sistem yang dianggap efektif.

Terdapat dua hal umum yang menandai pendekatan sistem, yaitu (1) dalam semua faktor penting yang ada dalam mendapatkan solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah; dan (2) dibuat suatu model kuantitatif untuk membantu keputusan secara rasional. Untuk dapat bekerja secara sempurna, suatu pendekatan sistem mempunyai delapan unsur yang meliputi: metodologi untuk perencanaan dan pengelolaan, suatu tim yang multidisipliner, pengorganisasian, disiplin untuk bidang yang non kuantitatif, teknik model matematik, teknik simulasi, teknik optimasi dan aplikasi komputer.

(13)

3. Tahapan Pendekatan Sistem

Metode untuk penyelesaian persoalan yang dilakukan melalui pendekatan sistem terdiri dari tahapan proses. Tahapan tersebut meliputi analisa, rekayasa model, impelementasi rancangan, implementasi dan operasi sistem tersebut.

Metodologi sistem pada prinsipnya melalui enam tahap analisa yang meliputi: analisa kebutuhan, identifikasi sistem, formulasi masalah, pembentukan alternatif sistem, determinasi dari realisasi fisik, sosial politik dan penentuan kelayakan ekonomi dan keuangan. Tahapan tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.5.

Analisa kebutuhan merupakan permulaan pengkajian dari suatu sistem. Analisa ini akan dinyatakan dalam kebutuhan-kebutuhan yang ada, baru kemudian dilakukan tahapan pengembangan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dideskripsikan. Analisa kebutuhan selalu menyangkut interaksi antara respon yang timbul dari seorang pengambil keputusan terhadap jalannya sistem. Analisa ini dapat meliputi hasil suatu survei, pendapat ahli, diskusi, observasi lapang dan sebagainya.

Pada tahap analisa kebutuhan, dapat ditentukan komponen-komponen yang berpengaruh dan berperan dalam sistem. Komponen-komponen tersebut mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuannya masing-masing dan saling berinteraksi satu sama lain serta berpengaruh terhadap keseluruhan sistem yang ada. Sebagai contoh dari analisa kebutuhan, komponen-komponen yang berpengaruh dan berperan dalam Sistem Perencanaan Investasi Produk Agroindustri yang dikembangkan oleh Sutiyono (2002) adalah usaha tani, perusahaan agroindustri, koperasi, konsumen, investor, dan lembaga keuangan. Analisa kebutuhan dari masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut :

1. Usaha tani : Memerlukan informasi kepastian jumlah kebutuhan faktor produksi, menginginkan adanya peningkatan produksi dan produktifitas lahan, harga jual yang sesuai dengan yang ditetapkan, dan keuntungan yang maksimal.

(14)

Analisa Sistem

Gugus Solusi yang Layak Lengkap?

Permodelan Sistem

tidak

ya Informasi

Normatif dan Positif

Cukup?

Cukup?

Sesuai? Sesuai ?

tidak

ya

tidak

ya

tidak

ya Model Abstrak Optimal

Sistem Operasional Spesifikasi Sistem Detail Rancang Bangun Implementasi

Implementasi

Operasi

tidak ya

Kebutuhan

(15)

3. Koperasi : Menginginkan adanya kemudahan pengumpulan produk, adanya kepercayaan dalam pengorganisasian petani dalam produksi dan penjualan produk, dan pemasaran produk yang mudah, murah, dan stabil.

4. Konsumen : Menginginkan adanya kemudahan memperoleh produk, harga produk yang terjangkau dan stabil, dan adanya jaminan kualitas produk yang tinggi dan stabil

5. Investor : Menginginkan keuntungan yang sesuai dengan harapan, adanya kemudahan memperoleh informasi jenis usaha dan produk, dan adanya jaminan kembalinya modal usaha dan kelancaran usaha

6. Lembaga Keuangan : Menginginkan adanya peningkatan jumlah nasabah, adanya kelancaran pengembalian kredit, dan adanya jaminan kelancaran usaha.

(16)

Hal yang terpenting dalam mengidentifikasi sistem adalah melanjutkan interpretasi diagram lingkar kedalam konsep kotak gelap (black box). Para analis harus mampu mengkonstruksi diagram kotak gelap. Gambar 1.7. menunjukkan diagram kotak gelap.

