• Tidak ada hasil yang ditemukan

kasus misoprostol.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "kasus misoprostol.docx"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

SEMARANG- Di Indonesia, Cytotec banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan, terlebih untuk wanita hamil. Padahal obat tersebut terlarang dikonsumsi wanita sedang mengandung. Meski berdasar literatur Cytotec belum dimasukkan dalam daftar obat untuk kehamilan, tetapi obat ini sudah lama dipergunakan misalnya, disalahgunakan untuk aborsi. Ahli kebidanan dan penyakit kandungan, Prof dokter Untung Praptohardjo SpOG mengatakan, pemerintah semestinya melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan obat ini. "Saya menilai pengawasan pemerintah sangat minim dan susah diharapkan.

Kasus aborsi ilegal yang dilakukan dokter Kokok Hadyanto yang mencuat ke permukaan beberapa waktu lalu, baru salah satu kasus. Mungkin masih banyak yang lainnya," ungkap ayah dengan empat anak yang pernah mengajar di Fakultas Ilmu Kedokteran Undip sejak tahun 1962 hingga tahun 2005 ini, dalam keterangan persnya di Gedung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng, Sabtu (12/8).

Kendati demikian, pria kelahiran Temanggung tahun 1935 ini memaparkan, kesalahan dalam penyalahgunaan obat ini bukan disebabkan si pembuat, melainkan pada si pemakai. Sebab perusahaan yang memproduksi obat itu sudah memberi peringatan efek bahayanya bagi wanita hamil.

Penasihat PKBI ini menuturkan, Cytotec sebenarnya untuk mengobati ulkus lambung yang gejalanya mirip dengan orang hamil. Obat ini berisi mesoprostol, yang memiliki tiga efek samping, yaitu diare, nyeri perut, uterotonik.

Hingga kini, tutur Untung, mesoprostol sebagai bahan induksi persalinan masih menjadi perdebatan. Karena itu, perlu dilakukan penelitian guna membandingkannya dengan obat yang sudah diakui. Induksi adalah usaha manusia untuk membuat supaya seorang ibu hamil timbul kontraksi. Dalam hal ini, pemakaian mesoprostol harus hati-hati dan pengawasan ketat.

Pemakaian berlebihan bisa menjadi hiperkontraksi yang menyebabkan kesakitan atau gawat bayi. Tidak jarang persalinan tersebut harus melalui operasi sesar. Jika penggunaan berlebihan ini terlambat diantisipasi, bisa mengakibatkan terjadinya robekan jalan lahir atau terjadi pendarahan. Karena itu, pengobatannya harus dengan histerektomi.

Bila terjadi pendarahan, keadaannya akan fatal karena pendarahan tidak bisa dihentikan walaupun dengan histerektomi. Dengan Cytotec, jaringan uterus menjadi rapuh dan sukar dijahit.

Berkenaan dengan praktik aborsi, Untung menguraikan, memang bila obat ini dimasukkan ke dalam vagina maka portio yang terkena obat ini akan menjadi lembut dan apa yang ada di dalamnya bisa keluar.

Dengan obat ini akan timbul kontraksi atau mules-mules, janin yang ada di dalamnya meninggal dan akhirnya timbul pendarahan.

"Pendarahan ini kadang-kadang sampai lama dan akhirnya harus dihentikan dengan kuret." (H30-18s)

---

Cytotec, obat ini yang diresepkan DSOGku waktu kehamilanku udah masuk minggu ke 40 tapi belum ada tanda2 kontraksi sama sekali. Waktu itu DSOG meresepkan cytotec yang katanya untuk merangsang kontraksi. Karena menurut beliau.. toh bayi sudah siap lahir.. kenapa mesti nunggu lebih lama lagi.. toh nanti sama saja. Ya sudah dirangsang saja. Ini kandungan, indikasi serta efek samping dari cytotec.

WARNINGS

CYTOTEC (MISOPROSTOL) ADMINISTRATION TO WOMEN WHO ARE PREGNANT

CAN CAUSE

(2)

BIRTH, OR BIRTH DEFECTS. UTERINE RUPTURE HAS BEEN REPORTED WHEN

CYTOTEC WAS

ADMINISTERED IN

PREGNANT WOMEN TO INDUCE LABOR OR TO INDUCE ABORTION BEYOND

THE EIGHTH WEEK

OF PREGNANCY (see

also PRECAUTIONS, and LABOR AND DELIVERY). CYTOTEC SHOULD NOT BE

TAKEN BY

PREGNANT WOMEN TO

REDUCE THE RISK OF ULCERS INDUCED BY NON-STEROIDAL

ANTI-INFLAMMATORY DRUGS

(NSAIDS) (See

CONTRAINDICATIONS, WARNINGS and PRECAUTIONS).

PATIENTS MUST BE ADVISED OF THE ABORTIFACIENT PROPERTY AND

WARNED NOT TO

GIVE THE DRUG TO OTHERS.

Cytotec should not be used for reducing the risk of NSAID-induced ulcers in

women of childbearing

potential unless the patient is at high risk of complications from gastric

ulcers associated with use of the

NSAID, or is at high risk of developing gastric ulceration. In such

patients, Cytotec may be prescribed if

the patient

· has had a negative serum pregnancy test within 2 weeks prior to beginning therapy.

· is capable of complying with effective contraceptive measures. · has received both oral and written warnings of the hazards of misoprostol,

the risk of possible

contraception failure, and the danger to other women of childbearing

potential should the drug be

taken by mistake.

· will begin Cytotec only on the second or third day of the next normal

(3)

source: http://www.fda.gov/cder/foi/label/2002/19268slr037.pdf

Lihat.. ternyata obat ini benar2 dilarang digunakan (baca=dikonsumsi) oleh ibu hamil!!!! Benar2 gila dunia kedokteran sekarang.. Untung sampai sekarang Thole ngga apa-apa.. dan untung waktu itu aku juga ngga kenapa-napa.

Emang sih.. sekali minum dengan dosis seperempat pil sehari sudah bikin perut mules. Aku udah sempet minum selama 2 hari sampai akhirnya mules yang ngga tertahankan dan semakin sering itu datang di hari ketiga. Setelah akhirnya dibawa ke rumah sakit dan pembukaan ngga nambah2 selama 4jam, cytotec dimasukkan lewat vagina.. kontraksi semakin sering dan semakin kuat. Udah gitu aku masih disuruh minum air rendaman rumput fatimah yang membuatku tambah kesakitan lagi. SI bidan sampai ngeri melihatnya.. Postinganku soal gimana proses melahirkanku yang panjang bisa dibaca disini.

Fuh!!! Semoga dunia kesehatan kita ngga semakin gila.. Dan tugas kita sebagai konsumen adalah cari.. cari.. dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai apapun masalah kesehatan. Ini bukan main-main. Beruntung aku masih bisa berhubungan dengan dunia maya (internet). Gimana dengan sodara-sodaraku yang di daerah.. yang kemungkinan browsing internet aja caranya ngga bisa!! Duh.. makin prihatin..

Tinjauan farmakoterapi terhadap penyalahgunaan obat 5 03 2009

Dear kawan,

Alhamdulillah, jam 00.51, jadi juga draft tulisanku. Sengaja aku postingkan di sini, dengan maksud mengharap masukan untuk memperkaya tulisan ini. Silakan dicermati….. dan memberikan masukan, kalau ada.

Dalam hal penggunaan obat sehari-hari, terdapat istilah penyalahgunaan obat (drug abuse) dan penggunasalahan obat (drug misuse). Istilah penyalahgunaan obat merujuk pada keadaan di mana obat digunakan secara berlebihantanpa tujuan medis atau indikasi tertentu. Sedangkan, istilah pengguna-salahan obat adalah merujuk pada penggunaan obat secara tidak tepat, yang biasanya disebabkan karena pengguna memang tidak tahu bagaimana penggunaan obat yang benar. Pada tulisan ini hanya akan dikaji mengenai penyalahgunaan obat (drug abuse) saja.

Penyalahgunaan obat terjadi secara luas di berbagai belahan dunia. Obat yang disalahgunakan bukan saja semacam cocain, atau heroin, namun juga obat-obat yang biasa diresepkan. Penyalahgunaan obat ini terkait erat dengan masalah toleransi, adiksi atau ketagihan, yang selanjutnya bisa berkembang menjadi ketergantungan obat (drug dependence). Pengguna umumnya sadar bahwa mereka melakukan kesalahan, namun mereka sudah tidak dapat menghindarkan diri lagi.

Di Amerika, penyalahgunaan obat-obat yang diresepkan meningkat cukup tajam dalam dua dekade terakhir, dan hanya sedikit di bawah mariyuana, suatu senyawa yang paling banyak disalahgunakan di sana. Data dari sebuah lembaga farmasi di sana menyatakan bahwa sedikitnya 50 juta orang Amerika pernah menggunakan sedikitnya satu jenis obat psikotropika, dan 7 juta orang yang berusia di atas 12 tahun menggunakan obat-obat ini bukan untuk tujuan medis. Hal ini diduga tidak akan berbeda jauh dengan di Indonesia, di mana penyalahgunaan obat-obat psikotropika dan obat-obat lainnya meningkat dengan tajam. Obat-obat yang sering disalahgunakan

Ada tiga golongan obat yang paling sering disalah-gunakan, yaitu :

(4)

- golongan depressan sistem saraf pusat untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur, contohnya barbiturat (luminal) dan golongan benzodiazepin (diazepam/valium, klordiazepoksid, klonazepam, alprazolam, dll)

- golongan stimulan sistem saraf pusat, contohnya dekstroamfetamin, amfetamin, dll.

Obat-obat ini bekerja pada sistem saraf, dan umumnya menyebabkan ketergantungan atau kecanduan.

