Menutis
Kreatif
Muhamm
rmadi,
M.Hum
..-*-..dr.ma*ffiiai t
r-"i
Copyright O TIM PENYUSUN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang All Rights Reserved
Cetakan Pertama, Januari 2018 Penulis
Editor
Rancang Sampul Tata Letak Pracetak
Percetakan dan Pemasaran:
YUMA PRESSINDO
E-ma il: kavid.,Tuma @gmail.com
Te I p. 0271- 9226606 / OB564t O3tZ2g : TIM PENYUSUN : TIM EDITOR : Muhammad Kavid : Moko DwiSaputro : Wahyu Saputra Okta Dwi Purnama
Penerbit: Yuma Pustaka
Jl. Samudra Pasai No. 47,Kleco, Kadipiro Surakarta 57136
Te I p. 02 71-7 23523., Fax. 027 L-65 4 39 4,
Hunting 087397423540
E-ma il : [email protected]
Facebook: @Yuma Pustaka
Bunga Rampai:
Menulis Kreatif Menjadi
Karyalnspiratif
xii+ 178 hal, 14 cm x 21 cm
ISBN: 978-602-6631-63-3
Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau
seluruh buku ini tanpa seizin tertulis dari penerbit.
lsi diluar tanggungjawab perceta kan.
r)
DAFTAR
ISIKeteranipilan Menulis
sebagai
Upaya
PengembanganH o rd s k i I I ci a n Soyts ki I
I
Literasi I nform as i da la m pe rps pektif
Psikopragmatik
Muhammad
Rohmadi...
... 1 Menjadi Sakti (Sehat Akal dan Hati) dengan Menulis CeritaFiksi
Giyato
...
10Strategi Menggali lde Tulisan Kepustakawanan
Noorika Retno
Widuri
..., ZzPeran Oiang Tua dalam Literasi Media Sebagai "proteksi,,
Generasi Unggul dari Pengaruh Buruk MediaTelevisi
Ulfah Rulli
Hastuti...
... 39Pustakawan Hebat: Gemar Membaca, Mahir Menulis
Rizki Shofak
lsnaini
... 48SUARA
DAN
PENA:lsyarat Tuhan
untuk
Membangun Reputasi PustakawanJamzanah Wahyu
Widayati.
...
54Mendorong Budaya Baca dan Tutis Generasi Bangsa
Atin lstiarni
...
... 62Menge.mbangkan Budaya Menuris bagi pustakawan
Sri Anawati
...
... 70n
Baca Buku Versus Baca Sosial Media
Triningsih
... 79Menjadi
Cerdas denganMembaca
dan
Beramal llmiah dengan MenulisEndang Fatmawati B5
Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul dengan
Spirit Membaca dan MenulisDinar Puspita Dewi 102
Pustakawan Menulis Untuk Pengembangan Diri
Yunda Sara Sekar Arurn 109
Membaca
dan
Menulis Profesiona I dan Berkarakter M. Ali Nurhasan 1s1amy...Membentuk
PustakawanMembangun
Motivasi
dan
lnspirasi
dalam Kegiatan Menulis llmiahWiji
SuwarnoMEMBACA DAN MENULIS
:
Upaya Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang UnggulTrimiyati
Optimalisasi
Minat
Membaca
dan
Menulis
BagiPengembangan Publikasi llmiah di Perguruan Tinggi Agung Nugrohoadhi
Awali dengan
Membaca
dan
Menulis
Hidupmu
AkanMenjadi Lebih lndah
Wihartati
INDEKS GLOSAR|UM...,... 115 124 139 147 156 163 165 167 ! I I ; i T f f r BIOGRAFI PENULIS JMembaca dan
Menulis
Membentuk
Pustakawan Profesional
dan
Berkarakter
Oleh:
M.
