• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-3 Tahun (Studi di Kecamatan Semarang Timur)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-3 Tahun (Studi di Kecamatan Semarang Timur)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Distribusi frekuensi jenis kelamin subyek, pekerjaan orang tua dan tingkat pendidikan orang tua
Tabel 2. Tabel deskriptif  panjang badan lahir, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, dan pendapatan  perkapita
Tabel 3.Besar risiko panjang badan lahir, tinggi badan orangtua, pendidikan orangtua dan status  ekonomi keluarga terhadap kejadian stunting

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disim- pulkan bahwa faktor risiko stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba adalah berat badan lahir rendah, usia anak 12-23

Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian permasalahan stunting pada balita, diantaranya pemantauan pertumbuhan yang meliputi

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status balita gizi stunting, sedangkan variabel bebas terdiri dari panjang badan lahir, berat badan lahir, usia kehamilan,

Penelitian ini bertujuan menganalisa status gizi ibu hamil, pemberian asi eksklusif kurang dari 6 bulan sebagai faktor risiko kejadian stunting di wilayah

Kesimpulan : Usia dan tingkat pendidikan ibu merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pleret dan Pajangan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disim- pulkan bahwa faktor risiko stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba adalah berat badan lahir rendah, usia anak 12-23

Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12 bulan di Desa Purwokerto Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal adalah panjang badan lahir rendah, usia kehamilan

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status balita gizi stunting, sedangkan variabel bebas terdiri dari panjang badan lahir, berat badan lahir, usia kehamilan,