Selain itu, ada pula golongan obat lain yang digunakan dengan memanfaatkan efek sampingnya, bukan berdasarkan indikasi yang resmi dituliskan. Beberapa contoh diantaranya adalah :

Penggunaan misoprostol, suatu analog prostaglandin untuk mencegah tukak peptik/gangguan lambung, sering dipakai untuk menggugurkan kandungan karena bersifat memicu kontraksi rahim.

Penggunaan Profilas (ketotifen), suatu anti histamin yang diindikasikan untuk profilaksis asma, sering diresepkan untuk meningkatkan nafsu makan anak-anak

Penggunaan Somadryl untuk ―obat kuat‖ bagi wanita pekerja seks komersial untuk mendukung pekerjaannya. Obat ini berisi carisoprodol, suatu muscle relaxant, yang digunakan untuk melemaskan ketegangan otot. Laporan menarik ini datang dari Denpasar dari seorang sejawat. Menurut informasi, dokter kerap meresepkan Somadryl, dan yang menebusnya di apotek adalah ―germo‖nya, dan ditujukan untuk para PSK agar lebih kuat ―bekerja‖

Dll.

Alasan penyalahgunaan obat

Ada tiga kemungkinan seorang memulai penyalahgunaan obat.

Yang pertama, seseorang awalnya memang sakit, misalnya nyeri kronis, kecemasan, insomnia, dll, yang memang membutuhkan obat, dan mereka mendapatkan obat secara legal dengan resep dokter. Namun selanjutnya, obat-obat tersebut menyebabkan toleransi, di mana pasien memerlukan dosis yang semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama. Merekapun kemudian akan meningkatkan penggunaannya, mungkin tanpa berkonsultasi dengan dokter. Selanjutnya, mereka akan mengalami gejala putus obat jika pengobatan dihentikan, mereka akan menjadi kecanduan atau ketergantungan terhadap obat tersebut, sehingga mereka berusaha untuk memperoleh obat-obat tersebut dengan segala cara.

Kemungkinan kedua, seseorang memulai penyalahgunaan obat memang untuk tujuan rekreasional. Artinya, sejak awal penggunaan obat memang tanpa tujuan medis yang jelas, hanya untuk memperoleh efek-efek menyenangkan yang mungkin dapat diperoleh dari obat tersebut. Kejadian ini umumnya erat kaitannya dengan penyalahgunaan substance yang lain, termasuk yang bukan obat diresepkan, seperti kokain, heroin, ecstassy, alkohol, dll. Yang ketiga, seseorang menyalahgunakan obat dengan memanfaatkan efek samping seperti yang telah disebutkan di atas. Bisa jadi penggunanya sendiri tidak tahu, hanya mengikuti saja apa yang diresepkan dokter. Obatnya bukan obat-obat yang dapat menyebabkan toleransi dan ketagihan. Penggunaannya juga mungkin tidak dalam jangka waktu lama yang menyebabkan ketergantungan.

Bagaimana terjadinya toleransi obat?

Pada orang-orang yang memulai penggunaan obat karena ada gangguan medis/psikis sebelumnya, penyalahgunaan obat terutama untuk obat-obat psikotropika, dapat berangkat dari terjadinya toleransi, dan akhirnyaketergantungan. Menurut konsep neurobiologi, istilah ketergantungan (dependence) lebih mengacu kepada ketergantungan fisik, sedangkan untuk ketergantungan secara psikis istilahnya adalah ketagihan (addiction). Pada bagian ini akan dipaparkan secara singkat tentang toleransi obat.

Toleransi obat sendiri dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : toleransi farmakokinetik, toleransi farmakodinamik, dan toleransi yang dipelajari (learned tolerance).

(5)

Toleransi farmakokinetika adalah perubahan distribusi atau metabolisme suatu obat setelah pemberian berulang, yang membuat dosis obat yang diberikan menghasilkan kadar dalam darah yang semakin berkurang dibandingkan dengan dosis yang sama pada pemberian pertama kali. Mekanisme yang paling umum adalah peningkatan kecepatan metabolisme obat tersebut. Contohnya adalah obat golongan barbiturat. Ia menstimulasi produksi enzim sitokrom P450 yang memetabolisir obat, sehingga metabolisme/degradasinya sendiri ditingkatkan. Karenanya, seseorang akan membutuhkan dosis obat yang semakin meningkat untuk mendapatkan kadar obat yang sama dalam darah atau efek terapetik yang sama. Sebagai tambahan infromasi, penggunaan barbiturate dengan obat lain juga akan meningkatkan metabolisme obat lain yang digunakan bersama, sehingga membutuhkan dosis yang meningkat pula.

Toleransi farmakodinamika merujuk pada perubahan adaptif yang terjadi di dalam system tubuh yang dipengaruhi oleh obat, sehingga respons tubuh terhadap obat berkurang pada pemberian berulang. Hal ini misalnya terjadi pada penggunaan obat golongan benzodiazepine, di mana reseptor obat dalam tubuh mengalami desensitisasi, sehingga memerlukan dosis yang makin meningkat pada pemberian berulang untuk mencapai efek terapetik yang sama.

Toleransi yang dipelajari (learned tolerance) artinya pengurangan efek obat dengan mekanisme yang diperoleh karena adanya pengalaman terakhir.

Kebutuhan dosis obat yang makin meningkat dapat menyebabkan ketergantungan fisik, di mana tubuh telah beradaptasi dengan adanya obat, dan akan menunjukkan gejala putus obat (withdrawal symptom) jika penggunaan obat dihentikan. Ketergantungan obat tidak selalu berkaitan dengan obat-obat psikotropika, namun dapat juga terjadi pada obat-obat non-psikotropika, seperti obat-obat simpatomimetik dan golongan vasodilator nitrat.

Di sisi lain, adiksi atau ketagihan obat ditandai dengan adanya dorongan, keinginan untuk menggunakan obat walaupun tahu konsekuensi negatifnya. Obat-obat yang bersifat adiktif umumnya menghasilkan perasaan euphoriayang kuat dan reward, yang membuat orang ingin menggunakan dan menggunakan obat lagi. Adiksi obat lama kelamaan akan membawa orang pada ketergantungan fisik juga.

Bagaimana mekanisme terjadinya adiksi ?

Untuk menjelaskan tentang adiksi, perlu dipahami dulu istilah system reward pada manusia. Manusia, umumnya akan suka mengulangi perilaku yang menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang menyebabkan rasa menyenangkan tadi dikatakan memiliki efek reinforcement positif. Reward bisa berasal secara alami, seperti makanan, air, sex, kasih sayang, yang membuat orang merasakan senang ketika makan, minum, disayang, dll. Bisa juga berasal dari obat-obatan. Pengaturan perasaan dan perilaku ini ada pada jalur tertentu di otak, yang disebut reward pathway. Perilaku-perilaku yang didorong oleh reward alami ini dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk survived(mempertahankan kehidupan).

(6)

Bagian penting dari reward pathway adalah bagian otak yang disebut : ventral tegmental area (VTA), nucleus accumbens, dan prefrontal cortex. VTA terhubung dengan nucleus accumbens dan prefrontal cortex melalui jalur reward ini yang akan mengirim informasi melalui saraf. Saraf di VTA mengandung neurotransmitter dopamin, yang akan dilepaskan menuju nucleus accumbens dan prefrontal cortex. Jalur reward ini akan teraktivasi jika ada stimulus yang memicu pelepasan dopamin, yang kemudian akan bekerja pada system reward. Obat-obat yang dikenal menyebabkan adiksi/ketagihan seperti kokain, misalnya, bekerja menghambat re-uptake dopamin, sedangkan amfetamin, bekerja meningkatkan pelepasan dopamin dari saraf dan menghambat re-uptake-nya, sehingga menyebabkan kadar dopamin meningkat.

Bagaimana mekanisme adiksi obat-obat golongan opiat?

Reseptor opiat terdapat sekitar reward pathway (VTA, nucleus accumbens dan cortex), dan juga pada pain pathway (jalur nyeri) yang meliputi thalamus, brainstem, dan spinal cord. Ketika seseorang menggunakan obat-obat golongan opiat seperti morfin, heroin, kodein, dll, maka obat akan mengikat reseptornya di jalur reward, dan juga jalur nyeri. Pada jalur nyeri, obat-obat opiat akan memberikan efek analgesia, sedangkan pada jalur reward akan memberikanreinforcement positif (rasa senang, euphoria), yang menyebabkan orang ingin menggunakan lagi. Hal ini karena ikatan obat opiat dengan reseptornya di nucleus accumbens akan menyebabkan pelepasan dopamin yang terlibat dalamsystem reward.

Sebagai tambahan informasi, di bawah ini disajikan beberapa jenis obat golongan benzodiazepin/barbiturat beserta dosis dan dosis ketergantungannya.

Obat-obat psikotr opika beserta dosis sedativ e dan dosis yang menye babkan ketergantungan.

Nama Dosis sedatif (mg) Dosis ketergantungan dan waktu untuk menimbulkan ketergantungan Diazepam 5 – 10 40 – 100 mg x 42 – 120 hari Klordiazepoksid 10 – 25 75 – 600 mg x 42 – 120 hari Alprazolam 0,25 – 8 8 – 16 mg x 42 hari Flunitrazepam 1 – 2 8 – 10 mg x 42 hari Pentobarbital 100 800 – 2200 mg x 35 – 37 hari Amobarbital 65 – 100 800 – 2200 mg x 35 – 37 hari Meprobamat 400 1,6 – 3,2 g x 270 hari

(7)

Bagaimana farmakoterapinya?

Pengatasan penyalah-gunaan obat memerlukan upaya-upaya yang terintegrasi, yang melibatkan pendekatan psikologis, sosial, hukum, dan medis. Pada tulisan kali ini hanya akan dibahas mengenai farmakoterapi (terapi menggunakan obat) bagi keadaan yang terkait dengan ketergantungan obat.