Ali
Nurhasan lslamy
Prolog
Tidak ada sekolah berhasil melahirkan lulusan yang hebat
tanpa
membaca,baik
informasi
dari buku tercetak,
e-bookmaupun bacaan
yang dapat ditelusuri melalui
internet. Untukitu
hampir semuadi
lingkungan pendidikan dihadirkanperpustakaan dengan
harapan
menciptakan
sumber
dayamanusia
yang
berkualitastinggi. Aktivitas
membaca
sangaterat
dengan menulis, keduanyatidak dapat
dipisahkan danmemiliki
keterkaitandalam
sebuah pembelajaran seseoranguntuk mencapai kompetensi pada dirinya bahkan menemukan karakter pada dirinya.
Membaca
sebenarnya
akan
memberikan
banyakinspirasi bagi
kita.
Namun, akhir-akhirini
aktivitas
membacatelah banyak diabaikan berbagai kalangan dengan alasan sibuk,
ataupun adanya media yang lebih praktis
untuk
mendapatkaninformasi seperti
televisi, radio, maupun media
internet.Bahkan terkadang
waktu
kita
tersita
hanyauntuk
membacadan
menulis
pesandi
media
sosialseperti
WA
(whatsoppl,BBM (fitockSerry Messeger), dan sejenisnya.
Membaca
Membaci
adalah
suatu
proses
yang
dilakukan
sertadigunakan
oleh
pembaca
untuk
memperoleh
pesan
yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasatulis.
Dengan demikian membaca merupakan kegiatanyang penting
bagi
seseorangyang ingin
meningkatkan diriuntuk
memperluas
wawasannya (Taringan,1985:7).
Ketikaseseorang membaca, biasanya mempunyai
tujuan.
Menurut
Anderson
dalam
Dalman (2013:11), adatujuh
macam tujuandari
kegiatan membaca,yaitu:
t)
Readingfor
details arfact
(membaca untuk memperoleh fakta atau perincian); 2) Reoding
for
moin
ideos (membacauntuk
memperoleh ide-ide utama);3)
Readingfor
squence
or
organizotion (membaca
untukmengetahui
urutan
atau susunanstruktur
sebuah karangan);4\
Readingfor
inference
(membacauntuk
menyimpulkan);5l
Readingto
classify
(rnembacauntuk
mengelompokkan);6)
Reoding
to
evoluate (membaca
untuk
menilai
atau mengevaluasi);7l
Reodingto
comporeor
contrast (membacauntuk membandingkan atau mempertentangkan).
Terdapatjuga manfaat dari membaca, selain mempercerdas
otak kita,
manfaat
membaca sangatlah banyak, diantaranya;dapat
menstimutasimental
yakni
dapat
menjagaotak
agarbisa
tetap aktif
sehinggadapat
melakul<an fungsinya secarabaik
dan
benar.Dapat
mengisi kepalakita
tentang
berbagaimacam
informasi baru
ini
berarti dapat menambah wawasandan
pengetahuan. Semakin
banyak pengetahuanyang
kitamiliki,
kita akan lebih siap untuk menghadapi tantangan hidupdi masa sekarang maupun di masa-masa yang akan datang.
Pada saat membaca buku, kita dapat melatih
otak
untuklebih fokus dan
berkonsentrasi pada apa yangkita
baca. Halini
akan
melatih
kita
untuk
dapat
juga lebih fokus
dalam melakukan berbagai macam kegiatan atau rutinitas keseharian. Seseorang yang gemar membaca buku diperkirakan memilikitingkat
kreativitas yang lebih
tinggi
daripada
orang-orangyang
tidak atau
kurang gemar membaca. Kemudian, dengankegiatan membaca buku, kita bisa berbagi pengalaman dengan
orang
lain tentang
berbagai macamhal, yang nantinya
bisakita
jadikan
sebagaisuatu
bahan pertimbanganuntuk
dapat memutuskan suatu permasalahan;Manfaat lain
jika
kita membaca buku, dapat melatih otakyang
dapat berpikir lebih kritis
maupun menganalisis adanya i"nasalah yangtersaji dalam
apa yangkita
baca. Kita sepertimendapatkan akses
untuk dapat
masuk ke dalamalur
ceritadan
membantu
dalam
penyelesaian
cerita tersebut.