(17)

Dalam penyusunan kotak gelap, perlu diketahui macam informasi yang dikategorikan menjadi tiga golongan yaitu peubah input, peubah output dan parameter-parameter yang membatasi struktur sistem. Input terdiri dari dua golongan yaitu eksogen atau yang berasal dari luar sistem (input dari lingkungan) dan overt input yang berasal dari dalam sistem dan ditentukan oleh fungsi dari sistem itu sendiri. Sedangkan output terdiri dari dua golongan yaitu output yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki, output yang dikehendaki biasanya dihasilkan dari adanya pemenuhan kebutuhan yang ditentukan secara spesifik pada waktu analisa kebutuhan. Output yang tidak dikehendaki berasal dari dampak yang akan ditimbulkan bersama-sama dengan output yang dikehendaki. Contoh diagram input output sistem perencanaan investasi produk agroindustri disajikan pada Gambar 1.8.

Identifikasi sistem akan menghasilkan spesifikasi yang terperinci tentang peubah yang menyangkut rancangan dan proses pengendalian. Identifikasi sistem ditentukan dan ditandai dengan adanya determinasi kriteria jalannya sistem yang akan membantu dalam evaluasi alternatif sistem. Teknik dan metode pengambilan keputusan yang mungkin layak untuk mendukung perumusan dan operasionalisasi sistem mulai di identifikasi dan dianalisa.

Output yang dikehendaki Input

lingkungan

Sistem

Output yang tidak dikehendaki

Manajemen pengendalian Input tidak terkontrol

Input terkontrol

(18)

4. Keunggulan Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem diperlukan karena makin lama makin dirasakan interdependensinya dari berbagai bagian dalam mencapai tujuan sistem. Masalah-masalah yang dihadapi pada waktu ini tidak lagi sederhana dan dapat menggunakan peralatan yang menyangkut satu disiplin saja, tetapi memerlukan peralatan yang lebih komprehensif, yang dapat mengidentifisir dan memahami berbagai aspek dari suatu permasalahan dan dapat mengarahkan pemecahan secara menyeluruh.

Pendekatan sistem sangat penting untuk menonjolkan tujuan yang hendak dicapai, dan tidak terikat pada prosedur koordinasi atau pengawasan dan pengendalian itu sendiri. Dalam banyak hal pendekatan manajemen tradisional seringkali mengarahkan pandangan pada cara-cara koordinasi dan kontrol yang tepat, seolah inilah yang

Gambar 1.8. Diagram input output Sistem Perencanaan Investasi

(19)

menjadi tujuan manajemen, padahal tindakan-tindakan koordinasi dan kontrol ini hanyalah suatu cara untuk mencapai tujuan, dan harus disesuaikan dengan lingkungan yang dihadapi.

Konsep sistem terutama berguna sebagai cara berfikir dalam suatu kerangka analisa, yang dapat memberi pengertian yang lebih mendasar mengenai perilaku dari suatu sistem dalam mencapai tujuannya. Sehingga kaitan antara faktor-faktor teknologi, ekonomi, sosial dan politik makin lama makin erat, gerakan disalah satu bidang akan mempunyai pengaruh pada bidang lain. Hal tersebut mencerminkan kompleksitas dari lingkungan.

Disinilah diperlukan keterpaduan antara pengolahan-pengolahan data yang makin rumit menjadi informasi yang diperlukan untuk pembuatan keputusan. Pengolahan data ini makin lama makin rumit yang perlu dilaksanakan dengan melalui peralatan yang lebih kompleks dan keahlian yang lebih mengkhususkan diri untuk menanganinya. Spesialisasi ini makin menjadikan pengolahan data menjadi suatu kegiatan tersendiri yang kadang-kadang terpisah dari kegiatan manajemen organisasi sebagai keseluruhan, karena itu perlu pengintegrasian pengolahan informasi ini dengan pengambil keputusan sehinggga keputusan-keputusan yang dibuat akan mempunyai landasan yang kokoh dan berdasarkan kenyataan.

5. Kelemahan Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem memang memberikan gambaran yang lebih luas mengenai veriabel-variabel yang harus ditangani dalam mengelola suatu sistem organisasi, akan tetapi dilain pihak pendekatan sistem memiliki kelemahan yaitu menambah kompleksitas analisa yang kadang pendekatan sistem mengakibatkan kebingungan terutama bagi peneliti atau pemakai pemula.