Kondisi yang perlu diatasi secara farmakoterapi pada keadaan ketergantungan obat ada dua, yaitu kondisi intoksikasi dan kejadian munculnya gejala putus obat (―sakaw‖). Dengan demikian, sasaran terapinya bervariasi tergantung tujuannya:

Terapi pada intoksikasi/over dosis tujuannya untuk mengeliminasi obat dari tubuh, menjaga fungsi vital tubuh

Terapi pada gejala putus obat tujuannya untuk mencegah perkembangan gejala supaya tidak semakin parah, sehingga pasien tetap nyaman dalam menjalani program penghentian obat

Tentunya masing-masing golongan obat memiliki cara penanganan yang berbeda, sesuai dengan gejala klinis yang terjadi. Di bawah ini disajikan tabel ringkasan terapi intoksikasi pada berbagai jenis obat yang sering disalahgunakan.

Tabel 1. Ringkasan tentang terapi intoksikasi

Klas obat Terapi obat Terapi

non-obat

Komentar Benzodiazepin Flumazenil 0,2

mg/min IV, ulangi sampai max 3 mg

Support fungsi vital

Kontraindikasi jika ada penggunaan

TCA resiko kejang Alkohol, barbiturat,

sedatif hipnotik non-benzodiazepin

Tidak ada Support

fungsi vital Opiat Naloxone 0,4-2,0 mg IV setiap 3 min Support fungsi vital

Jika pasien tidak responsif sampai dosis 10 mg mungkin ada OD selain opiat Kokain dan stimulan CNS lain Lorazepam 2-4 mg IM setiap 30 min sampai 6 jam jika perlu

Haloperidol 2-5 mg (atau antipsikotik lain) setiap 30 min sampai 6 jam

-Support fungsi vital - Monitor fungsi jantung

- digunakan jika pasien agitasi

- digunakan jika pasien psikotik - komplikasi kardiovaskuler diatasi scr simptomatis Halusinogen, marijuana

Sama dgn di atas Support fungsi vital, „talk-down therapy―

Selanjutnya, di bawah ini adalah ringkasan untuk terapi mengatasi gejala putus obat. Tabel 2. Ringkasan tentang terapi untuk mengatasi withdrawal syndrome (DiPiro, 2008)

(8)

Obat Terapi obat Komentar Benzodiazepin

(short acting)

Klordiazepoksid 50 mg 3 x sehari atau lorazepam 2 mg 3 x sehari, jaga dosis utk 5 hari, kmd tappering

Long acting BZD Sama, tapi tambah 5-7 hari utk tappering

Alprazolam paling sulit dan butuh wkt lebih lama Opiat Methadon 20-80 mg p.o, taper dengan

5-10 mg sehari, atau klonidin 2 tid x 7 hari,taper untuk 3 hari berikutnya - jika metadon gagal maintanance program - Klonidin menyebabkan hipotensi pantau BP Barbiturat Test toleransi pentobarbital, gunakan

dosis pada batas atas test, turunkan dosis 100 mg setiap 2-3 hari

Mixed-substance Lakukan spt pada long acting BZD Stimulan CNS Terapi supportif saja, bisa gunakan

bromokriptin 2,5 mg jika pasien benar-benar kecanduan, terutama pada kokain

Dari mana seseorang mendapatkan obat-obat untuk disalah gunakan?

Obat-obat tadi harus diperoleh dengan resep dokter. Namun untuk penyalahgunaan ini, banyak cara yang bisa dilakukan orang untuk memperoleh obat. Antara lain adalah :

multiple doctor shopping maksudnya, ia pergi ke banyak dokter, sehingga mendapatkan banyak resep untuk mendapatkan obat yang dimaksud

memalsukan resep, memalsukan angka untuk iterasi mencuri atau meminta paksa

over prescribing by physicians dokter sendiri yang meresepkan dalam jumlah berlebihan pembelian melalui internet sekarang banyak online pharmacies, terutama di luar negeri penjualan langsung oleh dokter atau apoteker yang memang tidak mengindahkan moral dan etika profesi

Apa peran farmasis dalam mencegah penyalahgunaan obat?

Sebagai bagian dari tenaga kesehatan dan garda terdepan bagi akses masyarakat terhadap obat, maka farmasis dapat berkontribusi secara signifikan dalam mengidentifikasi dan mencegah penyalahgunaan obat. Melihat berbagai kemungkinan akses masyarakat terhadap obat yang bisa disalah-gunakan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahayanya penyalahgunaan obat, lebih baik dengan cara yang sistematik dan terstruktur.

2. Mewaspadai adanya kemungkinan resep-resep yang palsu dan ganjil, terutama resep-resep yang mengandung obat psikotropika/narkotika. Hal ini memerlukan pengalaman yang cukup dan pengamatan yang kuat. Jika terdapat hal-hal mencurigakan, dapat berkomunikasi dengan dokter penulis resep yang tertera dalam resep tersebut untuk konfirmasi.

3. Mengedepankan etika profesi dan mengutamakan keselamatan pasien dengan tidak memberikan kemudahan akses terhadap obat-obat yang mudah disalah gunakan.

Semua ini dapat dilakukan jika farmasis berpegang teguh untuk menjalankan pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) kepada masyarakat.

Penutup

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. About these ads

(9)

Suka Memuat... Terkait

« Demam Face Book Menguak khasiat cokelat… »

Aksi

Comments RSS Lacak balik Information

Tanggal : 5 Maret 2009

Tag: dopamin, farmakoterapi, farmasis, penyalahgunaan obat, reward pathway Kategori : kesehatan

10 responses 13 11 2013

Sukirman Ramdani (12:02:31) : assalamualaikum

saya mencari obat alprazolam ke rs besar jakarta timur hasil (nol) tidak ada.resep ortu saya

dari rs.sukanto.

1.lalu saya harus mencari ke mana?

2.kenapa alprazolam tidak ada.apa mungkin mau d musnahkan.karena sembuhnya dengan cara selalu meminum obat itu.tidak ada obat yg cukup minum beberapa kali yg selanjutnya sembuh?

atas balasannya terima kasih Jawab:

maaf, sakitnya apa ya sehingga harus selalu minum alprazolam? Alprazolam adalah sejenis obat golongan psokotropika yang memang peredarannya diatur cukup ketat, karena berpotensi disalahgunakan. Sampaikan saja pada dokter ortu Anda untuk memberikan alternatif obatnya, karena jenis obat psikotropika itu banyak macamnya. Tergantung penyakitnya, ada yg harus menggunakan obat seumur hidup, ada yang cukup minum bberapa kali bisa sembuh.

11 04 2012

sam (15:24:21) :

penyalah gunaan obat bisa dicegah bila farmasis yang meresepkan obat kepada pasien, dr. cukup nulis diagnosanya aja. oia Bu, saya farmasis dari indonesia tengah merasa sangat tak berguna, rasanya kuliahku selama ini g ada artinya. toch pekerjaan kita dimonopoli abis2an ma dr. mreka leluasa nyimpan obat di tmpt praktek mereka tanpa sepengetahuan APOTEKER, katika hal ini jadi wacana, malah aptkr sendiri bilang, ―emangnya aptkr dah siap kalo di ksih tnggung jwab ini…?‖ jelas aja jawabannya GAK BAKALAN PERNAH SIAP KALO GAK PERNAH DIKASIH TANGGUNG JAWAB. kmaren saya sempat gembira karena dengar-dengar di jogja udah digalakan sistem kolaborasi DOKTERRRRRR n APOOOTEKRRRRR dalam nanganin pasien, makanya dengan semangat saya jalan-jalan ke jogja n smpat masuk di RS HIDAYATULLAH. sangat kecewa rasanya ketika liat keadaan yng sbnarnya, dr. tetep aja yang ngediagnosa, nentuin obat. untuk apa DRP…? untuk apa UU…? masak sich farmasis dari UGM yg terkenal itu gak bisa berbuat banyak…? seandainya kami yg di Indonesia tengah ini dekat gedung DPR RI sana, mngkin kami dah kesana bawa spanduk yng panjang n bertuliskan, ―BEBASKAN HAK APOTEKER/PHARMASIS DARI JERATAN MONOPOLI DOKTER‖ UGM kan mitra

(10)

dekat DEPKES RI, jdi tolong, jgn diem2 aja. sekian nech Ibu Prof. smga bisa nambah semangat untk terus brjuang untk pmbbasan farmasi. 26 03 2012

Abu salma yudha (15:06:46) :

Apakah Alprazolam termasuk Khomer,karena dari efek yang ditimbulkan mengacu kepada khomer,jika benar atinya Haram,karena khomer bukan obat,tidak dipungkiri bahwa khomer [dalam bentuk asli] pun ada manfaatnya,tetapi lebih banyak madhorotnya,bahkan jika dalam bentuk asli tidak ada efek withdrawall Alhamdulillah buktinya saya total berhanti tanpa sakaw,& tidak ada keinginan lagi,sedangkan dalam Alprazolam selain ada efek withdrawall penderita juga ada keinginan untuk kembali,minta kesediaan untuk penjelasan,Jazakillaho khoiron

Jawab:

Alprazolam adalah sejenis obat penenang golongan benzodiazepin, satu golongan dengan diazepam, yg sering diresepkan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Jika digunakan dengan tepat, tentu lebih banyak manfaatnya. Obat-obat yang mempengaruhi sistem syaraf memang cenderung menyebabkan withdrawal syndrom jika dihentikan tiba-tiba. Untuk mengatasinya, penghentian obat harus bertahap agar tubuh menyesuaikan dengan keseimbangan baru pada sistem syaraf ketika obat makin berkurang. Saya kira definisi khamr sendiri adalah sesuatu yang memabukkan. Saya bukan ahli fiqh, jadi tidak bisa menentukan apakah alprazolam termasuk khamr atau tidak. Tapi jika definisinya adalah menyebabkan withdrawal dan menyebabkan keinginan untuk kembali, rokok juga demikian. Artinya, tidak mudah untuk menghukumi bahwa itu khamr atau tidak. Gejala withdrawal juga tidak selalu dialami semua orang. Anda perlu bersyukur tidak mengalaminya dan dapat menghentikan tanpa sakaw.