Haltersebut dapat membantu
mengembangkankarakter
kita
di masa mendatang.Kebiasaan Menulis
Menulis
merupakansalah
satu
media
yang
digunakanseseorang
untuk
menyampaikan
pesan
secara
tidak langsung. Pembelajaranmenulis
ini
sangat
penting
karenaberkaitan dengan bagaimana seseorang berinteraksi maupun
berkomunikasi.
Menurut
Nurjamal dalam Sumirat
(201,L:69)
menulis
merupakan
sebuah keterampilan
berbahasa,kemampuan seseorang
di
dalam
mengemukakan
sebuah gagasan, perasaan, darr juga pemikiran-pemikiran yang dimilikikepada
orang ataupun pihak
tainnyadengan
menggunakan sebuah media tulisan.Menulis
merupakan proses bernalar.
Untuk
menulis suatutopik,
penulis harus berpikir; menghubungkan berbagaifakta,
membandingkan, dan sebagainya. Berpikir sebenarnyamerupakan
kegiatanmental.
Ketika penulis
berpiki4
dalambenak penulis
timbul
serangkaian gambarantentang
sesuatu yangtidak
hadir secara nyata.Kebiasaan membaca
itu
sangat baik,terdapat
beberapamanfaat
dari
kebiasaan menulis, diantaranya; dengan menuliskita dapat
mengungkapkanisi
hati
kita
denganbaik dan
kitadapat menjadi
diri
kita sendiri. Karena kita bebas untuk dapat berekspresi, mengungkapkan apa yang kita mau dan apa yangkita
inginkantanpa
harus memperhitungkan pendapat orang lain. Menulis juga akan mengindarigangguan psikis, kebanyakan orang yang terlalu sering memendam permasalahanya di dalamdirinya
cenderung
akan
depresi
dan
stress. Dapat
menulissuatu
karyatentu
akan sangat membanggakan,terlebih
lagiapabila karya yang kita buat dapat menjadi
berarti
bagi orang yang ada di sekitar kita.Bagi seseorang yang terbiasa membaca dan menulis akan
berupaya
memberikan
ide
atau
gagasanserta
pemikirannyadan
berusaha mempertahankanpemikiran
tersebut
denganmenyebutkan referensi
dan
argumentasi
yang
rasional.Adapun
bagi yang
tidak
terbiasa
membaca
dan
menulis,mereka
berdiskusiseperti
berdebat
atau debat
kusir, serta berusaha mencari berbagai pembenaran atas setiap pendapatyang dikemukannya.
Untuk
itu
marilah kita
sering membaca dan menulis!Kompetensi Pustakawan
Pustakawan
yang unggul
merupakan
pustakawan yangprofesional.
Seiring
berjalannya
teknologi,
keprofesionalan seorang pustakawan pun kiandituntut
untuk bisa memainkan teknologi. Aga r tercipta pusta kawa n ya ng ber-ski I I d i bida ngnya.Menurut
UU Rl Nomor 43 Tahun 2007 Tentang perpustakaan,pustakawan
adalah
seseorang
yang
memiliki
kompetensiyang
diperoleh
melalui
pendidikan
dan/atau
pelatihankepustakawanan
serta
mempunyai
tugas
dan
tanggungjawab untuk
melaksanakan
pengelolaan
dan
pelayananperpustakaan. Pendapat
lainnya,
pustakawan menggunakanperpustakaan
untuk
membantu pemustaka
belajar
danmenemukan informasi yang berisikan
fakta
danjuga
ide-ide, pustakawanjuga
membantu
pemustakadalam
menemukan informasi melalui buku dan juga komputer (Ready, 1998: 5).Pada
era
sekarang, pustakawan
sudah
saatnyamenghilangkan
wacana
yang
menguras
energi
mengenaisteriotip yang
selama
ini
melekat
cialam
masyarakat yangdiciptakan sendiri
oleh
pustakawan,
mengenai
citra
diri pustakawan. Sudahmenjadi
keharusan pustakawan mampumengembangkan
perpustakaan
lebih
baik dan
dapat mengadopsi perkembangan teknologi informasi sebagai mediauntuk
belajar
dan
menambah wawasan
demi
kepentingan kebutuhan pemustaka.Profesiona I isme pusta kawa n de nga n sega la kom petensi nya sudah semestinya
rnenjadikan pustakawan bebas
dari
rasarendah
diri
atau dari pihak luar
manapun.
