Karakterisasi Koefisien Absorbsi Bunyi Dan Impedansi Akustik Dari Limbah Serat Kayu Meranti Merah (Shorea Pinanga) Dengan Menggunakan Metode Tabung | Yuliantika | JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS 1 SM
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Papan partikel yang terbuat dari campuran serat bambu dan poliester menunjukkan bahwa nilai koefisien serap bunyi yang tertinggi adalah 0,94 terjadi pada frekuensi 1500
Nilai koefisien absorpsi bunyi material akustik serat lumut yang didapatkan dari hasil pengujian menggunakan metode tabung impedansi terlihat bahwa kelima sampel
Sedangkan pada frekuensi 300 Hz, 500 Hz dan 750 Hz tidak memenuhi teori dari persamaan terhadap koefisien absorbsi pada ketebalan 1,20 cm hal ini disebabkan
Semakin besar diameter lubang maka nilai koefisien serapan sampel akan semakin meningkat terutama pada range frekuensi rendah (< 500 Hz) dan range frekuensi menengah (500 Hz
Berdasarkan gambar 1 diketahui nilai rata-rata koefisien absorbsi bunyi tertinggi 0,98 pada frekuensi 1500 Hz untuk komposit serat pinang dengan orientasi 0°-90° dan nilai
Nilai impedansi akustik tertinggi terdapat pada sampel dengan desain permukaan berlubang yaitu 1,27 kg/m 2 s pada frekuensi 1000 Hz yang artinya saat gelombang bunyi
Kebisingan berlebihan menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental, produktivitas, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan material komposit ramah lingkungan menggunakan serat alami sebagai komponen utamanya dengan tujuan meningkatkan kemampuan peredam bunyi material tersebut sehingga dapat mengurangi polusi bunyi. Material komposit dibuat dari serat daun nanas, serat rami, dan matriks lem PVAc pada setiap sampel. Massa lem PVAc sama pada setiap sampel yaitu 120 gr dengan variasi komposisi serat daun nanas dan serat rami berturut-turut adalah 35 gr : 15 gr, 30 gr : 20 gr, 25 gr : 25 gr, 20 gr : 30 gr, dan 15 gr : 35 gr. Rentang frekuensi kebisingan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, dan 2000 Hz. Diperoleh nilai koefisien absorpsi bunyi tertinggi pada sampel E dengan frekuensi 2000 Hz, yaitu sebesar 0,28. Nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi tidak diperoleh dari sampel C, dimana sampel ini mengandung komposisi serat nanas dan serat rami 1:1. Nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi diperoleh dari sampel dengan komposisi serat nanas yang lebih banyak dibanding serat rami. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa peredam bunyi dengan komposit berbahan serat nanas dan serat rami belum cukup baik dalam menyerap bunyi.
HASIL DAN DISKUSI 3.1 Koefisien Absorpsi Bunyi Dari pengujian material akustik serat alam diperoleh hasil pengujian dengan menggunakan metode tabung impedansi menunjukkan adanya