(11)

Aldi Deswanto (26 tahun) paham benar. Di setiap malam Ahad, pemuda tanggung itu pasti bertandang ke apoteknya. Keluhannya pun sama: batuk.Obat yang diminta juga khas: Dekstrometorfan Hbr. Obat ini berfungsi meredakan batuk kering yang cara kerjanya menekan batuk dari saraf.

Yang membuat Aldi heran, pemuda itu selalu menolak ketika ditawarkan obat batuk cair lain yang mengandung pula dekstrometorfan. ‖Dia keukeuh, maunya yang tablet,‖ jelas Aldi.Tapi, Aldi bukan medioker yang naif. Dia mencium keanehan pada penampilan pemuda itu. Dugaan kuatnya, si pemuda hobi mabuk. Dan memang, dekstrometorfan mempunyai efek samping mengantuk. Sebagai apoteker, Aldi tahu benar Dekstrometorfan Hbr sering menjadi menu pelezat pesta mabuk-mabukan atau narkoba. Dengan alasan kuat, akhirnya Aldi menolak permintaan si pemuda dengan halus.

Selain Dekstrometorfan, Aldi juga pernah menerima resep tablet Diazepam 30 butir. Diazepam adalah nama zat aktif yang lazim terkandung dalam obat penenang atau sedatif. Obat ini biasanya bekerja di sistem saraf pusat. Dalam penggunaannya Diazepam berpotensi menimbulkan efek ketergantungan. Menengarai adanya kejanggalan dari nama dokter dan nomor telepon dokter pemberi resep yang tidak jelas, akhirnya Aldi pun menolak resep tersebut.

Kali lain, Aldi bercerita, datang seorang ibu yang hendak membeli pil KB. Tapi, tidak mengerti bagaimana cara mengonsumsinya. Selama ini, si ibu itu berpikir pil KB dapat diminum semaunya saja. Apoteknya, jelas Aldi kepada ibu itu, memilih tidak menjual obat-obat yang mungkin menciptakan ambiguitas kegunaan. Di lain kesempatan, Aldi terpaksa menolak seseorang yang hendak membeli obat mag yang mengandung zat aktif misoprostol. Siapa yang menyangka ada bahaya mengancam di balik obat mag? Misoprostol, senyawa yang digunakan untuk menstimulasi sekresi lendir di lambung, ternyata sering disalahgunakan sebagai obat penggugur kandungan. Kerjanya dalam meningkatkan kontraksi atau regangan otot berefek fatal bagi janin. Singkat cerita, dengan sifat tersebut, misoprostol justru dimanfaatkan untuk mengeluarkan janin yang tak dikehendaki dari rahim.

Ironisnya, obat dengan kandungan misoprostol dapat diperoleh mudah di pasaran. Harganya juga relatif murah. Tak salah membelinya secara bebas, karena memang obat mag ini tidak tergolong obat keras. Belakangan, masyarakat juga diributkan oleh racikan puyer. Berbagai blog dan mailing list ramai membahasnya. Padahal, praktik puyer bukan hal baru dalam keseharian. Kali ini masyarakat disadarkan akan akibat fatal peracikan obat tanpa standar yang benar.

Penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Orangtua Peduli (YOP) menemukan tingkat peresepan puyer yang begitu tinggi bagi anak-anak. Tercatat tingkat peresepan puyer mencapai 55,4 persen pada diare akut; 72,6 persen pada demam; 77,4 persen pada ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas; dan 87 persen pada batuk. Yang lebih mencengangkan ialah tingkat peresepan antibiotik dan steroid yang begitu tinggi diberikan kepada anak-anak. Padahal, bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, obat-obatan ini berefek luas pada hormon dan organ vital, seperti hati dan ginjal.

Terlebih, harga obat-obatan ini relatif mahal. Tak heran penelitian yang sama mencatat biaya pengobatan pediatris yang tinggi. Semua obat ditumbuk jadi satu. Itulah prinsip sederhana racikan puyer. ‖Toh akhirnya masuk ke perut juga. Justru lebih praktis,‖ begitu pikir logika awam sebagian masyarakat kita. Namun, masalahnya tak sesederhana aksioma 1+1= 2. Linearitas tak selalu berlaku dalam ilmu obat-obatan.

Sekilas, obat-obatan memang tampak sama. Serbuk, tablet, pil, dengan warna dominan putih, rasa hambar atau terkadang pahit.Tak mudah memang memahami bahwa beberapa obat dapat mengakibatkan kematian dalam jumlah hanya sepersekian miligram. Tak mudah menyampaikan kepada publik bahwa obat juga dapat menjadi racun dalam kondisi yang tak disyaratkan.

(12)

Peran apoteker Mencermati kasus penyalahgunaan obat yang marak terjadi, publik layak menggugat para praktisi kesehatan profesional. Lebih jauh lagi, peran apoteker sebagai profesi dengan cakupan keahlian obat-obatan pun boleh dipertanyakan. Aldi adalah salah satu apoteker muda idealis yang bertekad berjuang melalui profesinya. Tak cuma ingin mencetak angka penjualan obat yang tinggi, dia juga berkomitmen memberikan edukasi dan panduan obat kepada masyarakat.

Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Jawa Barat, Kusmeni S Hartadi, memaparkan, profesi apoteker seharusnya berdiri sama tegak dengan profesi kesehatan lain. ‖Obat adalah privilege apoteker,‖ tegas Kusmeni dalam percakapan dengan Republika akhir pekan lalu. Pada kenyataannya, profesi ini kian tenggelam oleh ingar-bingar bisnis dan tarik-menarik kepentingan. Kusmeni menuturkan peyorasi peran apoteker di negeri ini sudah berlangsung sejak lama.

Menyikapi gejala tersebut, sejak 2006 ISFI mulai melakukan apa yang disebut pemurnian profesi. Program ini terutama ditujukan bagi para apoteker yang berkiprah di farmasi komunitas atau apotek. Kusmeni menegaskan persoalan obat dari hulu ke hilir harus berada di bawah kendali pihak yang kompeten, yakni apoteker. Seorang pejabat dinas kesehatan yang enggan disebutkan namanya menyayangkan anggaran yang minim dalam pengawasan obat-obatan. Dia juga mengeluhkan kelumpuhan peran apoteker dalam dunia kesehatan di Indonesia.

‖Sepertinya para apoteker sekarang perlu diasah kemampuan komunikasi dan politiknya,‖ ujarnya, kesal. Senada dengan pernyataan tersebut, Kusmeni mengungkapkan, setiap profesional kesehatan harus mengerti benar ranah perannya. Tujuannya, bias dan kekacauan dalam layanan kesehatan, seperti juga dalam peredaran obat-obatan, dapat dicegah.

Berdasarkan data di tahun 2003, Kusmeni menyebut jumlah apoteker di Indonesia berkisar 8.000 orang, dengan angka pertumbuhan kurang lebih empat persen per tahun. Dalam konsep pemerataan layanan kesehatan, menurut Kusmeni, jumlah apoteker di Indonesia masih sangat kurang. Di negara-negara mapan, seperti Jepang, rasio apoteker dengan jumlah penduduk adalah 1: 2.000 jiwa. Sementara di Indonesia, dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa lebih, jumlah tenaga apoteker yang dimiliki baru berkisar 25 ribu orang.

Sumber : Republika

Fenomena Gunung Es Itu Bernama Aborsi

Selasa, 29 Agustus 2006 11:59 WIB | 1.116 Views

Oleh Achmad Zaenal M

Semarang (ANTARA News) - Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah dr Hartono, SpOG, menduga bahwa kasus aborsi yang dilakukan tidak sesuai dengan standar keamanan ibu jumlahnya mencapai 2 juta per tahun. Bila dugaan dokter spesialis kandungan tersebut benar, sungguh angka dua juta kasus aborsi tersebut sangat besar. Angka aborsi sebanyak itu hampir mendekati jumlah pertumbuhan penduduk nasional yang mencapai 1,3 persen atau sekitar 2,9 juta jiwa per tahun. "Kasus aborsi memang merupakan fenomena gunung es, yang terlihat di permukaan hanya

(13)

sedikit, namun jumlah kasus yang sebenarnya sangat banyak. Angka yang terekam sekitar dua juta kasus aborsi setiap tahun," katanya pada rapat kerja dengan Komisi E DPRD Jateng,

di Semarang, Rabu (23/8).

Tidak salah bila aborsi memang sebuah fenomena gunung es. Sepanjang tahun 2006, menurut Direktur Reserse Polda Jateng Kombes Pol Zulkarnaen, hanya ada dua kasus aborsi yang disidik polisi, masing-masing dilakukan dokter gadungan Hanung Prabowo, dan dokter

Kokok Hadianto, yang bukan spesialis kadungan.

Tidak mudah untuk memetakan dari dua juta kasus aborsi yang disodorkan dr Hartono itu, apakah sebagian besar melibatkan remaja putri atau wanita yang sudah kawin tapi tidak ingin punya anak sehingga harus menggugurkan kandungannya. Dari temuan Polda Jateng tersebut menunjukkan, dua dari puluhan kasus aborsi yang dilakukan oleh dokter Kokok itu dilakukan oleh ibu yang sudah kawin, bahkan aborsinya

dilakukan atas persetujuan suami.

Aborsi memang bukan masalah sederhana bagi pelakunya, namun biasanya dilatarbelakangi persoalan yang lebih kompleks, mulai dari alasan kehamilan yang tidak diinginkan, alasan ekonomi, perkosaan, alasan si ibu mengidap penyakit jantung, traumatik, hingga alasan sosial.

Menyimak beragam alasan yang dikemukakan oleh pelaku aborsi, menurut Hartono, tidaklah mengherankan bila peminat aborsi dari waktu ke waktu semakin banyak dan metode yang digunakan juga makin beragam meskipun tidak selamanya aman dari sisi kesehatan. Hartono mencontohkan makin meluasnya penggunaan obat dengan merek dagang Cytotec produksi Searle Pfizer yang indikasinya untuk obat mag dan usus lambung, justru sengaja

disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan.