Dengan adanya aspek profesi, kepribadiandan perilaku
seharusnyacitra
diri pustakawan dapat menjadi lebih baik. Pustakawan menjadi dirisendiri
dengan mengembangkankompetensi
atau
kapasitasdiri secara maksimal.
Banyak
hal
yang
dapat
dilakukan
pustakawan,
yakni memperluas wawasanmakro kita tentang
persoalan bangsa, meningkatkan frekuensi keterlibatan pustakawan dalam duniapendidikan,
literasi
dan
sosial,
meningkatkan
kemampuankita
dalam
menulis
karya ilmiah, selalu
beradaptasidengan
perkembanganteknologi informasi,
meningkatkanmemampuan memengaruhi orang lain dengan
jejaring
media sosialterutama
bahwakita
banggamenjadi
pustakawan, dan memperbanyak publikfigur
pustakawan yang berkarakter agar dapat dikenal masyarakat luastidak
hanyadi
lndonesia tetapidi dunia.
Keprofesionalan pustakawan sangat
tergantung
dengankemauan
diri
pribadi
pustakawan
dalam
mengembangkandiri
dan membanguncitra
diri (image bronding) yang saat inisudah
menjadi
keharusanbagi
pustakawan agar pengakuanstatus
profesi
kepustakwanannya
dinilai
oleh
masyarakatyang dilayaninya. Dengan
kata lain,
citra
pustakawan sangatditentukan oleh kinerja pustakawan.
Pusta kawa n Berkarakter
Membaca
dan
menulis merupakan salah
satu
jalanpustakawan
menemukan karakteristik
dirinya.
Karena,dengan membaca kita memperoleh informasi baik isi ntaupun
memahami makna
bacaan. Kemudian, denganmenulis
kitadapat
melatih
keterampilan
berbahasauntuk
berkomunikasi secaratidak
langsungatau
tidak
secaratatap
muka denganorang
lain.
Menulis
dapat
membiasakankita berpikir
kritis.Juga
dapat
mempermudahkan
kita
merasakanhubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap
atau
persepsi kita,memecahkan masalah
yang
kita
hadapi, serta
menyusunurutan bagi pengalaman.
Dengan rajin membaca dan menulis, dalam diripustakawan secara otomatis akan
terbentuk
karakter. Karakter pustakawan yang baik tentunya mempunyai sifataktil
inisiatil
komunikatif dan kreatif. Apalagi pada era teknologi ini, pustakawandituntut
untuk
berubah dan memperbaharui pengetahuannya dengan membaca dan menulis untuk mencari peluang, serta mengasah kemampuan lcbihnya.Salah
satu contoh
pustakawan harusaktif,
tidak
hanyamenunggu pembaca
dan tidak
berusaha secara
akrifuntuk
mendatangkan
mereka. Namun,
pustal<awan harusmemperlakukan perpustakaan sebagai
lembagabisnis
danmemperlakukan pemustaka sebagai pelanggan (customers).
Pustakawan juga tidak boleh menunggu minat baca masyarakat
tunrbuh
dengan sendirinya,tetapi
berinisiatif
menumbuhl<anminat baca.
Menu,rut Agus Rusmana (2011),
komunikatif
merupakan kemampuan komunikasi seorang pustakawan harus nrencakupseluruh bentuk,
yaitu
komunikasi
verbal berupa
ucapandan tulisan, dan
komunikasinonverbal berupa
gerak tubuh(gesture) lambang
yang
bermakna,
dan
penampilan
yangmampu
memperlihatkan
bahwa
pustakawan
itu
cerdas.Dengan kemampuan komunikasi
ini
maka kepercayaan padapustakawan akan
menjadi
sangattinggi
sebagaiorang
yangakan mampu
memberikan
solusi
untuk
masalah
merekamelalui penyediaan informasi dan
ilmu
pengetahuan'cerita berikut ini, dikutip dari buku Jujun s. suriasoemantri,
berjudul
"Pengantar
llmu
Filsafat", mungkin
dapatmenggambarkan
dengan
sangat
tepat
bagaimana
kiranya kitatelah
tiba
pada zaman keahliandan
profesionalisme dan karakteristik yang semakin spesifi k."Sayo
adalah Doktor
Polan,ahli
burung betet
betino",demikian dalam abad
spesialisasiseorang
memperkenalkandirinya. Jadi
tidak
lagi sekadarahli
sosial,atau ahli
burung, bukan juga ahli betet, rnelainkan khasbetet
betina. "Ceritokondok,
bagoimano
membedokan
burung
betet
betino
donburung
betet
janton" ujar
seseorang.