(20)

B. POSISI SISTEM PAKAR PADA SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Pada umumnya perkembangan teknologi perangkat keras

(hardware) komputer dari generasi ke generasi ditandai dengan

mengecilnya ukuran komputer, rendahnya harga dan biaya operasi komputer, cepatnya operasi internal komputer (throughput time) dan mudahnya pengoperasian komputer oleh pemakai (user). Hal tersebut telah membuat meluasnya penggunaan komputer, baik untuk proses pengolahan data dan keperluan lain seperti permainan, simulasi, proses belajar sendiri, inventaris barang-barang, perencanaan keuangan dan bangunan, pembuatan laporan atau pengolahan kata.

Perkembangan penggunaan komputer yang semakin meluas telah memacu industri komputer untuk mengembangkan generasi komputer yang semakin canggih. Sebagai ilustrasi, industri komputer Jepang membuat klaim bahwa era komputer telah memasuki generasi kelima sejak tahun 1984, dengan dimulainya penelitian dan pengembangan di bidang mesin kecerdasan buatan (Artificial Intelligence

Machine) dan penelitian dalam konsep "array processor" (parallel

processing) yang merupakan perkembangan dari sistem

multi-programming dan multi-processing.

Sebenarnya perkembangan teknologi komputer, baik di bidang perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) dipercepat karena adanya tekanan-tekanan dan permintaan oleh para pemakai. Sebagai ilustrasi, industri hardware dan software berkembang dengan cepat, karena meningkatnya permintaan pasar oleh para pemakai, baik yang berselera fungsional maupun yang cenderung menuntut kecanggihan dan kinekerja.

Perkembangan komputer yang begitu cepat dan dinamis, ternyata diikuti oleh semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi dunia industri, baik secara manajerial maupun teknis-teknologis. Hal tersebut membuat bidang-bidang lain juga ikut memanfaatkan perkembangan itu. Pemanfaatan inilah yang mempercepat pengembangan sistem informasi berbasis komputer dan sistem pengaturan proses dan produksi. Bidang-bidang yang tercakup pada sistem informasi berbasis komputer adalah pengolahan data elektronis (electronic data processing), sistem manajemen data dasar (data based management), sistem informasi manajemen (management information systems), sistem penunjang keputusan (decision support systems) dan sistem pakar atau ahli (expert

(21)

produksi sangat luas, yaitu mulai dari pengaturan komposisi proses, kondisi proses hingga ke otomatisasi proses.

Perkembangan bidang sistem pakar ditujukan untuk memenuhi keinginan sophistication (kecanggihan) komputer oleh para pemakai yang semakin meningkat dan bahkan menginginkan adanya komputer yang dapat mengerjakan tugas-tugas yang memerlukan daya nalar atau kecerdasan buatan. Perkembangan sistem pakar ini merupakan hasil dari penelitian dalam bidang artificial intelligence (AI) yang sedang berlangsung dengan cepat. Penerapan penelitian di dalam bidang ini sudah mulai menunjukkan hasil yang memuaskan, walaupun masih dalam taraf perkembangan awal atau prototipe.

Pada dasarnya penelitian dan penerapan AI ini mencakup tiga bidang, yaitu :

1. Bahasa alamiah manusia (natural language) 2. Pengembangan dan penggunaan robot (robotic) 3. Sistem pakar

Penerapan dari natural language synthesizer belum dilaksanakan, karena tingkat akurasinya masih rendah, tetapi telah diterapkan dalam permainan video elektronis (video games). Di bidang robotic, penerapannya sudah dimulai secara terbatas di laboratorium-laboratorium, pabrik-pabrik dan rumah tangga.

Penerapan AI dalam bidang pengembangan dan penggunaan robot sudah cukup luas. Dengan AI, robot akan bekerja lebih efisien, lebih pintar dan lebih cerdik untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam berbagai bidang industri.

Penerapan sistem pakar dimulai di bidang kedokteran untuk keperluan diagnostik para pasien dan juga saat ini sudah dimulai dalam skala kecil di bidang industri (quality control, equipment/vehicle diagnostics) dan di bidang manajemen (pendidikan untuk seleksi penerimaan dan pemberian beasiswa mahasiswa, di bank untuk persetujuan pinjaman, dll). Namun demikian secara operasional (industrialisasi dan komersialisasi) dapat dikatakan bahwa sistem pakar baru dikenal luas pada tahun 1987, karena sebagai perangkat baru di bidang informatik masih memerlukan proses pembakuan, adaptasi dan sistematika di dalam teknik pemprogramannya, terutama yang berkaitan dengan bahasa program, hardware dan software.