Cytotec yang memiliki nama generik misosprostol ini bisa diperoleh dengan mudah di apotek, meskipun seharusnya ditebus dengan resep dokter. Obat ini memiliki kontraindikasi (larangan) dikonsumsi wanita hamil dan menyusui, namun justru efek samping inilah yang

digunakan untuk aborsi.

Hartono menambahkan, banyak iklan di surat kabar menawarkan beragam ramuan yang bisa melancarkan kembali menstruasi, yang tujuan akhirnya untuk menggugurkan kandungan. "Kalau kandungannnya gugur, berarti wanita itu bisa menstruasi lagi," katanya. Dilematis

Menurut dia, pengguguran kandungan memang persoalan dilematis, karena secara hukum memang dilarang, seperti diatur dalam Pasal 80 Undang-Undang Nomor 32/1992 tentang Kesehatan, Pasal 76 UU No.29/1974 tentang Praktik Kedokteran dan Pasal 348 KUHP. Tetapi di luar aspek yuridis tersebut, menurut dia, ada sejumlah faktor yang mendorong ibu hamil menggugurkan kandungan, seperti alasan kesehatan ibu, perkosaan, atau kelahiran

tidak diinginkan dengan alasan sosial ekonomi.

(14)

cucunya yang masih duduk di bangku SMA untuk digugurkan kandungannya dengan alasan malu kepada orangtua anak itu yang menitipkan anak gadisnya kepada dirinya. "Ini memang ilegal atau melanggar hukum, namun di dalamnya ada dilema dalam diri kita sendiri ketika kita menghadapi persoalan seperti itu," katanya. Prof dr Untung Praptohardjo, SpOGK menyatakan kegusarannya ketika semakin banyak penyalahgunaan obat misoprostol untuk aborsi bersamaan dengan meningkatnya kehamilan

yang tidak dikehendaki.

Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Undip Semarang itu, penyalahgunaan misoprostol itu menunjukkan bangsa ini tidak mau menyadari adanya larangan keras misoprostol

digunakan bagi wanita hamil dan menyusui.

"Dalam etiket obat ini secara jelas sudah disebutkan kontraindikasi untuk dikonsumsi wanita hamil atau menyusui, namun larangan inilah malah yang dimanfaatkan untuk keperluan

aborsi," kata Untung.

Direktur Pelaksana Harian PKBI Jateng Farid Husni mengemukakan, faktor ekonomi karena merasa anaknya sudah terlalu banyak, misalnya, memberi andil dalam pengambilan

keputusan seseorang melakukan aborsi.

Faktor lain, belakangan ini juga tidak mudah dan tidak murah pula untuk memperoleh alat kontrasepsi, karena itu ada kecenderungan angka kehamilan tidak dikehendaki juga bertambah, sebagaimana dua kasus aborsi yang dilakukan oleh dr Kokok terhadap dua ibu

hamil yang mendapat persetujuan dari suaminya.

Gaya hidup yang semakin permisif, ikut memicu bertambahnya kasus aborsi akibat

kehamilan yang tidak diinginkan.

"Kekhawatiran orangtua zaman sekarang, bila punya anak perempuan takut hamil sebelum nikah, dan bila punya anak lelaki sudah remaja, orangtua takut anaknya ikut terjerat

narkoba," kata Farid.

Banyaknya kasus aborsi itu menunjukkan rendahnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan. Bukankah setiap benih memiliki hak sama untuk hidup dan tumbuh di dunia? (*)

Editor: Suryanto

(15)

Misoprostol

dalam Jual Beli Bebas Obat

Gambaran Kasus

'Misoprostol' Makin Marak Untuk Aborsi

(sumber : Merdeka.com)

Phase 4

Pembahasan

Jurnal ,Proquest ,2008-2013

Latar Belakang

Penggunaan obat dimasyarakat semakin meluas bersamaan dengan semakin besarnya jumlah

obat yang diproduksi oleh industri farmasi

Terimakasih atas perhatiannya ;) :)

Muhammad Lutfi

sepertiga dari anggota masyarakat melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi

(self medication).

Pemberian terapi obat selalu beresiko terhadap pasien

Misoprostol adalah salah satu obat dari antasida

Misoprostol adalah golongan obat keras ,tetapi termasuk dalam obat wajib apotek (OWA) tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala ,mempercepat penyembuhan ,dan mencegah

komplikasi lebih lanjut.

berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI no.347/menkes/sk/vii/1990 yang telah diperbaharui dengan keputusan menteri kesehatan no.924/menkes/per/x/1993 , Hal yang sangat penting dan harus diperhatikan adalah masalah pelebaran pada saluran leher rahim. Jika mengalami dilatasi terlalu besar ,maka dapat merusak leher rahim ,dan dapat

membahayakan kehamilan berikutnya.

Misoprostol sendiri sedikit lebih efektif daripada oksitosin untuk induksi persalinan, tetapi disertai dengan efek samping yang tidak diinginkan, seperti hiperstimulasi uterus Tidak adanya efektivitas misoprostol untuk pengobatan post-partum, perdarahan adalah hasil yang tak terduga, tetapi konsisten dengan temuan tak terduga yang oksitosin lebih efektif untuk pencegahan perdarahan post-partum daripada misoprostol. Merdeka.com - Kapanlagi.com - Misoprostol yang efektif digunakan untuk mencegah penyakit mag dan ulkus lambung belakangan ini semakin banyak disalahgunakan untuk aborsi ilegal, kata pegiat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah Prof dr Untung Praptohardjo, SpOGK di Semarang, Sabtu (12/08). Guru Besar Ilmu Kandungan Fakultas Kedokteran Undip Semarang itu menjelaskan, obat

(16)

dengan merek "Cytotec" yang diproduksi Searle Pfizer berisi kandungan misoprostol dan diindikasikan untuk mengobati mag serta dilarang keras (kontraindikasi) digunakan untuk perempuan hamil, perempuan yang sedang merencakan hamil, dan ibu yang menyusui. "Saya sebagai dokter kandungan sangat prihatin dengan kondisi penyalahgunaan misoprostol

ini untuk aborsi," kata Untung.

Sebelumnya diberitakan seorang dokter melakukan praktik aborsi ilegal yang dalam mengakuannya telah "melayani" hampir 1.000 pasien yang ingin menggugurkan kandungan. Dalam pengakuannya kepada polisi, dokter Kokok yang melakukan praktik aborsi itu, menggunakan obat "Cytotec" untuk mempercepat proses pengguguran. Untung menegaskan, meski berdasarkan literatur "Cytotec" belum dimasukkan dalam daftar obat untuk kehamilan, sudah lama obat ini dipergunakan untuk kepentingan tersebut. "Namun yang dipakai bukan khasiat obat, melainkan efek sampingnya, yang sudah ditegaskan bahwa obat tersebut dilarang untuk wanita hamil," katanya. Ia menjelaskan, kegunaan "cytotec" di bidang obstertik antara lain untuk induksi persalinan, supaya wanita hamil berkontraksi. Hal ini misalnya dipakai pada serotinus (kehamilan lebih

dari 42 minggu) dan belum ada tanda-tanda kelahiran.

"Dalam kondisi seperti itu perlu dipacu (induksi) sehingga terjadi persalinan, karena bila kehamilan telah tua, bayinya dapat meninggal," katanya. Selain itu, digunakan untuk ibu hamil yang menderita diabetes mellitus. Dalam kondisi seperti ini, persalinan dibuat pada kehamilan 38-39 minggu, sebab kalau ditunggu sampai aterm (sampai keluar), ditakutkan anak besar dan terjadi kesulitan persalinan. "Cytotec" yang oleh dr Untung disebut obat "Sapu Jagad" itu juga bisa digunakan untuk ibu hamil dengan penyakit preeklamis. Tekanan darah tinggi dikhawatirkan makin tua kehamilan

tekanan darah makin tinggi.

Fungsi lain obat itu digunakan pada ibu hamil yang anaknya meninggal dalam kandungan, apalagi kalau bayi itu belum genap bulan, juga digunakan ibu yang mengandung bayi yang

cacat, misalnya hydrocephalus, dan lainnya.

"Cytotec" juga bisa melunakkan portio, dengan memasukkan obat ini ke dalam vagina maka portio yang terkena obat ini akan menjadi lembut sehingga apa yang ada di dalamnya bisa keluar.

Namun dr Untung menegaskan, produsen mesoprostol sampai sekarang belum mengetahui berapa persis dosis yang diberikan untuk keperluan persalinan tersebut, karena dalam brosur di dalam kemasan disebutkan larangan wanita hamil dan menyusui mengonsumsi "cytotec". "Tetapi yang terjadi justru khasiat obat ini malah dikenal untuk oborsi, padahal 'cytotec'

adalah obat mag," katanya.

Wanita yang menggunakan misoprostol dalam aborsi tersebut sering mengalami nyeri perut ,perdarahan ,mual ,dan beberapa efek samping daripada mereka yang menggunakan placebo See the full transcript

BAHAYA CYTOTEC dan Obat" LAINYA

Cytotec banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan, terlebih untuk wanita hamil. Padahal obat tersebut terlarang dikonsumsi wanita sedang mengandung karena salah satu obat kanker. Meski berdasar literatur Cytotec belum dimasukkan dalam daftar obat untuk kehamilan, tetapi obat ini sudah lama dipergunakan misalnya, disalahgunakan untuk aborsi.

Ahli kebidanan dan penyakit kandungan, Prof dokter Untung Praptohardjo SpOG mengatakan, pemerintah semestinya melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan obat ini. ―Saya menilai pengawasan pemerintah sangat minim dan susah diharapkan.