Dengan
sege!'a
sidoktor
menjawab " Burung betetiantan
mokon cocing betinc,sedongkc.n
burung
betet betino
mokan cocing
ionton..."." Bogoimona membedokan cacing
jontan
dengan cacing betina,Dol(
ujar orang tersebut kembali. "Wah,itu
di luar profesi don keahlion sayo. Saudoro harusbertanyo
kepadoseorong
ahlicocing". Contoh cerita inilah yang merupakan profesionalisme berka rakter ya ng sebena rnya.
Epilog
Menjadi
pustakawan berkaraktertidak
terbantahkan lagi asalkan sering membaca dan menulis. pustakawan yang rajinmenulis
juga
dapat
membangun
citra positif
pustakawan,bahwa
pustakawanbukarilah profesi yang harus
dipandangsebelah mata. setelah membekali dan membenahi diri dengan
memiiiki minimal
kompetensi
di
bidangnya,
harus
beraniberkompetisi, membangun personol brond serta berjejaring di media sosial.
Apa jadinya jika seorang pustakawan jarang membaca dan
ja ra ng men u I is. Akan diperta nya ka n kompetensi kepusta kawa n
pada dirinya, bahkan karakteristiknya. pustakawan yang jarang membaca dan menulis itu ibarat seseorang yang hanya berjaran
ditempat.
Namun, dengan sering membaca dan menulis, padadiri
pustakawan yang tadinya sudah mempunyai kompetensiatau profesionalisme pustakawan akan
terbentuk
pustakawanberkarakter. Pustakawan yang mempunyai
sifat
aktil
inisiatil
komunikatif
dan
kreatif
bahkan
akan
mempunyai
keahlian atau keterampilan khusus yang spesifik. pustakawan seperti inidiharapkan menyampaikan karyanya
melalui
berbagai media sehinggacitra
diri
pustakawanpun
akan sem akinfamilier
dimata
masyarakatdi
lndonesia pada khususnyadan
di
duniainternasional pada umumnya.
Bahan
BacaanDalman.
(2013).
Keterampiian
Membacct. Jal<arta:
RayaGrafindo Persada.
Ready,
Dee.
(199J).
"Lib:arion:
Ccn"tnunity
l'lclpcrs".Minnesota: Capstone Press.
Tarigan,
H.G.
(1985).
Menulis
SebogoiSuatu
Keterompilon Berbohaso, Bandung: Angkasa.U n cl o n g - U n d a n g R I N o m o r 4 3 To h u n 2 007 Te nto n g P e r p u sto ka o n (Yogyakarta : Pustaka Mahardhika)
Sumber
internet:
hltp : / I www. a ca d e m i a . e du
/
121,05249 I Pu sta ka wa n_A kt if-lnisiatif_Komunikatif_dan_Kreatil
1.4Juli
20It
oleh: Agus Rusmana.hfip : I / pusta ka, p u. g o .i d
/
n ew/a rti ke I - d eta i L a s p ? i d = 2 B 0 d i a ks es20/72/2015Jujun
S.
Suriasoemantri,
Pengontar
llmufilsofa('.
http
: //
www.
s e puta
rp e ngeta
h u a n. co m/
2016
/
tO/
p'enge
rtia
n-m
e n u Iis-da n-m
anfa
at-me
n u Iis-men u rut-pa ra-a h li-lengka p. htm l.