(22)

lain-lain. Salah satu tujuan AI adalah merealisasi komputer yang memiliki kecerdasan seperti manusia, sehingga dapat digunakan untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam me- lakukan kegiatan yang memerlukan penalaran dinamik (bukan sekedar menghitung pada konsep informatik klasik). Berbagai jalur AI telah berkembang seperti computer vision, pattern understanding, planning, bahasa alamiah, problem solving, computer learning, expert

pengetahuan yang terpadu di dalam suatu sistem informasi dasar yang ada, sehingga memiliki kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah dalam bidang tertentu secara cerdas dan efektif, sebagaimana layaknya seorang pakar. Sebagai ilustrasi, sistem pakar telah digunakan untuk menjawab masalah sistem pabrikasi, yaitu mulai dari tahap konsepsi dan produksi di pabrik hingga ke optimisasi produksi yang didasarkan pada pra-studi pemasaran.

Permasalahan yang dikemukakan secara umum dari penerapan sistem pakar diberbagai bidang, juga dihadapi di dalam penanganan dan pengembangan teknologi manajerial yang cenderung bersifat spesifik, sehingga seorang yang berkecimpung di dalam teknologi manajerial sering dituntut untuk memahami hal-hal yang di luar bidang atau disiplin ilmunya, karena penelitian di bidang tersebut melibatkan pengetahuan lain.

Sistem pakar merupakan salah satu pemecahan yang potensial dalam mengatasi berbagai masalah yang telah dikemukakan sebelumnya. Namun demikian telah diketahui secara umum bahwa penggabungan ilmu dan pengalaman para tenaga ahli bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, khususnya untuk tenaga ahli yang berbeda bidang keahliannya. Dalam hal ini, sistem pakar dapat dirancang untuk merekam dan menggunakan ilmu pengetahuan, pengalaman dan keahlian dari berbagai tenaga ahli yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda.

(23)

ES DSS

DBMS

EDP

IS

EIS

MIS

Keterangan :

ES : Expert System (Sistem Pakar)

DSS : Decision Support Systems (Sistem Pengambilan Keputusan)

DBMS : Data Based Management Systems (Sistem Manajemen Basis Data) EDP : Electronic Data Processing (Pengolahan Data Elektronik)

IS : Information Systems (Sistem Informasi)

EIS : Executive Information System (Sistem Informasi Eksekutif)

MIS : Managemet Information System (Sistem Informasi Manajemen)

Gambar 1.9. Posisi sistem pakar (ES) pada sistem informasi (IS).

Directive

Strategic

Tactic

Gambar

Gambar 1.1. Pengertian sistem
Gambar 1.2.  Proses transformasi input  menjadi output
Gambar 1.3.    Skema proses transformasi sistem dengan
Gambar 1.5.  Tahapan pendekatan sistem (Eriyatno, 1998)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi Sistem Pakar untuk Penanganan Pasca Panen Buah-buahan.. Dibawah birnbingan

Salah satu teknologi kecerdasan buatan adalah sistem pakar yang merupakan program komputer yang dapat meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar untuk menyelesaikan suatu

Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana mengadopsi cara seorang pakar berpikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu permasalahan,

Beberapa hal yang disarankan untuk pengembangan lebih lanjut dari aplikasi Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Umum Pada Kucing Berbasis Android (Klinik Kucing)

Pada tulisan ini akan dibahas tentang sistem pakar kepribadian, dengan beberapa permasalahan yang melatarbelakangi dibangunnya aplikasi sistem pakar ini adalah (1)

Pengembangan software sistem pakar di bidang hukum diharapkan dapat memudah- kan bagi masyarakat awam untuk menge- tahui dan mengerti pasal-pasal KUHP yang berhubungan dengan

Pengembangan software sistem pakar di bidang hukum diharapkan dapat memudahkan bagi masyarakat awam untuk mengetahui dan mengerti pasal-pasal KUHP yang berhubungan dengan

menyelesaikan permasalahan kemacetan lalulintas digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kemacetan lalulintas adaptif terhadap perubahan parameter jaringan 2 Penerapan sistem