Kasus aborsi ilegal yang dilakukan dokter Kokok Hadyanto yang mencuat ke permukaan beberapa waktu lalu, baru salah satu kasus. Mungkin masih banyak yang lainnya,‖ ungkap

(17)

ayah dengan empat anak yang pernah mengajar di Fakultas Ilmu Kedokteran Undip sejak tahun 1962 hingga tahun 2005 ini, dalam keterangan persnya di Gedung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Kendati demikian, pria kelahiran Temanggung tahun 1935 ini memaparkan, kesalahan dalam penyalahgunaan obat ini bukan disebabkan si pembuat, melainkan pada si pemakai. Sebab perusahaan yang memproduksi obat itu sudah memberi peringatan efek bahayanya bagi wanita hamil.

Penasihat PKBI ini menuturkan, Cytotec sebenarnya untuk mengobati ulkus lambung yang gejalanya mirip dengan orang hamil. Obat ini berisi mesoprostol, yang memiliki tiga efek samping, yaitu diare, nyeri perut, uterotonik.

Hingga kini, tutur Untung, mesoprostol sebagai bahan induksi persalinan masih menjadi perdebatan. Karena itu, perlu dilakukan penelitian guna membandingkannya dengan obat yang sudah diakui. Induksi adalah usaha manusia untuk membuat supaya seorang ibu hamil timbul kontraksi. Dalam hal ini, pemakaian mesoprostol harus hati-hati dan pengawasan ketat.

Pemakaian berlebihan bisa menjadi hiperkontraksi yang menyebabkan kesakitan atau gawat bayi. Tidak jarang persalinan tersebut harus melalui operasi sesar. Jika penggunaan berlebihan ini terlambat diantisipasi, bisa mengakibatkan terjadinya robekan jalan lahir atau terjadi pendarahan. Karena itu, pengobatannya harus dengan histerektomi.

Bila terjadi pendarahan, keadaannya akan fatal karena pendarahan tidak bisa dihentikan walaupun dengan histerektomi. Dengan Cytotec, jaringan uterus menjadi rapuh dan sukar dijahit.

Berkenaan dengan praktik aborsi, Untung menguraikan, memang bila obat ini dimasukkan ke dalam vagina maka portio yang terkena obat ini akan menjadi lembut dan apa yang ada di dalamnya bisa keluar.

Dengan obat ini akan timbul kontraksi atau mules-mules, janin yang ada di dalamnya meninggal dan akhirnya timbul pendarahan.

―Pendarahan ini kadang-kadang sampai lama dan akhirnya harus dihentikan dengan kuret.‖ KURET JG KAN AHIRNYA..!!!

(18)

About Mission Aborsi

Obat Sapu Jagat Pembunuh Janin

Galibnya sebuah obat, dimanfaatkan karena hasiatnya. Namun ada juga yang menggunakan obat karena efek sampingnya. Misoprostol, yang berkhasiat mengatasi kelebihan asam lambung alias sakit mag, ternyata ada yang menggunakannya untuk menggugurkan kandungan.

"Yang dicari orang Indonesia dari obat ini justru kontraindikasinya," kata Prof. Untung Praptohardjo. Ahli kebidanan yang juga penasihat Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia Jawa Tengah itu mengungkapkan penyalahgunaan obat tersebut dalam konferensi pers di Semarang, dua pekan silam. Ia mengetahui kasus ini setelah membaca pengakuan

Dokter Kokok Hadiyanto di media massa.

Kokok, tersangka kasus aborsi, mengaku kepada penyidik Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, menggunakan misoprostol merek Cytotec dicampur dengan metilergometrin, sejenis obat yang juga merangsang kontraksi rahim. Dengan campuran obat itu, ratusan janin digugurkan. Sedangkan misoprostol dipakai agar janin gampang dikeluarkan. Caranya, obat tersebut dimasukkan lewat alat kelamin wanita. Dengan begitu, akan terjadi kontraksi pada rahim. Akibatnya, janin di dalam kandungan akan hancur dan keluar dalam wujud gumpalan darah. "Perdarahan ini kadang-kadang sampai lama dan akhirnya harus

dihentikan dengan kuret," kata Prof. Untung.

Sebenarnya misoprostol tidak dijual bebas. Ia hanya bisa didapat di apotek dengan resep dokter. Dalam kemasannya tertera, obat ini punya efek samping lumayan berbahaya. Pemakaian berlebihan bisa mengakibatkan hiperkontraksi pada rahim. Selain janin gampang meninggal, jaringan rahim juga bisa rapuh dan sulit dijahit. "Jika sudah begitu, rahim pasien harus diangkat," Prof. Untung menegaskan. Risiko lain, kram perut yang sangat hebat. Nyerinya bisa jauh melebihi saat haid biasa. Bagi kaum ibu yang lagi menyusui, konsumsi misoprostol juga bengibatkan bayinya mengalami diare hebat. Karena itu, Prof. Untung menyebut Cytotec sebagai obat sapu jagat. Selain ampuh untuk menyembuhkan luka lambung, ia bisa pula untuk aborsi dan mengancam nyawa si ibu (baca: Dari Lambung Turun ke Rahim). Kekhawatiran Prof. Untung beralasan. Guru besar ilmu kebidanan pada Fakultas Kedokteran

(19)

Universitas Diponegoro, Semarang, ini punya pengalaman menangani pasien. Delapan tahun silam, seorang wanita datang berkonsultasi di ruang prakteknya di Rumah Sakit Bersalin Gunung Sawo, Semarang. Sebut saja ia bernama Sinta. Wanita yang belum dikaruniai momongan itu datang pada Prof. Untung agar segera punya keturunan. Suatu ketika, Sinta mual-mual dan muntah lantaran kandungannya mulai berisi. Tapi wanita muda ini tak menyadarinya. Karena itu, ia berobat pada seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktek di sebuah rumah sakit di Semarang. Sang dokter itu mendiagnosis Sinta menderita penyakit mag. Karena itu, ia diberi misoprostol. Buntutnya, Sinta yang mengalami perdarahan akibat keguguran datang pada Prof. Untung. "Saya hampir menangis saat dia kembali ke saya," ujar Untung. Rupanya calon ibu tadi sudah hamil dua bulan. Bayi yang diidam-idamkan bertahun-tahun meninggal dalam kandungan. Ia terpaksa dikuret. Inilah gambaran betapa masih banyak dokter yang tidak tahu bahwa misoprostol mesti diberikan dengan ekstra hati-hati. Repotnya, banyak dokter dan bidan yang belum mengetahui soal ini. Ia hanya mendapat informasi sepihak dari detailer. Kata Prof. Untung, detailer lebih banyak bercerita mengenai khasiat lain misoprostol. Yaitu: memperlancar proses persalinan. Banyak dokter yang memanfaatkannya.

Sebagian memang berhasil. Contohnya, kata Prof. Untung, ada seorang dokter spesialis penyakit kandungan junior di Semarang yang bercerita tentang hebatnya obat lambung ini. Pasien yang sulit melahirkan dapat mudah melakukan persalinan lewat bantuan Cytotec. Bayinya memang gampang keluar, tapi sang ibu kemudian meninggal. "Mereka memakai obat ini tanpa menyadari bahaya efek sampingnya," Untung menegaskan. Celakanya, ada sebagian dokter yang sudah mengetahui tapi malah menyalahgunakannya untuk aborsi. Ditengarai, obat ini sudah banyak dijual di pasar gelap. Cytotec dijual Rp 300.000-Rp 400.000 per 50 butir. Tak sedikit wanita yang memilih menempuh cara gelap untuk

menggugurkan kandungannya tanpa bantuan dokter.

Dokter Soegiharto Soebijanto, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menyatakan pernah menggunakan misoprostol untuk keperluan persalinan dan aborsi. "Tapi bukan aborsi ilegal. Hanya untuk mengeluarkan janin yang sudah mati di rahim," Soegiharto menegaskan. Menurut Soegiharto, penggunaan misoprostol dengan hanya ditaruh di lubang alat vital kaum wanita dengan dosis 100 mg bisa membuat rahim berkontraksi. Tapi persentase penggunaannya masih 5% dari kasus perdarahan rahim dan persalinan. Sedangkan kemampuan misoprostol untuk aborsi masih menjadi perdebatan. Pihak produsen misoprostol, PT Pfizer Indonesia, menyangkal obat tersebut untuk aborsi. "Sesuai dengan FDA dan BPOM, kami tidak pernah merekomendasi penggunaan obat itu untuk aborsi," ujar Daisy Primayanti, Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia. Bahkan, sejak setahun lalu, Pfizer Indonesia sudah menyetop pasokan obat tersebut ke apotek. Ia menengarai, obat itu diimpor langsung. Sebab obat itu dulunya diproduksi oleh

(20)

Pharmacia, sebelum perusahaan ini diakuisisi Pfizer pada 2003. Penjelasan Pfizer Indonesia itu berbeda dengan keterangan distributor Cytotec, PT Parit Padang, yang mengaku masih memasok obat tersebut ke rumah sakit dan apotek. "Tentu saja kami mengirimkannya berdasarkan surat permintaan yang diteken apoteker atau asistennya," kata Hendrik, Brand Sales Manager PT Parit Padang. Ia menyatakan tidak mengetahui asal obat itu, apakah diimpor langsung atau melalui prinsipalnya, PT Pfizer Indonesia. "Tapi, secara logis, kami tak mungkin langsung mengimpornya," ujar Hendrik, yang juga menyebutkan bahwa obat tersebut dipakai untuk memperlancar haid, bukan untuk aborsi.

Cara Menggugurkan Kandungan Atau Aborsi Dengan Pil Share

Cara paling aman dan baik bagi wanita untuk melakukan pengguguran kandungan (aborsi) sendiri sampai dengan usia kehamilan minggu ke-12 adalah dengan meminum 2 obat : Mifepristone (juga dikenal dengan nama pil abortus, RU 486, Mifegyn, Mifeprex), dan Misoprostol (juga dikenal dengan nama Cytotec, Arthrotec, Oxaprost, Cyprostol, Mibetec,

Prostokos or Misotrol).

Cara aborsi medis ini telah memberi tingkat keberhasilan lebih dari 97%. Bila Anda tinggal di negara yang tidak menyediakan akses pelayanan aborsi yang aman dan Anda ingin menggugurkan kandungan dengan obat-obat Mifepristone dan Misoprostol, silahkan kunjungi Women on Web. Ini adalah pelayanan aborsi medis lewat internet dengan seorang dokter yang bisa membantu Anda dalam hal aborsi secara medis. Seorang wanita juga bisa melakukan pengguguran kandungan sendiri sampai kehamilan minggu ke-12 hanya dengan meminum obat Misoprostol (juga dikenal dengan nama Cytotec, Arthrotec, Oxaprost , Cyprostol, Mibetec, Prostokos or Misotrol).

(21)

Dalam halaman web ini kami memberi informasi tentang Misoprostol: tindakan-tindakan pencegahan, bagaimana cara obat ini bekerja, cara pakai paling efektif, apa yang Anda bisa harapkan dan kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi. Kami juga menyediakan latar belakang ilmiah. Dengan menggunakan hanya pil Misoprostol (atau Cytotec) 80% dari tindakan-tindakan aborsi telah berhasil. Informasi ini didasarkan pada hasil penelitian dari World Health Organisation. Silahkan klik disini untuk membaca artikel dari Lancet dalam bahasa Inggris. (2007 Jun 9;369(9577):1938-46.)

Bagi wanita yang tinggal di negara yang mengijinkan aborsi secara hukum dan menyediakan pelayanan aborsi yang aman, sebaiknya Anda mengunjungi seorang dokter. Untuk melihat daftar klinik aborsi di negara Anda, silahkan lihat www.womenonwaves.org/article-456-en.html.

Ada wanita yang mencoba melakukan aborsi dengan memasukkan barang tajam atau kotor ke dalam rahim atau kandungan, atau dengan meninju perut. Cara-cara ini sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan karena bisa mengakibatkan luka dalam, infeksi, pendarahan berat dan juga kematian.

Menggugurkan kandungan adalah keputusan yang amat sulit. Apabila Anda tidak bisa membicarakan aborsi ini atau tidak ada pilihan lain untuk berdiskusi dengan dokter atau pelayan kesehatan, kami menasehatkan untuk membicarakannya dengan teman baik atau anggota keluarga. Apabila Anda perempuan yang masih muda, pembicaraan ini bahkan lebih penting. Bicarakanlah situasi ini, keputusan Anda dan tata cara aborsi dengan orang tua atau orang dewasa lain yang Anda percayai.

Bila Anda sudah yakin akan menggugurkan kandungan dan tidak mempunyai pilihan lain, cetaklah dan pelajarilah instruksi-instruksi ini dulu. Bahaskanlah dengan teman. Seorang wanita seharusnya tidak melakukan sendiri aborsi ini.

(22)

Apabila setelah membaca informasi ini, Anda mempunyai pertanyaan tentang cara ini atau Anda ingin berbagi pengalaman Anda, kirimlah email ke [email protected].

BAGAIMANA CARA KERJA OBAT MISOPROSTOL?

Anda tidak boleh melakukan aborsi sendiri bila usia kehamilan sudah lebih dari 9 minggu. Obat Misoprostol mengakibatkan kontraksi rahim. Sebab itu, rahim akan memaksakan pengguguran kehamilan. Anda akan mengalami kram yang menyakitkan, kehilangan darah dari vagina yang lebih banyak dari menstruasi biasa, rasa mual, muntah dan diare. Ada juga kemungkinan risiko pendarahan berat. Jika ini terjadi, Anda harus segera pergi ke dokter

spesialist kandungan.

Kemungkinan keberhasilan aborsi dengan obat Misoprostol dari 90%. Obat Misoprostol tersedia dalam apotek-apotek di hampir semua negara.

Pengalaman dan risiko aborsi dengan mengambil obat Misoprostol mirip dengan pengalaman dan risiko pengguguran alami.

Pengguguran alami atau spontan terjadi tanpa tindakan apapun sebanyak 10% dari semua kehamilan.

Perawatan akibat komplikasi aborsi, juga sama dengan perawatan untuk pengguguran alami. Jika ada problem, Anda harus segera ke rumah sakit atau ke seorang dokter. Dokter akan merawat Anda seolah-olah Anda mengalami pengguguran alami.

Sekarang kami akan berbagi informasi penting yang perlu diketahui oleh semua wanita yang ingin menggugurkan kandungan dengan obat.

Anda harus pasti bahwa Anda hamil. Lakukanlah tes kehamilan atau USG.

Makan obat Misoprostol hanya kalo Anda 100% pasti ingin mengakhiri kehamilan Anda. Lakukanlah USG sebelum mengambil obat Misoprostol.

USG menunjukkan apakah kehamilan itu berada di dalam rahim dan telah berapa minggu usia kehamilan Anda.

Obat Misoprostol tidak boleh dipakai bila usia kehamilan lebih dari 12 minggu.

12 minggu usia kehamilan adalah 12 minggu (84 hari) sejak hari pertama menstruasi terakhir. Bila Anda menyangka hamil lebih dari 12 minggu, atau USG menunjukkan bahwa Anda hamil lebih dari 12 minggu, kami sarankan untuk tidak mengambil obat Misoprostol tanpa

pengawasan medis.

Obat ini masih bisa digunakan bila usia kehamilan lebih dari 12 minggu, tetapi dengan risiko perdarahan berat, nyeri dan komplikasi serius akan terus meningkat semakin lama kehamilan Anda.

Janganlah melakukan aborsi sendiri.

Mempunyai seseorang dekat sewaktu aborsi adalah sangat penting; seseorang ini bisa jadi pasangan Anda, teman atau anggota keluarga yang mengerti aborsi dan bisa membantu jika ada komplikasi. Setelah pendarahan mulai, seseorang perlu terus menghubungi Anda supaya dia bisa membantu jika ada komplikasi.

Obat Misoprostol boleh dipakai tanpa pengawasan medis hanya kalau Anda tidak mempunyai penyakit serius.

Biasanya penyakit tidak menjadi masalah. Tetapi beberapa penyakit, seperti anemia berat, bisa menjadi masalah karena cara aborsi ini mengakibatkan pendarahan yang berat. Karena penyakit parah bisa membahayakan calon ibu dan anak, hal ini sering kali menjadi alasan yang wajar untuk melakukan aborsi, bahkan di negara dengan peraturan-peraturan yang membatasinya.

DILARANG MENGGUNAKAN ALKOHOL ATAU NARKOBA SELAMA

PENGOBATAN!!!

Jangan menggunakan Misoprostol bila ada kemungkinan hamil ektopik (kehamilan di luar kandungan)!

(23)

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang tidak terjadi di dalam kandungan (uterus), di saluran tuba, kornu (tanduk rahim), indung telur, atau justru di dalam perut. Kehamilan ektopik bisa dideteksi lewat USG. Bila terdeteksi, kehamilan ektopik perlu segera ditangani oleh ginekolog (dokter ahli kandungan karena kehamilan ektopik ini sangat membahayakan nyawa si ibu. Bila tidak segera dirawat dan dengan makin membesarnya janin, baik saluran tuba, indung telur, ataupun kornu, bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan dalam yang parah.

Di beberapa negara, bahkan di negara-negara dimana aborsi merupakan pelanggaran hukum, seorang ginekolog biasanya merawat ibu-ibu dalam kondisi tersebut. Kehamilan ektopik tidak bisa dirawat dengan Misoprostol.

Jangan menggunakan Misprostol bila Anda memakai kontrasepsi spiral (IUD).

IUD atau spiral adalah alat kontrasepsi spiral yang kecil (kira-kira 3 cm) dan diletakkan di dalam rahim oleh dokter untuk mencegah kehamilan. Bila Anda hamil dan memakai IUD, kami sarankan untuk melakukan USG karena kemungkinan untuk kehamilan ektopik lebih besar. Bila kehamilan terjadi di dalam kandungan, Anda perlu mengeluarkan IUD tersebut sebelum melakukan aborsi.

Misoprostol hanya digunakan bila transportasi ke Rumah Sakit mudah dicapai.

Cara itu, jika komplikasi-komplikasi terjadi, maka bantuan medis dapat segera diberikan. Jangan menggunakan obat Misoprostol bila Anda alergis terhadap obat Misoprostol atau prostaglandin lain.

Ini merupakan kondisi yang jarang dan hanya bisa diketahui bila Anda pernah mengalami reaksi alergis terhadap obat-obat ini. Bila Anda belum pernah menggunakan obat ini sebelumnya, berarti Anda belum pernah mengalami reaksi alergis terhadap obat ini.

Ada kemungkinan bahwa aborsi gagal dengan menggunakan obat Misoprostol.

Kemungkinan keberhasilan penggunaan obat Misoprostol hanya 90%. Cara aborsi ini gagal bila obat ini tidak mengakibatkan perdarahan ataupun ada perdarahan tetapi kehamilan masih berlangsung. Anda bisa coba menggunakan obat ini lagi dalam beberapa hari, tetapi ini pun bisa gagal.

Jika kandungan tidak gugur dalam 14 hari setelah memakan obat Misoprostol dan tidak ada dokter yang bersedia untuk menolong Anda, Anda tidak mempunyai pilihan lain selain pergi ke negara lain dimana aborsi tidak dilarang hukum atau meneruskan kehamilan Anda.

Ada risiko cacat lahir seperti kelainan bentuk tangan atau kaki atau masalah dengan saraf janin, bila kehamilan dilanjutkan setelah mencoba aborsi dengan obat-obat ini. Beberapa dokter mungkin akan menganggap ini sebagai alasan yang sah untuk melakukan aborsi, jadi cobalah untuk menemukan satu dokter yang mau membantu Anda.

Penyakit Menular Seksual perlu dirawat.

Bila Anda mempunyai atau ada kemungkinan mempunyai Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti Klamidia atau Gonorea, pergilah ke dokter supaya penyakit ini bisa ditangani dengan benar. Kemungkinan terjangkitnya penyakit tersebut lebih tinggi setelah perkosaan atau berhubungan seksual dengan orang yang tak dikenal, yang kemungkinan mengidap penyakit tersebut. Di banyak negara, kehamilan akibat perkosaan merupakan alasan yang sah untuk

melakukan aborsi.

Bila tidak merawat penyakit seksual, risiko infeksi dan peradangan kandungan dan saluran tuba akan meningkat. Peradangan seperti ini disebut penyakit radang panggul (PID) atau salpingitis atau adnexitis.

CARA MENDAPATKAN OBAT MISOPROSTOL

Di beberapa negara, Anda bisa mendapatkan obat Misoprostol dari apotek dan menggunakannya sendiri. Tetapi jika Anda bisa mendapat pertolongan dari Women on Web, sebaiknya Anda menggugurkan kandungan dengan menggunakan Mifepriston dan

(24)

Misoprostol. Kemungkinan keberhasilan aborsi dengan menggunakan kedua obat ini lebih tinggi 98%, daripada hanya memakai Misoprostol yang hanya 80%.

Obat Misoprostol juga disebut dengan nama-nama merek lain, seperti Cytotec, Arthrotec, Oxaprost, Cyprostol , Prostokos atau Misotrol. Obat ini dijual bebas di apotek, tetapi kadang-kadang diperlukan resep dokter. Resep jarang diperlukan buat obat Arthrotec. Anda juga bisa membuat resep sendiri (lihatlah contoh dibawah ini). Obat Misoprostol digunakan untuk mencegah sakit lambung (gastric ulcers). ''Cytotec, Cyprostol, Mibetec, Misotrol atau Prostokos‖ adalah nama-nama merek lain buat Misoprostol.

Arthrotec dan Oxaprost mengandung Misoprostol dan penawar rasa sakit (painkiller) bernama Diclofenac. Obat-obat ini biasanya digunakan untuk nyeri sendi atau arthritis. Arthrotec biasanya lebih mahal daripada Cytotec.

- Cytotec (200µg Misoprostol)

- Arthrotec 50 atau 75 (200µg Misoprostol)

- Cyprostol

- Misotrol (Chile)

- Prostokos (25µg Misoprostol) (Brazil)

- Vagiprost (25µg Misoprostol) (Egypt)

- Oxaprost 50 atau 75 (200µg Misoprostol) (Argentina) - Misotac (Egypt, Ghana, Sudan, Tanzania, Uganda, Zambia)

- Mizoprostol (Nigeria)

- Misive (Spain)

- Misofar (Spain)

- Isovent (Kenya, Nepal)

- Kontrac (India, Democratic Republic Congo)

- Cytopan (Pakistan) - Noprostol (Indonesia) - Gustrul (Indonesia) - Asotec (Bangladesh) - Cyrux (Mexico) - Cytil (Colombia) - Misoprolen (Peru)

- Artrotec (Venezuela, Hong Kong, Australia)

(dan juga: Mibetec, Cytomis, Miclofenac, Misoclo, Misofen, Arthrofen, Misogon, Alsoben, Misel, Sintec, Gastrotec, Cystol, Gastec, Cirotec, Gistol, Misoplus, Zitotec, Prestakind, Misoprost, Cytolog, GMisoprostol, Mirolut, Gymiso).

Anda bisa mencoba mendapatkan obat-obat ini dengan misalnya mengatakan alasan bahwa nenek Anda sakit rheumatoid arthritis. Sakitnya begitu parah sampai dia tidak bisa pergi ke apotek sendiri dan Anda tidak mempunyai uang untuk membeli resep dari dokter buat obat-obat tersebut.

Jika ada masalah mendapatkan obat-obat ini, cobalah apotek lain, atau mungkin pasangan Anda atau teman lelaki Anda bisa mendapatkan obat-obat ini lebih mudah. Mungkin juga ada dokter yang bersedia memberi Anda resep buat obat-obat ini. Biasanya membeli obat-obat ini lebih mudah di apotek-apotek kecil atau toko obat.

Kadang-kadang Anda juga bisa membeli obat Cytotec di pasar gelap tetapi pastikan bahwa obat itu benar-benar obat Misoprostol dan bukan obat palsu atau obat lain!

Belilah paling sedikit 12 pil 200 mikrogram Misoprostol. Satu pil Cytotec atau Arthrotec biasanya mengandung 200 mikrogram Misoprostol. Bacalah kandungan obat yang terdapat pada bungkusan pil tersebut. Biasanya tertulis bahwa setiap pil mengandung 200 mcg, tetapi ada juga yang dosisnya berbeda. Jika pil yang Anda beli tidak mengandung 200 mikrogram

(25)

Misoprostol, hitunglah jumlah pil yang Anda perlukan, sehingga jumlah Misoprostol yang Anda akan konsumsi sama dengan 2400 mikrogram Misoprostol (=12 pil 200 mikrogram Misoprostol).

CARA PEMAKAIAN OBAT MISOPROSTOL

Dimana aborsi dilarang, obat Misoprostol hanya boleh dipakai untuk menggugurkan kandungan. Menggunakan obat Misoprostol sembarangan bisa membahayakan kesehatan Anda!

Untuk menggugurkan kandungan, Anda harus menaruh 4 pil 200 mikrogram Misoprostol (total 800 mikrogram) di bawah lidah Anda. Jangan menelan! Biarkanlah pil-pil tersebut di bawah lidah paling sedikit 30 menit sebelum ditelan.

Ulangilah cara tersebut setiap 3 jam (total 3x4 pil = 12 pil).

(3 jam kemudian, taruhlah lagi 4 pil 200 mikrogram Misoprostol di bawah lidah Anda. Jangan menelan!

3 jam kemudian, taruhlah lagi 4 pil 200 mikrogram Misoprostol terakhir di bawah lidah Anda. Jangan menelan!)

Jika perempuan menggunakan arthrotec untuk memicu aborsi, ia harus menaruh 4 tablet dibawah lidah hingga bagian luar tablet larut sepenuhnya (selama setengah jam). Kemudian ia harus membuang inti tablet yang teksturnya keras karena bagian ini mengandung diclofenac. Obat tersebut merupakan pereda rasa nyeri dan sebaiknya tidak turut ditelan bersama Misoprostol.

Tingkat keberhasilan aborsi dengan cara ini 90%.

Setelah mengambil dosis pertama obat Misoprostol, Anda bisa merasakan kram (kejang) dan mulai berdarah. Pendarahan biasanya mulai 4 jam setelah menggunakan pil, tetapi kadang-kadang bisa lebih lambat. Pendarahan merupakan tanda pertama bahwa pengguguran kandungan terjadi. Jika pengguguran berlanjut, perdarahan dan kram akan lebih parah. Perdarahannya akan lebih banyak daripada menstruasi biasa dan bergumpalan atau bergelintir. Semakin lama kehamilan, semakin banyak kram dan perdarahan. Jika aborsi telah selesai, kram dan perdarahan akan berkurang. Saat aborsi terjadi bisa dilihat dengan puncak sakitnya dan banyaknya kram dan perdarahan. Tergantung pada usia kehamilan, mungkin Anda juga bisa melihat kantung kehamilan kecil dengan beberapa jaringan di sekelilingnya. Sebagai contoh, bila Anda hanya 5-6 minggu hamil, Anda tidak akan melihat kantung kehamilan. Bila Anda 12 minggu hamil, Anda akan melihat kantung kehamilan di antara darah.

Jika tidak ada perdarahan setelah dosis ketiga, aborsi gagal dan Anda harus mencoba lagi dalam beberapa hari atau pergi ke negara dimana aborsi tidak dilarang atau mencari dokter yang mau menolong Anda.

Jika Anda ingin meringankan rasa sakit, gunakanlah analgesik seperti Parasetamol.

(Von Hertzen H, ea WHO Research Group; Efficacy of two intervals and two routes of administration of misoprostol for termination of early pregnancy: a randomised controlled equivalence trial, Lancet. 2007 Jun 9;369(9577):1938-46. )

Perdarahan setelah aborsi

Perdarahan bisa berlangsung 1-2 minggu setelah aborsi, tetapi kadang-kedang lebih pendek atau lebih lama. Menstruasi biasa kembali dalam 4-6 minggu.

Memastikan bahwa aborsi berhasil

Kadang2 wanita bisa mengalami pendaharan tanpa menggugurkan kandungan. Oleh karenyanya sangat penting untuk memastikan bahwa aborsi benar-benar berhasil. Tes kehamilan akan menunjukkan negatif setelah 2-3 minggu. Jadi jika memungkinkan, lakukanlah USG 1 minggu setelah aborsi untuk memastikan bahwa kandungan kosong. AKIBAT SAMPING

Gambar

Tabel 1. Ringkasan tentang terapi intoksikasi

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui proses itu, penulis melakukan wawancara dengan 2 (dua) narasumber dari Tempo, wartawan dan redaktur yang menulis berita Jokowi, dan 2 (dua)

Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan

Manusia sebagai makhluk sosial sejak lahir hingga sepanjang hidupnya senantiasa melakukan relasi interpersonal yang dapat membuat manusia terus belajar untuk

Dengan menggunakan bioreaktor, pada umur kultur 10 minggu, total volume embryo yang tumbuh menjadi 300% dengan jumlah embryo sebesar 146 atau rerata setiap gram kalus embrionik

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul

Seperti halnya di Damaskus, di tempat- tempat lain di Dunia Islam, seperti di Mesir dan Hijaz dengan tokoh utamanya Salahuddin Al-Ayyubi juga didirikan madrasah sebagai

Kegiatan percepatan pengembangan inovasi teknologi pupuk dan bahan organik merupakan kegiatan diseminasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

Foto FESEM untuk sampel dengan konsentrasi 100 mM dan aspek rasio 1:1 menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO yang tumbuh di atas substrat FTO lebih merata dan